Anda di halaman 1dari 58

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNI VERSI TAS MUHAMMADI YAH


J AKARTA
KEPANITERAAN BAGIAN SARAF
24 SEPTEMBER TAHUN 2013,
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CIANJUR
Bi smi l l ahi r r ohmani r r ohi m
PEMBIMBING : dr. Susanto Sp.S

1
Talamus




Anatomi, Fisiologi, Fungsi dan
kelainan
2
Pendahuluan
Talamus , bahasa (Yunani) yaitu Ruang
Suatu massa substansia grisea yang
berbentuk seperti telur (oval)
Diameter 3 x 1,5 cm
membentuk 4/5
Disensefalon

The largest component (80%) of the diencephalon

. (Duus,2005: Snell,2007)
3
Membatasi Ventrikel ke tiga
Ventrikel ke-3
Anatomi Fisiologi fungsi patofisiologi
4
Talamus
Epitalamus
Subtalamus
Hipotalamus
Anatomi Fisiologi fungsi patofisiologi
DIENSEFALON
Talamus juga berhubungan
dengan ganglia basal, batang
otak, serebelum, dan area
kortikal motorik serebri
5
Anatomi Fisiologi fungsi patofisiologi
TALAMUS

Merupakan Stasiun relay
Untuk sebagian besar
jaras
Aferen yang naik ke
korteks
Serebri

Talamus, bukan
merupakan kumpulan sel
yang sama, tetapi
kumpulan sel yang
berbeda dengan
fungsinya dan hubungan
eferen dan aferennya
masing-masing
. (Duus,2005: Snell,2007)
6
Anatomi Fisiologi fungsi patofisiologi
Lamina Medularis interna
Nukleus Ventrolaterales`
Nukleus Medial
Nukleus Anterior
VA, VL, VPM, VPL, VI, VP =
Nukleus Ventralis
LP, LD = Nukleus Lateralis
Pulvinar
Korpus genikulatum laterale
Korpus genikulatum mediale
7
Nukleus intralaminares
Nukleus sentromedianus
Relations of Thalamus
Thalamus
Hypothalamus
Hypothalamus sulcus

Anatomi Fisiologi fungsi patofisiologi
8

Long axis 30 deg. oblique to midline
Interthalamic adhesion
Anatomi Fisiologi fungsi patofisiologi
9
Cingulate gyrus
Corpus Callosum
Body of caudate
nucleus
T T
Hypothalamus
Stria Terminalis
Thalamostriate Vein
Third Ventricle
Anatomi Fisiologi fungsi patofisiologi
10
Istilah metathalamus mengacu pada dua thalamic nuclei
yaitu geniculate medial dan geniculate lateral.
1. Medial geniculate nukleus
Ini adalah inti thalamic relay sistem pendengaran.
menerima serabut dari lemniskus lateral yang secara
langsung atau, lebih sering, setelah sinaps di colliculus
inferior.
Serabut pendengaran ini mencapai tubuh geniculate
medial melalui brachium dari colliculus inferior (brachium
quadrigeminal inferior).
Anatomi Fisiologi fungsi patofisiologi
11
Medial geniculate nucleus juga menerima umpan balik
dari serabut korteks pendengaran primer di lobus
temporal.
outflow eferen membentuk radiasi pendengaran dari
kapsul internal yang (sublenticular bagian) ke korteks
pendengaran primer di lobus temporal (area 41 dan 42)
Infark hemoragik kecil di inti geniculate medial
berhubungan dengan ilusi pendengaran seperti
hyperacusis dan palinacusis dan tuli total telinga
kontralateral.
Ini mungkin memiliki peran dalam analisis spektral
suara, pengenalan pola suara, memori pendengaran,
dan lokalisasi suara dalam ruang, selain pencocokan
informasi pendengaran dengan modalitas lain
Anatomi Fisiologi fungsi patofisiologi
12
Lateral Geniculate Nucleus
adalah inti thalamic relay sistem visual.
menerima serat dari saluran optik menyampaikan impuls dari
kedua retina.
Lateral geniculate nucleus dilaminasi, dan arus masuk dari
masing-masing proyek retina pada lamina yang berbeda (retina
ipsilateral lamina II, III, dan V; retina kontralateral untuk
lamina I, IV, dan VI).
Serat umpan balik juga mencapai inti dari korteks visual
primer (area 17) di lobus oksipital.
Anatomi Fisiologi fungsi patofisiologi
13
eferen keluar dari geniculate lateral nukleus
membentuk radiasi optik dari kapsul internal
yang (daerah retrolenticular) ke korteks visual
primer di lobus oksipital.
Beberapa proyek outflow efferent inti pulvinar
dan sekunder korteks visual (daerah 18 dan 19)
Anatomi Fisiologi fungsi patofisiologi
14
VASKULARISASI
TALAMUS
Anatomi Fisiologi fungsi patofisiologi
Sirkulasi arteri Thalamus (Duus,2005)
15
VASKULARISASI TALAMUS
Anatomi Fisiologi fungsi patofisiologi
Sirkulasi arteri Thalamus (Duus,2005)
16
VASKULARISASI TALAMUS
Anatomi Fisiologi fungsi patofisiologi
SiSTEM VENA OTAK (Duus,2005)
17
VASKULARISASI TALAMUS
Anatomi Fisiologi fungsi patofisiologi
SiSTEM VENA OTAK (Duus,2005)
18
PERJALANAN
IMPULS
Anatomi Fisiologi fungsi patofisiologi
Perjalanan Impuls (Duus,2005)
19

