Anda di halaman 1dari 43

1

SISHANNEG ADLH SISTEM HAN YG BERSIFAT SEMESTA YG MELIBATKAN SLRH WN,


WILAYAH, & SUMDANAS LAINNYA , SERTA DIPERSIAPKAN SECARA DINI OLEH PEM &
DI GAR SCR TOTAL, TERPADU, TERARAH, & BERLANJUT UTK MENEGAKKAN
KEDAULATAN NEG, KEUTUHAN WIL, & KESELAMATAN SEGENAP BANGSA DR SEGALA
ANC.
USAHA HANKAMNEG DILAKS MELALUI SISHANKAMRATA OLEH TNI & POLRI, SBG
KUAT UTAMA & RAKYAT SBG KUAT PENDUKUNG.
UUD 1945 Ps 30 ayat (2)
UU RI No 3/2002 ttg HANNEG
Ps 1 ayat (2) :
Ps 22 :
1 WIL IND DPT DIMANFAATKAN UTK BIN PUAN HAN DG MEMPERHATIKAN HAK MASY
DAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN.

2 WIL YG DIGUN SBG INSTALASI MILITER DAN LAT MIL YG STRATEGIS DAN
PERMANEN DITETAPKAN DG PERATURAN PEMERINTAH.
2
UU RI No 26/2007 ttg PENATAAN RUANG
Ps 1 ayat 28, pasal 17 ayat (7)
KAWASAN STRATEGIS NAS ADL WILAYAH YG PENATAAN RUANGNYA DIPRIORITASKAN
KRN MEMPUNYAI PENGARUH SANGAT PENTING SCR NAS THDP KEDAULATAN NEG,
HAN & KAM NEG, EK, SOS, BUD DAN/ATAU LINGK TERMASUK WIL YG TELAH
DITETAPKAN SBG WARISAN DUNIA.
KETENTUAN LBH LANJUT MENGENAI TATACARA PENYUSUNAN RENCANA TR YG
BERKAITAN DG FUNGSI HAN DAN KAM SBG SUBSISTEM RTRW DIATUR DG PP.
Ps 1 ayat 28 :
Ps 17 ayat (7) :
PP RI No 26/2008 ttg RENCANA TATA RUANG WILAYAH NASIONAL (RTRWN)
Ps 1 ayat 18 :
KAWASAN HANNEG ADL WIL YG DITETAPKAN SCR NAS YG DIGUNAKAN UTK KEPENT
HAN.
PP RI ttg RENCANA TATA RUANG WILAYAH PERTAHANAN
(PROSES PENANDATANGANAN PRESIDEN)
3
KEBIJAKAN
RTR WILHANNEG MERUPAKAN BAGIAN YANG TIDAK TERPISAHKAN DARI
RTR KAWASAN STRATEGIS NASIONAL (KSN), RTR PULAUS, RTR PROV,
KAB/KOTA.

RTR WILHANNEG MEMILIKI PERAN SBG ACUAN BAGI SEMUA PELAKU DLM
PENYELENGGARAAN PEMBANGUNAN YG BERKAITAN DGN UPAYA
HANKAM, KESEJAHTERAAN MASY & PELESTARIAN LINGK.

PP NO. 26 TAHUN 2008 PSL 9 AYAT 1 TTG KEBIJAKAN PENGEMBANGAN
KAWASAN STRATEGIS NASIONAL YANG MELIPUTI PENINGKATAN FUNGSI
KAWASAN UNTUK PERTAHANAN DAN KEAMANAN NEGARA.

KEBIJAKAN UTK TURUT SERTA MENJAGA DAN MEMELIHARA ASET ASET
PERTAHANAN/ TNI JUGA SANGAT DIPERLUKAN AGAR ASET ASET YG
DIMILIKI KEMENTERIAN PERTAHANAN/TNI TIDAK TERJADI PERUBAHAN
FUNGSI DAN TETAP UNTUK HANNEG.

