Anda di halaman 1dari 23

BAB I

STEERING GEOMETRI

A. Sudut Belok dan Radius Belok Roda Depan Kendaraan Roda
Empat

Salah satu spesifikasi suatu kendaraan roda empat
(mobil) adalah sudut belok roda depan. Sudut belok roda
depan mempunyai peranan yang cukup penting dalam rangka
membangun kesempurnaan sistem kemudi kendaraan yang
bersangkutan . Hal ini mengingat bahwa gerakan roda kemudi
di pengaruhi oleh poros roda depan yang padanya melekat
( terletak ) roda-roda depan. Agar sistem steering ( kemudi )
dapat lebih sempurna, maka poros roda sisi dalam apabila
mobil itu membelok harus mempunyai sudut belok yang lebih
besar daripada sudut belok roda bagian luar.
depan





r
o
r
i


O
Gambar 1
Dari ambar ! tampak bahwa pasangan roda belakang
terpasang tetap sehingga selalu membentuk radius belok yang
!
"
sama terhadap titik pusat #, tetapi untuk roda depan masing-
masing membentuk radius putar yang berbeda agar dapat
bertemu pada satu pusat yaitu titik #. Hal ini berarti bahwa pada
waktu mobil berbelok, sudut belok yang dibentuk oleh kedua roda
depan itu berbeda.
$oda sebelah luar harus melintasi %alan dengan radius
dengan radius yang lebih besar dan sudut belok lebih kecil ()
sedang roda depan sebelah dalam membentuk lintasan %alan
dengan radius lebih kecil dengan sudut belok yang lebih besar
( & ). 'adi & > .
1. er!itun"an Sudut Belok Roda Depan (
)erhatikan ambar " berikut ini (
depan

a b

B r
o
r
i

O
c d

T X
Gambar #
*

Dari gambar " tampak bahwa (

ab + cd ac + , (wheel base)
ab + (c# - d#) c# + . / 0
ac ,
tg + ---- + -------------
# . / 0
! . / 0 1 $ T
---- + ------- ----- + --- / ---- 11.. (!)
tg , t" B B


Selan%utnya perhatikan bd# (
bd
tg & + ------ dimana bd +, dan d# + .
d#


%adi
............. (")

$umus (!) dan (") tersebut masing - masing adalah rumus
untuk menentukan sudut belok roda depan sisi luar dan
dalam.
Sekarang %ika persamaan (") dimasukkan ke persamaan (!)
maka akan diperoleh (

Dalam hal ini 0 + track
B 1 $
t" % atau % &
$ t" B
1 1 T T 1 1
% ' atau % - &
t" t" B t" t"
2
, + wheel base
#. er!itun"an Radius Belok Maksimum (
3kuran lain dalam sistim kemudi yang %uga biasa
dicantumkan sebagai spesifikasi kendaraan adalah( %ari - %ari
belok maksimum. 4endaraan yang baik (praktis) adalah
kendaraan yang mempunyai %ari - %ari belok maksimum yang
kecil. Adapun %ari - %ari belok maksimum dapat dihitung
dengan cara sebagai berikut ( (lihat gambar "). 'ari - %ari
belok yang maksimum pada keadaan di atas ditun%ukan oleh
pan%ang r
o
( %ari-%ari belok roda sisi luar )
,
)ada ac#( sin + ------
r
o

B
'adi %ari-%ari belok maksimumnya ( r
o
% &
sin
(. )onto! soal
a. Sebuah mobil diketahui mempunyai track + !"5 cm dan
wheel base + ""6 cm. %ika mobil itu roda depan bagian
kanannya diputar dengan sudut "6, maka hitunglah sudut
belok roda depan bagian kiri dan %uga radius belok
maksimumnya (luar) agar diperoleh efek steering yang
benar 7

5
)enyelesaian ( 8ihat ambar * di bawah ini 7
depan

a b
= 20
0
220 cm r
o
r
i

O
c d

125 cm X
Gambar (
, ""6 ""6 ""6
tg + ----- + ------ . + ------- + -------- + 962,2
. . tg tg "6
6

, ""6
tg + ------ + ------------------ + 6,*6!9
./0 962,2 / !"5
+ !9,:;
o
atau + !9
o
2:<
'adi diperoleh sudut belok roda depan bagian luar + 1*+,-
'ari-%ari belok maksimum + r
o

