Anda di halaman 1dari 30

Usulan Teknis :

Pekerjaan Survey IRI/RCI Jalan Kota Cilegon




PT. TANOERAYA
KONSULTAN
1




A.1. Latar Belakang Perusahaan

PT. TANOERAYA KONSULTAN didirikan di Kota Bandung, dengan merekrut tenaga
tenaga ahli yang telah berpengalaman dan berdedikasi penuh di bidangnya. Hal
ini biasa dinilai dari prestasi pekerjaan yang telah didapat dan diselesaikannya.
Sebagai tuntutan kebutuhan pembangunan dan kiprah yang ingin dilakukan oleh PT.
TANOERAYA KONSULTAN adalah mempunyai tujuan utama yaitu membantu
pembangunan dan keselarasan pengabdian di Negara Indonesia dan Strategi yang
di tempuh untuk mewujudkan tujuan itu adalah berusaha lebih banyak berkiprah
diseluruh aspek kehidupan pada masa pembangunan, yaitu dengan memberikan
jasa konsultansi diberbagai bidang untuk meningkatkan aktifitas dan kreatifitasnya
yang bermanfaat untuk orang banyak dan berkarya kedepan yang lebih optimal,
serta menggali pengalaman bekerja untuk memenuhi tuntutan kebutuhan hidupnya
dan dengan hadirnya usaha ini semoga dapat sedikit membantu Program yang di
Canangkan oleh Pemerintah tentang Pembangunan Nasional.
Salah satu yang di anggap penting dalam usaha jasa konsultan adalah bagaimana
jasa konsultansi menjadi image positif pada masyarakat luas dan berbagai
kalangan yang membutuhkan masukan, batasan dan pendampingan pada tahap
perencanaan sampai dengan pengawasan pembangunan yang diinginkan dan juga
untuk jasa konsultansi kajian, Ranperda, RTBL, RTRW serta jasa telematika (IT) yang
juga dapat dilaksanakan oleh perusahaan kami.
Usulan Teknis :
Pekerjaan Survey IRI/RCI Jalan Kota Cilegon


PT. TANOERAYA
KONSULTAN
2
Berdasarkan pengalaman dan juga peran serta dalam bidang konsultansi maka
perusahaan yang kami beri nama PT. Tanoeraya Konsultan sanggup untuk
mengikuti dan menyelesaikan semua pekerjaan yang diberikan dengan misi dan misi
sebagai berikut:

Perusahaan kami berdasarkan pengalaman dan pengembangan diri telah banyak
mendapatkan kepercayaan dengan berbagai macam jenis pekerjaan yang dapat
kami tangani antara lain :
1. Studi dan Survey
2. Survey dan Investigasi
3. Perancangan dan Perencanaanan
a. Pengembangan Pertanian dan Pembangunan Daerah
b. Transportasi
c. Telekomunikasi dan Energi
d. Pengembangan Wilayah dan Kota
e. Supervisi Pelaksanaan Pembangunan
f. Pengembangan System Komputerisasi
1) Geographic Information System (GIS)
2) Management Information System (MIS)

1.3. Manajemen PT. TANOERAYA KONSULTAN
Manajemen PT. Tanoeraya Konsultan terdiri dari tenaga-tenaga muda yang
professional pada bidangnya dalam menangani pekerjaan-pekerjaan konsultansi.
Sesuai dengan sifat dan skala perusahaan, manajemen dapat mengerahkan tenaga-
tenaga ahli dalam bentuk tim kerja atau secara matriks.
Organisasi disusun sedemikian rupa untuk memberikan jasa yang professional
di bernagai pekerjaan, baik tunggal maupun terpadu. Organisasi terdiri dari 2 (dua)
divisi, yaitu :
1. Divisi Administrasi dan Keuangan
2. Divisi Teknik
Yang masing-masing dipimpin oleh seorang Direktur yang dibantu oleh Kepala
Divisi, Tenaga Ahli, dan Staff pendukung lainnya. Untuk penanganan pekerjaan-
Usulan Teknis :
Pekerjaan Survey IRI/RCI Jalan Kota Cilegon


PT. TANOERAYA
KONSULTAN
3
pekerjaan konsultansi dan studio, dikelola oleh Direktur Teknik, sedang untuk
penanganan pekerjaan yang bekerja sama dengan perusahaan lain
(Konsorsium) akan diatangani langsung oleh Direktur Utama, yang pada
pelaksanaannya akan menunjuk tenaga ahli yang bertanggung jawab dalam
operasionalnya, jelasnya lihat Gambar 2.1 Struktur Organisasi PT. Tanoeraya
Konsultan.

