Anda di halaman 1dari 9

Masalah Kekurangan Zat Besi

Pendahuluan
Masalah gizi ini merupakan masalah kesehatan
masyarakat yang serius karena berdampak pada perkembangan
fisik, psikis, perilaku dan etos kerja seseorang. Anemia ini
merupakan persoalan yang serius bagi bangsa Indonesia karena
bisa berdampak pada siapa saja. Akibat lebih lanjut seperti
disebutkan di atas adalah kelahiran bayi premature, kematian
ibu saat melahirkan, penurunan tingkat intelegensi anak,
hilangnya semangat dan motivasi belajar anak.
Ketidakcukupan tersebut terjadi karena beberapa faktor
antara lain kurangnya pemasukan zat besi, berkurangnya
persediaan zat besi dalam makanan, meningkatnya kebutuhan
akan zat besi dan dapat juga karena kehilangan darah yang
kronis. !aktor resiko terbanyak yang mudah terkena anemia besi
adalah bayi, anak usia pra sekolah, remaja dan "anita usia subur
terutama yang sedang mengandung bayinya. #amun tidak
menutup kemuningkinan laki$laki de"asa pun mudah terkena
bila tidak cukup mengkonsumsi zat besi ini.
%ebenarnya penanganannya relative mudah dengan
mengkonsumsi zat besi yang cukup namun faktanya banyak
anemia yang tidak terobayi sampai lanjut.

Pengertian
Anemia secara mudah dapat dikatakan adalah seseorang
dengan keadaan kadar hemoglobin dalam darah kurang dari
yang seharusnya. Anemia dapat dikatakan juga bilamana ukuran
dan jumlah eritrosit dalam hemoglobin kurang dari normal.
&erikut ini batas normal 'emoglobin seseorang yang dihitung
berdasarkan umur dan jenis kelamin. (abel ).

(abel *. &atas normal 'b seseorang
Kelompok +mur 'emoglobin ,g-*..ml/
Anak

0e"asa
1 bulan sampai 1 tahun
1 2 *) tahun
laki$laki
"anita
"anita hamil
**
*3
*4
*3
**

Anemia yang terjadi pada seseorang lebih banyak
disebabkan karena karena efek samping dari keadaan penyakit
tertentu atau suatu keadaan patologis. %eperti karena penyakit
malaria, cacing tambang dan infeksi$infeksi yang lain yang
banyak terjadi khusunya di negara tropis. &iasanya semakin
rendah kadar 'b maka dapat dikatakan bah"a anemia yang
terjadi semakin berat dan perlu penanganan segera.
Anemia defisensi zat besi lebih banyak terjadi di negar
berkembang daripada negara maju atau industri. Prevalensi yang
tertinggi terjadi di negara Afrika dan Asia %elatan.

Penyebab Anemia
%ecara umum penyebab utama terjadinya anemia zat besi
adalah akibat defisiensi zat besi. 'al ini merupakan penyebab
utama anemia pada seseorang dibandingkan defisiensi zat gizi
lain, seperti asam folat, vitamin &*3, protein, vitamin, dan trace
element lainnya. &erikut ini m"erupakan faktor secara umum
penyebab anemia gizi pada seseorang, yaitu5

*. &anyaknya kehilangan darah
Kehilangan darah dalam hal ini biasanya disebabkan
oleh karena kecelakaan yang mengakibatkan kehilangan banyak
darah. %elain itu dapat juga yang disebabkan karena perdarahan
kronis yang terjadi sedikit demi sedikit tapi terus menerus
seperti pada kanker saluran pencernaan, peptic ulser maupun
ambeien.
(ak kalah pentingnya penyebab kehilangan darah ini
karena cacing tambang yang masih banyak terjadi di beberapa
"ilayah di Indonesia. 0an yang terakhir adalah yang terjadi
pada remaja putrid dan "anita de"asa yaitu datangnya haid
yang terjadi tiap bulan sekali.