, ""6 ""6


r
o
+ ------- + ------- + --------
sin sin !92:< 6,";;;
'adi r
o
% ,*1./ 0m
b. Akan direncanakan sebuah kendaraan yang mempunyai
wheel base + "26 cm. Dari kendaraan tersebut dikehendaki
%ika sudut belok dalamnya ""
o
maka akan dihasilkan sudut
9
belok luar sebesar !:
o
*6<. ,erapakah ukuran track
kendaraan agar rencana tersebut dapat tercapai =
)enyelesaian(
Diketahui ( Sebuah kendaraan dengan
, + "26 cm
+ ""
6
+ !:
6
*6<
Ditanyakan ( 0 + ... =
'awab (
, "26 "26 "26
tg + ----- tg ""
o
+ ------ . + - ------ + .
. . tg ""
6
6,2626
+ 5>2,6"!


, ""6
tg + ------ tg !:
6
*6< + ------------- --
./0 5>2,6"!/ 0

""6
5>2,6"!/ 0 + ------------- --
tg !:
6
*6<



+. Ran"kuman
a. Sudut belok adalah ( sudut yang dibentuk oleh sumbu roda
depan kendaraan roda empat pada posisi lurus dengan
posisi membelok.
:
b. $adius belok adalah( radius dari lingkaran belok roda depan
diukur dari perpotongannya terhadap perpan%angan sumbu
roda belakang.
c. Sudut belok roda bagian dalam ( ) kendaraan roda empat
dapat ditentukan dengan persamaan (
B
t" % &
$

d. Sudut belok roda bagian luar () dapat ditentukan dengan
persamaan
e. $adius belok ( r
o
) kendaraan roda empat dapat dihitung
dengan menggunakan rumus (
B
r
o
% &
sin
1. Soal 2ati!an
a. Sebuah mobil diketahui mempunyai track + !"5 cm dan
wheel base + ""6 cm. %ika mobil itu roda depan bagian
kanannya diputar dengan sudut "6, maka hitunglah sudut
belok roda depan bagian kiri dan %uga radius belok
maksimumnya agar diperoleh efek steering yang benar 7
1 1 T T 1 1
----- = ----- + ---- atau --- = ---- ----
tg tg B tg tg
Q

Kanan P Kiri
A C B
D
E F

Depan
Gambar +
;
b. Sebuah mobil diketahui mempunyai track !;6 cm dan
wheel base *26 cm. 'ika roda depan mobil itu dibelokkan ke
kiri dengan sudut "", maka hitunglah (
!). sudut belok roda depan bagian kanan.
"). radius belok maksimumnya agar efek steering yang
benar 7
B. Mekanisme Steering Tipe A0kerman
?ekanisme steering banyak digunakan oleh industri
otomotif dewasa ini adalah mekanisme steering 0ipe Ackerman.
Secara skematis komponen utama yang digunakan pada
mekanisme steering type ini dapat dilihat pada ambar 2.

4eterangan ambar (
A, + beam A@ + knuckle roda kanan
@D + tie-rod roda kanan ,A + knuckle roda kiri
DA + tie-rod roda kiri ) + gear box
BD + pitman arm C + roda kemudi
L1 L2
A O B

R p R
L3 L4
D C
P
Depan
Gambar 1
>
Secara singkat cara ker%a mekanisme steering type Ackerman
dapat di%elaskan sebagai berikut (
Apabila roda kemudi diputar maka dengan perantaraan
gear box ), pitman arm BD akan bergerak searah dengan
putaran roda kemudi, selan%utnya pitman arm akan mendorong
tie-rod sehingga knuckle bergeser dan menggeser kedua roda
kendaraan sehingga roda tersebut berbelok.
1. er!itun"an Sudut Belok Roda Depan Ba"ian Dalam (
4alau diperhatikan mekanisme sistem kemudi type
Ackerman tersebut tampak bahwa knuckle-nya dibuat
menyudut sehingga membentuk bangun trapesium yang terdiri
dari titik-titik putar (engsel) knuckle arm dan titik-titk u%ung tie-
rod. Hal ini senga%a dibuat agar pada saat kendaraan
membelok dapat ter%adi sudut belok yang berbeda antara roda
kiri dan kanan.
'ika sistem kemudi di atas disederhanakan maka akan
tampak seperti ambar 5 berikut ini (
!6
4eterangan (
8
!
+ #A + %arak king pin kanan terhadap pitman arm
8
"
+ #, + %arak king pin kiri terhadap pitman arm
8
*
+ pan%ang tie-rod roda kanan
8
2
+ pan%ang tie-rod roda kiri
p + pan%ang pitman arm
$ + pan%ang knuckle arm
dan + sudut knuckle arm
)ada keadaan normal ( posisi lurus ) sudut + sudut yang
dapat dihitung dengan rumus (
32
1
' 2
#
4 5 32
(
' 2
+
4
0os = 0os % &
# R
Selan%utnya %ika kendaraan dibelokkan ke salah satu
arah, misalnya ke kanan maka pitman arm akan bergeser ke
kanan dengan sudut , dan tie-rod %uga tergeser ke kanan
dan mendorong knuckle arm sehingga roda kanan
membentuk sudut belok dan roda kiri membentuk sudut
. )ada ke%adian ini sudut belok roda kanan disebut sudut
belok bagian dalam yang besarnya dapat dihitung dengan
rumus ( %
o
-
A E B

