Anda di halaman 1dari 39

PERTEMUAN KE 13

PENETAPAN HARGA &


PENGGUNAAN FAKTOR
PRODUKSI
MAKSIMISASI KEUNTUNGAN
Secara grafis biaya terendah
tercapai ketika kurva isokuan
bersinggungan dengan isocost
(kemiringan kurva isocost =
kemiringan kurva isokuan)
Untuk memperoleh keuntungan
maksimum, kondisi
penggunaan faktor produksi
terendah belumlah cukup.
Harus ditambahkan syarat
kedua, yaitu kondisi output
optimum yang terjadi ketika
MC = MR
MC = Tambahan biaya karena
tambahnya 1 unit output
Maka Pa/MPa = MC
Dalam pasar produk persaingan
sempurna dimana MR
x
= P
x

maka keuntungan maksimal
dicapai pada saat

Pb
MPb
Pa
MPa

Px MCx Pb
MPb
Pa
MPa 1 1

MAKSIMISASI KEUNTUNGAN
PRH. PERSAINGAN SEMPURNA
AVC merupakan titik-titik biaya
terendah pada setiap tkt. output
Pada titik H perusahaan telah
menggunakan input yang
memadai, tetapi belum mencapai
keuntungan maksimum karena
MC < MR MR = d
x
= Px
Tambahan input menghasikan
tambahan keuntungan karena
tambahan pendapatan yang
diperoleh lebih besar dari
tambahan biayanya


Hal ini akan berlanjut sampai
pada titik E output sebesar 400
unit yang merupakan titik
keuntungan maksimum karena
MR = MC atau


Kasus pasar persaingan sempurna
Px MCx Pb
MPb
Pa
MPa 1 1

Px MCx Pb
MPb
Pa
MPa 1 1

KURVA PERMINTAAN UTK SATU PRODUKSI VARIABEL
1. Perusahaan yang memaksimumkan keuntungan akan menggu-
nakan faktor produksinya hanya apabila tambahan hasil penjualan
outputnya melebihi biaya tambahan inputnya atau ketika MR >
MC, dan berhenti menambah inputnya ketika MR =MC
2. Jika A merupakan satu-satunya faktor produksi variabel maka
perusahaan akan terus menambah input A sampai Marginal
Reveneu Product of an Input A (MRP
a
) = harga input A (P
a
) atau
ketika MRP
a
= P
a

MRP = Marginal Reveneu Product of an Input
VRP = Value Reveneu Product of an Input (nilai MP
a
)
MRP
a
= MP
a .
MR
x

VMP
a
= MP
a
. P
x

3. Untuk perusahaan persaingan sempurna dimana MR
x
= P
x

maka MRP
a
= VMP
a


Perusahaan akan terus menambah faktor produksi A sepanjang
MRP
a
> P
a
sampai MRP
a
= P
a
, sehingga keuntungan maksimal
perusahaan terjadi ketika perusahaan menggunakan 7 unit faktor
produksi A. Pada saat itu MRP
a
= P
a


Karena A merupakan satu-satunya faktor produksi variabel maka
MRP
a
merupakan kurva permintaan perusahaan akan faktor
produksi A

Jika perusahaan berada pada pasar
persaingan sempurna faktor produksi
maupun produknya dan hanya
mempunyai satu faktor produksi
variabel A serta mempunyai kondisi
seperti pada tabel 13.4, P
a
= $8 & P
x
=
$2 maka diperoleh tabel 13.5
1. Perusahaan akan memaksimumkan
keuntungan atau meminimumkan
kerugian dengan menggunakan 6
unit faktor produksi A
2. Karena A merupakan satru-satunya
faktor produksi variabel maka
MRP
a
= d
a
3. Dalam pasar persaingan sempurna
S
a
berupa garis lurus = P
a
= $8
Jika tenaga kerja merupakan satu-satunya faktor produksi variabel,
dalam perusahaan persaingan sempurna P = MR sehingga MRP =
VMP, perusahaan akan memaksimumkan keuntungan pada saat
penggunaan L (tenaga kerja = 6 orang, dimana VMP
L
atau MRP
L
= P
L

