Anda di halaman 1dari 26

PEDOMAN KERJA SHE

Proyek CITY TOWER

Safety, Health & Environment


RENCANA KESELAMATAN, KESEHATAN & LINGKUNGAN KERJA
(RKKLK)

PROYEK CITY TOWER

1. TUJUAN

Tujuan penyusunan “Rencana Keselamatan, Kesehatan dan Lingkungan Kerja Proyek


City Tower” adalah sebagai acuan pedoman penerapan sistem Keselamatan,
Kesehatan dan Lingkungan Kerja (K3) di proyek City Tower untuk memenuhi
persyaratan peraturan Keselamatan, Kesehatan dan Lingkungan Kerja di bidang Jasa
Konstruksi.

Safety, Health & Environment (SHE) atau dikenal juga dengan K3 (Keselamatan,
Kesehatan & Lingkungan Kerja), adalah suatu program yang berupaya untuk
meminimalisasi kecelakaan kerja yang berakibat antara lain pada :
α. Property Damage
β. Traffic Damage
χ. Fatality (meninggal dunia)
δ. Disfungsi anggota tubuh

Keseluruhan pelaku pelaksanaan proyek (meliputi : Manager, Supervisor, Staff dan


Sub-kontraktor) bertanggung jawab terciptanya kondisi bekerja dengan aman di setiap
waktu dan di semua area pelaksanaan proyek. Untuk itu setiap proyek harus
mempunyai :
a. RKKLK
b. Prosedur Tanggap darurat
c. Prosedur Keselamatan dan Kesehatan

Dalam perencanaannya mempertimbangkan pada tindakan preventif (pencegahan)


dan penanggulangan (tindakan pemecahan permasalahan) terhadap kejadian
kecelakaan (accident), yang didasarkan pada analisa sebagai berikut :

a. Unsafe Condition, adalah keadaan/ lokasi yang membahayakan, untuk hal


ini dilakukan peningkatan tindakan yang lebih menitikberatkan pada penerapan
“Safety-Equipment” (antara lain: Sign-board, Safety-tape, Safety-net, dll) serta
perlengkapan body-protection (helm, Goggles) dll. Termasuk peralatan-
peralatan yang akan membahayakan keselamatan orang maupun lingkungan
antara lain peningkatan pemeriksaan pada Flash-back Arrestor pada pekerjaan
pengelasan, Tower-Crane, termasuk didalamnya peningkatan kebersihan dan
peningkatan pelaksanaan pekerjaan konstruksi yang lebih aman.

b. Unsafe Act, adalah sikap atau perilaku personil proyek yang akan
membahayakan baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain serta lingkungan
sekitarnya. Untuk hal ini dilakukan peningkatan frekuensi safety-meeting
maupun safety-talk, serta diadakan pengawasan perilaku personil yang tidak
disiplin terhadap safety-regulation termasuk di dalamnya peningkatan
kebersihan.

PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 1 dari 26


PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

Accurate records (pencatatan), reports (laporan kejadian) dan statistics (angka


statistik) kesehatan dan keselamatan menjadi hal terpenting bagi pihak manajemen
dalam me-review dan mengambil tindakan. Pada umumnya kecelakaan yang sering
terjadi adalah jatuh dari lantai atas, maka tindakan preventif perlu diutamakan dengan
railing-railing pengaman dan rambu peringatan.

Kesehatan area kerja adalah hal penting dalam pelaksanaan proyek, diantaranya
tersedia toilet yang bersih dan sehat, penyemprotan nyamuk secara berkala,
pembersihan saluran drainase (genangan air) dan lain-lain.

2. STRUKTUR ORGANISASI K3 DI PROYEK

Manajer Proyek

Quality Assurance
Kasir Proyek
Project

Sekretaris Proyek

Quality SHE
Controller Inspector Time Controller
Proyek

Kabag Kabag Pengawas


Koordinator Kabag Kontrol Kabag Logistik
Pelaksanaan Pelaksanaan Subkon Kabag Teknik KAPU
Subkon M/E Biaya Proyek
Struktur Arsitektur SIPIL

Pelaksana Pelaksana Quantity Metode Kerja Adm Gudang


Pengawas M/E Adm Personalia DanRu Satpam
Struktur Arsitektur Surveyor Proyek & Laporan Barang & Alat

Operator Drawing Pembelian Satpam


Pelaksana Safety Sopir
Komputer Proyek Controller Proyek Proyek

Project CAD
Pelaksana Health Subkontraktor & Drafter Ka Gudang
& Environment Evaluasi Upah

BB Scheduler Staff Gudang


Surveyor Sertifikasi Progres &
Pek. Tambah/Kurang
Ka Peralatan
Proyek
Asisten
Surveyor

Untuk bidang Keamaan (security) dibutuhkan pengoperasian penjagaan sepanjang


waktu didalam site proyek, sehingga tidak terjadi barang hilang ataupun hal-hal lain
yang tidak diinginkan.