Anatomi Fisiologi fungsi patofisiologi
Nukleus-nukleus Thalamus (Netter, 2002)
20
Anatomi Fisiologi Fungsi patofisiologi

Sensibilitas
Motorik
Tingkah Laku
Emosional
Aktivasi Kortikal
Grup Lateral
(NVPL & NVPM)
Grup Posterior
(CG Lateral & CG
Medial)
Grup Lateral
(NVA & NVL)
Grup Anterior
Grup Medial
(NDM)
Grup Medial
(N Intratalamikus)
21
Anatomi Fisiologi Fungsi patofisiologi
TALAMUS
Menyampaikan sensasi (Kecuali sistem penciuman)
kepekaan spasial
Pengaturan kesadaran
Pengaturan tidur
dan kewaspadaan (ARAS) ascending reticular activating
system

Produk utama terbesar dari embrionik diencephalon sebagai
Gerbang (Gateway) sensorik Besar untuk menuju korteks
serebral, kerusakan thalamus dapat menyebabkan koma
permanen
22
Temuan klinis pada talamus
Tanda dan gejala neurologis , gangguan
pada Talamus :
1. Heterogenitas anatomi dan fungsional talamus
2. Gangguan pada nukleus (inti) , bisa oleh karena
keterlibatan lesi vaskular
3. Keterlibatan simultan daerah sekitar talamus, yaitu otak
tengah pada lesi vaskular talamus paramedian, kapsula
interna pada lesi vaskular talamus lateral, dan
subtalamus pada lesi vaskular talamus posterior.
Anatomi Fisiologi fungsi
patofisiolo
gi
23
Tanda dan gejala yang berhubungan dengan
lesi talamus meliputi :
Gangguan sensorik
Nyeri talamus
Hemiparese
Diskinesia
Gangguan kesadaran
Gangguan memori
Gangguan afektif
Gangguan bahasa
Anatomi Fisiologi fungsi
patofisiolo
gi
24
Banyak kasus Infark talamus dilaporkan
terjadi pada talamus posterolateral dan medial
yang dipembuluh darahi oleh arteri
genikulotalamus dan paramedian.
Hanya beberapa kasus yang dilaporkan terjadi
pada daerah anterolateral dan posterior yang
dipembuluh darahi oleh arteri koroid
tuberotalamik dan posterior.
Anatomi Fisiologi fungsi
patofisiolo
gi
25
Talamus posterolateral
Infark pada daerah talamus posterolateral adalah karena
terjadinya oklusi genikulotalamus (arteri talamus genikulatum
posterolateral), yaitu cabang dari arteri serebral posterior
Struktur talamus yang terlibat dengan infark adalah nukleus
talamus sensorik utama, yang meliputi ventral posterior lateral,
ventral medial posterior, medial geniculate, pulvinar, dan inti
dari sentromedian
Ciri klinis infark posterolateral di talamus adalah
Gangguan sensorik sebagian tubuh kontralateral terhadap lesi
Parestesia
Nyeri talamik