(upah tenaga kerja) = 12
11.1
Untuk perusahaan monopolistis kurva permintaan faktor produksi
tersebut adalah MRP
a
di mana MRP
a
= MP
a
. MR
x
< VMP
a
Hal ini terjadi karena kurva permintaan yang dihadapi negatif sehingga
MR
x
< P
x


KURVA PERMINTAAN PERUSAHAAN
UNTUK SATU FAKTOR PRODUKSI VARIABEL
Apabila hanya ada satu faktor produksi variabel A pada perusahaan
monopolistis maka kurva permintaan faktor produksi tersebut
adalah MRP
a
di mana MRP
a
= MP
a
. MR
x
Yang terletak di bawah kurva VMPa karena MR
x
< P
x
MRP
a
mengukur perubahan TR monopolis yang diakibatkan oleh
penggunaan satu unit faktor produksi A



KURVA PERMINTAAN PERUSAHAAN UNTUK SATU DARI BEBERAPA
FAKTOR PRODUKSI VARIABEL
Perusahaan menggunakan faktor produksi A dan B. Dalam hal ini harga faktor
produksi B tetap tetapi harga faktor produksi A mengalami perubahan
1. Pada awalnya ketika harga faktor produksi A = $8,
produsen berusaha menggunakan kombinasi A & B
dengan biaya terendah pada penggunaan A sebanyak
3 unit.
2. Apabila P
a
turun menjadi $4 dan jika A merupakan
satu-satunya vaktor produksi variabel maka
perusahaan akan menambah penggunaan A menjadi
5 unit.
3. Penambahan A juga akan menambah penggunaan B
(tidak terlihat dalam gambar). Karena harga B tetap
dan harga A turun maka Penambahan penggunaan
faktor produksi B akan meningkatkan MRP
a
, yaitu
bergeser ke atas menjadi MRP
a
ke kanan. Sehingga
perusahaan akan menggunakan kombinasi A dab B
optimumnya dengan menggunakan A sebanyak 8 unit
4. Titik-titik yang menghubungkan perubahan dari A ke
C tersebut merupakan kurva permintaan faktor
produksi A perusahaan = d
a

5. Kurva tersebut diturunkan melalui efek
internal dengan menghubungkan titik A ke C

Kurva ini dengan asumsi:
1. harga penjualan tetap konstan
2. Ada bebrapa faktor produksivariabel
Pada awalnya perusahaan menggunakan
L = L
1
. dan P
L1

Apabila L merupakan satu-satunya faktor
ptoduksi variabel maka ketika P
L
turun
menjadi P
L2
maka perusaha an akan
menambah penggunaan L = L
2

Karena L bukan satu-satunya faktor
produksi variabel maka Perusahaan
memasimalkan keuntungan dengan L
3
Permintaan L perusahaan individu = d
L.1

Perusahaan-perusahaan lain dengan
turunnya harga L ikut meningkatkan
penggunaan L sehingga terjadi
peningkatan output & penurunan
harga output
Akibatnya perusahaan individu
mengurangi penggunaan L menjadi
OL
4
dan permintaan L turun menjadi
d
L.2

Pada awalnya perusahaan
menggunakan L = L
1
. dan P
L1

Apabila P
L
turun menjadi P
L2
maka
perusahaan akan menambah
penggunaan L dan K di L = L
2

Permintaan L perusahaan individu =
d
L.1
Perusahaan ikut meningkatkan
penggunaan L sehingga terjadi
peningkatan output & penurunan
harga output
Akibatnya perusahaan individu
mengurangi penggunaan L menjadi
P
L4
dan permintaan L turun menjadi
d
L.2




EFEK EKSTERNAL
1. Bila harga faktor produksi A turun tiap perusahaan akan meningkatkan
penggunaan faktor produksi A, sehingga QS
x
meningkat dan P
x
turun.
2. Bila semua perusahaan menambah penggunaan A maka S
a
akan meningkat
(bergeser ke kanan). Dengan Da yang konstan maka Hal ini mengakibatkan
Pa turun, kurva MRPa perusahaan akan bergeser ke kiri dan menyebabkan
kurva d
a
bergeser ke kiri manjadi d
a
, sehingga kalau ada 100 perusahaan
identik maka permintaan pasarnya menjadi kurva D
a