Dan program yang tidak terpisahkan antara Safety dan Security adalah sebagai
berikut :
a. Melengkapi Kartu Identitas kepada semua personel yang masuk kedalam
site proyek, dan harus dikenakan selama berada didalam site proyek.
b. Mencatat jam masuk dan keluar semua personel, misalnya dengan Absent
card (Amano)
c.Menerapkan keamanan site (site security) dengan berjaga dan ber-patroli
selama 24 jam setiap hari.
d. Dibuatnya pembatas yang jelas, misalnya pagar proyek (fencing), proteksi
area yang dianggap membahayakan , dan lain-lain.
e. Dibuatnya bak cuci roda kendaraan untuk mencegah kotornya lingkungan
diluar proyek (pada public area)
f. Meminimalkan kebisingan yang datang dari pelaksanaan proyek, misalnya
posisi Generator (Genset) yang jauh dari pemukiman, dan lain-lain.
g. Kebersihan lingkungan proyek, dengan membersihan sampah-sampah dan
membuang (keluar site) setiap harinya.

PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 2 dari 26


PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

h. Peralatan Safety harus dikenakan baik itu Helmet, Sepatu ataupun untuk
bekerja dengan ketinggian lebih dari 3 meter menggunakan Sabuk
Keselamatan, sarung tangan untuk pekerja tertentu dan kaca mata las untuk
pekerjaan las.
−Tersedianya sarana P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan).
−Safety Talk seminggu sekali (minimum).
−Area bekerja harus dapat dipastikan aman sebelum pekerjaan dimulai.
−Penyediaan tempat-tempat toilet dan tempat-tempat sampah pada area
tertentu, dan pengarahan yang terus menerus kepada tenaga kerja tentang
hal kebersihan dan kesehatan.
−Larangan dan denda untuk tenaga kerja yang membuang air besar
ataupun air kecil disembarangan tempat.
−Pemasangan rambu-rambu peringatan dan rambu petunjuk akan tempat-
tempat yang membahayakan.
−Tanda-tanda akan tempat-tempat rawan terhadap api dan
pengawasannya.

Feed-Back Solution Accident, adalah suatu upaya untuk meningkatkan serta


memperbaiki dan mengurangi kecelakaan kerja yang terjadi dengan mempelajari
sebab-akibat kecelakaan yang telah terjadi dan memberikan suatu solusi, hal mana
solusi tersebut sesegera mungkin disosialisaikan kepada segenap aktivis proyek.

“Zero-Accident” Certificate, adalah suatu bentuk penghargaan yang diberikan kepada


Team-Proyek yang secara simbolik diberikan kepada Project Manager, hal mana telah
menyelesaikan proyek dengan berdasarkan kriteria-kriteria K-3, sehingga berhak
mendapatkan penghargaan tersebut.

Nama Proyek : MALL LINGKAR SELATAN (MOLLIS) – BANDUNG


Nama Pemilik : PT. Anugerah Lingkar Selatan
Konsultan Struktur : PT. Wiratman Associate
Periode : 6 Maret 2002 sampai dengan 15 Pebruari 2003
Jumlah Manhhours : 2.500.000 manhours

PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 3 dari 26


PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

Nama Proyek : Gedung Kantor Rekayasa Industri-2


Nama Pemilik : PT. Rekayasa Industri
Periode : 12 -12- 2003 s.d. 20 – 9 - 2004
Jumlah “Manhours” : 611.384 manhours

Nama Proyek : WISMA SALEMBA


Nama Pemilik : PT. Duta Palma
Periode : 15 Desember 2003 sampai dengan 15 Juni 2004
Jumlah “Manhhours” : 54.000 manhours

PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 4 dari 26


PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

3. AKTIVITAS PEMBINAAN DAN PELAKSANAAN K3 DI PROYEK

1. SAFETY INDUCTION

1.1 Tujuan
Safety Induction dilaksanakan untuk memberikan pengertian dan pemahaman
kepada para pekerja dan staf proyek tentang pentingnya memperhatikan masalah
keselamatan dan kesehatan lingkungan serta kewajiban memakai APD di tempat
kerja masing-masing, untuk menghindari terjadinya kecelakaan/bahaya yang
dapat merugikan diri pekerja itu sendiri maupun lingkungan di sekitarnya.

1.2 Petunjuk pelaksanaan


a. Yang melaksanakan : SHE Officer/ SHE Inspector dan
Pelaksana Keselamatan
b. Peserta : staf PT. Multikon, pekerja mandor PT.
Multikon, pekerja sub kontraktor
c. Materi : pengertian umum/ dasar mengenai keselamatan dan
kesehatan kerja di lingkungan kerja proyek
d. Waktu pelaksanaan : Setiap ada pekerja baru yang
mulai masuk kerja di proyek
e. Lain-lain : Pekerja/staf yang telah mendapat induction akan di
data dan diberikan tanda berupa stiker yang
ditempelkan pada helm sebagai identitas

PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 5 dari 26


PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

2. SAFETY TALK
2.1 Tujuan
Safety talk dilaksanakan untuk memberikan pengertian dan pemahaman kepada
para pekerja dan staf proyek tentang masalah keselamatan dan kesehatan di
lingkungan kerja masing-masing. Safety talk harus dilaksanakan secara rutin
minimal 1x dalam seminggu sebelum melakukan pekerjaan di hadapan seluruh
pekerja dan staf di area proyek. Masalah yang disampaikan berkaitan dengan
keselamatan dalam melakukan suatu pekerjaan tertentu, maupun masalah
keselamatan dan kesehatan kerja lainnya serta masalah kebersihan.

