Anda di halaman 1dari 16

This is the html version of the file http://180.241.122.

205/docjurnal/RATNA_JUWITA-
jurnal_kti_ratna_juwita_10010077.pdf.
Google automatically generates html versions of documents as we crawl the web.
Page 1
HUBUNGAN KELUARGA DENGAN DEPRESI PADA LANSIA
DI UPTD RUMOH SEJAHTERA GEUNASEH SAYANG
ULEE KARENG BANDA ACEH TAHUN 2013
RATNA JUWITA
Abtratrak
Hampir 30% lansia menderita depresi dan timbulnya depresi memiliki hubungan dengan
beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat depresi tersebut diantaranya usia, jenis kelamin, peristiwa
kehidupan dan dukungan keluarga. Untuk mengetahui hubungan keluarga dengan depresi pada lansia di
UPTD Rumoh Sejahtera Geunaseh Sayang Ulee Kareng Banda Aceh Tahun 2013 yang meliputi usia, jenis
kelamin, peristiwa kehidupan dan dukungan keluarga. Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan
pendekatan cross sectional dengan populasi 60 orang, total sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang
memiliki bayi di BPS Jauniwati sebanyak 60 orang. Tehnik pengambilan sampel adalah total sampling.
Cara pengumpulan data dengan cara melakukan wawancara. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 18-21
Juli 2013, dari hasil penelitian menunjukkan diketahui depresi pada lansia dengan frekuensi terbanyak
berada pada kategori sedang yaitu sebanyak 32 responden (53,3%). Terdapat hubungan antara usia (p-value
= 0,015 ), peristiwa kehidupan (p-value = 0,007 atau p 0,05) dan dukungan keluarga (p-value = 0,008
atau p 0,05) dengan depresi pada lansia dan tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin (p-value =
0,706 atau p 0,05) dengan depresi pada lansia Bahwa ada hubungan antara usia, peristiwa kehidupan
dan dukungan keluarga dengan depresi pada lansia. Diharapkan sebagai masukan bagi UPTD Rumoh
Sejahtera Geunaseh Sayang Ulee Kareng Banda Aceh agar dapat meningkatkan kesejahteraan pada lansia
sehingga lansia dapat terhindar dari stresor-stresor yang dapat menyebabkan depresi pada lansia.
Kata kunci: Usia, jenis kelamin, persitiwa kehidupan, dukungan keluarga, depresi lansia
PENDAHULUAN
Depresi merupakan problem
kesehatan masyarakat yang cukup serius.
World Health Organization
(WHO)
menyatakan bahwa depresi berada pada
urutan ke empat penyakit di dunia. Sekitar
20 % wanita dan 12 % pria dalam suatu
waktu kehidupannya pernah mengalami
depresi. Depresi adalah kondisi umum yang
terjadi pada lansia. Kondisi ini sering
berhubungan dengan kondisi sosial,
kejadian hidup seperti kehilangan, masuk
rumah sakit, menderita sakit atau merasa
ditolak oleh teman dan keluarganya serta
masalah fisik yang dialaminya (Amir ,
2005). Menurut Hawari (2001) bahwa 1
dari 5 orang pernah mengalami depresi
dalam kehidupannya, selanjutnya 5-15 %
para pasien-pasien depresi melakukan
bunuh diri setiap tahun.
Proses menua pada seseorang
sebenarnya sudah mulai terjadi sejak
pembuahan atau konsepsi dan berlangsung
sampai saat kematian. Proses menua (aging)
adalah proses alami yang disertai adanya
penurunan kondisi fisik, psikologis maupun
sosial yang saling berinteraksi satu sama
lain. Keadaan itu cenderung berpotensi
menimbulkan masalah secara umum
maupun kesehatan jiwa secara khusus pada
usia lanjut (Kuntjoro, 2002).
Perkiraan bertambahnya jumlah
lansia Indonesia, dalam kurun waktu tahun
1990 2025, tergolong tercepat di dunia.
Jumlah pada tahun 2002 sebanyak 16 juta
dan diperkirakan akan menjadi 25,5 juta
pada tahun 2020 atau sebesar 11,37 %
penduduk dan ini merupakan peringkat ke
empat dunia, di bawah Cina, India dan
Amerika Serikat. Sedangkan umur harapan
hidup berdasarkan sensus BPS 1998 adalah
63 tahun untuk pria dan 67 tahun untuk
perempuan. Menurut kajian WHO (2001),
usia harapan hidup orang Indonesia rata-
rata adalah 59,7 tahun dan menempati
urutan ke 103 dunia, dan nomor satu adalah
Jepang dengan usia harapan hidup rata-rata
74,5 tahun (Kuntjoro, 2002).
