Anda di halaman 1dari 160

ISO 9001: 2008

DOCUMENT DEVELOPMENT
COMPLIANCE MANUAL
Purwadi, M.Pd
Media Guru
ISO 9001: 2008
Document Development Compliance Manual
Oleh: PURWADI, M.Pd.
Editor : Tiara
Desain Sampul : Bowo
Tata letak : Rian
Diterbitkan Oleh :
Penerbit Media Guru
website : www.mediaguru.co.id
email : penerbitmediaguru@gmail.com
Ukuran : 15 x 23 cm
Isi : vi + 154 hlm
Cetakan : Pertama
Tahun : 2012
ISBN.
Hak Cipta 2012, pada penulis
Hak Publikasi pada Penerbit
Dilarang memperbanyak, memperbanyak sebagian atau seluruh
isi dari buku ini dalam bentuk apapun, tanpa izin tertulis dari
penerbit.
iii
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL
Mutu merupakan kata kunci dalam Era-Globalisasi yang ditandai
dengan begitu banyaknya persaingan yang ketat pada saat ini.
Keberhasilan sekolah Anda dalam upaya untuk menjadi pemenang
dalam kompetsi, khususnya dalam dunia pendidikan, sangat ditentukan
oleh nilai tambah dan kemampuan sekolah Anda dalam mengelola dan
meningkatkan sumberdaya yang dimiliki oleh sekolah Anda sendiri. Maka
sekolah Anda harus menyadari bahwa dalam proses perencanaan untuk
memenuhi 8 standar pendidikan serta memenuhi harapan-harapan
masyarakat. Sekolah Anda wajib untuk mengimplementasikan SMM ISO
9001:2008 yang fokus pada kepuasan warga sekolah menuju standar
mutu pelayanan pendidikan.
Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 di sekolah Anda
adalah hal yang sangat pentng. Mengapa demikian? Karena SMM ISO
9001:2008 memfokuskan pada peningkatan layanan pendidikan dari
semua sektor layanan yang ada di sekolah Anda mulai dari WMM (wakil
manajemen mutu), kurikulum, sarpras, humas, kesiswaan, SBI, BP/BK,
Korma ...untuk mendapatkan nilai tambah yang lebih baik, mulai dari
sistem administrasi pada semua sektor layanan di sekolah Anda, memiliki
pengendalian pengarsipan, memiliki prosedur kerja yang oprasional
dan terukur, memiliki acuan baku yang disepakat oleh semua warga
sekolah, sehingga sekolah Anda dipastkan memiliki kinerja yang terukur
dan terencana dengan jelas bahwa apapun yang dikerjakan past jelas
hasilnya.
Oleh karena itu, ada hal yang sangat pentng bahwa penerapan
SMM ISO 9001:2008 bukan hanya untuk memenuhi 8 standar pendidikan
yang memenuhi kebutuhan masyarakat, namun juga untuk kepentngan
sekolah Anda sendiri untuk mendapatkan nilai tambah yang lebih pada
PRAKATA
iv
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
produk yang sama dengan lembaga-lembaga yang lain. Maka tugas
sekolah Anda yang sudah menerapkan SMM ISO 9001:2008 wajib untuk
menjadi sekolah referensi bagi lembaga lain, jika sekolah Anda sudah
mampu WIN (memenangkan) lembaga lain menjadi jagonya mutu sepert
sekolah Anda, maka saya katakan bahwa sekolah Anda telah menemukan
kekuatannya dengan SMM ISO 9001:2008.
Pertanyaan saya: Apakah bisa sekolah Anda menjadi jagonya mutu?
Jawabnya past BISA. Saya memastkan sekolah Anda dengan berjuang
keras serta dibina oleh konsultan yang prima past meraih apa yang
sekolah Anda mau.
Selamat Berkaya
Purwadi
DAFTAR ISI
PRAKATA ........................................................................................... iii
DAFTAR ISI ........................................................................................ v
BAB 1. Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 ............................ 1
BAB 2. Simulaton of ISO 9001:2008 ............................................... 29
BAB 3. Standart Quality Service ISO 9001:2008 Proposal ............... 53
BAB 4. Milestone ISO 9001:2008 .................................................... 73
BAB 5. Check List Procedure Document ISO 9001:2008 ................. 75
BAB 6. Check List Assessment for Educaton ISO 9001:2008 .......... 109
BAB 7. Pengenalan IWA-2 Sebagai Pedoman SMM Pendidikan ...... 131
BAB 8. IWA-2:2007 Mengacu pada 8 Standar Pendidikan ............... 141
BOOK REFERENCES ........................................................................... 151
1 Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008
Pendahuluan
0.1 Umum
Penggunaan suatu sistem manajemen mutu merupakan suatu
keputusan strategis pada sekolah Anda. Rancangan dan penerapan
sistem manajemen mutu di sekolah Anda tentunya dipengaruhi oleh:
a) Lingkungan sekolah, perubahan-perubahan dalam lingkungan
sekolah Anda serta hal-hal terkait dengan lingkungan sekolah Anda.
b) Kebutuhan sekolah Anda yang terus meningkat dan bervariasi.
c) Peningkatan pada prestasi, lulusan, dedikasi, SDM yang diberikan
oleh sekolah Anda.
d) Proses-proses perencanaan sekolah Anda yang diterapkan.
e) Ukuran serta struktur sekolah Anda.
Tujuan SMM ISO 9001:2008 bukanlah untuk menyeragamkan
struktur sistem manajemen mutu atau menyeragamkan dokumen di
sekolah Anda. Persyaratan sistem manajemen mutu yang ditetapkan
dalam standar Internasional ini bertujuan untuk melengkapi persyaratan-
persyaratan produk mutu sekolah Anda yang mengacu pada 8 standar
pendidikan khususnya di negara kita Indonesia. Jadi Informasi yang
disebut CATATAN adalah panduan dalam memahami atau klarifkasi
persyaratan yang terkait. Prinsip-prinsip manajemen mutu yang
ditetapkan dalam SMM ISO 9001:2008 dengan berbagai pertmbangan
pada peningkatan serta pengembangan standar Internasional.
Sistem Manajemen Mutu ISO
9001 : 2008
BAB
1
2
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
0.2 Pendekatan Proses
Sekolah Anda perlu memahami bahwa Standar Internasional ini
mampu mempromosikan serta mengembangkan pendekatan PROSES
pada saat sekolah Anda memulai penerapan dan peningkatan efektvitas
suatu sistem manajemen mutu. Tujuannya adalah untuk meningkatkan
kepuasan pelanggan dengan cara memenuhi persyaratan pelanggan.
Agar sekolah Anda bisa berfungsi dengan efektf, maka sekolah Anda
harus menerapkan dan mengelola aktftas-aktftas yang saling terkait.
Aktftas atau sekumpulan aktftas tersebut menggunakan sumber daya,
kemudian mengelolanya agar mampu mengubah masukan-masukan
menjadi keluaran-keluaran (output) yang dapat dipertmbangkan sebagai
suatu proses perencanaan pengembangan sekolah Anda. Pada umumnya
seringkali output dari suatu proses secara langsung merupakan masukan-
masukan yang sangat berharga untuk proses perencanaan sekolah Anda
berikutnya.
Penerapan suatu sistem yang mengelola proses-proses sekolah
dalam menjalankan perencanaannya serta indentfkasi dan interaksi
antar proses-proses tersebut, dan pengelolaannya untuk menghasilkan
suatu hasil yang diinginkan oleh sekolah Anda, inilah yang disebut dengan
Pendekatan Proses.
Keuntungan menerapkan prinsip pendekatan proses adalah
pengendalian yang terus-menerus berkelanjutan untuk memastkan
kelangsungan antara proses-proses SDM dalam sistem proses
perencanaannya, termasuk kombinasi, interaksinya, komunikasinya baik
internal maupun eksternal.
Pendekatan proses ini dalam sistem manajemen mutu menekankan
pentngnya:
a) Pendekatan proses digunakan untuk memahami dan memenuhi
persyaratan-persyaratannya.
b) Pendekatan proses adalah kebutuhan untuk mempertmbangkan
proses-proses yang memberikan nilai tambah di sekolah Anda.
3 Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008
c) Dengan pendekatan proses diharapkan sekolah mendapatkan hasil-
hasil kinerja proses yang efektf.
d) Sekolah Anda mengalami peningkatan secara berkelanjutan
berdasarkan atas pengalaman dari proses-proses berdasarkan pada
pengukuran tujuan sekolah.
Sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 benar-benar memfokuskan
pada sistem yang dibangun bedasarkan persyaratan, tdak ada tujuan
yang lain, kecuali untuk peningkatan kepuasan pelanggan di sekolah
Anda (warga sekolah). Siapa pelanggan sekolah Anda? Siswa, Wali
Murid, Guru, Staf, Karyawan, Kepala Sekolah, lembaga pemasok
kebutuhan sekolah Anda, lembaga mitra sekolah Anda ... Jadi SMM ISO
9001:2008 memerhatkan bahwa pelanggan memainkan peran yang
sangat pentng dalam menetapkan persyaratan-persyaratan sebagai
masukan. Pemantauan kepuasan pelanggan di sekolah Anda dengan
adanya evaluasi informasi terkait dengan bagaimana persepsi pelanggan
terhadap sekolah Anda, sudahkan memenuhi persyaratan kepuasan
pelanggan si sekolah Anda?
Bagaimana metodologi sistem manajemen mutu, yaitu: Plan, Do,
Check. Acton (PDCA), dapat diterapkan di sekolah Anda pada semua
unit kerja untuk menjalankan proses-proses perencanaannya?
Plan : Pada tahap perencanaan ini sekolah Anda menetapkan
sasaran atau target-target sekolah dan proses perencanaan yang
diperlukan untuk memberikan hasil-hasil yang sesuai dengan
persyaratan-persyaratan kepuasan pada pelanggan di sekolah Anda
serta kebijakan-kebijakan keputusan yang diambil oleh sekolah
Anda.
Do : melakukan serta menerapkan proses-proses perencanaan yang
sudah di sepakat bersama.
Check : pemeriksaan atau pemantauan dan mengukur terhadap
proses-proses sistem manajeman yang diterapakan di sekolah Anda
serta mengukur hasilnya (produk jasa layanan mutu pendidikan)
4
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
dan kemudian dibandingkan dengan kebijakan-kebijakan, sasaran-
sasaran mutu pada tap unit kerja dengan persyaratan-persyaratan
hasil sekolah/produk sekolah dan kemudian melaporkan hasilnya.
Act : mengambil tndakan untuk meningkatkan secara berkelanjutan
pada kinerja proses.
Sistem Manajemen Mutu Persyaratan ISO 9001:2008
Ruang Lingkup:
1. Umum
Klausul Standar internasional menetapkan persyaratan untuk sistem
manajemen mutu bahwa suatu organisasi dalam hal ini saya fokuskan
pada lembaga sekolah:
a) Sekolah Anda benar-benar ingin menunjukkan secara konsisten
produk pendidikan dalam hal ini saya sebut dengan jasa layanan
pendidikan yang efektf dan efsien, produk lulusan siswa yang
memenuhi persyaratan kepuasan pelanggan dan mengacu pada 8
standar pendidikan.
b) Bertujuan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan di sekolah Anda
melalui proses-proses manajemen mutu layanan yang berkelanjutan
serta jaminan kesesuaian dengan harapan-harapan masyarakat dan
perundangan atau peraturan yang berlaku (8 standar pendidikan)
Catatan 1: Istlah Produk dalam standar Internasional hanya diterapkan
untuk:
a) Produk yang ditujukan atau disyaratkan oleh pelanggan. Jika standar
internasioal diterapkan pada lembagan sekolah, maka produk yang
dihasilkan adalah berupa standar mutu layanan pendidikan yang
efektf dan efsien serta lulusan yang diharapkan oleh masyarakat.
b) Setap hasil produk sekolah yang diinginkan dari proses-proses
disebut sebagai realisasi produk pendidikan.
Catatan 2: persyaratan perundangan dan peraturan dianggap sebagai
persyaratan yang sah, contoh 8 standar pendidikan
Semua persyaratan dari Standar Internasional ini adalah bersifat
umum dan tdak ada format baku dan dimaksudkan agar dapat diterapkan
5 Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008
pada semua organisasi termasuk lembaga pendidikan tanpa mengurangi
jenis, ukuran, dan produk sekolah yang dihasilkan.
2. Rujukan Normatf
Dokumen normatf menjadi pentng dalam penerapan dokumen ini.
Untuk rujukan yang berlaku hanya edisi terbaru yang diterapkan. Untuk
rujukan yang kadaluarsa edisi terakhir dari rujukan dokumen (termasuk
adanya perubahan) berlaku.
3. Istlah dan Defnisi
Untuk maksud dari standar internasional ini sepanjang teks dalam
standar internasional bila terdapat istlah Produk hal ini juga berart
Jasa.
4. Sistem Manajemen Mutu
4.1 Persyaratan Umum
Organisasi sekolah wajib menetapkan, mendokumentasikan,
menerapkan, serta wajib memelihara sistem manajemen mutu
secara berkelanjutan yang efektf dan sesuai dengan persyaratan
standar internasional yang mengacu pada 8 standar pendidikan.
Maka tugas sekolah harus:
a) Menetapkan proses yang diperlukan untuk sistem manajemen
mutu dan penerapannya diseluruh unit kerja sekolah Anda.
b) Menetapkan urutan dan interaksi dari proses-proses tersebut.
c) Menetapkan kriteria dan metode yang dibutuhkan untuk
menjamin bahwa operasi serta pengendalian dari proses-
proses tersebut menjadi efektf.
d) Memastkan ketersediaan sumber daya dan informasi yang
dibutuhkan untuk mendukung operasi dan pemantauan dari
proses-proses tersebut.
e) Melakukan pemantauan, pengukuran dan (bila memungkinkan)
serta menganalisa proses-proses yang dilakukan.
f) Menerapkan tndakan yang perlu untuk mencapai hasil yang
direncakan untuk peningkatan berkelanjutan dari proses
tersebut.
6
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
Bila sekolah memilih untuk melakukan suatu proses dan dikerjakan
oleh pihak lain (Konsultan Manajemen Mutu) untuk mendapatkan hasil
produk mutu sekolah yang diharapkan, maka sekolah harus menjamin
pengendalian proses-proses tersebut. Tujuannya adalah agar pihak lain
(konsultan) tetap pada jalur yang diinginkan sekolah dalam menuju
sistem manajemen mutu layanan pendidikan yang diharapkan.
Catatan 1 Proses-proses yang dilakukan baik oleh pihak lain (konsultan)
yang diperlukan untuk sistem manajemen mutu harus mencakup: 1)
proses-proses kegiatan manajemen, 2) penyediaan sumber daya, 3)
realisasi produk (jasa layanan mutu) sekolah, 4) pengukuran, 5) analisis,
dan 6) peningkatan berkelanjutan serta perbaikan berkelanjutan.
Catatan 2 Suatu proses yang dikerjakan oleh pihak lain adalah suatu
proses yang diperlukan oleh organisasai atau lembaga sekolah untuk
sistem manajemen mutu dan yang dipilih oleh sekolah untuk dikerjakan
oleh pihak luar (konsultan).
Catatan 3 Memastkan pengendalian atas proses-proses yang dikerjakan
oleh pihak luar (konsultan) tdak melepaskan tanggung jawab sekolah
untuk memastkan kesesuaian dengan seluruh pelanggan sekolah atau
semua warga sekolah.
4.2 Persyaratan Dokumentasi
4.2.1 Umum
Dokumentasi sistem manajemen mutu harus mencakup
a) Pernyataan terdokumentasi pada kebijakan mutu, sasaran
mutu, serta pedoman mutu.
b) Prosedur terdokumentasi yang disyaratkan sesuai dengan
standar internasional yang mengacu pada 8 standar pendidikan.
c) Dokumen yang dimaksud adalah catatan mutu, yang
ditetapkan oleh lembaga sekolah untuk menjamin keefektfan
perencanaan, pengoperasian, dan pengendalian dari proses-
prosesnya.
7 Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008
Catatan 1 Jika istlah Prosedur terdokumentasi muncul dalam
Standar Internasional yaitu prosedur yang telah ditetapkan,
didokumentasikan, diterapkan, serta dipelihara oleh sekolah. Jadi
suatu prosedur operasional dapat didukung oleh satu atau lebih
dokumennya atau format dokumennya.
Catatan 2 Yang harus diingat oleh sekolah Anda bahwa dokumentasi
sistem manajemen mutu tdaklah baku jadi boleh berbeda satu
sekolah dengan sekolah yang lain. Mengapa demikian? Karena:
a) Ukuran jenis organisasi atau lembaga dan kegiatannya
b) Kompleksitas proses-prosesnya, interaksinya, serta komptensi
dari sumberdaya yang berbeda pula.
Catatan 3 Dokumentasi dapat dalam bentuk atau jenis media apa
saja yang terpentng sekolah tersebut merasa aman, nyaman, dan
mengalami peningkatan mutu sekolah.
4.2.1.1 Pedoman Mutu
Sekolah harus menetapkan dan memelihara pedoman mutu
yang mencakup:
a) Ruang lingkup sistem manajemen mutu, termasuk di dalamnya
terdapat rincian-rincian proses kerja dan alasan-alasan jika
terjadi pengecualian.
b) Prosedur mutu harus terdokumentasi dengan baik yang
ditetapkan untuk proses pelaksanaan sistem manajemen mutu,
dengan kata lain prosedur mutu dijadikan sebagai rujukannya.
c) Prosedur mutu juga menggambarkan secara detail interaksi
antara proses-proses sistem manajemen mutu yang dikerjakan
oleh masing-masing unit kerja disekolah Anda.
4.2.1.2 Pengendalian Dokumen
Dokumen yang disyaratkan oleh sistem manajemen mutu
wajib untuk dikendalikan. Jadi catatan adalah suatu jenis dokumen
dan harus dikendalikan dan tdak diperkenan keluar tanpa seijin unit
8
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
kerja masing-masing, mengapa demikian? Karena ini sesuai dengan
persyratan yang diberikan pada klausul 4.2.4
Prosedur terdokumentasi harus ditetapkan oleh sekolah untuk
menentukan pengendalian yang dibutuhkan:
a) Prosedur untuk mensahkan kecukupan dokumen sebelum
diterbitkan.
b) Prosedur untuk meninjau dan memperbaharui sesuai dengan
keperluan dan mengesahkan ulang dokumennya.
c) Prosedur untuk menjamin bahwa perubahan dan status revisi
dari dokumen yang berlaku diidentfkasi.
d) Prosedur untuk menjamin bahwa versi dokumen yang berlaku
dan tersedia di tempat penggunaan di sekolah Anda.
e) Prosedur untuk menjamin bahwa dokumen tetap dapat dibaca
dan sudah diidentfkasi.
f) Prosedur untuk menjamin bahwa dokumen yang keluar
ditetapkan oleh sekolah yang bertujuan untuk perencanaan
dan operasi sistem manajemen mutu teridentfkasi, serta
pendistribusian dokumen selalu dikendalikan.
g) Prosedur digunakan untuk mencegah penggunaan yang tdak
diharapkan dari dokumen yang kadaluarsa, dan menerapkan
identfkasi yang sesuai jika dokumen tersebut disimpan untuk
tujuan tertentu.
4.2.1.3 Pengendalian Catatan
Catatan-catatan dibuat oleh sekolah Anda. Catatan tersebut
harus memberikan bukt kebenaran dan kesesuaian terhadap
persyaratan dan efektvitas pengoperasian sistem manajemen mutu
pelayanan di sekolah. Catatan tersebut wajib untuk dikendalikan
Jadi sekolah wajib menetapkan suatu prosedur terdokumentasi
untuk menentukan pengendalian yang diperlukan oleh sekolah Anda
dalam hal: identfkasi, penyimpanan, perlindungan, masa simpan,
serta pemusnahan catatan. Sekolah Anda perlu memahami bahwa
catatan-catatan mutu yang telah sekolah buat dan disusun secara
9 Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008
rapi harus tetap terbaca, mudah diidentfkasi dan gampang diambil,
jadi kalau catatan itu posisinya jauh, maka dekatkan, jika kurang
nyaman tatalah atau susunlah menjadi nyaman dan menyenangkan.
Ok!
4.2.2 Tanggung Jawab Manajemen
4.2.2.1 Komitmen Manajemen
Top Manajemen, dalam hal ini adalah Kepala Sekolah
Anda, wajib memberikan bukt atas kesungguhannya untuk
mengembangkan dan menerapkan sistem manajemen mutu dan
secara terus menerus meningkatkan efektftasnya. Bagaimana
Top Manajemen Kepala Sekolah bisa meningkatkan efektftasnya?
Caranya ialah:
a) Top Manajemen wajib mengkomunikasikan kepada semua warga
sekolah tentang pentngnya memenuhi persyaratan kepuasan
pelanggan demikian juga persyaratan perundang-undangan dan
peraturan yang mengacu pada 8 standar pendidikan.
b) Top Manajemen harus menetapkan kebijakan mutu.
c) Top Manajemen wajib menjamin bahwa sasaran-sasaran mutu
yang telah ditatapkan bersama dilaksanakan dengan penuh
komitmen.
d) Top Manajemen memimpin pelaksanaan tnjaun manajemen
serta menjamin tersedianya sumber daya yang memadai.
4.2.2.2 Fokus Pelanggan
Manajemen puncak atau saya menyebutnya Top Manajemen
wajib menjamin bahwa peryaratan pelanggan harus ditetapkan serta
dipenuhi dengan tujuan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan
sekolah Anda (klausul 7.2.1 dan 8.2.1)
4.2.2.3 Kebijakan Mutu
Top Manajemen harus menjamin bahwa kebijakan mutu yang
telah dibuat dan disepakat oleh semua personel kunci dan warga
sekolah harus:
10
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
a) Sesuai dengan tujuan mewah sekolah.
b) Mencakup komitmen untuk memenuhi persyaratan serta
secara berkelanjutan untuk mendapatkan efektfas dan
efsiensi pada sistem manajemen mutu.
c) Memberikan kerangka yang jelas untuk menetapkan dan
melakukan peninjauan pada sasaran-sasaran mutu.
d) Selalu mengkomunikasikan dan dapat dimengert oleh sekolah.
e) Secara rutn dilakukan tnjuan manajemen agar selalu sesuai.
4.2.2.4 Perencanaan
4.2.2.4.1 Sasaran Mutu
Top Manajemen (Kepala Sekolah) wajib menjamin bahwa
sasaran mutu, termasuk pada hal-hal yang dibutuhkan untuk
memenuhi persyaratan produk Jasa layanan mutu pendidikan dan
lulusan (klausul 7.1) ditetapkan pada fungsi dan tngkatan yang
disesuaikan dengan kondisi sekolah. Sasaran mutu sekolah harus
dapat diukur keterlaksanaan dan konsisten dengan kebijakan mutu
yang sudah disepakat.
4.2.2.4.2 Perencanaan Sistem Manajemen Mutu
Top Manajemen Kepala Sekolah wajib menjamin bahwa:
a) Perencanaan sistem manajemen mutu dilaksanakan agar
memenuhi persyaratan yang diberikan demikian juga dengan
sasaran mutu.
b) Integritas sistem manajemen mutu harus dipelihara ketka
terjadi perubahan terhadap sistem manajemen direncanakan
dan diterapkan.
4.2.2.5 Tanggung Jawab, Wewenang, dan Komunikasi
4.2.2.5.1 Tanggung Jawab dan Wewenang
Kepala sekolah sebagai top manajemen harus menunjuk
seorang anggota dari tm manajemen mutu sekolah sebagai WMM
(Wakil Manajemen Mutu) yang memiliki tanggung jawab sebagai
berikut:
11 Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008
a) Menjamin bahwa proses-proses perencanaan yang dibutuhkan
oleh sistem manajemen mutu ditetapkan, diterapkan, serta
dipelihara.
b) Melaporkan kepada Top Manajemen berkenaan dengan kinerja
dari sistem manajemen serta kebutuhan untuk peningkatannya.
c) Memastkan bahwa pentngnya kesadaran akan persyaratan
kepuasan pelanggan kepada keseluruh jajaran di tap-tap unit
kerja di sekolah.
Catatan: Tanggung jawab WMM dapat mencakup sebagai
penghubung dengan pihak luar terkait dengan kepentngan sistem
manajemen mutu.
4.2.2.6 Tinjauan Manajemen
4.2.2.6.1 Umum
Fungsi pentng top manajemen harus secara rutn melakukan
tnjauan manajemen mutu di sekolahnya, dalam jangka waktu
yang direcanakan yang bertujuan untuk memastkan kelanjutan
kesesuaian, kecukupan, dan efektftasnya. Tinjauan manajemen
mutu ini harus mencakup penilaian terhadap peluang-peluang
untuk peningkatan perbaikan dan kebutuhan untuk perubahan yang
lebih baik pada sistem manajemen mutu, termasuk kebijakan mutu,
sasaran mutu sekolah Anda. Jangan lupa bahwa catatan dari tnjuan
manajemen harus dipelihara sebagai pijakan menuju perbaikan
berkelanjutan yang fokus pada kepuasan pelanggan.
4.2.2.6.2 Masukan Tinjauan Manajemen Mutu sekolah
Hasil dari rapat tnjauan manajemen mutu sekolah harus
mencakup informasi mengenai:
a) Hasil audit internal.
b) Umpan balik pelanggan dengan melakukan penyebaran
angket kuisioner terhadap tngkat kepuasan pelayanan mutu
pendidikan di sekolah.
c) Status tndakan pencegahan dan perbaikan terhadap hasil
angket kepuasan pelanggan.
12
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
d) Tindak lanjut dari tnjauan menajemen sebelumnya.
e) Perubahan yang dapat memengaruhi sistem manajemen mutu.
f) Rekomendasi untuk peningktan perbaikan berkelanjutan.
4.2.2.6.3 Keluaran Tinjauan
Hasil atau keluaran dari tnjauan manajemen harus mencakup
adanya keputusan serta tndakan yang berhubungan dengan:
a) Peningkatan keefektfan sistem manajemen dan proses-proses
perencanaan standarnya.
b) Peningkatan dari produk sekolah (Jasa layanan pendidikan serta
kualitas lulusan siswa) yang berhubungan dengan persyaratan
kepuasan pelanggan.
c) Kebutuhan sumber daya.