KURVA PENAWARAN PASAR UNTUK FAKTOR PRODUKSI
Kurva penawaran pasar merupakan penjumlahan herizontal kurva
penawaran individu pemasok faktor produksi. Biasanya mempunyai
kemiringan positif. Artinya pemasok mau menjual lebih banyak apabila
harganya lebih tinggi


Jika ada 100 perusahaan identik yang mempunyai kurva permintaan
(da) dengan permintaan pasar (Da) seperti di bawah maka ekuilibrium
pasar faktor produksi A adalah pada Pa = $20 dan Qa = 800 unit
HARGA & KUANTITAS EKUILIBRIUM FAKTOR PRODUKSI
Kurva penawaran individu tenaga kerja yang
melengkung ke belakang
S
L
melengkung kebelakang karena
saat tingkat upah sudah sangat tinggi
jam kerja yang ditawarkan individu
berkurang
Upah naik berarti pendapatan naik,
yang juga berarti permintaan
komoditi normal individu naik
termasuk waktu senggangnya harga
waktu senggang naik (ingin
menikmati/santai)
Efak pendapatan dan efek substitusi
P
L
< $8 efek substitusi > efek
pendapatan sehingga S
L
positif
P
L
= $8 efek substitusi = efek
pendapatan sehingga S
L
vertikal
P
L
> $8 efek substitusi < efek
pendapatan sehingga S
L
negatif


SEWA DAN SEWA SEMU
Pengertian sewa disini berbeda dengan pengertian sewa yang kita
kenal sehari-hari
Sewa yaitu setiap pembayaran bagi faktor produksi yang melebihi
dan di atas jumlah minimum yang dibutuhkan untuk mendorong
munculnya penawaran faktor produksi
Sewa merupakan konsep jangka panjang dan merupakan seluruh
pembayaran yang dilakukan untuk faktor produksi yang
penwarannya sudah tetap
Sewa semu (quasi-rent) adalah pembayaran yang tidak perlu
dilakukan dalam jangka pendek untuk mendorong terciptanya
penawaran faktor produksi
Sewa semu = TR - TVC
Jika S
a
= $400 (vertikal) QD
a
= 800 -100P
a
dan QD
a
= 800 -100P
a

carilah sewa faktor produksi A, jika pajak 100% pada hasil
pengembalian atas faktor produksi A
Seluruh pembayaran pada Pa = $4
sebesar $1.600 merupakan sewa
karena QPa = 400 karena Pa
sepenuhnya ditentukan oleh Da. Begitu
pula ketika Pa = $2
Pengenaan pajak tidak akan
mempengaruhi jumlah QSa
Jika QSa positif maka hanya bagian
yang tidak mempengaruhi QSa saja
yang merupakan sewa . Misalnya BP
bermain di Persija dibayar 1,5 Milyar
tetapi dia akan tetap main di Persija
selama gajinya tidak kurang dari 1
Milyar maka 0,5 milyar adalah sewa.
Tetapi jika BP tidak mau bermain jika
gajinya kurang dari 1,5 milyar maka
tidak ada sewa
SEWA SEMU
Biaya yang harus dilakukan untuk
mempertahankan penggunaan
faktor produksi variabelnya pada
output optimal 400 unit adalah
sebesar $3.200.
Selisih TR dengan TVC sebesar
$800 yaitu dari $400 (10 8)
merupakan sewa semu. Sewa
semu dalam hal ini sebesar $800
= TFC dimana untuk
memproduksi X dalam jangka
pendek perusahaan tidak perlu
menerimanya