Anatomi Fisiologi fungsi
patofisiolo
gi
26
Selain itu, satu atau lebih hal berikut dapat terjadi:
hemiparesis sementara
hemianopsia homonim
hemiataxia,
Tremor
Spatial Neglect
gerakan korea dan semua kontralateral terhadap lesi di thalamus.
Sikap athetoid dari tangan kontralateral (tangan thalamic)
mungkin muncul 2 atau lebih beberapa minggu setelah lesi di
wilayah ini (Talamus Posterior lateral)
Tangan tertekuk dan pronasi di pergelangan tangan dan sendi-
metacarpo phalangeal dan diperpanjang pada interphalangeal
sendi. Jari-jari dapat abduksi. Jempol dapat abduksi atau dapat
mendorong terhadap telapak tangan.
Anatomi Fisiologi fungsi
patofisiolo
gi
27
tanda dan gejala yang berhubungan dengan infark
posterolateral di talamus terdiri thalamic syndrome of
Dejerine and Roussy.
Pada sindrom ini terjadi : Persisten, berat, paroksismal, dan
sering terjadi rasa sakit yang tidak tertoleransi, (nyeri
thalamic) yang resisten terhadap obat analgesik terjadi pada
saat terjadi injury atau setelah periode hemiparesis sementara,
hemiataxia, gerakan khoreioform, dan kehilangan hemisensori
Rangsangan kutaneus memicu paroxysmal exacerbations dari
rasa sakit yang muncul lebih lama dari stimulus. Karena
persepsi "epicritic" sakit (misal sakit dari cocokan peniti)
adalah sensasi nyeri yang berkurang pada area ini, gejala ini
dikenal sebagai anesthesia dolorosa, or painful anesthesia
Anatomi Fisiologi fungsi
patofisiolo
gi
28

T2-weighted axial magnetic resonance image (MRI) showing
an infarct (arrow) in the posterolateral thalamic territory
Anatomi Fisiologi fungsi
patofisiolo
gi
29
Talamus Anterolateral
Infark di wilayah talamus anterolateral terjadi karena oklusi cabang
tuberothalamic dari arteri serebri posterior. Nukleus talamus yang
terlibat dalam infark termasuk ventral anterior, ventral lateral,
dorsomedial, dan anterior. Manifestasi klinisnya adalah :
hemiparesis kontralateral, gangguan visual, parese wajah dengan
rangsangan, dan jarang terjadi hilangnya hemisensorik. Gangguan
neuropsikologi biasanya sementara mendominasi di lesi di wilayah
ini talamik. Abulia (hilangnya daya kehendak atau kurangnya
spontanitas dan inisiatif), dan mengurangi kuantitas dari bicara.
dominan. Gangguan lainnya terdiri dari defisit intelektual, bahasa,
dan memori lesi sisi kiri dan defisit visuospatial pada lesi sisi kanan
30

