Anda di halaman 1dari 56

KELISTRIKAN PADA

INDUSTRI
KENDALI MOTOR LISTRIK
(ELECTRIC MOTOR
CONTROL)
Pengendali Motor Listrik
Fungsi pengendali adalah mengendalikan
atau mengontrol kerja motor listrik.
Faktor yang harus diperhatikan adalah :
Permulaan berputar (starting)
Pemberhentian (stopping)
Membalik arah putaran (reversing)
Pada saat berjalan (running)
Pengontrol kecepatan (speed control)
Pengontrol manual
Motor dapat dikontrol secara manual (dengan
tangan), antara lain menggunakan :
Sakelar pisau (knife switch)
Pengontrol teromol (drum controller)
Pengontrol kontak geser (faceplate control)

Safety Disconnec Switch
Drum Controller
Faceplate Controller
Pengontrol jarak jauh (remote) dan otomatis
Motor dapat dikontrol dengan pengontrol
jarak jauh (remote) dengan menggunakan
kontaktor dan tombol tekan (push button);
atau secara otomatis dengan menggunakan :
Sakelar pengapung (float switch)
Sakelar tekan (pressure switch)
Sakelar pembatas (limit switch)
Sakelar aliran (flow switch)
Timer dll.
Float Switch
Digunakan sebagai
start motor penggerak
pompa untuk
memompa dan mengisi
tangki air/minyak
mengontrol cairan.
Pressure Switch
Pressure switch
(sakelar tekanan)
adalah alat yang
mendeteksi tekanan.

Pressure switch ini ada
yang digunakan untuk
sirkit kontrol, dan ada
yang digunakan untuk
sirkit power.
Temperature Switch
& Limit Switch
Menstart dan Memberhentikan
Frekuensi menstart dan memberhentikan
Menstart dengan beban berat atau ringan (light or
heavy duty starting)
Start lambat atau cepat
Start yang rata (smooth starting)
Menstart dan memberhentikan secara otomatis atau
secara manual.
Memberhentikan dengan cepat atau lambat (quick
stop or slow stop)
Memberhentikan dengan tepat (accurate stop)
Pengotrol Kecepatan Motor
Hal yang harus dipertimbangkan :
Kecepatan konstan
Kecepatan variabel (yang berubah-ubah)
Kecepatan yang dapat diatur
Kecepatan yang banyak tingkatannya (multi
speed)

Proteksi motor
Perlindungan (proteksi) terhadap beban lebih
(overload protection)
Proteksi terhadap kecepatan lebih (over speed
protection)
Proteksi terhadap arus balik (reversed current
protection)
Proteksi terhadap fasa terbuka (open phase
protection)
Proteksi terhadap fasa terbalik (reversed phase
protection)
Proteksi terhadap hubung pendek (short circuit
protection)
Diagram of single-pole manual starter
Automatic control with FHP single-pole
Diagram skema starter
manual untuk motor
bertenaga kecil yang
dikontrol secara
otomatis dengan
sakelar pengapung.
Three-phase line voltage manual starter
Umumnya starter
tombol tekan secara
manual dapat
digunakan untuk
mengontrol motor satu
fasa sampai kapasitas
5 hp, motor fasa
banyak (tiga fasa)
sampai 10 hp dan
motor dc sampai
kapasitas 2 hp.
Wiring diagram manual starter
Magnetic Switch (Contactor)
Ac Magnetic Starter
Motor Overload
Melting alloy type overload
heater
Melting alloy thermal
overload relay.
Bimetallic overload relay
Three-phase ac magnetis
motor starter
Standard wiring diagram
symbols
Control circuit components
Suplementary contact symbols
Ac magnetic motor starter
Power circuit (a); control circuit
(b)
Two-wire Control
Three-wire
control
Line Diagram and Pictorial
Diagram Starter Magnetic
Combination push-button
Push-button control station
Mushroom head PB
Selector Switch
Elementary diagram using
selector switch
Control station
Pengaman hubung-pendek
Sirkit motor
Sarana pemutus
Kendali
Pengaman beban lebih
(Motor berputar)
M
Motor

Pengaman hubung
pendek sirkit cabang
5.5.6


sirkit cabang
5.5.3.2


5.5.5
Tabel 5.5-2




5.5.8





5.5.7




5.5.4
Tabel 5.5-1



5.5.1
5.5.2



PUIL
The motor starter
Switching
Control
Short-circuit
protection
Overload
protection
Switching
Isolation
MOTOR
DOL Starter 3 Komponen
1
2
3
4
5
6
1
2
3
4
5
6
Contactor
K1
1
2
3
4
5
6
Thermal
Overload
F1
Motor 3P AC
PE
U V W
L1 L2 L3
Q1
Motor Circuit
Breaker
Magnetic
M1
DOL Starter 2 Komponen
1
2
3
4
5
6
Contactor
K1
Motor 3P AC
U V W
L1 L2 L3
1 3 5
2 4 6
Motor Circuit
Breaker
Thermal
Magnetic
Q1
DOL Starter 1 Komponen
Motor 3P AC
U V W
L1 L2 L3
1 3 5
2 4 6
Starter Manual
Q1
Susunan komponen starter motor
1
2
3
4
5
6
Motor 3P AC
U V W
L1 L2 L3
1 3 5
2 4 6
Starter Manual
Q1
1
2
3
4
5
6
Contactor
K1
Motor 3P AC
U V W
L1 L2 L3
1 3 5
2 4 6
Motor Circuit
Breaker
Thermal
Magnetic
Q1
1
2
3
4
5
6
Contactor
K1
1
2
3
4
5
6
Thermal
Overload
F1
Motor 3P AC
PE
U V W
L1 L2 L3
Q1
Motor Circuit
Breaker
Magnetic
PE PE
M1
M1
M1
DOL reversing starter
(2 komponen)
Diagram sirkit daya
starter star-delta (ralat U1-V2, W1-U2)
Diagram sirkit kendali

