Anda di halaman 1dari 6

Pembuatan Konduktif Komposit Nanofiber Dengan Co-axial Elektrospinning

Muhamad Nasir
mnasir71@yahoo.com
Pusat Penelitian Kimia LIPI
Jalan Cisitu Sangkuriang andung !"1#$
%el&"''('$"#"$1
)a*& "''('$"#'!"
Abstrak
%elah di+uat kom,osit kondukti- ,olianilin .P/NI01,oli2inyliden -luoride .P34)0 nano-i+er
dengan menggunakan teknik co-axial elektros,ining. Proses ,em+uatan kondukti- kom,osit
nano-i+er dan mor-ologi nano-i+er yang ter+entuk sangat di,engaruhi konsentrasi larutan
larutan P34). 5asil analisa )%I6 menun7ukan struktur kristal P34) dalam kom,osit nano-i+er
didominasi oleh (,hase kristal. ( ,hase P34) mem,unyai ,otensi a,likasi yang sangat
,enting untuk sensor8 aktuator8 dan -ilter udara.
Keyword: kondukti- kom,osit nano-i+er8 co(a*ial elektros,inning
1. Pendahuluan
Saat ini nanosains dan nanoteknologi men7adi ,erhatian utama kalangan akademisi dan
industri. Peru+ahan ukuran material dari skala makro ke skala nano menye+a+kan ,eru+ahan
si-at(si-at material dan akhirnya akan +er,engaruh ,ada kiner7a di2ais atau,un ,roduk yang
menggunakannya
.10
. Salah satu to,ik ,enelitian yang +anyak dilakukan orang saat ini adalah
,engem+angan material nano se,erti nano-i+er dan nano,artikel dengan menggunakan teknologi
elektros,inning. Keunggulan nano-i+er dengan -i+er kon2ensional adalah mem,unyai luas
,ermukaan s,esi-ik yang sangat luas8 sangat ringan8 +entuk yang -leksi+el8 mengurangi ruang
yang di+utuhkan dalam a,likasi8 mam,u menem+us +atas kiner7a o,timum material
kon2ensional8 mem,unyai nilai ekonomi yang sangat tinggi
.'0
. Nano-i+er mem,unyai ,otensi
a,likasi dalam +idang energy8 medisin8 +ioteknologi8 ,emurnian air dan lain(lain.
9lektros,inning adalah salah satu cara yang am,uh untuk mem+uat nano-i+er dan
nano,artikel. Secara sederhana ,roses elektros,inning adalah se+agai +erikut& larutan ,olimer di
charge dengan listrik 4C tegangan tinggi8 ,eningkatan 2oltage akan mem,engaruhi dan
mendistorsi dro,let ,ada u7ung no::le8 7ika tegangan yang di+erikan mam,u mengatasi tegangan
,ermukaan .surface tension0 larutan maka droplet ,ada u7ung nozzle akan ,ecah dan akan
mem+entuk aliran lurus dari larutan ,olimer .polymer jet0. Selan7utnya ,ada saat dan 7arak
tertentu akan ter7adi insta+ilitas dari ,olymer 7et. Pada saat aliran ,olimer menun7u kolektor akan
ter7adi ,engua,an ,elarut dan akhirnya akan ter7adi solidi-ikasi ,olymer men7adi nano-i+er
dikolektor yang terhu+ung dengan ground tegangan listrik
.#0
.
Material kom,osit di+uat dengan tu7uan untuk menda,atkan si-at ga+ungan dari material
,enyusunnya8 ,eningkatan si-at(si-atnya serta mengontrol nilai ekonomisnya. Polianilin adalah
,olimer yang +ersi-at kondukti-. Si-at kondukti- da,at dikontrol dengan mengatur 7enis
do,antnya. Sedangkan P34) diketahui se+uah material yang sangat ,enting dalam dunia indutri
karena si-at kimia dan -isiknya yang +aik. P34) mem,unyai +e+era,a -ase kristal8 se,erti -ase
al-a .08 +eta .0 dan gama .0
.!0
. )ase tidak mem,unyai si-at listrik8 sedangkan -ase dan
mem,unyai si-at listrik. (,hase P34) dengan si-at listriknya se,erti ,ie:oelektri8 ,yroelektrik
sangat ,enting dalam a,liksi industry. 4alam ,em+uatan nanokom,osit dari P34)1P/NI
nano+er ,engontrolan +entuk kristal dari P34) adalah sesuatu yang sangat ,enting
.$0
.
%u7uan ,enelitian adalah untuk mem+uat nanokom,osit P34)1P/NI nano-i+er8 ,engontrolan
mor-ologi dan strukturnya dengan teknologi elektros,inning.
2. Perobaan
2.1. Bahan dan peralatan
ahan(+ahan kimia yang digunakan& ,olyaniline .Merk08 P34) .Sigma08 N(N 4M/c
.Sigma08 S4S .Sigma0. Mesin elektros,inning dengan co(a*ial no::le.
2.2. Larutan untuk elektrospinning
Polianilin dilarutkan dengan asam asetat dengan +er+agai 2ariasi konsentrasi dan diaduk
sam,ai larut. Kemudian disaring dengan mikro-ilter. P34) dan S4S dilarutkan dengan N(N
4M/c secara +ersama(sama dan diaduk secara terus menerus ,ada suhu ;"
o
C. Setelah ,olimer
sem,urna larut8 kemudian larutan didiamkan untuk menghilangkan udara yang ter,erangka,.
2.3. Pembuatan nanofiber
Larutan P34) di,asang ,ada -eed no::le untuk +agian luar .shell0 sedangkan larutan P/NI
dihu+ungkan dengan no::le +agian dalam .core0. Kece,atan aliran larutan P34) dan P/NI
diatur untuk menda,atkan kondisi o,timal. Jarak antara no:el dan kolektor8 kemudian 2oltase
yang digunakan diatur untuk menda,atkan kondisi yang o,timum.
Nano-i+er yang ter+entuk dikering dalam desikator 2acuum untuk menghilang sisa ,elarut
dan ,engotor.