2.2 Petunjuk pelaksanaan


Yang melaksanakan : SHE Officer, SHE Inspector dan Pelaksana
Keselamatan
Peserta : staf dan pekerja mandor PT. Multikon, pekerja sub-
kontraktor
Materi : - pemakaian Alat Pelindung Diri
- aspek keselamatan dalam bekerja
- pencegahan & penanggulangan kebakaran
- kebersihan & kesehatan
Waktu pelaksanaan : Seminggu sekali, ditetapkan oleh pimpinan proyek

3. S A F E T Y P A T R O L L.

3.1 Tujuan.
Pelaksanaan Safety Patroll dilakukan bersama dengan para Pelaksana / Mandor
yang diatur secara bergilir oleh Safety Inspector yang bertujuan untuk dapat
dilakukan pengontrolan ditaatinya peraturan keselamatan dan pemakaian APD
yang akan menjadi bahan bahasan untuk safety meeting.
PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 6 dari 26
PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

3.2 Petunjuk Pelaksanaan


a. Yang dilaksanakan : SHE Inspector, Staf/Pelaksana, Mandor dan Sub-
Kontraktor
b. Yang diperiksa : Pemakaian APD dan kondisi - kondisi yang tidak
aman serta rambu - rambu keselamatan
c. Materi : Memberi pengertian tentang peraturan - peraturan
keselamatan dan tindakan terhadap pelanggaran
pemakaian Alat Pelindung Diri
d. Waktu pelaksanaan : Sesuai jadwal yang dibuat oleh SHE Inspector.

4.SAFETY MEETING

4.1 Tujuan
Dilaksanakan bersama dengan seluruh staf proyek dan perwakilan mandor dan sub
kontraktor untuk membahas masalah-masalah penerapan prosedur keselamatan
dan kesehatan kerja yang ada di proyek, kendala yang dihadapi, solusi yang
diambil, dan informasi-informasi lain yang dapat mendukung program KKLK di
proyek. Rapat ini dapat digabungkan dengan rapat koordinasi mingguan proyek
yang rutin dilaksanakan. Notulen dari rapat tersebut harus dibuat dan dibagikan
kepada seluruh peserta rapat.

4.2 Petunjuk pelaksanaan


a. Yang melaksanakan : SHE Inspector, Pelaksana Keselamatan
b. Peserta : PM, staf PT. Multikon, wakil mandor & wakil
subkontraktor
c. Materi : - pemakaian Alat Pelindung Diri
- aspek keselamatan dalam bekerja
- pencegahan & penanggulangan kebakaran
PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 7 dari 26
PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

- kebersihan & kesehatan


d. Waktu pelaksanaan : ditentukan dalam rapat koordinasi proyek

5. GERAKAN KEBERSIHAN

5.1 Tujuan
Menanamkan rasa bertanggungjawab kepada seluruh pekerja dan staf proyek
serta semua Sub Cont akan masalah kebersihan dan kesehatan lingkungan kerja,
memupuk rasa gotong royong dan kerjasama.

5.2 Petunjuk pelaksanaan


a. Yang melaksanakan : SHE Inspector, Pelaksana
Keselamatan
b. Peserta : Staf PT. Multikon, semua pekerja mandor & sub
kontraktor yang dijadualkan bergiliran.
c. Materi : - membersihkan seluruh area kerja
- mengumpulkan potongan kayu
- merapikan alat konstruksi
- membersihkan bedeng
- dan lain - lain
d. Waktu pelaksanaan : Seminggu sekali sesudah Safety
Talk

6. PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI

6.1 Tujuan

PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 8 dari 26


PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

Menjelaskan tentang tata tertib penggunaan alat pelindung diri (APD) di proyek,
dan cara pengadaan/ distribusinya serta tanggung jawabnya terhadap APD
tersebut.

PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 9 dari 26


PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

6.2 Petunjuk pelaksanaan


6.2.1 Alat keselamatan yang wajib dipakai :
a. Helm
Wajib digunakan selama berada di area proyek, untuk melindungi
kepala dari benda jatuh atau benturan
b. Sepatu
Wajib dipakai selama berada di area proyek terutama pada pekerjaan
yang beresiko terhadap keselamatan kaki, contoh pekerjaan
pengecoran, pekerjaan perakitan besi.
c. Pelindung mata & muka
Wajib dipakai pada pekerjaan yang menimbulkan percikan api/ partikel
kimia, atau benda - benda lainnya yang berbahaya terhadap mata/
muka,
d. Masker
Wajib digunakan pada pekerjaan yang banyak terdapat debu/ asap yang
membahayakan paru-paru/pernapasan.
e. Sabuk keselamatan
Wajib digunakan oleh pekerja yang bekerja pada ketinggian >4m, pada
perancah, pada saat perakitan besi kolom, dan pada tempat lain yang
berpotensi terjatuh. Sabuk keselamatan harus terpasang dengan benar
pada fungsinya.

6.2.3 Pengadaan & distribusi


a. Untuk staf PT. Multikon akan disediakan oleh PT. Multikon.
b. Untuk pekerja mandor helm, safety belt dan sepatu karet akan
disediakan oleh PT. Multikon, dan mandor yang bersangkutan akan
dikenakan deposit sebagai jaminan atas helm, safety belt dan sepatu
karet yang dipakai. Pada saat pekerjaan mandor tersebut selesai, maka
helm dan safety belt harus dikembalikan dalam keadaan baik/ layak
pakai, dan uang deposit akan dikembalikan setelah dipotong oleh helm
dan safety belt yang rusak dan hilang. Besarnya deposit ditentukan
dengan Surat keputusan Direksi.
c. Untuk pekerja sub kontraktor, disediakan oleh sub kontraktor yang
bersangkutan. Semua alat pelindung diri yang telah menjadi ketentuan
RKKLK PT. Multikon wajib digunakan dan dipatuhi oleh sub kontraktor
yang bersangkutan, dengan warna yang akan ditentukan kemudian
untuk memudahkan pengenalan identifikasi.

6.2.4 Penggunaan dan sanksi

PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 10 dari 26


PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

Semua alat pelindung diri harus digunakan selama bekerja maupun selama
berada dan bekerja di area proyek, sesuai dengan peruntukkannya. Jika
dijumpai terdapat pelanggaran, Pelaksana Keselamatan berkewenangan
untuk memberikan teguran langsung, peringatan tertulis, maupun sanksi
dikeluarkan dari area proyek.
7. RAMBU-RAMBU KKLK

BAHAYA BAHAYA
DILARANG LISTRIK
TEGANGAN
MEROKOK TINGGI

7.1 Tujuan
Prosedur ini adalah mencakup penggunaan rambu-rambu untuk area-area yang
diidentifikasikan terdapat potensi bahaya-bahaya dengan menggunakan rambu–
rambu, penandaan, warna dan lain–lainnya.

7.2 Petunjuk pelaksanaan


Kategori rambu dan warna dasar :
a. BAHAYA
Warna dasar adalah putih dan merah.
Pada tingkat ini menunjukkan bahwa area tersebut sangat berbahaya dan
berpotensi besar untuk timbul kecelakaan, sehingga semua pekerja harus
menghindari area tersebut dan atau mengikuti instruksi yang disampaikan.

b. AWAS
Warna dasar adalah coklat susu dan hitam. Pada tingkat ini menunjukkan
bahwa area tersebut berbahaya dan jika tidak menghindahkan larangan/
instruksi yang disampaikan akan dapat mengakibatkan adanya kecelakaan/
bahaya.

c. HATI-HATI
Warna dasar adalah kuning dan hitam
PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 11 dari 26
PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

Pada tingkat ini menunjukkan bahwa semua pekerja yang berada di area
tersebut agar berhati-hati terhadap suatu instruksi/kondisi tertentu agar
terhindar dari kecelakaan/bahaya.

PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 12 dari 26


PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

d. INFORMASI UMUM KKLK


Warna dasar adalah putih dan hijau
Rambu yang dipasang untuk memberikan informasi kepada semua
pekerja/pihak yang berada di area proyek mengenai masalah KKLK.

7.3 Pengadaan dan pemasangan


Pengadaan rambu-rambu dilakukan berdasarkan permintaan dari Pelaksana
Keselamatan sesuai dengan kebutuhan di lapangan dan ditujukan kepada Kepala
Bagian Logistik Proyek. Rambu yang telah tiba di site, harus dipasang pada tempat
yang telah ditentukan oleh Pelaksana Keselamatan dan tidak boleh dipindah ke
tempat lain tanpa perintah atau seijin Pelaksana Keselamatan.

Pelaksana Keselamatan berkewajiban untuk menjaga keutuhan rambu tersebut,


dan segera melaporkan kepada Manajer Proyek jika dijumpai ada rambu yang
rusak, tidak terpasang pada tempatnya, hilang, maupun sudah harus segera
dipindah/ dilepas karena pemanfaatannya. Rambu yang telah selesai/ tidak
dipergunakan lagi harus segera dikembalikan ke gudang workshop. Bagi pekerja
yang kedapatan merusak/mencuri rambu tersebut, akan dikenakan sanksi
dikeluarkan (usir) dari lokasi kerja dan denda yang dibebankan kepada mandor
yang bersangkutan.