o

o

R p p

C
D D C
X X X

Gambar *
`
p
Gambar ,
!!



!

,esarnya sudut belok bagian dalam () tergantung
besarnya sudut knuckle arm ketika posisi belok (
o
).
4alau diperhatikan sudut knuckle ( o) besarnya ada tiga
kemungkinan tergantung besar kecilnya pemutaran roda
kemudi, yaitu ( a.
o
D >6
6
( lancip )
b.
o
+ >6
6
( siku-siku )
c.
o
E >6
6
( tumpul )
a. Kemun"kinan I 6
o
7 /8
8
3 lan0ip 4
)ada kemungkinan F ini posisinya dapat dilihat pada
ambar : di bawa ini(
a
c


o

R R


!"

X

X


Dari gambar di atas dapat diketahui bahwa (
. + p sin
c + a - .
(8
!
/ 8
"
) - (8
*
/ 8
2
)
a %
"
(8
!
/ 8
"
) - (8
*
/ 8
2
)
?aka c + - p sin
"
(8
!
/ 8
"
) - (8
*
/ 8
2
) - " p sin
c +
"
Sekarang perhatikan AD? (
A? a
cos + ------ + -----
AD $
(8
!
/ 8
"
) - (8
*
/ 8
2
)
cos %
" $
Selan%utnya perhatikan AD<G
AG c
cos
o
+ ------ + -----
AD< $
32
1
' 2
#
4 5 32
(
' 2
+
4 5 # p sin
0os
o
%
# R
a

A L
1
O




o


p
L
3

D D P
X X

Gambar 9
!*
Dari rumus ini di peroleh harga
o
, selan%utnya
harga ini disubstitusikan ke rumus %
o
5
maka diperolehlah harga .
b. Kemun"kinan II 6
o
% /8
8
3 siku&siku 4





Dari gambar di atas dapat diketahui bahwa (
B + a - . karena a + . berarti c + 6
+

5
4arena sudah diketahui bahwa
o
+ >6
6
maka langsung
bisa dihitung besarnya sudut , yaitu( % /8
8
5
0. Kemun"kinan III 6
o
> /8 3 tumpul 4




c a

A L
1
O




o

p R


1
p
L
3
P
D P
D X X
!2

Dari gambar di atas dapat diketahui bahwa (
. + p sin
c + . - a
(8
!
/ 8
"
) - (8
*
/ 8
2
)
?aka c + p sin - &
"
" p sin - (8
!
/ 8
"
) / (8
*
/ 8
2
)
c + &
"
3ntuk mempermudah dalam menentukan besar sudut
pada ke%adian ini maka

dibagi men%adi dua bagian, yaitu
!
dan
"
yang masing-masing dapat dihitung dengan
persamaan (
a 32
1
' 2
#
4 5 32
(
' 2
+
4
t"
1
% &&&&&& % &&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&
p #p
0 # p sin 5 32
1
' 2
#
4 ' 32
(
' 2
+
4
t"
#
% &&&&&& % &&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&
p #p
'ika
!
dan
"
telah diperoleh berarti

%uga terhitung,
karena dari gambar tampak bahwa

%
1
'
#
c a

O
L

B


o





p C R
L
!

