Anda di halaman 1dari 22

PEDOMAN KERJA SHE

Proyek CITY TOWER

Safety, Health & Environment


RENCANA KESELAMATAN, KESEHATAN & LINGKUNGAN KERJA
(RKKLK)

PROYEK CITY TOWER

1. TUJUAN

Tujuan penyusunan “Rencana Keselamatan, Kesehatan dan Lingkungan Kerja Proyek City Tower”
adalah sebagai acuan pedoman penerapan sistem Keselamatan, Kesehatan dan Lingkungan Kerja
(K3) di proyek City Tower untuk memenuhi persyaratan peraturan Keselamatan, Kesehatan dan
Lingkungan Kerja di bidang Jasa Konstruksi.

Safety, Health & Environment (SHE) atau dikenal juga dengan K3 (Keselamatan, Kesehatan &
Lingkungan Kerja), adalah suatu program yang berupaya untuk meminimalisasi kecelakaan kerja
yang berakibat antara lain pada :
a. Property Damage
b. Traffic Damage
c. Fatality (meninggal dunia)
d. Disfungsi anggota tubuh

Keseluruhan pelaku pelaksanaan proyek (meliputi : Manager, Supervisor, Staff dan Sub-kontraktor)
bertanggung jawab terciptanya kondisi bekerja dengan aman di setiap waktu dan di semua area
pelaksanaan proyek. Untuk itu setiap proyek harus mempunyai :
a. RKKLK
b. Prosedur Tanggap darurat
c. Prosedur Keselamatan dan Kesehatan

Dalam perencanaannya mempertimbangkan pada tindakan preventif (pencegahan) dan


penanggulangan (tindakan pemecahan permasalahan) terhadap kejadian kecelakaan (accident),
yang didasarkan pada analisa sebagai berikut :

a. Unsafe Condition, adalah keadaan/ lokasi yang membahayakan, untuk hal ini dilakukan
peningkatan tindakan yang lebih menitikberatkan pada penerapan “Safety-Equipment”
(antara lain: Sign-board, Safety-tape, Safety-net, dll) serta perlengkapan body-protection
(helm, Goggles) dll. Termasuk peralatan-peralatan yang akan membahayakan keselamatan
orang maupun lingkungan antara lain peningkatan pemeriksaan pada Flash-back Arrestor
pada pekerjaan pengelasan, Tower-Crane, termasuk didalamnya peningkatan kebersihan
dan peningkatan pelaksanaan pekerjaan konstruksi yang lebih aman.

b. Unsafe Act, adalah sikap atau perilaku personil proyek yang akan membahayakan baik
bagi dirinya sendiri maupun orang lain serta lingkungan sekitarnya. Untuk hal ini dilakukan
peningkatan frekuensi safety-meeting maupun safety-talk, serta diadakan pengawasan
perilaku personil yang tidak disiplin terhadap safety-regulation termasuk di dalamnya
peningkatan kebersihan.

PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 1 dari 22


PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

Accurate records (pencatatan), reports (laporan kejadian) dan statistics (angka statistik) kesehatan
dan keselamatan menjadi hal terpenting bagi pihak manajemen dalam me- review dan mengambil
tindakan. Pada umumnya kecelakaan yang sering terjadi adalah jatuh dari lantai atas, maka
tindakan preventif perlu diutamakan dengan railing-railing pengaman dan rambu peringatan.

Kesehatan area kerja adalah hal penting dalam pelaksanaan proyek, diantaranya tersedia toilet
yang bersih dan sehat, penyemprotan nyamuk secara berkala, pembersihan saluran drainase
(genangan air) dan lain-lain.

2. STRUKTUR ORGANISASI K3 DI PROYEK

Manajer Proyek

Quality Assurance
Kasir Proyek
Project

Sekretaris Proyek

Quality SHE
Controller Inspector Time Controller
Proyek

Kabag Kabag Pengawas


Koordinator Kabag Kontrol Kabag Logistik
Pelaksanaan Pelaksanaan Subkon Kabag Teknik KAPU
Subkon M/E Biaya Proyek
Struktur Arsitektur SIPIL

Pelaksana Pelaksana Quantity Metode Kerja Adm Gudang


Pengawas M/E Adm Personalia DanRu Satpam
Struktur Arsitektur Surveyor Proyek & Laporan Barang & Alat

Operator Drawing Pembelian Satpam


Pelaksana Safety Sopir
Komputer Proyek Controller Proyek Proyek

Project CAD
Pelaksana Health Subkontraktor & Drafter Ka Gudang
& Environment Evaluasi Upah

BB Scheduler Staff Gudang


Surveyor Sertifikasi Progres &
Pek. Tambah/Kurang
Ka Peralatan
Proyek
Asisten
Surveyor

Untuk bidang Keamaan (security) dibutuhkan pengoperasian penjagaan sepanjang waktu didalam
site proyek, sehingga tidak terjadi barang hilang ataupun hal-hal lain yang tidak diinginkan.