8. ALAT - ALAT PROTEKSI

8.1 Tujuan.
Mengamankan tempat - tempat berbahaya yang dapat menimbulkan bahaya
jatuh/terperosok pada lobang - lobang dan pinggiran dari lantai struktur.
Beberapa alat proteksi yang harus
digunakan :
a. Tiang railing
Digunakan untuk memproteksi area-
area void dan lubang akibat gali
b. Blue net/Jaring kawat
Berfungsi untuk mencegah adanya
benda jatuh ke bagian bawah yang
berbahaya bagi orang yang berada di
bawahnya dengan memperhatikan
kondisi-kondisi disekitar yang dekat
dengan struktur proyek ( perumahan,
industri, perkantoran dsb )

PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 13 dari 26


PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

c. Temporary lighting
Digunakan untuk sarana penerangan lokasi kerja khususnya pada
malam hari

Semua pekerja dilarang keras untuk merusak semua alat proteksi yang
telah terpasang, membongkar atau memindahkannya tanpa perintah dari
Pelaksana Keselamatan. Bagi pekerja yang kedapatan melakukan
pencurian/perusakan/pemindahan alat proteksi akan dikenakan sanksi
administratif yang dibebankan kepada mandor yang bersangkutan atau
dikeluarkan dari lokasi kerja.

Pelaksana Keselamatan berkewajiban melakukan pemeriksaan atas alat


proteksi yang terpasang secara rutin dan memerintahkan kepada Pelaksana
Keselamatan jika terdapat area kerja yang belum/tidak terproteksi dan
berpotensi menimbulkan bahaya bagi pekerja/alat.

9. PEKERJAAN DI KETINGGIAN
9.1 Tujuan
Prosedur ini mencakup persyaratan yang dikaitkan dengan pekerjaan pada
ketinggian, termasuk struktur bangunan yang tinggi, perancah dan platform serta
bekerja di atap. Pekerjaan harus dipastikan berjalan dengan aman dan tidak
berbahaya bagi orang yang melakukan maupun orang lain yang ada di bawahnya
yang mungkin akan terkena bahaya dari benda yang jatuh.

PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 14 dari 26


PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

9.2 Petunjuk pelaksanaan


9.2.1 Izin Kerja
Setiap pekerjaan pada bangunan tinggi atau pada tempat tinggi lainnya
(contoh perancah, tempat berjalan di tempat tinggi, dll) harus dilengkapi
Izin Kerja, yang mana akan mempertimbangkan bahaya seperti pekerja
jatuh dan benda jatuh (bahan, alat kerja, dll) yang mana dapat
membahayakan orang yang ada di bawahnya.
9.2.2 Proteksi benda jatuh
Jaring pengaman dan rambu peringatan harus dipasang untuk menghindari
orang yang lalu lalang di bawah terkena benda jatuh.
9.2.3 Keamanan bekerja di ketinggian
Jika ada pekerja yang bekerja di ketinggian, maka kondisi instalasi tangga
dan platform harus bersih dan aman untuk dilalui, dan menggunakan safety
belt. Pekerjaan pada perancah hanya diijinkan pada perancah yang lengkap
dan diberi jaring pengaman, kecuali pada pekerjaan pemasangan atau
pembongkaran perancah.

Jika pekerjaan harus dilakukan dengan menggunakan dudukan tertentu (balok


misalnya), maka dudukan tersebut harus menggunakan bahan yang kokoh dan
terpasang dengan benar. Pada bagian bawah harus diberi jaring pengaman.
Perancah harus terpasang dengan kokoh, terikat dengan sempurna dan pada
posisi yang stabil/datar/keras. Semua pekerja yang memasang perancah harus
memiliki keahlian khusus.

10 PEKERJAAN PENGGALIAN

10.1 Tujuan
Merupakan persyaratan pekerjaan penggalian dan pembuatan parit, meliputi
pemilihan peralatan yang digunakan, pengangkutan peralatan penggalian ke lokasi
kerja, pekerjaan penggalian, penerangan, pembuangan sisa galian/timbunan,
proteksi lubang galian, pengisian kembali serta pembersihan lokasi kerja dan jalan
sekitar.

10.2 Petunjuk pelaksanaan


10.2.1 Ijin kerja

PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 15 dari 26


PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

Izin kerja harus dikeluarkan terlebih dahulu sebelum melakukan pekerjaan


penggalian dan pembuatan parit, setelah ditelaah semua bahaya yang
mungkin dapat terjadi dan langkah pencegahan yang diperlukan, meliputi :

PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 16 dari 26


PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

a. Pihak yang akan melaksanakan penggalian diwajibkan untuk


menyerahkan metode kerja sebagai dasar persetujuan ijin kerja, yang
akan diklarifikasi dengan tim engineering. Metode kerja tersebut
termasuk di dalamnya penjelasan dimana tanah akan dibuang, remove
kendaraan, dan pembersihan kendaraan sebelum keluar area proyek.
- Mencari keterangan dokumentasi terbaru dan gambar yang relevan
atas lokasi yang akan digali, apakah terdapat kabel-kabel yang
tertanam, pipa gas atau fasilitas underground lainnya. Hubungi
pihak terkait bila memerlukan informasi lebih lanjut.
- Mengisolasikan sarana yang ditanam yang dapat rusak (seperti
listrik, saluran air/gas dll.).
- Melindungi sarana yang tertanam jika isolasi tidak mudah dilakukan
(contoh pipa utama untuk air dan gas serta kabel induk dari listrik
yang ditanam).
- Pertimbangan kemungkinan dampak struktural pada bangunan atau
struktur yang berada di sekitar proyek.
- Harus memiliki penerangan yang cukup
Project Manajer/Site Manager dapat menghentikan pekerjaan
penggalian pada setiap saat jika mereka pertimbangkan hal tersebut
tidak aman.

10.2.2 Pemilihan dan pengangkutan alat penggalian


Alat penggalian yang akan digunakan dipilih dengan mempertimbangkan
pekerjaan yang akan dilakukan dan mobilisasi/demobilisasi ke dan dari
lokasi lapangan kerja (khususnya bila pekerjaan yang akan dilakukan dalam
area publik), serta alat pengangkut/trailer yang membawa alat tersebut ke
lapangan.

10.2.3 Tindakan pencegahan terhadap lingkungan


Pekerjaan penggalian yang berdekatan dengan sumber air alami (misal
danau, sungai, saluran) harus berhati-hati sehingga air terhindar dari
polusi (misal tumpukan yang mengganggu dijauhkan dari air, mencegah
akumulasi sampah yang jatuh pada kemiringan, dan berkurangnya sumber
air sumur masyarakat akibat penggalian dll.).

10.2.4 Pelaksanaan pekerjaan penggalian


a. Alat berat yang akan digunakan harus disertai dengan surat ijin yang
berlaku dan spesifikasi yang jelas
b. Semua personil wajib menggunakan helm dan alat pelindung diri lain
yang diperlukan selama bekerja

PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 17 dari 26


PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

c. Perhatikan untuk obyek yang melayang seperti batu, kerikil, tanah


dll. yang dapat membahayakan karyawan atau publik di sekitar.
d. Semua saluran/lubang yang telah digali/terbuka harus diberi proteksi
dan penerangan yang cukup untuk mencegah ada pekerja yang jatuh,
demikian halnya untuk mencegah longsoran
e. Bilamana kabel listrik diletakkan dalam parit, kabel harus dilindungi
(pipa penyalur, slab dll) dan diberi tanda.
f. Perhatikan dengan seksama apakah di sekitar lokasi penggalian
terdapat sumber listrik tegangan tinggi, cari informasi mengenai sumber
listrik tersebut, jalur yang dilalui, dan pihak terkait jika terjadi
kecelakaan.

10.2.5 Penyelesaian Pekerjaan


Pada penyelesaian pekerjaan, lokasi harus dibersihkan dari semua batu,
tanah, puing dan lainnya dan dikembalikan ke kondisi aslinya sejauh dapat
dilakukan.

11 PENANGANAN SAMPAH PROYEK

11.1 Tujuan
Mengatur semua teknis yang berhubungan dengan penanganan sampah di sekitar
lokasi proyek, baik yang diakibatkan oleh sisa pekerjaan internal PT. Multikon,
maupun yang ditimbulkan akibat pekerjaan sub kontraktor/kontraktor yang bekerja
di lingkungan proyek PT. Multikon. Mencakup semua kebutuhan yang digunakan

PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 18 dari 26


PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

untuk menjamin bahwa semua area dan lapangan dipelihara dalam keadaan
bersih, rapi, teratur, menarik dan aman setiap saat.

PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 19 dari 26


PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

11.2 Petunjuk pelaksanaan


11.2.1 Sampah hasil kerja mandor PT. Multikon, maka mandor yang
bersangkutan berkewajiban untuk :
a. menjaga kebersihan di area kerjanya masing-masing, dengan
membuang sampah potongan kayu, plastik, daun, kertas, dan
bungkus makanan ke tempat sampah yang telah disediakan
b. membersihkan sampah bekas bobokan bangunan lama dan sisa
cor-coran/sisa aktivitas pengecoran yang berceceran dari site ke
lokasi penampungan yang ditentukan petugas
c. mengumpulkan dan memisahkan material pembongkaran
bekisting yang masih terpakai atau tidak dan meletakkan material
sisa di lokasi yang telah ditentukan
d. membersihkan sampah bendrat, serbuk gergaji, potongan
kayu/tripleks, bekas paku dll pada area yang akan di cor
e. membereskan scaffolding dan perlengkapannya yang masih
atau tidak terpakai dengan rapi
f. membereskan potongan kayu/tripleks/besi yang sudah tidak
terpakai dan meletakkannya pada tempat yang telah ditentukan
g. tidak membuat adukan semen untuk plesteran/spesi tanpa
menggunakan alas permukaan
h. membongkar scaffolding yang sudah tidak digunakan lagi
sebagai tangga pada waktu melaksanakan pekerjaan plesteran dll,
dan meletakkannya dengan rapi
i. merapikan semua kabel dan perlengkapan kerja/perkakas
setelah pekerjaan selesai
j. dilarang buang air kecil/besar bukan pada tempat yang telah
ditentukan