1.4. Struktur Organisasi
Dalam melaksanakan segala aktivitas PT. Tanoeraya Konsultan secara hirarki
memiliki struktur organisasi dan kami sajikan sebagai berikut :

Usulan Teknis :
Pekerjaan Survey IRI/RCI Jalan Kota Cilegon


PT. TANOERAYA
KONSULTAN
4


Usulan Teknis :
Pekerjaan Survey IRI/RCI Jalan Kota Cilegon


PT. TANOERAYA
KONSULTAN
5


Terlampir

Usulan Teknis :
Pekerjaan Survey IRI/RCI Jalan Kota Cilegon


PT. TANOERAYA
KONSULTAN
6


Terlampir

Usulan Teknis :
Pekerjaan Survey IRI/RCI Jalan Kota Cilegon


PT. TANOERAYA
KONSULTAN
7




4.1. Pemahaman Kegiatan
Kerusakan jalan disebabkan antara lain karena beban lalulintas berulang
yangberlebihan (overloaded), panas/suhu udara, air dan hujan, serta mutu awal
produk jalan yang jelek. Oleh sebab itu disamping direncanakan secara tepat jalan
harusdipelihara dengan baik agar dapat melayani pertumbuhan lalulintas selama
umurrencana. Pemeliharaan jalan rutin maupun berkala perlu dilakukan untuk
mempertahankan keamanan dan kenyamanan jalan bagi pengguna dan
menjagadaya tahan/keawetan sampai umur rencana. (Suwardo & Sugiharto , 2004).

Pengaruh muatan lebih (overload) pada kenaikan daya rusak ternyata jauhlebih
besar dari pada persentase kenaikan muatan yang dilampaui (muatan ilegal),
khususnya pada jenis truk bersumbu tunggal yang mempunyai daya rusak jauh
lebihtinggi jika terjadi kelebihan muatan. (Batubara, Burhan , 2006)

4.1.1. Kondisi /Faktor Lingkungan (Fr)
Kondisi lingkungan ikut mempengaruhi kondisi perkerasan jalan antara lain :
Berpengaruh terhadap sifat teknis konstruksi dan sifat komponen material
Pelapukan material perkerasan
Penurunan tingkat kenyamanan dari perkerasan jalan
Usulan Teknis :
Pekerjaan Survey IRI/RCI Jalan Kota Cilegon


PT. TANOERAYA
KONSULTAN
8
Dan faktor yang paling dominan adalah air yang berasal dari hujan serta pengaruh
perubahan temperatur. Dua hal diatas yang mencerminkan pengaruh keadaan
lapangan (meliputi permeabilitas tanah, kelengkapan drainase, bentuk alinyemen
serta prosentase kendaraan >13 ton dan kendaraan berhenti) dan keadaan iklim
(curah hujan rata-rata/tahun) Dalam perkembangannya permeabilitas dan
kelengkapan drainase dapat dianggap sama.

4.1.2. Tanah Dasar
Sifat tanah dasar akan mempengaruhi ketahanan lapisan diatasnya dan mutu jalan
secara keseluruhan. Sifat tanah dasar ini dinyatakan dengan nilai daya dukung
tanah. Banyak metoda untuk menentukan daya dukung tanah ini, di Indonesia
digunakan nilai DDT yang ditentukan dengan grafik korelasi terhadap nilai
CBR(california Bearing Ratio).
Nilai CBR yang dimaksud adalah nilai CBR lapangan atau nilai CBR laboratorium.
Sampel untuk nilai CBR lapangan diambil dalam keadaan undisturb pada beberapa
titik, kemudian direndam dan ditentukan nilai CBRnya. Pada jalan yang cukup
panjang maka untuk pengambilan sampel ruas jalan sebaiknya dibagi dalam
segmen-segmen berdasar jenis tanahnya. CBR laboratorium biasanya digunakan
untuk pembangunan jalan baru, dimana pada CBR rencana jalan baru perlu
diperhatikan faktor-faktor yang berpengaruh diantaranya adalah tempat dimana
ruas jalan terletak (diatas tanah galian atau timbunan). Hubungan antara nilai CBR
dan DDT dapat dilihat pada gambar 1, SNI 1732-1989-F, atau dapat juga
dipergunakan rumus :
DDT = 4,3 log (CBR) +1,7