DIBOLEHKANNYA KEGIATAN PEMANFAATAN RUANG WILHAN UTK
KEPENTINGAN FUNGSI LAIN SEPANJANG TDK MENGGANGGU FUNGSI
UTAMA HAN


4
STRATEGI
PP NO. 26 TAHUN 2008 PSL 9 AYAT 3 -> STRATEGI UNTUK PENINGKATAN
FUNGSI KAWASAN PERTAHANAN DAN KEAMANAN MELIPUTI :

MENETAPKAN KAWASAN STRATEGIS NASIONAL DENGAN FUNGSI
KHUSUS PERTAHANAN DAN KEAMANAN;

MENGEMBANGKAN KEGIATAN BUDIDAYA SECARA SELEKTIF DI
DALAM DAN DI SEKITAR KAWASAN STRATEGIS NASIONAL UNTUK
MENJAGA FUNGSI PERTAHANAN DAN KEAMANAN;

MENGEMBANGKAN KAWASAN LINDUNG DAN/ATAU KAWASAN
BUDIDAYA TIDAK TERBANGUN DISEKITAR KAWASAN STRATEGIS
NASIONAL SEBAGAI ZONA PENYANGGA YANG MEMISAHKAN
KAWASAN STRATEGIS NASIONAL DENGAN KAWASAN BUDIDAYA
TERBANGUN.
5
STRATEGI HANNEG

DEFENSIF AKTIF

PERTAHANAN BERLAPIS

PENANGKALAN
6
TATARAN STRATEGI MILITER
BGMN BANG KUAT ( How to Develop)
BGMN MENGGELAR KUAT ( How to Deploy)
BGMN GUN KUAT ( How to Employ)
BGMN MENG KOORDINASIKAN KE 3 NYA



RANCANG BANGUN ( DESIGN) WILAYAH
PERTAHANAN



7
8
RI-MAL
RI-SIN



RI-PHIL
RI-PALAU
RI-SING
RI-RDTL
RI - MAL
RI - PNG
RI-RDTL
RI - MAL
PERBATASAN LAUT : 10 NEGARA
PERBATASAN DARAT : 3 NEGARA
9
PERTAHANAN BERLAPIS (Defence in Depth)
10
WILAYAH
NEGARA
SATU KESATUAN WILAYAH DARATAN, PERAIRAN
PEDALAMAN, PERAIRAN KEP & LAUT
TERITORIAL BESERTA DASAR LAUT DAN TANAH
DIBAWAHNYA SERTA RUANG UDARA DIATASNYA
TERMASUK SELURUH SUMBER KEKAYAAN YG
TERKANDUNG DIDALAMNYA.
WILAYAH
YURISDIKSI
WILAYAH
PERTAHANAN
UU NO. 43
Th. 2008
TTG
WILNEG.
WILAYAH DILUAR WILAYAH NEGARA YG TERDIRI
ATAS ZEE, LANDAS KONTINEN DAN ZONA
TAMBAHAN DIMANA NEGARA MEMILIKI HAK-HAK
BERDAULAT DAN KEWENANGAN TERTENTU
LAINNYA SBGMN DIATUR DLM PERUND & HUKUM
INTERNASIONAL.
WILAYAH YG DITETAPKAN UTK MEMPERTAHAN-
KAN KEDAULATAN NEGARA, KEUTUHAN WIL
NKRI DAN KESELAMATAN BANGSA DARI
ANCAMAN & GANGGUAN KEUTUHAN BANGSA
DAN NEGARA.
11
WILHAN yang bersifat statis/tetap/permanen adalah WILHAN yg
penggunaannya bersifat tetap atau permanen, meliputi :
WILHAN STATIS yaitu :
Pangkalan Militer atau Kesatrian;
Daerah Latihan Militer;
Instalasi Militer;
daerah uji coba peralatan dan persenjataan militer;
daerah penyimpanan barang-barang eksplosif dan berbahaya
lainnya;
daerah disposal amunisi dan peralatan pertahanan berbahaya
lainnya;
obyek vital nasional yang bersifat strategis;
kepentingan pertahanan udara.