Diagram skematik
A
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
B
C
D
E
F
G
H
I
J
1/1/2002 Created Revised 7-2-2007 Abdul Manaf Drawn By
Drawing9 File Page 1 : 1 Scale Dwg. No.: Approved Sml-01
Praktek Rancangan Instalasi Listrik II
Direct-on-Line (DOL) Starter POLITEKNIK NEGERI MALANG
1 of 9
I > L1
220 V / 50 Hz
F2
M
V W U
M1
PE
L1
L3
L2
380 V / 50 Hz
KM1
1
2
3
4
5
6
1
2
3
4
5
6
F1
Q1
1
2
3
4
5
6
H1
1
2
H2
1
2
F1
95
96
13
14
S0
21
22
S1
A1
A2
53
54
KM1
83
84
KM1
KM1
97
98
F1
N
M1-ON M1-OL
11
1 2
3 4
5 6
5
3
5
4
8
3
8
4
6
1
6
2
7
1
7
2
3
10
1
2
H3
M
V W U
M1
PE
L1
L3
L2
380 V / 50 Hz
KM1
1
2
3
4
5
6
1
2
3
4
5
6
F2
Q1
1
2
3
4
5
6
KM2
1
2
3
4
5
6
I > L1
220 V / 50 Hz
F1
F2
95
96
S1
11
12
83
84
KM1
97
98
F2
13
14
S2
13
14
S2
53
54
KM1
53
54
KM2
N
11
1 2
3 4
5 6
5 3 5 4
8 3 8 4
6 1 6 2
7 1 7 2
3
10
M1-CW M1-OL
A1
A2
KM1
H1
1
2
A1
A2
KM2
21
22
KM2
21
22
KM1
1
2
H2
53
54
KM2
M1-CCW
13
1 2
3 4
5 6
5 3 5 4
8 3 8 4
6 1 6 2
7 1 7 2
5
11
8
9
A
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
B
C
D
E
F
G
H
I
J
1/15/2006 Created Revised 1/1/2002 Abdul Manaf Drawn By
DOL-Str.vsd File Page 1 : 1 Scale Dwg. No.: Approved SML-3
Rancangan Instalasi Listrik II
DOL REVERSING STARTER POLITEKNIK NEGERI MALANG
1 of 9
Motor Tiga Fasa Dikendalikan Dari
2 Tempat (Lokal & Remote)
KONTAKTOR
UTAMA
A1
A2
K1M
N
21
22
ES
L1
LAMPU
OVERLOAD
97
98
21
22
21
22
02
01 Pb
Pb
11
14
13
12
14
13
14
13
K1M Pb Pb
F2
R
95
96
F0
1
2
F2
F2
95
96 2 4 6
97
98
U1 V1 W1
M
3 FASE
PE
1 3 5
2 4 6
K1M
R S T N
LR LS LT
S T
V W
F1
R
U
Motor Tiga Fasa dikendalikan
Secara Berturutan
F2
95
96 2 4 6
97
98
U1 V1 W1
M
3 FASE
PE
F21
95
96 2 4 6
97
98
U1 V1 W1
M
3 FASE
PE
1 3 5
2 4 6
1 3 5
2 4 6
K1M K2M
MOTOR 1
MOTOR 2
R S T N
LR LS LT
S T
V W
F1
R
U
KONTAKTOR
UTAMA
MOTOR 1
N
21
22
ES
A1
A2
K1M
L1
95
96
21
22
10 Pb
Pb 20
21
22
23
24
K1M
A1
A2
K2M
11
13
Pb
14
13
K1M
21
13
Pb
14
13
K2M
97
98
97
98
LAMPU
OVERLOAD
KONTAKTOR
UTAMA
MOTOR 2
F2
F21
F21
R
95
96
F0
1
2
F2
MOTOR FASE 3 FORWARD-
REVERSE
1 3 5
2 4 6
1 3 5
2 4 6
K1M K2M
F2
95
96 2 4 6
97
98
U1 V1 W1
M
3 FASE
PE
R S T N
LR LS LT
S T
V W
F1
R
U
21
22
KONTAKTOR
FORWARD
21
Pb 0
A1
A2
K1M
22
21
A1
A2
K1M
22
21
22
Pb 1
Pb2
K2M
K2M
14
13
L1
LAMPU
OVERLOAD
N
KONTAKTOR
REVERSE
21
22
ES
14
13
22
21
K1M
14
13
K2M
14
13
R
95
96
F0
1
2
F2
97
98
F2
MOTOR FASE 3 OTOMATIS
STAR-DELTA
1 3 5
2 4 6
1 3 5
2 4 6
K1M K3M
F2
95
96
U1
V1
W1
W2
U2
V2
M
3 FASE
2 4 6
97
98
PE
1 3 5
2 4 6
K2M
U1 W2
V1 U2
W1 V2
Pasangan terminal:
R S T N
LR LS LT
S T
V W
F1
R
U
13
TIMER
N
22
ES
21
22
14
K1M
44
43
Pb 0
Pb 1
1
3
K1M
A1
A2
K1T
2
7
K2M
A1
A2
K3M
31
32
K3M
21
22
K1T
1
4
A1
A2
K3M
13
14
K3M
L1
KONTAKTOR
UTAMA
KONTAKTOR
STAR
KONTAKTOR
DELTA
LAMPU
OVERLOAD
R
95
96
F0
1
2
F2
97
98
F2