4.1.3. Koefisien Kekuatan Relatif
Sesuai dengan fungsinya, maka lapis perkerasan harus dibuat dari bahan yang
kualitasnya lebih baik dari tanah dasar. Untuk lapis permukaan, lapis pondasi dan
pondasi bawah, ditentukan secara korelasi sesuai nilai marshall test untuk bahan
dengan aspal, kuat tekan untuk bahan yang distabilisasi atau CBR untuk lapis
pondasi bawah. Tabel kekuatan relatif untuk masing-masing lapisan menurut jenis
bahannya dapat dilihat pada DAFTAR VII SNI 1732-1989-F.
Usulan Teknis :
Pekerjaan Survey IRI/RCI Jalan Kota Cilegon


PT. TANOERAYA
KONSULTAN
9
Maka dari kejadian tersebut diatas terjadilah kerusakan terhadap permukaan jalan
dan juga lapisannya yang harus diketahui melalui survey IRI/RCI Jalan Kota Cilegon.
4.1.4. Kekasaran permukaan jalan
Kekasaran permukaan jalan sangat mempengaruhi tingkat kenyamanan mengemudi.
Kekasaran permukaan jalan merupakan perbandingan dari kondisi vertical badan
jalan terhadap panjang jalan itu sendiri. Tingkat kenyamanan dan kinerja suatu
jaringan jalan dinyatakan dengan 2 cara, yaitu dengan skala Indeks Kondisi Jalan
(Road Condition Index = RCI) dengan metode pengamatan secara langsung (visual)
dan alat Roughometer yang dinyatakan dalam International Roughness Index (IRI)
dinyatakan dalam m/km. Data kekasaran permukaan jalan ini hanya digunakan
sebagai data penunjangdalam perhitungan biaya operasi kendaraan. Semakin kecil
nilai IRI maka kondisi jalan semakin baik (rata dan teratur). Skala RCI bervariasi
antara 2-10, dengan pengertian sebagai berikut :

Nilai RCI Kondisi Permukaan Jalan Secara Visual
8-10 Sangat rata dan teratur
7-8 Sangat baik, umumnya rata
6-7 Baik
5-6 Cukup, sedikit sekali atau tidak ada lubang, tetapi permukaan jalan
tidak rata
4-5 Jelek, kadang-kadang ada lubang, permukaan jalan tidak rata
3-4 Rusak, bergelombang, banyak lubang
2-3 Rusak berat, banyak lubang dan seluruh daerah perkerasan hancur
2 Tidak dapat dilalui, kecuali dengan kendaraan 4 WD (Jeep)

Konversi nilai RCI ke IRI
RCI IRI
7.6 4
6.4 6
5.3 8
3.5 12
2.3 16


Usulan Teknis :
Pekerjaan Survey IRI/RCI Jalan Kota Cilegon


PT. TANOERAYA
KONSULTAN
10
Maksud dan Tujuan serta Sasaran Kegiatan :

Maksud dan Tujuan

Terpenuhinya data kondisi jalan ruas jalan di kota
Cilegon untuk menentukan jenis penanganan
pemeliharaan jalan.
Terpenuhinya nilai SPM Ruas Jalan seperti yang
diamanatkan oleh Undang-undang.

Sasaran

Sasaran yang hendak dicapai adalah menghasilkan
Data Kondisi Jalan yang diukur menggunakan alat
ukur kerataan permukaan jalan (roughometer dengan
satuan IRI [meter/km]) atau diukur secara visual
(Penilaian Kondisi Jalan/RCI), data sebagai acuan
untuk memenuhi SPM Kondisi Jalan.

Data-data Penunjang

Data Dasar

Daftar Inventarisasi Jalan Kota Cilegon Tahun 2011

Standar Teknis Standar Gorong-gorong Direktrorat Jenderal Bina
Marga Kementerian Pekerjaan Umum-

Studi-Studi Terdahulu
- Survey/Pendataan Kondisi Jalan Lingkungan Kota
Cilegon, 2010
- Survey/Pendataan Kondisi Jalan Primer/Sekunder
dan Jembatan Kota Cilegon, 2011

Referensi Hukum
- Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang
Jalan
- PP Nomor 24 Tahun 2006 tentang Jalan

Laporan
Usulan Teknis :
Pekerjaan Survey IRI/RCI Jalan Kota Cilegon


PT. TANOERAYA
KONSULTAN
11
Jangka Waktu
Penyelesaian
Pekerjaan

45 (empat puluh lima) hari kalender



Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan sekurang-kurangnya memuat latar
belakang, maksud dan tujuan, lingkup pekerjaan, metodologi,
dan kondisi lapangan yang diuraikan secara singkat dan padat.
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 14 (empat belas)
hari kerja sejak SPMK diterbitkan sebanyak 5 (lima) buku
laporan.
Laporan Akhir Laporan Akhir sekurang-kurangnya memuat latar belakang,
maksud dan tujuan, dan sasaran kegiatan, lingkup pekerjaan,
gambar umum wilayah studi, metodologi survey dan analisis nilai
IRI/RCI untuk masing-masing ruas jalan.
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 60 (enam puluh)
hari kalender sejak SPMK diterbitkan , dan sebanyak 5 (lima)
buku laporan.
Dokumen Pengadaan Dokumen Pengadaan sekurang-kurangnya memuat Syarat-
syarat Umum Kontrak, Syarat-syarat Khusus Kontrak, Spesifikasi
Teknis, dan Bill of Quantity



