Anda di halaman 1dari 36

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Di dalam industri, berbagai macam bahan digunakan baik sebagai bahan
baku maupun produk yang dihasilkan, baik itu berupa gas, ciran maupun padatan.
bahan-bahan itu perlu diangkut menggunakan sebuah mekanisme karen
kadangkala merupakan bahan yang berat maupun berbahaya bagi manusia. Untuk
itu diperlukan alat transportasi untuk mengangkut bahan-bahan tersebut
mengingat keterbatasan kemampuan tenaga manusia baik itu berupa kapasitas
bahan yang akan diangkut maupun keselamatan kerja dari karyawan.
Ada berbagai macam jenis transportasi di dunia industry, salah satunya
adalah transportasi padat yaitu system transportasi yang digunakan untuk
mengangkut bahan-bahan yang berupa padatan, baik bahan baku maupun produk.
Istilah yang sering digunakan untuk transportasi padat adalah conveying
(pengangkutan). Pengangkutan dari unit produksi satu ke yang lainnya dapat
menggunakan alat conveyor, elevator dan lain-lain. Suatu proses pemindahan
barang atau material merupakan proses yang memerlukan ketepatan dan ketelitian
yang memerlukan alat bantu untuk mempermudah proses pengerjaan yaitu berupa
conveyor yang berfungsi untuk menghantarkan barang atau material dari proses
satu ke proses selanjutnya.
Alat yang paling sering digunakan dalam system transportasi padat adalah
conveyor. Pemilihan mesin pemindah bahan sangat penting dalam operasional,
karena pemindahan bahan merupakan salah satu kegiatan yang memiliki
prosentase cukup besar dalam kegiatan produksi. Oleh karena itu pemindahan
bahan harus dilakukan secara efektif dan efisien, salah satunya dengan pemilihan
mesin dan peralatan pemindahan bahan yang tepat. Pemilihan mesin pemindahan
yang tepat memerlukan pertimbangan, salah satunya faktor teknis antara lain.
Jenis dan sifat bahan yang akan ditangani, kapasitas perjam yang dibutuhkan, arah
dan jarak perpindahan, cara menyusun muatan (pada tempat asal, akhir,dan

2

antara), karakteristik proses produksi yang terlibat dalam pemindahan muatan,
kondisi lokal yang spesifik, dan jangka waktu penggunaan alat.
1.2 Rumusan Masalah
Apa transportasi yang digunakan untuk mengangkut bahan padat?
Apa yang dimaksud dengan conveyor?
Apa karakteristik transportasi bahan padat?
Jenis jenis conveyor?
1.3 Tujuan Penulisan
Mengetahui dan memahami jenis-jenis conveyor.
Dapat mengetahui dan memahami karakteristik transportasi bahan padat.
Menggetaui kegunaan spesifik dari masing-masing conveyor.
















3

BAB II
TRANSPORTASI BAHAN PADAT
2.1 Transportasi Bahan Padat
Dalam sebuah pabrik biasanya tempat-tempat untuk melakukan berbagai
proses produksi berjauhan, karena peralatan tersebut mempunyai ukuran yang
cukup besar, dan juga pertimbangan kesehatan dan keselamatan kerja. Oleh
karena itu, dibutuhkan alat pengangkutan (transportasi) bahan dari proses sampai
dengan tempat penyimpanan produk. Alat pengangkutan (transportasi) bahan
yang digunakan untuk mengangkut bahan padatan ini yang merupakan
transportasi bahan padat.
2.2 Karakteristik Transportasi Bahan Padat
Berdasarkan prinsip pengangkutannya, alat transportasi bahan padat
dibedakan menjadi dua, yaitu:
a) Prinsip pengangkutan horizontal, disebut conveyor.
b) Prinsip pengangkutan vertical , disebut elevator.
Berdasarkan system atau cara pengangkutan digolongkan menjadi 3 macam:
a) Mekanis
Sistem scraper ( mendorong)
Sistem carrier (mengangkut atau membawa)
b) Pneumatic
Yaitu pengangkutan menggunakan udara.
Pneumatic dibagi menjadi
Pressure system
Vacum system
Perssure dan vakum system
c) Hidrolisis
Yaitu pengangkutan dengan menggunakan air.

4

2.3 Conveyor
Salah satu jenis alat pengangkut yang sering digunakan adalah Conveyor yang
berfungsi untuk mengangkut bahan-bahan industri yang berbentuk padat.
Pemilihan alat transportasi (conveying equipment) material padatan antara lain
tergantung pada :
Kapasitas material yang ditangani.
Jarak Pemindahan material.
Arah pengangkutan.
Ketinggian.
Proses yang diinginkan selain pengangkutan.
Umur alat.
Harga.
Ukuran (size), bentuk (shape).
Sifat dari material (properties).
Secara umum jenis/type conveyor yang sering digunakan dapat
diklasifikasikan sebagai berikut :
1. Belt Conveyor
2. Chain Conveyor :
Scraper Conveyor
Apron Conveyor
Bucket Conveyor
Bucket Elevator
3. Screw Conveyor
4. Pneumatic Conveyor
5. Gravity Conveyor
2.3.1 Belt Conveyor
Belt Conveyor pada dasarnya merupakan peralatan yang cukup sederhana.
Alat tersebut terdiri dari sabuk yang tahan terhadap pengangkutan benda padat.
Sabuk yang digunakan pada belt conveyor ini dapat dibuat dari berbagai jenis
bahan misalnya dari karet, plastik, kulit ataupun logam yang tergantung dari jenis