Dan program yang tidak terpisahkan antara Safety dan Security adalah sebagai berikut :
a. Melengkapi Kartu Identitas kepada semua personel yang masuk kedalam site proyek, dan
harus dikenakan selama berada didalam site proyek.
b. Mencatat jam masuk dan keluar semua personel, misalnya dengan Absent card (Amano)
c. Menerapkan keamanan site (site security) dengan berjaga dan ber-patroli selama 24 jam
setiap hari.
d. Dibuatnya pembatas yang jelas, misalnya pagar proyek ( fencing), proteksi area yang
dianggap membahayakan , dan lain-lain.
e. Dibuatnya bak cuci roda kendaraan untuk mencegah kotornya lingkungan diluar proyek
(pada public area)
f. Meminimalkan kebisingan yang datang dari pelaksanaan proyek, misalnya posisi Generator
(Genset) yang jauh dari pemukiman, dan lain-lain.
g. Kebersihan lingkungan proyek, dengan membersihan sampah-sampah dan membuang
(keluar site) setiap harinya.

PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 2 dari 22


PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

h. Peralatan Safety harus dikenakan baik itu Helmet, Sepatu ataupun untuk bekerja dengan
ketinggian lebih dari 3 meter menggunakan Sabuk Keselamatan, sarung tangan untuk
pekerja tertentu dan kaca mata las untuk pekerjaan las.
 Tersedianya sarana P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan).
 Safety Talk seminggu sekali (minimum).
 Area bekerja harus dapat dipastikan aman sebelum pekerjaan dimulai.
 Penyediaan tempat-tempat toilet dan tempat-tempat sampah pada area tertentu, dan
pengarahan yang terus menerus kepada tenaga kerja tentang hal kebersihan dan
kesehatan.
 Larangan dan denda untuk tenaga kerja yang membuang air besar ataupun air kecil
disembarangan tempat.
 Pemasangan rambu-rambu peringatan dan rambu petunjuk akan tempat-tempat yang
membahayakan.
 Tanda-tanda akan tempat-tempat rawan terhadap api dan pengawasannya.

Feed-Back Solution Accident, adalah suatu upaya untuk meningkatkan serta memperbaiki dan
mengurangi kecelakaan kerja yang terjadi dengan mempelajari sebab-akibat kecelakaan yang
telah terjadi dan memberikan suatu solusi, hal mana solusi tersebut sesegera mungkin
disosialisaikan kepada segenap aktivis proyek.

“Zero-Accident” Certificate, adalah suatu bentuk penghargaan yang diberikan kepada Team-Proyek
yang secara simbolik diberikan kepada Project Manager, hal mana telah menyelesaikan proyek
dengan berdasarkan kriteria-kriteria K-3, sehingga berhak mendapatkan penghargaan tersebut.

Nama Proyek : MALL LINGKAR SELATAN (MOLLIS) – BANDUNG


Nama Pemilik : PT. Anugerah Lingkar Selatan
Konsultan Struktur : PT. Wiratman Associate
Periode : 6 Maret 2002 sampai dengan 15 Pebruari 2003
Jumlah Manhhours : 2.500.000 manhours

PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 3 dari 22


PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

Nama Proyek : Gedung Kantor Rekayasa Industri-2


Nama Pemilik : PT. Rekayasa Industri
Periode : 12 -12- 2003 s.d. 20 – 9 - 2004
Jumlah “Manhours” : 611.384 manhours

Nama Proyek : WISMA SALEMBA


Nama Pemilik : PT. Duta Palma
Periode : 15 Desember 2003 sampai dengan 15 Juni 2004
Jumlah “Manhhours” : 54.000 manhours

PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 4 dari 22


PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

3. AKTIVITAS PEMBINAAN DAN PELAKSANAAN K3 DI PROYEK

1. SAFETY INDUCTION

1.1 Tujuan
Safety Induction dilaksanakan untuk memberikan pengertian dan pemahaman kepada para
pekerja dan staf proyek tentang pentingnya memperhatikan masalah keselamatan dan
kesehatan lingkungan serta kewajiban memakai APD di tempat kerja masing-masing, untuk
menghindari terjadinya kecelakaan/bahaya yang dapat merugikan diri pekerja itu sendiri
maupun lingkungan di sekitarnya.