12
PETA WILHAN STATIS
13
WILHAN YG PENGGUNAANNYA BERSIFAT SEMENTARA, TDK BERSIFAT PERMANEN
ATAU BERSIFAT DARURAT ANTARA LAIN :
Daerah latihan militer;
Medan pertahanan penyangga;
Medan pertahanan utama;
Daerah perlawanan;
Daerah pertempuran;
Daerah komunikasi dari suatu mandala perang;
Daerah belakang dari suatu mandala perang; &
Daerah pangkal perlawanan
WILHAN
DINAMIS
WILHAN DINAMIS yaitu :
14
PETA WILHAN DINAMIS
15
IMPLEMENTASI
RENCANA STRUKTUR PEMANFAATAN RUANG MENGGAMBARKAN POLA
JARINGAN TRANSPORTASI, KELISTRIKAN, TELEKOMUNIKASI DAN AIR DLM
MENDUKUNG SISTEM PEMUKIMAN & KAWASAN STRATEGIS, BAHKAN KAWASANS
KHUSUS TEMPAT BEKERJASAMA DG NEGARA TETANGGA. RENCANA
STRUKTUR PEMANFAATAN RUANG AKAN MEMBERIKAN INFORMASI TTG
JALANS PENDEKAT & SARANA SERTA PRASARANA YG DPT DIGUNAKAN UTK
MENDUKUNG UPAYA HAN :
o RENC JARINGAN TRANSPORTASI. MRPKAN JARINGAN TRANSPORTASI YG
MEMPERHATIKAN KETERKAITAN ANTARA KEBUTUHAN & PELAYANAN
TRANSPORTASI ANTAR KOTA, ANTAR WIL & ANTAR NEG. RENCANA INI
DIWUJUDKAN DLM POLA JARINGAN TRANSPORTASI DARAT, LAUT &
UDARA.
o RENC JARINGAN KELISTRIKAN. POLA PENGEMBANGAN KELISTRIKAN
MEM PERLIHATKAN SEBARAN PUSATS PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK &
JARINGAN DISTRIBUSI
o RENC JARINGAN TELEKOMUNIKASI. POLA INI MEMPERLIHATKAN
JARINGAN PELAYANAN TELEKOMUNIKASI SECARA NAS MELIPUTI :
JARINGAN KABEL, STASIUN BUMI & SARANA PENUNJANG LAINNYA
o RENC JARINGAN AIR. MEMPERLIHATKAN SEBARAN DAERAHS ALIRAN
SUNGAI, REN BANG AIR BERSIH & PRASARANA DISTRIBUSI KE KAWASAN
YG DILAYANI SEPERTI DAERAH IRIGASI & PEMUKIMAN
16
RTR WILHAN DARAT DINAMIS.
o DAERAH PERTEMPURAN. MEMPERLIHATKAN DAERAHS YG PALING
MUNGKIN DIGUNAKAN SBG JALAN PENDEKAT DI DARAT/ DILEWATI MUSUH.

o DAERAH KOMUNIKASI. DELINEASI DAERAH KOMUNIKASI DIDASARKAN PD
KETERSEDIAAN SARANA & PRASARANA JALAN UTK MENJAMIN
MOBILITASSATUAN TEMPUR, DISAMPING ITU UTK MENJAMIN KELANCARAN
LOGISTIK

o DAERAH BELAKANG. MENGGAMBARKAN DAERAH YG SUBUR, SHG
APABILA DIKEMBANGKAN SECARA INTENSIF AKAN MAMPU MEMBERIKAN
DUKOPS YG CUKUP LAMA

o DAERAH PANGKAL PERLAWANAN. DIPILIH DG PERTIMBANGAN
MEMUNGKIN KAN UTK DIGUNAKAN SBG TEMPAT PERSEMBUNYIAN DG
KRITERIA TERLINDUNG DR PENINJAUAN MUSUH
RTR WILHAN DARAT STATIS
o BASIS MILITER
o DAERAH LATIHAN
o DAERAH UJI COBA PERALATAN, PERLENGKAPAN & PERSENJATAAN MILITER
o DAERAH DISPOSAL AMUNISI
o INDUSTRI SISTEM PERTAHANAN
17
RTR KAWASAN PERBATASAN.
PERATURAN PEMERINTAH NO 26 THN 2008 TTG RENCANA TATA RUANG
WILAYAH NASIONAL, KAWASAN PERBATASAN DARAT MAUPUN LAUT,
MRPKAN KAWASAN STRATEGIS NASIONAL YAITU WILAYAH YG
PENATAAN RUANGNYA DIPRIORITASKAN KARENA MEMPUNYAI
PENGARUH SANGAT PENTING SECARA NASIONAL THDP KEDAULATAN
NEGARA, PERTAHANAN & KEAMANAN NEGARA, EKONOMI, SOSIAL,
BUDAYA DAN/ATAU LINGKUNGAN, TERMASUK WILAYAH YG TELAH
DITETAPKAN SBG WARISAN DUNIA.
o PERBATASAN TDPT 2 (DUA) HAL BEDA, TTP TDK BLH DIPISAHKAN :

BATAS (BORDER).