Berdasarkan hasil pengambilan
data awal yang peneliti lakukan di UPTD
Rumoeh Seujahtera Ulee Kareng Banda
Aceh didapatkan jumlah lansia yang tinggal
di panti tersebut sebanyak 60 orang yang
terdiri dari 22 laki-laki dan 38 orang
perempuan.

Page 2
Rumusan Masalah
Berdasarkan Uraian diatas
maka timbul pertanyaan penelitiApakah
ada hubungan keluarga dengan depresi pada
lansia di UPTD Rumoh Sejahtera Ulee
Kareng Banda Aceh 2013 ?
Tujuan penelitian
a. Tujuan Umum
Untuk
mengetahui
hubungan keluarga dengan
depresi pada lansia di UPTD
Rumoh
Sejahtera
Ulee
Kareng Banda Aceh 2013.
b. Tujuan khusus
1. Untuk mengetahui hubungan
usia dengan depresi pada
lansia di UPTD Rumoh
Sejahtera Ulee Kareng Banda
Aceh 2013
2. hubungan usia dengan jenis
kelamin pada lansia di UPTD
Rumoh Sejahtera Ulee Kareng
Banda Aceh 2013
3. hubungan peristiwa kehidupan
dengan depresi pada lansia di
UPTD Rumoh Sejahtera Ulee
Kareng Banda Aceh 2013
4. hubungan dukungan keluarga
dengan depresi pada lansia di
UPTD Rumoh Sejahtera Ulee
Kareng Banda Aceh 2013
Manfaat Penelitian
1. Hasil penelitian ini diharapkan
dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman
dalam
bidang
penelitian, dan dapat mengetahui
pentingnya dukungan keluarga
terhadap lansia.
2. Sebagai bahan tinjauan keilmuan
sehingga dapat meningkatkan
pengetahuan perserta didik dalam
menerapkan asuhan keperawatan.
3. Sebagai masukan untuk mencegah
terjadinya depresi pada lansia yang
tinggal di UPTD.
METODE PENELITIAN
Kerangka Konsep
Faktor-faktor yang meningkatkan
resiko lansia untuk terjadi depresi meliputi :
usia, status sosial ekonomi, status
pernikahan, jenis kelamin dan dukungan
sosial.Faktor-faktor ini dapatmempengaruhi
tingkat depresi yang dialami oleh lansia
(Nevid dkk, 2003).
Sedangkan Menurut Durrand dan
Barrow (2006) Faktor-faktor penyebab
gangguan suasana perasaan depresi antara
lain:Pengaruh genetic, Peristiwa kehidupan
stressful,Learned,Helplessness,Negative
cognitive styles,Hubungan Pernikahan,Jenis
kelamin,Dukungan social.
Menurut Marchira dkk (2007), depresi
terjadi lebih banyak pada umur yang lebih
tua dan dukungan keluarga yang rendah.
Oleh karena itu, lansia yang berada di
lingkungan keluarga atau tinggal bersama
keluarga serta mendapat dukungan dari
keluarga akan membuat lansia merasa lebih
sejahtera. Adapun skema kerangka konsep
penelitian adalah sebagai berikut :
Variabel penelitian
Dalam penelitian ini terdapat beberapa
variabel yang diteliti , yaitu sebagai berikut:
1. Depresi lansia: Kelainan alam
perasaan berupa kehilangan minat
atau kesenangan dalam aktivitas
aktivitas yang biasa dari waktu
lampau yang dapat digolongkan
dalam ringan, sedang dan berat
2. Usia: Pembagian kelompok usia
yang dimiliki oleh lansia
3. Jenis Kelamin: Perbedaan antara
perempuan dengan laki-laki secara
biologis sejak seseorang lahir.
4. Peristiwa kehidupan: Suatu
kejadian negatif yang pernah
Depresi
lansia
Usia
Jenis
kelamin
Kelami
Peristiwa
kehidupan
Dukungan
keluarga

Page 3
terjadi dalam kehidupan lansia
yang dapat menyebabkan
terjadinya depresi
5. Dukungan Keluarga: Suatu bentuk
bantuan yang diberikan keluarga
baik secara moril maupun materil
untuk mengurangi tingkat depresi
pada lansia
Hipotesa
Ada hubungan usia dengan depresi
pada lansia di UPTD Rumoeh Seujahtera
Geunaseh Sayang Ulee Kareng Banda
Aceh 2013.Ada hubungan jenis kelamin
dengan depresi pada lansia di UPTD
Rumoeh Seujahtera Geunaseh Sayang Ulee
Kareng Banda Aceh 2013. Ada hubungan
peristiwa kehidupan dengan depresi pada
lansia di UPTD Rumoeh Seujahtera
Geunaseh Sayang Ulee Kareng Banda Aceh
2013.Ada hubungan dukungan keluarga
dengan depresi pada lansia di UPTD
Rumoeh Seujahtera Geunaseh Sayang Ulee
Kareng Banda Aceh 2013
Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi adalah jumlah keseluruhan
dari suatu varibel yang diamati yang
menyangkut masalah yang diteliti
(Notoatmodjo. 2005). Dalam pengumpulan
data ini populasi nya yaitu seluruh lansia
yang tinggal di UPTD Rumoh Sejahtera
Ulee Kareng Banda Aceh yaitu sebanyak 60
orang.