Anatomi Fisiologi fungsi
patofisiolo
gi
31
Talamus Medial
Infark di wilayah medial thalamus berhubungan dengan oklusi
cabang paramedian dari akar basilar dari arteri serebral
posterior. Cabang-cabang ini meliputi posteromedial, dalam
interpedun-cular profunda, posterior internal yang optik, dan
thalamo-perforata.
Nukleus talamus yang terlibat termasuk intralaminar
(centromedian, parafascicular) dan Dorsomedial, baik
secara ipsilateal atau bilateral. Wilayah paramedian otak
tengah sering terlibat dengan terjadinya lesi.
32
Ciri dari gambaran klinis adalah mengantuk.
Selain itu, ada kelainan dalam recent memory,
perhatian, intelektual, tatapan vertikal, dan kadang-
kadang hemiparesis ringan atau hemiataxia.
Tidak ada defisit sensorik adalah sebagai aturan yang
berhubungan dengan lesi di wilayah ini.
Kebiasaan (respon instrumental benar tetapi sangat
berlebihan terhadap lingkungan dan benda-benda) yang
merupakan karakteristik dari kerusakan lobus frontal
yang daerah infark nya terjadi pada talamus medial.
Talamus Medial
33
Terdapat dua sindrom pada infark talamus medial yaitu:
akinetic mutism and the Kleine-Levin syndrome.
Pada akinetic mutism (adalah kondisi vegetatif yang
tetap), pasien tampak terjaga dan mempertahankan
siklus tidur-bangun, tetapi tidak dapat berkomunikasi
dengan cara apapun.
Selain infark talamus, akinetik mutism telah dilaporkan
terjadi dengan lesi pada ganglia basal, gyrus singuli
anterior, dan pons.
Talamus Medial
34
Kleine-Levin Syndrome adalah penyakit yang langka dimana
penderita tidak bisa mengontrol rasa kantuknya. Penderita bisa
tertidur selama berjam-jam, berhari-hari, berminggu-minggu,
bahkan bisa berbulan-bulan, tergantung pada berapa lama
penyakit itu muncul/kambuh.
Sebuah keadaan confusional, halusinasi, cepat marah, atau
keadaan schizophrenia dapat terjadi.
Talamus Medial
35

T2-weighted axial MRI showing an infarct (arrow) in the medial
thalamic territory
36
Talamus lateral
Infark di wilayah lateral thalamus berhubungan dengan oklusi
cabang Choroidal anterior dari arteri karotid internal.
Struktur yang terlibat dalam lesi meliputi : posterior dari kapsula
internal thalamic nuclei lateralis (geniculate lateral, ventral posterior
lateral, pulvinar, retikuler), dan lobus temporal medial.
Gambaran klinis infark ini adalah hemiparesis kontralateral dan
disartria.
Lesi di wilayah thalamic lateral bermanifestasi dengan hemiparesis
motorik murni saja.
Manifestasi klinis lainnya termasuk hilangnya hemisensorik rasa
sakit dan sentuhan, adanya defek visual , dan defek
neuropsikologis.
Yang terakhir ini terdiri dari defisit memori pada lesi sisi kiri dan
defisit visuospatial pada lesi sisi kanan
37

Proton density MRI showing an infarct (arrow) in the lateral
thalamic territory
38
Talamus Posterior
Infark di wilayah talamus posterior berhubungan dengan
oklusi cabang koroidal posterior arteri serebral posterior.
Nukleus talamus yang terlibat termasuk geniculata
lateral, pulvinar, dan inti dorsolateral.
Manifestasi klinisnya adalah quadrantanopsia homonim
kontralateral dan hemihipestesia, serta defisit
neuropsikologi, termasuk defek memori dan afasia
transkortikial.
Tanda-tanda tidak sesuai adalah : hemiparesis
kontralateral dan khorea-atetosis
39

T2-weighted MRI showing an infarct (arrow) in the posterior thalamic
territory
40
Thalamic Pain Syndrome
Thalamic pain syndrome adalah suatu peristiwa yang kurang
dipahami dengan baik yang terjadi sebagai komplikasi akhir dari stroke
ringan diarea tertentu dari otak yang disebut sebagai thalamus.
Syndrome ini dikarekteristikkan sebagai nyeri kronik yang terjadi pada
sisi Tubuh yang sama yang dikenai stroke, yang kebalikan dari bagian
otak yang terkena stroke.
Sindroma Nyeri thalamic kronik dikarekteristikkan dengan
allodynia yang berat dan dysaesthesia yang berkembang di limb yang
kontralateral, Tubuh dan wajah segera setelah stroke. Rasa nyeri
timbul tidak pandang buluh dan sentuhan tipis atau tekanan, kadang
bahkan dengan tiupan udara, dapat memicu timbulnya rasa nyeri. Obat
analgesic dan anti epileptic dapat menghilangkan rasa nyeri tetapi
kelainannya umumnya permanen dan tidak dapat disembuhkan.
41
Pathak M, Thalamic pin Syndrome, last update 2006, Available
fromhttp://www.strokesafe.org/resources/thalamic_pain_syndrome.html#to
p
Nyeri talamus dibagi menjadi 4 tipe (yang
dijelaskan pada tabel di slide di bawah ini)
42
Thalamic Pain Syndrome