Usulan Teknis :
Pekerjaan Survey IRI/RCI Jalan Kota Cilegon


PT. TANOERAYA
KONSULTAN
12




5.1. Umum
Secara umum penyebab kerusakan jalan ada berbagai sebab yakni umur rencana
jalan yang telah dilewati, genangan air pada permukaan jalan yang tidak dapat
mengalir akibat drainase yang kurang baik, beban lalu lintas berulang yang
berebihan (overloaded) yang menyebabkan umur pakai jalan lebih pendek dari
perencanaan. Perencanaan yang tidak tepat, pengawasaan yang kurang baik dan
pelaksanaan yang tidak sesuai dengan rencana yang ada. Selain itu minimnya
biaya pemeliharaan, keterlambatan pengeluaran anggaran serta prioritas
penanganan yang kurang tepat juga menjadi penyebab. Panas dan suhu udara, air
dan hujan, serta mutu awal produk jalan yang jelek juga sangat mempengaruhi. Oleh
sebab itu disamping direncanakan secara tepat jalan harus dipelihara dengan baik
agar dapat melayani pertumbuhan lalulintas selama umur rencana. Survey kondisi
jalan perlu dilakukan secara periodik baik struktural maupun non-struktural untuk
mengetahui tingkat pelayanan jalan yang ada. Pemeriksaan non-struktural
(fungsional) antara lain bertujuan untuk memeriksa kerataan (roughness), kekasaran
(texture), dan kekesatan (skid resitance). Pengukuran sifat kerataan lapis permukaan
jalan akan bermanfaat dalam usaha menentukan program rehabilitasi dan
pemeliharaan jalan. Di Indonesia pengukuran dan evaluasi tingkta kerataan jalan
belum banayak dilaukan salah satunya dikarenakan keterbatasan peralatan.
Karena kertaan jalan berpengaruh pada keamanan dan kenyamanan pengguna
jalan maka perlu dilakukan pemeriksaan kertaan secara rutin sehingga dapat
Usulan Teknis :
Pekerjaan Survey IRI/RCI Jalan Kota Cilegon


PT. TANOERAYA
KONSULTAN
13
diketahui kerusakan yang harus diperbaiki. Kerusakan jalan yang terjadi di Kota
Cilegon saat ini merupakan permasalahan yang kompleks, kerugian yang di hadapi
sungguh besar terutama bagi pengguna jalan, seperti terjadinya waktu tempuh yang
lama, kemacetan, kecelakaan lalu lintas dan lain-lain.

Klasifikasi kualitas perkerasan Ketidakrataan jalan International Roughness Index (IRI)
Merupakan metode untuk mengetahui kondisi jaringan jalan berdasarkan tingkat
ketidakrataan permukaan jalan.

Parameter dan Pelaksanaan
Parameter ketidakrataan ini dihitung dari jumlah kumulatif naik turunnya permukaan
arah profil memanjang dibagi dengan jarak/panjang permukaan yang diukur.
Satuan yang biasanya digunakan adalah meter per kilometer (m/km) atau millimeter
per meter (mm/m) Pengukuran ketidakrataan jalan (alat ukur NAASRA).
Alat ukur Roughometer NAASRA adalah alat pengukur ketidakrataan permukaan
jalan yang dibuat oleh NAASRA (SNI 03-3426-1994). Alat ini dipasangkan pada
kendaraan jenis station wagon, apabila tidak tersedia jenis kendaraan tersebut
maka dapat diganti dengan kendaraan Jeep 4 wheel drive, atau pick up dengan
penutup pada baknya (Suwardo & Sugiharto, 2004).

Teknik untuk mengetahui hubungan antara dua variabel Analisis regresi Persamaan
garis regresi adalah merupakan model hubungan antara dua variabel atau lebih,
yaitu antara variabel bergantung (dependent variable), dengan variabel bebasnya
(independent variable) Sedangkan yang dimaksud dengan garis regresi (regression
line/line of the best fit/estimating line) adalah suatu garis yang ditarik diantara titik-
titik (scatter diagram) sedemikian rupa sehingga dapat dipergunakan untuk menaksir
besarnya variabel yang satu berdasarkan besar variabel yang lain (Supangat,
2007).