2. Sampel
Sampel adalah suatu
bagian dari populasi dimana
pemilihan nya menggunakan
sampling tertentu untuk bisa
memenuhi atau mewakili populasi
tertentu (Notoadmojo, 2003).
Adapun pengambilan sampel
dalam penelitian ini adalah dengan
metode
total
sampling
dimanaseluruh anggota populasi
dijadikan sampel yaitu sebanyak
60 orang.
Desain Penelitian
Jenis penelitian dalam penelitian ini
adalah analitik
dengan menggunakan
pendekatan cross sectional, yaitu variabel
sebab atau risiko dan akibat atau kasus yang
terjadi pada objek penelitian diukur atau
dikumpulkan secara simultan (pada waktu
bersamaan)
(Notoatmodjo,
2005).
Penelitian ini untuk mengetahui hubungan
variabel bebas (independen variabel)
dengan variabel terikat (dependen variabel)
yaitu ingin melihat hubungan keluarga
dengan depresi pada lansia di UPTD
Rumoh Sejahtera Ulee Kareng Banda Aceh
2013.
Tempat dan Waktu
Pengumpulan data penelitian ini akan
di lakukan di UPTD Rumoeh Seujahtera
Geunaseh Sayang Ulee Kareng Banda
Aceh yang direncanakan dilakukan pada
bulan April Tahun 2013.
Pengumpulan Data
Cara pengumpulan data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah
dengan cara wawancara menggunakan
kuesioner untuk data primer dan untuk
sekunder diperoleh dari buku-buku yang
berhubungan dengan pengumpulan data
Analisa Data
a.Analisis Univariat
Analisa univariat dilakukan untuk
mengetahui distribusi frekuensi variabel
yang diteliti (Arikunto, 2002
b.Analisis Bivariat
Pada peneitian ini, analisa bivariat
yang digunakan untuk mengukur hubungan
adalah analisa silang dengan menggunakan
tabel silang yang di kenal dengan baris kali
kolom (B x K) dengan derajat kebebasan
(df) yang sesuai dengan tingkat kemaknaan
5% ( = 0,05) (Candra, 2009).

Page 4
HASIL DAN PEMBAHASAN
Tabel 5.1
Distribusi Frekuensi Usia Lansia di
UPTD Rumoh Sejahtera Geunaseh
Sayang Ulee Kareng Banda Aceh
2013(n=60)
Berdasarkan tabel 5.1 dari 60
responden dapat diketahui usia lansia
dengan frekuensi terbanyak dijumpai pada
lansia sangat tua yaitu sebanyak 27
responden (45%).
Tabel 5.2
Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin
Lansia di UPTD Rumoh Sejahtera
Geunaseh Sayang Ulee Kareng
Banda Aceh 2013
(n=60)
Berdasarkan tabel 5.2 dari 60
responden dapat diketahui jenis kelamin
lansia dengan frekuensi terbanyak adalah
perempuan yaitu sebanyak 33 responden
(55%).
Tabel 5.3
Distribusi Frekuensi Peristiwa
Kehidupan Lansia di UPTD Rumoh
Sejahtera Geunaseh Sayang Ulee
Kareng Banda Aceh 2013
(n=60)
Berdasarkan tabel 5.3 dari 60
responden dapat diketahui peristiwa
kehidupan lansia dengan frekuensi
terbanyak berada pada kategori pernah yaitu
sebanyak 38 responden (63,3%).
Tabel 5.4
Distribusi Frekuensi Dukungan
Keluarga Lansia di UPTD Rumoh
Sejahtera Geunaseh Sayang Ulee
Kareng Banda Aceh 2013
(n=60)
Berdasarkan tabel 5.2 dari 60
responden dapat diketahui dukungan
keluarga lansia dengan frekuensi terbanyak
berada pada kategori kurang yaitu sebanyak
35 responden (58,3%).
