Anda di halaman 1dari 1

1.4.

7 Efektivitas Self-help Group


Efektifitas SHG telah banyak didokumentasikan baik secara teoritis maupun
empiris. Prinsip helper-therapy yang dikemukakan oleh Riessman (1965) menunjuk
pada proses membantu orang lain dapat memiliki efek terapeutik bagi individu yang
membantu, dan self-help group menyediakan tempat bagi anggota untuk mendapatkan
manfaat unik yang mungkin timbul dari membantu seseorang yang memiliki masalah
yang sama. Rappaport (1993) menegaskan bahwa self-help group menawarkan tempat
untuk berbagi pengalaman, memberikan dukungan emosional dan pembelajaran sosial.
Penelitian sebelumnya juga telah mengidentifikasi beberapa outcome yang memuaskan,
diantaranya: dukungan emosional, penerimaan, empati, semangat dan harapan serta
berbagi perasaan, penyediaan informasi yang faktual dan berbagi pengetahuan serta
pemberdayaan individu maupun kolektif (Mok, 2001).
Penelitian yang dilakukan oleh Bong-ho Mok (2001) menghasilkan kesimpulan
bahwa partisipasi dalam self-help group dapat mengarah pada perubahan positif dalam
pandangan hidup seseorang, kemampuan pribadi, pengendalian emosi dan pengetahuan
tentang hubungan dalam bermasyarakat. SHG juga bisa menghasilkan manfaat
psikososial yang luar biasa bahkan dapat menghasilkan manfaat materi bagi anggotanya
(Mok, 2001).
Peer-led self-help group memberikan kontribusi yang besar terhadap pencapaian
holistik. Anggota dapat merasakan dampak dari persahabatan, dukungan emosional dan
berbagi pengalaman yang memungkinkan individu untuk merefleksikan, menilai kembali
dan mengendalikan kehidupannya. Self-help group juga membantu individu untuk
mengembangkan ketahanan emosional yang dibutuhkan dalam menghadapi kondisi yang
sulit (Visram, et al., 2012).