1.2 Petunjuk pelaksanaan


a. Yang melaksanakan : SHE Officer/ SHE Inspector dan Pelaksana Keselamatan
b. Peserta : staf PT. Multikon, pekerja mandor PT. Multikon, pekerja sub
kontraktor
c. Materi : pengertian umum/ dasar mengenai keselamatan dan
kesehatan kerja di lingkungan kerja proyek
d. Waktu pelaksanaan : Setiap ada pekerja baru yang mulai masuk kerja di proyek

e. Lain-lain : Pekerja/staf yang telah mendapat induction akan di data


dan diberikan tanda berupa stiker yang ditempelkan pada
helm sebagai identitas

PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 5 dari 22


PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

2. SAFETY TALK
2.1 Tujuan
Safety talk dilaksanakan untuk memberikan pengertian dan pemahaman kepada para pekerja
dan staf proyek tentang masalah keselamatan dan kesehatan di lingkungan kerja masing-
masing. Safety talk harus dilaksanakan secara rutin minimal 1x dalam seminggu sebelum
melakukan pekerjaan di hadapan seluruh pekerja dan staf di area proyek. Masalah yang
disampaikan berkaitan dengan keselamatan dalam melakukan suatu pekerjaan tertentu,
maupun masalah keselamatan dan kesehatan kerja lainnya serta masalah kebersihan.

2.2 Petunjuk pelaksanaan


Yang melaksanakan : SHE Officer, SHE Inspector dan Pelaksana Keselamatan
Peserta : staf dan pekerja mandor PT. Multikon, pekerja sub-
kontraktor
Materi : - pemakaian Alat Pelindung Diri
- aspek keselamatan dalam bekerja
- pencegahan & penanggulangan kebakaran
- kebersihan & kesehatan
Waktu pelaksanaan : Seminggu sekali, ditetapkan oleh pimpinan proyek

3. S A F E T Y P A T R O L L.

3.1 Tujuan.
Pelaksanaan Safety Patroll dilakukan bersama dengan para Pelaksana / Mandor yang diatur
secara bergilir oleh Safety Inspector yang bertujuan untuk dapat dilakukan pengontrolan
ditaatinya peraturan keselamatan dan pemakaian APD yang akan menjadi bahan bahasan
untuk safety meeting.

PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 6 dari 22


PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

3.2 Petunjuk Pelaksanaan


a. Yang dilaksanakan : SHE Inspector, Staf/Pelaksana, Mandor dan Sub-Kontraktor
b. Yang diperiksa : Pemakaian APD dan kondisi - kondisi yang tidak aman serta
rambu - rambu keselamatan
c. Materi : Memberi pengertian tentang peraturan - peraturan
keselamatan dan tindakan terhadap pelanggaran pemakaian
Alat Pelindung Diri
d. Waktu pelaksanaan : Sesuai jadwal yang dibuat oleh SHE Inspector.

4. SAFETY MEETING

4.1 Tujuan
Dilaksanakan bersama dengan seluruh staf proyek dan perwakilan mandor dan sub kontraktor
untuk membahas masalah-masalah penerapan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja
yang ada di proyek, kendala yang dihadapi, solusi yang diambil, dan informasi-informasi lain
yang dapat mendukung program KKLK di proyek. Rapat ini dapat digabungkan dengan rapat
koordinasi mingguan proyek yang rutin dilaksanakan. Notulen dari rapat tersebut harus dibuat
dan dibagikan kepada seluruh peserta rapat.

4.2 Petunjuk pelaksanaan


a. Yang melaksanakan : SHE Inspector, Pelaksana Keselamatan
b. Peserta : PM, staf PT. Multikon, wakil mandor & wakil subkontraktor
c. Materi : - pemakaian Alat Pelindung Diri
- aspek keselamatan dalam bekerja
- pencegahan & penanggulangan kebakaran
- kebersihan & kesehatan
d. Waktu pelaksanaan : ditentukan dalam rapat koordinasi proyek

PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 7 dari 22


PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

5. GERAKAN KEBERSIHAN

5.1 Tujuan
Menanamkan rasa bertanggungjawab kepada seluruh pekerja dan staf proyek serta semua
Sub Cont akan masalah kebersihan dan kesehatan lingkungan kerja, memupuk rasa gotong
royong dan kerjasama.

5.2 Petunjuk pelaksanaan


a. Yang melaksanakan : SHE Inspector, Pelaksana Keselamatan
b. Peserta : Staf PT. Multikon, semua pekerja mandor & sub kontraktor
yang dijadualkan bergiliran.
c. Materi : - membersihkan seluruh area kerja
- mengumpulkan potongan kayu
- merapikan alat konstruksi
- membersihkan bedeng
- dan lain - lain
d. Waktu pelaksanaan : Seminggu sekali sesudah Safety Talk

6. PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI

6.1 Tujuan
Menjelaskan tentang tata tertib penggunaan alat pelindung diri (APD) di proyek, dan cara
pengadaan/ distribusinya serta tanggung jawabnya terhadap APD tersebut.

PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 8 dari 22


PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

6.2 Petunjuk pelaksanaan


6.2.1 Alat keselamatan yang wajib dipakai :
a. Helm
Wajib digunakan selama berada di area proyek, untuk melindungi kepala dari
benda jatuh atau benturan
b. Sepatu
Wajib dipakai selama berada di area proyek terutama pada pekerjaan yang
beresiko terhadap keselamatan kaki, contoh pekerjaan pengecoran, pekerjaan
perakitan besi.
c. Pelindung mata & muka
Wajib dipakai pada pekerjaan yang menimbulkan percikan api/ partikel kimia, atau
benda - benda lainnya yang berbahaya terhadap mata/ muka,
d. Masker
Wajib digunakan pada pekerjaan yang banyak terdapat debu/ asap yang
membahayakan paru-paru/pernapasan.
e. Sabuk keselamatan
Wajib digunakan oleh pekerja yang bekerja pada ketinggian >4m, pada perancah,
pada saat perakitan besi kolom, dan pada tempat lain yang berpotensi terjatuh.
Sabuk keselamatan harus terpasang dengan benar pada fungsinya.