5

dan sifat bahan yang akan diangkut. Untuk mengangkut bahan -bahan yang panas,
sabuk yang digunakan terbuat dari logam yang tahan terhadap panas.
Fungsi belt conveyor adalah untuk mengangkut berupa muatan satuan (unit
load) atau muatan curah (bulk load) dengan kapasitas yang cukup besar, dan
sesuai dengan namanya maka media yang digunakan berupa ban (Anonim1,
2010). Prinsip kerja belt conveyor dipakai untuk memindah material baik satuan
atau bulk curah, dengan putaran dari motor sebagai pengerak utama yang
terhubung dengan drum atau yang disebut Pulley (Mubaraq, 2010).
Karakteristik dan performance dari belt conveyor yaitu (Perry, 1999). :
a. Dapat beroperasi secara mendatar maupun miring dengan sudut
maksimum sampai dengan 18.
b. Sabuk disanggah oleh plat roller untuk membawa bahan.
c. Kapasitas tinggi.
d. Serba guna.
e. Dapat beroperasi secara continiue.
f. Kapasitas dapat diatur.
g. Kecepatannya sampai dengan 600 ft/m.
h. Dapat naik turun.
i. Perawatan mudah.
j. Jarak tempuh dapat bermil-mil
k. Kecepatan s/d 5,08 m/detik = 1000 ft/menit.
l. Kapasitas s/d 4539 metric ton/jam = 5000 ton/jam.
Kecepatan belt tergantung (Wallas, 1988) :
a. ukuran bahan
b. sifat material yang dibawa
c. lebar belt






6

Komponen utama Belt Conveyor
Adapun komponen-komponen utama dari belt conveyor dapat dilihat pada
gambar berikut :

Gambar 2.1 Komponen belt conveyor
1. Belt
Belt merupakan pembawa material dari satu titik ke titik lain dan
meneruskan gaya putar. Belt ini diletakkan di atas roller sehingga dapat bergerak
dengan teratur. Belt dapat dibuat dari :
a) Textile terdiri dari : camel hair, cotton (woven atau sewed), duck cotton,
dan rubberized textile belt
b) Strip baja, dan atau
c) Kawat baja (woven-mesh steel wire).
Secara umum persyaratan belt adalah sebagai berikut :
Tahan beban tarik
Tahan beban kejut
Perpanjangan spesifik yang rendah
Fleksibel
Tidak menyerap air

7


Gambar 2.2 Lapisan Belt
Belt terdiri dari beberapa lapis :
top cover (rubber)
Breaker ply (pelindung carcass)
Fabrik Carcass (canvas/ply)
Bottom cover
Kekuatan belt conveyor bukan dilihat berdasarkan ketebalannya
melainkan pada jumlah lapisan penguat (ply) dan tegangan tarik per ply (tensile
strenght). Ditinjau dari struktur lapisan penguatnya, belt conveyor dibagi dalam
dua jenis yaitu :
Fabric belt
Belt dengan penguat jenis fabric adalah belt dengan lapisan penguat (ply)
yang terbuat dari serat tekstil (serat buatan).

Gambar 2.3 Struktur Fabric Belt

8

Lapisan penguat tersebut biasanya disebut Carcass. Carcass terbagi dalam
beberapa jenis, antara lain :
Nylon atau polymide (NN)
Polyester, serat sintetis terilene, trevira dan diolen
Cotton
Vinylon fabric (VN)
Polyvinil (KN)
Aramide fiber
Fabric merupakan rajutan yang terdiri dari serat memanjang (WRAP) dan
serat pengisi dengan arah melintang (WEFT). Jenis rajutan yang sering dipakai
pada fabric belt adalah plain weave.

Gambar 2.4 Arah WEFT dan WRAP
Steel cord
Steel cord adalah belt yang lapisan penguatnya terbuat dari serat baja yang
galvanizing. Tujuan galvanizing adalah untuk mencegah terjadinya karat pada
kawat akibat adanya rembesan air atau udara. Steel cord belt biasanya digunakan
pada conveyor yang membawa beban berat. Pada belt jenis steel cord ini tidak
terdapat lapisan penguat (ply). Yang ada hanya batangan kawat sling yang dirajut
sedemikian rupa sehingga membentuk suatu anyaman kawat baja. Berikut dapat
dilihat konstruksi dari steel cord belt pada gambar berikut di bawah ini

9


Gambar 2.5 Struktur Steel Cord Belt
2. Head pulley
Head pulley pada belt conveyor dapat juga dikatakan sebagai pulley
penggerak dari sistem BC. Pada head pulley dipasang sistem penggerak untuk
menggerakkan belt conveyor. Head pulley juga dapat dikatakan sebagai titik
dimana material akan dicurahkan untuk dikirim ke BC selanjutnya.
3. Tail pulley
Merupakan pulley yang terletak pada daerah belakang dari sistem
conveyor. Dimana pulley ini merupakan tempat jatuhnya material untuk
dibawa ke bagian depan dari conveyor. Konstruksinya sama dengan head
pulley, namun tidak dilengkapi penggerak.
4. Carrying roller
Merupakan roller pembawa karena terletak dibawah belt yang membawa
muatan. Berfungsi sebagai penumpu belt dan sebagai landasan luncur yang
dipasang dengan jarak tertentu agar belt tidak meluncur ke bawah.

Gambar 2.6 Carrying Roller

10

5. Return roller
Merupakan roller balik atau roller penunjang belt pada daerah yang tidak
bermuatan yang dipasang pada bagian bawah fram.

Gambar 2.7 Return Roller
6. Drive (penggerak)
Berfungsi untuk menggerakkan pulley pada BC. Sistem penggerak ini
biasanya terdiri dari motor listik , transmisi, dan rem.
7. Take-up pulley
Perangkat yang mengencangkan belt yang kendur dan memberikan
tegangan pada belt pada start awal.
8. Snub pulley
Berfungsi untuk menjaga keseimbangan tegangan belt pada drive pulley.
9. Chute/ hopper
Merupakan corong yang terletak diujung depan dan belakang conveyor
belt untuk memuat dan mencurahkan material.
10. Skirt rubber
Berfungsi sebagai penyekat agar material tidak tertumpah keluar dari ban
berjalan pada saat muat.



