Anda di halaman 1dari 39

LAPORAN

KUNJUNGAN RUMAH
Seorang Wanita dengan
Diabetes Mellitus dan Stage 1 Hypertension
Purnamandala
030.08.195
KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
PERIODE 15 JANUARI 2014 22 MARET 2014
PUSKESMAS KECAMATAN TEBET
Identitas Pasien
Nama : Ny N
Umur : 62 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Status perkawinan : Menikah
Alamat :RT 009/RW 001 , Kelurahan Kuningan Barat, Kecamatan
Mampang Prapatan, Jakarta Selatan
Agama : Islam
Suku Bangsa : Betawi
Pendidikan : Madrasah
Pekerjaan : Pedagang warung
Pembiayaan Kesehatan : KJS
Identitas Kepala Keluarga
Nama : Tn. R
Umur : 70 tahun
Jenis Kelamin : Laki- laki
Status perkawinan : Menikah
Alamat : RT 009/RW 001 , Kelurahan Kuningan Barat, Kecamatan
Mampang Prapatan, Jakarta Selatan
Agama : Islam
Suku Bangsa : Betawi
Pendidikan : Tamat Sekolah Rakyat
Pekerjaan : Pengusaha susu sapi
Perilaku Kesehatan Keluarga
Bila ada anggota keluarga yang sakit, yang pertama dilakukan :
Membeli dan mengkonsumsi obat warung.
Jika tidak membaik setelah beberapa hari, anggota keluarga segera dibawa
berobat ke Puskesmas Kelurahan Pejaten Timur.

Keikut sertaan pada program Kesehatan di lingkungan rumah :
Posyandu balita: Tidak
Posyandu lansia: Tidak
Perkumpulan kesehatan lainnya : Tidak

Perilaku Kesehatan Keluarga(2)
Pemanfaatan waktu luang
Olah raga : Ya, berupa senam (2 kali seminggu)
Rekreasi : Tidak
Melakukan hobi : Tidak
Aktifitas Sosial di Ling. pemukiman : Ya
Arisan : Ya
Pertemuan RT : tidak
Organisasi : tidak
Lain, sebutkan : tidak

Profil Keluarga
No Nama Kedudukan
dalam
Keluarga
Sex Umur
(tahun)
Pendidikan Pekerjaan Keterangan Tempat
Tinggal
1. Tn. R Bapak L 70 Tamat SR Swasta Sehat Rumah
2. Ny. N Ibu P 62 Madrasah IRT Sakit Rumah
3. Ny. R Anak I P 40 Tamat SMEA Ibu Rumah
Tangga
Sehat Tidak bersama
orang tua
4. Tn.M Anak II L 37 STM Bekerja Sehat Tidak bersama
orang tua
5. Ny.N Anak III P 35 SMA Bekerja Sehat Tidak bersama
orang tua
6. Tn.F Anak IV L 33 STM Bekerja Sehat Tidak bersama
orang tua
7 Tn.I Anak V L 31 STM Bekerja Sehat Tidak bersama
orang tua
8 Tn.F Anak VI L 28 STM Bekerja Sehat Tidak bersama
orang tua
9 Nn.S Anak VII P 24 SMA Bekerja Sehat Tidak bersama
orang tua
Genogram Keluarga Kandung Pasien
2
3
4
5
7 9 13
8 10 11 12
6
1
Resume Penyakit dan Penatalaksanaan Yang
Sudah Dilakukan
Keluhan Utama
Nyeri kepala sejak 2 minggu yang lalu
Keluhan Tambahan
-
Riwayat Penyakit Sekarang
1 tahun yang lalu
DX = Hipertensi grade 1
TD=150/100mmHg
GDS=350mg/dl
Terapi (+)
Selama Ini
Konsumsi obat dan
kontrol tidak teratur
2 minggu yang lalu
Sering nyeri kepala dan
hilang dengan obat obat
warung
Riwayat Penyakit Dahulu
DM (-)
Hipertensi (+)
1 tahun yang lalu
Peny. Jantung
(-)
Peny. Ginjal
(-)
Asma
(-)
Alergi
(-)
Riwayat Kebiasaan
Pasien mengaku jarang mengkonsumsi sayur dan sering
memakai garam serta bumbu penyedap, namun masih suka
mengkonsumsi buah - buahan seperti apel, jeruk 3 kali
seminggu.
Pasien rutin mengikuti kegiatan senam di lingkungannya yaitu
1 kali seminggu.
Pasien tidak mengkonsumsi minum - minuman keras maupun
merokok
Riwayat Penyakit Keluarga
Dari kedua orang tua pasien, bapak dan ibu pasien
meninggal. Ayah pasien meninggal dikarenakan stroke dan
hipertensi.
Ibu pasien meninggal karena penyakit Jantung
Selain pasien, terdapat saudaranya yang juga memiliki
tekanan darah tinggi yaitu kakak pertama.

Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum : Tampak Sakit Ringan
Kesadaran : Compos Mentis
Tinggi Badan : 158 cm
Berat Badan : 50 kg
BMI : 20,02 kg/m
2

Keadaan Gizi : Normal
Tanda Vital : Tensi = 140/90 mmHg RR= 24x/menit
Nadi = 84x/menit Suhu = 36.6
o
C

Kepala : Normocephali
Mata : Konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-, pupil bulat isokor
Telinga : Normotia, serumen -/-, sekret -/-
Hidung : Bentuk normal, sekret -/-, septum deviasi -
Tenggorok : T
1-1,
hiperemis (-), faring hiperemis (-), detritus -/-, kripta -/-
Mulut : Bibir kering (-), sianosis (-)
Dada :
Cor I : Iktus kordis tak tampak
Pa : Iktus kordis teraba di SIC V 1cm medial dari LMCS
Pe : Konfigurasi jantung dalam batas normal
Au : BJ
I-II
normal, murmur (-), gallop (-)
Pulmo I : Simetris saat statis dan dinamis
Pa : Vocal fremitus simetris
Pe : Sonor pada kedua hemisfer paru
Au: Ka: Suara nafas vesikuler, rhonki (-), wheezing (-)
Ki: Suara nafas vesikuler, rhonki (-), wheezing (-)
Abdomen
I : Datar
Pa : Supel, hepar dan lien tak teraba, nyeri tekan (-)
Pe : Timpani
Au : Bising usus (+) normal

Ekstremitas
Superior Inferior
Oedema - / - - / -
Akral dingin - / - - / -

Hasil Laboratorium dan Pemeriksaan Penunjang
GDS = 318 mg/dl

Rencana Penatalaksanaan

Terapi edukasi :
Penjelasan mengenai keadaan penyakit yang diderita oleh
pasien meliputi etiologi, faktor risiko, menifestasi klinis, serta
komplikasi.
Memberi motivasi serta edukasi untuk senantiasa rutin
mengkonsumsi obat sesuai anjuran dokter dan bagaimana
akibatnya apabila pasien tidak teratur mengkonsumsi obat.
Memberi motivasi serta edukasi untuk senantiasi rutin
mengontrol tekanan darah ke puskesmas.
Melakukan perubahan pola makan (diet) menjadi diet rendah
garam.
Mengupayakan untuk senantiasa rutin melakukan aktivitas
fisik seperti senam yang telah dilakukan selama ini.


Hasil Penatalaksanaan Medis
Keluhan yang dirasakan oleh pasien sudah mulai berkurang setelah
pengubahan gaya hidup.
Kesulitan
dalam
membatasi
asupan
garam
Faktor
Penghambat
Identifikasi Fungsi Fungsi Keluarga
Fungsi Biologis
Dari hasil wawancara dengan penderita didapatkan informasi
bahwa penderita memiliki riwayat tekanan darah tinggi sejak
1 tahun yang lalu. Semenjak ditegakkannya diagnosis
tersebut, penderita jarang mengkonsumsi obat sesuai anjuran
dokter dan hanya akan kontrol apabila mengalami keluhan.
Fungsi Psikologis
Penderita tinggal di rumah bersama suami dan dua dari
ketujuh anaknya. Hubungan dengan anggota keluarga lainnya
dalam keadaan baik. Penderita termasuk orang yang mudah
bergaul di lingkungan sekitar rumahnya. Pada awalnya,
penyakit yang diderita tidak begitu berpengaruh terhadap
aktivitas sehari - hari, namun dengan seringnya sakit kepala
yang dikeluhkan pasien, pasien tidak berjualan.

Identifikasi Fungsi Fungsi Keluarga(2)
Fungsi Ekonomi
Penderita berdagang di depan rumah. Menurut penderita,
penghasilan tersebut cukup untuk memenuhi makan serta
kebutuhan rumah tangga lainnya.
Fungsi Pendidikan
Pendidikan penderita ialah Madrasah, begitu juga dengan
suaminya. Anak anak pasien sudah menikah dan bekerja.
Fungsi Religius
Penderita beragama Islam dan rutin menjalankan ibadahnya.
Kegiatan melakukan ibadah (sholat) di rumah ada, namun
tidak tersedia ruangan khusus di rumah untuk beribadah.