6.2.3 Pengadaan & distribusi


a. Untuk staf PT. Multikon akan disediakan oleh PT. Multikon.
b. Untuk pekerja mandor helm, safety belt dan sepatu karet akan disediakan oleh PT.
Multikon, dan mandor yang bersangkutan akan dikenakan deposit sebagai jaminan
atas helm, safety belt dan sepatu karet yang dipakai. Pada saat pekerjaan mandor
tersebut selesai, maka helm dan safety belt harus dikembalikan dalam keadaan
baik/ layak pakai, dan uang deposit akan dikembalikan setelah dipotong oleh helm
dan safety belt yang rusak dan hilang. Besarnya deposit ditentukan dengan Surat
keputusan Direksi.
c. Untuk pekerja sub kontraktor, disediakan oleh sub kontraktor yang bersangkutan.
Semua alat pelindung diri yang telah menjadi ketentuan RKKLK PT. Multikon wajib
digunakan dan dipatuhi oleh sub kontraktor yang bersangkutan, dengan warna
yang akan ditentukan kemudian untuk memudahkan pengenalan identifikasi.

6.2.4 Penggunaan dan sanksi


Semua alat pelindung diri harus digunakan selama bekerja maupun selama berada dan
bekerja di area proyek, sesuai dengan peruntukkannya. Jika dijumpai terdapat
pelanggaran, Pelaksana Keselamatan berkewenangan untuk memberikan teguran
langsung, peringatan tertulis, maupun sanksi dikeluarkan dari area proyek.
PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 9 dari 22
PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

7. RAMBU-RAMBU KKLK

BAHAYA BAHAYA
DILARANG LISTRIK
TEGANGAN
MEROKOK TINGGI

7.1 Tujuan
Prosedur ini adalah mencakup penggunaan rambu-rambu untuk area-area yang
diidentifikasikan terdapat potensi bahaya-bahaya dengan menggunakan rambu–rambu,
penandaan, warna dan lain–lainnya.

7.2 Petunjuk pelaksanaan


Kategori rambu dan warna dasar :
a. BAHAYA
Warna dasar adalah putih dan merah.
Pada tingkat ini menunjukkan bahwa area tersebut sangat berbahaya dan berpotensi
besar untuk timbul kecelakaan, sehingga semua pekerja harus menghindari area
tersebut dan atau mengikuti instruksi yang disampaikan.

b. AWAS
Warna dasar adalah coklat susu dan hitam. Pada tingkat ini menunjukkan bahwa area
tersebut berbahaya dan jika tidak menghindahkan larangan/ instruksi yang
disampaikan akan dapat mengakibatkan adanya kecelakaan/ bahaya.

c. HATI-HATI
Warna dasar adalah kuning dan hitam
Pada tingkat ini menunjukkan bahwa semua pekerja yang berada di area tersebut agar
berhati-hati terhadap suatu instruksi/kondisi tertentu agar terhindar dari
kecelakaan/bahaya.

PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 10 dari 22


PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

d. INFORMASI UMUM KKLK


Warna dasar adalah putih dan hijau
Rambu yang dipasang untuk memberikan informasi kepada semua pekerja/pihak yang
berada di area proyek mengenai masalah KKLK.

7.3 Pengadaan dan pemasangan


Pengadaan rambu-rambu dilakukan berdasarkan permintaan dari Pelaksana Keselamatan
sesuai dengan kebutuhan di lapangan dan ditujukan kepada Kepala Bagian Logistik Proyek.
Rambu yang telah tiba di site, harus dipasang pada tempat yang telah ditentukan oleh
Pelaksana Keselamatan dan tidak boleh dipindah ke tempat lain tanpa perintah atau seijin
Pelaksana Keselamatan.

Pelaksana Keselamatan berkewajiban untuk menjaga keutuhan rambu tersebut, dan segera
melaporkan kepada Manajer Proyek jika dijumpai ada rambu yang rusak, tidak terpasang pada
tempatnya, hilang, maupun sudah harus segera dipindah/ dilepas karena pemanfaatannya.
Rambu yang telah selesai/ tidak dipergunakan lagi harus segera dikembalikan ke gudang
workshop. Bagi pekerja yang kedapatan merusak/mencuri rambu tersebut, akan dikenakan
sanksi dikeluarkan (usir) dari lokasi kerja dan denda yang dibebankan kepada mandor yang
bersangkutan.

