Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PENDAHULUAN

ASKEP KEBUTUHAN ISTIRAHAT DAN TIDUR


A. Pengertian
Istirahat berarti suatu keadaan tenang,relaks, tanpa tekananemosional,dan bebas
dari perasaan gelisah. Jadi, beristirahat bukan berarti tidak melakukan aktivitas sama
sekali. Terkadang,berjalan-jalandi taman juga bisa dikatakan sebagai suatu bentuk
istirahat (Hidayat,200!
"arakteristik Istirahat #
$. "eadaan yang tenang.
2. %ebas dari gangguan dan ketidaknyamanan
&. 'engakibatkan badan menjadi segar kembali
Tidur merupakan suatu keadaan perilaku individu yang relati( tenang disertai
peningkatan ambang rangsangan yang tinggai terhadap stimulus dari luar. "edaan ini
bersi(at teratur, silih berganti dengan keadaan terjaga (bangun! dan mudah
dibangunkan. )endapat lain menyebutkan, tidur merupakan kondisi tidak sadar di
mana persepsi reaksi individu terhadap lingkungan berkurang atau hilang dan dapat
dibangunkan kembali dengan stimulus dan sensori yang *ukup (+uyton, $,-!
Tujuan tidur, yaitu #
$. .iyakini untuk menjaga keseimbangan mental emosional dan kesehatan.
2. /elama tidur seseorang akan mengulang (revie0! kembali kejadian-kejadian
sehari-hari, memproses dan menggunakan untuk masa depan.
/eseorang dapat dikategorikan sedang tidur jika terdapat tanda-tanda sebagai
berikut #
$. .itandai dengan aktivitas (isik minimal.
2. Tingkatan "esadaran yang bervariasi.
&. )erubahan-perubahan )roses (isiologis tubuh dan
1. )enurunan respon Terhadap rangsangan dari 2uar.
)erubahan yang terjadi pada tubuh selama tidur #
$. )enurunan T. dan nadi
2. .ilatasi pembuluh darah peri(er
&. "adang terjadi peningkatan aktivitas traktus gastrointestinal
1. 3alaksasi otot-otot rangka
4. %esal metabolisme rate (%'3! menurun $0-&05
. )enurunan tingkat kesadaran pada pan*a indra
- Indra pengidu# paling dalam
- Indera pendengaran# paling sedikit
B. Tahapan tidur
Tidur dibagi menjadi 2 tahap, yaitu#
- 6on 3apid 7ye 'ovement (637'!
Terjadi kurang lebih ,0 menit setelah tidur. Terbagi menjadi 1 tahp, yaitu#
- Tahap I
a. Tahap transisi.
b. %erlangsung selama 4 menit.
*. %eralih dari sadar menjadi tidur.
d. /eseorang merasa kabur dan relaks.
e. 'ata bergerak ke kanan dan ke kiri.
(. "e*epatan jantung dan perna(asan turun se*ara jelas.
g. +elombang alpha se0aktu seseorang masih sadar diganti dengan
gelombang betha yang lebih lambat.
h. /eseorang yang tidur pada tahap I dapat di bangunkan dengan
mudah.
- Tahap II
a. Tahap ini merupakan tahap tidur ringan.
b. )roses tubuh terus menurun.
*. 'ata masih bergerak-gerak.
d. "e*epatan jantung dan perna(asan turun dengan jelas.
e. /uhu tubuh dan metabolisme menurun.
(. +elombang otak ditandai dengan sleep spindles dan
gelombang " komplek.
g. %erlangsung pendek dan berakhir dalam 0aktu $0 sampai
dengan $4 menit.
- Tahap III
a. )ada tahap ini ke*epatan jantung.
b. )erna(asan serta proses tubuh berlanjut mengalami penurunan
akibat dominasi
*. /istem syara( parasimpatik.
d. /eseorang menjadi lebih sulit dibangunkan.
e. +elombang otak menjadi lebih teratur dan terdapat penambahan
gelombang delta yang lambat.
