Anda di halaman 1dari 9

1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Pada umumnya orang menganggap bahwa tanah merupakan medium alam bagi tumbuhnya
vegetasi yang terdapat di permukaan bumi. Demikian pun dalam dunia pertanian, fungsi
tanah dilihat sebagai alat reproduksi pertanian. Karena itu setiap kegiatan usaha pertanian
sangat erat kaitannya dengan tanah sebagai medium tumbuhnya tanaman yang
dibudidayakan. Namun ketersediaan ini bukan berarti bahwa tanah selalu dalam keadaan siap
pakai. Campur tangan manusia terhadap lahan yang digunakan tetap dibutuhkan guna
mendapatkan hasil produksi yang maksimal.
Seiring dengan perkembangan dan kemajuan di bidang pertanian, ditemukan pula berbagai
teknologi baru dalam pengolahan tanah yang lebih mudah dan praktis dalam penggunaannya.
Tomat (Lycopersicon sp. Mill.) sebagai tanaman budidaya merupakan tanaman sayuran buah
yang banyak mengandung vitamin A, Vitamin C, dan sedikit vitamin B. Kandungan yang
terdapat dalam tomat menjadikannya sebagai tanaman produktif yang menguntungkan dan
memiliki nilai jual yang tinggi di pasaran. Namun untuk mendapatkan hasil yang optimal
dibutuhkan teknologi budidaya yang tepat guna memenuhi permitaan pasar. Salah satu fase
dalam budidaya tomat adalah pengolahan tanah.
1.2 TUJUAN
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk
1. Mengetahui tujuan pengolahan lahan alat-alat yang digunakan dan bagaimana proses
pengolahan tanah terhadap tanaman tomat secara tepat.
2. Merupakan tugas yang diberikan Dosen Mata Kuliah Dasar-Dasar Agronomi.



2

1.3 MANFAAT
Adapun manfaat yang diperoleh dari pembuatan makalah ini yakni untuk menjelaskan
tentang bagaimana proses pengolahan dan manfaat pengolahan tanah terhadap tanaman tomat
secara baik dan benar

















3

BAB II
TINJAUN PUSTAKA
Pada mulanya orang menganggap tanah sebagai alat reproduksi pertanian, sehingga tanah
dapat didefinisikan sebagai medium alam bagi tumbuhnya vegetasi yang terdapat di
permukaan bumi. Sebagai medium alam bagi tumbuhan tidak selamanya tersedia dalam
kondisi siap pakai (Airtur Moresa, Modul Dasar-Dasar Ilmu Tanah, 2012)
Mulainya usaha pertanian ditandai dengan adanya campur tangan manusia terhadap lahan
untuk memperoleh hasil dari lahan tersebut. Hal ini ditandai dengan adanya penemuan baja
yang digunakan untuk mata baja sebagai alat pengolahan tanah.
Awal pengerjaan lahan/pengolahan tanah dalam sistem pertanian merupakan kelanjutan dan
penerapan dari teori tentang hara, yang mengharuskan adanya pengerjaan lahan untuk
meningkatkan pertumbuhan tanaman, sehingga diperoleh hasil yang tinggi. Anggapan teori di
atas adalah bahwa tanaman akan masuk ke dalam tanah, sehingga dapat menyerap tanah lebih
banyak, oleh karena itu harus digemburkan
Pengolahan tanah adalah setiap manipulasi mekanik terhadap tanah yang bertujuan untuk
menciptakan kondisi tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman. Pengolahan tanah
dilakukan untuk mendapatkan struktur dan tata udara dan air yang optimal bagi tanaman
(Moresi M. Airtur dan Nnesimnasi Noh, Bahan Ajar Dasar-Dasar Agronomi)
Tanaman tomat (Lycopersicon esculentum) termasuk tanaman sayuran buah yang banyak
mengandung vitamin A, Vitamin C, dan sedikit vitamin B. Sebagai tanaman produktif yang
menguntungkan dan memiliki nilai jual yang tinggi di pasaran, dibutuhkan teknologi
budidaya yang tepat guna memenuhi permitaan pasar. Salah satu fase dalam budidaya tomat
adalah pengolahan tanah.