8. ALAT - ALAT PROTEKSI

8.1 Tujuan.
Mengamankan tempat - tempat berbahaya yang dapat menimbulkan bahaya jatuh/terperosok
pada lobang - lobang dan pinggiran dari lantai struktur.
Beberapa alat proteksi yang harus digunakan :
a. Tiang railing
Digunakan untuk memproteksi area-area
void dan lubang akibat gali
b. Blue net/Jaring kawat
Berfungsi untuk mencegah adanya benda
jatuh ke bagian bawah yang berbahaya
bagi orang yang berada di bawahnya
dengan memperhatikan kondisi-kondisi
disekitar yang dekat dengan struktur proyek
( perumahan, industri, perkantoran dsb )

PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 11 dari 22


PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

c. Temporary lighting
Digunakan untuk sarana penerangan lokasi kerja khususnya pada malam hari

Semua pekerja dilarang keras untuk merusak semua alat proteksi yang telah
terpasang, membongkar atau memindahkannya tanpa perintah dari Pelaksana
Keselamatan. Bagi pekerja yang kedapatan melakukan
pencurian/perusakan/pemindahan alat proteksi akan dikenakan sanksi administratif
yang dibebankan kepada mandor yang bersangkutan atau dikeluarkan dari lokasi
kerja.

Pelaksana Keselamatan berkewajiban melakukan pemeriksaan atas alat proteksi yang


terpasang secara rutin dan memerintahkan kepada Pelaksana Keselamatan jika
terdapat area kerja yang belum/tidak terproteksi dan berpotensi menimbulkan bahaya
bagi pekerja/alat.

9. PEKERJAAN DI KETINGGIAN
9.1 Tujuan
Prosedur ini mencakup persyaratan yang dikaitkan dengan pekerjaan pada ketinggian,
termasuk struktur bangunan yang tinggi, perancah dan platform serta bekerja di atap.
Pekerjaan harus dipastikan berjalan dengan aman dan tidak berbahaya bagi orang yang
melakukan maupun orang lain yang ada di bawahnya yang mungkin akan terkena bahaya dari
benda yang jatuh.

PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 12 dari 22


PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

9.2 Petunjuk pelaksanaan


9.2.1 Izin Kerja
Setiap pekerjaan pada bangunan tinggi atau pada tempat tinggi lainnya (contoh
perancah, tempat berjalan di tempat tinggi, dll) harus dilengkapi Izin Kerja, yang
mana akan mempertimbangkan bahaya seperti pekerja jatuh dan benda jatuh (bahan,
alat kerja, dll) yang mana dapat membahayakan orang yang ada di bawahnya.
9.2.2 Proteksi benda jatuh
Jaring pengaman dan rambu peringatan harus dipasang untuk menghindari orang
yang lalu lalang di bawah terkena benda jatuh.
9.2.3 Keamanan bekerja di ketinggian
Jika ada pekerja yang bekerja di ketinggian, maka kondisi instalasi tangga dan
platform harus bersih dan aman untuk dilalui, dan menggunakan safety belt.
Pekerjaan pada perancah hanya diijinkan pada perancah yang lengkap dan diberi
jaring pengaman, kecuali pada pekerjaan pemasangan atau pembongkaran perancah.

Jika pekerjaan harus dilakukan dengan menggunakan dudukan tertentu (balok misalnya),
maka dudukan tersebut harus menggunakan bahan yang kokoh dan terpasang dengan benar.
Pada bagian bawah harus diberi jaring pengaman. Perancah harus terpasang dengan kokoh,
terikat dengan sempurna dan pada posisi yang stabil/datar/keras. Semua pekerja yang
memasang perancah harus memiliki keahlian khusus.

10 PEKERJAAN PENGGALIAN

10.1 Tujuan
Merupakan persyaratan pekerjaan penggalian dan pembuatan parit, meliputi pemilihan
peralatan yang digunakan, pengangkutan peralatan penggalian ke lokasi kerja, pekerjaan
penggalian, penerangan, pembuangan sisa galian/timbunan, proteksi lubang galian, pengisian
kembali serta pembersihan lokasi kerja dan jalan sekitar.

10.2 Petunjuk pelaksanaan


10.2.1 Ijin kerja

PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 13 dari 22


PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

Izin kerja harus dikeluarkan terlebih dahulu sebelum melakukan pekerjaan penggalian
dan pembuatan parit, setelah ditelaah semua bahaya yang mungkin dapat terjadi dan
langkah pencegahan yang diperlukan, meliputi :

PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 14 dari 22


PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

a. Pihak yang akan melaksanakan penggalian diwajibkan untuk menyerahkan metode


kerja sebagai dasar persetujuan ijin kerja, yang akan diklarifikasi dengan tim
engineering. Metode kerja tersebut termasuk di dalamnya penjelasan dimana
tanah akan dibuang, remove kendaraan, dan pembersihan kendaraan sebelum
keluar area proyek.
- Mencari keterangan dokumentasi terbaru dan gambar yang relevan atas lokasi
yang akan digali, apakah terdapat kabel-kabel yang tertanam, pipa gas atau
fasilitas underground lainnya. Hubungi pihak terkait bila memerlukan
informasi lebih lanjut.
- Mengisolasikan sarana yang ditanam yang dapat rusak (seperti listrik, saluran
air/gas dll.).
- Melindungi sarana yang tertanam jika isolasi tidak mudah dilakukan (contoh
pipa utama untuk air dan gas serta kabel induk dari listrik yang ditanam).
- Pertimbangan kemungkinan dampak struktural pada bangunan atau struktur
yang berada di sekitar proyek.
- Harus memiliki penerangan yang cukup
Project Manajer/Site Manager dapat menghentikan pekerjaan penggalian pada
setiap saat jika mereka pertimbangkan hal tersebut tidak aman.

10.2.2 Pemilihan dan pengangkutan alat penggalian


Alat penggalian yang akan digunakan dipilih dengan mempertimbangkan pekerjaan
yang akan dilakukan dan mobilisasi/demobilisasi ke dan dari lokasi lapangan kerja
(khususnya bila pekerjaan yang akan dilakukan dalam area publik), serta alat
pengangkut/trailer yang membawa alat tersebut ke lapangan.

10.2.3 Tindakan pencegahan terhadap lingkungan


Pekerjaan penggalian yang berdekatan dengan sumber air alami (misal danau, sungai,
saluran) harus berhati-hati sehingga air terhindar dari polusi (misal tumpukan yang
mengganggu dijauhkan dari air, mencegah akumulasi sampah yang jatuh pada
kemiringan, dan berkurangnya sumber air sumur masyarakat akibat penggalian
dll.).

10.2.4 Pelaksanaan pekerjaan penggalian


a. Alat berat yang akan digunakan harus disertai dengan surat ijin yang berlaku dan
spesifikasi yang jelas
b. Semua personil wajib menggunakan helm dan alat pelindung diri lain yang
diperlukan selama bekerja
c. Perhatikan untuk obyek yang melayang seperti batu, kerikil, tanah dll. yang dapat
membahayakan karyawan atau publik di sekitar.
PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 15 dari 22
PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

d. Semua saluran/lubang yang telah digali/terbuka harus diberi proteksi dan


penerangan yang cukup untuk mencegah ada pekerja yang jatuh, demikian
halnya untuk mencegah longsoran
e. Bilamana kabel listrik diletakkan dalam parit, kabel harus dilindungi (pipa penyalur,
slab dll) dan diberi tanda.
f. Perhatikan dengan seksama apakah di sekitar lokasi penggalian terdapat sumber
listrik tegangan tinggi, cari informasi mengenai sumber listrik tersebut, jalur yang
dilalui, dan pihak terkait jika terjadi kecelakaan.

10.2.5 Penyelesaian Pekerjaan


Pada penyelesaian pekerjaan, lokasi harus dibersihkan dari semua batu, tanah, puing
dan lainnya dan dikembalikan ke kondisi aslinya sejauh dapat dilakukan.

11 PENANGANAN SAMPAH PROYEK

11.1 Tujuan
Mengatur semua teknis yang berhubungan dengan penanganan sampah di sekitar lokasi
proyek, baik yang diakibatkan oleh sisa pekerjaan internal PT. Multikon, maupun yang
ditimbulkan akibat pekerjaan sub kontraktor/kontraktor yang bekerja di lingkungan proyek PT.
Multikon. Mencakup semua kebutuhan yang digunakan untuk menjamin bahwa semua area
dan lapangan dipelihara dalam keadaan bersih, rapi, teratur, menarik dan aman setiap saat.

PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 16 dari 22


PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

11.2 Petunjuk pelaksanaan


11.2.1 Sampah hasil kerja mandor PT. Multikon, maka mandor yang bersangkutan
berkewajiban untuk :
a. menjaga kebersihan di area kerjanya masing-masing, dengan membuang
sampah potongan kayu, plastik, daun, kertas, dan bungkus makanan ke
tempat sampah yang telah disediakan
b. membersihkan sampah bekas bobokan bangunan lama dan sisa cor-
coran/sisa aktivitas pengecoran yang berceceran dari site ke lokasi
penampungan yang ditentukan petugas
c. mengumpulkan dan memisahkan material pembongkaran bekisting yang
masih terpakai atau tidak dan meletakkan material sisa di lokasi yang telah
ditentukan
d. membersihkan sampah bendrat, serbuk gergaji, potongan kayu/tripleks,
bekas paku dll pada area yang akan di cor
e. membereskan scaffolding dan perlengkapannya yang masih atau tidak
terpakai dengan rapi
f. membereskan potongan kayu/tripleks/besi yang sudah tidak terpakai dan
meletakkannya pada tempat yang telah ditentukan
g. tidak membuat adukan semen untuk plesteran/spesi tanpa menggunakan
alas permukaan
h. membongkar scaffolding yang sudah tidak digunakan lagi sebagai tangga
pada waktu melaksanakan pekerjaan plesteran dll, dan meletakkannya
dengan rapi
i. merapikan semua kabel dan perlengkapan kerja/perkakas setelah pekerjaan
selesai
j. dilarang buang air kecil/besar bukan pada tempat yang telah ditentukan