WILAYAH PERBATASAN (FRONTIER)
18
o KEBIJAKAN PENATAAN RUANG WILAYAH PERBATASAN
RTR KAWASAN PERBATASAN MRPKAN BAGIAN YG TDK TERPISAHKAN DR
RUANG WILAYAH PROV/ RUANG WILAYAH KAB/KOTA.

RTR KAWASAN PERBATASAN NEG MEMILIKI PERAN SBG ACUAN BAGI SEMUA
PELAKU DLM PENYELENGGARAAN PEMBANGUNAN DI KAWASAN PERBATASAN
YG BERKAITAN DGN UPAYA HANKAM, KESEJAHTERAAN MASY & PELESTARIAN
LINGK.
19
GAMBAR ILUSTRASI KONSEP SABUK PENGAMAN DI PERBATASAN KALIMANTAN
NEGARA TETANGGA
Lini I
Lini II
Lini I Luar
Lini I Dalam
Keterangan :
Garis Batas Antar Negara
Jalan Raya
Jalan Kelas I
Pos Lintas Batas
Pos Pamtas/TNI
Pos Polisi/inst terkait
Kawasan Permukiman/Ibu Kota
Kecamatan
Kawasan Permukiman/Ibu Kota Kab
Kawasan/Hutan Lindung Kawasan Budi Daya/Perkebunan
20
ZONASI KEPENTINGAN PERTAHANAN DI PERBATASAN KALIMANTAN
KONSEP RENCANA TATA RUANG KAWASAN STRATEGIS NASIONAL DI KALIMANTAN
(RAPERPRES RTR KSN KASABA) YG TERKAIT KEPENTINGAN PERTAHANAN
21
WILAYAH PERTAHANAN DINAMIS DI WILAYAH KALIMANTAN
22
WILAYAH PERTAHANAN DINAMIS DI WILAYAH PAPUA & MALUKU
23
WILAYAH PERTAHANAN DINAMIS DI WILAYAH NUSA TENGGARA
24
RTR WILHAN LAUT DINAMIS
o MEDAN PERTAHANAN PENYANGGAH. TERBENTANG MULAI DR GARIS BATAS
ZEEI KEARAH LUAR & LAPISAN UDARA DIATASNYA

o MEDAN PERTAHANAN UTAMA. TERBENTANG DR BATAS LUAR LAUT TERITO
RIAL KEARAH PERAIRAN ZEEI

o DAERAH PERLAWANAN. MERUPAKAN RUANG WILAYAH YG BERADA DI SELU
RUH PERAIRAN KEPULAUAN/TERITORIAL SAMPAI DENGAN PANTAI
RTR WILHAN LAUT STATIS
o PANGKALAN LAUT
o DAERAH LATIHAN
o DAERAH UJI COBA PERALATAN, PERLENGKAPAN & PERSENJATAAN MILITER
o DAERAH DISPOSAL AMUNISI
o INDUSTRI SISTEM PERTAHANAN
25
RTR WILHAN UDARA DINAMIS.
o PALAGAN LAPIS III. WIL UDARA YG BERADA PD WIL UDARA INTERNASIONAL
DILUAR KAWASAN ZEEI