3. Kerusakan sel darah merah
Kerusakan berlangsung di dalam pembuluh darah akibat
penyakit tertentu seperti malaria dan thalasemia, yang dikatakan
sebagi anemia hemolitik. Pada kejadian ini sel darah merah telah
rusak namun zat besi yang ada di dalamnya tidak ikut rusak dan
tetap bisa digunakan untuk membuat sel$sel darah merah yang
baru. +ntuk kasus ini perlu adanya penambahan asam folat
karena asam folat yang ada dalam sel darah merah telah rusak.

4. Minimnya produksi sel darah merah

Pembuatan sel merah ini akan terganggun bila konsumsi
seseorang tentang zat besi tidak mencykup kandungan zat
besinya. 'al ini dapat disebabkan karena konsumsi makanan
kurang mengandung zat gizi yang penting seperti zat besi, asam
folat, vitamin &*3, vitamin 6, protein dan zat gizi penting
lainnya. %elain itu dapat juga disebabkan oleh tidak
berfungsinya pencernaan dengan baik sehingga mengganggu
penyerapan makanan.

Kebutuhan zat besi dalam tubuh
Kebutuhan zat besi pada seseorang sangat tergantung
pada usia dan jenis kelamin. Khususnya pada "anita subur
,"anita hamil/, bayi dan anak$anak lebih beresiko untuk untuk
menglami anemia zat besi daripada orang lain.
(abel 3. Kebutuhan zat besi berdasarkan zat besi yang terserap
menurut umur dan jenis kelamin
+sia-jenis kelamin 7g-kg-hari Mg-hari
) 2 *3 bulan
*4 2 3) bulan
3 2 8 tahun
1 2 ** tahun
*3.
81
))
).
.,91
.,1*
.,:.
*,*:
*3 2 *1 tahun ,"anita/
*3 2 *1 tahun ,lelaki/
lelaki de"asa
"anita hamil
"anita menyusui
"anita haid
"anita pasca menopause
).
4)
*;

3)
)3
*;
3,.3
*,;3
*,*)

*,4*
3,4;
.,91

Kebutuhan zat besi pada "anita lebih banyak daripada
laki$laki karena mereka mengalami menstruasi yang datang
bulanan. #amun demikian "anita mmpu mengabsorpsi zat besi
lebih efisien asalkan makanan lainnya cukup beragam seperti
daging, ikan dan sumber vitamin 6.
Kekurangan zat besi pada seseorang akan diambilkan
dari zat besi cadangan yang ada dalam tubuh namun jika
cadangan ini terus menurun maka maka tubuh akan mengalami
kekuarangan zat besi yang berlarut 2larut dan perlu penanganan
segera. Kehilalangan zat besi dapat terjadi karena5
*. Kehilangan besi basal
Kehilangan yang terjadi ini berlangsung tiap hari
dan dapat berasal dari keringat, urine, saluran pencernaan
dan empedu. Pada laki$laki kehilangan besi basalnya lebih
besar disbanding "anita karena memilki leuas permukaan
tubuh yang lebih kecil.
3. Kehilangan zat besi karena menstruasi
%emakin banyak jumlah menstruasi pada seorang
"anita maka jumlah zat besi yang hilang dari tubuh juga
cukup besar. Kehilangan darah ini berbeda$beda untuk tiap
orang yang sanfat tergantung pada keturunan, dan besar
tubuh.
!aktor lainnya adalah jenis penggunaan alat
kontrasepsi yang digunakan seperti I+0 akan lebih
benyak kehilangan darah dibandingkan dengan
pemakaian kontraspesi oral.