Identifikasi Fungsi Fungsi Keluarga(3)
Fungsi Sosial Budaya
Penderita tinggal di tempat pemukiman penduduk yang cukup padat.
Hubungan penderita dengan tetangga dalam keadaan baik. Penderita
jarang menghadiri acara-acara yang diadakan di sekitar rumahnya.
Penderita hanya turut serta dalam kegiatan berupa arisan ataupun
posyandu balita yang diadakan setiap bulan
Pola Konsumsi Makanan Penderita
Waktu Jam
Nama makanan atau
minuman
Bahan makanan
Jumlah
URT Gram
Makan Pagi 6.30 Gorengan Tahu, singkong, ubi 4-5 potong 500
Selingan 10.00 Snack Kue potong 1-2 potong 300
Makan Siang 13.00 Bahan makanan pokok Nasi 1 piring 200
Lauk pauk Ayam 1 potong 60
Sayur Buncis tumis 1/4 piring 100
Minuman Air putih 1 gelas
Selingan 17.00 Gorengan Tahu, tempe, risol 3-4 potong 400
Snack Kue potong 1 potong 150
Makan
Malam
- -
Selingan - -
Frekuensi makan setiap harinya 2x/hari dengan variasi makanan nasi, lauk
(tempe, tahu, ayam), sayur, gorengan, dan snack berupa kue potong. Menu
nasi, ayam, dan sayur ada;ah yang lebih sering ada di rumah penderita.
Identifikasi Faktor Faktor Yang Mempengaruhi
Kesehatan
Kebiasaan makan teratur 2x/hari, tidak
seimbang
Kepatuhan minum obat dinilai kurang
Hygiene (+)
Penanganan pertama saat sakit
Aktivitas fisik 2x/minggu
Faktor Perilaku
Saran kesehatan terdekat: Puskesmas
(1 km)
Faktor Non
Perilaku
Diagnosis Fungsi Keluarga
Fungsi Biologis
Penderita diketahui menderita penyakit kencing manis dan tekanan
darah tinggi sejak 3 tahun yang lalu.
Tidak rutin mengkonsumsi obat - obatan (obat penurun kadar gula
darah dan penurun tekanan darah).

Fungsi Psikologis
Hubungan penderita dengan keluarga dalam keadan baik.
Penderita termasuk orang yang mudah bergaul.

Fungsi Ekonomi dan Pemenuhan Kebutuhan
Kebutuhan sehari - hari didapat dari penghasilan suaminya yang
masih bekerja sebagai karyawan (cukup).

Diagnosis Fungsi Keluarga(2)
Fungsi Sosial
Dapat bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.

Faktor Perilaku
Tidak patuh mengkonsumsi obat.
Tidak mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang (gula dan
gorengan >>>)

Faktor Non Perilaku
Tidak ada masalah
Identifikasi Lingkungan Rumah
Gambaran Lingkungan Rumah
Rumah pasien terletak di pemukiman penduduk yang cukup padat dengan
ukuran ukuran 8 x 10 m
2
,
bentuk bangunan 1 lantai
. Secara umum gambaran rumah terdiri dari dua kamar tidur, satu dapur ,
satu kamar mandi + WC jongkok, satu ruang tamu. Lantai terbuat dari
keramik, dinding terbuat dari tembok, atap rumah dari genteng. Ventilasi
terdapat pada ruang tamu dan ruang keluarga yang masing - masing
berukuran 2 x 1 m.
Jendela ada 4 buah yang masing - masing terdapat pada ruang tamu 2
buah, ruang keluarga 1 buah, dan kamar tidur pasien 1 buah. Penerangan
didalam ruangan pada siang hari dan malam hari dinilai kurang baik.
Udara didalam ruangan terasa tidak lembap, sedangkan, di dalam kamar
pasien terasa agak pengap. Kebersihan dalam dan luar rumah cukup
bersih, tata letak barang - barang kurang rapi, listrik 450 watt, sumber air
dari PAM. Jamban berbentuk kloset jongkok. Jarak antara sumber air
Denah Rumah
1.Tempat cuci baju
2.WC
3.RM
4.Dapur
5.R.Keluarga
6.R.Tamu