Standar Pelayanan Minimal (SPM)
SPM Jaringan Jalan:
Usulan Teknis :
Pekerjaan Survey IRI/RCI Jalan Kota Cilegon


PT. TANOERAYA
KONSULTAN
14
Aksesibilitas = Jumlah panjang jalan terkait dengan keterhubungannya dengan
Pusat-pusat Kegiatan Wilayah.
Mobilitas = Jumlah panjang jalan terkait dengan jumlah penduduk di Wilayahnya.
Keselamatan, Kondisi Jalan yang harus dicapai sesuai:
Pemenuhan kondisi jalan sesuai Kriteria Keselamatan
Persyaratan Laik Fungsi Jalan
SPM Ruas Jalan
Kondisi Kerataan Permukaan jalan, IRI dan/atau RCI.
Kecepatan rencana jalan yang harus sesuai desain, Km/Jam.

Standar Pelayanan Minimal (SPM) jalan adalah ukuran teknis jalan yang harus
diwujudkan oleh penyelenggara jalan agar dapat beroperasi sesuai dengan standar
pelayanan yang ditetapkan. Ukuran teknis tersebut diamanatkan Peraturan
Pemerintah (PP) no.34 Tahun 2006 tentang jalan yang meliputi 2 hal:
1) SPM jaringan jalan dengan indikator kinerja aksesibilitas, mobilitas, dan
keselamatan,
2) SPM ruas jalan dengan indikator kinerja kondisi jalan dan kecepatan.
Penetapam SMP jalan lebih lanjut diatur melalui Peraturan Menteri Pekerjaan
Umum (Permen PU). SPM jalan wajib dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat dan
Pemerintah Daerah sesuai amanat PP No.38 Tahun 2007 tentang Pembagian
urusan pemerintahan antara Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota.
Pemerintah pusat berkewajiban mengatur penetapan SPM jalan yang wajib
dilaksanakan oleh pemerintah pusat dan daerah. Usulan teknis ini bermaksud
membahas lingkup kerja SPM Jalan yang meliputi indikator kinerja, dan penetapan
SPM jalan serta pertimbangannya. Indikator kinerja pelayanan yang dipakai dalam
SPM jalan merubah indikator pelayanan jalan selama ini yang menggunakan model
kemantapan jalan.
SPM jalan untuk Kota Cilegon yang telah ditetapkan mempertimbangkan kondisi
pelayanan jalan yang telah berjalan. Pencapaian target SPM 2014 merupakan
upaya realisasi good governance dalam penyelenggaraan jalan.

Seperti dalam tabel Permen No. 14 Tahun 2010 sebagai berikut :

Usulan Teknis :
Pekerjaan Survey IRI/RCI Jalan Kota Cilegon


PT. TANOERAYA
KONSULTAN
15

Usulan Teknis :
Pekerjaan Survey IRI/RCI Jalan Kota Cilegon


PT. TANOERAYA
KONSULTAN
16
Pedoman standar pelayanan minimal (SPM) bidang jalan pernah ditetapkan dengan
Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No. 534/KPTS/M/2001.
Ada lima item pelayanan dalam SPM meliputi aspek aksesibilitas (km/km2), aspek
mobilitas (km/1.000 penduduk), keselamatan (kecelakaan/km/tahun), kondisi jalan
(IRI atau RCI), dan kondisi pelayanan (km/jam).

Klasifikasi menurut fungsi jalan terbagi atas
1. jalan arteri adalah jalan yang melayani angkutan utama dengan ciri-ciri
perjalanan jarak jauh, kecepatan rata-rata tinggi, dan jumlah jalan masuk
dibatasi secara efisien.
2. jalan kolektor adalah jalan yang melayani angkutan pengumpul atau
pembagi dengan ciri-ciri perjalanan jarak sedang, kecepatan rata-rata
sedang dan jumlah jalan masuk dibatasi.
3. jalan lokal adalah jalan yang melayani angkutan setempat dengan ciri-ciri
perjalan jarak dekat, dengan kecepatan rata-rata rendah, dan jumlah jalan
masuk tidak dibatasi.