Kebutuhan tubuh pada "anita hamil lebih banyak karena
selain untuk memenuhi kebutuhan besi basal juga untuk
memnuhi kebutuhna plasenta serta janin yang dikandungnya.
0engan semakin bertambahnya umur kehamilan maka
kebutuhan zat besi juga semakin meningkat.
Kebutuhan zat besi pada setiap trimester berbeda$beda.
Pada a"al kehamilan kebutuhan zat besi masih normal bahkan
lebih rendah karena tidak mengalami menstruasi dan janin
belum membutuhkan banyak zat besi. Pada trimester kedua
kebutuhan zat besi meningkat dan akan lebih meningkat lagi
pada trimester ketiga seiring bertambahnya kebutuhan zat besi
untuk janin yang dikandungnya. Kebutuhan zat besi tersebut
tidak dapat dipernuhi hanya dari makanan yang dikonsumsi saja
tetapi juga harus ditambahkan dari luar yaitu melalui suplemen
tablet besi .
&erbagai pantangan yang diisukan turun menurun
kadang dapat memperburuk kondisi ibu hamil. Pantangan$
pantangan tersebut antara lain5 "anita hamil dilarang makan
daging, ikan, hati atau atau makanan lainnya dengan alasan yang
tidak mendasar.
Pada "anita menyusui kadar zat besi dalam A%I sebesar
.,8 mg-l dan setelah )$1 bulan akan turun menjadi .,4 mg-l.
<alaupun demikian cukup rendah masih diimbangi dengan
bioavalabilitas yang tinggi. %emakin bertambah usianya maka
absorpsi akan semakin bertambah. %elama menyusui kehilangan
zat besi tidak begitu banyak namun demikian masih dilaporkan
kekurangan zat besi menyusui khususnya neghara berkembang.
Pada bayi, dapat mengabsoprsi lebih banyak zat besi
yang ada dalam A%I sedangkan kalau dalam susu sapi hanya
antara *. 2 *3 =. #amun demikian bayi yang telah berumur
lebih dari )$1 bulan masih harus mendapatkan tambahan zat besi
karena sudah tidak cukupnya kandungan zat besi tersebut.
Makanan tambahan untuk bayi juga harus memnuhi
kabutuhan zat besinya karena A%I dan susu formula tidak lagi
menyediakan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. %elain itu
juga harus cukup mengandung vitamin 6 yang membantu
penyerapan zat besi.
Kekurangan zat besi selain pada bayi juga cukup ra"an
untuk balita. 'al ini lebih banyak disebabkan oleh karena
konsumsi makanan anak yang kurang dari yang seharusnya
mereka konsumsi. %elain karena pada usia tersebut anak$anak
juga cukup ra"an karena mudah terinfeksi penyakit cacing
tambang. 'al ini mudah terjadi pada anak$anak yang tidak
senang menggunakan alas kaki. !aktor lain yang cukup
berpengaruh adalah kuatnya budaya di negara kita dimana
keluarga lebih senang menyediakan konsumsi makanan he"ani
dengan memprioritaskan pada bapaknya setelah itu anak baru
kemudian ibunya.

Jenis dan penyerapan zat besi
>at besi yang berada dalam makanan terdiri dari 3 jenis
yaitu jenis hem dan bukan hem. >at besi hem merupakan
pembentuk hemoglobin dan mioglobin, terbanyak terdapat pada
daging, ikan dan unggas serta olahan darah. %edangkan jenis
makanan yang bukan hem terdapat makanan yang berasal dari
tumbuh$tumbuhan. %elain hal tersebut zat besi juga banyak
terdapat pada makanan yang berasal dari eksogen yaitu berupa
debu, tanah, air ataupun panic tempat memasak. &entuk lainnya
tyang berasal dari eksogen terdapat dalam makanan seperti
gandum, gula dan garam yang telah difortifikasi dengan zat besi.
&erikut ini kami sajikan kandungan zat besi yang terdapat pada
beberapa makanan.