Gambar 2.8 Skirt Rubber

11

11. Chip cleaner
Berfungsi sebagai pembersih material yang terbawa oleh belt conveyor
setelah dicurahkan.

Gambar 2.9 Chip Cleaner
Prinsip kerja:
Belt conveyor dipakai untuk memindah material baik satuan atau bulk
curah, dengan putaran dari motor sebagai pengerak utama yang terhubung dengan
drum atau dulu disebut Pulley, pulley inilah yang yang diselubungi oleh belt yang
lebarnya sama dengan pully tersebut dan panjangnya belt menyesuai dengan
kebutuhan atau kapasitas angkut serta jarak angkut material tersebut. Jika motor
dijalankan maka pulley akan ikut berputar seiring motor hingga belt yang
menyelubungi ikut bergerak tertarik kearah putaran drum atau pully tersebut.
Motor head atau tail: motor head adalah pengerak utama, sedangkan tail biasanya
paling ujung atau ekor dari unit Belt conveyor dimana material di pindahkan tanpa
penngerak. Roller: adalah bagain dari belt conveyour yang berpungsi untuk
mensupport belt yang berjalan, tidak memakai pengerak, bergerak hanya karena
gesekan belt yang berjalan diatasnya. Roller ini disupport oleh rangka dari
struktur belt conveyor secara umum. Roller ini menopang beban belt yang
membawa material diatasnya.

Gambar 2.10 Belt Conveyor Pada Industri

12

Kelemahan-kelemahan dari belt conveyor:
a) Jaraknya telah tertentu.
b) Biaya relatif mahal.
c) Sudut inklinasi terbatas.
Kelebihan dari belt conveyor adalah sebagai berikut.
1. Menurunkan biaya produksi pada saat memindahkan material.
2. Memberikan pemindahan yang terus menerus dalam jumlah yang tetap
sesuai dengan keinginan.
3. Membutuhkan sedikit ruang.
4. Menurunkan tingkat kecelakaan saat pekerja memindahkan material.
5. Menurunkan polusi udara.
6. Dapat beroperasi secara mendatar maupun miring dengan sudut
maksimum sampai dengan 18.
7. Sabuk disanggah oleh plat roller untuk membawa bahan.
8. Kapasitas tinggi.
9. Serba guna.
10. Dapat beroperasi secara continiue
2.3.2 Chain Conveyor
Konveyor rantai adalah konveyor dimana rantainya tidak terputus dari
jenis seluruh konveyor yang melakukan tarikan dari unit penggerak daripada
beberapa hasil pembawa beban untuk transport. Konveyor rantai terutama cocok
untuk sistem konveyor yang membutuhkan penutupan sempurna untuk menahan
debu, seksi penyilangan kecil, kemampuan penahanan atau pengisian berlipat atau
sedang, kombinasi horizontal dan garis edar vertikal, penanganan material pada
temperatur tinggi tetapi membutuhkan keamanan yang diperbaiki oleh pabrik.
Pada banyak industri, pengunaan konveyor rantai telah berkurang selama
30 tahun yang lalu karena dipertimbangkan pada pemiliharaan tinggi yang tidak
pantas. Banyak masalah yang dihadapi meskipun demikian disebabkan oleh
ketidak cukupan engineering dan atraksi ekonomi besar penawaran rendah. Hal
ini terlihat begitu sederhana untuk pembuat baja kecil untuk merakit sistem
konveyor rantai yang menggunakan komponen standar murah. Sistem

13

konveyor yang dibuat dengan baik dengan komponen kwalitas tinggi terbuat dari
baja logam campuran yang diperlakukan panas atau tuangan yang tidak pasti
murah.
Prinsip Kerja Alat
Material/bahan besar dapat dibawa secara langsung pada rantai, pada
pencantelan khusus yang diikatkan pada rantai baik untuk pengangkatan yang
ditekan atau digandeng oleh rantai atau dapat ditekan/ditarik oleh rantai dengan
pencantelan khusus pada rantai. Peralatan haruslah dengan hati-hati ditekankan
pada material terhadap marerial untuk ditangani terutama pada penggetaman.
Program pemeliharaan preventive biasanya dapat menghindari kerusakan tidak
pada waktunya dan interupsi/ gangguan pada proses produksi.
Spesifikasi Pokok
Pertimbangan dalam perencanaan erat hubungannya terhadap jenis
konveyor adalah kelas konveyor. Empat kelas konveyor telah ditentukan pada
dasar faktor friksi/gesekan yang disertakan dengan pergerakan rantai (penyorong
atau penggulungan ) dan pergerakan material (penyorongan atau dibawah).
1.Chain Sliding ( Penyorongan rantai )
Metode ini adalah sederhana didalam kontruksi, memiliki bagian
pergerakan yang lebih sedikit dan biasanya paling rendah / murah biayanya untuk
beban yang diberikan. Hal ini paling efektif pada peralatan kotor dan kontruksi
tak datar, baik/cocok untuk pengaruh kondisi. Peralatan daya kuda adalah lebih
tinggi daripada untuk ranatai penggulung.




Gambar 2.11 Chain Sliding
2.Chain Rolling (Penggulungan rantai)
Metode ini memiliki operasi yang lebih halus, pulsasi yang lebih
sedikit bila dibandingkan dengan penyorongan rantai. Semakin lebih

14

rendah gesekan pada pusat yang lebih rendah, maka semakin sedikit
pergerakan dan semakin rendah biaya operasi. Hal ini tidak cocok untuk
peralatan kotor sebagaimana bahan luar dapat mengganggu
penggulungan.