11.2.2 Sampah hasil kerja sub kontraktor/kontraktor di bawah PT. Multikon, maka
sub kontraktor berkewajiban untuk :
a. menjaga kebersihan di area kerjanya masing-masing, dengan
membuang sampah potongan kayu, plastik, daun, kertas, dan
bungkus makanan ke tempat sampah yang telah disediakan
b. membongkar scaffolding yang sudah tidak digunakan lagi
sebagai tangga pada waktu melaksanakan pekerjaan plesteran dll,
dan meletakkannya dengan rapi
c. mengumpulkan semua sampah sisa pekerjaan (potongan
keramik, potongan bata/celcon, potongan bahan ducting, potongan

PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 20 dari 26


PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

pipa, kabel, dll) ke dalam kantong plastik yang selanjutnya akan


dikeluarkan oleh tim kebersihan.
d. merapikan semua kabel dan perlengkapan kerja/perkakas
setelah pekerjaan selesai
e. dilarang buang air kecil/besar bukan pada tempat yang telah
ditentukan

11.2.3 Pekerja harian kebersihan berkewajiban untuk :


a. membersihkan sampah atau bekas tanah pada jalan temporary
atau jalan umum yang dilalui kendaraan proyek atau pada saluran-
saluran air di sekitar proyek
b. membuang isi tong sampah yang ada di site secara rutin ke TPA
proyek
c. membersihkan sampah daun, plastik, bungkus makanan, atau
potongan kayu/tripleks yang bertebaran di luar bangunan
d. mengeringkan air sisa air hujan/dan sebab lain di sekitar lokasi
kerja
e. membersihkan temporary toilet secara rutin
f. memeriksa kebersihan bedeng dan toilet karyawan, gudang,
kantor, dan lingkungan di sekitarnya
g. menentukan lokasi penumpukan sisa potongan kayu, besi, dan
sisa material lainnya baik yang masih terpakai atau tidak, agar
memudahkan mandor membuang sampah-sampah tersebut
h. membuang sampah atau sisa material yang sudah tidak
terpakai lagi keluar proyek, dimana sebelumnya berkewajiban
untuk mengecek kembali truk pembuangan sampah tersebut agar
tidak ada material lain yang terbawa dan dalam keadaan terisi
penuh

11.2.4 Keteraturan & kebersihan area kerja :


a. Semua bahan dan peralatan harus disimpan di tempat yang
rapi dan teratur, termasuk semua peti dan dus kosong. Bahan-
bahan yang mudah terbakar dan yang menyebabkan pencemaran
udara harus disimpan pada tempat aman
b. Gang, tempat pejalan kaki, dan jalan utama harus dijaga dan
bebas dari penghalang sehingga tidak mengakibatkan orang
tersandung
c. Semua area harus bersih dan teratur
d. Tersedia drum sampah di setiap area yang terdapat orang
bekerja, di depan site office, tempat makan, dan bedeng pekerja

PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 21 dari 26


PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

e. Tentukan semua area pabrikasi di site dengan tepat dan rapi


f. Tersedia temporary toilet di tempat yang tepat di setiap lantai
i. Akses ke tempat peralatan darurat (PPPK) harus mudah
tercapai
j. Tidak boleh ada pekerja yang tidur / membuat bedeng di dalam
area kerja

PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 22 dari 26


PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

11.2.5 Pembuangan sampah proyek


Sampah yang telah terkumpul di tempat Penampungan Akhir (TPA)
Proyek, harus dikeluarkan secara rutin sehingga tidak menumpuk dan
mengganggu lingkungan. Pelaksana Kebersihan berkewajiban untuk
memonitor proses pengeluaran sampah ini agar tidak ada barang-barang
penting selain sampah atau kayu yang ikut terbawa, dan truk sampah
dalam keadaan terisi penuh.

Truk sampah yang akan keluar wajib dibuatkan surat jalan, yang
ditandatangani oleh Pelaksana Kebersihan, costing, PM, dan satpam.
Periode pengeluaran sampah adalah pada hari dan jam kerja, Senin –
Sabtu pukul 08.00 – 18.00, di luar ketentuan tersebut harus mendapat
persetujuan PM. Semua pihak yang bertanggungjawab tidak
diperkenankan untuk membuat manipulasi atas ritase sampah yang
terjadi.