4

BAB III
PEMBAHASAN
3.1 PENGERTIAN DAN TUJUAN PENGOLAHAN TANAH
Pengolahan tanah adalah setiap manipulasi mekanik terhadap tanah yang bertujuan untuk
menciptakan kondisi tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman. Pengolahan tanah
dilakukan untuk mendapatkan struktur dan tata udara dan air yang optimal bagi tanaman.
Hal-hal yang perlu dilakukan dalam pengolahan tanah meliputi; usaha untuk menghilangkan
tumbuhan pengganggu sebelum tanah dijadikan sebagai lahan produksi, membersihkan akar
tumbuhan atau pohon dan menimbun bahan organik dan menggemburkan tanah dan
mengawetkan tanah sebagai lahan produksi
Tujuan pokok dari kegiatan pengolahan tanah adalah
1. Menyiapkan tempat pertumbuhan benih yang serasi dan baik
2. Menghindarkan saingan terhadap pertumbuhan pengganggu
3. Memperbaiki sifat fisik dan biologi serta kimia tanah
3.2 ALAT-ALAT PENGOLAHAN TANAH
Pengolahan tanah membutuhkan alat-alat pengolahan yang digunakan untuk membalik,
membelah, memecah, meratakan, membersihkan dan lain sebagainya.
Alat-alat pengolahan tanah yang dikenal selama ini terdiri dari alat-alat yang digerakan oleh
manusia dan yang digerakan oleh tenaga mesin dan ternak, yang pada prinsipnya sama dalam
mencapai tujuan yang diinginkan yakni pengolahan tanah.
3.3 PENGOLAHAN TANAH PADA TANAMAN TOMAT
3.1.1 MEDIA TANAM DAN PENGOLAHAN MEDIA TANAM
3.1.1.1 MEDIA TANAM
1. Tanaman tomat dapat ditanam di segala jenis tanah, mulai tanah pasir sampai
tanah lempung berpasir yang subur, gembur, banyak mengandung bahan organik serta
5

unsur hara dan mudah merembeskan air. Selain itu akar tanaman tomat rentan
terhadap kekurangan oksigen, oleh karena itu air tidak boleh tergenang.
2. Tanah dengan derajat keasaman (pH) berkisar 5,5-7,0 sangat cocok untuk
budidaya tomat.
3. Dalam pembudidayaan tanaman tomat, sebaiknya dipilih lokasi yang topografi
tanahnya datar, sehingga tidak perlu dibuat teras-teras dan tanggul.
4. Ketinggian Tempat
Tanaman tomat dapat tumbuh di berbagai ketinggian tempat, baik di dataran tinggi
maupun di dataran rendah, tergantung varietasnya. Tanaman tomat yang sesuai untuk
ditanam di dataran tinggi misalnya varietas berlian, varietas mutiara, varietas kada.
Sedangkan varietas yang sesuai ditanam di dataran rendah misalnya varietas intan,
varietas ratna, varietas berlian, varietas LV, varietas CLN. Selain itu, ada varietas
tanaman tomat yang cocok ditanam di dataran rendah maupun di dataran tinggi antara
lain varietas tomat GH 2, varietas tomat GH 4, varietas berlian, varietas mutiara.
3.1.1.2 PENGOLAHAN MEDIA TANAM
Pengolahan tanah untuk penanaman bibit di kebun produksi harus memperhitungkan waktu,
antara lain lamanya bibit di persemaian hingga dapat dipindah ditanam ke kebun dengan
lamanya proses pengolahan tanah sampai siap tanam. Lamanya waktu pembibitan sekitar 30-
45 hari, sedangkan lamanya pengolahan tanah yang intensif sampai siap tanam adalah 21
hari. Oleh karena itu, agar tepat waktu penanamannya di kebun, jadwal pengolahan tanahnya
sebaiknya dilakukan 1-2 minggu setelah benih disemaikan.
1. Pembukaan Lahan.
Pengolahan tanah yang intensif pada dasarnya melalui 3 tahap.
1. Tahap pertama adalah membalik agregat tanah sehingga tanah yang berada pada
lapisan dalam dapat terangkat ke permukaan. Pengolah tanah tahap ini sebaiknya
dilakukan dengan bajak yang ditarik oleh tenaga hewan atau dengan menggunakan
traktor. Tanah diolah dengan kedalaman 25 cm-30 cm. Setelah dibajak, tanah dibiarkan
6