1
4 3
6
5
Analisis Keadaan Rumah
Letak rumah di daerah : Perumahan biasa
Bentuk bangunan rumah : Tidak bertingkat
Kepemilikan rumah : Sendiri
Luas rumah : 9 x 8 m
2

Jumlah orang : 3 orang
Luas halaman rumah : Tidak ada
Lantai rumah dari : Keramik
Dinding rumah dari : Tembok
Atap rumah : Genteng
Pembagian ruangan rumah
Ruang tamu : Ada (2x3 m
2
)
Ruang makan : Ada
Ruang keluarga : Ada
Ruang tidur : Ada (2x3 m
2
; jumlah 1)


Analisis Keadaan Rumah(2)
Jendela rumah : Ada 4 buah (50cm x 100cm)
Perbandingan luas lantai dan jendela
Ruang tamu = 60% : 40%
Ruang keluarga = 80% : 20%
Ruang tidur = 80% : 20%
Penerangan didalam rumah dinilai baik untuk di ruang tamu, kurang baik di
kamar tidur.
Listrik di rumah : Ada 450 watt
Lubang ventilasi
Ruang tamu : ada; 2 buah (30 x 120cm
2
)
Ruang tidur : tidak ada
Ruang keluarga : ada, 1 buah (30 x 100 cm
2
)
Ruang dapur : tidak ada
Kelembaban dalam rumah dinilai tidak lembap. Kesan ventilasi di dalam
rumah dinilai kurang.



Analisis Keadaan Rumah(3)
Kebersihan dalam rumah : Cukup
Sumber air minum dari : Air pam di masak
Kamar mandi : Ada
Limbah rumah tangga di alirkan ke : Got (saluran limbah)
Tempat sampah diluar rumah : Tidak ada
Jalan di depan rumah lebarnya : 1,5 meter, terbuat dari tanah
Kesan kebersihan lingkungan pemukiman cukup baik