o PALAGAN II. WIL UDARA YG BERADA DILUAR LAUT TERITORIAL SAMPAI DG
BATAS TERLUAR

o PALAGAN I. WIL UDARA YG BERADA DIATAS SELURUH PULAU SAMPAI
SAMPAI DG BATAS TERLUAR LAUT TERITORIAL
RTR WILHAN UDARA STATIS.
o PANGKALAN UDARA UTK DUK SAUANS OPERASI
o INSTALASI MILITER YG DIGUNAKAN SBG MARKAS KOMANDO
o POS MILITER YG DIGUNAKAN SBG TEMPAT PENGAWASAN
o DAERAH LAT UTK MENINGKATKAN & MEMPERTAHANKAN KESIAPAN OPSNAL
o DAERAH UJI COBA PERALATAN, PERLENGKAPAN & PERSENJATAAN MILITER
o DAERAH DISPOSAL AMUNISI
o INDUSTRI SISTEM PERTAHANAN
o DAERAH PENYIMPANAN/PENGAMANAN BARANGS EKSPLOSIF & BARANG
BERBAHAYA LAINNYA
o AIR DEFENCE IDENTIFICATION ZONE (ADIZ), KAWASAN TERLARANG
(PROHIBITED AREA), KAWASAN BERBAHAYA (DANGER AREA), KAWASAN BEBAS
RINTANGAN & KAWASAN TERBATAS (RESTRICTED AREA)
26
KOGAB WILHAN
27
BADAN
KOORDINASI
PENATAAN
RUANG NASIONAL
(BKPRN)
KEPRES 04 TH 2009 TTG BKPRN
- MENHAN SBG ANGG
- DIRJEN STRAHAN SBG ANGG TIM PELAKS
BADAN
KOORDINASI
PENATAAN
RUANG DAERAH
(BKPRD)
KEPMEN PU 339/KPTS/M/2010
-KARO HKM KEMHAN SBG POKJA I
-DIRJAKSTRA KEMHAN SBG POKJA 2
-DIRWILHAN SBG POKJA 3
KEPMEN PU 425/KPTS/M/2009
- DIRWILHAN SBG TIM EV TEKNIS PERSETUJUAN
SUBSTANSI RTRW PROV,KAB/KOTA
UNSUR HAN
BKPRD PROV, KAB/KOTA BDSRKAN
PERMENDAGRI NO 50/2009 ANGGOTA
BKPRD ADLH SKPD.
28
TUGAS BKPRN
SBG WADAH KOORDINASI DALAM PENATAAN RUANG
BKPRN MEMPUNYAI 14 (empat belas) TUGAS
esensinya
adalah
KOORDINASI
SIAP JAK TARUNAS
TUR, BIN, WAS, LAK TARUNAS
(Termasuk penyelesaian
konflik TARU)
SELAKU ANGGT BKPRN KEMHAN AKTIF KAWAL,
BERIKAN SARAN MASUKAN TERKAIT KEPENT HAN
MELALUI KE ANGGT-ANNYA DLM POKJA MAUPUN
TIM POKJA TEKNIS BKPRN SESUAI BID
29
Perpres sbg pelaks amanat PP 26/2008 ttg RTRWN
1. Perpres No. 88 Tahun 2011 ttg RTR Pulau Sulawesi
2. Perpres No. 03 Tahun 2012 ttg RTR Pulau Kalimantan
3. Perpres No. 13 Tahun2012 ttg RTR Pulau Sumatera
4. Perpres No. 28 Tahun2012 ttg RTR Pulau Jawa-Bali
5. Perpres No. 54 Tahun 2008 ttg Pntn Ruang Kws Jabodetabekpunjur
6. Perpres No. 45 Tahun 2011 ttg RTR Kawasan Perkotaan Sarbagita
7. Perpres No. 55 Tahun 2011 ttg RTR Kawasan Perkotaan Mamminasata
8. Perpres No. 62 Tahun 2011 ttg RTR Kawasan Perkotaan Mebidangro
9. Perpres No. 87 Tahun 201 ttg) RTR Kawasan Batam Bintan dan
Karimun
Catatan: 2014 akan ditetapkan 7 KSN terkait dg Kepentingan Han
(KSN Perbatasan)
Peraturan Pemerintah sbg pelaks amanat UU 26/2007 ttg PR:
PP 26/2007 ttg Renc Tta Ruang Nas
PP No. 15 Th 2010 ttg Penyelenggaraan Penataan Ruang
PP No.68 Th 2010 ttg Peran Masyarakat dalam Penataan Ruang
PP No.8 Th 2013 ttg Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang
RPP ttg Penataan Wilhan Neg (proses filterisasi, target 2014
ditetapkan)
PRODUK BKPRN
30
KEBIJAKAN WILHAN
Rancangan PERATURAN PEMERINTAH
tentang PENATAAN WILAYAH PERTAHANAN
( PROSES DI SETNEG)
31
Sebagian atau seluruhnya dapat digunakan untuk kepentingan
penyelenggaraan Hanneg, baik pd masa Damai maupun dlm keadaan
Perang.