P P C
X X
Gambar 18
!5
Dari ketiga kemungkinan harga
o
tersebut masing-
masing akan menghasilkan harga yang berbeda.
Selan%utnya untuk menentukan mana yang benar
(memenuhi syarat) masih tergantung harag sudut belok
bagian luarnya ().
#. er!itun"an Sudut Belok Roda Depan Ba"ian 2uar
)ada pemutaran roda kemudi kekanan sebagai mana
yang ter%adi pada peristiwa terdahulu (pada roda kanan) maka
pada roda sebelah kiripun %uga akan ter%adi efek yang sama,
yaitu belok kekanan. )erbedaannya, untuk roda sebelah kiri
perubahan sudut
o
hanya ada satu kemung kinan yaitu
o
<
>6 ( selalu lancip ).
)erhatikan ambar !6 berikut ini(






Sudut belok bagian luar ditun%ukkan oleh sudut geser
knuckle roda kiri, yaitu sebesar yang dapat dihitung
sebagai berikut (
!9
% 5
o

c / a
Adapun sudut
o
ditentukan dengan rumus( cos
o
+ ---------
$
4arena c + . H . + p sin dan a sudah tahu sebelumnya,
maka(

32
1
' 2
#
4 5 32
(
' 2
+
4 ' #p sin
0os
o
%
# R
(. :ubun"an Sudut Belok 2uar den"an Sudut Belok Dalam
3ntuk mendapatkan efek steering yang benar, maka
seharusnya besar sudut belok dalam dengan besar sudut
belok luar berbeda, u ntuk itu hubungan keduanya perlu
dicari.
A O B
=
R
1

1"#
O
-
C C P P D D
X X X
Gambar 11
Agar perhitungan men%adi mudah maka dianggap pergeseran
tie-rod merupakan satu garis horisontal.
!:
Dari ambar !! di atas tampak bahwa (
. + BB< + DD< dan AB + ,D + $
)ada posisi normal +
8ihat ABB< (
$
!
"
+ $
"
/ .
"
- " $ . cos
$
!
+ $
"
/ .
"
- " $ . cos
8ihat ,DD< (
$
"
"
+ $
"
/ .
"
- " $ . cos (!;6
#
- )
karena cos (!;6
#
- ) + - cos maka (
$
"
"
+ $
"
/ .
"
/ " $ . cos
$
"
+ $
"
/.
"
/ " $ . cos
$
"
$
"
/ .
"
/ " $ . cos
+ lebih dari !
$
!
$
"
/ .
"
- " $ . cos
( perhatikan bentuk pembilang dan penyebutnya )
$
"
karena ---- > ! maka $
"
> $
!
$
!
?enurut rumus sinus , maka berlaku (
. $
!
.
)ada ABB I ( ----- + -------- sin + ----- sin
sin sin $
!
. $"
pada ,DD I ( --------- + ------------------
!;
sin sin ( !;6
o
- )
.
4arena sin ( !;6
o
- ) + sin maka sin + ----- sin
$
"
Sekarang %ika sin dan sin dibandingkan (

sin (.J$
!
). sin sin $
"
------- + ------------------- -------- + -----
sin (.J$
"
). sin sin $
!

$
"
sin
4arena ------ > ! maka ------- > !
$
!
sin
%adi sin > sin atau >
Akhirnya dapat disimpulkan bahwa besarnya sudut belok
roda depan bagian dalam lebih besar dari pada sudut
belok roda depan bagian luar. Hal ini berarti bahwa
mekanisme steering type Ackerman akan dapat
men%amin efek steering yang sempurna ( benar. ).
+. er!itun"an ;umla! utaran Roda Kemudi
Apabila diketahui pitman arm bergeser dengan
sudut
o
, maka berarti pitman arm tersebut berputar
sebanyak (

o
+ -------- putaran ( satu putaran + *96
o
)
*96
o

Selan%utnya %ika diketahui perbandingan roda gigi + n
g
( !
!>
yang berarti ( ! putaran pitman arm + n
g
putaran roda
kemudi.
'adi banyaknya putaran roda kemudi ( n
rk
) %ika pitman
arm bergeser dengan sudut
o
adalah (

o

n
rk
% . n
"
putaran
(*8
o

1. )onto! Soal 6
Sebuah mobil menggunakan mekanisme steering type
Ackerman mepunyai ukuran-ukuran ( pan%ang pitman arm (
"" cm, %ari-%ari knuckle ( "5 cm, pan%ang beam kanan ( :5
cm, pan%ang beam kiri ( 55 cm, pan%ang tie rod kanan ( :!
cm, pan%ang tie rod kiri ( 5! cm, dan perbandingan gigi pada
gear box + "2 ( ! . 'ika roda kemudi mobil tersebut diputar ke
kanan sehingga pitman arm tergeser dengan sudut + "6
6
.
0entukanlah (
a. Sudut knuckle pada posisi lurus.
b. Sudut belok roda bagian kiri.
c. Sudut belok roda bagian kanan.
d. ,anyaknya pemutaran roda kemudi.
en<elesaian 6
"6
Diketahui( Sebuah mobil dengan mekanisme steering type
Ackerman p + "" cm H $ + "5 cm H 8
!
+ :5
cm H 8
"
+ 55 cm H 8
*
+ :! cm H 8
2
+ 5! cmH $oda
kemudi diputar kekanan , + "6
6
H n
g
( ! + "2 ( !
Ditanyakan ( a. atau c.
b. d. n
rk
.
'awab (
(8
!
/8
"
)-(8
*
/8
2
) (:5/55) - (:!/5!)
a. cos + cos + --------------------- + --------------- --------
"$ " ."5
+ 6,!966 diperoleh % % 98.,/
8
b. + -
o