SEWA SEMU
Sewa semu dapat lebih besar/lebih
kecil bahkan sama dengan TFC
Dalam hal perusahaan persaingan
sempurna di pasar produk maka:
Bila Px = 18 maka output optimum di
titik A, Qx = 7000 unit, TR = $126.000,
TC = $98.000, TVC = $70.000, sewa
semu = $56.000 (TR TVC)
Bila Px = 13 maka output optimum di
titik B, Qx = 6.000 unit, TR = $78.000,
TC = $78.000, TVC = $48.000, sewa
semu = $30.000 (TR TVC)
Bila Px = 9 maka output optimum di
titik C, Qx = 5.000 unit, TR = $45.000,
TC = $70.000, TVC = $30.000, sewa
semu = $15.000 (TR TVC)
Bila Px = 5 maka output optimum di
titik D, Qx = 4.000 unit, TR = $20.000,
TC = $68.000, TVC = $20.000, sewa
semu = $0 (TR TVC)



Faktor produksi tetap akan tetap
dibayar oleh perusahaan tetapi
tidak dihitung dalam MRP
Karena dalam jangka panjang
semua faktor produksi adalah
variabel maka tidak ada sewa semu
MAKSIMISASI KEUNTUNGAN DAN KOMBINASI
FAKTOR PRODUKSI DENGAN BIAYA TERENDAH
Perusahaan persaingan monopolistis yang mendapatkan faktor
produksi dalam pasar persaingan sempurna akan memaksimalkan
keuntungan totalnya apabila:



Karena kurva permintaan yang dihadapi oleh perusahaan
monopolistis bentuknya negatif maka Px > MRx, sehingga
keuntungan maksimal diperoleh dalam kondiisi di atas atau

MRx MCx Pb
MPb
Pa
MPa 1 1

Px MRx MCx Pb
MPb
Pa
MPa 1 1 1

KURVA PERMINTAAN PASAR DAN
PENETAPAN HARGA FAKTOR PRODUKSI
Jika semua perusahaan yang menggunakan faktor produksi A
merupakan perusahaan monopoli maka permintaan faktor produksi
A (Da) diperoleh dengan menjumlahkan seluruh permintaan
perusahaan atas faktor produksi A

Tetapi kalau pengguna fartor produksi A merupakan perusahaan
pesaing monopolistis dan oligopoli maka kurva permintaan pasar
diperoleh melalui efek eksternal atas perusahaan akibat perubahan
P
a

Harga ekuilibrium ditentukan oleh perpotongan kurva permintaan
dan kurva penawaran pasar
Untuk perusahaan pembeli faktor produksi dalam pasar persaingan
sempurna akan menggunakan faktor produksi A sepanjang MRP
a
>
P
a



KURVA PENAWARAN FAKTOR PRODUKSI DAN
BIAYA MARJINAL FAKTOR PRODUKSI ATAU SUMBER DAYA
Perusahaan Monopsoni
(dipasar hanya ada satu
pembeli faktor produksi
tertentu) menghadapi kurva
penawaran pasar yang positip.
Oleh karena itu biaya marjinal
faktor produksi atau sumber
daya (MRC) akan lebih besar
dari harga faktor produksi, dan
kurva biaya marjinal sumber
daya yang dihadapi terletak di
atas kurva penawaran faktor
produksi/sumber daya
MRCa = TC/Q & MRCa > Pa
Kurva penawaran dari kolom 1
dan kolom 2
Karena kurva penawaran yg dihadapi positif maka MRC
a

> S
a



Perusahaan Monopsoni akan
memaksimalkan keutungan saat MRPa =
MRCa, yaitu dititik E dengan harga $3
dan faktor produksi A 3 unit
Bila perusahaan monopsonistis
memiliki QS
a
= -2 + P
a
/5

Cari skedul penawaran & skedul
biaya marginal faktor produksi A
(MRC
a
) pada monopsonistis tsb.



Keuntungan maksimum tercapai apabila menggunakan 4 unit faktor produksi A
Pada saat MRP
a
= MRC
a

PENETAPAN HARGA DAN
PENGGUNAAN BERBAGAI FAKTOR PRODUKSI VARIABEL
Bagi perusahaan monopsoni kombinasi faktor produksi terbaik
(biaya terendah)

Untuk memaksimumkan keuntungan tidak saja dibutuhkan
penggunaan kombinasi faktor produksi terbaik, akan tetapi juga
diperlukan jumlah absolut yang tepat dari setiap faktor produksi
variabel guna menghasilkan output yang paling baik, sehingga
keuntungan maksimum tercapai pada saat