Gambar 2.12 Chain Rolling
Dengan sederhana didefinisikan Rantai adalah untai material yang fleksibel,
biasanya metal dibuat dari jenis elemen yang keras, biasanya disebut lingkaran,
saling dikuncu atau dihubungkan satu sama lain tetapi bebas untuk bergerak pada
satu atau banyak bidang.
Chain conveyor dapat dibagi atas beberapa jenis conveyor, yaitu :
1. Scraper Conveyor
2. Apron Conveyor
3. Bucket Conveyor
4. Bucket Elevator
Keempat jenis elevator tersebut pada dasarnya menggunakan rantai
sebagai alat bantu untuk menggerakkan material.
Chain konveyor memanfaatkan pengaturan rantai powered terus
menerus, membawa serangkaian liontin tunggal. Susunan rantai digerakkan
oleh motor, dan bahan tersuspensi pada liontin yang disampaikan.
Chain conveyor terutama digunakan untuk mengangkut beban unit
berat, misalnya palet, kotak grid, dan wadah industri. Konveyor ini bisa rantai
tunggal atau ganda untai dalam konfigurasi. Muatan diposisikan pada rantai,
gesekan menarik beban ke depan
.


15

Banyak sektor industri menggunakan teknologi rantai konveyor di lini
produksi mereka. Industri otomotif biasanya menggunakan sistem rantai
conveyor untuk menyampaikan bagian mobil.


1. Scraper Conveyor
Scraper conveyor merupakan konveyor yang sederhana dan paling murah
diantara jenis -jenis conveyor lainnya. Conveyor jenis ini dapat digunakan dengan
kemiringan yang besar. Conveyor jenis ini digunakan untuk mengangkut material
- material ringan yang tidak mudah rusak, seperti : abu, kayu dan kepingan.
Karakteristik dan performance dari scaper conveyor:
a) Dapat beroperasi dengan kemiringan sampat 45.
b) Mempunyai kecepatan maksimum 150 ft/m.
c) Kapasitas pengangkutan hingga 360 ton/jam.
d) Harganya murah.
Kelemahan - kelemahan pada scraper conveyor:
a) Mempunyai jarak yang pendek.
b) Tenaganya tidak konstan.
c) Biaya perawatan yang besar seperti service secara teratur.
d) Mengangkut beban yang ringan dan tidak tetap.
Gambar 2.13 Chain Conveyer

16





2. Apron Conveyor
Apron Conveyor digunakan untuk variasi yang lebih luas dan untuk beban
yang lebih berat dengan jarak yang pendek. Apron Conveyor yang sederhana
terdiri dari dua rantai yang dibuat dari mata rantai yang dapat ditempa dan
ditanggalkan dengan alat tambahan A. Palang kayu dipasang pada alat tambahan
A diantara rantai dengan seluruh tumpuan dari tarikan conveyor. Untuk bahan
yang berat dan pengangkutan yang lama dapat ditambahkan roda (roller) pada alat
tambahan A. Selain digunakan roller, palang kayu dapat juga digantikan dengan
plat baja untuk mengangkut bahan yang berat.
Apron conveyor terdiri dari frame, penggerak, take-up sprocket,
apron/slat, travelling roller, feed hopers, dan discharge spout. Apron conveyor
digunakan untuk memindahkan berbagai macam muatan curah dan satuan secara
horizontal maupun membentuk sudut inklinasi. Conveyor ini secara luas
digunakan di industri kimia, metalurgi, pertambangan batu bara, industri
permesinan, dan banyak industri lainnya. Berbeda dengan belt conveyor, apron
conveyor lebih ditujukan untuk memindahkan material berat, bongkah besar,
abrasive, dan material panas (bahan cor, tempa, foundry sand). Apron conveyor
memiliki kapasitas pemindahan besar, yaitu 2000 ton/jam atau lebih karena
Gambar 2.14 Scraper Conveyor
Gambar 2.15 Scraper Conveyor Pada Industri

17

dilengkapi dengan papan peluncur dan rantai penarik yang kuat. Geometri apron
conveyor tisdak jauh berbeda dengan belt conveyor, kecuali susut inklinasinya
dapat mencapai 45 derajat atau lebih, jika apron dilengkapi dengan tranverse
cleats atau stop dan transisi dari horizontal keinklinasi dengan radius kecil (5 m -
8 m).
Karakteristik dan performance dan apron conveyor:
a) Dapat beroperasi dengan kemiringan hingga 25.
b) Kapasitas pcngangkutan hingga 100 ton/jam.
c) Kecepatan maksimum 100 ft/m.
d) Dapat digunakan untuk bahan yang kasar, berminyak maupun yang
besar.
e) Perawatan murah.
Kelemahan -kelemahan apron konveyor :
a) Kecepatan yang relatif rendah.
b) Kapasitas pengangkutan yang kecil
c) Hanya satu arah gerakan
d) Kontruksi apron dan rantai yang berat
e) Pembutannya rumit, dan berbiaya tinggi
f) Perlu perhatian lebih untuk hinged-joint agar bias berfungsi baik

Gambar 2.16 Apron Conveyor

18



Konstruksi Apron Conveyor :
Sistem penyambungan bucket pada appron conveyor biasanya
digunakan rantai gall, rantai skalm.
Penyambungan ini tanpa flen (On flent), pengangkutan nyabukan
untuk material yang curah.
Skirt board ikut bergerak bersama-sama appron conveyor.
Jenis ini, skirt board tidak ikut bergerak mengikuti appron. Jenis
appron king carrier pada pabrik gula, urea, dan lainnya.
Bucket jenis ini biasanya ikut berjalan dengan bucket yang ada
didepannya.
Jenis bucket untuk pengangkutan bahan atau material cairan atau
liquid.
Apron conveyor dibagi menjadi dua macam, yaitu :
1. Casting machine, jenis ini untuk pengangkutan pengecoran.
2. Escalator
Dikarenakan pengangkutan menggunakan rantai, maka peralatan juga
harus dapat saling bekerja satisama lain dengan rantai itu sendiri, misalnya :
Rantai skalm , maka sprocket mempunyai sarang-sarang rantai.
Rantai bentuk gall, maka sprocket mempunyai gerigi tempat rantai.