Tabel 5.5
Distribusi Frekuensi Depresi
Lansiadi UPTD Rumoh Sejahtera
Geunaseh Sayang Ulee Kareng
Banda Aceh 2013
(n=60)
Berdasarkan tabel 5.5 dari 60
responden dapat diketahui depresi pada
lansia dengan frekuensi terbanyak berada
pada kategori sedang yaitu sebanyak 32
responden (53,3%).

Page 5
Tabel 5.6
Hubungan usia dengan depresi pada
lansia di UPTD Rumoh Sejahtera
Geunaseh Sayang Ulee Kareng
Banda Aceh 20132012
(n=60)
Sumber: Data Primer (diolah, 2013)
Berdasarkan tabel 5.6
diatas dapat disimpulkan bahwa dari 8
responden (13,3%) dengan kategori usia
lansia pertengahan didapatkan 8,4% yang
mengalami tingkat depresi ringan, dari 21
orang responden (35,0%) dengan kategori
lansia didapatkan 18,3% yang mengalami
tingkat depresi ringan, dari 27 orang
responden (45%) dengan kategori lansia tua
didapatkan 30% yang mengalami tingkat
depresi sedang dan dari 4 orang responden
(6,7%) dengan kategori usia sangat tua
didapatkan 5% yang mengalami tingkat
depresi sedang.
Berdasarkan hasil uji
statistik yang telah dilakukan, didapatkan p-
value 0,015 yang berarti p-value 0,05,
sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesa
nol (H0) ditolak, yang berarti terdapat
hubungan antara usia dengan depresi pada
lansia di UPTD Rumoh Sejahtera Geunaseh
Sayang Ulee Kareng Banda Aceh 2013.
Tabel 5.7
Hubungan jenis kelamin dengan
depresi pada lansia di UPTD Rumoh
Sejahtera Geunaseh Sayang Ulee
Kareng Banda Aceh 20132012
(n=60)
Sumber: Data Primer (diolah, 2013)
Berdasarkan tabel 5.7
diatas dapat disimpulkan bahwa dari 27
orang responden (45%) berjenis kelamin
laki-laki didapatkan 21,7% yang mengalami
tingkat depresi sedang dan dari 33
responden (55%) berjenis kelamin
perempuan, didapatkan 31,6% yang
mengalami tingkat depresi sedang.
Berdasarkan hasil uji
statistik yang telah dilakukan, didapatkan p-
value 0, 706 yang berarti p-value > 0,05,
sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesa
nol (H0) diterima, yang berarti tidak
terdapat hubungan antara jenis kelamin
dengan depresi pada lansia di UPTD
Rumoh Sejahtera Geunaseh Sayang Ulee
Kareng Banda Aceh 2013.
Tabel 5.8
Hubungan peristiwa kehidupan
dengan depresi pada lansia di UPTD
Rumoh Sejahtera Geunaseh Sayang
Ulee Kareng Banda Aceh 2013
(n=60)
Sumber: Data Primer (diolah, 2013)
Berdasarkan tabel 5.8 diatas dapat
disimpulkan bahwa dari 38 responden
(63,3%) yang pernah mengalami persitiwa
kehidupan didapatkan 25% yang mengalami
tingkat depresi sedang dan dari 22 orang
yang tidak pernah mengalami peristiwa
kehidupan didapatkan 28,3% yang
mengalami tingkat depresi sedang.
Berdasarkan hasil uji statistik yang
telah dilakukan, didapatkan p-value 0, 007
yang berarti p-value 0,05, sehingga dapat
disimpulkan bahwa hipotesa nol (H0)
diterima, yang berarti terdapat hubungan
antara peristiwa kehidupan dengan depresi
pada lansia di UPTD Rumoh Sejahtera
Geunaseh Sayang Ulee Kareng Banda Aceh
2013.

Page 6
Tabel 5.9
Hubungan dukungan keluarga
dengan depresi pada lansia di UPTD
Rumoh Sejahtera Geunaseh Sayang
Ulee Kareng Banda Aceh 2013
(n=60)
Sumber: Data Primer (diolah, 2013)
Berdasarkan tabel 5.9
diatas dapat disimpulkan bahwa dari 25
orang yang memiliki dukungan keluarga
yang baik didapatkan 21,7% yang
mengalami tingkat depresi ringan dan dari
35 responden (58,3%) yang memiliki
dukungan keluarga didapatkan 35% yang
memiliki tingkat depresi sedang.
Berdasarkan hasil uji
statistik yang telah dilakukan, didapatkan p-
value 0, 008 yang berarti p-value 0,05,
sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesa
nol (H0) ditolak, yang berarti tidak terdapat
hubungan antara dukungan keluarga dengan
depresi pada lansia di UPTD Rumoh
Sejahtera Geunaseh Sayang Ulee Kareng
Banda Aceh 2013.