Pd masa Damai, digunakan sebagai Wilayah Pertahanan untuk
kepentingan pembangunan dan pembinaan kemampuan Pertahanan sbg
perwujudan daya tangkal bangsa.
Dlm keadaan Perang, digunakan sebagai Wilayah Pertahanan untuk
kepentingan Perang.
32
1. PENETAPAN WILAYAH PERTAHANAN;

2. PERENCANAAN WILAYAH PERTAHANAN;

3. PEMANFAATAN WILAYAH PERTAHANAN; dan

4. PENGENDALIAN PEMANFAATAN WILAYAH
PERTAHANAN.



33
PEMBANGUNAN DAN PENGEMBANGAN WILAYAH PERTAHANAN
DLM RANGKA PEMBANGUNAN ATAU PENGEMBANGAN WILHAN, DILAKS
PENGADAAN TANAH.

PENGADAAN TANAH DILAKS SESUAI DGN KETENTUAN PERATURAN
PERUNDANGAN
PEM DAN/PEMDA WAJIB MENYEDIAKAN LAHAN UTK BANG WILHAN DI
WILAYAHNYA.

PENYEDIAAN LAHAN DILAKUKAN ATAS USUL MENHAN.

LAHAN DISESUAIKAN PERUNTUKKANNYA DGN FUNGSI WILHAN.
DLM HAL LAHAN UTK RAHLATMIL, PEMERINTAH/PEMDA WAJIB MENYEDIAKAN
LAHAN BAGI SATUAN TNI DR TINGKAT LATIHAN PERORANGAN S/D TINGKAT
LATGAB TNI.
34
HAL YG PERLU DI PERHATIKAN DLM
PEMANFAATAN RUANG UTK KEPENT HAN
1. Koordinasi Jaj Han dengan Pemerintah Daerah dan Pemerintah yang
terkait dengan Tata Ruang./Badan Koord. Penataan Ruang (BKPRD).

2. Pedomani kebijakan-kebijakan penataan ruang dari tingkat
Kabupaten/Kota, Provinsi, sampai tingkat Nasional.

3. Lokasi sesuai dengan peruntukannya, sesuai Rencana Tata Ruang
Wilayah yang bersangkutan, bila blm selesaikan sesuai aturan.

4. Pengadaan tanah yang akan digunakan agar mengacu pada UU Nomor
2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk
Kepentingan Umum.

5. Dalam pelaksanaannya harus sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.

35
PENUTUP
IMPLEMENTASI PBERDAYAAN WILHAN HRS DIKOORDINASIKAN DGN
BBAGAI KEMENTERIAN/LPNK TERKAIT TERUTAMA PEMDA SECARA
TERINTEGRASI & TERPADU DLM MENGELOLA SDN UTK
KEPENTINGAN PEMBANGUNAN DLM RANGKA MEWUJUDKAN
KESEJAHTERAAN & PERTAHANAN NEGARA.
36
KESIMPULAN

PENATAAN RUANG WILAYAH PERTAHANAN SUDAH ADA.

TR WILHAN MASIH PERLU DISINKRONKAN DAN DIKOORDINASIKAN
37
PENINGKATAN POSAL
MENJADI LANAL TYPE C
Peta Insert
PENINGKATAN SARPRAS LANUD
DAN PERPANJANGAN RUNWAY
RENCANA PEMBANGUNAN/PENINGKATAN
KEKUATAN TNI DI TANJUNG DATU
KABUPATEN SAMBAS
PEMBANGUNAN YONIF TNI AD
Gambar 2
Perairan Tg Datu
Temajuk
38
4
1
2
3
8
9
Desa Wates
722,121 Ha
Desa Pasinan
Ds.Tampung
45,025 Ha
Ds.Balung Anyar
487,492 Ha
Ds. Branang
81,311 Ha
Ds. Gejug Jati
232,154 Ha
Ds. Semedu Sari
368,665 Ha
512,613 Ha
Ds. Jati Rejo
67,717 Ha
Ds. Alas Telogo
539,404 Ha
RTRW PASURUAN:
3 DESA YG DITETAPKAN SBG RAHLAT MIL
10
Ds. Sumber Anyar
543,501 Ha
5
6
7
39
39
PETA GELAR WILAYAH KODAM TNI AD
40
PETA GELAR PANGKALAN TNI AL & RENCANA KOHANLA
KOHANLA 1
KOHANLA 2
KOHANLA 3
41
PETA GELAR WILAYAH KOOPSAU/ (2024 RENCANA KOOPUDNAS)
42
43