Gambar 2.17 Apron Conveyor Pada Industri

19

3. Bucket Conveyor
Bucket Conveyor sebenarnya merupakan bentuk yang menyerupai
conveyor apron yang dalam.
Karakteristik dan performance dari bucket conveyor:
a) Bucket terbuat dari baja
b) Bucket digerakkan dengan rantai
c) Biaya relatif murah.
d) Rangkaian sederhana.
e) Dapat digunakan untuk mengangkut bahan bentuk bongkahan.
f) Kecepatan sampai dengan 100 ft/m.
g) Kapasitas kecil 100 ton/jam.
Kelemahan -kelemahan bucket conveyor:
a) Ukuran partikel yang diangkut 2-3 in.
b) Investasi mahal.
c) Kecepatan rendah.


4. Bucket Elevator
Belt, scraper maupun apron conveyor mengangkut material dengan
kemiringan yang terbatas. Belt conveyor jarang beroperasi pada sudut yang lebih
besar dari 15-20 dan scraper jarang melebihi 30
0
. Sedangkan kadangkala
diperlukan pengangkutan material dengan kemiringan yang curam. Untuk itu
dapat digunakan Bucket Elevalor. Secara umum bucket elevator terdiri dari timba
Gambar 2.18 Bucket Conveyor

20

-timba (bucket) yang dibawa oleh rantai atau sabuk yang bergerak. Timba -timba
(bucket) yang digunakan memiliki beberapa bentuk sesuai dengan fungsinya
masing -masing.
Bentuk - bentuk dari timba -timba (bucket) dapat dibagi atas :
a) Minneapolis Type
Bentuk ini hampir dipakai di seluruh dunia. Dipergunakan untuk
mengangkut butiran dan material kering yang sudah lumat.
b) Buckets for Wet or Sticky Materials
Bucket yang lebih datar. Dipergunakan untuk mengangkut material
yang cenderung lengket.
c) Stamped Steel Bucket for Crushed Rock
Dipergunakan untuk mengangkut bongkahan -bongkahan besar dan
material yang berat.

Ketiga jenis bucket tersebut dapat dilihat pada gambar berikut ini :



Gambar 2.19 Jenis-Jenis Bucket
Gambar 2.20 Bucket Elevator

21

2.3..3 Screw Conveyor
Jenis konveyor yang paling tepat untuk mengangkut bahan padat
berbentuk halus atau bubur adalah konveyor sekrup (screw conveyor). Alat ini
pada dasarnya terbuat dari pisau yang berpilin mengelilingi suatu sumbu sehingga
bentuknya mirip sekrup. Pisau berpilin ini disebut flight.

Macam-macam flight adalah:
a) Sectional flight
b) Helicoid flight
c) Special flight, terbagi:
d) Cast iron flight
e) Ribbon flight
f) Cut flight
Konveyor berflight section (Gambar 2.15-a) dibuat dari pisau-pisau
pendek yang disatukan -tiap pisau berpilin satu putaran penuh- dengan cara
disimpul tepat pada tiap ujung sebuah pisau dengan paku keling sehingga
akhirnya akan membentuk sebuah pilinan yang panjang.
Sebuah helicoid flight, bentuknya seperti pita panjang yang berpilin
mengelilingi suatu poros (Gambar 2.15-b). Untuk membentuk suatu konveyor,
flight-flight itu disatukan dengan cara dilas tepat pada poros yang bersesuaian
dengan pilinan berikutnya.
Flight khusus digunakan dimana suhu dan tingkat kerusakan tinggi adalah
flight cast iron. Flight-flight ini disusun sehingga membentuk sebuah konveyor
(Gambar 2.15-c).
Untuk bahan yang lengket, digunakan ribbon flight (Gambar 2.15-d).
Untuk mengaduk digunakan cut flight (Gambar 2.15-e). Flight pengaduk ini
dibuat dari flight biasa, yaitu dengan cara memotong-motong flight biasa lalu
membelokkan potongannya ke berbagai arah.
Untuk mendapatkan konveyor panjang yang lebih sederhana dan murah,
biasanya konveyor tersebut itu disusun dari konveyor-konveyor pendek. Sepasang

22

konveyor pendek disatukan dengan sebuah penahan yang disebut hanger dan
disesuaikan pasangan pilinannya.
Tiap konveyor pendek mempunyai standar tertentu sehingga dapat
dipasang dengan konveyor pendek lainnya, yaitu dengan cara memasukkan salah
satu poros sebuah konveyor ke lubang yang terdapat pada poros konveyor yang
satunya lagi (Gambar 2.16).











Wadah konveyor biasanya terbuat dan lempeng baja (Gambar 2.22),
Panjang sebuah wadah antara 8, 10, dan 12 ft. Tipe wadah yang paling
sederhana (Gambar 2.17-a) hanya bagian dasarnya, yang berbentuk setengah
Gambar 2.21 Screw Elevator a. sectional, b.helicoid, c. cast iron, d. ribbon, e. cut
flight
Gambar 2.22 Screw Conveyor Coulping

23

lingkaran dan terbuat dari baja, sedangkan sisi-sisi lurus lainnya terbuat dari
kayu.
Untuk mendapatkan sebuah wadah yang panjang, wadah-wadah
pendek disusun sehingga sesuai dengan panjang konveyor. Gambar 2.17-b
menunjukkan wadah yang lebih rumit yang konstruksinya semuanya terbuat
dari besi.


Perlu diketahui bahwa poros konveyor harus digantung pada
persambungan yang tetap sejajar. Dua buah persambungan dibuat pada ujung
wadah, dan sepanjang wadah harus tetap ada hanger atau penahan, Biasanya ada
sebuah hanger untuk tiap bagian.
Gambar 2.23 menunjukkan beberapa tipe hanger. Gbr 2.23-a menunjukkan
tipe paling sederhana dan paling murah. Gbr 2.23-b menunjukkan tipe yang
mempunyai persambungan terpisah dan ditempatkan di wadah baja. Bentuk yang
lebih rumit mempunyai persambungan yang dapat disetel dan juga dengan cara
meminyaki yang lehih baik.
Jika bahan yang diangkut konveyor bersentuhan dengan persambungan
hanger, seringkali minyak atau pelumas tidak dapat dipakai karena akan
mencemari bahan tersebut, dan wadah kayu akan basah oleh minyak. Oleh karena
Gambar 2.23 Wadah Screw
Conveyor

24

itu, wadah dalam hanger dibuat dari besi putih cor (Gbr 2.23-c) sehingga tempat
bergerak dapat digunakan walaupun tanpa pelumas.