Tabel 3. Sumber zat besi dalam makanan
Jenis zat besi Sumber zat besi
>at besi hem

>at besi bukan hem
zat besi makan
zat besi cemaran
(erdapat pada daging, ikan, unggas, dan olahan
darah
(erdapat pada biji$bijian, umbi$umbian, sayuran
dan kacang$kacangan
(anah, debu, air, panci besi dll
&erbagai campuran zat besi yang ditambahkan
zat besi fortifikasi pada makanan tertentu. Persediaan sangat
tergantung dari komposisi makanan tersebut
Penyerapan zat besi yang terkandung dalam makanan
dipengaruhi oleh jumlah dan zat kimianya serta factor$faktor
lain yang membantu dan menghambat penyerapan. %elain hal
tersebut faktor lainnya adalah kondisi kesehatan dan dan status
zat besi orang tersebut. &erikut ini tabel mengenai faktor yang
menentukan penyerapan zat besi

Tabel 4. Faktor-aktor yang membantu
penyerapan zat besi
Faktor-aktor makanan Faktor-aktor pe!amu "hospes#
*. !aktor yang memacu penyerapan zat besi
bukan hem
$ asam askorbat ,vitamin 6/
$ daging, unggas, ikan dan makanan
laut lainnya
$ p' rendah ,mis5 asam laktat/
3. !aktor yang menghambat penyerapan zat
besi bukan hem
$ fitat
$ polifenol
*. %tatus zat besi
3. %tatus kesehatan

Pen$egahan anemia deisiensi zat besi
Ada beberapa pendekatan yang digunakan oleh
pemerintah untuk mencegah atau mengurangi terhadap kejadian
kekurangan zat besi, usaha$usaha yang dilakukan tersebut antara
lain5
*. Pemberian suplemen tablet besi
Pemberian tablet zat besi digunakan untuk
memperbaiki status kondisi zat besi seseorang secara
cepat. 0alam pemberian tablet ini memperhatikan
beberapa strategi sesuai dengan kelompok yang telah
ditargetkan. Penentuan target ini mempertimbangkan
resiko yang dapat terjadi bila anemia terjadi pada
sesorang. Kelompok yang digolongkan ra"an untuk
diprioritaskan menjadi target adalah5
$ ibu hamil
$ anak pra sekolah
$ anak sekolah
$ bayi

3. Modifikasi makanan
Pencegahan ini dilakukan dengan memastikan
jumlah makanan yang dikonsumsi oleh sesorang. 'al ini
sangat terkait dengan kuantitas dan kualitas makanan
yang dimakan oleh seseorang atau masyarakat. &ila
ditelusuri leboih hal inipun sangat terkait dengan kondisi
social ekonomi masyarakat kita dimana daya beli
masyarakat yang rendah sehingga memperburuk kondisi
kesehatan khususnya kekurangan zat besi.
%elain hal tersebut juga yang tak kalah
pentingnya adalah bagaimana agar makan yang kita
makan tersebut bersama$sama kita konsusmi dengan
makanan yang membentu penyerapan zat makanan
tersebut. 0alam hal ini bila kita mengkonsumsi makanan
yang cukup zat besi tetapi bila banyak faktor
penghambatnya maka penyerapan makanan lebih sedikit
dari yang seharusnya kita dapatkan.
4. Penga"asan penyakit infeksi
Pengobatan penyakit infeksi dan penyakit karena
virus sedikit banyak membantu mengurangi kekurangan
zat besi. 0engan pengobatan yang tepat dapat
mengurangi lama dan beratnya infeksi sehingga tidak
memperparah kondisi kekuarang zat besi. 0alam hal ini
keluarga perlu diberikan infomasi yang sebaik$baiknya
mengenai pentingnya konsumsi makanan bila ada
anggota keluarga yang sakit ataupun memberikan
dorongan kepada ibu yang menyusui agar terus
memberikan A%Inya untuk mencegah penyakit infeksi.
). !ortifikasi makanan
!ortifikasi zat atau penambahan zat besi ke
dalam makanan yang di konsumsi secara umum oleh
masyarakat mrupakan tulang punggung pada beberapa
negara. 'al ini sangat efektif untuk membantu mengatasi
kekuarang zat besi yang banyak terjadi di masyarakat.
Kebijakan ini diambil tetnunya dengan didasarkan
kepada perundang$undangan, dan keputusan yang kuat
sehingga semuanya dapat mematuhinya dengan baik
khsususnya bagi konsumen.