PEMBAHASAN
a. Hubungan usia dengan depresi
pada lansia di UPTD Rumoh
Sejahtera Geunaseh Sayang Ulee
Kareng Banda Aceh 2013
Berdasarkan tabel 5.6 diatas dapat
disimpulkan bahwa dari 27 responden
(45%) dengan kategori usia lansia tua,
terdapat 18 responden (30%) yang memiliki
tingkat depresi sedang. Hasil analisa Uji
Chi-Square, diperoleh nilai p-value 0,015
yang berarti p-value 0,05, sehingga dapat
disimpulkan bahwa hipotesa nol (H0)
ditolak, yang berarti terdapat hubungan
antara usia dengan depresi pada lansia di
UPTD Rumoh Sejahtera Geunaseh Sayang
Ulee Kareng Banda Aceh 2013.
Hasil penelitian ini sejalan dengan
penelitian yang dilakukan Hidayat (2010),
tentang Hubungan Antara Jenis Kelamin,
Usia dan Status Pernikahan Dengan
Tingkat Depresi Pada Lansia Di
Perumahan Sinar Waluyo Semarang
menunjukkan bahwa ada hubungan antara
usia dengan tingkat depresi lansia dengan
tingkat hubungan lemah dengan nilai
koefisien korelasi sebesar atau r = 0.231
dengan p-value 0.008.
Depresi mampu menjadi kronis
apabila depresi muncul untuk pertama
kalinya pada usia 60 tahun keatas.
Berdasarkan hasil studi pasien lanjut usia
yang mengalami depresi diikuti selama 6
tahun, kira-kira 80% tidak sembuh namun
terus mangalami depresi atau mengalami
depresi pasang surut (Nevid, 2003).
Hasil penelitian di UPTD Rumoh
Sejahtera Geunaseh Sayang Ulee Kareng
Banda Aceh 2013 menyebutkan bahwa
terdapat hubungan antara usia dengan
depresi pada lansia di UPTD Rumoh
Sejahtera Geunaseh Sayang Ulee Kareng
Banda Aceh 2013. Hal ini disebabkan
karena semakin tua usia seseorang maka
semakin tinggi tingkat kemungkinan
mengalami depresi hal ini dipengaruhi oleh
perubahan-perubahan yang terjadi pada
fisik dan psikis sehingga menimbulkan
gejala depresi. Pada lansia yang tinggal di
UPTD Rumoh Sejahtera Geunaseh Sayang
Ulee Kareng Banda Aceh depresi dangat
erat kaitannya dengan umur lansia tersebut
dimana banyak lansia yang mengalami
depresi adalah lansia tua yang tentunya
sudah tidak sanggup lagi melakukan
kegiatan sehari-hari sendiri dan harus
mendapatkan bantuan dari teman ataupun
petugas di UPTD Rumoh Sejahtera
Geunaseh Sayang Ulee Kareng Banda
Aceh, hal ini tentunya menimbulkan
stressor-stresor penyebab depresi pada
lansia.
b. Hubungan jenis kelamin dengan
depresi pada lansia di UPTD
Rumoh Sejahtera Geunaseh
Sayang Ulee Kareng Banda Aceh
2013
Berdasarkan tabel 5.7 diatas dapat
disimpulkan bahwa dari 33 responden
(55%) berjenis kelamin perempuan,
terdapat 19 responden (31,7%) yang
memiliki tingkat depresi sedang. Hasil
analisa Uji Chi-Square, diperoleh nilai p-

Page 7
value 0, 706 yang berarti p-value > 0,05,
sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesa
nol (H0) diterima, yang berarti tidak
terdapat hubungan antara jenis kelamin
dengan depresi pada lansia di UPTD
Rumoh Sejahtera Geunaseh Sayang Ulee
Kareng Banda Aceh 2013
Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan
penelitian yang dilakukan Dwi Marta
(2012), tentang Determinan Tingkat
Depresi Pada Lansia Di Panti Treshna
Werda 4 Budi Mulia 4 Jakarta Selatan
menunjukkan bahwa tidak ada hubungan
antara jenis kelamin dan tingkat depresi (
p= 1,000).
Adanya perubahan hormonal dalam siklus
menstruasi yang berhubungan dengan
kehamilan dan kelahiran dan juga
menopause yang membuat wanita lebih
rentan
menjadi
depresi.
Periode
meningkatkan risiko deresi pada wanita
terjadi ketika masa pertengahan pubertas.