Ujung dari wadah konveyor disebut box ends . Umumnya box ends awal
berbeda konstruksinya dengan box ends akhir. Box ends awal memiliki roda gigi
(gears) bevel untuk memutar poros konveyor.


Screw conveyor digunakan untuk memindahkan material kecil seperti
butiran, aspal, batubara, abu, kerikil dan pasir. Tipe khusus yaitu ribbon conveyor
dimana tidak ada pusat helical fin, cocok digunakan untuk lem, cairan kental
seperti molasses, tas panas dan gula.
Screw conveyor banyak dipakai pada indutri seperti :
Gambar 2.24 Screw Conveyor
Hanger
Gambar 2.25 Screw Conveyor Box End

25

Industry kimia seperti Titanium dioxide, carbon black, calcium carbonate,
powdered lime, rubber, detergent powders and sulphur dan lain-lain.
Makanan seperti Cake mixes, soup mixes, gravy mixes, cocoa powder,
keju, permen, susu bubuk, frozen or raw vegetables, fruits and nuts.
Kosmetik dan obat-obatan seperti bedak, titanium dioxide, zinc oxide,
clay, calcium carbonate.

Prinsip kerja :
Alat ini terdiri dari baja yang memiliki spiral atau helical fin yang
tertancap pada shaft dan berputar dalam suatu saluran berebentuk U (through)
tanpa menyentuhnya sehingga helical fin mendorong material ke trough. Shaft
digerakkan oleh motor gear. Conveyor dibuat dengan ukuran panjang 8-12 ft yang
dapat bersatu untuk memperoleh panjang tertentu. Diameternya bervariasi dari 3
sampai 24 in.
Saluran (through) berbentuk setengah lingkaran dan disangga oleh kayu
atau baja. Pada akhir ulir biasanya dibuat lubang untuk penempatan as dan drive
end yang kemudian dihubungkan dengan alat penggerak.
Elemen screw conveyor disebut flight. Bentuknya helical atau dengan
modifikasi tertentu. Untuk helicoids flight bentuknya berupa pita memanjang dan
dengan alat penyangga pada masing-masing belitan dan berakhir pada as sentral.
Screw conveyor memerlukan sedikit ruangan dan tidak membutuhkan
mekanik serta membutuhkan biaya yang sedikit. Material bercampur saat
melewati conveyor. Pada umumnya srew conveyor dipakai untuk mengangkut
bahan secara horizontal. Namun bila diinginkan dengan elevasi tertentu bisa juga
dipakai dengan mengalami penurunan kapasitas 25-45% dari kapasitas
horisontalnya. Elevasi 10
0
terjadi penurunan kapasitas 15%, Elevasi 15
0
terjadi
penurunan kapasitas 20% dan Elevasi 20
0
terjadi penurunan kapasitas 40%.

26




Kelebihan Screw Conveyor
Screw conveyor mudah dalam hal perencanaan, maintenance, dimensi
kecil, dapat mengeluarkan material pada titik yang dikendaki. Ini penting untuk
meterial yang berdebu (dusty) dan material panas, material yang bau, dan
menjijikkan (obnoxious odour). Karena gesekan material terhadap screw dan
trough dapat mengakibatkan kondumsi daya yang tinggi, maka screw conveyor
digunakan untuk kapasitas rendah sampai sedang (sampai 100 m3/jam) dan
panjang biasanya 30 samai 40 meter.

Kekurangan Screw Conveyor :
Penerapan Screw conveyor terbatas karena material yang dapat
dipindahkan dengan sempurna tidaklah banyak. Screw conveyor tidak dapat
digunakan untuk bongkahan besar (large-lumped), mudah hancur (easily-
crushed), abrasive, dan material mudah menempel (sticking materials). Beban
berlebih akan mengakibatkan kemacetan (bottleneck) dekat intermediate bearing,
merusak poros, dan screw berhenti.



Gambar 2.26 Screw Conveyor Pada Industri

27

2.3.4 Pneumatic Conveyor
Konveyor yang digunakan unluk mengangkut bahan yang ringan atau
berbentuk bongkahan kecil adalah konvenyor aliran udara (pneumatic conveyor).
Pada jenis konveyor ini bahan dalam bentuk suspensi diangkut oleh aliran udara.

Prinsip Kerja
Sebuah pompa cycloida akan menghasilkan kehampaan yang sedang dan
sedotannya dihubungkan dengan sistem pengangkulan. Bahan -bahan akan
terhisap naik melalui selang yang dapat dipindah-pindahkan ujungnya. Kemudian,
aliran udara yang mengangkut bahan padat dalam bentuk suspensi akan menuju
siklon dan selanjutnya menuju ke pompa. Jika bahan-bahan ini mengandung debu,
debu ini tentunya akan merusak pompa dan debu ini juga akan membahayakan
jika dibuang ke udara, dengan kala lain debu adalah produk yang tidak diinginkan.
Karenanya, sebuah kotak penyaring ditempatkan diantara siklon dan pompa.
Pada konveyor ini banyak alat dipakai, antara lain:
a) Sebuah pompa atau kipas angin untuk menghasilkan aliran udara.
b) Sebuah cyclone untuk memisahkan partikel-partikel besar.
c) Sebuah kotak penyaring (bag filter) untuk menyaring debu.
Pada tipe yang sederhana (Gambar 17), sebuah pompa cycloida akan
menghasilkan kehampaan yang sedang dan sedotannya dihubungkan dengan
sistem pengangkulan. Bahan -bahan akan terhisap naik melalui selang yang dapat
dipindah-pindahkan ujungnya.
Kemudian, aliran udara yang mengangkut bahan padat dalam bentuk
suspensi akan menuju siklon dan selanjutnya menuju ke pompa.
Jika bahan-bahan ini mengandung debu, debu ini tentunya akan merusak
pompa dan debu ini juga akan membahayakan jika dibuang ke udara, dengan kala
lain debu adalah produk yang tidak diinginkan. Karenanya, sebuah kotak
penyaring ditempatkan diantara siklon dan pompa.
Jenis konveyor ini terutama digunakan untuk mengangkut bahan yang
kebersihannya harus tetap terjaga baik (seperti biji-bijian, bahan-bahan lumat