11.2.2 Sampah hasil kerja sub kontraktor/kontraktor di bawah PT. Multikon, maka sub
kontraktor berkewajiban untuk :
a. menjaga kebersihan di area kerjanya masing-masing, dengan membuang
sampah potongan kayu, plastik, daun, kertas, dan bungkus makanan ke
tempat sampah yang telah disediakan
b. membongkar scaffolding yang sudah tidak digunakan lagi sebagai tangga
pada waktu melaksanakan pekerjaan plesteran dll, dan meletakkannya
dengan rapi

PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 17 dari 22


PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

c. mengumpulkan semua sampah sisa pekerjaan (potongan keramik, potongan


bata/celcon, potongan bahan ducting, potongan pipa, kabel, dll) ke dalam
kantong plastik yang selanjutnya akan dikeluarkan oleh tim kebersihan.
d. merapikan semua kabel dan perlengkapan kerja/perkakas setelah pekerjaan
selesai
e. dilarang buang air kecil/besar bukan pada tempat yang telah ditentukan

11.2.3 Pekerja harian kebersihan berkewajiban untuk :


a. membersihkan sampah atau bekas tanah pada jalan temporary atau jalan
umum yang dilalui kendaraan proyek atau pada saluran-saluran air di sekitar
proyek
b. membuang isi tong sampah yang ada di site secara rutin ke TPA proyek
c. membersihkan sampah daun, plastik, bungkus makanan, atau potongan
kayu/tripleks yang bertebaran di luar bangunan
d. mengeringkan air sisa air hujan/dan sebab lain di sekitar lokasi kerja
e. membersihkan temporary toilet secara rutin
f. memeriksa kebersihan bedeng dan toilet karyawan, gudang, kantor, dan
lingkungan di sekitarnya
g. menentukan lokasi penumpukan sisa potongan kayu, besi, dan sisa material
lainnya baik yang masih terpakai atau tidak, agar memudahkan mandor
membuang sampah-sampah tersebut
h. membuang sampah atau sisa material yang sudah tidak terpakai lagi keluar
proyek, dimana sebelumnya berkewajiban untuk mengecek kembali truk
pembuangan sampah tersebut agar tidak ada material lain yang terbawa
dan dalam keadaan terisi penuh

11.2.4 Keteraturan & kebersihan area kerja :


a. Semua bahan dan peralatan harus disimpan di tempat yang rapi dan teratur,
termasuk semua peti dan dus kosong. Bahan-bahan yang mudah terbakar
dan yang menyebabkan pencemaran udara harus disimpan pada tempat
aman
b. Gang, tempat pejalan kaki, dan jalan utama harus dijaga dan bebas dari
penghalang sehingga tidak mengakibatkan orang tersandung
c. Semua area harus bersih dan teratur
d. Tersedia drum sampah di setiap area yang terdapat orang bekerja, di depan
site office, tempat makan, dan bedeng pekerja
e. Tentukan semua area pabrikasi di site dengan tepat dan rapi
f. Tersedia temporary toilet di tempat yang tepat di setiap lantai

PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 18 dari 22


PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

i. Akses ke tempat peralatan darurat (PPPK) harus mudah tercapai


j. Tidak boleh ada pekerja yang tidur / membuat bedeng di dalam area kerja

PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 19 dari 22


PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

11.2.5 Pembuangan sampah proyek


Sampah yang telah terkumpul di tempat Penampungan Akhir (TPA) Proyek, harus
dikeluarkan secara rutin sehingga tidak menumpuk dan mengganggu lingkungan.
Pelaksana Kebersihan berkewajiban untuk memonitor proses pengeluaran sampah
ini agar tidak ada barang-barang penting selain sampah atau kayu yang ikut
terbawa, dan truk sampah dalam keadaan terisi penuh.

Truk sampah yang akan keluar wajib dibuatkan surat jalan, yang ditandatangani
oleh Pelaksana Kebersihan, costing, PM, dan satpam. Periode pengeluaran sampah
adalah pada hari dan jam kerja, Senin – Sabtu pukul 08.00 – 18.00, di luar
ketentuan tersebut harus mendapat persetujuan PM. Semua pihak yang
bertanggungjawab tidak diperkenankan untuk membuat manipulasi atas ritase
sampah yang terjadi.

12 PENANGANAN KONDISI DARURAT


12.1 Tujuan
Mengatur semua teknis yang berhubungan dengan penanganan kondisi darurat, pihak-pihak
yang terkait, dan prosedur yang harus ditempuh. Keadaan darurat adalah kejadian penting
yang mengancam kehidupan, harta benda dan lingkungan, meliputi kecelakaan, kebakaran,
ledakan, bencana alam, kerusuhan massa, kebocoran gas, dll.