Klasifikasi menurut kelas jalan
Klasifikasi menurut kelas jalan berkaitan dengan kemampuan jalan untuk menerima
beban lalu-lintas, yang dinyatakan dalam muatan sumbu terberat (MST) dalam
satuan ton. Kelas klasifikasi ini dapat juga dilihat dalam tabel 2.1(Pasal 11, PP.No.
43/1993).
Fungsi Kelas Muatan Sumbu Terberat (MST) Ton

Arteri
I
II
IIIA
>10
10
8
Kolektor IIIA
IIIB
8

Analisa Tanah
Jenis tanah dasar sangat berpengaruh terhadap daya dukung struktur perkerasan
yang terlatak diatasnya. Tanah dasar yang bersifat ekspansif artinya tanah ini
berjenis lempung dan mempunyai kembang susut yang besar. Tanah yang labil dan
Usulan Teknis :
Pekerjaan Survey IRI/RCI Jalan Kota Cilegon


PT. TANOERAYA
KONSULTAN
17
cenderung bergerak, akan tampak adanya lendutan dan longsoran pada badan
jalan. Kondisi tanah lempung yang ekspansif dan labil diperburuk oleh adanya
penyerapan air.
Masalah yang utama mengenai tanah pada perencanaan jalan adalah masalah
daya dukung tanah dasar tersebut. Daya dukung tanah dasar pada perkerasan
jalan dinyatakan dalam CBR (California bearing ratio). Harga daya dukung tanah
dasar (juga harga CBR) sangat dipengaruhi oleh :
a. Kepadatan tanah, makin padat makin tinggi daya dukungnya.
b. Kadar air, makin tinggi kadar air biasanya makin kecil daya dukungnya.
Kadar air lebih berpengaruh pada tanah lempung dan lanau, sedangkan untuk
tanah pasir dan kerikil umumnya kadar air tidak begitu mempengaruhi daya dukung
tanah.

Sistem Klasifikasi AASHO
Sistem klasifikasi AASHO dibuat berdasarkan hasil pengamatan dilapangan
terhadap performance tanah yang berada di bawah perkerasan jalan. Pada sistem
ini tanah dikelompokkan atas dasar persamaan karakteristik pelayanan serta daya
dukung beban pada umumnya. Ada tujuh kelompok dasar yang diberi sebutan
kelompok A-1, A-2, A-3, A-4, A-5, A-6, dan A-7. Secara umum dapat kita katakan
bahwa tanah yang paling baik untuk dipakai sub grade jalan diklasifikasikan
sebagai kelompok A-1, kelompok A-2 masih baik, tetapi lebih buruk dari kelompok
A-1, dan seterusnya, sampai kelompok A-7, yang nilainya paling rendah. Jadi
secara umun dapat dikatakan bahwa peryaratan tebal struktur perkerasan akan
lebih tinggi dengan besarnya nomer kelompok klasifikasinya.

Sistem Klasifikasi Unified.
Pemeriksaan yang digunakan adalah analisa butir dan batas-batas atteberg. semua
tanah diberi tanda dua huruf petunjuk berdasarkan hasil-hasil percobaan ini. Ada
dua golongan besar yaitu tanah berbutir kasar ( >50% tertahan saringan no. 200)
dan berbutir halus ( >50% lewat saringan no. 200). Tanah berbutir halus kemudian
diklasifikasikan atas dasar plastisitas dan kadar organiknya.
Huruf yang digunakan untuk tanah berbutir halus adalah:
Usulan Teknis :
Pekerjaan Survey IRI/RCI Jalan Kota Cilegon


PT. TANOERAYA
KONSULTAN
18
M = lanau L = batas cair rendah O = organic
C = lempung H = batas cair tinggi

Tanah berbutir kasar dibagi menjadi pasir dan kerikil, dan kemudian dibagi lagi
menjadi yang mengandung bahan halus dan yang bebas dari bahan halus. Yang
mengandung bahan halus kemudian diklasifikasikan menurut diagram plasitisitas. Dan
yang bebas dari bahan halus dapat dilihat pada grafik pembagian butir (apakat
bergradasi baik atau buruk) dengan menggunakan koefisian keseragaman dan
kelengkungan.
huruf yang digunakan adalah :
G = kerikil S = pasir W = bergradasi baik
P = bergradasi jelek M = kelanauan C = kelempungan