2.4. Karakterisasi
Mor-ologi nano-i+er dikarakterisasi dengan menggunakan )9S9M .J9<L0 dan struktur dari
P34) diidenti-ikasi dengan )%I6.

!. "asil dan diskusi
3.1. Pengaruh konsentrasi P!" polimer pada morfologi nanofiber

Gambar 1. Peru+ahan mor-ologi dari kondukti- kom,osit nano-i+er dengan 2ariasi P34) konsentrasi. /0
P34) = '"> ?1?8 0 P34) =';> ?1? dan C0. P34)=##> ?1?. Sedangakan konsentrasi P/NI teta,.
@am+ar 1 menun7ukan mor-ologi electros,un kom,osit nano-i+er. Pada konsentrasi larutan P34) '">
ter+entuk nano,artikel. Peningkatan konsentrasi P34) men7adi ';> ter+entuknya beaded nano-i+er.
Pada konsentrasi P34) ## > ter+entuk nano-i+er secara sem,urna. )eomena ,eru+ahan mor-ologi
+erhu+ungan dengan ,engaturan molekul ,olimer dalam larutan. Pada konsentrasi rendah ,olimer dalam
larutan +er+entuk inde,endent glo+e8 sehingga 7ika menggunkan larutan ini dalam ,roses elektros,inning
akan ter+entuk nano,artikel. Pada konsentrasi ,olimer sedang mulai ter7adi interaksi antara glo+e dalam
larutan8 ,ada ,roses ini akan ter+entuk beaded nano-i+er. Pada konsentrasi tinggi akan ter7adi o2erla,
antar molekul dalam larutan8 sehingga akan ter+entuk nano-i+er secara sem,urna
.;(A0
.
3.2. Pengaruh #ampuran pelarut pada morfologi nanofiber
A B C