4.3 Manajemen Sumber Daya
4.3.1 Penyediaan Sumber Daya
Sekolah wajib menetapkan dan menyediakan sumber daya
yang diperlukan:
a) Untuk menerapkan serta memelihara sistem manajemen mutu,
dan secara berkesinambungan untuk meningkatkan sumber
daya yang dibutuhkan serta meningkatkan keefektfannya.
b) Untuk mewujudkan tngkat kepuasan pelanggan di sekolah
(warga sekolah) dengan memenuhi persyaratan pelanggan
atau masyarakat.
4.3.2 Sumber Daya Manusia
4.3.2.1 Umum
Personel yang ditunjuk untuk melakukan pekerjaan yang
memengaruhi terhadap kesesuaian persyaratan produk pendidikan
haruslah memiliki kompetensi berdasarkan kesesuaian pendidikan,
pelathan, keterampilan, serta pengalamannya.
Catatan: Kesesuaian dengan persyaratan produk pendidikan dapat
berdampak secara langsung atau tdak langsung oleh personel yang
melakukan suatu pekerjaan di dalam sistem manajemen mutu.
13 Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008
4.3.2.2 Kompetensi, Pelathan, dan Kepedulian
Untuk itu sekolah haruslah:
a) Menetapkan kompetensi yang dibutuhkan untuk personel yang
melaksanakan pekerjaan yang memengaruhi kesesuian dengan
persyaratan produk pendidikan.
b) Memberikan pelathan dan mengambil tndakan lainnya untuk
memenuhi kebutuhan kompetensi di sekolah.
c) Melakukan evaluasi keefektfan tndakan yang telah dilaksanakan.
d) Memastkan bahwa semua personel kunci benar-benar peduli
pada pentngnya kegiatan sistem manajemen mutu dalam
tujuannya mencapai sasaran mutu.
e) Memelihara catatan yang sesuai dengan kebutuhan produk
pendidikan, keterampilan, dan pengalaman.
4.3.3 Infrastruktur
Sekolah wajib menetapkan, menyediakan, serta memelihara
infrastruktur yang diperlukan untuk mencapai kesesuaian dengan
persyaratan produk pendidikan. Jadi infrastruktur meliput:
a) Gedung/bangunan, ruang kerja, serta alat-alat terkait.
b) Peralatan proses (baik perangkat keras dan perangkat lunak)
serta.
c) Layanan pendukung sepert transport dan komunikasi atau
sistem informasi.
4.3.4 Lingkungan Kerja
Sekolah wajib menetapkan dan mengelola lingkungan kerja
sekolah yang nyaman, sesuai dengan yang dibutuhkan untuk
mencapai kesesuaian persyaratan pada produk pendidikan. Dalam
hal ini termasuk 8 standar pendidikan.
Catatan Pentng: istlah pada Lingkungan Kerja dengan kondisi
ketka pekerjaan dilakukan termasuk faktor-faktor fsik lingkungan,
serta faktor lainnya sepert keramaian/kebisingan, suhu,
kelembaban, cahaya atau cuaca.
14
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
4.4. Realisasi Produk Pendidikan
4.4.1 Perencanaan Realisasi Produk Pendidikan
Sekolah harus merencanakan dan mengembangkan proses-
proses perencanaan yang dibutuhkan untuk merealisasikan produk
pendidikan. Yang harus diingat bahwa realisasi produk pendidikan
harus konsisten dengan persyaratan lain yang terkait dari proses
sistem manajemen mutu.
Dalam perencanaan realisai produk pendidikan, sekolah wajib
menentukan hal-hal berikut:
a) Sasaran mutu sekolah dan persyaratan produk pendidikan.
b) Kebutuhan untuk menetapkan proses-proses dan dokumen-
dokumen, menyediakan sumber daya yang spesifk untuk
produk pendidikan.
c) Kegiatan verifkasi, validasi, pemantauan, pengukuran, inspeksi
dan kegiatan yang spesifk yang sekiranya diperlukan untuk
produk pendidikan serta kriteria keberterimaan terhadap
produk-produk pendidikan yang dibuat.
d) Catatan-catatan mutu yang telah dibuat dan dibutuhkan untuk
memberikan bukt bahwa proses realisasi sistem manajemen
mutu serta produk pendidikan yang dihasilkan memenuhi
persyaratan.
Keluaran atau bentuk produk pendidikan (jasa layanan mutu
pendidikan dan lulusan) harus dalam bentuk yang sesuai dengan
metode operasi sekolah.
Catatan 1 Dokumen yang menjelaskan proses sistem manajemen
mutu, sumber daya yang diterapkan untuk produk pendidikan
tertentu misalnya: proyek atau kontrak tertentu, dapat dirujuk pada
rencana mutu sekolah.
Catatan 2 Sekolah dapat juga menerapkan persyaratan yang
diberikan (klausul 7.3) untuk mengembangkan proses produk
pendidikan.
15 Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008
4.4.2 Proses yang Berhubungan dengan Pelanggan
4.4.2.1 Penetapan Persyaratan yang Berhubungan dengan produk
pendidikan
Maka Sekolah harus menetapkan:
a) Persyaratan yang ditetapkan oleh pelanggan sekolah (warga
sekolah), termasuk persyaratan untuk penyerahan dan kegiatan
setelah penyerahan.
b) Persyaratan yang tdak dinyatakan oleh warga sekolah
(pelanggan sekolah), tetapi dibutuhkan untuk ditetapkan atau
untuk penggunaan tertentu.
c) Persyaratan perundangan dan peraturan yang terkait dengan
produk-produk pendidikan.
d) Persyaratan tambahan yang ditentukan oleh sekolah.
4.4.2.2 Tinjauan Persyaratan yang Terkait Dengan Produk Pendidikan
Sekolah wajib melakukan peninjauan terhadap prasyarat yang
terkait dengan produk pendidikan. Tujuan ini harus dilaksanakan
sebelum sekolah berjanji untuk memberikan produk pendidikan (jasa
layanan mutu pendidikan serta hasil lulusan) kepada masyarakat,
dan harus memastkan bahwa:
a) Persyaratan produk pendidikan sudah ditetapkan.
b) Sekolah memiliki kemampuan untuk memenuhi persyaratan
yang telah ditetapkan.
4.4.2.3 Komunikasi Pelanggan Sekolah
Sekolah wajib menentukan dan menerapkan pengaturan yang
efektf untuk berkomunikasi, baik internal antar unit kerja di sekolah
maupun komunikasi eksternal pada warga sekolah maupun personal
kunci, yang berhubungan dengan:
a) Informasi produk pendidikan.
b) Permintaan penawaran, penanganan kontrak atau order,
termasuk di dalamnya jika terjadi perubahan.
c) Umpan balik dengan memberikan angket kepuasan pelanggan,
termasuk keluhan pelanggan.
16
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
4.4.3 Rancangan dan Pengembangan
4.4.3.1 Perencanaan Rancangan dan Pengembangan
Sekolah wajib merencanakan dan mengendalikan rancangan
dan pengembangan produk pendidikan tersebut. Selama
perencanaan rancangan serta pengembangannya, sekolah wajib
menentukan:
a) Tahapan-tahapan rancangan dan pengembangannya.
b) Tinjauan manajemen, verifkasi, dan validasi yang mencukupi
untuk setap tahapan rancangan dan pengembangannya.
c) Tanggung jawab dan wewenang untuk rancangan dan
pengembangannya.
Sekolah wajib mengelola hubungan antar unit kerja disekolah
(waka kur, humas, sarpras, kesiswaan ...) yang terlibat dalam
rancangan dan pengembangannya untuk memastkan komunikasi
internal yang efektf dan kejelasan tugas dan tanggung jawab.
Keluaran perencanaan harus diperbaharui, disesuaikan dengan
kondisi serta keperluan, sejalan dengan kamajuan rancangan serta
pengembangannya.
Catatan Tinjauan rancangan dan pengembangan, verifkasi dan
validasi mempunyai tujuan yang berbeda. Hal tersebut dapat
dilakukan, kemudian dicatat secara terpisah atau digabungkan,
sesuai kebutuhan untuk produk pendidikan di sekolah.
4.4.3.2 Masukan Rancangan dan Pengembangan
Masukan yang berhubungan denngan persyaratan produk
pendidikan wajib dicatat kemudian ditetapkan, dipelihara (klausul
4.2.4). Jadi masukan tersebut wajib mencakup:
a) Persyaratan fungsional dan kinerja.
b) Persyaratan perundangan dan peraturan yang berlaku.
c) Bila dapat ditetapkan, informasi yang diperoleh dari rancangan
sebelumnya yang serupa.
17 Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008
d) Persyaratan lainnya yang perlu untuk rancangan dan
pengembangannya.
Setap masukan wajib ditnjau kecukupannya. Persyaratan
wajib lengkap, jelas, dan tdak saling bertentangan.
4.4.3.3 Keluaran Rancangan dan Pengembangan
Keluaran rancangan dan pengembangan harus dalam bentuk yang
dapat dibuktkan kesesuaiannya dengan masukan rancangan dan
harus disetujui sebelum diterbitkan:
Keluaran Rancangan dan Pengembagannya wajib:
a) Memenuhi persyaratan masukan rancangan dan
pengembangannya.
b) Memberi informasi yang tepat untuk pembelian, pemberian
jasa layanan mutu pendidikan.
c) Menetapkan karakteristk produk pendidikan (jasa layanan
mutu pendidikan) yang perlu untuk penggunaan yang efektif,
aman, serta benar.
Catatan Informasi untuk jasa layanan mutu sekolah dan penyediaan
jasa dapat secara detail serta dipelihara.
4.4.3.4 Tinjauan Rancangan dan Pengembangan
Pada tahapan yang sesuai, tnjauan yang sistemats terhadap
rancangan dan pengembangan wajib dilaksanakan sesuai dengan
pengaturan yang direncanakan (klausul 7.3.1).
a) Untuk mengevaluasi kemampuan dari hasil rancangan dan
pengembangan wajib memenuhi persyaratan.
b) Untuk mengidentfkasi masalah dan usaha tndakan yang
dibutuhkan.
Peserta pada tnjauan manajemen tersebut harus meliput
wakil dari masing-masing unit kerja di sekolah yang berkaitan
dengan tahapan rancangan dan pengembangan sekolah yang
sedang ditnjau. Catatan hasil dari hasil tnjauan dan tndakan yang
diperlukan harus dipelihara (kalusul 4.2.4).
18
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
4.4.3.5 Verifkasi Rancangan dan Pengembangan
Verifkasi wajib dilaksanakan sesuai dengan pengaturan yang
direncanakan (klausul 7.3.1) untuk memastkan bahwa keluaran
rancangan dan pengembangannya telah memenuhi persyaratan
masukan rancangan dan pengembangan. Catatan verifkasi dan
tndakan yang diperlukan wajib dipelihara (klausul 4.2.4).
4.4.3.6 Validasi Rancangan dan Pengembangan
Validasi rancangan dan pengembangan wajib dilaksanakan
sesuai dengan pengaturan yang direncanakan (klausul 7.3.1) untuk
memastkan bahwa hasil produk pendidikan (jasa layanan mutu
pendidikan) mampu memenuhi persyaratan yang ditetapkan atau
maksud penggunaan yang diketahui. Jika dapat dilaksanakan, validasi
harus dilaksanakan sebelum penyerahan atau diimplementasikan.
Catatan hasil dari validasi dan tndakan yang diperlukan harus
dipelihara (klausul 4.2.4).
4.4.3.7 Perubahan Rncangan dan Pengembangan
Perubahan atas rancangan dan pengembangannya wajib
diidentfkasi dan catatannya dipelihara. Perubahan wajib ditnjau,
diverifkasi, dan divalidasi, sesuai dengan kemungkinan yang ada,
dan disetujui sebelum diterapkan. Tinjauan perubahan rancangan
dan pengembangan termasuk evaluasi pengaruh dari perubahan
pada komponen unit kerja sekolah dan hasil produk pendidikan.
Catatan hasil dari tnjauan perubahan dan tndakan yang diperlukan
harus dijaga (klausul 4.2.4).
4.4.4 Pembelian
4.4.4.1 Proses Pembelian
Sekolah wajib memastkan bahwa produk (barang dan jasa)
yang dibeli sesuai dengan persyaratan pembelian yang ditetapkan.
Jenis dan jangkauan pengendalian yang diterapkan kepada pemasok
dan produk (barang dan jasa) yang dibeli tergantung dari pengaruh
produk yang dibeli untuk realisasi produk pendidikan berikutnya.
19 Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008
Sekolah harus mengevaluasi dan memilih pemasok berdasarkan
pada kemampuannya untuk memasok produk (barang dan jasa)
sesuai dengan persyaratan sekolah. Kriteria untuk pemilihan,
evaluasi yang ditetapkan. Catatan hasil evaluasi dan bila tndakan
yang diperlukan sebagai hasil evaluasi tersebut wajib dipelihara
(klausul 4.2.4).
4.4.4.2 Informasi Pembelian
Informasi pembelian wajib menjelaskan produk yang akan dibeli:
a) Persyaratan untuk persetujuan produk, pengguna, proses dan
peralatan.
b) Persyaratan kualifkasi personal.
c) Persyaratan sistem manajemen mutu.
4.4.4.3 Verifkasi Produk yang Dibeli
Sekolah harus menetapkan dan menerapkan inspeksi atau
kegiatan lainnya yang diperlukan untuk memastkan bahwa produk
(barang dan jasa) yang dibeli memenuhi persyaratan pembelian
yang ditetapkan.
4.4.5 Produksi dan Penyediaan Jasa
4.4.5.1 Pengendalian Produksi (dokuman) dan Penyediaan Jasa
Sekolah harus merencanakan dan melaksakan produksi (hasil
dokumen maupun lulusan) dan penyediaan jasa layanan mutu
pendidikan dalam keadaan terkendali. Keadaan yang terkendali
wajib mencakup, apabila dapat diterapkan:
a) Ketersediaan informasi yang menjelaskan karakteristk produk
b) Ketersediaan instruksi kerja, sesuai kebutuhan, dan jika diperlukan
c) Penggunaan peralatan yang memadai
d) Ketersediaan dan penggunaan peralatan pemantauan dan
pengukuran
e) Penerapan pemantauan dan pengukuran
f) Penerapan kegiatan pelepasan, penyerahan, dan setelah
penyerahan
20
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
4.4.5.2 Validasi Proses-Proses Produksi (barang, alat) dan Penyediaan
Jasa
Sekolah wajib melakukan validasi setap proses produksi dan
penyediaan jasa dimana hasil keluaran tdak dapat diverifkasi
dengan pemantauan atau pengukuran. Ini mencakup proses dimana
kekurangan tersebut dapat dilihat hanya setelah produk digunakan
atau pelayanan telah diserahkan.
Validasi wajib memeragakan kemampuan proses tersebut
termasuk, sesuai kebutuhan:
a) Menetapkan kriteria untuk tnjauan dan pengesahan proses.
b) Pengesahan peralatan dan kualitas personel.
c) Penggunaan metode dan prosedur yang spesifk.
d) Persyaratan melalui catatan (klausul 4.2.4).
e) Valudasi ulang.
4.4.5.3 Identfkasi dan Mampu Telusur
Bilamana sesuai, sekolah harus mengidentfkasi produk
pendidikan melalui cara-cara yang tepat selama realisasi produk.
Sekolah harus mengidentfkasi statas produk pendidikan
sesuai persyaratan pemantauan dan pengukuran selama realisasi
produk.
4.4.5.4 Barang Milik Pelanggan
Sekolah harus merawat barang milik pelanggan (bantuan
wali murid, paguyuban...) selama berada di bawah kendali sekolah
atau digunakan oleh sekolah. Sekolah harus mengidentfkasi,
memverifkasi, melindungi, dan menjaga barang milik pelanggan jika
hilang, rusak, ataupun ditemukan tdak sesuai untuk pengunaannya,
hal ini harus dilaporkan ke pelanggan dan catatannya dijaga (klausul
4.2.4).
Catatan Barang milik pelanggan dapat termasuk hak intelektual.
21 Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008
4.4.5.5 Pemeliharaan Produk
Sekolah wajib menjaga produk pendidikan selama proses
internal dan penyerahan ke tujuan yang dimaksud untuk
menjaga kesesuaian produk. Bila sesuai, pemeliharaan harus
meliput identfkasi, penanganan, pengemasan jika diperlukan,
penyimpanan, dan perlindungan. Pemeliharaan juga harus berlaku
pada komponen produk.
4.4.6 Pengendalian Alat Pemantauan dan Pengukuran
Sekolah wajib menentukan pemantauan dan pengukuran yang
dilakukan dan alat pemantauan serta pengukuran yang diperlukan
untuk memberikan bukt kesesuaian produk terhadap persyaratan
yang ditetapkan.
Sekolah wajb menetapkan proses untuk memastkan keabsahan
hasilnya, alat pengukuran harus:
a) Dikalibrasi atau diverifkasi, atau keduanya, pada jangka waktu
tertentu, atau sebelum dipakai, terhadap standar pengukuran
internasional atau nasional (8 standar pendidikan).
b) Disesuaikan dengan keperluan.
c) Diidentfkasi agar status kalibrasi dapat dipastkan.
d) Dijaga, dilindungi dari kerusakan dan kesalahan selama
penanganan, perawatan, dan penyimpanan.
Selain itu, sekolah wajib menilai dan mencatat keabsahan
hasil pengukuran bila peralatan ditemukan tdak sesuai dengan
persyaratannya. Sekolah wajib mengambil tndakan perbaikan yang
sesuai pada peralatan dan produksi yang terkena dampaknya.
Bila digunakan pada pemantauan dan pengukuran persyaratan
tertentu, kemampuan perangkat lunak komputer untuk memenuhi
penerapan yang dimaksud wajib disahkan.
Catatan Konfrmasi kemampuan sofware komputer untuk
memenuhi tujuan aplikasi dapat termasuk verifkasi dan manajemen
konfgurasi untuk memelihara kesesuaiannya dalam penggunaan
22
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
5. Pengukuran, Analisa dan Peningkatan
5.1 Umum
Sekolah wajib merencanakan dan menerapkan pemantauan,
pengukuran, analisis dan peningkatan proses yang diperlukan:
a) Untuk memperagakan kesesuaian dengan persyaratan produk
jasa layanan mutu pendidikan.
b) Untuk memastkan kesesuaian sistem manajemen mutu.
c) Untuk secara berkelanjutann meningkatkan keefektfan sistem
mmanajemen mutu.
5.2 Pemantauan dan Pengukuran
5.2.1 Kepuasan Pelanggan
Salah satu pengukuran kinerja sistem manajemen mutu,
sekolah wajib memantau informasi yang berhubungan dengan
tanggapan pelanggan warga sekolah apakah sekolah telah
memenuhi persyaratan kepuasan pelanggan? Metode-metode untuk
mendapatkan dan mengunakan informasi ini harus ditetapkan.
Catatan Memantau persepsi pelanggan dapat termasuk
mendapatkan masukan dari berbagai sumber sepert survei
kepuasan pelanggan, data pelanggan mengenai jasa layanan mutu
sekolah yang diterapkan, survei opini, ucapan selamat, klaim garansi,
laporan-laporan pihak luar.
5.2.2 Audit Internal
Sekolah wajib melaksanakan audit internal yang direncanakan
secara berkala untuk menentukan apakah sistem manajemen mutu:
a) Sesuai dengan pengaturan yang direncanakan (klausul 7.1)
terhadap persyaratan standar internasional ini dan persyaratan
sistem manajemen mutu yang ditetapkan.
b) Sudah diterapkan secara efektf dan terjaga.
Program audit harus direncanakan, dengan mempertmbangkan
status dan pentngnya proses dan area atau unit kerja yang akan
23 Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008
diaudit, juga hasil audit sebelumnya. Kriteria audit meliput ruang
lingkup, frekuensi dan metodenya harus ditetapkan. Pemilihan
auditor dan pelaksanaan audit harus memastkan objektftas dan
kenetralan proses audit. Auditor tdak boleh mengaudit pekerjaannya
sendiri. Dalam proses internal audit sekolah bisa melakukan dengan
sistem silang antar unit kerja di sekolah Anda
Prosedur terdokumentasi wajib dibuat untuk menetapkan
tanggung jawab dan persyaratan-persyaratan untuk merencanakan
audit, menetapkan catatan dan melaporkan audit, menetapkan
catatan dan melaporkan audit.
Manajemen bertanggung jawab atas yang telah diaudit
harus memastkan bahwa tndakan telah diambil tanpa untuk
menghilangkan ketdaksesuaian yang ditemukan dan penyebabnya.
Kegiatan tndak lanjut harus mencakup verifkasi tndakan yang
diambil dan melaporkan hasil-hasil verifkasi (klausul 8.5.2).
5.2.3 Pemantauan dan Pengukuran Proses
Sekolah wajib menerapkan metode yang sesuai untuk
pemantauan dan, jika dapat diterapkan, pengukuran proses-proses
sistem menajemen mutu. Metode tersebut harus bisa memeragakan
kemampuan proses untuk mencapai hasil yang direncanakan. Bila
hasil yang direncanakan tdak terpenuhi, maka langkah koreksi
dan tndakan koreksi atau perbaikan harus diambil, sesuai dengan
keperluan.
5.2.4 Pemantauan dan Pengukuran Produk Pendidikan
Sekolah wajib memonitor dan mengukur karakteristk produk
pendidikan untuk membuktkan bahwa persyaratan produk
pendidikan telah terpenuhi. Kegiatan ini wajib dilakukan dalam
tahapan proses realisasi produk pendidikan yang sesuai menurut
pengaturan yang direncanakan (klausul 7.1). bukt kesesuaian
dengan kriteria keberterimaan harus dijaga dengan baik.
24
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
Catatan mutu harus mengindikasikan personel yang berwenang
dalam melepaskan produk pendidikan (klausul 4.2.4).
Pelepasan atau pengesahan produk pendidikan dan penyerahan
jasa tdak boleh dilaksanakan sampai seluruh pengaturan yang
direncanakan telah dilengkapi dengan memuaskan, atau jika tdak,
atas persetujuan dari pihak yang berwenang, jika dapat diterapkan,
oleh pelanggan sekolah yaitu semua elemen-elemen warga sekolah.
5.3 Pengendalian Ketdaksesuaian Produk Pendidikan
Sekolah wajib memastkan bahwa produk Pendidikan yang
tdak sesuai dengan persyaratan produk pendidikan, diidentfkasi
serta dikendalikan untuk mencegah pengunaan atau penyerahan
yang tdak diinginkan. Pengendalian serta tanggung jawab dan
wewenang terkait untuk memperlakukan ketdaksesuaian produk
jasa layanan mutu pendidikan harus ditetapkan dalam bentuk
prosedur terdokumentasi.
Jika dapat diterapkan, sekolah wajib memperlakukan
ketdaksesuaian produk pendidikan dengan cara:
a) Mengambil tndakan untuk menghilangkan ketdaksesuaian
yang ditemukan.
b) Kewenangan penggunaannya, pelepasan atau penerimaan
di bawah konsesi oleh yang berwenang yang terkait dan jika
dapat diterapkan, oleh pelanggan sekolah.
c) Mengambil tndakan untuk menghindarkan penggunaan atau
penerapan sesuai tujuan semula.
d) Mengambil tndakan yang sesuai pada dampak atau potensi
dampak, ketdaksesuaian saat ketdaksesuaian produk
pendidikan ditemukan setelah penyerahan atau saat
penggunaan.
Bila ketdaksesuaian telah diperbaiki maka wajib dilakukan
verifkasi ulang untuk memperlihatkan keksesuaian dengan
persyaratan.
25 Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008
Catatan ketdaksesuaian yang terjadi dan tndakan yang diambil
selanjutnya, termasuk konsesi yang diperoleh harus dijaga dengan
konsisten.
5.4 Analisa Data
Sekolah wajib menentukan, mengumpulkan, dan menganalisa
data yang sesuai untuk memeragakan kelayakan dan keefektfan
sistem manajemen mutu dan mengevaluasi jika peningkatan
berkelanjutan yang efektf dari sistem manajemen mutu dapat
dilakukan. Kegiatan ini harus meliput data yang diambil sebagai
hasil pemantauan dan pengukuran serta dari sumber lainnya yang
terkait.
Analisa data wajib memberikan informasi yang berhubungan
dengan:
a) Kepuasan pelanggan (klausul 7.2.1).
b) Kesesuaian dengan persyaratan produk pendidikan (klausul
7.2.1).
c) Karakteristk dan kecenderungan proses dan produk termasuk
peluang untuk tndakan preventf (klausul 8.2.3 dan 8.2.4).
d) Para pemasok (klausul 7.4).
5.5 Peningkatan
5.5.1 Peningkatan Berkelanjutan
Sekolah wajib meningkatkan secara berkelanjutan keefektfan
sistem menajemen mutu melalui penggunaan kebijakan mutu,
sasaran mutu, hasil audit, analisa data, tndakan korektf, serta
preventf, dan tnjauan manajemen.
5.5.2 Tindakan Kotektf
Sekolah wajib mengambil tndakan untuk menghilangkan
penyebab dari ketdaksesuaian untuk mencegah terulangnya
kejadian tersebut. tndakan korektf harus sesuai dengan dampak
ketdaksesuaian yang ditmbulkan.
26
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
Prosedur terdokumentasi harus ditetapkan untuk menentukan
persyaratan sebagai berikut:
a) Meninjau ketdaksesuaian (termasuk keluhan pelanggan).
b) Menentukan penyebab dari ketdaksesuaian.
c) Mengevaluasi kebutuhan akan tndakan yang dilakukan untuk
memastkan bahwa ketdaksesuaian tdak akan terulang
kembali.
d) Mencatat hasil tndakan yang diambil (klausul 4.2.4).
e) Meninjau kembali efektftas tndakan yang diambil.
5.5.3 Tindak Preventf (pencegahan)
Sekolah harus menentukan tndakan untuk menghilangkan
peyebab yang berpotensi dapat menimbulkan ketdaksesuaian
untuk mencegah hal-hal tersebut terjadi. Jadi tndakan preventf ini
harus sesuai dengan dampak dari masalah potensial tersebut.
Prosedur terdokumentasi harus ditetapkan untuk menentukan
persyaratan sebagai berikut:
a) Meninjau ketdaksesuaian (termasuk keluhan pelanggan warga
sekolah).
b) Menentukan penyebab dari ketdaksesuaian.
c) Mengevaluasi kebutuhan akan tndakan yang dilakukan untuk
memastkan bahwa ketdaksesuaian tdak akan terulang
kembali.
d) Mencatat hasil tndakan yang diambil (klausul 4.2.4).
e) Meninjau kembali efektftas tndakan yang diambil.