- Tahap I8
a. Tahap ini merupakan tahap tidur dalam yang ditandai dengan
predominasi gelombang delta yang melambat.
b. "e*epatan jantung dan perna(asan turun.
*. /eseorang dalam keadaan rileks, jarang bergerak dan sulit
dibangunkan.
d. /iklus tidur sebagian besar merupakan tidur 637' dan berakhir
dengan tidur 37'.
- 3apid 7ye 'ovement (37'!
Tipe tidur paradoksikal ini disebut juga (Rapid Eye Movement = Gerakan
mata cepat!. Tidur tipe ini disebut Paradoksikal karena hal ini bersi(at
Paradoks, yaitu seseorang dapat tetap tertidur 0alaupun aktivitas
otaknya nyata. 3ingkasnya, tidur 37' 9 )aradoks ini merupakan pola9tipe
tidur dimana otak benar-benar dalam keadaan akti(. Tahap tidur ini sangat
nyenyak. )ada orang de0asa 37' terjadi 20-24 5 dari tidurnya.
Tahap 37' ini ditandai dengan#
a. %ola mata bergerak dengan ke*epatan tinggi dari tahap-tahap
sebelumnya
b. Terjadi kejang otot ke*il, otot besar imobilisasi
*. )ernapasan tidak teratur, nadi *epat dan irregular, T. (i(luktuati(
d. 'etabolisme meningkat
e. 2ebih sulit dibangunkan
C. Pola tidur noral
- %ayi baru lahir (6eonatus!
a. Tidur $1-$- jam sehari
b. +erak tubuh sedikit
*. 40 5 tidur nrem
d. /etiapsiklus tidur sekitar 14-0 menit
- %ayi
a. Tidur $2-$1 jam sehari
b. 20-&0 5 tidur rem
*. Tidur lebih lama pada malam hari dan punya pola terbangun
pada dan punya pola terbangun sebentar-sebentar
- Toodler
a. Tidur sekitar $0-$2 jam sehari
b. 24 5 tidur rem
*. %anyak tidur di malam hari
d. Terbangun di dini hari berkurang
- )ra sekolah
a. Tidur $$ jam sehari
b. 20 5 tidur rem
- :sia sekolah
a. Tidur $0 jam sehari
b. $-,4 5 tidur rem
*. /isa 0aktu relativekonstan
- 3emaja
a. Tidur -,4 jam sehari
b. 20 5 tidur rem
- .e0asa muda
a. Tidur ;-, jam sehari
b. 4-$0 5 tidur tahap i
*. 40 5 tidur tahap ii
d. $0-20 5 tidur tahap iii-iv
e. 20-24 5 tidur rem
- .e0asa pertengahan
a. Tidur sekitar ; jam sehari
b. 20 5 tidur rem
*. "adang insomnia
- .e0asa tua
a. Tidur sekitar jam sehari
b. 20-24 5 tidur rem
*. Tidur tahap iv berkurang, kadang-kadang tidak ada
d. Insomnia
e. /ering terbangun pada malam hari
D. !angguan Tidur
$. Insomnia
)engertian insomnia men*akup banyak hal. Insomnia dapat berupa
kesulitan untuk tidur atau kesulitan untuk tetap tidur, bahkan seseoranng
yang terbangun dari tidur tapi merasa belum *ukup tidur dapat di sebut
mengalami insomnia (japardi 2002!. Jadi insomnia merupakan ketidak
mampuan untuk men*ukupi kebutuhan tidur baik se*ara kualitas maupun
kuantitas. Insomnia bukan berarti seseorang tidak dapat tidur9kurang tidur
karena orang yang menderita insomnia sering dapat tidur lebih lama dari
yang mereka pikirkan, tetapi kualitasnya berkurang.
Jenis insomnia yaitu #
$. Insomnia insial adalah ketidakmampuan seseorang untuk dapat
memulai tidur.