Data yang dihimpun oleh World Bank
menyebutkan prevalensi terjadinya depresi
sekitar 30% terjadi pada wanita dan 12,6%
dialami oleh pria. Adanya perbedaan tingkat
depresi pada pria dan wanita lebih
ditentukan oleh faktor biologis dan
lingkungan, yaitu adanya perubahan peran
sosial sehingga menimbulkan berbagai
konflik serta membutuhkan penyesuaian
diri yang lebih intens, adanya kondisi yang
penuh stressor bagi kaum wanita, misalnya
penghasilan dan tingkat pendidikan yang
rendah dibandingkan pria, serta adanya
perbedaan
fisiolog
dan
hormonal
disbanding pria, seperti masalah reproduksi
serta berbagai perubahan hormone yang
dialami wanita sesuai kodratnya. Lebih jauh
lagi jumlah wanita tercatat mengalami
depersi biasa juga disebabkan oleh pola
komunikasinya (Desjarlis, 2005).
Hasil penelitian di UPTD
Rumoh Sejahtera Geunaseh Sayang Ulee
Kareng Banda Aceh 2013 menyebutkan
bahwa tidak terdapat hubungan antara
jenis kelamin dengan depresi pada lansia
di UPTD Rumoh Sejahtera Geunaseh
Sayang Ulee Kareng Banda Aceh 2013.
Hal ini disebabkan karena sebagaian besar
perempuan di UPTD Rumoh Sejahtera
Geunaseh Sayang Ulee Kareng Banda
Aceh memiliki kegiatan-kegiatan harian
yang mengalihkan perhatian sehingga
tidak terfokus pada masalah yang dapat
mencegah terjadinya depresi pada lansia
khususnya wanita. Selain itu banyak
lansia yang taat melakukan ibadah hal ini
tetntunya mempengaruhi ketahanan lansia
terhadap stressor penyebab depresi yang
mungkin lebih rentan muncul pada
wanita, namun hal tersebut dapat
ditanggulangi dengan sikap religious
lansia tersebut.
.
c.Hubungan peristiwa kehidupan dengan
depresi pada lansia di UPTD Rumoh
Sejahtera Geunaseh Sayang Ulee Kareng
Banda Aceh 2013
Berdasarkan tabel 5.8 diatas dapat
disimpulkan bahwa dari 38 responden
(63,3%) yang pernah mengalami persitiwa
kehidupan, terdapat 15 responden (25%)
yang memiliki tingkat depresi sedang. Hasil
analisa Uji Chi-Square, diperoleh nilai p-
value 0, 007 yang berarti p-value 0,05,
sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesa
nol (H0) diterima, yang berarti terdapat
hubungan antara peristiwa kehidupan
dengan depresi pada lansia di UPTD
Rumoh Sejahtera Geunaseh Sayang Ulee
Kareng Banda Aceh 2013
Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan
penelitian yang dilakukan Dwi Marta
(2012), tentang Determinan Tingkat
Depresi Pada Lansia Di Panti Treshna
Werda 4 Budi Mulia 4 Jakarta Selatan
menunjukkan bahwa ada hubungan antara
peristiwa kehidupan dan tingkat depresi (
p= 0,000).
Peristiwa kehidupan dan stresor
lingkungan. Peristiwa kehidupan yang
menyebabkan
stres,
lebih
sering
mendahului episode pertama gangguan
mood dari episode selanjutnya. Para klinisi
mempercayai bahwa peristiwa kehidupan
memegang peranan utama dalam depresi,
klinisi lain menyatakan bahwa peristiwa
kehidupan hanya memiliki peranan terbatas
dalam onset depresi. Stressor lingkungan
yang paling berhubungan dengan onset
suatu episode depresi adalah kehilangan
pasangan. Stressor psikososial yang bersifat
akut, seperti kehilangan orang yang dicintai,
atau stressor kronis misalnya kekurangan
finansial yang berlangsung lama, kesulitan
hubungan interpersonal, ancaman keamanan
dapat menimbulkan depresi (Kaplan, 2010).
Hasil penelitian di UPTD Rumoh
Sejahtera Geunaseh Sayang Ulee Kareng

Page 8
Banda Aceh 2013 menyebutkan bahwa
terdapat hubungan antara dengan depresi
pada lansia di UPTD Rumoh Sejahtera
Geunaseh Sayang Ulee Kareng Banda Aceh
2013. Hal ini disebabkan karena peristiwa
kehidupan memberikan kenangan-kenangan
pada responden. Apabila kenangan tersebut
bersifat negatif maka akan terbawa kemasa
sekarang sehingga dapat menjadi beban
pikiran yang menimbulkan depresi. Dalam
kehidupannya tentu saja lansia pernah
mengalami
peristiwa-peristiwa
yang
menyenangkan maupun peristiwa yang
tidak menyenangkan, Peristiwa-peristiwa
yang tidak menyenangkan tentunya dapat
menjadi penyebab timbulnya stressor yang
mengakibatkan depresi pada lansia.