Untuk perusahaan persaingan sempurna karena MR = P, berlaku
juga rumus


MRn
MPn
MRCb
MPb
MRCa
MPa
........
Px MCx MRCb
MPb
MRCa
MPa 1 1
......
MRx MCx MRCb
MPb
MRCa
MPa 1 1
..........
MENGATASI KONDISI DALAM RANGKA
MEMAKSIMALKAN KEUNTUNGAN
jika

Untuk memaksimumkan keuntungan dilakukan dengan menambah
penggunaan faktor produksi A dan mengurangi penggunaan faktor
produksi B, sehingga MP
a
menurun dan MP
b
meningkat, dan MRC
a

meningkat dan MRC
b
menurun
jika

Untuk memaksimumkan keuntungan dilakukan dengan menambah
penggunaan faktor produksi yang akan meningkatkan MC atau 1/MCa
menurun.
Dilain pihak jika perusahaan bukan perusahaan persaingan sempurna maka
penambahan produksi akan menurunkan MR, sehingga 1/MRx akan
meningkat
MRCb
MPb
MRCa
MPa

MRa MCa
1 1

PENETAPAN HARGA DAN


PENGGUNAAN BERBAGAI FAKTOR PRODUKSI VARIABEL
1. Tingkat output yang
memaksimumkan keuntungan
terjadi ketika MR = MC yaitu
250 unit dan P AVC (kalau
tidak lebih baik tutup)
2. Kombinasi penggunaan faktor
produksi dengan biaya
terendah dicapai


3. Pada titik E biaya terendah
dan penggunaan absolut
faktor produksi yang A & B
untuk memproduksi output
yang paling baik pula

MRx MCx Pb
MPb
Pa
MPa 1 1

PENETAPAN HARGA DAN
PENGGUNAAN BERBAGAI FAKTOR PRODUKSI VARIABEL
1. Jika perusahaan berproduksi
lebih atau kurang dari 250 unit X
maka tidak akan mencapai
keuntungan maksimum
2. Jika perusahaan berproduksi 300
P = 4,5 MR = 2 MC = 5

Penurunan produksi akan
menambah keuntungan
3. Sebaliknya jika memproduksi 200
maka P = 6 MR = 4 MC =2

Penambahan produksi akan
menambah keuntungan
2
1
5
1

Pb
MPb
Pa
MPa
4
1
2
1

Pb
MPb
Pa
MPa
Monopolis produk di pasar persaingan
sempurna faktor produksi, VMP
a
> MRP
a

karena kurva permintaan produk yang
dihadapi negatif dan S
a
elastis sempurna
Penetapan harga minimum faktor produksi
Sebelum ada penetapan harga
minimum faktor produksi kurva
Sa & MRCa berupa garis lurus
Dengan adanya penetapan
harga minimum $4 oleh
Pemerintah maka kurva Sa
menjadi ABH & kurva MRCa
menjadi ABCF
Terdapat discontinyu pada
MRCa di titik B dengan C
Terjadi perubahan penggunaan
input dari 3 unit di titik E
menjadi 4 unit di titik B
Pada awalnya terdapat
eksploitasi perusahaan
monopolistis sebesar EG
dengan penetapan harga
minimal, perusahaan
menggunakan 4A dan
menghilangkan eksploitasi

PENETAPAN HARGA MINIMAL
1. Jika P = 40, digunakan 6
unit A dititik B, eksploitasi
hilang karena MRP = MRC
2. Jika P = 50, digunakan 4
unit A dititik E, eksploitasi
hilang
3. Jika P = 60, digunakan 2
unit A dititik T, eksploitasi
hilang
4. Jika P = 35, digunakan 2
unit A dititik N, hanya
setengah eksploitasi
perusahaan monopolistis
yang hilang

MONOPOLI BILATERAL
(PERUSAHAAN MONOPOLI vs MONOPSONI)

Penjelasan gambar 13-24

1. Perusahaan monopolis akan menjual inputnya 4
unit di titik A, yaitu saat MR = MC
2. Bagi perusahaan monopsonis maka keuntungan
maksimal akan diperoleh ketika menggunakan 3
unit A dititik B
3. Tujuan keduanya bertentangan sehingga terjadi
kekuatan tawar menawar yang akan menetukan
berapa unit A yang mestinya dijual oleh
monopolis dan dibeli oleh monopsonis dan akan
terletak diantara B A A B