27 Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008
Semoga bermanfaat
No action nothing happen
When you take action miracle happen
Knowledge is something
Action is everything
Knowledge and action is perfecting
Take acTion now!!!
SIMULATION OF ISO
9001 : 2008
1. Apakah Organisasi ISO
Organisasi Standar Internasional yang telah diakui lebih dari 175
negara dan berdiri pada tahun 1947 di Jenewa, Swiss, yang bertujuan
untuk mengembangkan dan mempromosikan standar-standar umum
yang berlaku secara Internasional yang bertujuan untuk memajukan
pengembangan standarisasi dan aktvitas yang terkait di seluruh dunia dan
hasilnya berupa persetujuan internasional yang kemudian dipublikasikan
sebagai standar internasional.
2. Apakah ISO
Perlu kita bahwa ISO bukanlah akronim, ISO merupakan makna kecil
(short form) Organisasi Standar Internasional. ISO diambil dari bahasa
Yunani ISOS yang berart sama sepert Isoterm (suhu yang sama)
Isometric (dimensi yang sama) & Isobar (tekanan yang sama) pengunaan
kata ISO untuk memudahkan penggunaannya.
3. Worldwide Total of ISO 9001:2008
Pengguna ISO lebih dari 175 Negara diseluruh dunia pada tahun
2003 s/d 2007 : dan top 10 countries yang mengimplementasikan ISO
9001:2008 certfcate adalah China, Italy, Japan, Spain, India, Jermany,
USA, UK, France, Netherlands.
BAB
2
30
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
4. Apakah Standar ISO 9001:2008
Yang dimaksud dengan Standar adalah persetujuan terdokumentasi
yang berisi spesifkasi dan kriteria lainnya untuk digunakan secara
konsisten sebagai peraturan, petunjuk atau defnisi karakteristk untuk
memastkan bahwa material, produk/dalam dunia pendidikan produk
yang dimaksud Lulusan atau Jasa Pendidikan, proses dan layanan sesuai
dengan tujuannya. Saya contohkan kartu kredit, kartu telepon, dan
kartu lainnya sesuai standar internasional yang ditetapkan ISO dengan
ketebalan optmal 0,76 mm sehingga dapat digunakan diseluruh dunia.
5. Apa Fokus ISO 9001:2008
Fokus ISO adalah Persyaratan minimal untuk menerapkan sistem
manajemen mutu, merupakan standar sistem manajemen mutu atau
standar percepatan layanan bukan standar Produk, sebagai acuan
untuk meninjau keefektfan sistem manajemen mutu, bertujuan untuk
memenuhi persyaratan pelanggan, dan dapat diterapkan untuk internal
sekolah, organisasi, lembaga, kelompok ... untuk memperoleh sertfkasi
atau tujuan kontrak.
6. Terminologi dan Defnisi ISO 9001:2008
SMM ISO 9001:2008 : Supplier (Wali Murid) - Organisasi (Sekolah)
- Pelanggan (Siswa) dan fokus ISO 9001 adalah pada Kepuasan
Pelanggan jadi produk bukan hanya barang, tetapi juga dapat berart
JASA Layanan Mutu Pendidikan. Untuk itu SMM ISO 9001:2008 diakui
serta dijadikan standar prasyarat minimal menuju standar mutu layanan
pendidikan yang efektf dan efsien di lembaga pendidikan.
7. Alasan Dasar Menerapkan SMM ISO 9001:2008
Membantu organisasi, lembaga, kelompok... dalam meningkatkan
mutu layanan pendidikan yang fokus pada kepuasan pelanggan,
mengajak organisasi lembaga, kelompok.... menganalisis persyaratan
pelanggan menetapkan proses yang memberi sumbangan bagi
pencapaian produk dan jasa layanan mutu pendidikan yang diterima oleh
31 Simulation of ISO 9001:2008
pelanggan dan menjaga proses-proses ini terkendali, memberi keyakinan
pada organisasi, lembaga, kelompok... dan pelanggannya bahwa sistem
mampu memberikan produk dan jasa mutu layanan pendidikan yang
konsisten memenuhi persyaratan, memberikan kerangka kerja bagi
perbaikan berkelanjutan dan meningkatkan kepuasan pelanggan serta
pihak berkepentngan lainnya.
8. Mengapa Menerapkan ISO 9001:2008 pada Lembaga
Pendidikan
Penerapan ISO pada dunia pendidikan adalah upaya sadar untuk
memberdayakan sekolah melalui aspek mutu jasa layanan mutu
pendidikan dan lulusan dan kepuasan pelanggan. SMM ISO 9001:2008
adalah satu-satunya Standar Sistem Manajemen Mutu yang diakui secara
Internasional dan bersifat global.
9. Kondisi Sekolah pada Umumnya:
A. Tidak memiliki komitmen manajemen.
B. Tidak fokus pada pelanggan (warga sekolah) sekolah.
C. Tidak memiliki kebijakkan mutu.
D. Tidak memiliki perencanaan.
E. Tidak memiliki sasaran mutu pada tap-tap unit kerja (waka
kurikulum, humas, sarpras ...) di sekolah.
F. Tidak memiliki tanggung jawab dan wewenang yang jelas.
G. Tidak memiliki komunikasi internal (antar warga sekolah atau
unit kerja) yang baik.
H. Tidak melakukan rapat tnjauan manajemen.
I. Tidak memiliki desain pengembangan.
J. Tidak memiliki tndakan perbaikan.
K tdak memiliki tndakan pencegahan.
Jika kondisi Lembaga sekolah sepert ini sudah dapat dipastkan
akan sulit berkembang apalagi untuk mendapatkan nilai tambahnya.
32
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
10. Bayangkan Jika Kondisi Sekolah Sepert Berikut ini:
A. Tidak ada instruksi kerja atau informasi tertulis.
B. Instruksi kerja tdak di taat.
C. Tidak ada bukt atau dokumen alias hilang dan tdak terkendali.
D. Rekaman sulit ditemukan.
E. Dokumen-dokumen tdak terkontrol.
F. Melakukan perubahan yang bukan wewenangnya.
G. Penataan di dalam dan luar sekolah kurang baik.
H. Meletakkan barang tdak pada tempatnya.
I. Status barang tdak jelas.
J. Komplain pelanggan (warga sekolah: siswa, guru, staf,
karyawan, wali murid ...) tdak ditangani sampai tuntas.
Sekolah dengan kondisi sepert ini adalah mempercepat untuk tdak
tumbuh, bahkan cepat atau lambat akan tergilas dengan waktu. Mengapa
demikian? Harapan-harapan masyarakat pada mutu pendidikan akan
terus meningkat dan semakin tnggi, jika sekolah tdak lagi mampu
memberikan lebih yaa rest in piece saja.
11. Keuntungan Menerapkan SMM ISO 9001:2008
A. Adanya jaminan organisasi untuk menerapkan SMM & produk
atau keluaran lulusan sekolah yang dihasilkan sesuai dengan
keinginan dan harapan-harapan masyarakat.
B. Setap unit kerja di sekolah (para Waka) Anda mempunyai
kejelasan tugas & tanggung jawab. Jadi dipastkan tdak akan
terjadi tumpang tndih kewenangan dalam menjalankan
manajemen proses perencanaan sekolah.
C. Terwujudnya ketepatan dan percepatan mutu layanan
pendidikan disemua unit kerja sekolah.
12. Keluarga ISO 9001:2008
A. Perubahan yang signifkan dari versi 1994 ke versi 2000 adalah
Polanya yaitu : plan - do check - acton (PDCA).
33 Simulation of ISO 9001:2008
B. Pendekatan Proses.
C. Penekanan pada kepuasan pelanggan.
D. Peningkatan berkesinambungan.
E. Penekanan peran & tanggung jawab manajemen puncak (Top
Manajemen atau Kepala Sekolah) terhadap SMM sekolah.
13. Standar SMM ISO 9001:2008
Dikembangkan dengan memperhatkan 8 Prinsip Manajemen Mutu
Disusun dengan pola Pendekatan Proses (Process Approach) yaitu :
Suatu sistematka identfkasi dan pengaturan proses dan interaksi
antar proses tersebut. Penekanan Tujuan pada : Pencapaian Kepuasan
Pelanggan Peningkatan Berkelanjutan (Contnual Improvement).
14. Apa Manfaat Penerapan SMM ISO 9001:2008
Nilai tambah sekolah dengan menerapkan SMM ISO 9001:2008
adalah adanya konsistensi dalam pelaksanaan aktvitas-aktvitas di sekolah,
organisasi, lembaga, kelompok... dengan kemampuan tndak telusur dan
pemastan mutu, adanya aspek pengendalian dan pencegahan, karena :
A. Menetapkan secara jelas tanggung jawab dan wewenang dari
personal kunci.
B. Mendokumentasikan prosedur.
C. Adanya sistem kontrol yang tersistem (Formulir Kerja) dengan
Internal Audit dan Ekternal audit manajemen.
D. Sekolah, lembaga, organisasi, kelompok ... akan menerapkan
prinsip Organisasi Pembelajar (learning organizaton).
15. Apa Target Yang Akan Dicapai Oleh Sekolah Anda,
Misalnya:
A. Menekan tngkat keluhan ketdak puasan pelanggan, dalam
menerima layanan pendidikan dan pelathan hingga 10%.
B. Terdapat peningkatan nilai Ujian Nasional menjadi
C. Terdapat peningkatan nilai dengan standar kelulusan nasional
pada UAN 5,60 memjadi 6,69 peningkatan 35%.
34
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
D. Tutor 75% sudah memiliki sertfkat TOEFL.
E. Tutor 75% menggunakan Bahasa Inggris dalam berkomunikasi
rutn disekolah.
F. Peningkatan keterserapan tamatan SD ke SMP Negeri, SMP ke
SMA Negeri dan SMA ke PT Negeri terbaik di Indonesia maupun
luar negeri.
G. Menerapkan Sistem Manajemen Mutu
H. Meraih juara ... Tingkat ..
I. Memberikan pelayanan online
J. 99% fokus pada kepuasan pelanggan ..
Silakan sekolah Anda belajar membuat keputusan mulai dari
sekarang untuk menentukan target-target sekolah dengan mengunakan
skala prioritas dan terukur, baik jangka pendek maupun jangka panjang,
kemudian menerapkan SMM ISO 9001:2008 adalah sebagai media untuk
mewujudkan apa yang sekolah Anda targetkan. Amin
16. Alat Pengukur Sasaran atau Target Mutu Sekolah
Anda adalah SMART
S : Spesifk (bukan bersifat umum)
M : Measurable (dapat diukur)
A : Achievable (dapat dicapai)
R : Realistc (berorientasi pada proses)
T : Time Frame (jelas kerangka waktu pelaksanaanya)
Saya sarankan hidari cara berpikir yang ekstrim untuk
pengembangan sekolah Anda, misalnya sekolah Anda sangat ingin sekali
membuat ruang khusus yang disebut Space Room (ruang luar angkasa)
sepert hal sekolah-sekolah di Jepang, jika keinginan tersebut tdak
realists (anggarannya) dan tdak mungkin dicapai, maka sekolah Anda
tdak perlu untuk memaksakan diri. Jadi susunlah dan ciptakan sasaran
mutu sekolah yang SMART dengan cara sharing dengan warga sekolah.
35 Simulation of ISO 9001:2008
17. Mengapa SMM ISO 9001:2008 dibutuhkan pada
dunia pendidikan
A. Pada awal tahun 2005 ISO 9001:2008 kemudian didukung
oleh IWA-2:2007 yang fokus pada 8 standar pendidikan mulai
dirints oleh pemerintah adalah sistem manajemen mutu yang
secara luas telah diakui manfaatnya secara Nasional maupun
Internasional untuk pemastan mutu di organisasi, lembaga,
kelompok, sekolah, perguruan tnggi ....
B. Adanya sistem yang konsisten dalam menjalankan manajemen
perencanaan dan proses pada setap sub unit kerja di sekolah Anda.
C. Adanya sistem pengendalian dan pencegahan baik pada
pengendalian dokumen serta pencegahan terhadap proses-
proses manajemen yang tdak sesuai.
D. Adanya sistem untuk peningkatan secara berkelanjutan
(contnual improvement) di sekolah Anda.
18. 6 Prosedur yang Dipersyaratkan oleh SMM ISO
9001:2008
A. Prosedur pengendalian dokumen. (4.2.3)
B. Prosedur pengendalian rekaman (4.2.4)
C. Prosedur Audit Internal.(8.2.2)
D. Pengendalian produk tdak sesuai ( 8.3)
E. Prosedur Tindakan Koreksi (8.5.2)
F. Prosedur Tindakan Pencegahan (8.5.3)
Klausul 4.2.3
Pengendalian Dokumen
Dokumentasi Sistem Manajemen Mutu yang ditetapkan oleh
organisasi harus dikendalikan dengan suatu Prosedur Terdokumentasi.
A. Pengendalian mencakup pada kegiatan:
1) Persetujuan untuk penerbitan.
2) Peninjauan dan pembaharuan.
3) Identfkasi atas perubahan dan status revisi terakhir.
36
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
4) Tersedianya dokumen pada tempat penggunaan.
5) Mudah diidentfkasi dan tetap jelas.
6) ldentfasi dan distribusi mencakup untuk dokumen eksternal.
7) Mencegahan penggunaan dokumen yang kadaluwarsa dan
menerapkan identfkasi yang sesuai pada dokumen tersebut.
B. Persetujuan penerbitan dokumen dilakukan oleh pihak yang
diberi kewenangan untuk melakukan peninjauan dan pengesahan
dokumen. Hal ini dapat dilakukan pada tap-tap bagian atau
departemen dalam organisasi, lembaga, kelompok, sekolah... atau
dipusatkan kepada satu pihak sepert Wakil Manajemen Mutu.
C. Khusus untuk penerbitan manual Mutu, Kebijakan dan Sasaran
Mutu, pada umumnya pengesahan untuk penerbitan dilakukan oleh
Pimpinan Manajemen (Kepala Sekolah).
D. Suatu dafar Induk Dokumen (Master list) harus tersedia untuk
mengendalikan dokumentasi sistem manajemen mutu.
E. Perubahan dokumen dilakukan dengan cara mengajukan
permohonan perubahan berikut dengan alasannya.
F. Distribusi dokumen dilakukan dengan cara melakukan serah
terima dokumen dan dicatat termasuk penarikan dokumen yang
kadaluwarsa.
Klausul 4.2.4
Pengendalian Catatan
Catatan harus ditetapkan, dipelihara dan dikendalikan dengan suatu
Prosedur Terdokumentasi sebagai bukt kesesuaian terhadap persyaratan
dan efektftas pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu yang dijalankan
oleh sekolah Anda.
A. Catatan harus jelas dan mudah diidentfkasi dan ditemukan.
B. Catatan Mutu yang dikendalikan tdak terbatas hanya kepada
catatan mutu yang disyaratkan oleh standar, tetapi mencakup
catatan-catatan yang diperlukan oleh organisasi sebagai alat kendali
atas kegiatan perencanaan dan operasionalnya di sekolah Anda.
C. Pengendalian Catatan mencakup identfkasi, penyimpanan,
perlindungan, penarikan, lama simpan dan disposisinya.
37 Simulation of ISO 9001:2008
Klausul 8.2.2
Internal Audit
Internal Audit harus dilakukan pada jangka waktu yang direncanakan
untuk menentukan apakah sistem manajemen mutu telah sesuai dengan
rencana dan persyaratan organisasi, lembaga, kolompok, sekolah... serta
Standar Internasional; Dipelihara dan efektf diterapkan.
A. Program audit harus direncanakan dengan memerhatkan status
dan kepentngan dari proses dan bagian atau area yang akan diaudit
termasuk hasil dari audit sebelumnya.
B. Tujuan, ruang lingkup, frekuensi dan metode audit harus ditetapkan.
C. Pemilihan auditor dan pelaksanaan audit harus memastkan
obyektftas dan keseragaman dari proses audit, jadi yang perlu
sekolah Anda pegang teguh bahwa audit internal bukan lahan
untuk mencari-cari kesalahan orang, teman, bagian ... lain. Akan
tetapi, untuk berlomba-lomba dalam perbaikan mutu pendidikan di
sekolah Anda.
D. Auditor tdak boleh melakukan audit terhadap pekerjaannya
sendiri. Dalam proses Audit internal dilakukan dengan model silang,
misalnya: Waka kurikulum mengaudit waka sarpras, waka sarpras
mengaudit waka humas ...
E. Prosedur Terdokumentasi harus tersedia untuk menetapkan
tanggung jawab dan persyaratan untuk perencanaan dan
pelaksanaan audit termasuk pelaporan dan pencatatannya.
F. Manajemen bagian yang diaudit (Auditee) harus memastkan
dilakukannya tndakan koreksi tepat waktu untuk menghilangkan
ketdak-sesuaian dan penyebabnya yang ditemukan.
G. Tindak lanjut perlu dilakukan untuk memeriksa tndakan yang
diambil dan melaporkan hasil pemeriksaan tersebut.
Klausul 8.3
Pengendalian Jasa Pendidikan Yang Tidak Sesuai
Sistem pelayanan sekolah yang tdak sesuai dengan persyaratan
harus diidentfasi dan dikendalikan untuk mencegah pengiriman atau
penggunaan yang tdak sesuai.
38
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
A. Prosedur Terdokumentasi harus disediakan untuk mengendalikan
produk yang tdak sesuai, mencakup tanggung jawab dan wewenang
untuk peninjauan dan penyelesaian masalah yang terjadi.
B. Tindakan yang harus dilakukan atas produk yang tdak sesuai
antara lain dengan cara: melakukan tndakan untuk menghilangkan
ketdaksesuaian; menyetujui penggunaannya, menerima dengan
konsesi dengan kuasa yang berwenang atau pelanggan jika
dimungkinkan; melakukan tndakan untuk mencegah penggunaan
sesungguhnya.
C. Catatan atas ketdaksesuaian yang terjadi berikut tndakan yang
dilakukan dan hasilnya harus tersedia.
D. Produk yang telah diperbaiki harus dilakukan verifkasi ulang untuk
menunjukkan kesesuaian persyaratannya.
E. Jika ketdaksesuaian ditemukan setelah POS, Format, Instruksi
kerja... dikirim atau digunakan, maka suatu tndakan harus dilakukan
sebagai konsekuensi atas terjadinya ketdaksesuaian tersebut.
Klausul 8.5.2
Tindakan Koreksi
Tindakan Koreksi harus dilakukan untuk mengurangi penyebab
ketdaksesuaian dalam rangka mencegah terulangnya hal tersebut.
A. Tindakan Koreksi harus tertuju pada akibat dari masalah yang
ditemukan.
B. Prosedur Tindakan Koreksi harus menetapkan persyaratan untuk:
1) Meninjau ketdaksesuaian yang terjadi, termasuk keluhan
pelanggan.
2) Menentukan penyebab ketdaksesuaian.
3) Mengevaluasi perlunya tndakan untuk memastkan bahwa
ketdaksesuaian tdak terjadi lagi.
4) Menentukan dan menerapkan tndakan yang diperlukan.
5) Mencatat hasil tndakan koreksi.
6) Meninjau tndakan koreksi yang dilakukan.
39 Simulation of ISO 9001:2008
Klausul 8.5.3
Tindakan Pencegahan
Tindakan Pencegahan dilakukan untuk meniadakan penyebab dari
suatu potensi ketdaksesuaian dengan tujuan mencegah terjadinya hal
tersebut. Pelaksanaan tndakan pencegahan harus sesuai dengan dampak
dari potensi masalah yang terjadi. Suatu Prosedur terdokumentasi
Tindakan Pencegahan harus menetapkan persyaratan untuk:
A. Menetapkan potensi ketdaksesuaian dan penyebabnya.
B. Mengevaluasi perlunya tndakan untuk mencegah terjadinya
ketdaksesuaian.
C. Menentukan dan menerapkan tndakan yang diperlukan.
D. Mencatat hasil tndakan koreksi.
E. Meninjau tndakan pencegahan yang telah dilakukan.
Strategi Penerapan SMM ISO 9001:2008
Bagian ini membahas proses penerapan Sistem Manajemen
Mutu dan kegiatan kegiatan yang tercakup dalam pelaksanaan Sistem
Manajemen Mutu. Penerapan Standar SMM ISO 9001:2000 harus
dilakukan dengan suatu strategi manajemen.
Menetapkan Komitmen
Komitmen merupakan persyaratan dasar dari proses penerapan
SMM ISO 9001:2000 yang akan memberikan motvasi dan panduan untuk
pelaksanaannya. Komitmen harus ditunjukkan oleh semua tngkatan dan
personal yang ada dalam organisasi. Pimpinan Manajemen organisasi
bertanggung jawab untuk menunjukkan komitmennya sebagai pemeran
utama dalam proses penerapan SMM ISO 9001:2000, yang kemudian
diturunkan kepada semua tngkatan dalam organisasi dimana pada
masing-masing fungsi yang ada dituntut pula untuk membuat komitmen
yang sama dengan komitmen dari Pimpinan Manajemen. Kegagalan
utama penerapan Standar SMM ISO 9001:2000 adalah tdak adanya
komitmen dari pelaksana Sistem Manajemen Mutu yang ditetapkan.
Komitmen ditunjukkan dengan keikutsertaan yang aktf dan memahami
40
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
arah tujuan diterapkannya SMM ISO 9001:2000 di dalam organisasi serta
menyepakat Sistem Manajemen Mutu yang telah ditetapkan bersama-
sama.
Program Penerapan & Tahapan Program :
A. Pemahaman
B. Pengembangan Sistem & Dokumen
C. Penerapan Sistem
D. Peninjauan dan Sertfkasi
Program Penerapan SMM ISO 9001:2000 disusun dalam suatu
rencana kerja yang baik dan terjadwal dengan target yang jelas dan
dimengert. Program Penerapan SMM ISO 9001:2000 harus melibatkan
semua tngkatan dan fungsi di dalam organisasi, termasuk semua
pelaksana Sistem Manajemen yang ditetapkan. Tahap Pemahaman
akan mencakup pemahaman atas persyaratan SMM ISO 9001:2000
dan kesesuaian dari Sistem Manajemen yang dijalankan dengan
persyaratan SMM ISO 9001:2000 tersebut. Pengembangan Dokumentasi
dilakukan setelah memahami persyaratan SMM ISO 9001:2000 dan
kebutuhan penyempurnaan Sistem Manajemen yang ada untuk
memenuhi persyaratan SMM ISO 9001:2000. Sistem dan dokumentasi
yang ditetapkan kemudian diterapkan dan dijalankan oleh pelaksana
sistem didalam organisasi secara menyeluruh. Hasil penerapan Sistem
Manajemen harus ditnjau untuk memastkan konsistensi kesesuaiannya
dengan persyaratan SMM ISO 9001:2000 serta tercapainya hasil yang
diharapkan.
Penerapan Sistem Manajemen Mutu Memerlukan
A. Komitmen
B. Komunikasi
C. Kerjasama
D. Pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu harus diperhatkan oleh
manajemen sebagai alat pemenuhan persyaratan konsumen,
pencapaian efsiensi dan efektftas proses serta mekanisme untuk
peningkatan yang berkelanjutan.
41 Simulation of ISO 9001:2008
E. Manajemen harus mempunyai komitmen dan Pimpinan
Manajemen harus dilihat sebagai penggerak yang memberikan
kepemimpinannya. Komitmen manajemen harus transparan,
dengan memberikan pelathan, mengalokasikan sumber daya
dan menciptakan lingkungan atau budaya organisasi, lembaga,
kelompok, sekolah... yang baik.
F. Metode dan Gaya Komunikasi beragam dari satu organisasi ke
organisasi lain. Subyek mutu harus dikomunikasikan melalui semua
tngkatan organisasi. Sistem Mutu yang telah terdokumentasi harus
dilaksanakan secara efsien dan efektf, dengan melakukan proses
komunikasi yang prakts, mudah dipahami dan terbuka.
G. Sistem Manajemen Mutu tdak stats dan terkait dengan persyaratan
baru dan strategi bisnis baru. Manajemen harus meninjau ulang
sistem secara berkala dan mengambil tndakan tndakan yang tepat.
Komitmen manajemen yang berkelanjutan dan audit internal akan
menjamin konsistensi manajemen mutu.
19. 8 (Delapan) Prinsip SMM ISO 9001:2008
A. Fokus kepada Pelanggan (Customer focus)
B. Kepemimpinan (Leaderships)
C. Peningkatan berkelanjutan (Contnual improvement)
D. Keterlibatan orang-orang (Involvement of people)
E. Pendekatan proses (Process approach)
F. Pendekatan Sistem untuk Manajemen (System approach to
Management)
G. Pendekatan secara nyata untuk membuat keputusan (Factual
approach to decision making)
H. Hubungan saling menguntungkan dengan suplier/lembaga,
toko... yang memenuhi kebutuhan sekolah Anda (Mutually
benefcial supplier relatonships)
20. Mengapa Harus SMM ISO 9001:2008
A. Hal ini dikarenakan kondisi sekolah kita pada umumnya belum
memiliki sistem manajemen mutu.
42
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
B. Carut marutnya birokrasi di sekolah.
C. Tenaga administrasi tdak atau belum berfungsi sebagaimana
mestnya.
D. Setap hari guru menangani permasalahan di luar keguruan di
sekolah.
21. Mengapa Perlu SMM ISO 9001:2008
A. Pengakuan secara internasional.
B. Produk atau mutu layanan pendidikan lebih kompettf atas
produk yang sama.
C. Sistem prosedur yang baku.
D. Sistem terdokumentasi dalam prosedur & instruksi kerja.
E. Mutu proses, produk & sumber daya yang terkendali dan
konsisten.
F. Penurunan biaya.
G. Peningkatan produktvitas.
22. Bagaimana Seharusnya Sistem Manajemen Mutu di
Sekolah
A. Memenuhi kebutuhan organisasi dan prosesnya.
B. Menunjukkan kebijakan dan sasaran serta cara pencapaiannya.
C. Menunjukkan struktur, peranan dan tanggung jawab organisasi,
sekolah.
D. Terstruktur dan terdokumentasi.
E. Diterapkan, dipelihara dan ditngkatkan.
23. Apa Hubungan Sekolah dengan SMM ISO 9001:2008
SMM ISO 9001:2008 yang diimplementasikan disekolah secara
konsisten akan mewujudkan peningkatan produktvitas & daya saing;
standar mutu, delivery tmes & services. Mengapa demikian? Karena
tujuan sekolah menerapkan ISO bukan bertujuan untuk mengubah
kearipan-kearipan atau budaya lokal yang sudah baik di sekolah tersebut.
Akan tetapi, ISO bersinergi dengan kearipan-kearipan lokal yang
43 Simulation of ISO 9001:2008
sudah berjalan bertahun-tahun dan baik tersebut untuk lebih tertata,
distandarkan, ditngkatkan, memiliki target yang sesuai dengan karipan
lokal atau budaya lokal yang diinginkan, serta dilengkapi dengan format-
format yang memberikan akses kemudahan untuk menjalankan proses-
proses manajemen disekolah, dan instruksi kerja yang oprasional. Jadi
dengan adanya standar tentang aktftas-aktftas sederhana di sekolah
akan menghasilkan peningkatan produktvitas dan daya saing; standar
mutu, delivery tmes dan services.
24. VISI Dirjen P-SMA Jakarta
Pernyataan dari Bpk. Prof Sungkowo Diretorat P-SMA
Menyampaikan bahwa: Pendidikan Kita tdak membuat sekolah
atau kelas Internasional, tetapi Mutu yang bertaraf internasional SNP
+ X (Keunggulan) Jadi R-SBI (R) adalah sebuah upaya Dir. P-SMA sebagai
media untuk menciptakan QUALITY jadi maksud dan tujuan sekolah
berstandar adalah menjadikan budaya dan kearipan-kearipan lokal dikenal
secara internasional. Kita tunjukkan budaya dan kearipan lokal pada
dunia internasional bukan budaya barat/luar negeri yang secara segaja
dipaksakan sebagai budaya sekolah. Bukan kelas Internasional atau
World Class (kelas dunia) yang didengung-dengungkan, tetapi mutu
akademik maupun non akademi (budaya) yang bertaraf internasional.
25. Paradikma Baru Dalam Dunia Pendidikan
A. Paradigma tersebut adalah: School Culture = Quality power
(daya saing) untuk menciptakan Achievement (prestasi).
Jadi kearipan-kearipan sekolah atau budaya lokal sekolah yang
memiliki visi kualitas yang unggul dan diyakini bahwa budaya
lokal sekolah yang unggul dipastkan menciptakan prestasi.
Untuk itu sekolah diharapkan selalu Kreatf, Inovatf, serta
memiliki Spiritual yang baik.
B. Prestasi bisa diraih kalau sekolah memiliki sistem manajemen
mutu layanan pendidikan yang diyakini baik dan disepakat dan
dihormat bersama warga sekolah. Jadi SMM ISO 9001:2008
fokus pada standar mutu layanan kepuasan pelanggan yaitu
warga sekolah (guru, staf, karyawan, siswa, kepala sekolah,
wali murid...).
44
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
C. Tuntutan Sekolah Pada Era-Globalisasi. Mengapa demikian?
Hal ini dikarenakan masyarakat dari tahun-ketahun, generasi
ke generasi terus menuntut standar yang lebih tnggi dari
sebelumnya. Saran saya buatlah kreatvitas serta inovasinya
yang melebihi apa yang menjadi harapan-harapan masyarakat,
dengan demikian sekolah Anda sudah berstandar Unggul, ingat
dengan menggunakan prinsip SMART.
D. The most demanding of Globalizaton is
High quality: local quality power, region quality power, province
quality power, natonal quality power, and internatonal quality
power
26. Sekolah yang Bagaimana Diakui Secara Internasional
Pada umumnya masyarakat masih memiliki persepsi yang salah
Apa yang dikandung maksud sekolah berstandar internasional pada
bayangan kebanyakan orang sekolah berstandar adalah sekolah yang
memiliki fasilitas yang terlengkap dan megah, jika demikian persepsinya
maka sekolah itu telah membuat image World Class (Kelas Dunia) bukan
pada prestasi Internasional. Sekolah yang diakui secara Internasional
sebenarnya adalah; Tepat waktu, Konsisten atau Ajek, Keahlian,
Keramahan, Keamanan, kenyamanan lingkungan, Kemudahan kontak
Komunikasi, Pemahaman pelanggan, Tanggapan keluhan pelanggan
selalu selesai pada saat itu juga. Jadi standar Internasional yang
disepakat secara internasional tdak ada yang menyebutkan sekolah
harus memiliki fasilitas yang megah, saran saya fasilitas sepert lop top,
cctv, smartboard, internet, komputer, DVD, LCD... adalah penunjang
dalam sekolah bestandar, jadi jangan dibalik, sehingga terkesan mahal,
diskriminatf, hanya yang kaya bisa menikmat, harus full berbahasa
Inggris ...
27. Syarat Sekolah Menuju Standar Yang Diharapakan
Pemerintah
A. 30% S-2/S-3.
B. Memiliki Manajemen ISO.
45 Simulation of ISO 9001:2008
C. Sister School dengan Negara Maju.
D. UN harus bagus di atas lebih tnggi dari rata-rata.
E. Masuk PTN terbaik dalam Negeri maupun Luar negeri.
F. Prestasi Internasinal (akademik maupun non akademik).
G. Berbahasa Inggris aktf (guru:TOEFL 550=7,5 computer base &
siswa).
H. Kurikulum berbasis TIK.
I. Aministrasinya menggunakan PAS.
J. Perpustakaan digital.
28. 8 Prinsip SMM ISO 9001:2008
A. Fokus pada pelanggan.
B. Kepemimpinan.
C. Pelibatan orang.
D. Pendekatan proses.
E. Pendekatan pada sistem manjemen.
F. Perbaikan berkesinambungan.
G. Pendekatan fakta pada pengambilan keputusan.
H. Hubungan yang saling menguntungkan dengan pemasok.
Fokus Pada Pelanggan
Organisasi menggantungkan kepada pelanggannya, sehingga harus
memahami kebutuhan pelanggan saat ini dan yang akan datang,
harus mampu memenuhi persyaratan-persyaratan pelanggan dan
berusaha keras untuk dapat melebihi persyaratan pelanggan yang
diinginkan.
Pelibatan Seluruh Warga
1. Mutu merupakan tanggung jawab setap orang.
2. Sasaran mutu melibatkan seluruh tngkat dan setap orang.
3. Komunikasi adalah hal yang paling pentng dan mendasar.
4. Pelathan merupakan sarana berkomunikasi, melibatkan dan
membuat orang menjadi mampu.
46
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
5. Defnisi mengenai tanggung jawab dan wewenang itu pentng
dan mendasar (essental) pemberdayaan.
6. Setap orang dapat dilibatkan dengan berbagai cara sesuai
dengan karakternya.
Pendekatan Proses
Mengapa ini pentng bagi organisasi ini? Karena suatu hasil yang
diinginkan dapat dicapai lebih efsien apabila sumber daya dan
aktvitas-aktvitas dikelola sebagai suatu proses.
Prinsip Oprasional SMM ISO 9001:2008
Berikan mutu yang Anda miliki, dan miliki kepuasan, harapan dan
kebutuhan pelanggan dengan mutu produk dan jasa yang Anda
berikan. Dengan prinsip operasional ISO:
P = Plan (rencanakan)
D = Do (laksanakan)
C = Check (tnjau kembali)
A = Acton (ambil tndakan)
Mengapa demikian? Karena dinamika pelanggan atau
masyarakat terus menghendaki mutu produk dan jasa yang semakin
tnggi.
47 Simulation of ISO 9001:2008
Harapan Untuk Berubah
Prinsip ISO yang ditanamkan pada lembaga, organisasi, kelompok,
sekolah ... memegang prinsip PLAN: Menetapkan sasaran dan proses
yang dibutuhkan. DO: Penerapan Proses. CHECK: Mengawasi dan
mengukur Pelaksanaan Proses. ACTION: Mengambil tndakan untuk
peningkatan kinerja. Plan, Do, Check, Acton digunakan sekolah
untuk menjalan aktvitas-aktvitas atau kegiatan sekolah Anda.
Pendekatan Pada Sistem Manajemen
Perlu memahami dan mengelola proses yang saling terkait sebagai
suatu sistem yang memberi sumbangan pada efektvitas dan efsiensi
organisasi dalam mencapai tujuan Keluaran (outputs) suatu proses
seringkali merupakan masukan (inputs) bagi proses berikutnya. Oleh
sebab itu, perlu adanya komitmen terhadap mutu sebagai rangkaian
peristwa dengan cara menghubungkan pada setap proses material
dan informasi mengalir melalui sistem, semakin lancar alirannya,