Diagram Realita Yang Ada Pada Keluarga
Genetik
Status
kesehatan Lingkungan
Yan Kes
Perilaku
Pelayanan kesehatan
berupa puskesmas yang
terjangkau (1 km)
Terdapat riwayat penyakit yang
sama pada keluarga
Lingkungan rumah cukup
bersih
Tidak patuh meminum obat
Gemar mengkonsumsi makanan
manis dan gorengan
Sering membeli obat warung bila
sakit
Tabel Permasalahan Pada Keluarga
No Resiko dan Masalah Kesehatan Rencana Pembinaan Indikator Keberhasilan Penilaian
1. Kurangnya kepatuhan
mengkonsumsi obat serta kontrol
di puskesmas.
Menjelaskan mengenai penyakit diabetes
mellitus dan hipertensi,
pengobatannya, serta risiko yang
terjadi apabila tidak rutin
mengkonsumsi obat.
1. Kadar gula darah terkontrol.
2. Tekanan darah terkontrol.
3. Jumlah obat selalu habis tepat pada
waktunya.
4. Pasien rutin kontrol ke puskesmas
(melalui rekam medis pasien).
2. Kurangnya kesadaran untuk
mengkonsumsi makanan dengan
gizi yang seimbang.
Memberikan penjelasan tentang
pentingnya mengkonsumsi gizi
seimbang sehingga dapat
meningkatkan daya tahan tubuh dan
diet rendah gula dan garam dapat
membantu menurunkan kadar gula
serta tekanan darah.
1. Kadar gula darah terkontrol.
2. Tekanan darah terkontrol.
3. Berat badan ideal dapat tercapai.
3. Konsumsi obat - obatan yang dijual
bebas.
Memberikan penjelasan mengenai bahaya
dan efek jangka panjang dalam
penggunaan obat - obatan yang dijual
bebas tanpa resep dokter.
Meningkatnya kunjungan keluarga ke
puskesmas (melalui rekam medis
puskesmas).
Pembinaan dan Hasil Kegiatan
Tanggal
kunjungan
Kegiatan yang Dilakukan Keluarga
yang Terlibat
Hasil Kegiatan Indikator evaluasi
kegiatan
4 April 2014 Bina rapor awal.
Identifikasi anggota keluarga dan
kondisi kesehatannya.
Melakukan anamnesis dan
pemeriksaan fisik pada
penderita.
Memberi penjelasan mengenai
penyakit, penyebab, faktor
risiko, dan komplikasinya.
Penderita dan
keluarga
Terbinanya suatu rapor awal
serta hubungan baik
dengan penderita maupun
keluarga.
Penderita memahami
penjelasan tentang
penyakitnya.
Penderita memahami
penjelasan
mengenai
penyakit,
penyebab, faktor
risiko, dan
komplikasinya.
11 April 2014 Evaluasi keluhan dan keadaan
umum penderita, serta
pemeriksaan fisik.
Memberikan penjelasan mengenai
obat - obatan yang dikonsumsi
dan lama pengobatan.
Penderita Diketahuinya kondisi terkini
penderita.
Penderita memahami bahwa
obatnya harus dikonsumsi
secara teratur.
Penderita
mengkonsumsi
obat setiap hari
secara teratur.
Tercapainya target
kadar gula darah
dan tekanan darah
penderita.
Pembinaan dan Hasil Kegiatan(2)
Tanggal
kunjungan
Kegiatan yang Dilakukan Keluarga
yang Terlibat
Hasil Kegiatan Indikator evaluasi
kegiatan
16 April 2014 Identifikasi pola makan penderita
sehari - hari.
Memberikan penjelasan mengenai
rencana pola makan yang akan
diterapkan oleh penderita (diet
rendah gula dan garam).
Penderita Diketahuinya pola makan
penderita sehari - hari.
Penderita memahami rencana
pola makan yang akan
dijalaninya.
Penderita dapat
menerapkan pola
makan yang telah
dianjurkan.
Tercapainya target
kadar gula darah
dan tekanan darah
penderita.
25 April 2014 Evaluasi keluhan dan keadaan
umum penderita serta
melakukan pemeriksaan fisik.
Memberikan penjelasan mengenai
peran aktivitas fisik yang
dilakukan secara rutin.
Penderita Diketahuinya kondisi terkini
penderita.
Penderita dapat memahami
pentingnya aktivitas fisik
(olah raga) yang dilakukan
secara rutin dan pengaruh
gaya hidup sehat terhadap
penyakit yang dideritanya.
Penderita dapat
menerapkan
aktivitas fisik (olah
raga) secara rutin.
Pembinaan dan Hasil Kegiatan(3)
Tanggal
kunjungan
Kegiatan yang Dilakukan Keluarga
yang Terlibat
Hasil Kegiatan Indikator evaluasi
kegiatan
2 Mei 2014 Evaluasi keluhan dan keadaan
umum penderita serta
melakukan pemeriksaan fisik.
Memberikan penjelasan mengenai
perilaku hidup bersih dan
sehat.
Penderita dan
keluarga
Diketahuinya kondisi terkini
penderita.
Penderita dan keluarga
memahami perilaku hidup
bersih dan sehat.
Penderita dan keluarga
dapat menerapkan
perilaku hidup
bersih dan sehat.
9 Mei 2014 Evaluasi keluhan dan keadaan
umum penderita serta
melakukan pemeriksaan fisik.
Memberikan penjelasan kepada
penderita untuk terus
mengkonsumsi obat - obatan
secara rutin dan mengontrol
kesehatannya ke puskesmas.
Penderita Diketahui kondisi terkini
penderita.
Penderita memahami
pentingnya konsumsi dan
kontrol secara rutin di
puskesmas.
Penderita kontrol ke
puskesmas secara
rutin dan
mengkonsumsi
obat secara teratur.
Kesimpulan Pembinaan Keluarga
1. Tingkat pemahaman : Pembinaan terhadap penderita
yang dilakukan cukup baik.
2. Faktor pendukung : Penderita dapat memahami penjelasan
yang diberikan. Sikap penderita yang kooperatif dan dapat
menerapkan penjelasan yang diberikan.
3. Faktor penyulit : Tidak ada.

Kesimpulan Pembinaan Keluarga(2)
4. Indikator keberhasilan: Penderita dapat memahami penyakit yang
dideritanya dan hal - hal yang bersangkutan seperti penyebab,
faktor risiko, pencegahan, penatalaksanaan, dan komplikasi yang
dapat terjadi. Penderita dapat menerapkan anjuran - anjuran
yang diberikan seperti pola makan rendah gula dan garam,
aktivitas fisik (olah raga) secara rutin, konsumsi obat - obatan
secara teratur, rutin mengontrol keadaan kesehatannya ke
puskesmas, dan dapat berperilaku hidup bersih dan sehat
sehinggadapat tercapainya target kadar gula darah dan tekanan
darah (secara khusus) serta hidup bersih dan sehat (secara
umum).
Lampiran