c. Hubungan dukungan keluarga
dengan depresi pada lansia di
UPTD
Rumoh
Sejahtera
Geunaseh Sayang Ulee Kareng
Banda Aceh 2013
Berdasarkan tabel 5.9 diatas dapat
disimpulkan bahwa dari 35 responden
(58,3%) yang memiliki dukungan keluarga,
terdapat 21 responden (35%) yang memiliki
tingkat depresi sedang. Hasil analisa Uji
Chi-Square, diperoleh nilai p-value 0, 008
yang berarti p-value 0,05, sehingga dapat
disimpulkan bahwa hipotesa nol (H0)
diterima, yang berarti terdapat hubungan
antara dukungan keluarga dengan depresi
pada lansia di UPTD Rumoh Sejahtera
Geunaseh Sayang Ulee Kareng Banda Aceh
2013
Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan
penelitian yang dilakukan Kristyaningsih
(2012) tentang
Hubungan Antara
Dukungan Keluarga Dengan Tingkat
Depresi Pada Lansia di Desa Langsar
Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep
tahun 2011 menunjukkan bahwa uji
korelasi Spearman Rank (Rho) di peroleh
= 0,000 < = 0,05 berarti terdapat
hubungan antara dukungan keluarga dengan
tingkat depresi pada lansia di Desa Langsar
Laok Kecamatan Saronggi Kabupaten
Sumenep.
Depresi terjadi pada lanjut
usia karena faktor kehilangan, penurunan
kesehatan fisik, dan kurangnya dukungan
dari keluarga. Kurangnya dukungan
keluarga kepada lanjut usia, akan
mempengaruhi koping pada lansia tidak
adekuat. Koping yang tidak adekuat dalam
mengahadapi masalah, akan menyebabkan
krisis yang bertumpuk dan berkepanjangan
yang akhirnya dapat menimbulkan gejala
depresi. Dengan itu anggota keluarga
(terutama lanjut usia) perlu mempunyai
mekanisme koping agar meredakan krisis
dalam masalah di keluarga tersebut. Koping
tersebut berasal dari kemampuan individu
memecahkan
masalah,
mempunyai
pandangan positif, kesehatan fisik,
keterampilan sosial dan materi yang
memadai dan dukungan keluarga. Yang
kemudian koping tersebut dapat mengarah
ke adaptif, dimana lansia dapat mengatasi
masalahnya dan terhindar dari depresi.
Namun jika koping jatuh pada keadaan
yang maladaptif, maka lansia akan
cenderung depresi Kristyaningsih (2012).
Hasil penelitian di UPTD Rumoh
Sejahtera Geunaseh Sayang Ulee Kareng
Banda Aceh 2013 menyebutkan bahwa
terdapat hubungan antara dukungan
keluarga dengan depresi pada lansia di
UPTD Rumoh Sejahtera Geunaseh Sayang
Ulee Kareng Banda Aceh 2013. Hal ini
disebabkan karena dukungan keluarga
sangat dibutuhkan oleh lansia apalagi lansia
yang tinggal jauh dari keluarganya.
Dukungan yang baik dari keluarga tentunya
dapat memberikan arti tersendiri bagi
lansia, dukungan tersebut tentunya
menunjukkan bahwa masih ada yang
memperhatikannya di masa tua sehingga
lansia tidak merasa tersisihkan dan tidak
terperdulikan. Hal ini tentunya dangat
membantu lansia mengurangi stresor-stresor
penyebab depresi pada lansia.
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan
pembahasan yang telah dilakukan,
kesimpulan yang didapatkan adalah sebagai
berikut:
Terdapat hubungan antara usia dengan
depresi pada lansia di UPTD Rumoeh
Seujahtera Geunaseh Sayang Ulee Kareng
Banda Aceh 2013.. Diketahui dengan nilai
p-value = 0,015 atau dengan kata lain p
(0,05).Tidak terdapat hubungan antara
jenis kelamin dengan depresi pada lansia di
UPTD Rumoeh Seujahtera Geunaseh
Sayang Ulee Kareng Banda Aceh 2013..

Page 9
Diketahui dengan nilai p-value = 0,706 atau
dengan kata lain p > (0,05).Terdapat
hubungan antara persitiwa kehidupan
dengan depresi pada lansia di UPTD
Rumoeh Seujahtera Geunaseh Sayang Ulee
Kareng Banda Aceh 2013.. Diketahui
dengan nilai p-value = 0,007 atau dengan
kata lain p (0,05).Terdapat hubungan
antara dukungan keluarga dengan depresi
pada lansia di UPTD Rumoeh Seujahtera
Geunaseh Sayang Ulee Kareng Banda
Aceh 2013.. Diketahui dengan nilai p-value
= 0,008 atau dengan kata lain p (0,05).