semakin tnggi efsiensinya. Ok!
Perbaikan Berkelanjutan
1. Perbaikan harus merupakan sasaran permanen bagi setap
lembaga sekolah.
2. Perbaikan harus direncanakan dan dikelola oleh seluruh bagian
pada unit kerja disekolah.
3. Tidak seorang pun dan tdak satu sistem pun yang sempurna,
untuk itu saling mengingatkan dan membantu adalah media
perbaikan berkelanjutan.
4. Selalu ada tempat untuk perbaikan.
5. Organisasi tdak pernah diam di tempat, begitu juga persaingan.
6. Perbaikan tdak akan terjadi sendiri, untuk itu harus sekolah
yang dipimpin oleh Top Manajemen wajib membuat
rekayasa kegiatan-kegiatan yang mengarah pada perbaikan
berkelanjutan
48
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
Pengambilan Keputusan Berdarkan Fakta
1. Keputusan yang efektf selalu didasarkan pada analisis
informasi dan data.
2. Metode dan langkah-langkah harus direncanakan.
3. Data perlu dikumpulkan sesuai dengan fakta, independen dan
tanpa bias.
4. Informasi perlu dikomunikasikan kepada para pembuat
kebijakan keputusan sesuai dengan format yang biasa
digunakan. Perlu dipahami janganlah membuat format
keputusan yang tdak dapat dipahami oleh warga sekolah,
misalnya tba-tba format ditulis dalam Bahasa Perancis dimana
semua warga sekolah tdak paham Bahasa Perancis.
5. Sistem informasi perlu direncanakan, kabar angin, kabar
burung dapat menyesatkan.
6. Dalam mengambil KEPUTUSAN harus melibatkan semua
warga sekolah agar mengorangkan orang atau memanusiakan
manusia.
7. Dan berdasarkan FAKTA dan analisis biar tdak muncul FITNAH.
Hubungan Dengan Pemasok Yang Saling Menguntungkan
1. Pelanggan dan pemasok (siapa saja, alat apapun, sistem
apapun yang diyakini menjadi faktor kali pengembangan
sekolah Anda) adalah saling bergantung (interdependent) dan
harus bekerjasama demi manfaat bagi keduanya.
2. Hubungan yang baik dengan pemasok tercipta berdasarkan
atas komunikasi yang efektf.
3. Mendengarkan dan memperhatkan adalah suatu bekal pentng
dan mendasar.
4. Komunikasi yang baik pemasok adalah hasil dari perencanaan,
sistem dan pengalaman yang baik.
5. Hubungan jangka panjang dengan pemasok memungkinkan
sekolah untuk merencanakan hari depan dan saling
memberikan kepercayaan.
49 Simulation of ISO 9001:2008
Struktur Dokumen ISO adalah:
Manual mutu, Prosedur mutu, Instruksi kerja, Dokumen
pendukung Kebijakan mutu, Sasaran mutu, Manual mutu, Prosedur
terdokumentasi, Dokumen untuk pengendalian proses, dan Catatan
mutu.
Jadi standar minimal Dokumen SMM ISO 9001:2008 yang
dipersyaratkan adalah:
a. Dokumen tngkat I : Pedoman Mutu (Quality Manual)
b. Dokumen tngkat II : Prosedur Mutu (Quality Prosedur)
c. Dokumen tngkat III : Instruksi Kerja (Work Instructon)
d. Dokumen tngkat IV : Dokumen pendukung (Form-form)
Catatan : Kebijakan mutu (Quality Policy) dan Sasaran mutu
(Quality Objectve) merupakan dokumen tngkat 1, tetapi terpisah
dari Pedoman Mutu.
29. Tahapan Pembuatan Dokumen
A. Sekolah melakukan pembentukan tm penyelarasan dokumen
sesuai dengan unit kegiatan sekolah dengan klausul ISO.
B. Perencanaan
C. Persiapan
D. Penulisan
E. Peninjauan
F. Uji coba dan perbaikan
G. Pengesahan
H. Penerapan
30. Rancangan Implentasi SMM ISO 9001:2008
A. Pembentukan steering komite dan tm kerja ISO di sekolah
Anda.
B. Pelathan pemahaman SMM ISO.
C. Sosialisasi peduli mutu secara berantai di sekolah Anda.
50
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
D. Penyusunan pedoman mutu.
E. Organisasi dokumen-dokumen SMM ISO.
F. Sosialisasi pedoman dan dokumen mutu.
G. Penerapan implementasi SMM ISO.
H. Implementasi SMM ISO.
I. Pelathan audit internal.
J. Evaluasi hasil implementasi dan revisi dokumen.
K. Audit internal.
L. Tinjauan manajemen.
M. Tindakan korektf.
N. Preaudit oleh lembaga sertfkasi.
O. Tinjauan manajemen.
P. Tindakan korektf.
Q. Audit sertfkasi.
R. Tinjauan manajemen.
S. Tindakan koreksi.
T. Sertfkasi
31. Proses Terdokumentasi
Prosedur terdokumentasi cara tertentu untuk melaksanakan suatu
kegiatan atau proses (SNI/ISO 9000:2008). Prosedur dapat juga tdak
terdokumentasi dan umumnya prosedur berisi:
A. Tujuan (untuk apa prosedur digunakan?)
B. Ruang kingkup (batasan penggunaan prosedur)
C. Referensi
D. Defnisi
E. Penanggung jawab
F. Uraian prosedur (urutan kegiatan, sarana dan prasarana yang
diperlukan, alur prosesfowchart)
G. Lampiran (formulir-dokumen terkait,rekaman catatan, dan
lainnya).
51 Simulation of ISO 9001:2008
32. Penutup dan Filosof SMM ISO 9001:2008
Filosof Sistem Manajemen Mutu adalah:
A. Write what you do (tulis apa yang Anda kerjakan).
B. Do what you write (kerjakan apa yang Anda tulis).
C. Record for all your actvity (rekam semua kegiatan Anda).
D. Acton any diferent or contnous improvement (perbaikan
terus menerus).
Semoga Bermanfaat
CREAT YOUR
QUALITY TARGET
Standart Quality Service ISO
9001:2008 Proposal
Mutu merupakan kata kunci dalam Era Globalisasi yang ditandai
begitu banyaknya persaingan yang ketat pada saat ini. Keberhasilan
dalam upaya untuk menjadi pemenang dalam kompetsi, khususnya
dalam dunia pendidikan, sangat ditentukan oleh kemampuan sekolah
Anda dalam mengelola dan meningkatkan sumber daya yang di miliki oleh
sekolah Anda sendiri dalam memberikan layanan pendidikan di sekolah
Anda yang benar-benar prima. Sekolah Anda dalam hal ini harus benar-
benar menyadari bahwa dalam proses memenuhi Standar Pendidikan dan
memenuhi harapan masyarakat. Sekolah Anda harus menunjukkan nilai
tambahnya dalam memenuhi harapan mewah dari masyarakat tersebut.
Penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2008 di
sekolah Anda merupakan hal yang sangat pentng. Mengapa demikian?
Karena SMM ISO 9001:2008 memfokuskan pada peningkatan layanan
pendidikan dari semua sektor pendidikan yang ada di sekolah Anda.
Dalam upaya meningkatkan gairah layanan pendidikan, SMM ISO
digunakan untuk meningkatkan kompetensi warga sekolah Anda untuk
menjadi jagoan; Jagoan Kesiswaan, Jagoan Kurikulum, Jagoan Humas,
Jagoan Sarpras dan seterusnya.
Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 akan dapat
memberikan nilai tambah. Apa dimaksud dengan Nilai Tambah? Sekolah
Anda akan bertambah baik Sistem Administrasinya pada semua bagian
sub. bidang, bertambah menjadi segalanya dan menjadi terpenuhi. Jika
BAB
3
54
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
sekolah Anda dipastkan menerapkan SMM ISO 9001:2008, maka akan
memiliki keunggulan pada Sistem Administrasi pada semua bagian di
sekolah Anda. Hal ini bisa terjadi karena pada SMM ISO sekolah Anda
wajib untuk mengendalikan kearsipan. Dengan merapkan SMM ISO,
sekolah Anda juga akan memiliki prosedur kerja yang operasional dan
terukur (dapat dilaksanakan), sehingga tdak terjadi tumpang tndih
kewenangan dan kewajiban di sekolah Anda. Sekolah Anda dipastkan
memiliki acuan baku yang telah ditetapkan oleh Top Manajemen (Kepala
Sekolah) di sekolah Anda, dan kemudian diterapkan oleh semua warga
sekolah, sehingga sekolah akan dipastkan memiliki kinerja yang terukur
dan terencana dengan jelas bahwa apa pun yang dikerjakan past jelas
hasilnya. Kemudian, Top Manajemen melakukan tnjauan menajemen
di sekolah secara berkala sebagai dasar untuk perbaikan berkelanjutan.
Proses pengambilan keputusan apa pun yang dilakukan oleh sekolah yang
menerapkan SMM ISO 9001:2008 untuk meningkatkan kualitas mutu
pendidikan di sekolah wajib mengikut sertakan seluruh warga sekolah
yang tentunya untuk mencapai cita-cita dan tujuan mewah di sekolah
baik jangka panjang, menengah, dan pendek. Kemudian secara rutn
melakukan Audit Internal untuk memastkan bahwa Sistem Manajemen
Mutu yang sudah dibuat sesuai dengan kategori sekolah Anda dan benar-
benar sudah berjalan sesuai dengan jalurnya yaitu sesuai dengan klausul
yang dipersyaratkan dengan standar-standar Internasional.
Untuk sekolah Anda yang dipastkan menerapkan SMM ISO
9001:2008, setelah mendapatkan keunggulan secara Internal, juga
mendapatkan keuntungan Eksternal. Apa manfaat Eksternal bagi
sekolah Anda yang past menerapkan SMM ISO 9001:2008? yaitu akan
mendapatkan gelar Mutu Sekolah Berstandar Internasional SMM ISO
9001:2008 dengan kategori sekolah Anda tersebut (MSBI ISO9001:2008)
sudah barang tentu memberikan peningkatan kepercayaan layanan
pendidikan kepada masyarakat luas yang benar-benar Bertaraf
Internasional karena sekolah Anda di Audit oleh Lembaga Sertfkasi Mutu
Internasional yang dilakukan oleh Negara-negara OECD (kelompok Ngera
berekonomi maju) yang diberi kewenangan untuk megeluarkan Sertfkat
55 Standart Quality Service ISO 9001:2008 Proposal
Mutu Internasional, kemudian sekolah Anda terdafar dan diakui sebagai
sekolah yang bersertfkat ISO, sehingga sekolah Anda akan memiliki
standar yang sama dengan sekolah-sekolah maju di Indonesia yang sudah
berlabel ISO. Perlu sekolah Anda tahu bukan bentuk dari pembohongan
kepada masyarakat luas.
Oleh karena itu, ada hal yang sangat-sangat pentng dan dipahami
pada sekolah Anda, bahwa penerapan Sistem Manajemen Mutu
ISO 9001:2008 ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sesuai
persyaratan kepuasan layanan pendidikan pada pelanggan di sekolah
Anda. Akan tetapi, juga untuk kepentngan sekolah Anda sendiri untuk
mendapatkan nilai tambah yang lebih terhadap produk yang sama
dengan lembaga-lembaga lain. Ketka sekolah Anda sudah mendapatkan
pengakuan formal dengan menyandang gelar Sekolah Bersertfkat
Internasional SMM ISO 9001:2008 wajib dan harus menjaga konsistensi
mutu. Bagaimana cara menjaga konsistensi mutu? Untuk sekolah Anda
yang mengimplementasikan dan mendapat kepercayaan Internasional
(bersertfkat ISO) harus memiliki prinsip WIN-WIN. Jika sekolah Anda
sudah dikenal sebagai Jagonya Mutu sekolah Anda diwajibkan memiliki
jadwal untuk memberikan pembinaan kepada lembaga-lembaga lain, dan
ketka sistem manajemen mutu yang sekolah Anda miliki nantnya benar-
benar bisa diterapkan oleh lembaga lain dengan sedikit modifkasi lalu
lembaga lain menjadi sukses sepert sekolah Anda, maka sekolah Anda
sudah memberikan kemenangan pada lembaga lain. Saat itulah sekolah
Anda telah menemukan Jalan Kekuatannya dengan SMM ISO 9001:2008.
Apakah bisa sekolah Anda menjadi Jagonya Mutu? Jawabnya
past bisa, jika syarat atau klausul menuju Sistem Manajemen Mutu
ISO9001:2008 sekolah Anda dilakukan dengan baik. Serta pembinaan
dengan konsultan yang prima sebagaimana yang telah dilakukan di
lembaga-lembaga sekolah yang sudah berhasil dengan SMM ISO
9001:2008.
56
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
Persyaratan-persyaratan SMM ISO 9001:2008 sebagai berikut
(Klausul 4.1-8.5.3):
PERSYARATAN-PERSYARATAN KLAUSUL
Ruang Lingkup
Umum
Aplikasi
1
1.1
1.2
Acuan Normatf 2
Tujuan dan Defnisi 3
SISTEM MANAJEMEN MUTU 4
Persyaratan Umum 4.1
PERSYARATAN-PERSYARATAN KLAUSUL
Persyaratan Dokumen
Umum
Pedoman/Manual Mutu
Pengendalian Dokumen
Pengendalian Rekaman/Catatan Mutu
4.2
4.2.1
4.2.2
4.2.3
4.2.4
TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN 5
Komitmen Manajemen
Fokus pada Pelanggan
Kebijakan Mutu
5.1
5.2
5.3
Perencanaan
Tujuan Mutu
Perencanaan Sistem Manajemen Mutu
5.4
5.4.1
5.4.2
Tanggung Jawab, Wewenang, dan Komunikasi
Tanggung Jawad dan Wewenang
Wakil Manajemen
Komunikasi Internal
5.5
5.5.1
5.5.2
5.5.3
Tinjauan Manajemen
Umum
Input Tinjauan
Output Tinjauan
5.6
5.6.1
5.6.2
5.6.3
57 Standart Quality Service ISO 9001:2008 Proposal
MANAJEMEN SUMBER DAYA 6
Penyediaan Sumber Daya 6.1
Sumber Daya Manusia
Umum
Kemampuan, Kesadaran, dan Pelathan
6.2
6.2.1
6.2.2
Prasarana 6.3
Lingkungan Kerja 6.4
REALISASI PRODUK (JASA LAYANAN MUTU
PENDIDIKAN)
7
Perencanaan Realisasi Produk 7.1
Proses yang Berkaitan dengan Pelanggan
Penentuan Persyaratan yang Berkaitan
dengan Produk
Tinjauan Persyaratan yang Berkaitan
dengan Produk
Komunikasi dengan Pelanggan
7.2
7.2.1
7.2.2
7.2.3
Disain dan Pengembangan
Perencanaan Disain dan Pengembangan
Input Disain dan Pengembangan
Output Disain dan Pengembangan
7.3
7.3.1
7.3.2
7.3.3
PERSYARATAN-PERSYARATAN KLAUSUL
Tinjauan Disain dan Pengembangan
Verifkasi disain dan Pengembangan
Validasi Disain dan Pengembangan
Pengendalian Perubahan Disain dan
Pengembangan
7.3.4
7.3.5
7.3.6
7.3.7
Pembelian
Proses Pembelian
Informasi Pembelian
Verifkasi Produk (barang maupun jasa)
yang Dibeli
7.4
7.4.1
7.4.2
7.4.3
58
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
Penyediaan Produksi dan Jasa
Pengendalian Penyediaan Produk
(barang) dan Jasa
Validasi Proses untuk Penyediaan Produk
dan Jasa
Identfkasi dan Mampu Telusur
Kepemilikan Pelanggan
Pengawetan Produk
7.5
7.5.1
7.5.2
7.5.3
7.5.4
7.5.5
Pengendalian Peralatan Monitoring dan
Pengukuran
7.6
PENGUKURAN, ANALISA, DAN PERBAIKAN 8
Umum 8.1
Monitoring dan Penngukuran
Kepuasan Pelanggan
Internal Audit
Monitoring dan Pengukuran Proses
Monitoring dan Pengukuran Produk
8.2
8.2.1
8.2.2
8.2.3
8.2.4
Pengendalian Produk Tidak Sesuai 8.3
Analisa Data 8.4
Perbaikan
Perbaikan Berkelanjutan
Tindakan Koreksi
Tindakan Pencegahan
8.5
8.5.1
8.5.2
8.5.3
Apabila SMM ISO 9001:2008 ini diterapkan pada sekolah Anda secara
benar dan konsisten, maka dapat dipastkan terjadi magic pada sekolah
Anda yaitu adanya peningkatan kinerja dan kepuasan pelanggan (staf,
siswa, guru, kepala sekolah, penjaga sekolah, wali murid, serta masyarakat
sekitar). Sekolah harus memahami bahwa dalam proses meraih SMM ISO
mengutamakan pengendalian proses sejak awal, sehingga seluruh proses
kerja menjadi ttk-ttk krits dan pentng yang menentukan keberhasilan
sekolah Anda dalam meningkatkan dan menumbuhkan mutu layanan
59 Standart Quality Service ISO 9001:2008 Proposal
pendidikan dan mutu proses untuk menghasilkan cita-cita dan tujuan
mewah sekolah Anda.
MANFAAT PENERAPAN SMM ISO 9001:2008
Jika sekolah Anda yang menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO
9001:2008 secara konsisten dan berkelanjutan, maka sekolah Anda sudah
dipastkan mendapatkan nilai tambah yang sangat besar.
Manfaat eksternal pada sekolah Anda yang fokus pada penerapan
SMM ISO 9001:2008 adalah
Meningkatkan hubungan dengan positf dengan peserta didik.
Meningkatkan hubungan dengan pelanggan (kepuasan
pelanggan).
Lebih kompettf dibandingkan dengan sekolah lain atas produk
yang sama.
Peningkatan kepuasan pelanggan.
Perbaikan dalam penanganan komplain dan keluhan pelanggan.
Manfaat Internal (lebih banyak dibanding manfaat eksternal) di
sekolah Anda adalah:
Penurunan kerja ulang.
Penurunan dalam biaya jangka panjang.
Perbaikan dalam pengedalian dan pengukuran proses.
Perbaikan moral dan respon dari staf.
Perbaikan tanggung jawab individu, bagian, dan sistem
manajemen.
Perbaikan kejelasan wewenang dan tanggung jawab.
Peningkatan efsiensi penggunaan sumber daya.
Sistem manajemen sekolah Anda menjadi lebih baik dan
berkembang, mengapa demikian? Karena sekolah Anda memiliki:
1. Pedoman Mutu
PM (Pedoman Mutu) sebagai alat Promosi Sekolah
yang berisikan tentang Profl Sekolah dan penjelasan tentang
operasional penerapan SMM ISO 9001:2008.
60
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
2. Kebijakan Mutu
KM (Kbijakan Mutu) sebagai pedoman arah kebijakan jangka
panjang sekolah Anda dalam hal perbaikan mutu sekolah secara
berkelanjutan.
3. Sasaran Mutu
SM (Sasaran Mutu) yang dimaksud dalam ISO adalah
seperangkat pedoman organisasi yang digunakan untuk meraih
target-target jangka pendek dan peningkatan sekolah.
4. Prosedur Mutu atau Prosedur Kerja
PM/PK (Prosedur Mutu/Prosedur Kerja) adalah seperangkat
pedoman mutu dalam melaksanakan tugas-tugasnya di sekolah
Anda menjadi terprosedur baku yang dipergunakan oleh seluruh
departemen/devisi di sekolah Anda.
5. Job Deskripsi atau Tugas dan Tanggung Jawab
JD (Job Descripton) adalah seperangkat pedoman standar
pembagian tugas-tugas dan tanggung jawab yang jelas dan tdak
ada tumpang tndih kewenangan dalam menjalankan proses-proses
di seluruh departemen/devisi di sekolah Anda.
6. Standar Internal
SI (Standar Internal) adalah seperangkat pedoman standar yang
berisikan persyaratan-persyaratan input yang akan menentukan
output, sehingga dijadikan standar dalam peningkatan kinerja
sekolah Anda.
7. Standardisasi Format, Pemakaian, dan Pengendalian Arsip
SF (Standardisasi Format) adalah seperangkat kumpulan
rekaman pentng (fle, CD, Buku, Format, Dokumen) sehingga benar-
benar memudahkan penyimpanan dan pengambilan arsip yang
tersimpan. Mengapa harus pengelolaan arsip wajib baik untuk
sekolah Anda? Jawabnya adalah kerena pengelolaan arsip yang baik
mudah dilihat dan gampang diambil dan mudah dikembalikan pada
61 Standart Quality Service ISO 9001:2008 Proposal
tempatnya merupakan wujud kinerja dan menunjukkan tngkat
profesionalisme di sekolah Anda.
METODE LAYANAN SETTING SMM ISO 9001:2008
Metode layanan Pembinaan Konsultan Manajemen SMM
ISO9001:2008 terbagi menjadi 8 (delapan) tahapan program pentng,
dengan steps sebagai berikut:
STEP 1 PELATIHAN PEMAHAMAN PENERAPAN SMM ISO 9001:2008
Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman SMM
ISO 9001:2008 kepada seluruh personal kunci dari masing-masing
kegiatan atau bagian.
Adapun rencana program pada Step 1 ini adalah sebagai
berikut:
- Pelathan Pemahaman SMM ISO 9001:2008 kepada seluruh
personal kunci di sekolah Anda dalam perencanaan penerapan
dan pemeliharaannya.
PELATIHAN:
STEP 1
PEMAHAMAN PENERAPAN SMM ISO9001:2008
Tujuan:
Memberikan pemahaman umum dan teknis kepada peserta
mengenai peran sekolah Anda dalam meningkatkan kinerjanya
dan memfokuskan pada kepuasan pelanggan dengan
menggunakan SMM ISO 9001:2008.
Topik:
1. Quality Awareness
2. Persyaratan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008
3. Penerapan Sistem Manajemen Mutu
4. Dokumentasi Sistem Manajemen Mutu
Waktu: 3 hari
62
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
STEP 2 PERENCANAAN PENERAPAN ISO 9001:2008
Pada langkah ke 2 ini, memberikan panduan, bimbingan, dan
petunjuk kepada TIM ISO di sekolah Anda dalam merancang tata
waktu penerapan SMM ISO 9001:2008 serta penyiapan rancang
bangun dokumentasi dan penanggungjawab pengembangan SMM
ISO 9001:2008.
Adapun target dari program ini adalah:
1. Terwujudnya rencana waktu penerapan SMM ISO
9001:2008 di sekolah Anda.
2. Terwujudnya rancang bangun dokumentasi SMM ISO
9001:2008 dan matriks pertanggungjawaban SMM ISO
9001:2008.
STEP 3 PENGEMBANGAN DOKUMEN SMM ISO9001:2008
Pada langkah ke 3 ini, konsultan memberikan pembinaan
terhadap Tim Sukses ISO di sekolah Anda untuk membuat sistem
dokumentasi yang disesuaikan klausul standar ISO9001:2008 yang
terdiri dari: Kebijakan Mutu, Tujuan Mutu, Pedoman Mutu, Prosedur
Kerja, dan Dokumen Pendukung Lainnya (dokumen terkait).
Adapun target yang akan dicapai pada langkah ke 3 ini sebagai
berikut:
1. Memperbaiki, membangun dan mengembangkan sistem
dokumen yang sesuai dengan proses kegiatan di sekolah
Anda untuk memenuhi standar SMM ISO 9001:2008.
2. Memastkan bahwa Sistem Manajemen Mutu yang telah
dirancang oleh Tim Sukses dapat diterapkan secara efektf
di sekolah Anda.
3. Meninjau ulang (review) seluruh prosedur yang pernah
dibuat.
63 Standart Quality Service ISO 9001:2008 Proposal
STEP 4 PENGEMBANGAN, PENYELARASAN DAN BIMBINGAN PENERAPAN
SMM ISO 9001:2008
Pada langkah ke 4 ini konsultan memberikan bimbingan dan
motvasi atas pentngnya kepada semua warga sekolah bahwa Sistem
Manajemen Mutu yang telah dibuat dan disepakat oleh sekolah
Anda merupakan kunci untuk menerapkan SMM ISO 9001:2008,
serta untuk menjaga konsistensi terhadap mutu yang dihasilkan.
Adapun target yang akan diraih pada sesi ini adalah:
1. Memastkan bahwa seluruh persyaratan dalam SMM ISO
9001:2008 telah dipenuhi dalam bentuk dokumen oleh tm
sukses di sekolah Anda.
2. Memastkan bahwa Sistem Manajemen Mutu yang di
bangun oleh Tim Sukses sekolah Anda sudah dimengert,
dipahami, diterapkan dan dipelihara oleh semua personel
kunci yang terkait.
STEP 5 PELATIHAN DAN PRAKTEK AUDIT MUTU INTERNAL
Pada langkah ke 5 ini, konsultan bersama dengan Tim Sukses
akan benar-benar memastkan bahwa Sistem Manajemen Mutu
telah diterapkan oleh sekolah Anda dan telah memenuhi Standar
SMM ISO 90012008.
Adapun target yang akan diraih pada step 5 adalah:
64
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
1. Pelathan Audit Mutu Internal (Internal Quality Audit
Training) di sekolah Anda yang bertujuan untuk menyiapkan
personel sekolah Anda yang dipilih untuk menjadi Auditor
Mutu Internal.
2. Sebagai bukt bahwa Audit Mutu Internal telah dilaksanakan
di sekolah Anda, yang merupakan salah satu syarat yang
wajib dipenuhi.
3. Sekolah Anda melakukan perbaikan maupun modifkasi
prosedur jika dibutuhkan untuk memenuhi persyaratan
SMM Standar ISO 9001:2008.
PELATIHAN
AUDIT MUTU INTERNAL (AMI)
Tujuan:
Training yang dilakukan di sekolah Anda pada sesi ini adalah
akan memberikan pemahaman tentang prinsip dan teknik yang
fokus pada Audit yang benar-benar efektf melalui workshop,
studi kasus, diskusi, dan praktkal Audit.
Topik :
1. Prinsip-prinsip Audit Mutu Internal.
2. Studi kasus dan ujian.
3. Tanggung jawab dan wewenang auditor.
4. Praktek Audit internal.
5. Proses audit dan pelaporan.
Waktu : 3 hari
65 Standart Quality Service ISO 9001:2008 Proposal
STEP 6 PELAKSANAAN TINJAUAN MANAJEMEN
Pada langkah ke 6 ini Prima Edukasi Konsultan akan memberikan
pendampingan dan memandu proses tnjuan manajemen untuk
melihat aktftas penerapan SMM ISO 9001:2008 di sekolah Anda.
Aktvitas pada kegiatan ini harus mencapai target-target sebagai
berikut:
1. Pelaksanaan tnjuan manajemen pada seluruh divisi/
bidang area oprasional di sekolah Anda, guna memastkan
efektvitas penerapan SMM ISO 9001:2008
2. Meninjau kembali pada seluruh temuan Audit, feedback
pelanggan, kinerja proses sekolah.
3. Menjadikan hasil dari Tinjuan Manajemen sebagai input
atau masukan yang sangat berart bagi rencana kemajuan
sekolah Anda.
STEP 7 PEMERIKSAAN KESIAPAN PENERAPAN SMM ISO 9001:2008 DAN
PERSIAPAN PRE-AUDIT (PRE ASSESSMENT)
Pada langkah yang ke 7 ini pihak dari konsultan akan memeriksa
secara komprehensif terkait dengan segala persiapan untuk
penerapan SMM ISO 9001:2008.
Target aktftas pada langkah ke 7 ini adalah:
1. Pelaksanaan Audit pada seluruh waka di sekolah Anda
oleh konsultan yang bertujuan untuk memastkan kesiapan
penerapan SMM ISO 9001:2008.
2. Melakukan review pada seluruh hasil temuan Audit.
3. Melakukan tndakan koreksi/perbaikan atas seluruh temuan
pada dokumen maupun penerapan SMM yang belum
memenuhi standar ISO 9001:2008 di sekolah Anda.
66
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
STEP 8 PERBAIKAN HASIL PER-AUDIT DAN PERSIAPAN FINAL AUDIT
OLEH LEMBAGA EKSTERNAL AUDIT
Pada langkah yang ke 8 ini adalah yang sangat pentng
dimana sekolah Anda bersama-sama dengan konsultan melakukan
perbaikan hasil temuan ketdaksesuaian dari hasil pre-audit (Pre-
Assessment) oleh Lembaga Sertfkasi Internasional. Setelah semua
atas ketdaksesuaian tersebut diperbaiki dan dikirim ke Lembaga
Sertfkasi Internasional, selanjutnya Lembaga Sertfkasi akan
segara melakukan Final Audit (Final Assessment) sebagai syarat
Sertfkasi SMM ISO 9001:2008 di sekolah Anda.
67 Standart Quality Service ISO 9001:2008 Proposal
ALUR PROSES SETTING SMM ISO 9001:2008
Pelathan ISO 9001
Penerapan ISO 9001
Pelathan Audit Internal
Apakah sesuai dengan ISO 9001
Pengajuan ke Lembaga Sertfkasi
Apakah cukup berdasarkan ISO 9001?
Apakah sesuai dengan
ISO 9001?
Pemberian Sertfkat
ISO 9001:2008
Audit Kecukupan
Audit Kesesuaian
Pengembangan Dokumen ISO 9001 (Konsultasi
sampai peroses mendapatkan Sertfkat ISO)
Perbaikan
Perbaikan
Perbaikan Perbaikan
Tidak
Tidak
Tidak Tidak
Major Minor
Audit Ulang
Sebagian
Kunjungan
lanjutan
Ya
Ya
68
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
WAKTU & BIAYA
1. Target perencanaan waktu untuk menyelesaikan program Penerapan
dan perolehan sertfkat ISO 9001:2008 di sekolah Anda selama
6-7 bulan (sesuai dengan 8 tahapan program yang direncanakan)
dengan konsultan yang berpengalaman.
2. Program setng SMM di sekolah Anda direncanakan dimulai pada
bulan Maret s/d bulan Septembar berdasarkan rencana jadwal
kunjungan sebagai berikut:
NO
PROGRAM
ISO9001
KUNJUNGAN JUMLAH
HARI
KERJA
I II III IV V VI VII
1. Pelathan
Pemahaman SMM
ISO 9001:2008
3
2. Perencanaan
Penerapan SMM
ISO9001:2008
1
3. Pengembangan
Dokumen SMM
ISO9001:2008
10
4. Pengembangan
Penyelarasan
dan Bimbingan
Penerapan SMM
ISO9001:2008
10
5. Pelathan dan
Praktek Audit
Mutu Internal
3
6. Pemeriksaan
Persiapan
Penerapan SMM
ISO9001:2008 dan
Persiapan Pre-
Assessment
3
7. Pre-Assessment -
69 Standart Quality Service ISO 9001:2008 Proposal
8. Perbaikan Hasil
Pre-Assessment
dan Persiapan
Final Assessment
2
9. Final Assessment -
TOTAL HARI KONSULTAN 32
Catatan:
- Rincian Jadwal Kunjungan akan ditentukan dengan bersama
oleh semu pihak di sekolah Anda.
- Jaringan internet bisa dipergunakan untuk efektftas dan
percepatan konsultasi.
Rincian Biaya Program Setng SMM ISO 9001:2008 adalah sebagai
berikut:
NO SERVISE COST
1. Layanan konsultasi selama 6-7 bulan (setara
dengan 32 hari kerja atau 224 jam kerja
dengan konsultan) di sekolah Anda, mulai dari:
Biaya
konsultan
diselesaikan
secara
internal
sekolah
2. Pelathan pemahaman ISO 9001:2008 dan
materi pelathan (termasuk sertfkat peserta)
3. Sosialisasi ISO 9001:2008 dan materi
sosialisasi
4. Perencanaan dan pengebangan seluruh
dokumen untuk implementasi Sistem
Manajemen Mutu ISO (pembinaan selama
6-7 bulan)
5. Pelathan dan praktek audit Mutu Internal
dan Materi Pelathan Audit (termasuk
sertfkat peserta)
6. Pemeriksaan peserta menghadapi badan
sertfkasi
7. Perbaikan hasil sertfkasi sampai
mendapat sertfkasi ISO 9001:2008
70
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
Catatan:
- Biaya konsultan diselesaikan secara internal dengan sekolah
Anda, tdak termasuk biaya Lembaga Sertfkasi SMM ISO
9001:2008.
- Akomudasi penginapan selama setng SMM ISO 9001 menjadi
tanggung jawab sekolah Anda. (Jika sekolah Anda berada di
luar Daerah jangkauan konsultan)
- Pajak dibebankan pada sekolah Anda.
- Jika sekolah Anda menginginkan sampai pada Audit Eksternal
atau Final Essessment oleh Lembaga Audit ISO internasional
total biaya dibicara secara interen dengan sekolah Anda.
- Sistem pembayaran secara bertahap sehingga meringankan
sekolah Anda dengan rincian sebagai berikut:
Tahap Besaran Dibayarkan
I 50%
Pada saat kontrak kerjasama
ditandatangani
II 25%
Bulan ke III
III 25% Bulan ke V
TOTAL 100%
- Apabila sekolah Anda menghendaki, maka sistem pembiayaan
ini dapat diubah sesuai dengan keinginan sekolah Anda.
BEBERAPA KEUNTUNGAN MEMAKAI JASA PRIMA
EDUCATION QUALITY MANAGEMENT CONSULTANT
A. Kami Prima Edukasi Manajemen Mutu Konsultan tdak sekedar
menyesuaikan sistem manajemen sekolah dengan standar
Internasional ISO 9001:2008, tetapi kami juga akan menyempurnakan
Sistem Manajemennya.
B. Kami fokus pada nilai tambah sekolah Anda khususnya pada Sistem
Manajemen Mutu yang benar-benar untuk Manajemen Mutu
Pendidikan di sekolah Anda.
71 Standart Quality Service ISO 9001:2008 Proposal
C. Kami berniat untuk memotong tngkat kemahalan biaya penerapan
SMM ISO 9001:2008 yang dilakukan oleh konsultan non-pendidikan
(Perusahaan).
D. Kami fokus pada manajemen mutu pendidikan bukan manajemen
mutu perusahaan yang dipaksakan untuk sekolah.
E. Kami memiliki network dan hubungan yang baik dengan lembaga
Sertfkasi cabang Jakarta dan Surabaya, sehingga sekolah Anda
memiliki banyak pilihan untuk Lembaga Sertfkasi ISO 9001:2008
Semoga Bermanfaat
Take action now!!!!
MILLSTONE IMPLEMENTATIONS QUALITY
MANAGEMENT SYSTEM
SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK
2011/2012
NO ACTIONS 1 2 3 4 5 6
1 Start Up/Persiapan
a. Pembentukan TIM ISO
b. Kick of / Opening Meetng
2. Pelathan
a. Pemahaman Standar ISO 9001:2008
b. Dokumen dan Penerapan Sistem ISO
c. Management Workshop
3. Pemetaan Proses Usaha
a. Tinjauan Sistem Saat ini
b. Identfkasi Dokukemen dan Rencana
Kerja
4. Pengembangan Sistem dan Dokumentasi
a. Penetapan Kebijakkan dan Sasaran
Mutu
b. Perancangan dan Pengembangan
Sistem serta Dokumentasinya
c. Tinjauan dan Perbaikan dokumen
MILESTONE ISO 9001:2008
BAB
4
74
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
5. Implementasi Sistem
a. Rancangan dan Sosialisasi
b. Pengawasan Implementasi Sistem
c. Pelathan Internal Audit
d. Tindak Lanjut Audit Mutu Internal
6. Pre-Assessment
a. Audit Pre-Assessment oleh Auditor
b. Tindak lanjut hasil Pre Assesment
7. Sertfkasi
- Tindak Lanjut Hasil audit Sertfkasi
Note:
1) Millstone implementaton Quality Management System has been
being started on November right now.
2) Millstone has been being planed on December and will have fnished
by the end of May
3) ISO Certfcate will have been achieved by ... (Nama Sekolah) by the
end of May
... (lokasi), ... (tanggal, bulan, tahun)
APPROVED BY
Head Master
of ... (Nama Sekolah)
(Nama Kepala Sekoah)
Management Representatve
... (Nama Sekolah)
Purwadi, M.Pd
CHECK LIST PROCEDURE
DOCUMENT ISO 9001:2008
A. DAFTAR DOKUMEN ISO 9001:2008 VERSI 1
PROGRES PENYUSUNAN DOKUMEN / PROSEDUR
SMA ................................................
PER 20.....
NO PROSES NAMA DOKUMEN
PENANGGUNG
NOMOR
DOKUMEN
1