selama 1 minggu agar bongkahan-bongkahan tanah hasil pembajakan cukup terkena
angin, terkena cahaya matahari, dan supaya terjadi proses oksidasi (pemasaman) zat-zat
beracun dari dalam tanah seperti asam sulfida yang sangat membahayakan kehidupan
tanaman.
2. Tahap kedua, tanah digemburkan dengan cara dicangkul tipis-tipis sehingga diperoleh
struktur tanah yang gembur atau remah, sekaligus untuk meratakannya. Selanjutnya,
tanah hasil pengolahan tahap ini dibiarkan selama 1 minggu.
3. Tahap ketiga, dilakukan pemupukan dasar dengan pupuk kandang yang masak
sebanyak 15-20 ton/ha. Pemberian pupuk kandang yang belum masak dapat
mempengaruhi pertumbuhan tanaman, bahkan dapat mematikan tanaman karena akar
tanaman tidak kuat menahan panas. Pada tahap ini, tanah yang telah ditaburi pupuk
kandang dicangkul kembali tipis-tipis dan diratakan.
3.1.1.3 PEMBENTUKAN BEDENGAN
Setelah pengolahan tanah selesai dilakukan, selanjutnya dibuat bedeng-bedeng membujur ke
arah Timur Barat agar penyebaran cahaya matahari dapat merata ke seluruh tanaman.
Disamping pembuatan bedeng, juga dibuat parit-parit atau selokan untuk irigasi. Bedengan
dapat dibuat lebar dengan ukuran lebar 1-1,2 m, panjang disesuaikan dengan keadaan
lahannya dan tinggi bedeng 30 cm. Jika penanaman tomat dilakukan pada musim penghujan,
bedengan dapat dibuat lebih tinggi yaitu 40-45 cm. Sedangkan ukuran parit dibuat lebar 20-
30 cm dan kedalamannya 30 cm. Dengan demikian jarak antar bedeng adalah 20-30 cm.
Kemudian pada sekeliling petak-petak bedengan dibuat saluran pembuangan air dengan
ukuran lebar 50 cm, dan kedalamannya 50 cm.

3.1.1.4 PENGAPURAN
Hal lain yang perlu diperhatikan dalam pengolahan lahan atau penyiapan lahan adalah
pengapuran pada tanah-tanah yang terlalu asam dan tidak sesuai dengan persyaratan tumbuh
tanaman. Pengapuran ini diberikan bersamaan dengan saat pengolahan tanah, sebab pada
umumnya akar tanaman tidak kuat terhadap pengapuran secara langsung, tanaman dapat
menderita gangguan pertumbuhan bahkan dapat mati. Kapur yang dapat digunakan adalah
kapur tohor, kapur karbonat, atau kapur tembok. Pengapuran, selain menaikkan nilai pH
7

tanah juga dapat memperbaiki struktur tanah, mendorong aktivitas mikroorganisme tanah
dalam membantu proses penguraian bahan organik tanah dan menurunkan zat yang bersifat
racun tanpa menghilangkan zat-zat penting yang lain. Dosis pengapuran harus
memperhatikan nilai pH tanah setempat.





















8

BAB IV
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
Tanah merupakan alat produksi bagi tanaman. Ketersediannya belumlah optimal untuk
pertumbuhan tanaman di muka bumi. Tomat adalah komoditas hortikultura yang penting,
tetapi produksinya baik kuantitas dan kualitas masih rendah. Hal ini disebabkan antara lain
tanah yang keras, dan miskin unsur hara mikro.
Untuk mendapatkan hasil optimal dalam kegiatan budidaya tanaman tomat, diperlukan proses
pengolahan tanah sehingga tanaman dapat bertumbuh secara optimal sesuai dengan yang
diharapkan. Dan salah satu tahapan yang harus dilakukan agar tanaman layak tumbuh pada
suatu lahan atau area adalah melalui proses pengolahan tanah. Melalui manipulasi tersebut
tanah mendapatkan struktur dan tata udara dan air yang optimal sehingga pertumbuhan dan
perkembangan tanaman dapat berlangsun secara optimal pula.
4.2 SARAN
Karena begitu pentingnya pengolahan tanah dalam budidaya suatu tanaman maka diharapkan
agar setiap pelaku usaha pertanian memperhatikan secara sungguh-sungguh kegiatan
pengolahan tanah demi mendapatkan hasil yang optimal dalam kuantitas maupun kualitas







9

DAFTAR PUSTAKA
Annonymous,2012.http://www.nuryety.co.cc/2010/03/tomat-adalah-komoditas-
hortikultura.html Diakses pada tgl 27 Maret 2012
Airtur M. Moresi, 2012. Modul Dasar-Dasar Ilmu Tanah
Airtur M. Moresi, dan Nesimnasi Noh, 2006. Bahan Ajar Dasar-Dasar Agronomi)
Saragih, W.C. 2008. Respon Pertumbuhan dan Produksi Tomat Terhadap Pemberian Pupuk
Phospat dan Bahan Organik. Skripsi. Universitas Sumatera Utara
Basri, J. 2010. Dasar - Dasar Agronomi. Rajawali Pers. Jakarta