43
Defisit memori
Lesi diskrit thalamus dapat menyebabkan defisit memori
berat.
Ada tiga jenis perilaku dan anatomi berbeda gangguan
memori yang terkait dengan lesi diencephalon:
A. Defek pengkodean (encoding) yang berat
berhubungan dengan lesi di mamillary bodies, traktus
mamillothalamikus, nukleus talamus intermedianus, dan
nukleus Dorsomedial. Bentuk ringan dari defisit memori
ditandai dengan distractibility (mudah teralihkan)
terjadi pada lesi intralaminar dan nukleus talamus
medial
44
Defisit memori
B. Adanya defek pada memori verbal seperti : pencarian
(retrieval), registrasi, dan ingatan) terjadi pada lesi
talamus kiri yang mencakup nukleus ventrolateral dan
intralaminar dan traktus mamillothalamikus. Gangguan
memori, yang bisa bersifat sementara atau permanen,
yang paling sering adalah lesi di talamus bilateral.
45
Talamus dan Stimulus atau
rangsangan
Aktivasi kortikal dimediasi oleh dua mekanisme:
mekanisme tidak langsung (indirect mechanism), yaitu
melalui thalamus, terdiri dari ascending reticular
activating system (ARAS), dan
mekanisme langsung (direct mechanism) yaitu non-
thalamik, melalui kolinergik, serotonergik, noradrenergik,
dan sistem stimulasi histaminergic yang berasal dari
batang otak, otak depan bagian basal, atau hipotalamus
dan tidak melewati talamus.
46
The Cheiro-Oral Syndrome

Sindrom ini terdiri dari gangguan sensori yaitu pada satu
tangan dan daerah mulut ipsilateral.
Hal ini terkait dengan lesi fokal di ventral nukleus
thalamik posterior.
Sindrom ini terjadi pada : lesi di korteks somatosensori,
perbatasan dari limbik posterior dari kapsul internal dan
korona radiata, otak tengah, dan pons.
Keterlibatan daerah tangan dan mulut menunjukkan
bahwa representasi sensorik dari kedua wilayah tersebut
tidak hanya bersebelahan di korteks somatosensori
primer, tetapi juga di tempat lain di neuraxis
47
The Alien Hand Syndrome
Alien Hand Syndrome (AHS) atau disebut juga Dr
Strangelove syndrome merupakan keadaan dimana
bagian tubuh seseorang dapat bergerak sendiri
tanpa diperintah seakan-akan bagian tubuh tersebut
mempunyai pikiran dan kehendak sendiri.
Biasanya bagian tubuh yang dapat terkena sindrom
ini adalah tangan, namun dalam beberapa kasus
terdapat juga kaki.
Sindrom ini pertama kali dijelaskan oleh Goldstein
pada tahun 1908.
Kebanyakan kasus yang berhubungan dengan lesi
di corpus callosum dan daerah frontal medial
Dan terjadi dikarenakan adanya infark yang
melibatkan wilayah thalamik posterolateral dan
anterolateral yang (disuplai oleh arteri
geniculothalamic dan tuberothalamic). Lesi
biasanya melibatkan nukleus ventralis posterior,
lateral, dan ventral Dorsomedial
48
49
"AHS adalah neurological disorder (kelainan
neurologis) yang membuat korban merasa dia telah
kehilangan kontrol dari salah satu tangannya.
Pada AHS pasien jika diminta mengangkat tangan
sambil menutup mata, maka penderita sindrom ini
akan merasa dia telah mengangkat tangannya namun
sebenarnya tangannya tidak terangkat atau bahkan
sedang bergerak2 kesana kemari. Dalam kasus
ekstrim, terdapat penderita yang pernah melakukan
pergulatan/perkelahian dengan tangan mereka sendiri,
dan bahkan ketika saat tidur.