PENINGKATAN
MUTU / ISO




1




Manual Mutu WMM MM-WMM-001
1. Kebijakan Mutu MM-001
2. Sasaran Mutu MM-002
3. Struktur
Organisasi
MM-003
4. Diagram
Rencana Mutu /
Proses Bisnis
MM-004
5. Diagram Alir
Interaksi Antar
Proses
MM-005
6. Uraian Tugas MM-006

2 Pengendalian
dokumen dan data
WMM PK-WMM- 001
1. Dafar Revisi
Dokumen
FK-WMM-001
BAB
5
76
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
2.
LembarPerubahan
Dokumen
FK-WMM-002
3. Lembar Serah
Terima Dokumen
FK-WMM-003
4. Dafar Dokumen
Internal
FK-WMM-004
5. Dafar Dokumen
Eksternal
FK-WMM-005
6. Format
penarikan salinan
dokumen
FK-WMM-006

3 Pengendalaian
Catatan Mutu
WMM PK-WMM-002
1. Dafar Formulir FK-WMM-007
2. Dafar Catatan
Mutu
FK-WMM-008

4 Audit Mutu
Internal
WMM PK-WMM-003
1. Jadwal Kegiatan
Audit Internal
FK-WMM-009
2. Laporan Hasil
Audit
FK-WMM-010
3. Rekapitulasi
Hasil Audit Internal
FK-WMM-011
4. check list audit
internal
FK-WMM-012

5 Tinjauan
Manajemen
WMM PK-WMM-004
1. Hasil Tinjauan
Manajemen
FK-WMM-013

6 Tindakan Koreksi
dan pencegahan
WMM P-WMM-005
1. Lembar
Tindakan Koreksi
dan Pencegahan
F-WMM-014
77 Check List Procedure Document ISO 9001:2008
7 Analisa Data WMM PK-WMM-006
1. Laporan hasil
analisa data
FK-WMM-015

2 HUMAS 8 Penerimaan Tamu Humas PK-HUM-001
format buku tamu
satpam
FK-HUMAS-001
format kartu tamu FK-HUMAS-002
format buku tamu
umum
FK-HUM-003

9 Kemitraan Humas PK-HUM-002
format pendataan
calon mitra
[Lembaga]
FK-HUM-004
format pendataan
calon mitra
[perorangan]
FK-HUM-005
sistematka
proposal
FK-HUM-006
laporan hasil dan
evaluasi kerja
sama
FK-HUM-007

10 Publikasi Humas PR-HUM-003
sistematka
rencana kerja
marketng
FK-HUM-008
check list kegiatan
marketng
FK-HUM-009
sistematka
laporan dan
evaluasi kegiatan
marketng
FK-HUM-010

11 Penanganan
Keluhan Pelanggan
Humas PR-HUM-004
formulir keluhan
pelanggan
FK-HUM-011
buku catatan
keluhan pelanggan
FK-HUM-012
78
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
form disposisi
keluhan pelanggan
FK-HUM-013
form tndak lanjut
keluhan pelanggan
FK-HUM-014

12 Kepuasan
Pelanggan
Humas PR-HUM-005
angket kepuasan
pelanggan
FK-HUM-015
analisa kepuasan
pelanggan
FK-HUM-016
rekapitulasi
hasil kepuasan
pelanggan
FK-HUM-017

13 Alumni Humas PR-HUM-006
formulir database
alumni
FK-HUM-018
form kartu alumni FK-HUM-019
formulir isian data
persebaran alumni
FK-HUM-020
buku alumni FK-HUM-021

14 Perencanaan
Program Sekolah
Humas PR-HUM-007
format usulan
program sekolah
FK-HUM-022
format RAPBS FK-HUM-023
format monitor-
ing pelaksanaan
program
FK-HUM-024
sistematka lapo-
ran pelaksanaan
program
FK-HUM-025

15 Permintaan Infor-
masi
PK-HUM-008
Format permintaan
informasi
FK-HUM-026
79 Check List Procedure Document ISO 9001:2008
Rekapitulasi per-
mintaan informasi
FK-HUM-027

16 Rapat PK-HUM-009
rencana kegiatan
rapat
FK-HUM-028
undangan rapat FK-HUM-029
Notulensi rapat FK-HUM-030

3 KURIKULUM 17 Perencanaan Pem-
belajaran
Kurikulum PK-KUR-001
Format SK tm KTSP
dan tm akademik
FK-KUR-001
format KTSP FK-KUR-002
format pembagian
tugas mengajar
FK-KUR-003
format jadwal
mengajar/piket
FK-KUR-004
format SK pemba-
gian jam mengajar
FK-KUR-005
format review
perangkat pembe-
lajaran
FK-KUR-006
sistematka silabus FK-KUR-007
Sistematka RPP FK-KUR-008
sistematka pro-
gram tahunan
FK-KUR-009
sistematka pro-
gram semester
FK-KUR-010
Intruksi kerja per-
angkat pembela-
jaran
IK-KUR-001

18 Pelaksanaan Pem-
belajaran
PK-KUR-002
check list kesiapan
media
FK-KUR-011
format jurnal
kegiatan pembela-
jaran guru
FK-KUR-012
80
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
format jurnal
kegiatan pembela-
jaran kelas
FK-KUR-013
format lembar
refeksi pembelaja-
ran guru oleh siswa
FK-KUR-014
format rekapitulasi
refeksi pembela-
jaran
FK-KUR-015
format laporan
hasil refeksi pem-
belajaran
FK-KUR-016

19 Penilaian Pembe-
lajaran
Kurikulum PK-KUR-003
format KKM mata
pelajaran
FK-KUR-017
format lembar
penilaian afektf
FK-KUR-018
format lembar
penilaian praktk
FK-KUR-019
format kisi-kisi soal FK-KUR-020
format dafar nilai
hasil evaluasi
FK-KUR-021
format analisa
hasil evaluasi
FK-KUR-022
format remidi FK-KUR-023
format pengayaan FK-KUR-024
format rekapitulasi
nilai hasil evaluasi
FK-KUR-025

4 SARPRAS 20 Pengadaan Barang
dan Jasa
Sarana prasa-
rana
PK-SAR-001
format panita
pengadaan barang
dan jasa
FK-SAR-001
format SK panita
pengadaan barang
dan jasa
FK-SAR-002
format kebutuhan
permintaan barang
dan jasa tahunan
FK-SAR-003
81 Check List Procedure Document ISO 9001:2008
format kebutuhan
permintaan barang
dan jasa insidentl
FK-SAR-004
format rekapitulasi
permintaan barang
dan jasa tahunan
FK-SAR-005
format rekapitulasi
permintaan barang
dan jasa insidentl
FK-SAR-006
Instruksi kerja
pengadaan barang
dan jasa
IK-SAR-001

21 Evaluasi penyedia
Barang dan jasa
Sarana prasa-
rana
PK-SAR-002
dafar supplier FK-SAR-007
format evaluasi
suplier
FK-SAR-008
format hasil evalu-
asi suplier
FK-SAR-009

22 Pengelolaan Labo-
ratorium
Sarana prasa-
rana
PK-SAR-003
jadwal penggu-
naan lab
FK-SAR-010
Format penggu-
naan lab
FK-SAR-011
format jurnal peng-
gunaan lab
FK-SAR-012
format dafar in-
ventaris alat lab
FK-SAR-013
format jadwal pe-
rawatan peralatan
lab
FK-SAR-014
format blanko
peminjaman alat/
bahan lab
FK-SAR-015
Instruksi kerja
bahan kimia
IK-SAR-002
instruksi kerja
lemari asam
IK-SAR-003
82
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
23 Pengadaan alat &
bahan laborato-
rium
Sarana prasa-
rana
PK-SAR-004
format kebutuhan
alat & bahan labo-
ratorium
FK-SAR-016
format tanda
terima penyerahan
FK-SAR-017
format rekapitulasi
permintaan alat &
bahan Lab untuk
guru
FK-SAR-018
format rekapitulasi
permintaan alat &
bahan Lab untuk
siswa
FK-SAR-019
format ucapan
tanda terima kasih
FK-SAR-020

24 Pengadaan bahan
pustaka
Sarana prasa-
rana
PK-SAR-005
format kebutuhan
bahan pustaka
FK-SAR-021
tanda terima pe-
nyerahan form
FK-SAR-022
format rekapitulasi
permintaan bahan
pustaka guru
FK-SAR-023
format rekapitulasi
permintaan bahan
pustaka siswa
FK-SAR-024
format ucapan
tanda terima kasih
FK-SAR-025

25 Pengelolaan Per-
pustakaam
Sarana prasa-
rana
PK-SAR-006
format buku kun-
jungan
FK-SAR-026
format kartu per-
pustakaan
FK-SAR-027
format buku
peminjaman dan
pengembalian
FK-SAR-028
83 Check List Procedure Document ISO 9001:2008
format buku denda FK-SAR-029
Instruksi kerja
inventarisasi bahan
pustaka
IK-SAR-004

5 KESISWAAN 26 PPDB Kesiswaan PK-SIS-001
format SK panita
PPDB
FK-SIS-001
format pedoman
teknis PPDB
FK-SIS-002
format jabaran
tugas panita PPDB
FK-SIS-003
format sosialisasi
PPDB
FK-SIS-004
Jadwal kegiaatan
PPDB
FK-SIS-005
format MOU FK-SIS-006
format pengambi-
lan formulir
FK-SIS-007-a
format formulir
pendafaran
FK-SIS-007-b
Format dafar
peserta pendaf-
taran
FK-SIS-007-c
format check list
persiapan
FK-SIS-008
Format peserta
didik yang diterima
FK-SIS-009

27 MOS Kesiswaan PK-SIS-002
format SK panita
MO
FK-SIS-010a
format dafar ma-
teri dan penyampai
materi
FK-SIS-010b
format jadwal MOS FK-SIS-010c
format dafar
peserta MOS
FK-SIS-010d
format check list
kesiapan
FK-SIS-011
84
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
dafar hadir
peserta MOS
FK-SIS-012
format sistematka
laporan
FK-SIS-013

28 Kegiatan Ke-
siswaan
Kesiswaan PK-SIS-003
draf pembina
OSIS dan pembina
ekstra
FK-SIS-014
SK pembina OSIS
dan pembina
ekstra
FK-SIS-015
format program
kerja dan anggaran
kerja
FK-SIS-016
format jadwal
kegiatan
FK-SIS-017
format jurnal keg-
iatan kesiswaan
FK-SIS-018
format laporan
kegiatan kesiswaan
FK-SIS-019

29 Peningkatan
Prestasi Siswa
Kesiswaan PK-SIS-004
format sistematka
program peningka-
tan prestasi siswa
FK-SIS-020
format SK pem-
bimbing prestasi
siswa
FK-SIS-021
format peserta
pembimbingan
pengembangan
prestasi siswa
FK-SIS-022
format jadwal
pembimbingan
pengembangan
prestasi siswa
FK-SIS-023
85 Check List Procedure Document ISO 9001:2008
format jurnal
pembimbingan
pengembangan
prestasi siswa
FK-SIS-024
format dafar
peserta mengikut
lomba
FK-SIS-025
format sistematka
laporan pengem-
bangan prestasi
siswa
FK-SIS-026

30 Beasiswa Miskin Kesiswaan PK-SIS-005
format tm penge-
lola beasiswa
FK-SIS-027
Format SK tm pe-
ngelola beasiswa
FK-SIS-028
format berkas pe-
ngajuan beasiswa
FK-SIS-029
format siswa yang
berhak menerima
beasiswa miskin
FK-SIS-030
format siswa yang
menerima beasi-
sawa
FK-SIS-031
format laporan
penerimaan bea-
siswa miskin
FK-SIS-032

31 Upacara Kesiswaan PK-SIS-006
format SK pelath
upacara
FK-SIS-033
format jadwal
pembina dan petu-
gas upacara
FK-SIS-034

32 Ketertban Siswa Kesiswaan PK-SIS-007
format tata tertb
dan pelanggaran
siswa
FK-SIS-035
dafar hadir sosia-
lisasi
FK-SIS-036
86
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
format surat per-
nyataan orang tua
siswa
FK-SIS-037
format temuan
pelanggaran
FK-SIS-038
format buku
pelanggaran
FK-SIS-039
format surat pang-
gilan siswa
FK-SIS-040

6 KETATA USA-
HAAN
33 Surat masuk TUS PK-TUS-001
lembar disposisi FK-TUS-001
format tanda
terima distribusi
surat
FK-TUS-002

34 Surat Keluar TUS PK-TUS-002
lembar disposisi FK-TUS-001

35 Penerimaan
Pegawai
TUS PK-TUS-003
format analisa ke-
butuhan pegawai
Fk-TUS-003
rekapitulasi
pendafar pegawai
FK-TUS-004
draf SK pegawai FK-TUS-005

36 Izin cut Pegawai TUS PK-TUS-4
Format permoho-
nan cut
FK-TUS-006
format surat cut
pegawai
FK-TUS-007

37 Penilaian pegawai TUS PK-TUS-005
format penilaian
DP3
FK-TUS-008

38 Pengembangan
Staf
TUS PK-TUS-006
87 Check List Procedure Document ISO 9001:2008
format peta kom-
petensi
FK-TUS-009
lembar usulan
pengembangan
staf
FK-TUS-010
rekapitulasi usulan
pengembangan
staf
FK-TUS-011
lembar pengesa-
han pengemba-
ngan staf
FK-TUS-012