Saran
1. UPTD
Rumoeh
Seujahtera
Geunaseh Sayang agar dapat
merawat kondisi lansia dengan
optimal sehingga steresor-stresor
yang dapat menyebabkan depresi
pada lansia berkurang.
2. Institusi Pendidikan Diharapkan agar
dapat memberikan pemahaman
kepada
mahasiswi
khususnya
tentang masalah depresi pada lansia.
3. Bagi peneliti Agar dapat menjadikan
penelitian ini sebagai dasar
pengkajian lebih lanjut.
4.Bagi Lansia
Agar lansia dapat beradaptasi dengan
sesama lansia sehingga mereka merasa
tidak sendiri dan bisa mengurangi
tingakat stes
5.Bagi Keluarga
Agar lebih memperhatikan
memberi semangat atau dukungan
kepada lansia agar mereka merasa
masih dihargai dan dicintai
DAFTAR PUSTAKA
Arwani .(2005).Hubungan antara faktor
demografi dengan terjadinya
depresi pada lanjut usia di
Nusukan Surakarta. Dikutip
dari
:
http://www.digilibundip.co,id/
bitstream/123456789/6753/1/
pada tanggal 29 Maret 2013
Bungin, B, (2006) .Metodelogi Penelitian
Kuantitatif
Komunikasi,
Ekonomi dan Kebijaksanaan
Publik Serta Ilmu-ilmu Sosial
Lainnya, Jakarta : Kencana.
Depkes RI. 2003. Pedoman Pembinaan
Kesehatan Usia Lanjut bagi
Petugas Kesehatan. Dikutip
dari
:
http://ejournal.litbang.depkes
.go.
Id
/index
.php/HSJI/article/download/4
19/100 pada tanggal 22
Januari 2013
Evy. (2008). Pengetahuan Keluarga
Tentang
Depresi
Pada
Lansia. Dikutip dari :
http://repository.unand.ac.id/
17945/1/5.pdf pada tanggal
22 Januari 2013
Friedman, M, Marilyn.(2010). Buku Ajar
Keperawatan
Keluarga:
Riset, Teori & Praktek.
Jakarta :EGC
Hidayat, A.Aziz Alimun, (2007).Pengantar
Konsep Dasar Keperawatan.
Jakarta : Salemba Medika.
Halis, Farida. (2005). Gambaran tingkat
depresi pada lansia di Panti
Werdha
Griya
Asih
Kabupaten Malang Tahun
2005.
Dikutip
dari
isjd.pdii.lipi.go.id /admin / 62
08160166_1693-4903.pdf
pada tanggal 5 November
2012
Hawari, Dadang. (2006). Pendekatan
Holistic pada Gangguan Jiwa
Skizofrenia. Jakarta : FKUI
Hidayat. (2010). Hubungan Antara Jenis
Kelamin, Usia dan Status
Pernikahan Dengan Tingkat
Depresi Pada Lansia Di
Perumahan Sinar Waluyo
Semarang. Dikutip dari
jtptunimus-gdl-yanuarhida-
5482-1-abstrak.pdf pada
tanggal 26 Januari 2013
Ismayadi, 2004. Asuhan Keperawatan
dengan Rematik pada Lansia.
Fakultas.
Kedokteran,
Jurusan Ilmu keperawatan
Universitas Sumatera Utara.

Page 10
Kuntjoro. H. (2002). Dukungan Sosial Pada
Lansia. Dikutip dari :
http://www.e-
psikologi.com/epsi/article_det
ail.asp?id=179 pada tanggal
22 Januari 2013
Ismanto . (2006). Hubungan antara
perilaku coping dengan
depresi pada lanjut usia di
Panti Wredha di Yogyakarta.
Dikutip
dari
http://ramakrisnahare.blogsp
ot.com/2011/03/depresi-
pada-lansia.html
pada
tanggal 29 Maret 2013
Semiun, Yustinus. (2006). Kesehatan
Mental
2.
Yogyakarta:
Kanisius
Setiadi, A. Iman. (2006). Skizofrenia
Memahami
Dinamika
Keluarga Pasien. Jakarta :
Refika Aditya
Stanley & Beare. (2002). Buku Ajar
Keperawatan Gerontik, Ed. 2.
Jakarta. : EGC.
Sudiharto. (2007). Asuhan Keperawatan
Keluarga dengan Pendekatan
Keperawatan Transkuktural.
Jakarta : EGC
(2012). Buku Panduan
Penyusunan Skripsi & Karya Tulis Ilmiah
2012 / 2013. Banda Aceh : STIKes
UBudiyah.