Gambar 2. Peru+ahan cam,uran ,elarut terhada, mor-ologi dan bead dari kondukti- kom,osit nano-i+er
dengan 2ariasi P34) konsentrasi.
@am+ar ' adalah mor-ologi dari kom,osit nano-i+er dengan cam,uran ,elarut. %erlihat dengan
,enam+ahan ,elarut aceton maka ter+entuk 7umlah +ead yang le+ih +anyak. Jumlah +ead ,ada
,roses ,em+entukan nano-i+er tergantung ,ada si-at larutan8 tegangan ,ermukaan8 kondukti2itas
larutan dan tegangan yang digunakan. /ceton +ukanlah ,elarut yang +aik +agi P34) sehingga
dengan mencam,urkan aceton dengan N(N 4M/c akan menye+a+kan ter+entuknya glo+e.
3.3. !iameter nanofiber
4alam ,em+uatan nano-i+er8 Pengontrolan konsentrasi larutan ,olimer adalah salah satu cara
yang sangat e-ekti- dalam mengontrol diameter nano-i+er. Pada konsentrasi rendah akan
dida,atkan nano-i+er dengan diameter yang le+ih kecil8 se+aliknya diameter nano-i+er yang
le+ih +esar akan dida,atkan 7ika menggunakan ,olimer konsentrasi +esar8 dimana hal ini terlihat
7elas ,ada gam+ar 1
3.4. $truktur %anofiber
1500 1400 1300 1200 1100 1000 900 800 700 600 500 400
0,0
0,5
1,0
1,5
2,0
2,5

A
b
s
o
r
b
a
n
c
e

(
a
u
)
Wave number (cm
-1
)
Gambar 3. S,ektrum )%I6 P34)1,olyaniline kom,osite nano-i+er
@am+ar # menun7ukan s,ectrum in-ra merah dari P34)1P/NI kom,osit nano-i+er. S,ektraum
)%I6 menun7ukan gugus -ungsi dari P34). P34) +erada ,ada +agian luar .shell0 dari nano-i+er.
4ari s,ectrum terlihat ,uncak sera,an s,esi-ik dari (,hase P34)8 yaitu ,ada ,an7ang
gelom+ang 1'77 cm
(1
8 B!"cm
(1
8 ;1"cm
(1
dan !7'cm
(1 .!($0
. 5asil ini menun7ukan +ah?a kita
+erhasil mengontrol kristal struktur P34) dalam system kom,ositnya. 5al ini +erarti sangat
,enting dalam ,engem+angan a,likasinya8 se,erti untuk sensor dan actuator.
#. Kesimpulan
Proses ,em+uatan P34)1P/NI nano-i+er kom,osit sangat ditentukan oleh konsentrasi larutan
P34). Free beaded nano-i+er kom,osit dida,atkan ,ada konsentrasi larutan -eed P34) ## >
?1?. Struktur P34) dalam nano-i+er kom,osit yang dominan adalah dalam +entuk kristal (
,hase. Cntuk selan7utnya akan diteliti le+ih mendalam tentang mor-ologi dari ,olianiline dalam
inti nano-i+er kom,osit.

$. %iteratur
1. D. 4:enis8 Science 20048#"! 1A17 E 1A1A
'. S 6amakrishna8 K )u7ihara8 Fee(9ong %eo8 % Dong8 G Ma8 and 6 6amaseshan8 aterial
today 200!8 A8 !"($"
#. / )ormhals8 "S #atent no. 1$%&&04 1$341002' 1$34
!. M Nasir8 5 Matsumoto8 % 4anno8 M Minaga?a8 % Irisa?a M Shioya8 / %anioka8 (ournal of
#olymer Science #art )* #olymer #+ysics 200!8 !!8 77A(7B;
$. M Nasir8 5 Matsumoto8 M Minaga?a8 / %anioka8 % 4anno8 5 5ori+e8 #olymer (ournal
200%8 #A8 7
;. M@ McKee8 @L Filkes8 65 Col+y8 %9 Long8 acromolecules 20048 #78 17;"(17;7
7. P@ 4e @ennes8 acromolecules 1$%!8 A8 $B7($A7
B. SL Shenoy8 F4 ates8 5L )risch8 @9. Fnek8 #olymer 200&8 !; ##7'E##B!
A. %eraoka8 Polymer Solutions& /n Introduction to ,hysical ,ro,erties '""'8 Filley
Intesciences