39 Penerimaan Dana TUS PK-TUS-007
format kartu pem-
bayaran
FK-TUS-013
format buku
penerimaan
FK-TUS-014

40 Pengeluaran
keuangan
TUS PK-TUS-008
Format pencairan
dana
FK-TUS-015

41 Kebersihan TUS PK-TUS-009
format jadwal
kebersihan
FK-TUS-016
format log peme-
riksaaan kebersi-
han
Fk-TUS-017

7 BP/BK 42 Keluar kelas BP/BK PK-BP-001
format surat izin
keluar kelas
FK-BP-001
format buku izin
keluar kelas
FK-BP-002

43 Izin pulang BP/BK PK-BP-002
format surat izin
pulang
FK-BP-004
format buku izin
pulang
FK-BP-005
88
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
44 Pelayanan BK BP/BK PK-BP-003
format buku kasus/
anecdot
FK-BP-006
format buku
pelanggaran
tatatertb siswa
FK-BP-007
format catatan
konseling
FK-BP-008
format sosiometri FK-BP-009
format tes IQ FK-BP-010
format buku tamu
dan pengaduan
FK-BP-011
format alat ungkap
masalah
FK-BP-012
format home visit FK-BP-013
format pelaksa-
naan analisa data
hasil himpunan
data
FK-BP-014
format surat pe-
manggilan
FK-BP-015
format check list
layanan BK
FK-BP-016
Penjelasan :
0 = Dokumen/Prosedur belum dibuat
1 = Dokumen/Prosedur sudah dibuat, belum direview
2 = Dokumen/Prosedur sudah direview, masih perlu perbaikan
3 = Dokumen/Prosedur sudah selesai dan siap untuk disahkan
4 = Dokumen/Prosedur sudah disahkan dan siap didistribusikan
89 Check List Procedure Document ISO 9001:2008
B. DAFTAR DOKUMEN ISO 9001:2008 VERSI KE 2
DAFTAR DOKUMEN MR (MANAGEMENT REPRESENTATIVE)
SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK
A. POS : Prosedur Oprasional Standar & Formulir
1. Analisa Data
2. Internal Audit
3. Pengendalian Produk Tidak Sesuai
4. Pengendalian Catatan Mutu
5. Pengendalian Dokumen
6. Tindakan Koreksi dan Pencegahan
7. Tinjauan Manajemen
B. Manual Mutu MAN Nglawak Kertosono
1. BAB I UMUM
2. BAB II KEBIJAKAN, SASARAN MUTU & PROSES MANAJEMEN
PENDIDIKAN
3. BAB III ADMINISTRASI DOKUMEN
4. BAB IV SISTEM MANAJEMEN MUTU
5. BAB V TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN
6. BAB VI MANAJEMEN SUMBER DAYA
7. BAB VII REALISASI PRODUK
8. BAB VIII PENGUKURAN, ANALISIS DAN PERBAIKAN
C. Formulir Penunjang MR
1. Dafar Induk Dukumen
2. Dafar Distribusi Dokumen
3. Perubahan Dokumen
4. Dafar Riwayat Perubahan Dokumen
5. Dafar Induk Catatan Mutu
6. Agenda Manajemen Review
7. Program Audit
8. Dafar Temuan Audit
90
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
9. Checklist Audit
10. Pelaksanaan Audit Mutu Internal
11. Kesanggupan di Audit Mutu Internal
12. Tindakan Korektf dan Pencegahan
13. Hasil AMI
14. Notulen
15. Buku Komplain Pelanggan
91 Check List Procedure Document ISO 9001:2008
DAFTAR DOKUMEN KURIKULUM
SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK
A. Pos Kurikulum MAN Nglawak Kertosono
1. POS KBM (KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR)
2. POS UJIAN SEMESTER
3. POS UJIAN SEKOLAH
4. POS UJIAN NASIONAL
5. POS KBM UNGGULAN
6. POS KBM CAMBRIDGE
7. POS UJIAN TENGAH SEMESTER
8. POS PERENCANAAN TRY OUT
B. Formulir Penunjang Kurikulum
1. Konsep Silabus KTSP
2. Silabus
3. SK KKM
4. Program Tahunan
5. SK Kenaikan Kelas dan Penjurusan
6. Dafar Tanggal dan Hari Efektf
7. Rekapitulasi Program Semester
8. Program Kektuntasan Minimal
9. Lesson Plan (RPP)
10. Kisi-kisi Penyusunan Soal
11. Kartu Soal
12. Analisis Prosentase
13. Buku Pantau Sasaran Mutu Kurikulum
14. DHS untuk Guru
15. DKN untuk Guru
16. DKN Akhir Semester
17. Jurnal Kelas
18. Kalender Pendidikan
19. Leger Raport
20. Buku Pantau Sasaran Mutu Kurikulum
92
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
21. Raport Agaman
22. Cambridge Raport
23. Formulir Dafar Siswa Naik Bersyarat
24. Formulir Surat Pernyataan Naik Bersyarat
25. Analisis Guru
26. Format Jadwal
27. Supervisi
28. Tim pengembang KTSP
29. Dafar induk catatan mutu kurikulum
30. Format Absen
31. Penjurusan Kelas
32. SK Tim Penjamin Mutu
33. Surat pernyataan orang tua remidial
34. Tim kerja KTSP
35. Tim Penjamin mutu
93 Check List Procedure Document ISO 9001:2008
DAFTAR DOKUMEN KESISWAAN
SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK
A. Prosedur Operasional Standar Kesiswaan
1. POS KESIAP SIAGAAN
2. POS PPDB (PENERIAMAAN PESERTA DIDIK BARU)
3. POS EKSTRA KULIKULER
B. Formulir Penunjang Kesiswaan
1. Data Calan Siswa Baru
2. Surat Ijin Masuk atau Meninggalkan Kelas
3. Penggumuman Hasil Seleksi Siswa Baru
4. Rekap Poin
5. Dafar Hadir Kegiatan Ekstrakurikuler
6. Rekapitulasi Kehadiran Ekstrakurikuler
7. Buku Pantau Sasaran Mutu Kesiswaan
8. Bulu komplain Pelanggan
9. Data Pembinaan Siswa
10. Formulir Pelanggaran Tata Tertb
11. Tata Tertb
12. Tindak Lanjut
13. Rekap Pelanggaran Lain-lain
14. Rekap Pelanggaran Keterlambatan
15. Cover Dafar Ulang
16. Kata Pengantar
17. Tatb Siswa
18. Tatb Membawa HP
19. Surat Penyataan & Tanda Bukt Pembayaran
94
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
DAFTAR DOKUMEN SARPRAS
SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK
A. Prosedur Operasional Standar Sarpras
1. POS PERAWATAN LINGKUNGAN
2. POS SELEKSI DAN EVALUASI SUPLIER
3. POS PENGADAAN DAN PENDISTRIBUSIAN BARANG
4. POS PEMINJAMAN GEDUNG DAN PERAWATAN
B. Formulir Penunjang
1. Buku Pantau Sasaran Mutu Prasaranan
2. Buku Komplain Pelanggan
3. Notulen
4. Dafar Inventaris Barang
5. Buku Pantau Kebersihan
6. Lembar Pantau Peralatan Dalam Ruangan
7. Formulir Pengajuan Pembelian Barang
8. Dafar Pembelian Barang
9. Dafar Penerimaan, Penyimpanan, dan Distribusi Barang
10. Dafar Persediaan Barang
11. Dafar Peminjaman Barang
12. Dafar Riwayat Perbaikan
13. Dafar Pengajuan Penghapusan Barang
14. Berita Acara Penghapusan Barang
15. Berita Acara Penerimaan Barang
16. Dafar Hadir Petugas Kebersihan
17. Jadwal Pantau Kesiapan Ruang Auditorium
18. Dafar Pantau Kesiapan Ruang Auditorium
19. Dafar Pelaksanaan Back Up dan Store Data
20. Jadwal Pemeriksaan Peralatan
21. Catatan Suplier Terpilih
95 Check List Procedure Document ISO 9001:2008
DAFTAR DOKUMEN HUMAS
SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK
A. Prosedur Operasional Standar & Formulir
1. POS PENANGANAN KELUHAN PELANGGAN
2. POS KEGIATAN SEKOLAH
3. POS PENERIAMAAN TAMU
4. POS PENGUKURAN KEPUASAN PELANGGAN
B. Formulir Penunjang
1. Materi Ujian
2. Blanko Nilai Praktek Agama
3. DKN Ujian Praktek Agama
4. Dafar Hadir Peserta Ujian Agama
5. DKN Ujian Akhir
6. Raport Agama
7. Journal Membaca Al-Quran
8. Buku Pantau Sasaran Mutu Kurikulum
9. Draf Kurikulum PAI Man Nglawak Kertosono
96
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
DAFTAR DOKUMEN CAMBRIDGE
SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK
A. Prosedur Operasional Standar
1. POS SERTIFIKASI CAMBRIDGE
B. Formulir Pendukung
1. Dafar Nilai Koreksi
2. Nilai Perumusan CP 1
3. Surat Pernyataan
4. Dafar Hadir Siswa 1
5. Dafar Hadir Tutor
6. Nilai Perumusan 2
7. Dafar Hadir Siswa 2
8. Dafar Hadir Tutor 2
9. Dafar Hadir Panita
10. Dafar Hadir Pengawas
11. Format Pengambilan Sertfkat
12. Format Pendafaran
13. Buku Pantau Sasaran Mutu Kepala Program
14. Dafar Hadir Pembinaan Awal
15. Format Kepanitaan
16. Dafar Hadir Rapat Panita
17. Dafar Hadir Rapat Pengawas
18. Biodata Peserta
19. Jadwal online Training
20. Buku Pantau Sasaran Mutu Kurikulum
97 Check List Procedure Document ISO 9001:2008
DAFTAR DOKUMEN KORMA
SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK
A. Prosedur Operasional Kordinator Mata Pelajaran (Korma)
B. Format Dafatar Catatan Mutu
NO JUDUL CATATAN MUTU
PERANGKAT MENGAJAR
1 Kalender Akademik
2 Jadwal Mengajar
3 Program Tahunan (Prota)
4 Program Semester (Promes)
5 Rencana Pekan Efektf (RPE)
6 Silabus
7 Rencana Pelaksanaan Pelajaran (RPP)
8 Jurnal Mengajar
9 Dafar Hadir Peserta didik
10 Dafar Hasil Belajar Peserta didik
11 Program Perbaikan dan Pengayaan
12 Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)
13 Dafar Buku Pegangan Tenaga Pendidik
98
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
DAFTAR DOKUMEN SBI
SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK
A. Prosedur Operasional Standar SBI
1. POS RINTISAN MADRASAH BERSTANDAR INTERNASIONAL
DAFTAR DOKUMEN BK (BIMBINGAN KONSELING)
SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK
A. Prosedur Operasional Standar BK & Formulir
1. POS INSTRUMENTAL HIMPUNAN DATA SISWA
2. POS LAYANAN BK
3. POS BEASISWA BKM
B. Formulir Penunjang
1. Formulir studi kasus
2. Kartu bimbingan
3. Surat pengantar bimbingan
4. Surat pengantar & izin bimbingan
5. Surat pangilan wali murid/orang tua
6. Data pribadi siswa
7. Laporan kunjangan rumah
8. Surat keterangan prestasi
9. Penelusuran lulusan
10. Surat pernyataan pelanggaran
11. Surat pernyataan pengunduran diri
12. Buku pantau saran mutu bimbingan
99 Check List Procedure Document ISO 9001:2008
DAFTAR DOKUMEN LABORATORIUM
SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK
A. Prosedur Oprasional Standar Laboratorium
1. POS LABORATORIUM BAHASA
2. POS PEMAKAIAN TI
3. POS LABORATORIUM MIPA
4. POS SELEKSI DAN EVALUASI SUPLIER
B. Formulir Pendukung
1. Jadwal Penggunaan Lab.
2. Dafar Penggunaan Lab. IPA
3. Dafar Kebutuhan
4. Dafar Permintaan Barang
5. Buku Penerimaan Barang
6. Dafar Iventaris
7. Jadwal Perawatan
8. Blanko Peminjaman
9. Blanko STOK
10. Buku Pantau Sasaran Mutu Lab.
11. Buku Saran & Keluhan Lab.
12. Dafar Penghapusan Barang
13. Surat Pesanan Barang
14. Berita Acara pemeriksaan Barang
15. Format Penilaian Kinerja Rekanan
16. Laporan Evaluasi Rekanan
17. Dafar Rekanan
18. Seleksi Suplier
19. Laporan Pembuatan Barang Jadi & Pembelian Barang Inventaris
20. Laporan Perubahan Inventaris
21. Laporan Barang Inventaris Yang Rusak
22. Pesanan Barang
23. Permintaan Penawaran Barang
24. Pemijaman Barang
25. Perbaikan & Perawatan
26. Pantauan Ketercapaian Sasaran Mutu
100
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
DAFTAR DOKUMEN PERPUSTAKAAN
SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK
A. Prosedur Oprasional Standar Perpustakaan
B. Formulir Penunjang
1. Buku Pantau Sasaran Mutu Perpustakaan
2. Formulir Pengadaan Buku Perpustakaan
3. Dafar Nama Peminjam Buku Paket
4. Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan
5. Laporan Transaksi Peminjaman
6. Data Buku
7. Buku Induk
8. Buku Pengunjung
9. Buku Peminjaman
10. Buku Pengunaan Komputer
11. Buku Denda
12. Pengajuan Pengadaan Buku
13. Kartu pesanan
14. Penambahan koleksi
15. Buku Induk Perpustakaan
16. Registrasi Majalah Harian
17. Registrasi Majalah Bulanan
18. Kartu Pinjaman
19. Slip Buku Pinjaman
20. Statstk Harian
21. Dafar Peminjman Buku Paket
22. Statstk Peminjaman
23. Statstk Pengunjung
24. Dafar Pengunjung Harian
25. Tanda Bebas
26. Permintaan Kartu
101 Check List Procedure Document ISO 9001:2008
27. Penerimaan Barang
28. Registrasi Majalah Mingguan
29. Laporan Keadaan Buku & Bahan Lainya
30. Laporan Mebeler
31. Laporan Buku Yang Dipinjam
32. Laporan Peminjaman Buku
33. Laporan Keuangan
34. Laporan Pengunjung Perpustakaan
35. Laporan Perpustakaan
102
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
DAFTAR DOKUMEN TATA USAHA
SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK
A. Prosedur Oprasional Standar Tata Usaha
1. POS Administrasi Kepegawaian
a. Absensi pegawai
b. DP-3
c. Rekomendasi hasil seleksi
d. Rekapitulasi data guru
2. Pos Administrasi Kesiswaan
a. Dafar nama perserta didik
b. Rekapitusasi absensi perserta didik
c. Rekapitulasi jumlah perserta siswa
d. Mutusi perserta didik
e. Hasil tes siswa mutusi
3. Pos Administrasi Persuratan
a. Surat masuk
b. Surat keluar
c. Buku ekspedisi
d. disposisi
B. Formulir Penunjang
1. Buku Pantau Sasaran Mutu Tata Usaha
2. Form Agenda Surat Keluar
3. Form Dispensasi
4. Lampiran Kebersihan Kelas
5. Lampiran Struktur Organisasi Sekolah
6. Lampiran Surat Pernyataan Kursus
7. Lapiran Surat Tugas Pelathan
103 Check List Procedure Document ISO 9001:2008
DAFTAR DOKUMEN TATA USAHA KHUSUS BENDAHARA
SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK
A. Prosedur Oprasional Standar Tata Usaha Bagian Bendahara
1. POS TATA USAHAN BAGIAN BENDAHARA SEKOLAH (DIPA &
PENGELUARAN)
B. Formulir Penunjang
1. Buku Pantau Sasaran Mutu Keuangan
2. Dafar Penerimaan Gaji Man Nglawak Kertosono
3. Slip Gaji PNS Man Nglawak
4. Dafar Pengambilan Gaji Pegawai
5. Buku Catatan Harian
6. Buku Catatan SPP
104
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
DAFTAR DOKUMEN UKS
SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK
A. Prosedur Oprasional Standar Uks & Formilir
1. Pos Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat
Formulir UKS POS 1
a. Checklist kebersihan sekolah
b. Checklist kebersihan pemeriksaan 3 M
c. Checklist kebersihan kerja bakt
d. Checklist kebersihan kamar mandi
e. Dafar identfkasi sarana lingkungan sehat
2. Pos Kegiatan Pendidikan Kesehatan
Formulir UKS POS 2
a. Dafar guru pembina UKS
b. Identfkasi KKR
c. Dafar kader UKS
3. Pos Kegiatan Pelayanan Kesehatan
Formulir UKS POS 3
a. Data dasar status kesehatan individu
b. Kartu diagnosa
c. Register pemeriksaan kesehatan
d. Dafar kunjungan UKS
105 Check List Procedure Document ISO 9001:2008
DAFTAR DOKUMEN WALI KELAS
SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK
A. Prosedur Oprasional Standar Wali Kelas
B. Formulir wali kelas
1. SK
2. Perencaan Pembinaan dan Pembimbingan Siswa
3. Catatan Pembinaan
4. Surat Tugas
5. Catatan Masalah
6. Surat Panggilan Orangtua/wali
7. Dafa Hadir
8. Catatan Perkembangan Peserta Didik
9. Surat Pengunduran Diri
106
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
DAFTAR DOKUMEN UNIT PENJAMIN MUTU
SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK
A. Pos Pengembangan SDM
B. Formulir UPM (Unit Penjamin Mutu)
1. Job descripton
2. Job specifcaton
3. Kuisioner untuk wali murid
4. Kuisioner kepuasan pelanggan
5. Pengaduan pelanggan
6. Evaluasi kinerja guru
7. Program survei kepuasan pelanggan
8. Rencana tndakan hasil survei kepuasan pelanggan
9. Sasaran mutu unit penjamin mutu
10. Buku pantau sasaran mutu unit penjamin mutu
11. Notulen
12. Buku komplain pelanggan
13. Dafar pengesahan kuisioner
14. Dafar induk catatan mutu
15. Format indentfkasi pengajuan kebutuhan pelathan
16. Format jadwal pelathan
107 Check List Procedure Document ISO 9001:2008
DAFTAR DOKUMEN BIMBEL
SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK
A. Pos Bimbingan Belajar
B. Format Bimbel
1. Jadwal bimbingan masuk PTN
2. Jadwal bimbingan malam
KETENTUAN MUTU SCURITY
SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK
A. Ketentuan Mutu Scurity
B. Format Scurity
1. Penerimaan tamu
2. Cleaning service
CHECK LIST ASSESSMENT
FOR EDUCATION
USE ISO 9001:2008
No
Assessment Check List Assessment Result
Requirements Yes No Remarks
1 QUALITY SYSTEM (Mutu system)
1.1 Sudahkah sekolah mengidentfkasi mutu lu-
lusan siswa untuk mengetahui kebutuhan
dan memberikan keterangan/fakta/bukt ke-
sesuaian syarat/keperluan serta pelaksanaan
yang efektf terhadap mutu lulusan?
1.2 Sudahkah sekolah melakukan kontrol terhadap
beberapa catatan-catatan berikut ini:
Catatancatatan dari pendidikan,
pengalaman, training/pelathan, dan
kecakapan dari (guru/staf/karyawan/
kepsek ...).
Hasil rapat tnjauan manajemen dari
hasil kuisioner tngkat kepuasan layanan
pendidikan (mutu jasa pelayanan
pendidikan Jasa) dan kemudian ditndak-
lanjut.
Catatan-catatan mutu dari sasaran mutu
dan pengembangan sekolah di periksa
dan kemudian ditndak-lanjut
Catatan-catatan mutu dari hasil rapat
tnjauan mutu/evaluasi dari pelanggan
(guru, staf, karyawan, siswa, wali murid)/
supplier dan kemudian ditndak-lanjut
BAB
6
110
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
Identfkasi unik dan pengukuran dari
jasa pelayanan sekolah jika diminta untuk
diperiksa.
Alat pengukuran dan hasil pengukuran.
Wewenang dan tanggung jawab dari tap-
tap sub bidang pendidikan.
1.3 Apakah ada catatan bukt-bukt dari pelaksanaan
untuk diikut dan dipakai.
Hak milik pelanggan (guru, staf, karyawan,
siswa, wali murid) yang hilang, rusak atau
tdak layak pakai dilaporkan ke pelanggan
(guru, staf, karyawan, siswa, wali murid).
Catatan-catan proses pengesahan.
Dasar dari pengukuran tdak lepas dari
mampu telusur standar nasional atau
internasional.
Pengambilan hasil perbaikan dan
melakukan pencegahan.
2 MANAGEMEN RESPONSIBILITY (Tanggung jawab manajemen)
2.1 Apakah ada pembuktan komitmen oleh Top
Manajemen (Kepsek) terhadap peningkatan
kualitas manajemen mutu?
2.2 Kebijakan Mutu (Quality Management)
Sudahkan Top Manajemen (Kepala
sekolah) menentukan kebijakan mutu dan
meyakinkan bahwa sasaran mutu telah
ditetapkan?
Apakah kebijakan mutu sesuai dengan tu-
juan sekolah?
Apakah kebijakan mutu dikomunikasikan
dan dipahami di seluruh sub bidang di
sekolah (waka kurikulum, kesiswaan, sar-
pras dll ...)?
2.3 Perencanaanan Mutu (Quality Management System)
Apakah keluaran dari perencanaan mutu / sasa-
ran mutu didokumentasikan di sekolah?
2.4 Tanggung Jawab & Wewenang (Responsibility and Authority)
111 Check List Assessment for Education ISO 9001:2008
2.4.1 Sudahkah sekolah menetapkan tanggung dan
kewenangannya untuk memudahkan dan
efektf terhadap mutu pelayanan pendidikan di
sekolah.
2.4.2 Sudahkah sekolah menyiapkan bagan-bagan
atau struktur sekolah serta diagram alur untuk
memahami berbagai hubungannya?