2. Insomnia intermiten adalah ketidakmampuan seseorang untuk dapat
mempertahankan tidur atau keadaan sering terjaga dari tidur.
&. Insomnia terminal adalah bangun se*ara dini dan tidak dapat tidur lagi.
%eberapa (a*tor yang menyebabkan seseorang mengalami insomnia yaitu rasa
nyeri, ke*emasan, ketakutan, tekanan ji0a kondisi, dan kondisi yang tidak
menunjang untuk tidur.
2. /omnambolisme
'erupakan gangguan tingkah laku yang sangat kompleks men*akup
adanya otomatis dan semipurpose(ul aksi motorik, seperti membuka pintu,
duduk di tempat tidur, menabrak kursi,berjalan kaki dan berbi*ara.
Termasuk tingkah laku berjalan dalam beberapa menit dan kembali tidur
(Japardi 2002!. 2ebih banyak terjadi pada anak-anak, penderita mempunyai
resiko terjadinya *idera.
&. 7nuresis
7nuresis adalah ken*ing yang tidak di sengaja (mengompol! terjadi pada
anak-anak, remaja dan paling banyak pada laki-laki, penyebab se*ara pasti
belum jelas, namun ada bebrapa (aktor yang menyebabkan 7nuresis seperti
gangguan pada bladder, stres, dan toilet training yang kaku.
1. 6arkolepsi
'erupakan suatu kondisi yang di *irikan oleh keinginan yang tak terkendali
untuk tidur, dapat di katakan pula bah0a 6arkolepsi serangan mengantuk
yang mendadak sehingga ia dapat tertidur pada setiap saat di mana serangn
mengantuk tersebut datang.
)enyebabnya se*ara pasti belum jelas, tetapi di duga terjadi akibat kerusakan
genetikasistem sara( pusat di mana periode 37' tidak dapat di kendalikan.
/erangan narkolepsi dapat menimbulkan bahaya bila terjadi pada 0aktu
mengendarai kendaraan, pekerja yanng bekerja pada alat-alat yang berputar-
putar atau berada di tepi jurang.
4. 6ight Terrors
<dalah mimpi buruk, umumnya terjadi pada anak usia tahun atau lebih,
setelah tidur beberapa jam, anak tersebut langsung terjaga dan berteriak, pu*at
dan ketakutan.
. 'endengkur
.isebabkan oleh adanya rintangan terhadap pengaliran udara di hidung dan
mulut. <mandel yang membengkak dan <denoid dapat menjadi (aktor yang
turut menyebabkan mendengkur. )angkal lidah yang menyumbat saluran
na(as pada lansia. =tot-otot dibagian belakang mulut mengendur lalu bergetar
bila di le0ati udara perna(asan.
E. "a#tor$%a#tor &ang epengeruhi I'tirahat dan Tidur
- /tatus kesehatan
/akit karena kurang tidur
*ontoh# pasien dengan gangguan pernapasan
- 2ingkungan
2ingkungan tenang# tidur nyenyak
2ingkungan ribut9 bising# sulit tidur
- 'otivasi
.apat menimbulkan keinginan untuk tetap bengun menahan kantuk
- /tres psikologis
>emas meningkatkan norepinephin darah melalui sara( simpatis,
mengurangi tahap I8 637' dan 37'# tidak nyenyak
- <supan diet
'akanan mengandung 2-Tripto(an (keju, susu, daging, ikan tuna! ?
mudah tidur
'inuman (ka(ein, alkohol! ? sulit tidur
- "elelahan
"elelahan tingkat sedang ? tidur nyenyak
"elelahan berlebihan periode 37' lebih pendek
- =bat-obatan
=bat yang menimbulkan gangguan tidur, *ontoh#
- diuretik # menyebabkan Insomnia
- <nti .epresan # /upresi 37'
DA"TAR PUSTAKA
)oter, )erry. $,,,. Fundamental Keperawatan II ol. !. Jakarta# 7+>