12 PENANGANAN KONDISI DARURAT


12.1 Tujuan
Mengatur semua teknis yang berhubungan dengan penanganan kondisi darurat,
pihak-pihak yang terkait, dan prosedur yang harus ditempuh. Keadaan darurat
adalah kejadian penting yang mengancam kehidupan, harta benda dan
lingkungan, meliputi kecelakaan, kebakaran, ledakan, bencana alam, kerusuhan
massa, kebocoran gas, dll.

12.2 Petunjuk pelaksanaan


12.2.1 Identifikasi keadaan darurat yang mungkin terjadi :
a. Ledakan, kebakaran, kerusuhan massa dan ancaman teroris, bencana
alam
b. Tumpahan minyak, kebocoran gas besar yang mudah
meledak/terbakar
c. Kecelakaan di tempat kerja
d. Kecelakaan lalu lintas
e. Pemogokan

12.2.2 Jenis bahaya


a. Bahaya akibat faktor cuaca

PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 23 dari 26


PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

− Jika terjadi angin kencang, untuk pekerja yang sedang berada


di ketinggian harus segera menghentikan pekerjaan dan
memindahkan semua peralatan kerja dan mengamankannya.
− Jika terjadi suhu panas yang berlebihan, segera keluar dari
ruangan tersebut, karena suhu tinggi dapat mengakibatkan luka.
b. Bahaya akibat kebakaran
- Jika terjadi kebakaran, segera ambil APAR, dan semprotkan
sesuai prosedur. Jika api tidak tertanggulangi maka segera lakukan
tindakan evakuasi sebelum api makin membesar.

c. Bahaya akibat sengatan listrik


- Sengatan listrik dapat mengakibatkan kematian, demikian halnya
dengan sistem pengisolasian yang buruk, metode pentanahan
yang tidak benar, ada pekerjaan penggalian, dan kerusakan pada
alat.
- Hanya orang yang berkompeten yang diijinkan untuk
menghidupkan dan memutuskan aliran listrik
- Semua pekerjaan listrik yang berhubungan dengan lokasi yang
ber-air, harus dilakukan dengan prosedur yang tepat

d. Bahaya akibat kebakaran


- Material/sampah yang berpotensi mudah terbakar harus
dipisahkan dari area kerja, dan dijauhkan dari sumber api
- Dilarang keras untuk merokok di semua area konstruksi, kecuali di
area yang ditetapkan

12.2.3 Prosedur pelaporan


a. Semua kejadian bahaya yang terjadi pada waktu selama jam kerja
(Senin-Sabtu, jam 08.00 – 18.00) dan setelah jam kerja (termasuk hari
libur dan waktu kerja di luar jamkerja normal) harus dilaporkan secara
tertulis dalam suatu log book
b. Kontak radio segera dengan menyatakan dengan jelas “telah terjadi
keadaan darurat, mohon tidak menggunakan jalur radio kecuali pesan
penting”.
c. Segera hubungi petugas PPPK, pemadam kebakaran, kepolisian
d. Siapkan lokasi evakuasi dengan perlengkapan PPPK yang diperlukan,
dan akses masuk untuk lalu lintas kendaraan darurat.
e. Berikan pertolongan pertama jika terjadi korban sebelum petugas
datang

PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 24 dari 26


PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 25 dari 26


PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

13 PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN (PPPK)

13.1 Tujuan
Prosedur ini mencakup semua persyaratan berhubungan dengan penanganan
korban kecelakaan kerja dalam kondisi darurat (first aid).

13.2 Petunjuk pelaksanaan


13.2.1 Penyebab kecelakaan ditempat kerja
Penyebab kecelakaan ada yang langsung (kondisi tidak standard/ unsafe
condition) dan tindakan tidak standard (unsafe act) dan penyebab dasar
(faktor manusia / pekerja dan faktor pekerjaan)

13.2.2 Kriteria kecelakaan di tempat kerja


a. Orang terjatuh
- Orang yang terjatuh dari ketinggian yang berbeda ke level yang
lebih rendah.
- Orang yang jatuh pada ketinggian yang sama (slip, trip)
b. Tertimpa / terkena benda jatuh
- Keruntuhan atau kejatuhan (tanah, batu, salju)
- Runtuh (gedung, dinding, penyangga, tangga)
- Tertimpa benda jatuh saat penanganan
- Terkena benda jatuh yang tidak terklasifikasi
c. Tersandung, terbentur benda–benda selain benda jatuh
- Tersandung sesuatu
- Terbentur benda–benda berupa perabotan
- Tertabrak benda–benda yang bergerak
- Tertabrak benda–benda yang selain benda–benda jatuh.
d. Terjebak / terjepit di dalam atau diantara suatu tempat/benda
- Terjebak di dalam suatu tempat
- Terjepit diantara perabot dan benda bergerak
- Terjepit diantara benda yang bergerak (kecuali benda jatuh /
terbang)
e Jenis kecelakaan lain yang belum diklasifikasi.
− Tindakan pertolongan pertama ( Instruksi Kerja PPPK )
h. Flow Chart penanganan korban

Jakarta, 1 Februari 2007

PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 26 dari 26