( 8
!
/ 8
"
) - ( 8
*
/ 8
2
) / "p sin
cos
o

+ --------------------------------------------
"$

( :5

/ 55 ) - ( :! / 5!

) / "."" sin "6
6

+ -- ---------------------------------------------
"."5
+ 6,29!6
o
+ 9",55
6
Sehingga diperoleh + ;6,:> - 9",55
6
+ 19.#+
8
c . Sudut belok roda kanan( & +
o
- ada *
kemungkinan besarnya
o
K kemungkinan F (
o
< >6
6
"!
(8
!
/ 8
"
) - (8
*
/ 8
2
) - "p sin
cos
o
+ ----------------------------------------
+
" $
( :5

/ 55 ) - ( :! / 5!

) - "."" sin "6
6



+ ----- ------------- -----------------------------
"."5
+ 5 6, !2!6 tidak mungkin
(karena Bosinus sudut lancip selalu positif)
K kemungkinan FF (
o
+ >6
o
& + >6
o
- ;6,:>
o
+ /.#1
o
( tidak memenuhi syarat, seharusnya & E )
-
K kemungkinan FFF (
o
E >6
o
& + &
!
/ &
"

(8
!
/ 8
"
) - (8
*
/ 8
2
) (:5 / 55) - ( :! / 5!)
tg &
!
+ ------------------------- + -- ------------------------
"p ".""

tg &
!
+ 6,!;!; diperoleh &
!
+ !6,*6
6
"p sin - (8
!
/ 8
"
) / (8
*
/ 8
2
)
tg &
"
+ ------------------------- --------------
"p
"."" sin "6
6
- ( :5

/ 55 ) / ( :! / 5!

)


+ ----------------------------------------------------
".""

tg &
"
+ 6,!96" diperoleh &
"
+ >,!6
o
'adi & + !6,*6
o
/ >,!6
o
+ 1/.+8
o

(memenuhi, karena & E )
""

o
"6
d. n
rk
+ -------- . n
g
+ -------- . "2 + 1.(( putaran
*96
o
*96
o


*. Ran"kuman
a.?ekanisme steering type Ackerman adalah mekanisme
steering yang banyak dikembangkan di industri otomotif
dewasa ini. 4omponen utama mekanisme ini terdiri atas ( $oda
kemudi, poros kemudi, gear box, tie-rod, pitman arm dan
knuckle arm.
b. Sudut knuckle mekanisme steering type Ackerman pada posisi
lurus dapat dihitung dengan rumus (
(2
1
' 2
#
4 5 32
(
' 2
+
4
0os % 0os % &
# R
c. Sudut belok roda bagian dalam ( & ) pada mekanisme steering
type Ackerman dapat ditentukan dengan rumus (
= %
o
5
e. Sudut belok roda bagian dalam ( ) pada mekanisme
steering type Ackerman dapat ditentukan dengan rumus (
% 5
o

"*
e. ,anyaknya putaran roda kemudi (n
rk
) dihitung dengan rumus (


o

n
rk
% . n
"
putaran
(*8
o

,. Soal 2ati!an
Sebuah mobil menggunakan mekanisme steering type
Ackerman mempunyai ukuran - ukuran( pan%ang pitman arm ( "6
cm, %ari-%ari knukle( "2 cm, pan%ang beam kanan( 92 cm, pan%ang
beam kiri( 22 cm, pan%ang tie rod kanan( 5> cm, pan%ang tie rod
kiri( *> cm dan perbandingan gigi pada gear box + *9 ( !. 'ika
roda kemudi mobil itu diputar ke kiri maka pitman arm tergeser
dengan sudut + !5
o
.
0entukanlah ( a. Sudut knuckle pada posisi lurus.
b. Sudut belok roda bagian kanan.
c. Sudut belok roda bagian kiri.
d. ,anyaknya pemutaran roda kemudi.