Anda di halaman 1dari 25

SKRINING TETANUS TOKSOID PADA

WANITA USIA SUBUR (WUS)


PENDAHULUAN
Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 1988 dan Unicef melalui
World Summit for Children pada tahun 1990 mengajak seluruh
dunia untuk mengeliminasi Tetanus neonatorum pada tahun 2000.
Tampaknya target ini tidak akan tercapai karena belum ditemukan
strategi operasional yang efektif, maka pada tahun 1999 UNICEF,
WHO dan UNFPA kembali mengajak Negara berkembang di dunia
untuk mencapai target eliminasi tetanus maternal dan neonatal
(MNTE) pada tahun 2005.
Upaya MNTE dengan memberikan imunisasi Tetanus Toksoid 5 dosis
pada wanita usia subur (wanita usia 15-39 tahun/WUS) telah mulai
diperkenalkan sejak tahun 1998 di Indonesia.
Upaya pemberian imunisasi Tetanus Toksoid pada wanita usia subur,
memerlukan dilakukan skrining TT untuk mengetahui status (jumlah
dosis) imunisasi Tetanus Toxoid yang telah diperoleh.
Beberapa hal yang perlu dipahami sebelum
melakukan skrining antara lain:
Imunisasi Tetanus
Program Nasional Imunisasi Tetanus
Status Imunisasi Tetanus
Dalam upaya eliminasi tetanus pada ibu dan bayi /
Maternal & Neonatal Tetanus Elimination (MNTE)
diperlukan pemberian imunisasi Tetanus Toksoid pada
wanita usia subur (WUS) termasuk ibu hamil.
Agar didapatkan perlindungan maksimal untuk bayi
dan ibunya maka imunisasi TT pada ibu hamil diberikan
dengan memperhatikan status imunisasi yang sudah
didapat sebelumnya.
Sebagaimana kita ketahui, TT akan memberikan
perlindungan seumur hidup, apabila diberikan secara
bertahap 5 (lima) dosis sesuai Jadua! Imunisasi TT 5
dosis (terlampir).
Penggunaan indikator kualitas asuhan
antenatal (ANC) yang berkaitan dengan status
imunisasi TT sebagai berikut :
ANC berkuailtas apabila pada saat:
Kunjungan pertama (K1) minimal sudah mempunyai
status T1 atau mendapat imunisasi TT1 pada saat K1
tersebut
Kunjungan ke empat (K4) minimal sudah mempunyai
status T2 atau mendapat imunisasi TT2 pada saat K4
tersebut
IMUNISASI TETANUS
Dapat diberikan secara:
imunisasi pasif dengan pemberian Vaksin Jerap
Tetanus,
imunisasi aktif dengan pemberian Tetanus Toksoid.
Karena mempunyai masa kerja yang singkat maka
imunisasi pasif dipergunakan hanya dalam
keadaan darurat, sedangkan untuk memperoleh
masa perlindungan yang lama diberikan imunisasi
aktif.
IMUNISASI TETANUS
Imunisasi tetanus toksoid memberikan perlindungan
optimal bila diberikan dengan interval (selang waktu)
antar dosis tidak terlalu dekat (interval minimal).
Bila imunisasi berikutnya diberikan lebih cepat dari
interval minimal, maka imunisasi tersebut menjadi
kurang optimal, sehingga perlu diulang setelah
melewati interval minimal dari suntikan sebelumnya.
Tetapi tidak ada interval maksimal untuk imunisasi
tetanus toksoid, oleh karenanya pemberian imunisasi
berikutnya dapat dilakukan kapanpun setelah melewati
interval minimal (boleh terlambat).
Tabel 1
Lama Perlindungan dan Interval Minimal
Pemberian Imunisasi TT
Lama Perlindungan Status TT Interval (selang waktu) minimal
0 tahun T1
10 tahun T4
1 bulan setelah T1
6 bulan setelah T2
5 tahun T3
12 bulan setelah T3
> 25tahun T5
12 bulan setelah T4
3 tahun T2
PROGRAM NASIONAL IMUNISASI TETANUS
Imunisasi tetanus diberikan melalui Imunisasi Rutin
dan Akselerasi MNTE.
1. Imunisasi Rutin
Imunisasi tetanus diberikan bersamaan dengan imunisasi
lain dengan sasaran Bayi (DPT), Wanita usia subur (WUS) :
Calon Pengantin (TT Catin), dan Ibu Hamil (TT Bumil), serta
pada Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
2. Program Akselerasi MNTE untuk WUS (sejak 2001)
Upaya akselerasi MNTE dilakukan untuk mempercepat agar
seluruh WUS di daerah risiko tinggi mencapai status TT 5
dosis. Upaya ini dilakukan dengan melakukan imunisasi
massal (campaign) TT terhadap semua WUS di daerah risiko
tinggi.