2.4.3 Sudahkah tanggung jawab dan wewenang
ditetapkan dan dikomunikasikan kepada semua
personel yang terlibat dalam pelaksanaan
sasaran mutu?
3 SUMBER DAYA MANUSIA (Human Resources)
3.1 Apakah personel yang melakukan/ bertanggung
jawab terhadap tugas mutu pelayanan di
sekolah memiliki dasar kompetensi sebagai
berikut:
Latar belakang pendidikan yang mendukung
Terlath
Memiliki kemampuan di bidangnya
Berpengalaman
3.2 Apakah sekolah yang dipimpin oleh Top
Management sudah meyakinkan bahwa semua
tenaga pendidik, staf, karyawan ... memahami
akan akibat dan pentngnya aktftas-aktftas
mereka dan bagaimana konstribusi meraka
untuk mencapai sasaran mutu yang telah
ditetapkan?
3.3 Apakah catatan-catatan mutu yang ada dalam
hal pendidikan, pelathan, ketrampilan dan
pengalaman dirawat?
4 WORK ENVIRONMENT (Lingkungan Kerja)
Apakah sekolah menerapkan suatu peraturan
terhadap keselamatan dan kenyamanan
pelayanan pendidikan yang diperlukan untuk
mencapai kesesuaian terhadap persyaratan
kualitas pelayanan pendidikan?
Keselamtan kerja dan kenyamanan pembelajaran
112
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
Sekolah memiliki laboratorium dan
dilengkapi dengan alat keselamantan:
- Fisika
- Kimia
- Biologi
- Bahasa
Kelengkapan media pembelajaran:
- LCD
- Komputer/Laptop
- Printer
- Peralatan dan bahan laboratorium
- Sound system
- White Board
- Spidol
- CD/DVD Pembelajaran
- Penghapus
Penataan di sekolah
- Ruang laboratorium dilengkapi
dengan lemari asam
- Tempat Ibadah
- Ruang Keksek
- Ruang Guru
- Ruang TAUS
- UKS
- OSIS
- SARPRAS
- Sarana prasarana olah raga
- Penyediaan Air Bersih
- Taman sekolah
- Kerindangan halaman
- Penempatan tempat sampah
5 INFRASTRUCTURE (Sarana Prasarana)
Apakah sekolah sudah menentukan, menye-
diakan, dan memelihara infrastruktur yang
diperlukan untuk mencapai kesesuaian
terhadap persyarataran mutu jasa pelayanan
pendidikan jasa disekolah?
6 CUSTOMER COMMUNICATION (Komunikasi antar pelanggan
(guru, staf, karyawan, siswa, wali murid)
113 Check List Assessment for Education ISO 9001:2008
6.1 Apakah sekolah sudah melakukan peninjauan
terhadap persyaratan dari pelanggan (guru, staf,
karyawan, siswa, wali murid) dan persyaratan
yang lain yang telah ditetapkan oleh sekolah
(sebelumnya) sebagai bentuk komitmen siswa
baru/wali murid / supplier kepada (calon)
pelanggan (guru, staf, karyawan, siswa, wali
murid)?
6.2 Apakah lembaga sudah menyusun sasaran
mutu komunikasi terhadap pengenalan/
pelaksanaan dan implementasi terhadap sistem
mutu pelayanan pendidikan di sekolah?
Sudahkah umpan balik dan komplain
pelanggan (guru, staf, karyawan, siswa, wali
murid) diselesaikan dengan tuntas?
7 PRODUCT DESIGN (Desain Jasa Pendidikan)
7.1 Apakah sekolah melakukan perencanaanan
dan kontrol terhadap desain/sasaran mutu
dan pengembangan terhadap hasil layanan
pendidikan?
7.2 Apakah desain/perencanaanan dan
pengembangan yang disahkan memperkuat
bahwa hasil pelayanan jasa pendidikan di
sekolah mampu memenuhi persyaratan yang
telah ditentukan dan memenuhi persyaratan
input dari pelanggan (guru, staf, karyawan,
siswa, wali murid)?
7.3 Apakah hasil dari catatan-catatan mutu yang
telah disahkan dan konsekuensinya ditndak-
lanjut?
8 PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru)
8.1 Apakah sekolah melakukan evaluasi dan
seleksi terhadap PPDB (Penerimaan peserta
didik baru), barang, dan Jasa berdasarkan atas
kemampuan sesuai dengan persyaratan sekolah
yang ditetapkan?
8.2 Sudahkah sekolah mengidentfkasi/mema-
hami dan melaksanakan aktftas-aktftas
pentng untuk pengujian calon peserta didik,
barang dan Jasa?
114
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
8.3 Apakah hasil dari catatan-catatan mutu
terhadap hasil evaluasi dan sasaran mutu ke
depan ditndak-lanjut?
9 PURCHASING (Pembelian)
9.1 Apakah sekolah melakukan evaluasi dan seleksi
supplier berdasarkan atas k e ma mp u a n ny a
dalam supply barang sesuai dengan permintaan/
persyaratan?
9.2 Sudahkah sekolah mengidentfkasi dan
melaksanakan kegiatan pentng dalam verifkasi
terhadap pembelian barang?
9.3 Apakah hasil dari evaluasi dan rencana
tndak lanjut di dokumentasikan?
10 PRODUCTION AND SERVICE OPERASION (Penyedian Mutu jasa
pelayanan pendidikan & Jasa)
10.1 Apakah sekolah melaksanakan kontrol terhadap
jasa pelayanan pendidikan sebagai berikut:
Ketersediaan informasi yang dibutuhkan
untuk mendokumentasikan kualitas
pelayanan pendidikan di sekolah
Ketersediaan dan pengunaan alat ukur
dan pemantauan untuk PPDB
10.2 Sudahkah sekolah mengidentfkasi hasil mutu
jasa pelayanan pendidikan dan proses layanan
yang disyaratkan disahkan/resmikan?
10.3 Apakah sekolah mengidentfkasi dengan alat/
cara yang tepat pada mutu jasa pelayanan
pendidikan dan pelaksanaan pelayanan?
10.4 Apakah metode dan kontrol yang sudah
ditetapkan oleh sekolah menjamin kesesuaian/
terpeliharanya terhadap mutu jasa pelayanan
pendidikan dengan persyaratan pelanggan
(guru, staf, karyawan, siswa, wali murid) selama
proses pendidikan di sekolah (internal)?
11 CALIBRATION (Pengukuran)
11.1 Dimana monitoring dan alat pengukuran
digunakan:
115 Check List Assessment for Education ISO 9001:2008
Pengujian sistem pelayanan mutu pendidikan
yang dilakukukan secara periodik atau
dengan alat yang digunakan sebelumnya
memiliki kemampuan standar internasional
atau natonal. Apakah alat ukur pengujian di
dokumentasikan?
12 PRESERVATION OF PRODUCT (Pemeliharaan jasa pelayanan)
12.1 Apakah metode dan sistem kontrol pelayanan
mutu pendidikan yang ditetapkan oleh sekolah
mampu memelihara kesesuaian mutu jasa
pelayanan pendidikan dengan persyaratan/
prasyarat pelanggan (guru, staf, karyawan,
siswa, wali murid) selama proses diklat internal
dan ketepatan pelayanan jasa?
12.2
Apakah metode dan alat kontrol meliput:
Ketentuan mutu jasa pelayanan pendidikan?
Perawatan mutu jasa pelayanan pendidikan?
Penyimpanan?
Perlindungan terhadap mutu jasa
pelayanan pendidikan?
13 MEASUREMENT & ANALYSIS (Pengukuran dan Analisa)
13.1 Apakah monitor dan pengukuran oleh sekolah
mampu mengukur karakteristk mutu jasa
pelayanan pendidikan dengan kesesuaiannya
dengan persyaratan pelanggan (guru, staf,
karyawan, siswa, wali murid) yang telah
ditetapkan?
13.2 Sudahkah sekolah menyelenggarakan kontrol
karakteristk khusus terhadap mutu jasa
pelayanan pendidikan pada prosesnya? Jika
memang sudah, apakah sudah dilakukan secara
konsisten?
13.3 Sudahkah sekolah meyakinkan bahwa mutu jasa
pelayanan pendidikan yang tdak sesuai/layak
dengan prasyarat sudah ditnjau/identfkasi
dan dilkukan pengontrolan pencegahan?
13.4 Apakah sekolah melakukan langkah-langkah
sebagai berikut terhadap mutu jasa pelayanan
pendidikan yang tdak sesuai dengan
persyaratan pelanggan (guru, staf, karyawan,
siswa, wali murid):
116
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
Melakukan tndakan pencegahan
untuk menghapus terjadinya/deteksi
ketdaksesuaian mutu jasa pelayanan?
Menunjuk personel yang berwenang
atau meneriman dengan konsesus
oleh personel yang berwenang, kecuali
disetujui oleh pelanggan (guru, staf,
karyawan, siswa, wali murid) .
Dengan melakukan tndakan menghindari
dan disesuaikan dengan aslinya sesuai
dengan persyaratan pelanggan (guru,
staf, karyawan, siswa, wali murid).
13.5 Apakah catatan-catatan mutu terhadap hal-
hal ketdaksesuaian dan langkah-langkah serta
konsesi (kelonggaran) yang telah dilakukan di
dokumentasikan / dirawat.
Isilah Check List ini dengan kondisi sekolah yang sebenar-benarnya
117 Check List Assessment for Education ISO 9001:2008
ASSESSMENT CHECK LIST FOR EDUCATION
AND THE ANALYSIS
No
Assessment Check List Assessment Result The Correctve Acton
shall be Done if the
Result is NO
Requirements Yes No Remarks
1 QUALITY SYSTEM (Mutu system)
1.1 Sudahkah sekolah meng-
identfkasi mutu lulusan
siswa untuk mengetahui
kebutuhan dan memberikan
keterangan/fakta/bukt
kesesuaian syarat/keperluan
serta pelaksanaan yang
efektf terhadap mutu
lulusan?
No Lengkapi seluruh
dokumen speksifkasi
mutu jasa pelayanan
pendidikan atau
Catatan-catatan mutu
tentang mutu jasa
pelayanan pendidikan
atau lakukan pengujian
mutu jasa pelayanan
pendidikan pada audit
internal dan eksternal
untuk mengetahui
mutu jasa pelayanan
pendidikan di sekolah
1.2 Sudahkah sekolah melakukan
kontrol terhadap beberapa
catatan-catan berikut ini:
Catatancatatan dari
pendidikan, pengalaman,
training/pelathan, dan
kecakapan dari (guru/
staf/karyawan/kepsek ...)
No Lengkapi foto copy
ijazah pendidikan atau
sertfkat-sertfkat
pelathan seluruh
karyawan
Hasil rapat tnjauan
manajemen dari hasil
kuisioner tngkat
kepuasan layanan
pendidikan (mutu jasa
pelayanan pendidikan
Jasa) dan kemudian
ditndak-lanjut
No Lengkapi hasil rekaman
/ catatan peninjauan;
pengujian mutu jasa
pelayanan pendidikan
(Contoh Form .....,
Insepksi mutu jasa
pelayanan pendidikan
data tersebut).
118
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
Catatan-catatan mutu
dari sasaran mutu dan
pengembangan sekolah
di periksa dan kemudian
ditndak lanjut
No Buatlah sasaran
mutu sekolah 2 s/d 4
tahun mendatang dan
ditndak lanjut
Catatan-catatan mutu
dari hasil rapat tnjauan
mutu/evaluasi dari
pelanggan (guru, staf,
karyawan, siswa, wali
murid)/suppliers dan
kemudian ditndak
lanjut
No Lakukan kuisioner dari
siswa dan wali murid
Identfkasi unik dan
pengukuran dari jasa
pelayanan sekolah jika
diminta untuk diperiksa
No Catat tgl/bln/thn
ketka formulir kerja
mutu jasa pelayanan
pendidikan dikirim ke
pelanggan (guru, staf,
karyawan, siswa, wali
murid), data tersebut.
Simpan dalam ordner
Alat pengukuran dan
hasil pengukuran
No Buat / lengkapi / Sim-
pan kuisioner Kalibrasi
sebagai dasar untuk
melakukan tnjauan
manajemen dan audit
internal / eksternal
dalam Ordner/Map
Kalibrasi
Wewenang dan
tanggung jawab dari
tap-tap sub bidang
pendidikan
No Lengkapi petugas yang
melakukan peninjauan/
pengecekan mutu jasa
pelayanan pendidikan
1.3 Apakah ada catatan bukt-
bukt dari pelaksanaan untuk
diikut dan dipakai
119 Check List Assessment for Education ISO 9001:2008
Hak milik pelanggan
(guru, staf, karyawan,
siswa, wali murid) yang
hilang, rusak atau tdak
layak pakai dilaporkan ke
pelanggan (guru, staf,
karyawan, siswa, wali
murid)
No (Jika ada) simpan
seluruh dokumen
merknya pelanggan
(guru, staf, karyawan,
siswa, wali murid)
Catatan-catatan proses
pengesahan
No Simpan rekaman /
catatan peninjauan
mutu jasa pelayanan
pendidikan
Dasar dari pengukuran
tdak lepas dari mampu
telusur standar nasional
atau internasional
No Simpan rekaman
/ catatan kalibrasi
eskternal
No Jika ada (terutama
komplain dari
pelanggan (guru,
staf, karyawan, siswa,
wali murid) simpan
rekaman / catatan
dalam ordner
2 MANAGEMEN RESPONSIBILITY (Tanggung jawab manajemen)
2.1 Apakah ada pembuktan
komitmen oleh Top Manaje-
men (Kepsek) terhadap
peningkatan kualitas manaje-
men mutu?
No Buatkan pernyataan
tertulis Top
Management tentang
tekad mutu jasa
pelayanan pendidikan
dan adakan sosialisasi/
pertemuan dengan
seluruh sub bidang
pendidikan secara
berkala (Lihat contoh .....
120
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
2.2 Kebijakkan Mutu (Quality
Management)
Sudahkan Top
Manajemen (Kepala
sekolah) menentukan
kebijakan mutu dan
meyakinkan bahwa
sasaran mutu telah
ditetapkan?
No Tetapkan kebijakan
mutu sekolah terutama
dalam hal mutu jasa
pelayanan pendidikan
dan pelayanan kepada
pelanggan (guru, staf,
karyawan, siswa, wali
murid). Kemudian ada-
kan sosialisasi/perte-
muan dengan seluruh
sub bidang pendidikan
secara berkala untuk
meningkatkan pelaya-
nan kepada pelanggan
(guru, staf, karyawan,
siswa, wali murid)
(Lihat contoh .......)
Apakah kebijakan mutu
sesuai dengan tujuan
sekolah?
No
Apakah kebijakan mutu
dikomunikasikan dan
dipahami di seluruh sub
bidang di sekolah (waka
kurikulum, kesiswaan,
sarpras ...)?
No
2.3 Perencanaanan Mutu (Quality Management System)
Apakah keluaran dari peren-
canaan mutu / sasaran
mutu didokumentasikan di
sekolah?
No Buatkan Sasaran mutu
dalam mencapai mutu
jasa pelayanan pendi-
dikan yang ditetapkan
(Lihat contoh .....)
2.4 Tanggung Jawab & Wewenang (Responsibility and Authority)
2.4.1 Sudahkah sekolah menetap-
kan tanggung dan kewena-
ngannya untuk memudahkan
dan efektf terhadap mutu
pelayanan pendidikan di
sekolah
No Buatkan Uraian Tugas,
Tanggung jawab dan
Wewenang masing-
masing bagian di
Sekolah (Lihat Contoh
....) yang disahkan oleh
Pimpinan
Sekolah dan lakukan
soialisasi ke seluruh
sub bidang pendidikan.
2.4.2 Sudahkah sekolah me-
nyiapkan bagan-bagan atau
struktur sekolah serta diag-
ram alur untuk memahami
berbagai hubungannya?
No Tetapkan Struktur
Sekolah yang disahkan
oleh Top Management
kemudian informasikan
keseluruh sub bidang
pendidikan (Lihat Con-
toh Struktur Sekolah)
121 Check List Assessment for Education ISO 9001:2008
2.4.3 Sudahkah tanggung jawab
dan wewenang ditetapkan
dan dikomunikasikan kepada
semua personel yang terlibat
dalam pelaksanaan sasaran
mutu?
No Lihat Correctve acton
butr 24.1
3 SUMBER DAYA MANUSIA (Human Resources)
3.1 Apakah personel yang
melakukan/ bertanggung
jawab terhadap tugas mutu
pelayanan di sekolah memili-
ki dasar kompetensi sebagai
berikut:
Latar belakang pendidi-
kan yang mendukung
No Tetapkan petugas
sesuai dengan jenis
pendidikan
Terlath No Tetapkan petugas
terkait ttk krits di
Bagian Mutu jasa
pelayanan pendidikan
dan Peninjauan/Penge-
cekan sesuai dengan
pelathan yang pernah
diikut & pengalaman
yang dimiiki (Lihat
Contoh)
Memiliki kemampuan di
bidangnya
No
Berpengalaman No
3.2 Apakah sekolah yang dipim-
pin oleh Top Management
sudah meyakinkan bahwa
semua tenaga pendidik, staf,
karyawan ... memahami
akan akibat dan pentngnya
aktftas-aktftas mereka dan
bagaimana konstribusi mere-
ka untuk mencapai sasaran
mutu yang telah ditetapkan?
No Lakukan pertemuan
secara berkala untuk
membahas mutu jasa
pelayanan pendidikan
sekolah dan beri ke-
sempatan untuk meny-
ampaikan ide-ide dari
sub bidang pendidikan
122
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
3.3 Apakah catatan-catatan
mutu yang ada dalam hal
pendidikan, pelathan,
ketrampilan dan pengalaman
dirawat?
No Simpan rekaman /
catatan / catatan mutu
Correctve acton butr
3.1 dan 3.2 dalam ord-
ner/map tertentu
4 WORK ENVIRONMENT (Lingkungan Kerja)
Apakah sekolah menerapkan
suatu peraturan terhadap ke-
selamatan dan kenyamanan
pelayanan pendidikan yang
diperlukan untuk mencapai
kesesuaian terhadap per-
syaratan kualitas pelayanan
pendidikan?
No Untuk beberapa
sekolah membuat
komponen dari bahan
cair kimia, wajib
melengkapi peralatan
keamanan pelanggan
Keselamtan kerja dan kenya-
manan pembelajaran
Sekolah memiliki labo-
ratorium dan dilengkapi
dengan alat keselama-
tan:
Fisika
Kimia
Biologi
Bahasa
Kelengkapan media
pembelajaran:
LCD
Komputer/Laptop
Printer
Peralatan dan bahan
laboratorium
Sound system
White Board
Spidol
CD/DVD Pembela-
jaran
Penghapus
123 Check List Assessment for Education ISO 9001:2008
Penataan di sekolah
Ruang laboratorium
dilengkapi dengan
lemari asam
Tempat Ibadah
Ruang Keksek
Ruang Guru
Ruang TAUS
UKS
OSIS
SARPRAS
Sarana prasarana
olah raga
Penyediaan Air
Bersih
Taman sekolah
Kerindangan hala-
man
Penempatan tempat
sampah
5 INFRASTRUCTURE (Sarana Prasarana)
Apakah sekolah sudah
menentukan, menyediakan,
dan memelihara
infrastruktur yang diperlukan
untuk mencapai kesesuaian
terhadap persyarataran mutu
jasa pelayanan pendidikan
jasa di sekolah?
No Lengkapi Jadwal
Perawatan dan Form
Permintaan Perawatan
(Lihat Contoh
Form......... )
6 CUSTOMER COMMUNICATION (Komunikasi antar pelanggan
(guru, staf, karyawan, siswa, wali murid, pemasok...)
6.1 Apakah sekolah sudah
melakukan peninjauan
terhadap persyaratan dari
pelanggan (guru, staf,
karyawan, siswa, wali murid)
dan persyaratan yang lain
yang telah ditetapkan oleh
sekolah (sebelumnya) sebagai
bentuk komitmen siswa baru/
wali murid / supplier kepada
(calon) pelanggan (guru, staf,
karyawan, siswa, wali murid)?
No Lakukan kajian
terhadap persyaratan
permintaan pelanggan
(guru, staf, karyawan,
siswa, wali murid),
yaitu : waktu, jumlah
yang diminta, mutu
yang dipersyaratkan,
kemampuan mutu jasa
pelayanan pendidikansi
dll. (Lihat contoh
dokumen ......)
124
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
6.2 Apakah lembaga sudah
menyusun sasaran mutu
komunikasi terhadap
pengenalan/pelaksanaan
dan implementasi terhadap
system mutu pelayanan
pendidikan di sekolah?
Sudahkah umpan balik
dan komplain pelanggan
(guru, staf, karyawan,
siswa, wali murid)
diselesaikan dengan
tuntas?
No Lakukan tndak lanjut
penanganan keluhan
dan komplain dari
pelanggan (guru, staf,
karyawan, siswa, wali
murid) dan tetapkan
target waktu tndak
lanjutnya (Lihat contoh
dokumen ......)
7 PRODUCT DESIGN (Desain Jasa Pendidikan)
7.1 Apakah sekolah melakukan
perencanaanan dan kontrol
terhadap desain / sasaran
mutu dan pengembangan
terhadap hasil layanan
pendidikan?
No Lakukan kajian
terhadap persyaratan
mutu jasa pelayanan
pendidikan (dokumen
spesifkasi, material
yang digunakan,
peralatan yang
tersedia) dan lainnya
7.2 Apakah desain/
perencanaanan dan
pengembangan yang
disahkan memperkuat
bahwa hasil pelayanan jasa
pendidikan di sekolah mampu
memenuhi persyaratan
yang telah ditentukan dan
memenuhi persyaratan input
dari pelanggan (guru, staf,
karyawan, siswa, wali murid)?
No Lakukan kajian jika
telah dibuat sasaran
mutu jasa pelayanan
pendidikan ke
pihak ketga untuk
mengetahui mutu jasa
pelayanan pendidikan
7.3 Apakah hasil dari catatan-
catatan mutu yang telah
disahkan dan konsekuensinya
ditndak lanjut?
No Lakukan kajian jika
mutu jasa pelayanan
pendidikan sudah
memenuhi persyaratan
terhadap material,
peralatan ukur dan uji
data tersebut.
125 Check List Assessment for Education ISO 9001:2008
8 PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru)
8.1 Apakah sekolah melakukan
evaluasi dan seleksi terhadap
PPDB (Penerimaan peserta
didik baru), barang, dan
Jasa berdasarkan atas
kemampuan sesuai dengan
persyaratan sekolah yang
ditetapkan?
No Lakukan kajian
terhadap kemampuan
siswa baru/wali murid
(supplier) melalui Form
Dafar Siswa baru/wali
murid (Lihat Contoh
Form ......)
8.2 Sudahkah sekolah
mengidentfkasi
/ memahami dan
melaksanakan aktftas-
aktftas pentng untuk
pengujian calon peserta
didik, barang dan Jasa?
No Lakukan identfkasi
terhadap kemampuan
siswa baru/wali murid,
Kompetensi, dan lain-
lain.
8.3 Apakah hasil dari catatan-
catatan mutu terhadap hasil
evaluasi dan sasaran mutu ke
depan ditndak lanjut?
No Ambil tndakan jika
siswa baru/wali murid
sudah tdak memenuhi
kemampuannya?
9 PURCHASING (Pembelian)
9.1 Apakah sekolah melakukan
evaluasi dan seleksi
supplier berdasarkan atas
kemampuannya dalam
supply barang sesuai dengan
permintaan/persyaratan?
No Lakukan kajian
terhadap kemampuan
pemasok (supplier)
melalui Form Dafar
Pemasok (Lihat Contoh
Form ......)
9.2 Sudahkah sekolah
mengidentfkasi dan
melaksanakan kegiatan
pentng dalam verifkasi
terhadap pembelian barang?
No Lakukan identfkasi
terhadap kemampuan
pemasok pada Waktu,
Mutu barang, dll.
9.3 Apakah hasil dari evaluasi
dan rencana tndak lanjut
didokumentasikan?
No Ambil tndakan jika
pemasok sudah
tdak memenuhi
kemampuannya?
10 PRODUCTION AND SERVICE OPERATION (Penyedian Mutu jasa pelayanan
pendidikan & Jasa)
10.1 Apakah sekolah
melaksanakan kontrol
terhadap jasa pelayanan
pendidikan sebagai berikut:
126
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
Ketersediaan informasi
yang dibutuhkan untuk
mendokumentasikan
kualitas pelayanan
pendidikan di sekolah
No Lakukan kajian
terhadap persyaratan
mutu dan spesifkasi
mutu jasa pelayanan
pendidikan
Ketersediaan dan
pengunaan alat ukur
dan pemantauan untuk
PPDB
No Tetapkan peralatan
ukur dan uji yang
akan digunakan untuk
mengetahui mutu jasa
pelayanan pendidikan
yang akan dibuat (Lihat
Contorh Form ......,
Sasaran mutu Mutu)
10.2 Sudahkah sekolah
mengidentfkasi hasil mutu
jasa pelayanan pendidikan
dan proses layanan yang
disyaratkan disahkan/
resmikan?
No Tetapkan kemampuan
peralatan mutu jasa
pelayanan pendidikan
dan peralatan ukur dan
uji untuk mengetahui
mutu jasa pelayanan
pendidikan (Lihat
Contorh Form ......,
Sasaran mutu Mutu).
10.3 Apakah sekolah
mengidentfkasi dengan
alat/cara yang tepat pada
mutu jasa pelayanan
pendidikan dan pelaksanaan
pelayanan?
No Tetapkan cara untuk
mengetahui setap
langkah proses dalam
membuat mutu jasa
pelayanan pendidikan
berikut langkah untuk
mengetahui mutu jasa
pelayanan pendidikan
serta tndak lanjut
penangannya jika
langkah tdak sesuai
dengan target/sasaran
yang ditetapkan. (Lihat
Contorh Form ......,
Sasaran mutu Mutu).
10.4 Apakah metode dan kontrol
yang sudah ditetapkan
oleh sekolah menjamin
kesesuaian/terpeliharanya
terhadap mutu jasa
pelayanan pendidikan
dengan persyaratan
pelanggan (guru, staf,
karyawan, siswa, wali murid)
selama proses pendidikan di
sekolah (internal)?
No
127 Check List Assessment for Education ISO 9001:2008
11 CALIBRATION (Pengukuran)
11.1 Dimana monitoring dan alat
pengukuran digunakan:
No Tetapkan peralatan
ukur dan uji yang
digunakan di ttk krits
untuk mengetahui
akurasi alat dengan
mengkalibrasi ke
Laboratorium Uji
Kalibrasi Eksternal
(Lihat Contoh Form ......
Dafar Alat Ukur dan Uji
yang Dikalibrasi).
Pengujian sistem pelayanan
mutu pendidikan yang
dilakukukan secara periodik
atau dengan alat yang
digunakan sebelumnya
memilki kemampuan standar
internasional atau natonal.
Apakah alat ukur pengujian
didokumentasikan?
No
12 PRESERVATION OF PRODUCT/SERVISE (pemeliharaan jasa pelayanan)
12.1 Apakah metode dan sistem
kontrol pelayanan mutu
pendidikan yang ditetapkan
oleh sekolah mampu
memelihara kesesuaian mutu
jasa pelayanan pendidikan
dengan persyaratan/
prasyarat pelanggan (guru,
staf, karyawan, siswa, wali
murid) selama proses diklat
internal dan ketepatan
pelayanan jasa?
No Tetapkan cara untuk
implementasi mutu
jasa pelayanan
pendidikan ke Agen/
Pelanggan (guru, staf,
karyawan, siswa, wali
murid) sesuai dengan
kemampuan mutu jasa
pelayanan pendidikansi
serta mutu yang
diminta oleh pelanggan
(guru, staf, karyawan,
siswa, wali murid) (jika
ada) atau jika tdak
ada tetapkan sendiri
mutu dan spesifkasi
mutu jasa pelayanan
pendidikan (Lihat
Contoh Form ....... )
12.2 Apakah metode dan alat
control meliput:
No Tetapkan cara
menyimpan dan
implementasi mutu jasa
pelayanan pendidikan
(PDCA, 6 SIXMA,
TQMS), cara mengemas
mutu jasa pelayanan
pendidikan dan cara
penanganan mutu jasa
pelayanan pendidikan
(Lihat Contoh IK dan
Form ...... )
Ketentuan mutu jasa
pelayanan pendidikan?
Perawatan mutu jasa
pelayanan pendidikan?
Penyimpanan?
Perlindungan terhadap
mutu jasa pelayanan
pendidikan?
128
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
13 MEASUREMENT & ANALYSIS (Pengukuran dan Analisa)
13.1 Apakah monitor dan
mengukuran oleh sekolah
mampu mengukur
karakteristk mutu jasa
pelayanan pendidikan dengan
kesesuaiannya dengan
persyaratan pelanggan (guru,
staf, karyawan, siswa, wali
murid) yang telah ditetapkan?
No Tetapkan cara
untuk mengetahui
karakteristk mutu jasa
pelayanan pendidikan
(Lihat Contoh Form .....
Sasaran mutu Mutu).
13.2 Sudahkah sekolah menye-
lenggarakan kontrol karakte-
ristk khusus terhadap mutu
jasa pelayanan pendidikan
pada prosesnya? Jika me-
mang sudah, apakah sudah
dilakukan secara konsisten?
No Harus dilakukan penin-
jauan setap langkah
proses mutu jasa
pelayanan pendidikans
di bagian ttk krits
dengan menggunakan
cara tertentu sesuai
dengan jenis mutu jasa
pelayanan pendidikan
yang dibuat. Harus
dicatat setap hasil
peninjauan mutu jasa
pelayanan pendidikan
dalam oleh Petugas
Peninjauan (Inspektor)
Lihat Contoh Form......
yang terdokumen-
tasi berikut alat ukur
yang digunakan dan
Tindakan Koreksi dan
Tindakan Pencegahan
yang dilakukan oleh
Top Management
Lihat Contoh IK ........
Tindakan Koreksi serta
Tindakan Pencegahan.
Harus dicatat setap
langkah tndakan ko-
reksi dan pencegahan
Lihat Contoh Form ......
Tindakan Koreksi dan
Tindakan Pencegahan.
13.3 Sudahkah sekolah meya-
kinkan bahwa mutu jasa
pelayanan pendidikan yang
tdak sesuai/layak dengan
prasyarat sudah ditnjau/
identfkasi dan dilkukan pen-
gontrolan pencegahan?
No
13.4 Apakah sekolah melakukan
langkah-langkah sebagai
berikut terhadap mutu jasa
pelayanan pendidikan yang t-
dak sesuai dengan persyaratan
pelanggan (guru, staf, kar-
yawan, siswa, wali murid):
No
Melakukan tndakan
pencegahan untuk
menghapus terjadinya/
deteksi ketdaksesuaian
mutu jasa pelayanan?
No
Menunjuk personel
yang berwenang atau
menerima dengan
konsesus oleh personel
yang berwenang, kecuali
disetujui oleh pelanggan
(guru, staf, karyawan,
siswa, wali murid)
No
129 Check List Assessment for Education ISO 9001:2008
Dengan melakukan
tndakan menghindari
dan disesuaikan dengan
aslinya sesuai dengan
persyaratan pelanggan
(guru, staf, karyawan,
siswa, wali murid)
No
13.5 Apakah catatan-catatan
mutu terhadap hal-hal
ketdaksesuaian dan langkah-
langkah serta konsesi
(kelonggaran) yang telah
dilakukan di dokumentasi-
kan/dirawat.
Catatan:
Top Manajemen : Kepala Sekolah
Produk : Jasa layanan mutu sekolah serta lulusan
Pelanggan : Semua warga sekolah (siswa, guru, staf...)
1. Tidak adanya ...
2. Kurang adanya ...
3. Penataan kelas/ruang yang ...
4. Dokumen sulit ditemukan ...
5. Lemahnya ...
6. Tidak tepat
7. Sulit melakukan
8. Rekaman sulit
Take action now!!!!
PENGENALAN IWA-2
SEBAGAI PEDOMAN
SMM PENDIDIKAN
IWA-2 adalah panduan penerapan Sistem Manajemen Mutu
(SMM) ISO 9001 bagi lembaga pendidikan. IWA adalah singkatan dari
Internatonal Workshop Agreement. Panduan ini dipublikasikan oleh
ISO (Internatonal Organizaton for Standardizaton) serta disusun
melalui mekanisme workshop, dan bukan melalui proses komite.
Internatonal Workshop Agreement disetujui melalui konsensus di antara
para partsipan. Panduan ini ditnjau setap 3 tahun untuk memastkan
kesesuaiannya dengan standar sistem manajemen mutu yang berlaku.
Berdasarkan hasil dari tnjauan, maka diputuskan apakah panduan ini
akan direvisi atau ditarik.
Internatonal Workshop Agreement 2 edisi pertama yaitu IWA-2:
2003 diterbitkan pada tahun 2003 dan disetujui pada workshop yang
diadakan di Acapulco, Mexico, pada bulan Oktober 2002. Edisi kedua
yaitu IWA-2: 2007 disetujui pada workshop yang diadakan di Busan,
Korea pada bulan November 2006. Edisi yang kedua ini menggantkan
edisi pertama (IWA-2: 2003). Edisi kedua dari IWA-2 ini disusun oleh
para peserta workshop yang terdiri dari 47 ahli dibidang pendidikan dan
penjaminan mutu di antaranya guru, kepala sekolah, dosen, auditor,
konsultan mutu, profesor, praktsi, pengamat pendidikan dan konsultan
pendidikan.
Hal ini memastkan bahwa IWA-2 dapat menjadi panduan yang
cukup membumi bagi para praktsi pendidikan dalam menerapkan sistem
manajemen mutu ISO 9001. Satu hal pentng yang harus diperhatkan
BAB
7
132
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
bahwa IWA-2 adalah sebagai panduan, dan bukanlah suatu persyaratan
(requirements) sebagaimana ISO 9001. Jadi tdak boleh sebagai
penggant SMM ISO 9001 dan tdak dapat dijadikan acuan kontrak dalam
peninjauan kesesuaian maupun untuk keperluan sertfkasi.
Meskipun SMM ISO 9001 berlaku generik, namun panduan ini
dikeluarkan guna memudahkan lembaga pendidikan mulai dari level
pendidikan dasar, menengah, atas, universitas hingga pendidikan jarak
jauh serta e-learning, dalam menerapkan SMM ISO 9001 secara efektf.
Dengan mengimplementasikan IWA-2 diharapkan lembaga
pendidikan memiliki efektftas yang tnggi untuk dapat memenuhi
persyaratan pelanggan, memperjelas implementasi SMM ISO 9001,
mencapai pengembangan dan keberhasilan yang berkelanjutan.
Petunjuk penerapan IWA-2 dalam lembaga pendidikan memiliki
klausul-klausul yang hampir sama dengan klausul-klausul dalam SMM
ISO 9001. Namun demikian, beberapa klausul yang ada pada SMM ISO
9001 disesuaikan dengan kondisi yang ada pada lembaga pendidikan.
Prinsip-Prinsip Utama dalam IWA-2
Dikarenakan IWA-2 ini merupakan petunjuk penggunaan dari
Sistem Manajemen Mutu ISO 9001, maka prinsip-prinsip IWA-2 juga
menggunakan 8 (delapan) prinsip yang ada pada SMM ISO 9001. Akan
tetapi, karena kekhasan dari lembaga pendidikan, maka prinsip-prinsip
yang ada pada SMM ISO 9001 tersebut ditambah lagi dengan 4 prinsip
keberhasilan berkelanjutan khusus dalam IWA-2. Sehingga jumlah
keseluruhan ada 12 prinsip manajemen mutu lembaga pendidikan.
Delapan prinsip manajemen mutu lembaga pendidikan dalam IWA-
2 adalah sebagai berikut:
1. Process Approach (Pendekatan Proses)
Prinsip ini mengindikasikan bahwa IWA-2 merupakan petunjuk
penggunaan yang menekankan pada proses yang dilaksanakan. Prinsip
ini dilatarbelakangi oleh asumsi bahwa produk yang baik kemungkinan
besar dihasilkan oleh proses yang baik pula. Oleh karena produk
133 Pengenalan IWA-2 Sebagai Pedoman SMM Pendidikan
lembaga pendidikan merupakan produk yang sukar diukur secara
singkat dan bukan produk yang langsung dapat dilihat hasilnya, maka
penekanan pada proses merupakan hal yang sangat pentng dalam
lembaga pendidikan. Dalam kaitan dengan proses yang dilakukan, harus
dirancang agar proses tersebut terkait dengan visi lembaga pendidikan.
Pencapaian visi lembaga pendidikan merupakan keseluruhan proses
yang harus dilakukan oleh keseluruhan komponen yang ada di lembaga
pendidikan, baik itu komponen administratf, maupun akademik. Visi
lembaga pendidikan harus mengandung unsur-unsur kompetensi hasil
pembelajaran yang dilakukannya. Visi lembaga pendidikan juga harus
mengadopsi berbagai kebutuhan dan harapan seluruh pemangku
kepentngan terhadap kompetensi yang ingin dihasilkan oleh lembaga
pendidikan. Dengan demikian, proses yang dilakukan oleh lembaga
pendidikan adalah proses yang menuju ke arah pencapaian kompetensi
dan juga proses yang mengarah kepada peningkatan pemenuhan
kebutuhan dan harapan seluruh pemangku kepentngan.
2. Understanding Core Competence (Customer Focus / Kepuasan
Pelanggan)
Prinsip ini merupakan penyesuaian dari prinsip fokus pada