MONOPOLI BILATERAL
1. Monopolis memaksimalkan
keuntungannnya di titik A pada
penjualan 4 unit faktor produksi
A dengan Pa = 50 ketika MR = MC
2. Monopsonis memaksimalkan
keuntungannya juga dengan
membeli 4 unit A dititik B, tetapi
dengan harga 30 karena Sa pada
titik itu = 30
3. Sehingga harga terjadi antara 30
s/d 50 tergantung kekuatan
tawar masing-masing
perusahaan
4. Jika kekuatan tawap monopoli
lebih besar maka harga akan
mendekati 50, sebaliknya jika
kekuatan tawar monopsonis
lebih besar maka akan mendekati
30
Aplikasi

1. Ekspektasi untuk mendapatkan keuntungan jangka
pendek membuat orang melakukan pengembangan
produk. Namun dalam jangka panjang keuntungan
akan hilang seiring masuknya perusahaan lain
2. Pendidikan dan pelatihan merupakan investasi jangka
panjang karena hasil pendidikan akan meningkatkan
produktivitas dimasa depan. Diklat akan lebih baik
bagi orang yang masa produktifnya panjang
3. Kelemahan Diklat:
Tidak semua biaya diklat merupakan biaya
Pendapatan yang tinggi di masa depan mungkin
bukan hasil dari pendidikan tetapi karena bakat
Dapat mengakibatkan ketidakmerataan pendapatan
Aplikasi

Upah antar kelompok orang berbeda karena:
Adanya unsur menyamakan perbedaan (unsur
perbedaan non moneter)
Adanya kelompok pekerjaan yang tidak
bersaing (karena keahlian tertentu, misalnya
dokter dengan insinyur, Akuntan dengan
dosen)
Pasar tenaga kerja yang kurang sempurna;
(Kekurangan informasi, kekuatan serikat
pekerja, undang-undang upah minimum, dan
kekuatan monopsoni)

1. Ada 3 cara pekerja meningkatkan upahnya











A. Menaikan permintaan tenaga kerja (melalui serikat pekerja untuk membatasi
impor sehingga tumbuh industri dalam negeri sehingga permintaan tenaga kerja
naik yg akibatnya juga upah naik)
B. Mengurangi penawaran tenaga kerja misalnya serikat pekerja meminta kepada
perusahaan agar hanya menerima tenag kerja yg sudah terdaftar di serikat
pekerja saja. Penggunaan tenaga kerja turun dari OA ke OC (penambahan
pengangguran terjadi)
C. Serikat pekerja melakukan tawar menawar dengan industri sehingga upah (w)
naik. Tetapi hal ini akan menyebabkan banyak penganguran. Penggunaan tenaga
kerja turun dari OA ke OG. Kasus ini sama saja jika terjadi ketentuan upah
minimum
Pelajari hitungan hal 240
Bila diketahui Q= 100L
0,5
.K
0,5
dan K = 100, P = $1 , r = $ 40
Tentukan jumlah tenaga kerja yang memaksimumkan keuntungan dan
berapa keuntungan maksimumnya?
Q= 100L
0,5
.K
0,5
= 100L
0,5
.100
0,5
=100L
0,5
.10 = 1.000L
MP
L
= Q/ L = 500L
0,5

Untuk memaksimumkan keuntungan maka perusahaan harus
menggunakan tenaga kerja sampai MRPL = w
MRPL = (MR)(MP
L
) = ($1)(500L
0,5
) = $50 = w sehingga L =

Drengan K = 100 & L = 100 maka
Q = 100L
0,5
.K
0,5
= 100(100)
0,5
.(100)
0,5
= 100(10)(10) = 10.000
TR = P.Q = $1(10.000) = $10.000
TC = wL + rK = $50(100) + $40(100) = $5.000 + $4.000 = $9.000
= TR TC = $10.000 - $9.000 = $1.000
100 )
50 $
500 $
(


TERIMA KASIH