12.2 Petunjuk pelaksanaan


12.2.1 Identifikasi keadaan darurat yang mungkin terjadi :
a. Ledakan, kebakaran, kerusuhan massa dan ancaman teroris, bencana alam
b. Tumpahan minyak, kebocoran gas besar yang mudah meledak/terbakar
c. Kecelakaan di tempat kerja
d. Kecelakaan lalu lintas
e. Pemogokan

12.2.2 Jenis bahaya


a. Bahaya akibat faktor cuaca
 Jika terjadi angin kencang, untuk pekerja yang sedang berada di ketinggian
harus segera menghentikan pekerjaan dan memindahkan semua peralatan
kerja dan mengamankannya.
 Jika terjadi suhu panas yang berlebihan, segera keluar dari ruangan
tersebut, karena suhu tinggi dapat mengakibatkan luka.

PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 20 dari 22


PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

b. Bahaya akibat kebakaran


- Jika terjadi kebakaran, segera ambil APAR, dan semprotkan sesuai prosedur.
Jika api tidak tertanggulangi maka segera lakukan tindakan evakuasi
sebelum api makin membesar.

c. Bahaya akibat sengatan listrik


- Sengatan listrik dapat mengakibatkan kematian, demikian halnya dengan
sistem pengisolasian yang buruk, metode pentanahan yang tidak benar, ada
pekerjaan penggalian, dan kerusakan pada alat.
- Hanya orang yang berkompeten yang diijinkan untuk menghidupkan dan
memutuskan aliran listrik
- Semua pekerjaan listrik yang berhubungan dengan lokasi yang ber-air,
harus dilakukan dengan prosedur yang tepat

d. Bahaya akibat kebakaran


- Material/sampah yang berpotensi mudah terbakar harus dipisahkan dari
area kerja, dan dijauhkan dari sumber api
- Dilarang keras untuk merokok di semua area konstruksi, kecuali di area
yang ditetapkan

12.2.3 Prosedur pelaporan


a. Semua kejadian bahaya yang terjadi pada waktu selama jam kerja (Senin-Sabtu,
jam 08.00 – 18.00) dan setelah jam kerja (termasuk hari libur dan waktu kerja
di luar jamkerja normal) harus dilaporkan secara tertulis dalam suatu log book
b. Kontak radio segera dengan menyatakan dengan jelas “telah terjadi keadaan
darurat, mohon tidak menggunakan jalur radio kecuali pesan penting”.
c. Segera hubungi petugas PPPK, pemadam kebakaran, kepolisian
d. Siapkan lokasi evakuasi dengan perlengkapan PPPK yang diperlukan, dan akses
masuk untuk lalu lintas kendaraan darurat.
e. Berikan pertolongan pertama jika terjadi korban sebelum petugas datang

PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 21 dari 22


PEDOMAN KERJA SHE
Proyek CITY TOWER

13 PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN (PPPK)

13.1 Tujuan
Prosedur ini mencakup semua persyaratan berhubungan dengan penanganan korban
kecelakaan kerja dalam kondisi darurat (first aid).

13.2 Petunjuk pelaksanaan


13.2.1 Penyebab kecelakaan ditempat kerja
Penyebab kecelakaan ada yang langsung (kondisi tidak standard/ unsafe condition)
dan tindakan tidak standard (unsafe act) dan penyebab dasar (faktor manusia /
pekerja dan faktor pekerjaan)

13.2.2 Kriteria kecelakaan di tempat kerja


a. Orang terjatuh
- Orang yang terjatuh dari ketinggian yang berbeda ke level yang lebih
rendah.
- Orang yang jatuh pada ketinggian yang sama (slip, trip)
b. Tertimpa / terkena benda jatuh
- Keruntuhan atau kejatuhan (tanah, batu, salju)
- Runtuh (gedung, dinding, penyangga, tangga)
- Tertimpa benda jatuh saat penanganan
- Terkena benda jatuh yang tidak terklasifikasi
c. Tersandung, terbentur benda–benda selain benda jatuh
- Tersandung sesuatu
- Terbentur benda–benda berupa perabotan
- Tertabrak benda–benda yang bergerak
- Tertabrak benda–benda yang selain benda–benda jatuh.
d. Terjebak / terjepit di dalam atau diantara suatu tempat/benda
- Terjebak di dalam suatu tempat
- Terjepit diantara perabot dan benda bergerak
- Terjepit diantara benda yang bergerak (kecuali benda jatuh / terbang)
e Jenis kecelakaan lain yang belum diklasifikasi.
 Tindakan pertolongan pertama ( Instruksi Kerja PPPK )
h. Flow Chart penanganan korban

Jakarta, 1 Februari 2007

PT. MULTIBANGUN ADHITAMA KONSTRUKSI Halaman 22 dari 22