Anda di halaman 1dari 18

SIMULASI KOMPUTER

(GRAFIK REGRESI)
PRAKTIKUM
ANALISIS PERTUMBUHAN TANAMAN
REGRESI
Analisis regresi digunakan untuk mencari
bentuk hubungan antara dua variabel atau
lebih dalam suatu fungsi atau persamaan
Macam Regresi
Pada dasarnya terdapat dua macam bentuk
regresi yaitu :
Hubungan proporsional (regresi linier)
Hubungan non proporsional (regresi non linier) :
Regresi polinomial (kuadratik dan kubik)
Regresi eksponensial
Regresi logaritik
Persamaan Regresi
Secara sederhana, persamaan / fungsi regresi
adalah :
y = a + bx
y = variabel tergantung, misalkan hasil gabah
x = variabel bebas, misalkan dosis pupuk N
a = intersep, menunjukkan rerata besarnya hasil
(variabel tergantung) yang diperoleh bila tidak diberi
perlakuan apapun (variabel bebas atau x = 0)
b = koefisien regresi, menunjukkan laju perubahan
nilai y untuk setiap unit peningkatan nilai x
KOEFISIEN DETERMINASI (R
2
)
R
2
menunjukkan variasi-variasi dalam satu
variabel y ditentukan oleh variasi dalam
variabel x
Contoh : hubungan antara jumlah hari kering
dengan panjang akar padi memiliki R
2
= 0,93.
Hal ini memiliki arti bahwa panjang akar
dipengaruhi sebesar 93% oleh jumlah hari
kering (ada tidaknya air), 7% sisanya
dipengaruhi oleh faktor lain.
PRINSIP PEMBUATAN GRAFIK REGRESI
Pilih bentuk hubungan yang memiliki nilai R
2

mendekati 1, karena hal ini berarti perlakuan
yang diberikan lebih memberikan pengaruh
daripada faktor lain.
Tetapi tidak semua nilai R
2
mendekati 1 adalah
yang terbaik, harus disesuaikan dengan teori
ilmiahnya.
Contoh Pemilihan Grafik Regresi
Pada kedua contoh di atas, grafik kuadratik (kanan) mempunyai nilai
R
2
mendekati 1, namun yang dipilih adalah yang linier walaupun
nilai R
2
lebih kecil dibanding yang kuadratik. Hal ini disesuaikan
dengan teori, bahwa semakin banyak jumlah hari kering maka
tanaman akan memperpanjang akar untuk mencari air.
y = 0.7928x + 21.159
R = 0.9616
0
10
20
30
0 5 10
P
a
n
j
a
n
g

A
k
a
r

(
c
m
)

Interval Hari Kering (Hari)
y = -0.0294x
2
+ 1.0277x
+ 20.924
R = 0.969
0
5
10
15
20
25
30
0 5 10
P
a
n
j
a
n
g

A
k
a
r

(
c
m
)

Interval Hari Kering (Hari)
Lanjutan prinsip. . .
Pembuatan grafik regresi, minimal harus ada 3
data/titik. Itupun hanya bisa dibuat grafik yang
linier, karena kalau 3 titik dibuat grafik
kuadratik, nilai R
2
pasti 1 dan itu salah!
Sehingga semakin banyak data atau titik yang
digunakan dalam grafik, akan semakin bagus
grafik tersebut.
Contoh Grafik Regresi dengan Banyak
Titik
y = -0.0134x
2
+ 0.7049x - 8.0299
R = 0.3898
0
0.2
0.4
0.6
0.8
1
1.2
1.4
1.6
20 22 24 26 28
E
f
i
s
i
e
n
s
i

K
o
n
v
e
r
s
i

(
%
)

Kerapatan Stomata (mm-2)
Ker.Stom vs EK Poly. (Ker.Stom vs EK)
Contoh Membuat Grafik Regresi
Terdapat sebuah data sebagai berikut :

Interval Hari Kering Jumlah Anakan Padi
0 21
2 26,27777778
4 24,16666667
6 26,38888889
8 22,61111111
Langkah 1
Blok data yang akan di analisis
Langkah 2
Klik insert pada toolbar, pilih jenis grafik Scatter, lalu pilih
Scatter with only markers
Hasil Grafik
Hasil grafik sebagai berikut :
Langkah 3
Hilangkan garis2 vertikal pada grafik serta judul grafik
Hasil Grafik

Langkah 4
Klik kanan pada salah satu titik pada grafik, lalu pilih add
trendline
Langkah 5
Setelah add trendline, pilih model grafik linier atau kuadratik
(polynomial order 2) atau eksponensial, dll. Lalu paling bawah klik
display equation on chart dan display R-squared value on chart
Hasil Akhir Grafik