28

seperti soda abu, dan lain-lain) supaya keadaannya tetap baik dan tidak
mengandung zat-zat beracun seperti timbal dan arsen.
Konveyor ini juga dapat dipakai untuk mengangkut bahan-bahan yang
berbentuk bongkahan kecil seperti chip kayu, bit pulp kering, dan bahan lainnya
yang sejenis. Kadang-kadang juga digunakan bila jalan yang dilalui bahan
berkelok- kelok atau jika bahan harus diangkat dan lain-lain hal yang pada tipe
konveyor lainnya menyebabkan biaya pengoperasian lebih tinggi.
Kecepatan aliran udara pada kecepatan rendah adalah 3000-7500 fpm dan
pada kecepatan tinggi adalah 10000-20000 fpm. Sedangkan jumlah udara yang
digunakan untuk mengangkut tiap ton bahan per jam adalah 50-200 cfm,
tergantung pada keadaan dan berat bahan,jarak dan kemiringan pengangkutan, dan
lain-lain.
Kerugian menggunakan jenis konveyor ini adalah pemakaian energinya
lebih besar dibanding jenis konveyor lainnya untuk jumlah pengangkutan yang
sama. Perhitungan-perhitungan pada konveyor pneumatik sama sekali empiris dan
memuat faktor-faktor yang tidak terdapat di luar data-data peralatan pabrik.
Kemungkinan letak kerusakan pada conveyor ini adalah jika bahan-bahan
yang akan diangkut mengandung debu, debu ini tentunya akan merusak
pompa dan debu ini juga akan membahayakan jika dibuang ke udara, dengan
kala lain debu adalah produk yang tidak diinginkan.

Cara Mengatasi Kerusakan :
Sebuah kotak penyaring ditempatkan diantara siklon dan pompa hal
ini dimaksudkan untuk mencegah debu yang dapat membahayakan
pompa.

29





2.3.5 Gravity Conveyor
Gravity konveyor adalah jenis peralatan material handling yang tidak
bermotor dan menggunakan gaya gravitasi atau momentum untuk membantu
dalam pergerakan produk, paket, makanan atau peralatan dari satu tempat ke
Gambar 2.27 Penumatic Conveyor
Gambar 2.29 Bagian-Bagian Penumatic Conveyor

30

tempat lain, atau melalui berbagai tahapan manufaktur otomatis atau finishing.
Gravity conveyor lebih murah dibanding dengan conveyor bermotor (powered
conveyor), gravity conveyor menggunakan tekanan minimum saat bekerja
sehingga dapat mudah dipindahkan (portable) dan ringan. Gravity konveyor
biasanya digunakan untuk aplikasi yang memerlukan kemudahan rotasi dan
transportasi seperti distribusi, pergudangan, material handling, pengolahan
makanan, pengiriman, dan produksi. Industri yang cocok untuk menggunakan
Gravity conveyor antara lain pengemasan, industri manufaktur, farmasi, otomotif,
dirgantara dan banyak bagian fabrikasi.
Gravity conveyor dapat bekerja sendiri ataupun digabungkan dengan
sistem conveyor lainnya. Gravity conveyor menggunakan gaya gravitasi untuk
mendapatkan momentum dengan menempatkan salah satu ujung konveyor pada
tempat yang lebih tinggi, sehingga produk yang diletakkan diatas conveyor dapat
bergerak tanpa menggunakan motor listrik. Gravity konveyor memiliki dua jenis
utama yaitu :
Gravity roller Conveyord dan Gravity Wheel Conveyor









Gambar 2.30 Konveyor Roda
Dalam penggunaannya, rol atau roda dimasukkan ke dalam suatu batang /
rangka (frame spacer) yang kemudian disatukan dalam satu badan (channel
frame) seperti pada gambar berikut :


31


Gambar 2.31 Susunan Frame spacer & Chaneel Spacer
Frame dapat dibuat dengan bahan baja atau aluminium. Penyusunan
frame spacer pada channel frame dapat dilakukan dengan jarak yang berbeda.
Tetapi jumlah minimal rol/roda harus memenuhi, sehingga bahan yang
dipindahkan dapat bergerak sempurna mengikuti putaran rol/roda.
a. Konveyor Rol (Gravity Roller Conveyor)
Prinsip Kerja :
Gravity conveyor Rol (Gravity Roller Conveyor) memindahkan produk
horizontal di sepanjang lintasan yang berisi serangkaian rol yang ditempatkan
tegak lurus terhadap arah perjalanan dan dibantu bantalan dan poros. Karena
konveyor rol didorong oleh gravitasi, produk dapat bebas bergerak secara manual
(horizontal) atau produk dapat dibiarkan jatuh jarak tertentu dengan penurunan
sedikit. Konveyor Rol dapat dipakai untuk memindahkan bahan yang permukaan
bagian bawahnya rata seperti kardus dan pallet ataupun yang permukaan
bawahnya tidak rata seperti drum, kaleng, bongkahan, dll.
Spesifikasi Alat (Bagian-bagian Utama Alat) :
Bagian-bagian utama Konveyor Rol (Gravity Roller Conveyor) antara lain
rol, frame, channel frame, hook/butt couplings, shoulder bolt (bahu baut). Bagian-
bagian tersebut dapat dilihat pada gambar berikut :