50
Thalamic Acalculia
Infark di wilayah thalamik anterolateral kiri
yang di perdarahi oleh arteri
tuberothalamik , menyebabkan terjadinya
acalculia.
Lesi biasanya terjadi di daerah nukleus
ventral lateral dan Nukleus Dorsomedial
thalamik
51
Defisit Bahasa
Lesi talamus pada hemisfer yang dominan dapat
menyebabkan defisit bahasa yang sementara (
Transcient deficit in language)
Tarjadi pada daerah :
(1) Talamus medial
(2) Talamus anterolateral, dan
(3) Talamus lateral.
Pada gangguan di talamus medial, melibatkan nukleus
dorsomedial dan centromedian (wilayah thalamic
medial), defisit bahasa ditandai dengan anomia dan
gangguan bahasa atensi. Lesi di daerah ini
berhubungan dengan defisit memori dan perhatian.
52
Defisit bahasa
Pada daerah talamus anterolateral, lesi
melibatkan nukleus ventralis (thalamik
anterolateral). Terjadi gangguan yaitu : Afasia
transkortikal
Pada tipe ketiga, lesi melibatkan daerah
thalamik lateral. Defisit bahasa jenis ini ditandai
dengan anomia ringan (kesulitan dalam
menemukan kata yang terjadi pada banyak
terjadi pasien afasia)

53
Kesimpulan
Thalamus merupakan pusat penyalur dan integrasi yang
penting pada otak. Struktur thalamus dibagi-bagi
berdasarkan jenis kumpulan sel-sel sarafnya (nukleus).
Thalamus memiliki fungsi sebagai pusat pemrosesan
informasi-informasi sensoris. Mereka menerima informasi
dari reseptor sensoris, memproses informasi tersebut, dan
mengirimkan (mentransmisikan) informasi tersebut ke
kortex sensoris yang sesuai. Selain itu terdapat pula
nukleus thalamus yang tidak terlibat dalam proses
sensoris, memproyeksikan diri (lewat projection fiber) ke
bagian-bagian cortex yang tidak memiliki fungsi sensoris,
54
Kesimpulan

Karena talamus kecil, beberapa NUKLEUS dan bahkan
beberapa daerah fungsional biasanya terpengaruh
secara bersamaan, bahkan oleh lesi yang berlainan
seperti terjadinya infark.
Karena wilayah vaskular arteriol melintasi batas-batas
nuklear atau inti, terjadinya iskemik dapat
mempengaruhi beberapa inti atau nuklear, seringnya
adalah parsial.
55
Kecuali untuk defisit sensorik, lesi unilateral talamus
mengakibatkan defisit sementara. Sebaliknya, lesi
bilateral atau lesi unilateral, seperti pendarahan atau
tumor, yang menekan bagian thalamus kontralateral
atau terkena pada otak tengah, dapat menjadikan
pasien koma.
56
DAFTAR PUSTAKA
1. Duus, P. Thalamus. In Diagnosis Topik Neurologi, edisi 4. EGC, 2005, p. 235 242
2. Netter. Thalamus. In Netter,s Concise Neuroanatomy. Netters atlas of Neuroanatomy and
Neurophysiology. 2002, p.138-143
3. Noback, C.R. Damarest, R.J. Thalamus. In Anatomi Susunan Saraf Manusia, Edisi 2. EGC, 1991, p. 332
342
4. Sukardi, E. Thalamus. In Neuroanatomi Medica, UI-Press, Jakarta, 1984, p. 270 282
5. Snell, R.S. Thalamus. In Neuroanatomi Klinik, edisi 5 ( terjemahan ), EGC, 2007, p. 411 417
6. Schmahmann,J D. Vascular Syndromes of the Thalamus, Stroke. 2003; p.34:2264-2278;
7. Wibowo, D.S. Thalamus, In Anatomi susunan saraf pusat, edisi II, EGC. 1994. p. 69 -71
8. Pathak M, Thalamic pain Syndrome, last update 2006, Available from
http://www.strokesafe.org/resources/thalamic_pain_syndrome.html

57
TERIMA KASIH
58

Anda mungkin juga menyukai