pelanggan di SMM ISO 9001. Adanya prinsip ini mengindikasikan bahwa
sumber daya manusia (SDM) merupakan bagian yang sangat pentng
dalam lembaga pendidikan. Berbagai kegiatan pendidikan, merupakan
kegiatan yang sangat erat kaitannya dengan budaya, keterampilan,
penggunaan teknologi, penggunaan dan pemanfaatan keilmuan. Semua
kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang membutuhkan kompetensi
pendidik dan kompetensi prasyarat bagi peserta didik. Tenaga pengajar
yang memberikan pengajaran pada satu bidang studi, harus memiliki
kompetensi di bidang tersebut. Itulah sebabnya kompetensi merupakan
bagian pentng dari lembaga pendidikan.
Dalam era dimana persaingan merupakan hal yang secara alami akan
terjadi, maka lembaga pendidikan harus memiliki kemampuan untuk
memberikan nilai tambah dan inovasi terhadap berbagai produknya.
Nilai tambah tersebut akan sangat baik jika pada masing-masing lembaga
134
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
pendidikan memiliki jenis nilai tambah yang berbeda-beda. Perbedaan
pada nilai tambah inilah yang kemudian akan menjadi daya saing pada
lembaga pendidikan. Berbagai nilai tambah tersebut akan dapat dihasilkan
jika kompetensi SDM yang ada di lembaga pendidikan dikembangkan
dengan baik dan tepat.
3. Total Optmizaton (Systems Approach to Management / Pendekatan
Sistem Manajemen)
Prinsip ini merupakan penyesuaian dari prinsip pendekatan proses
pada manajemen dalam SMM ISO 9001. Dalam prinsip ini terkandung
makna bahwa penerapan IWA-2 di lembaga pendidikan harus didasarkan
pada proses yang opimal pada keseluruhan kegiatan.
Sebagaimana diketahui bahwa dalam lembaga pendidikan selalu ada
dua kegiatan utama, yaitu kegiatan yang berkaitan dengan administratf
dan kegiatan yang berkaitan dengan akademik. Optmalisasi proses
harus dilakukan pada seluruh kegiatan baik pada kegiatan administratf
maupun akademik. Optmalisasi pada kegiatan administratf utamanya
dilakukan pada keseluruhan proses pelayanan, sedangkan optmalisasi
pada kegiatan akademik utamanya dilakukan pada proses pembelajaran.
4. Visionary Leadership (Kepemimpinan yang bervisi)
Prinsip ini adalah penyesuaian dari prinsip kepemimpinan pada ISO
9001. Dalam organisasi apapun kepemimpinan selalu menjadi penentu
utama perkembangan dan kemajuan organisasi, termasuk lembaga
pendidikan. Tugas utama pemimpin adalah memahami arah dan tujuan
organisasi. Sebagai nahkoda utama lembaga pendidikan, pemimpin
akan mementukan arah dan tujuan yang akan di tempuh. Disinilah akan
ditentukan tngkat kevisioneran seorang pemimpin.
Lembaga pendidikan akan disegani dan diakui dunia, jika dari
lembaga pendidikan tersebut lahir lulusan-lulusan yang berkualitas
yang mampu memenuhi kebutuhan zaman, melahirkan budaya tnggi,
dan mampu memenuhi kebutuhan pembangunan suatu negara. Dalam
iklim dengan perubahan yang sangat cepat tersebut kesinambungan
135 Pengenalan IWA-2 Sebagai Pedoman SMM Pendidikan
organisasi dan implementasi IWA-2 di lembaga pendidikan akan sangat
tergantung kepada visi lembaga pendidikan. Visi lembaga pendidikan
sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan lembaga pendidikan itu sendiri,
oleh karena itulah kepemimpinan yang visioner menjadi prinsip dalam
implementasi IWA-2.
Pencapaian visi lembaga pendidikan tdak dapat dilakukan jika
tdak dioperasionalkan dalam bentuk yang lebih teknis. Itulah sebabnya
lembaga pendidikan harus mendorong diimplementasikannya tahapan-
tahapan pencapaian visi lembaga pendidikan melalui berbagai kebijakan,
dan kemudian merumuskannya kedalam tahapan-tahapan operasional,
mulai dari rencana jangka pendek sampai dengan rencana jangka panjang.
5. Factual Approach (Pendekatan yang Nyata)
Prinsip ini merupakan penyesuaian dari prinsip pendekatan pada
fakta untuk mengambil keputusan pada SMM ISO 9001. Prinsip ini
mengindikasikan bahwa implementasi IWA-2 di lembaga pendidikan
harus didasarkan pada data. Kondisi ini kemudian akan menuntut adanya
berbagai proses pencarian data. Proses pencarian data tersebut dilakukan
dengan melalui proses pengukuran atau penilaian. Dari hasil pengukuran
dan penilaian tersebut kemudian dilakukan analisis data. Analisis data
menggunakan kombinasi tnjauan antara informasi yang didapat dan
kebijakan yang diterapkan. Metode yang digunakan merupakan metode
logis dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dari hasil analisis
inilah data dan fakta yang terjadi kemudian dipakai pijakan dalam proses
pengambilan keputusan.
Adanya prinsip ini akan menghindarkan berbagai proses pengambilan
keputusan yang didasarkan pada unsur-unsur suka tdak suka, atau
pengambilan keputusan yang tdak logis. Dalam prinsip pendekatan
berdasarkan fakta ini, berbagai tndak perbaikan dapat dilakukan dengan
tepat dan efsien, dan yang lebih pentng, fakta-fakta yang ada dan analisis
yang dilakukan terhadap berbagai fakta tersebut merupakan pijakan kuat
untuk melaksanakan pengembangan lembaga pendidikan.
136
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
6. Collaboraton with Partners (kerjasama dengan patner)
Prinsip ini merupakan penyesuaian dari prinsip hubungan saling
menguntungkan dengan pemasok pada SMM ISO 9001. Pada prinsip
ini terkandung makna jika sebuah organisasi memiliki hubungan yang
saling menguntungkan dengan pemasok maka organisasi tersebut akan
dapat menghasilkan produk yang berkualitas sesuai dengan persyaratan
yang ditentukan. Demikian pula pada lembaga pendidikan yang memiliki
berbagai partner (istlah yang lebih tepat untuk menyebut pemasok pada
insttusi pendidikan). Partner-partner lembaga pendidikan tersebut harus
berkolaborasi dengan lembaga pendidikan.
Lembaga pendidikan merupakan organisasi yang paling kompleks
berkaitan dengan partner. Kompleksitas hubungan antara lembaga
pendidikan dengan partner tersebut dikarenakan karakteristk lembaga
pendidikan yang bertujuan menghasilkan SDM yang berkualitas.
Berkualitas dalam artan memiliki kompetensi-kompetensi sebagaimana
yang dipersyaratkan di atas. Memproduksi kompetensi adalah
menghasilkan sesuatu yang sangat kompleks, tdak hanya berkaitan
dengan kemampuan dan keilmuan dalam melaksanakan pekerjaan,
tetapi juga karakter, sikap, nilai-nilai, dan juga budaya-budaya yang harus
dimiliki oleh seseorang. Hasil dari kompetensi tersebut pada beberapa
hal dapat ditunjukkan langsung dalam seketka, namun ada juga yang
baru dapat ditunjukkan dalam jangka menengah dan bahkan ada yang
akan baru muncul dalam jangka panjang. Hal-hal itulah yang kiranya
pentng bagi lembaga pendidikan untuk selalu mengimplementasikan
prinsip berkolaborasi dengan partner ini.
7. Involvement of People (keterlibatan warga sekolah)
Prinsip ini sama persis dengan prinsip yang ada dalam SMM ISO
9001:2008. Dalam prinsip ini terkandung makna bahwa sangat sulit
untuk menghasilkan suatu produk atau layanan yang bermutu jika tdak
seluruh SDM yang ada dalam organisasi tersebut terlibat dalam upaya
menghasilkan produk atau layanan yang bermutu tersebut. Pelibatan
seluruh SDM tersebut akan menjadi lebih pentng dalam kaitan dengan
lembaga pendidikan.
137 Pengenalan IWA-2 Sebagai Pedoman SMM Pendidikan
Dalam lembaga pendidikan sangat banyak pekerjaan-pekerjaan
yang harus diselesaikan oleh kegiatan individual. Kegiatan pembelajaran
misalnya merupakan kegiatan-kegiatan yang harus dikerjakan oleh
guru/dosen secara individual. Baik buruknya kegiatan pembelajaran
sangat tergantung dari kegiatan individual guru/dosen dalam proses
pembelajaran tersebut. Jika terdapat satu orang guru/dosen saja
yang tdak terlibat dalam keseluruhan sistem mutu, maka akan ada
kemungkinan besar bahwa pada mata kuliah tersebut akan menyimpang
dari kompetensi yang direncanakan. Banyaknya SDM yang tdak terlibat
dalam kegiatan implementasi sistem manajemen mutu, maka akan
semakin berat bagi dihasilkannya suatu lulusan yang bermutu. Hal
tersebut dikarenakan lulusan yang bermutu dibangun dari berbagai
kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru/dosen, baik di ruang
kelas maupun di laboratorium.
Demikian pula halnya dengan yang dilakukan pada kegiatan
administrasi dan pelayanan. Berbagai SDM yang terlibat dalam kegiatan
pelayanan harus terlibat dalam sistem mutu yang direncanakan, mulai
dari para pengambil keputusan yang ada pada manajemen puncak
sampai dengan pekerja teknis. Para guru/dosen akan sangat sulit
mengajar dengan baik jika para petugas kebersihan tdak melaksanakan
pekerjaannya dengan baik. Demikian seterusnya, keseluruhan SDM
lembaga pendidikan harus terlibat dalam keseluruhan upaya untuk
menghasilkan berbagai produk/layanan lembaga pendidikan yang
bermutu.
8. Contnuous Improvement (perbaikan berkelanjutan)
Prinsip ini juga merupakan prinsip yang sama dengan prinsip yang
ada dalam SMM ISO 9001:2008. Dalam IWA-2, prinsip ini lebih ditekankan
pada proses pembelajaran baik itu pembelajaran organisasi maupun
pembelajaran peserta didik. Proses pengembangan berkelanjutan akan
dapat dilaksanakan dengan baik, jika penumbuhan berbagai kegiatan
kreatf, inovatf, dan konstruktf di lembaga pendidikan terlaksana dengan
baik.
138
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
Proses pengembangan berkelanjutan pada proses pembelajaran
adalah suatu upaya untuk selalu meningkatkan kompetensi peserta didik
seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta
tuntutan kebutuhan para pemangku kepentngan. Tuntutan kebutuhan
para pemangku kepentngan tersebut meliput kebutuhan pengguna
lulusan, kebutuhan profesional, maupun kebutuhan masyarakat.
Sedangkan proses pengembangan berkelanjutan pada organisasi
diarahkan untuk meningkatkan kemandirian dan daya saing lembaga
pendidikan dalam menghadapi berbagai persaingan baik pada skala
nasional, regional maupun internasional.
Namun demikian, proses pengembangan berkelanjutan tdak
dapat dilaksanakan jika para pemangku kepentngan tdak mengetahui
sejauh mana organisasi lembaga pendidikan melaksanakan berbagai
kegiatan mutu pada saat ini. Itulah sebabnya lembaga pendidikan harus
memiliki berbagai data dari apa yang telah dilakukan pada saat ini, proses
pengambilan data harus dilakukan secara periodik melalui suatu kegiatan
pengukuran diseluruh wilayah lembaga pendidikan. Kegiatan tersebut
dapat dilakukan dalam bentuk evaluasi diri, pengawasan ataupun audit
internal. Analisis berbagai data tersebut itulah yang kemudian akan
dijadikan pijakan dalam proses pengembangan secara berkelanjutan.
Proses pengembangan berkelanjutan akan dapat dilaksanakan jika tdak
terjadi kesenjangan yang lebar antara kondisi yang ada dan kondisi yang
direncanakan.
Prinsip-Prinsip Tambahan dalam IWA-2
Selain 8 prinsip IWA-2 di atas yang memiliki kesamaan dengan
8 prinsip yang ada pada SMM ISO 9001:2008, terdapat pula 4 prinsip
tambahan yang dijadikan dasar untuk pencapaian keberhasilan lembaga
pendidikan secara berkelanjutan. Prinsip-prinsip tambahan tersebut
adalah sebagai berikut:
1. Creatng Learner Value (Menciptakan nilai-nilai pembelajaran)
Prinsip tambahan pertama adalah menciptakan nilai bagi peserta
didik. Prinsip ini dimaksudkan untuk mendorong peserta didik (learner)
139 Pengenalan IWA-2 Sebagai Pedoman SMM Pendidikan
untuk merasa puas dengan nilai atau manfaat yang mereka terima.
Kepuasan ini diukur untuk menentukan sampai berapa jauh kebutuhan
dan harapan dari peserta didik telah terpenuhi. Pengukuran ini sebaiknya
dilakukan secara teratur atau periodik untuk menghasilkan kecenderungan
data yang akan lebih berguna dibandingkan dengan pengukuran yang
dilakukan hanya satu kali. Hasil dari pengukuran akan digunakan untuk
meninjau proses serta layanan yang menciptakan nilai bagi peserta didik.
2. Focusing on Social Value (Fokus pada nilai-nilai sosial)
Prinsip tambahan kedua adalah fokus kepada nilai sosial. Prinsip ini
terkait dengan bagaimana peserta didik dan pihak-pihak terkait lainnya
merasakan tentang etka, keselamatan, dan perlindungan lingkungan. Hal
ini bertolak dari pemikiran bahwa lembaga pendidikan dapat memastkan
pertumbuhan yang berkelanjutan ketka masyarakat secara umum dapat
menghargai nilai tambah dari peserta didik.
3. Agility (Kecerdasan)
Prinsip tambahan ketga adalah kecerdikan. Hal ini sangatlah pentng
untuk mempertahankan pertumbuhan di dalam lingkungan pendidikan
yang berubah secara drasts, dan mengubah kondisi yang terus berubah
ini menjadi suatu kesempatan untuk keberhasilan yang berkelanjutan
dalam lembaga pendidikan.
4. Autonomy (Kemandirian)
Prinsip yang terakhir adalah otonomi. Prinsip otonomi ini didasarkan
pada analisa lingkungan dan analisa diri. Setap organisasi pendidikan
harus memutuskan sendiri tentang nilai-nilai dan melakukan langkah-
langkah yang sesuai, dan tdak dipengaruhi hal-hal lain agar tdak bias.
Defnisi Produk dan Pelanggan dalam IWA-2
IWA-2 mendefnisikan produk sebagai educatonal service
dan pelanggan adalah learner. Defnisi ini sebetulnya terlalu sempit
dan membawa dampak yang tdak menguntungkan dalam penerapan
sistem manajemen mutu di beberapa jenis lembaga pendidikan. Defnisi
pelanggan atas dasar defnisi produk tadi tentunya juga lebih luas dari
apa yang dinyatakan dalam IWA-2. Pelanggan adalah pihak-pihak yang
140
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
memanfaatkan atau yang berkepentngan terhadap produk. Dalam
sekolah, pihak-pihak tersebut adalah siswa/mahasiswa sebagai peserta
didik, masyarakat, jenjang pendidikan yang lebih tnggi, dunia industri,
dan tentunya pemerintah. Persepsi merekalah sebetulnya yang lebih
menentukan apakah sekolah sudah berhasil mencapai tujuannya atau
tdak. Dalam sektor pendidikan, peserta didik sebetulnya bukan hanya
sebagai pelanggan yang memanfaatkan pengetahuan, keterampilan, dan
nilai-nilai yang ditanamkan lembaga pendidikan dalam diri peserta didik.
Proses belajar dan mengajar sebagai proses utama dalam menghasilkan
produk educatonal service tdak akan tercipta tanpa adanya kerja sama
antara peserta didik (siswa/mahasiswa) dengan tenaga pengajar (guru/
dosen). Atau dalam art lain, peserta didik bukan sekedar pelanggan dan
pelanggan bukan hanya peserta didik. Defnisi yang lebih tepat dan lebih
luas tentang produk dalam lembaga pendidikan adalah pengetahuan,
kemampuan dan nilai-nilai yang tertanam dalam diri peserta didik sebagai
hasil akhir dari seluruh mata rantai proses pendidikan.
IWA 2:2007 MENGACU PADA
8 STANDAR PENDIDIKAN
1. IWA-2 STANDAR ISI
Perencanaan Realisasi Lulusan. Klausul 7.1
Dokumen Terkait:
1. Prosedur Perencanaan KBM (POS-7.1-KUR-01)
2. Prosedur Perencanaan Ujian Semester (POS-7.1-KUR-02)
3. Prosedur Perencanaan Ujian Sekolah (POS-7.1-KUR-03)
4. Prosedur Perencanaan Ujian Nasional (POS-7.1-KUR-04)
5. Prosedur Perencanaan KBM Akeselerasi(POS-7.1-KUR-05)
6. Prosedur Perencanaan KBM Cambridge(POS-7.1-KUR-06)
7. Prosedur Perencanaan Ujian Tengah Semester (POS-7.1-
KUR-07)
8. Rencana Mutu (RM-7.5)
Penyediaan Produk dan Jasa. Klausul 7.5
Dokumen Terkait:
1. Prosedur Perencanaan KBM (POS-7.1-KUR-01)
2. Prosedur Perencanaan Ujian Semester (POS-7.1-KUR-02)
3. Prosedur Perencanaan Ujian Sekolah (POS-7.1-KUR-03)
4. Prosedur Perencanaan Ujian Nasional (POS-7.1-KUR-04)
5. Prosedur Perencanaan KBM Akeselerasi (POS-7.1-KUR-05)
6. Prosedur Perencanaan KBM Cambridge (POS-7.1-KUR-06)
BAB
8
142
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
7. Prosedur Perencanaan Ujian Tengah Semester (POS-7.1-
KUR-07)
8. Prosedur PSB (POS-7.2-SIS-01)
9. Prosedur Ekstrakurikuler (POS-7.2-SIS-02)
10. Prosedur Penanganan Keluhan Pelanggan (POS-7.2-SIS-03)
11. Prosedur kesiapsiagaan (POS-7.2-SIS-04)
12. Prosedur KORMA (POS-7.5-KORMA-01)
13. Prosedur Layanan Bimbngan Konseling (POS-7.5-BK-01)
14. Prosedur Pengendalian Data Dalam BK (POS-7.5-BK-02)
15. Prosedur Perpustakaan (POS-7.5-PUS-01)
16. Prosedur Pengendalian Lab. IPA (POS-7.5-LMIPA-01)
17. Prosedur Pengendalian Lab. Bahasa (POS-7.5-LBHS-01)
18. Prosedur Pengendalian Lab. Komputer (POS-7.5-KOM-01)
2. IWA-2 STANDAR PROSES
Penyediaan Produk dan Jasa. Klausul 7.5
Dokumen Terkait:
1. Prosedur Perencanaan KBM (POS-7.1-KUR-01)
2. Prosedur Perencanaan Ujian Semester (POS-7.1-KUR-02)
3. Prosedur Perencanaan Ujian Sekolah (POS-7.1-KUR-03)
4. Prosedur Perencanaan Ujian Nasional (POS-7.1-KUR-04)
5. Prosedur Perencanaan KBM Akeselerasi (POS-7.1-KUR-05)
6. Prosedur Perencanaan KBM Cambridge (POS-7.1-KUR-06)
7. Prosedur Perencanaan Ujian Tengah Semester (POS-7.1-
KUR-07)
8. Prosedur PSB (POS-7.2-SIS-01)
9. Prosedur Ekstrakurikuler (POS-7.2-SIS-02)
10. Prosedur Penanganan Keluhan Pelanggan (POS-7.2-SIS-03)
11. Prosedur kesiap-siagaan (POS-7.2-SIS-04)
12. Prosedur KORMA (POS-7.5-KORMA-01)
13. Prosedur Layanan Bimbingan Konseling (POS-7.5-BK-01)
143 IWA-2:2007 Mengacu pada 8 Standar Pendidikan
14. Prosedur Pengendalian Data Dalam BK (POS-7.5-BK-02)
15. Prosedur Perpustakaan (POS-7.5-PUS-01)
16. Prosedur Pengendalian Lab. IPA (POS-7.5-LMIPA-01)
17. Prosedur Pengendalian Lab. Bahasa (POS-7.5-LBHS-01)
18. Prosedur Pengendalian Lab. Komputer (POS-7.5-KOM-01)
Monitoring dan Pengukuran. Klausul 8.5
Dokumen Terkait:
1. Prosedur Tindakan Perbaikan dan Pencegahan (POS-8.5-
MR-01)
3. IWA-2 STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN
Pengukuran, Analisa, dan Perbaikan. Klausul 8.1
Dokumen Terkait:
1. Prosedur Internal Audit (POS-8.2-MR-01)
2. Prosedur Pengukuran Kepuasan Pelanggan (POS-8.2-HUM-01)
Perbaikan. Klausul 8.1
Dokumen Terkait:
1. Prosedur Tindakan Perbaikan dan Pencegahan (POS-8.5-
MR-01)
Proses Berakaitan dengan Pelanggan. Klausul 7.2
Dokumen Terkait:
1. Prosedur Perencanaan KBM (POS-7.1-KUR-01)
2. Prosedur Perencanaan Ujian Semester (POS-7.1-KUR-02)
3. Prosedur Perencanaan Ujian Sekolah (POS-7.1-KUR-03)
4. Prosedur Perencanaan Ujian Nasional (POS-7.1-KUR-04)
5. Prosedur Perencanaan KBM Akeselerasi(POS-7.1-KUR-05)
6. Prosedur Perencanaan KBM Cambridge(POS-7.1-KUR-06)
7. Prosedur Perencanaan Ujian Tengah Semester (POS-7.1-
KUR-07)
8. Prosedur PSB (POS-7.2-SIS-01)
144
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
9. Prosedur Ekstrakurikuler (POS-7.2-SIS-02)
10. Prosedur Penangan Keluhan Peserta didik (POS-7.2-SIS-03)
11. Prosedur Kesiap-siagaan (POS-7.2-SIS-04)
Penyediaan Produk dan Jasa. Klausul 7.5
Dokumen Terkait:
1. Prosedur Perencanaan KBM (POS-7.1-KUR-01)
2. Prosedur Perencanaan Ujian Semester (POS-7.1-KUR-02)
3. Prosedur Perencanaan Ujian Sekolah (POS-7.1-KUR-03)
4. Prosedur Perencanaan Ujian Nasional (POS-7.1-KUR-04)
5. Prosedur Perencanaan KBM Akeselerasi (POS-7.1-KUR-05)
6. Prosedur Perencanaan KBM Cambridge (POS-7.1-KUR-06)
7. Prosedur Perencanaan Ujian Tengah Semester (POS-7.1-
KUR-07)
8. Prosedur PSB (POS-7.2-SIS-01)
9. Prosedur Ekstrakurikuler (POS-7.2-SIS-02)
10. Prosedur Penanganan Keluhan Pelanggan (POS-7.2-SIS-03)
11. Prosedur kesiapsiagaan (POS-7.2-SIS-04)
12. Prosedur KORMA (POS-7.5-KORMA-01)
13. Prosedur Layanan Bimbngan Konseling (POS-7.5-BK-01)
14. Prosedur Pengendalian Data Dalam BK (POS-7.5-BK-02)
15. Prosedur Perpustakaan (POS-7.5-PUS-01)
16. Prosedur Pengendalian Lab. IPA (POS-7.5-LMIPA-01)
17. Prosedur Pengendalian Lab. Bahasa (POS-7.5-LBHS-01)
18. Prosedur Pengendalian Lab. Komputer (POS-7.5-KOM-01)
4. IWA-2 STANDAR TENAGA KEPENDIDIKAN
Penyediaan Sumberdaya. Klausul 6.1
Dokumen Terkait:
1. Prosedur Administrasi Kepegawaian (POS-6.2-TU-01)
2. Prosedur Pemeliharaan Gedung dan Peralatan (POS-6.3-SAR-01)
3. Prosedur Pemeliharaan Lingkungan (POS-6.4-SAR-01)
145 IWA-2:2007 Mengacu pada 8 Standar Pendidikan
Sumber Daya Manusia. Klausul 6.2
Dokumen Terkait:
1. Prosedur Administrasi Kepegawaian (POS-6.2-TU-01)
2. Prosedur Pengembangan SDM (POS-6.2-TU-02)
Tanggung jawab, Wewenang dan Komunikasi. Klausul 5.5
Dokumen Terkait:
1. Uraian Deskripsi Tanggung Jawab dan Wewenang sesuai
Struktur Organisasi
5. IWA-2 STANDAR SARANA DAN PRASARANA
Prasarana. Klausul 6.3
Dokumen Terkait:
1. Prosedur Pemeliharaan Gedung dan Peralatan (POS-6.3-
SAR-01)
2. Prosedur Pemeliharaan Lingkungan (POS-6.4-SAR-01)
Lingkungan Kerja. Klausul 6.4
Dokumen Terkait:
1. Prosedur Pemeliharaan Gedung dan Peralatan (POS-6.3-
SAR-01)
2. Prosedur Pemeliharaan Lingkungan (POS-6.4-SAR-01)
6. IWA-2 STANDAR PENGELOLAAN
Komitmen Manajemen. Klausul 5.1
Dokumen Terkait:
1. Prosedur Tinjauan Manajemen (POS-5.6-MR-01)
Perencanaan. Klausul 5.4
Dokumen Terkait:
1. Rencana Manajemen Mutu (Sasaran Mutu)
Tinjauan Manajemen. Klausul 5.6
Dokumen Terkait:
1. Prosedur Tinjauan Manajemen (POS-5.6-MR-01)
146
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
Perencanaan Realisasi Lulusan. Klausul 7.1
Dokumen Terkait:
1. Prosedur Perencanaan KBM (POS-7.1-KUR-01)
2. Prosedur Perencanaan Ujian Semester (POS-7.1-KUR-02)
3. Prosedur Perencanaan Ujian Sekolah (POS-7.1-KUR-03)
4. Prosedur Perencanaan Ujian Nasional (POS-7.1-KUR-04)
5. Prosedur Perencanaan KBM Akeselerasi (POS-7.1-KUR-05)
6. Prosedur Perencanaan KBM Cambridge (POS-7.1-KUR-06)
7. Prosedur Perencanaan Ujian Tengah Semester (POS-7.1-
KUR-07)
8. Rencana Mutu (RM-7.5)
Penyediaan Produk dan Jasa. Klausul 7.5
Dokumen Terkait:
1. Prosedur Perencanaan KBM (POS-7.1-KUR-01)
2. Prosedur Perencanaan Ujian Semester (POS-7.1-KUR-02)
3. Prosedur Perencanaan Ujian Sekolah (POS-7.1-KUR-03)
4. Prosedur Perencanaan Ujian Nasional (POS-7.1-KUR-04)
5. Prosedur Perencanaan KBM Akeselerasi (POS-7.1-KUR-05)
6. Prosedur Perencanaan KBM Cambridge (POS-7.1-KUR-06)
7. Prosedur Perencanaan Ujian Tengah Semester (POS-7.1-KUR-07)
8. Prosedur PSB (POS-7.2-SIS-01)
9. Prosedur Ekstrakurikuler (POS-7.2-SIS-02)
10. Prosedur Penanganan Keluhan Pelanggan (POS-7.2-SIS-03)
11. Prosedur kesiapsiagaan (POS-7.2-SIS-04)
12. Prosedur KORMA (POS-7.5-KORMA-01)
13. Prosedur Layanan Bimbngan Konseling (POS-7.5-BK-01)
14. Prosedur Pengendalian Data Dalam BK (POS-7.5-BK-02)
15. Prosedur Perpustakaan (POS-7.5-PUS-01)
16. Prosedur Pengendalian Lab. IPA (POS-7.5-LMIPA-01)
17. Prosedur Pengendalian Lab. Bahasa (POS-7.5-LBHS-01)
18. Prosedur Pengendalian Lab. Komputer (POS-7.5-KOM-01)
147 IWA-2:2007 Mengacu pada 8 Standar Pendidikan
Monitoring dan Pengukuran. Klausul 8.2
Dokumen Terkait:
1. Prosedur Pengukuran dan Pemantauan (POS-8.2-MR-01)
2. Prosedur Pengukuran Kepuasan Pelanggan (POS-8.2-HUM-01)
3. Prosedur Internal Audit (POS-8.2-MR-01)
Perbaikan. Klausul 8.5
Dokumen Terkait:
1. Prosedur Tindakan Perbaikan dan Pencegahan (POS-8.5-
MR-01)
Tanggung jawab, Wewenang dan Komunikasi. Klausul 5.5
Dokumen Terkait:
1. Uraian Deskripsi Tanggung Jawab dan Wewenang sesuai
Struktur Organisasi
Monitoring dan Pengukuran. Klausul 8.2
Dokumen Terkait:
1. Prosedur Pengukuran dan Pemantauan (POS-8.2-MR-01)
2. Prosedur Pengukuran Kepuasan Pelanggan (POS-8.2-HUM-01)
3. Prosedur Internal Audit (POS-8.2-MR-01)
Analisa Data. Klausul 8.4
Dokumen Terkait:
1. Prosedur Seleksi Supplier (Pemasok ) (POS-7.4-SAR-01)
2. Prosedur Seleksi Supplier (Pemasok ) (POS-7.4-LMIPA-01)
3. Prosedur Pengukuran Kepuasan Pelanggan (POS-8.2-HUM-01)
Perbaikan. Klausul 8.5
Dokumen Terkait:
1. Prosedur Tindakan Perbaikan dan Pencegahan (POS-8.5-
MR-01)
148
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
7. IWA-2 STANDAR PEMBIAYAAN
Penyediaan Sumberdaya. Klausul 6.1
Dokumen Terkait:
1. Prosedur Administrasi Kepegawaian (POS-6.2-TU-01)
2. Prosedur Pemeliharaan Gedung dan Peralatan (POS-6.3-
SAR-01)
3. Prosedur Pemeliharaan Lingkungan (POS-6.4-SAR-01)
Pembelian. Klausul 7.4
Dokumen Terkait:
1. Prosedur Pengadaan dan Pendistribusian Barang (POS-7.4-
SAR-01)
2. Prosedur Seleksi Supplier (Pemasok) (POS-7.4-SAR-02)
8. IWA-2 STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN
Perencanaan Realisasi Lulusan. Klausul 7.1
Dokumen Terkait:
1. Prosedur Perencanaan KBM (POS-7.1-KUR-01)
2. Prosedur Perencanaan Ujian Semester (POS-7.1-KUR-02)
3. Prosedur Perencanaan Ujian Sekolah (POS-7.1-KUR-03)
4. Prosedur Perencanaan Ujian Nasional (POS-7.1-KUR-04)
5. Prosedur Perencanaan KBM Akeselerasi(POS-7.1-KUR-05)
6. Prosedur Perencanaan KBM Cambridge(POS-7.1-KUR-06)
7. Prosedur Perencanaan Ujian Tengah Semester (POS-7.1-KUR-07)
8. Rencana Mutu (RM-7.5)
Penyediaan Produk dan Jasa. Klausul 7.5
Dokumen Terkait:
1. Prosedur Perencanaan KBM (POS-7.1-KUR-01)
2. Prosedur Perencanaan Ujian Semester (POS-7.1-KUR-02)
3. Prosedur Perencanaan Ujian Sekolah (POS-7.1-KUR-03)
4. Prosedur Perencanaan Ujian Nasional (POS-7.1-KUR-04)
5. Prosedur Perencanaan KBM Akeselerasi (POS-7.1-KUR-05)
149 IWA-2:2007 Mengacu pada 8 Standar Pendidikan
6. Prosedur Perencanaan KBM Cambridge (POS-7.1-KUR-06)
7. Prosedur Perencanaan Ujian Tengah Semester (POS-7.1-KUR-07)
8. Prosedur PSB (POS-7.2-SIS-01)
9. Prosedur Ekstrakurikuler (POS-7.2-SIS-02)
10. Prosedur Penanganan Keluhan Pelanggan (POS-7.2-SIS-03)
11. Prosedur kesiap-siagaan (POS-7.2-SIS-04)
12. Prosedur KORMA (POS-7.5-KORMA-01)
13. Prosedur Layanan Bimbngan Konseling (POS-7.5-BK-01)
14. Prosedur Pengendalian Data Dalam BK (POS-7.5-BK-02)
15. Prosedur Perpustakaan (POS-7.5-PUS-01)
16. Prosedur Pengendalian Lab. IPA (POS-7.5-LMIPA-01)
17. Prosedur Pengendalian Lab. Bahasa (POS-7.5-LBHS-01)
18. Prosedur Pengendalian Lab. Komputer (POS-7.5-KOM-01)
Pengendalian Peralatan Monitoring dan Pengukuran. Klausul 7.6
Dokumen Terkait:
1. Prosedur Pengukuran dan Pemantauan (POS-8.2-MR-01)
2. Prosedur Pengukuran Kepuasan Pelanggan (POS-8.2-HUM-01)
3. Prosedur Internal Audit (POS-8.2-MR-01)
4. Prosedur Tindakan Perbaikan dan Pencegahan (POS-8.5-
MR-01) ...
Monitoring dan Pengukuran. Klausul 8.2
Dokumen Terkait:
1. Prosedur Pengukuran dan Pemantauan (POS-8.2-MR-01)
2. Prosedur Pengukuran Kepuasan Pelanggan (POS-8.2-HUM-01)
3. Prosedur Internal Audit (POS-8.2-MR-01)
Pengendalian Produk Tidak Sesuai. Klausul 8.3
Dokumen Terkait:
1. Prosedur Penanganan Produk Tidak Sesuai (POS-8.3-MR-01)
2. Prosedur Tindakan Perbaikan dan Pencegahan (POS-8.5-MR-01)
150
ISO 9001: 2008
DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION
Analisa Data. Klausul 8.4
Dokumen Terkait:
1. Prosedur Seleksi Supplier (Pemasok ) (POS-7.4-SAR-01)
2. Prosedur Seleksi Supplier (Pemasok ) (POS-7.4-LMIPA-01)
3. Prosedur Pengukuran Kepuasan Pelanggan (POS-8.2-HUM-01)
Perbaikan. Klausul 8.5
Dokumen Terkait:
1. Prosedur Tindakan Perbaikan dan Pencegahan (POS-8.5-MR-01)
Persyaratan Dokumen. Klausul 4.2
Dokumen Terkait:
1. Prosedur Pengendalian Dokumen Mutu (POS-4.2-MR-01)
2. Prosedur Pengendalian Catatan Mutu (POS-4.2-MR-02)
Penyediaan Produk dan Jasa. Klausul ISO 7.5
Dokumen Terkait:
1. Prosedur Perencanaan KBM (POS-7.1-KUR-01)
2. Prosedur Perencanaan Ujian Semester (POS-7.1-KUR-02)
3. Prosedur Perencanaan Ujian Sekolah (POS-7.1-KUR-03)
4. Prosedur Perencanaan Ujian Nasional (POS-7.1-KUR-04)
5. Prosedur Perencanaan KBM Akeselerasi (POS-7.1-KUR-05)
6. Prosedur Perencanaan KBM Cambridge (POS-7.1-KUR-06)
7. Prosedur Perencanaan Ujian Tengah Semester (POS-7.1-KUR-07)
8. Prosedur PSB (POS-7.2-SIS-01)
9. Prosedur Ekstrakurikuler (POS-7.2-SIS-02)
10. Prosedur Penanganan Keluhan Pelanggan (POS-7.2-SIS-03)
11. Prosedur kesiapsiagaan (POS-7.2-SIS-04)
12. Prosedur KORMA (POS-7.5-KORMA-01)
13. Prosedur Layanan Bimbngan Konseling (POS-7.5-BK-01)
14. Prosedur Pengendalian Data Dalam BK (POS-7.5-BK-02)
15. Prosedur Perpustakaan (POS-7.5-PUS-01)
16. Prosedur Pengendalian Lab. IPA (POS-7.5-LMIPA-01)
17. Prosedur Pengendalian Lab. Bahasa (POS-7.5-LBHS-01)
18. Prosedur Pengendalian Lab. Komputer (POS-7.5-KOM-01)
Beaumont, Leland R. 1995. ISO 9001: The Standard Internatonal Standard
System for Assuring Product and Service Quality. ISO Easy: New
Jersey
Cianfrani, Charles A., J. Tsiakals., John E. West., Jack West. 2000. ISO
9001:2000 Explained. ASQ Quality Press: Wisconsin
Gaal, Arpad. 2001. ISO 9001:2000 for Small Business: Implementng
Process-Approach Quality Management. CRC Press LLC: Florida
Jenner, Michael G. 1995. Sofware Quality Management and ISO 9001:
How to Make Them Work for You. Jon Wiley and Son: New Jersey
Kanholm, Jack. 2008. ISO 9001:2008 Template Documentaton: Quality
Manual, 26 Operatonal Procedures and 18 forms. AQA Press:
Canada Ketola, J., Kathy Roberts. 2001. ISO 9001:2000 Management
Responsibility In a Nutshell. Paton Press: California
Russel, J.P., Dennis Arter. 2008. ISO Lesson Guide 2008 Pocket Guide to
ISO 9001-2008 Third Editon. ASQ Quality Press: Wisconsin
Tricker, Ray., Bruce Sherring-Lucas. 2005. ISO 9001:2000 in Brief. Elsevier:
Burlington
Trubiano, John., Gerard W. Paradis., John R. Trebbiano. 2002. Demystfying
ISO 9001:2000. Prentce Hall: New Jersey
Vavra, Terry G. 2002. Customer Satsfacton Measurement Simplifed: A
Step-by-Step Guide for ISO 9001:2000 Certfcaton. ASQ Quality
Press: Wisconsin
Wealleans, David. 2005. The Quality Audit for ISO 9001:2000: A Practcal
Guide. Gower Publishing Limiter: England
BOOK REFERENCES
Nama : Purwadi, M.Pd.
Tanggal Lahir : Kediri, 16 Desember 1975
Pendidikan : Prog. Pascasarjana Universitas Islam Malang (UNISMA)
Pelathan : 1. Pelathan SMM ISO9001:2008 Malang
2. Pelathan SMM ISO9001:2008 Surabaya
3. Pelathan SMM ISO9001:2008 Jakarta
4. Pelathan R-SMA BI Jakarta P-SMA Pusat
5. Penerimaan R-SMA BI Jakarta
Pengalaman Kerja
1. Ketua Program Rintsan Sekolah Bertaraf Internasional SMA AR-
Risalah Lirboyo Kota Kediri (2009-2010)
2. Ketua perolehan sertfkasi ISO 9001:2008 SMA Ar-Risalah Lirboyo
Kota-Kediri (2009- sampai sekarang)
3. Pelath dan Konsultan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008
(2008 s/d sekarang)
4. Instruktur pelathan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 (2008
s/d sekarang)
Kantor Pusat : Jl. Raya Bancar No. 26 Prambon Nganjuk.
Mobile Phone: 085 735 935 737
Email: primaeducaton26@gmail.com
WRITER & TRAINER SMM ISO 9001:2008
CURRICULUM VITAE
SEKOLAH ANDA ADALAH KEBEBASAN DAN
KEKAYAAN ANDA, SELAMAT BERKAYA CIPTAKAN
NILAI TAMBAH YANG LANGGENG
INGAT !!!!!
No action nothing happen
When you take action miracle happen
Knowledge is something
Action is everything
Knowledge and action is perfecting