Imunisasi Rutin
Imunisasi dasar DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus)
Diberikan pada bayi sebanyak tiga dosis (pada umur 2-3-4 bulan).
Imunisasi DPT telah diberikan pada bayi sejak tahun 1976. Pada
tahun 1990 UCI (Universal Children Immunization) di tingkat
nasional tercapai, hal ini berarti minimal 80% bayi telah mendapat
imunisasi lengkap termasuk mendapat DPT tiga dosis.
Imunisasi Calon Pengantin (TT Catin)
Imunisasi TT pada calon pengantin dimulai pada tahun 1984,
diberikan sebanyak 2 dosis dengan interval satu bulan. Sejak tahun
1998 imunisasi TT pada saat pemeriksaan kesehatan calon
pengantin, diberikan berdasarkan hasil skrining status TT
(berdasarkan TT 5 dosis).
Imunisasi Rutin
Imunisasi Ibu Hamil (TT Bumil)
Imunisasi TT pada ibu hamil telah dimulai dari tahun 1976.
Diberikan 2 kali suntikan TT dengan interval satu bulan pada saat
pemeriksaan antenatal untuk setiap kehamilan. Sejak tahun 1998
dengan mulai diperkenalkannya kebijakan TT 5 dosis, maka
pemberian imunisasi pada ibu hamil dilakukan berdasarkan hasil
skrining (tidak selalu harus mendapat suntikan imunisasi TT pada
saat pemeriksaan antenatal).
Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah/ BIAS
Sejak tahun1984 anak sekolah dasar mendapat imunisasi Tetanus
toxoid 4 dosis berupa: 2 dosis DT (interval 1 bulan) pada kelas 1 dan
2 dosis TT (interval 1 bulan) pada kelas 6. Kemudian sejak tahun
2001 jadual imunisasi anak sekolah disesuaikan dengan jadual TT 5
dosis dengan memberikan imunisasi TT sebanyak 3 dosis saja (kelas
1 DT, Kelas 2 TT, kelas 3 TT).
Tabel 2
Sejarah pemberian imunisasi TT di Indonesia
TAHUN 1976 1984
1990
(UCI Nasional)
1998 2001
Bayi DPT3 DPT3 DPT3 DPT3 DPT3

BIAS

-

DT 2x kls 1
TT 2x kls 6

DT 2x kls 1
TT 2x kls 6

DT 1xkls 1
TT 1x kls 2
TT 1x kls 3
TT 1x kls 4
TT 1x kls 5
TT1xkl s6


DT 1x kls 1
TT 1x kls 2
TT 1x kls 3

Catin TT2 TT2 TT (bila perlu) TT (bila perlu)
Bumil TT2x/hamil TT2x/hamil TT2x/hamil TT (bila perlu) TT (bila perlu)
STATUS IMUNISASI TETANUS
Dalam menentukan status imunisasi tetanus
perlu memperhatikan beberapa hal, antara
lain : Tahun kelahiran, Jadual imunisasi dan
sejarah pemberian imunisasi TT di Indonesia
seperti tabel 2 di atas.

Umur di bawah 20 tahun (lahir setelah 1987)
Seorang WUS muda sebagian besar
diperkirakan telah mendapat imunisasi
lengkap pada waktu bayi dan sekolah,
sehingga sudah memiliki status TT lengkap 5
dosis, seperti terlihat pada tabel 3.

Tabel 3
Status TT berdasarkan imunisasi Bayi dan Anak sekolah
(BIAS)
Program
Imunisasi
Jenis
Imunisasi
Waktu
Pemberian
Status TT

Bayi
DPT 1 * Umur 2 bulan T0
DPT 2* Umur 3 bulan T1
DPT 3 * Umur 4 bulan T2

BIAS
DT Kelas 1 SD T3
TT Kelas 2 SD T4
TT Kelas 3 SD T5
Umur di atas 20 tahun (lahir sebelum 1987)
Seorang WUS yang berumur diatas 20 tahun
mungkin mempunyai status TT 5 dosis, melalui
berbagai jenis pelayanan imunisasi dengan
jadual yang belum disesuaikan dengan jadual
TT 5 dosis, mulai dari imunisasi bayi, anak
sekolah, calon pengantin, ibu hamil, maupun
melalui kampanye akselerasi TT WUS.
SKRINING STATUS IMUNISASI TETANUS
Terdapat 2 jenis skrining status imunisasi tetanus
toksoid, yaitu :
1. Skrining lengkap
Mencatat secara lengkap imunisasi yang didapat
seorang WUS saat Bayi, BIAS, Catin, kehamilan
dan kegiatan program akselerasi.
2. Skrining sederhana
Hanya mencatat apakah pernah/tidak seorang
WUS mendapat imunisasi saat BIAS, Catin,
kehamilan dan kegiatan program akselerasi

