Anda di halaman 1dari 3

DATA I : Skema Alat

Bagian bagian unit pengendali



Pipa Pompa P/I transduser






Control valve CRL I/P transduser

Valve 1 : Aliran keluaran fluida (Noise)
Valve 2 : Aliran keluaran fluida








DATA II : Tabulasi
No Unit Nama alat
Spesifikasi /
Kapasitas
Sinyal Masuk Sinyal Keluar
Variabel
Jenis
Sinyal
Variabel
Janis
Sinyal
1. Unit Proses Tangki MV flow PV pneumatik
2. Unit Pengukuran
-Sensor
-Transmitter
Level sensor;
P/I transmitter

PV pneumatik
Sinyal
ukur
Sinyal
elektrik
3. Unit Kendali CRL Sinyal
ukur
Sinyal
elektrik
Sinyal
kendali
Sinyal
elektrik
4. Unit Pengubah
Sinyal
(Transduser)
I/P transduser
Sinyal
kendali
Sinyal
elektrik
Sinyal
kendali
akhir
Sinyal
pneumatik
5. Unit Kendali Akhir Cantrol valve Sinyal
kendali
akhir
pneumatik MV
Flow
masuk


DATA III : Diagram Pengendalian Proses

Set Point error MV PV
Flow level









PEMBAHASAN Rahmi Pujiyati Putri (111411025)


Pada praktikum konfigurasi pengendalian level kali ini praktikan mengamati dan
mempelajari unit unit serta elemen elemen yang tersusun untuk mengendalikan ketinggian
cairan dalam tangki berskala. Dimulai dari unit pengukuran yaitu level sensor, P/I transmitter dan
transduser yang terdapat dalam satu alat. Fungsi unit pengukuran ini, mengukur level pada tangki
berskala, karena input bagi unit ini merupakan sinyal pneumatik, maka itulah guna dari transduser
untuk mengubah sinyalnya menjadi sinyal elektrik yang kemudian akan diteruskan ileh P/I
transmitter ke Unit kendali CRL. Variabel proses ( level ) yang merupakan output dari Unit proses
Unit Kendali
CRL
Unit Kendali Akhir
Control Valve
Unit Proses
Tangki
berskala
Sensor level dan
transduser
Tangki dibandingkan oleh CRL dengan set point, error yang ada kemudian menjadi masukkan bagi
CRL sendiri untuk memerintahkan unit kendali akhir ( control valve ) mengambil langkah koreksi,
untuk memperbesar bukaan valve jika yang terjadi error negatif dan memperkecil bukaan valve jika
yang terjadi error positif. Error positif terjadi jika PV ( level ) melebihi SP, sedangkan error negatif
terjadi jika PV lebih kecil dari SP. Error positif bisa terjadi karena laju alir masuk cairan ke dalam
tangki lebih besar dibandingkan laju alir keluarnya, sedangkan error negatif bisa terjadi jika laju alir
masuk lebih kecil dibandingkan laju alir keluarnya. Sinyal output dari unit kendali ( CRL )
merupakan sinyal elektrik yang kemudian diteruskan terlebih dahulu ke I/P transduser untuk
mengubah sinyal ini menjadi sinyal pneumatik, yang akanmenjadi input bagi control valve untuk
melakukan tindakan pengendalian akhir.

Adapun MV pada pengendalian level ini yaitu flow, baik flow cairan masuk ataupun flow
cairan keluar. Flow diatur sedemikian rupa dari bukaan valve yang sudah menerima perintah
kendali dari CRL agar nantinya level dalam tangki sesuai dengan SP. Pengendalian level ini
merupakan pengendalian kontinyu yang berupa siklus yang akan terus berlanjut hingga PV ( level )
sesuai dengan Set point. Ketika PV yang sesuai dengan SP sudah didapat maka unit unit kendali
akan mempertahankan kondisi tersebut.