Stabilisasi Tanah
Tujuan stabilisasi tanah adalah :
Memperbiki mutu tanah yang tidak baik
Meningkatkan mutu tanah yang sudah baik menjadi lebih baik

a. Stabilisasi Mekanis
stabilisasi ini bertujuan mendapatkan tanah yang bergradasi baik sedemikian rupa
sehingga memenuhi spesifikasi yang diinginkan. Stabilisasi mekanis dilakukan dengan
mencampur tanah dengan tanah jenis lain sehingga diperoleh gradasi tanah yang
baik. ciri-ciri yang khas dalam pemilihan stabilisasi tanah secara mekanis adalah :
Jenis tanah yang dipakai tempatnya berdekatan satu sama lain
Apabila salah satu jenis tanah yang dimaksud harus diambil dari tempat yang
jauh, maka akan tidak ekonomis dan harus dicari metode lain.
Apabila telah ditetapkan spesifikasi hasil percampuran dan telah ditetapkan
bagian dari masing-masing bahan yang perlu dicampur menjadi satu, perlu
dilakukan pengawasan yang ketat pada saat pencampuran agar diperoleh
homogenitas campuran.
Penetapan masing-masing bagian dapat dihitung secara analitis ataupun grafis
berdasarkan hasil analisa butir dari jenis tanah yang bersangkutan.
Usulan Teknis :
Pekerjaan Survey IRI/RCI Jalan Kota Cilegon


PT. TANOERAYA
KONSULTAN
19
Informasi Kondisi Jalan
Indeks kondisi kekasaran jalan (RCI)
Road Condition Index (RCI) atau indeks kondisi kekasaran jalan merupakan salah
satu parameter yang digunakan untuk menilai suatu kondisi jalan, dimana survei
dilakukan secara pengamatan/visualisasi terhadap ruas jalan.
Rentangan nilai dari RCI ini adalah dari nol sampai sepuluh, dimana nilai nol
mewakili kondisi perkerasan yang paling buruk dan nilai sepuluh mewakili kondisi
perkerasan yang paling baik. Selain memperhatikan kondisi perkerasan, RCI juga
memperhatikan kondisi dari jenis permukaannya. Tabel 2.1 berikut ini akan
menjelaskan mengenai penentuan nilai RCI ditinjau berdasarkan jenis permukaan dan
kondisi secara visual.
Usulan Teknis :
Pekerjaan Survey IRI/RCI Jalan Kota Cilegon


PT. TANOERAYA
KONSULTAN
20

2.4.2 Indeks Internasional kekasaran jalan (IRI)
International Roughness Index (IRI) atau indeks internasional kekasaran jalan
merupakan indeks internasional yang menunjukkan besaran kekasaran permukaan
jalan dalam satuan m/km, dimana survei dilakukan dengan menggunakan alat ukur
kerataan roughometer NAASRA (National Association of Australian State Road
Authorities). Tata cara ini berguna untuk menghitung tebal lapis tambahan bila dilihat
dari sisi fungsional jalan dan dilengkapi dengan formulir-formulir yang aplikatif dan
komunikatif. Dalam survei ketidakrataan permukaan jalan dengan alat ukur
roughometer NAASRA diperlukan beberapa alat bantu lainnya, yaitu: Dipstick Floor
Profiler yang digunakan sebagai alat ukur elevasi, Odometer sebagai alat pengukur
Usulan Teknis :
Pekerjaan Survey IRI/RCI Jalan Kota Cilegon


PT. TANOERAYA
KONSULTAN
21
jarak tempuh, dua buah beban masing-masing seberat 50 kg dan alat pengukur
tekanan ban.
Berdasarkan buku Panduan Survai Kekasaran Permukaan Jalan Secara Visual yang
dikeluarkan oleh Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga
pada tahun 2007, terdapat rumusan korelasi RCI dengan IRI, yaitu:


Jenis-jenis kerusakan perkerasan aspal
Cacat Permukaan
Deliminasi
Merupakan suatu jenis kerusakan perkerasan yang dapat disebabkan oleh :
a. Permukaan perkerasan lama kotor;
b. Pemasangan lapis perekat tidak merata;
c. Pemadatan saat hujan;
d. Rembesan air pada retakan.


5.2. Metodologi
Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode deskriptif analitis
melalui kegiatan survai dan pengungkapan keadaan faktual dan akurat tentang
hasil pengumpulan dan pengolahan data untuk dikupas secara analitis bertitik tolak
dari pemikiran para profesional dan sumber-sumber lain yang mendukung.
Karena fokus penelitian ingin mengetahui dan menganalisa daerah rawan
kecelakaan, maka berdasarkan jenis data yang akan diteliti penelitian ini adalah
merupakan penelitian kuantitatif.
Metode kuantitatif dinamakan metode tradisional, karena metode ini sudah cukup
lama digunakan sehingga sudah mentradisi sebagai metode untuk penelitian. Metode
Usulan Teknis :
Pekerjaan Survey IRI/RCI Jalan Kota Cilegon


PT. TANOERAYA
KONSULTAN
22
ini disebut sebagai metode positivistic karena berlandaskan pada filsafat positivism.
Metode ini juga merupakan metode ilmiah karena telah memenuhi kaidah-kaidah
ilmiah yaitu ; konkrit/empiris, obyektif, terukur, rasional dan sistematis.