Dengan memahami interval minimal
pemberian imunisasi TT dan dengan
memperhatikan sejarah pemberian imunisasi
TT rutin dan kegiatan akselerasi imunisasi TT
WUS (akselerasi MNTE), maka skrining status
TT dapat dilakukan dengan mengajukan
beberapa pertanyaan sebagai berikut:

1. Usia/tahun kelahiran WUS
(mencari riwayat Imunisasi Bayi)
Umur di bawah 20 tahun (lahir setelah 1987)
Seorang WUS muda sebagian besar diperkirakan telah
mendapat imunisasi lengkap pada waktu bayi dan sekolah,
sehingga sudah memiliki status TT lengkap 5 dosis.
Umur antara 20-30 tahun (lahir antara 1987-1977 )
Tanyakan imunisasi yang pernah diterima pada saat bayi,
anak sekolah, calon pengantin, dan kehamilan sebelumnya.
Bila tidak mempunyai catatan/kartu imunisasi saat bayi,
maka abaikan pertanyaan imunisasi saat bayi. Langsung
ke pertanyaan 2
Umur di atas 30 tahun (lahir sebelum 1977)
Pasti tidak mendapat imunisasi BIAS. Langsung ke
pertanyaan 3

2. Imunisasi Anak Sekolah
Apakah lulus kelas 6 SD?
(Bila YA, ke pertanyaan selanjutnya, bila TIDAK
langsung ke pertanyaan 3)
Apakah mendapat suntikan imunisasi di
lengan saat SD? Berapa kali & padam kelas
berapa?
3. Imunisasi Calon Pengantin
Apakah pada saat Calon Pengantin mendapat
suntikan imunisasi di lengan?
(Bila YA, ke pertanyaan selanjutnya, bila TIDAK
langsung ke pertanyaan 4)
Berapa kali? dengan interval berapa bulan?
4. Imunisasi Masa Kehamilan
Apakah sudah pernah hamil sebelumnya?
(Bila YA, ke pertanyaan selanjutnya, bila TIDAK
langsung ke pertanyaan 5)
Pada kehamilan sebelumnya apakah mendapat
imunisasi TT? Berapa kali?.
(Bila YA, ke pertanyaan selanjutnya, bila TIDAK
langsung ke pertanyaan 5)
Berapa jarak (interval) dari imunisasi TT yang
didapat saat catin dengan imunisasi saat hamil?

5. Imunisasi kegiatan Akseierasi MNTE
Apakah pernah mendapat suntikan imunisasi
di lengan selain pada saat calon pengantin,
dan masa kehamilan? Berapa kali? Kapan?

Contoh skrining
WUS berumur di bawah 30 tahun
(tahun lahir setelah 1977)
Riwayat Imunisasi Skrining lengkap Skrining Sederhana
BIAS
KIs 1 2x (T2)
KIs 2
KIs 3
KIs 4
KIs 5
KIs 6 2x (T3)
KIs 1 Pernah (T1)
KIs 6 Pernah (T2)
Catin
TT 1 + (T4)
TT2 -
Pernah (T3)
Harni! 1
TT 1 + (T5) bila interval dari (T4)
ke TT5 minimal satu tahun)

TT 2 + (tidak dihitung, interval
kurang satu tahun)
Pernah (T4) bila interval
antara TT3 ke TT4 minimal satu
tahun
Status imunisasi TT
Sekarang
T5 T4
Contoh skrining
TT pada WUS di atas 30 tahun
(tahun lahir sebelum 1977)
Riwayat Imunisasi Skrining Lengkap Skrining sederhana
Catin TT1 +
TT2 -
Pernah (T1)
Hamil 1 TT 1 + (T2)
TT 2 + (T3) bila interval antara TT2
ke TT3, minimal 6 bulan
Pernah (T2)
Hamil 2 TT 1 + (T4) bila interval dari TT3 ke
TT4 minimal satu tahun

TT 2 -> + (tidak dihitung, interval
kurang satu tahun)
Pernah (T3)
Akselerasi MNTE TT 1 (T5) Pernah (T4)
Status imunisasi TT
Sekarang
T5 T4