Anda di halaman 1dari 15

SESAK NAPAS

Oleh :
Mila Anriza Sofyan
PRESENTASI KASUS
IDENTITAS PASIEN
Nama : Tn. M
Usia : 43 Tahun
Alamat : Seteluk Tengah
Pekerjaan : Guru
Agama : Islam
ANAMNESIS
Sesak napas
KELUHAN UTAMA
KELUHAN TAMBAHAN
Dada berdebar-debar
Pusing
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Pasien datang ke IGD Puskesmas Seteluk
dengan keluhan sesak napas sejak 1 hari yang
lalu. Sesak napas dirasakan pasien setelah
pasien bekerja mengangkat beban berat.
Pasien mengatakan terkadang pasien terbangun
dari tidur karena terasa sesak.
Keluhan disertai dengan dada terasa berdebar-
debar.
Pasien juga mengeluh kepala terasa pusing
berdenyut
Pasien belum pernah mengalami sesak karena
alergi terhadap udara dingin, atau udara
berdebu.
Pasien mengatakan tidak mengalami demam
Tidak ada gangguan saat berkemih.
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU
Pasien pernah mengalami keluhan yang sama
sebelumnya
Pasien mengaku pada tahun 2008 pernah memiliki
riwayat penyakit jantung dan mendapat pengobatan di
RS di Mataram. Namun setelah itu pasien jarang
memeriksakan kondisi kesehatannya ke dokter.
Pasien memiliki riwayat hipertensi sejak 6 tahun yang
lalu namun jarang memeriksakan tekanan darahnya
secara rutin.
Riwayat DM, asma, penyakit liver dan penyakit ginjal
disangkal oleh pasien.
RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA
Tidak ada anggota keluarga pasien yang mengalami
keluhan serupa
Tidak ada anggota keluarga pasien yang memiliki
riwayat penyakit asma
Riwayat penyakit jantung pada keluarga disangkal
RIWAYAT KEBIASAAN
Pasien merokok sekitar 2 bungkus/hari. Sudah
merokok sejak sekitar 20 tahun yang lalu
PEMERIKSAAN FISIK
Tanda-tanda Vital
Kesadaran : Compos mentis
Keadaan Umum : Sakit Sedang
Tekanan Darah : 150/90 mmHg
Nadi : 124 kali/menit, regular
Respirasi : 36 kali/menit, cepat dan
dalam
Suhu : 37,4
o
C
PEMERIKSAAN FISIK
Status Generalisata
Kepala : Normocephal
Mata : Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik,
pupil bulat dan isokor.
Telinga : Tidak ada deformitas, tidak ada tanda radang
Hidung : Tidak terdapat nafas cuping hidung, tidak
deviasi septum, dan tidak hiperemis.
Mulut : Bibir tidak sianosis
Leher : Tidak terdapat pembesaran KGB, Tidak
terdapat pembesaran tiroid, trakea tidak
deviasi.
Thoraks : Normal, Simetris kiri dan kanan.
PEMERIKSAAN FISIK (continue)
Cor : BJ I-II reguler, M (+), G (-)
Pulmo : SN Vesikuler +/+, Rh +/+, Wh -/-
Abdomen : Supel, BU (+) N, NT (-), timpani
di seluruh kuadran,
organomegali (-)
Ekstremitas : Akral hangat (+), edema (-),
sianosis (-)
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Tidak dilakukan
DIAGNOSIS
Observasi dyspnea e.c. congestive heart failure
DIAGNOSIS BANDING
Observasi dyspnea e.c. PPOK
PENATALAKSANAAN
Non-farmakologi
Tirah Baring
Pembatasan aktivitas


Farmakologi
O2 nasal kanul 2
liter/menit
Furosemid tablet 40 mg
1x1
Captopril tablet 2x1
Digoksin 1x1

DASAR DIAGNOSIS
Adanya 2 kriteria mayor , yaitu Ronkhi dan
paroxysmal nocturnal dyspnea

Selain itu ada pula kriteria minor di antaranya
dyspnea pada aktivitas dan takikardia

Riwayat penyakit jantung pada tahun 2008