B.2. Jenis dan Teknik Pengumpulan Data
Kegiatan pengumpulan data dilakukan untuk mendapatkan informasi dari berbagai
sumber informasi mengenai fenomena pada saat sekarang (existing condition)
secara obyektif. Tujuannya adalah untuk membuat gambaran secara sistematis,
faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena
yang akan dikaji.
Untuk pengumpulan data kekasaran permukaan jalan digunakan alat Naasra.
NAASRA merupakan salah satu metode survey jalan untuk mengetahui kekasaran
permukaan jalan, dapat dipergunakan untuk menilai kondisi jalan.
Prinsip dasar "alat" ini adalah mengukur jumlah gerakan vertikal sumbu roda
belakang terhadap tubuh kendaraan sewaktu berjalan pada kecepatan
tertentu.Gerakan sumbu roda belakang dalam arah vertikal dipindahkan kepada
alat pengukur kekasaran memalui kabel yang dipasang di tengah-tengah sumbu
roda belakang kendaraan yang selanjutnya dipindahkan kepada counter melalui
fleksibel drive dan setiap putaran counter adalah sama dengan 15,2 mm gerakan
vertikal antara sumbu roda belakang dan tubuh kendaraan.
Untuk mendapatkan hasil optimal sehingga hasil dari NAASRA ini mendekati
keadaan nyata dilapangan, maka dilakukan suatu kalibrasi terhadap kendaraan
survey dengan alat fase Dipstick Profiler atau alat lain sesuai standar yang berlaku.
Sebelum melaksanakan survey kekasaran permukaan jalan harus dicari dahulu grafik
korelasi dari kendaraan dan alat NAASRA terhadap nilai BI (Bump Integrator) dan
IRI (International Roughness Index).
Grafik korelasi ini didapat dengan Seksi Percobaan (SP) kemudian melakukan
pengukuran profil dan menjalankan kendaraan untuk mendapatkan kekasaran
permukaannya.Angka korelasi yang didapat, merupakan angka kalibrasi dari alat
ukur NAASRA beserta kendaraan yang dipergunakan.


Usulan Teknis :
Pekerjaan Survey IRI/RCI Jalan Kota Cilegon


PT. TANOERAYA
KONSULTAN
23


Usulan Teknis :
Pekerjaan Survey IRI/RCI Jalan Kota Cilegon


PT. TANOERAYA
KONSULTAN
24



Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Pekerjaan adalah sebagai berikut :

Usulan Teknis :
Pekerjaan Survey IRI/RCI Jalan Kota Cilegon


PT. TANOERAYA KONSULTAN
25


Usulan Teknis :
Pekerjaan Survey IRI/RCI Jalan Kota Cilegon


PT. TANOERAYA
KONSULTAN
26




Jadwal Penugasan Personil serta komposisi Tim adalah sebagai berikut :

Usulan Teknis :
Pekerjaan Survey IRI/RCI Jalan Kota Cilegon


PT. TANOERAYA KONSULTAN
27


WAKTU
PENUGASAN 1 5 9 13 17 21 25 29 33 37 41 45
A. TENAGA AHLI
1 Ir. Elmand Leonard Team Leader 1.5
2 Ir. Arieb Soelistijo Ass. Ahli Teknik Jalan Raya-1 1.5
3 Ir. Koekoeh Gedde M. Ass. Ahli Teknik Jalan Raya-2 1.5
4.5
B. TENAGA PENDUKUNG
1 Tobe name Office Manager 1.5
2 Tobe name Surveyor 1
3 Tobe name Operator Komputer 1.5
4 Tobe name Pesuruh/Pramubakti 1.5
5.5
10
Bulan ke-2
Sub Jumlah A
Sub Jumlah B
JUMLAH TOTAL A + B
NO. NAMA POSISI PENUGASAN
Bulan ke-1 Bulan ke-2
Usulan Teknis :
Pekerjaan Survey IRI/RCI Jalan Kota Cilegon


PT. TANOERAYA
KONSULTAN
28



(terlampir)




Usulan Teknis :
Pekerjaan Survey IRI/RCI Jalan Kota Cilegon


PT. TANOERAYA
KONSULTAN
29



(terlampir)


Usulan Teknis :
Pekerjaan Survey IRI/RCI Jalan Kota Cilegon


PT. TANOERAYA
KONSULTAN
30