32


Gambar 2.32 Bagian-Bagian Konveyor Rol
Pemasangan rol harus minimal 3 rol yang berada dibawah bahan yang
diangkut, jika tidak, bahan akan bergerak tidak sempurna dan menimbulkan
kerusakan pada bahan yang diangkut, seperti dapat dilihat pada gambar berikut :






Gambar 2.33 Pemasangan Rol

Konveyor rol memiliki kelebihan antara lain :
Relatif murah dibandingkan konveyor lain yang menggunakan motor.
Konstruksinya sederhana.
Ringan, Fleksibel dan mudah dipindahkan
Dapat beroperasi dengan kemiringan hingga 45
Dapat digunakan untuk bahan yang berukuran besar dan berat.
Dapat digunakan untuk mengangkut bahan yang bagian bawahnya tidak
rata
Kapasitas pengangkutan yang besar.
Disamping memiliki banyak kelebihan, konveyor rol ini juga memiliki beberapa
kekurangan, antara lain :
Biaya perawatan tinggi.
Hanya dapat digunakan untuk 1 arah gerakan.

b. Konveyor Roda (Gravity Wheel Conveyor)
Prinsip Kerja
Gravity wheel conveyor, atau konveyor roda, sangat mirip dengan Gravity
Roller Conveyor, perbedaannya terletak pada lintasannya yang bukan rol

33

melainkan roda. Konveyor roda memungkinkan untuk dijalankan dengan sudut
kemiringan lebih kecil dari roller konveyor, sehingga, mereka umumnya
digunakan untuk aplikasi beban yang lebih ringan.
Konveyor roda hanya dapat digunakan untuk memindahkan bahan yang
permukaan bawahnya rata, seperti kardus, pallet, kayu lapis, kotak jinjing,
nampan, dan lain-lain. Konstruksi alatnya juga sederhana dan lebih ringan dari
pada konveyor rol sehingga mudah dipindahkan, fleksibel serta perawatan mesin
lebih mudah.
Bagian-bagian utama Konveyor Roda (Gravity Roller Conveyor) tidak
jauh berbeda dengan konveyor rol antara lain roda,fr a m edan channel frame.
Bagian-bagian tersebut dapat dilihat pada gambar berikut :

Gambar 2.34 Bagian-Bagian Konveyor Roda
Kelebihan :
Relatif murah dibandingkan konveyor lain yang menggunakan motor.
konstruksinya sederhana.
Lebih ringan, fleksibel dan mudah dipindahkan
Dapat beroperasi dengan kemiringan hingga 45
Kapasitas pengangkutan yang besar.




34

Kekurangan :
Biaya perawatan tinggi.
Hanya dapat digunakan untuk 1 arah gerakan.
Tidak dapat digunakan untuk barang yang permukaan bawahnya tidak
rata.
Kemungkinan Letak Kerusakan pada Konveyor Rol dan Konveyor Roda :
Secara umum, Gravity roll conveyor terbuat dari logam, sehingga kerusakan
sering terjadi karena logam mengalami korosi, misalkan pada sambungan antara
frame dan channel frame, ini akan menghambat perputaran roller, biasanya
ditandai dengan bunyi decit, jika ini terus berlanjut, maka roller tidah dapat
berputar dan pengangkutan akan macet.
Cara mengatasi kerusakan pada Konveyor Rol dan Konveyor Roda:
Kerusakan dapat dicegah dengan melakukan perawatan secara intensif pada
mesin, misalnya dengan membersihkan dan memberi pelumas atau minyak
gemuk terutama pada sambungan-sambungan, sehingga mencegah
terjadinya korosi pada bahan logam.













35

BAB III
Kesimpulan
Conveyor adalah salah satu jenis alat pengangkut yang berfungsi untuk
mengangkut bahan-bahan industri yang berbentuk padat.
Secara umum conveyor diklasifikaikan sebagai berikut :
1. Belt Conveyor
2. Chain Conveyor
3. Scraper Conveyor .
4. Appron Conveyor.
5. Bucket Conveyor.
6. Screw Conveyor
7. Pneumatic Conveyor
Masing-masing conveyor memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri.
Pemilihan conveyor yang akan digunakan bergantung pada :
1. Kapasitas material yang ditangani
2. Jarak perpindahan material
3. Kondisi pengangkutan : horizontal, vertikal atau inklinasi
4. Ukuran (size), bentuk (shape) dan sifat material (properties)
5. Harga peralatan tersebut.












36

Daftar Pustaka
Ahmad.2010. Conveyor. http://dianape.wordpress.com/conveyors/. Diakses pada
12 Maret 2014.
Distantina. 2009. Materi Transportasi Padatan.
http://distantina.staff.uns.ac.id/files/2009/10/1-materi-transportasi-
padatan.pdf. Diakses pada 12 Maret 2014.
Edwin. 2010. Mesin dan Peralatan. http://www.grainsysteminternational.com.
Diakses pada 12 Maret 2014.
Fatena,Susi.2010. Belt Conveyor.
http://sanggapramana.wordpress.com/2010/07/19/belt-conveyor/. Diakses
pada tanggal 12 Maret 2014.
Shahrul. 2011. Tranportasi bahan padat.
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/1358/1/tkimia-syahrul3.pdf.
Diakses pada 12 Maret 2014.
Smanto, Alpha . 2009. Belt Conveyor.
http://ismantoalpha.blogspot.com/2009/12/belt-conveyor.html. Diakses pada
12 Maret 2014.
Natanagara, Novhan. 2011. Transportasi Benda Padat. http://novhan-
natanagara.blogspot.com/2011/03/alat-transportasi-benda-padat.html.
Diakses pada 12 Maret 2014.