Anda di halaman 1dari 10

MODUL PERKULIAHAN 6

Hak dan Kewajiban Warga


Negara














Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh
Komunikasi Broadcast
06
Mustika Sari SE,MMTr

2013
1
Knowledge Management Pusat Bahan Ajar dan eLearning
Mustika Sari SE MMTr
http://www.mercubuana.ac.id

Tujuan :
1. Menjelaskan pengertian hak dan kewajiban warga Negara
2. Menyebutkan asas-asas kewarganegaraan
3. Mengetahui hak dan kewajiban Negara/pemerintah
4. Menjelaskan tata cara dan bukti memperoleh kewarganegaraan.
5. Menguraikan mengenai masalah status kewarganegaraan.

A. Pengertian Hak dan Kewajiban Warga Negara
Warga Negara adalah penduduk sebuah Negara atau bangsa berdasarkan keturunan,
tempat kelahiran, dsb. Yang mempunyai kewajiban dan hak penuh sebagai warga dari
Negara itu.
Warga Negara dari suatu Negara merupakan pendukung dan penanggung jwab kemajuan
dan kemunduran suatu Negara. Oleh sebab itu , seseorang yang menjadi anggota atau
warga suatu Negara haruslah ditentukan oleh undang-undang yang dibuat oleh Negara
tersebut.
Hak warga Negara Indonesia terhadap Negara telah diatur dalam undang-undang dasar
1945 dan aturan hukum lainnya yang merupakan turunan dari hak-hak umum yang
digariskan ap Negara dalam uud 1945. Hak warga Negara ini adalah sesuatu yang dapat
dimiliki oleh warga Negara dari negaranya. Hak-hak warga Negara yang diperoleh dari
Negara seperti hak untuk hidup secara layak, dan aman, pelyanan, dan lain yang diatur
dalam undang-undang.
Selain hak, warga Negara juga mempunyai kewajiban terhadap Negara selain kewajiban
terhadap masyarakat secara keseluruhan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa
dan bernegara yang ditetapkan dengan undang-undang seperti kewajiban untuk membela
Negara, menaati undang-undang dsb.


Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh
Komunikasi Broadcast
06
Mustika Sari SE,MMTr

2013
2
Knowledge Management Pusat Bahan Ajar dan eLearning
Mustika Sari SE MMTr
http://www.mercubuana.ac.id

B. Asas Kewarganegaraan
Dalam asas kewarganegaraan dalam UU Nomor 12 Tahun 2006, dikenal dua
pedoman yaitu : (1) asas kewarganegaraan umum dan (2) asas kewarganegaraan
khusus.
1. Asas Kewarganegaraan Umum
a. Asas Kelahiran (Lus Soli)
Lus soli berasal dari bahasa latin; ius berarti hokum atau pedoman, sedangkan
soli dari kata solum yang berarti negeri, tanah atau daerah. Jadi ius soli adalah
penentuan status kewarganegaraan berdasarkan tempat atau daerah kelahiran
seseorang. Jadi, seseorang dapat menjadi warga Negara jepang dan amerika
serikat.
b. Asas Keturunan (Lus Sanguinis)
Ius Sanguinis juga berasal dari bahasa latin, ius berarti hukuman atau
pedoman, sedangkan sanguinis dari kata sanguis yang berarti darah satau
keturunan. Jadi ius sanguinis adalah asas kewarganegaraan yang berdasarkan
darah atau keturunan. Asas ini menetapkan seseorang mendapatkan
kewarganegaraan suatu Negara, apabilanorang tuanya lahir di Indonesia,
namun orang tuanya berkewarganegaraan asing, maka ia mendapatkan status
kewarganegaraan dari orangtuanya.
c. Asas Kewarganegaraan Tunggal
Asas ini adalah asas yang menentukan satu kewarganegaraan bagi setiap
orang. Setiap orang menjadi warga Negara ganda tau lebih dari satu.
d. Asas Kewraganegaraan Ganda Terbatas
Asas ini adlah asas yang menentukan kewarganegaraan ganda bagi ana-anak
dengan ketentuanyang diatur dalam UU. Pada saat anak-anak ini telah
mencapai usia 18 tahun, maka harus menentukan salah satu
kewarganegaraannya.





Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh
Komunikasi Broadcast
06
Mustika Sari SE,MMTr

2013
3
Knowledge Management Pusat Bahan Ajar dan eLearning
Mustika Sari SE MMTr
http://www.mercubuana.ac.id

2. Asas Kewarganegraan Khusus
. a. Asas Kepentingan Nasional
Adalah asas yang menentukan bahwa peraturan kewarganeraan mengutamakan kepentingan
nasional Indonesia, yang bertekad mempertahankan kedaulatannya sebagai negara kesatuan
yang memiliki cita-cita dan tujuannya sendiri.
b. Asas Perlindungan Maksimum
Adalah asas yang menentukan bahwa pemerintah wajib memberikan perlindungan penuh
kepada setiap warga negara Indonesia dalam keadaan apapun, baik di dalam maupun di luar
negeri.
c. Asas persamaan didalam hukum dan pemerintahan
Adalah asas yang menentukan bahwa setiap warga negara Indonesia mendapatkan
perlakuan yang sama di dalam hukum dan pemerintahan.
d. Asas kebenaran substantif
Adalah asas dimana prosedur kewarganegaraan seseorang tidak hanya Asas kebenaran
substantive Adalah asas dimana prosedur kewarganegaraan seseorang tidak hanya bersifat
administratif, tetapi juga disertai substansi dan syarat-syarat permohonan yang dapat
dipertanggungjawabkan kebenarannya.
e. Asas non-diskriminatif
Adalah asas yang tidak membedakan perlakuan dalam segala hal ikhwal yang berhubungan
dengan warga negara atas dasar suku ras,agama, golongan, jenis kelamin, serta haris
menjamin, melindungi,dan memuliakan HAM pada umumnya dan hak warga negara pada
khususnya
f. Asas pengakuan dan penghormatan terhadap HAM
Adalah asas yang dalam segala hal ikhwal yang berhubungan dengan warga negara harus
menjamin, melindungi, dan memuliakan HAM pada umumnya dan hak warga negara pada
khususnya

Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh
Komunikasi Broadcast
06
Mustika Sari SE,MMTr

2013
4
Knowledge Management Pusat Bahan Ajar dan eLearning
Mustika Sari SE MMTr
http://www.mercubuana.ac.id


g. Asas keterbukaan
Adalah asas yang menentukan bahwa segala hal ikhwal yang berhubungan dengan warga
negara harus dilakukan secara terbuka.
h. Asas publisitas
Adalah asas yang menentukan bahwa seseorang yang memperoleh dan atau kehilangan
kewarganegaraan RI akan diumumkan dalam berita negara RI agar masyarakat
mengetahuinya.

C.Masalah Status Kewarganegaraan
Masalah status kewarganegaraan seseorang akan muncul apabila asas
kewarganegaraan tersebut di atas diterapkan secara tegas dalam sebuah
negara, sehingga mengakibatkan terjadinya beberapa kemungkinan berikut :
1.Apatride adalah seseorang yang tidak memiliki status kewarganegaraan.
Hal ini disebabkan karena orang tersebut lahir di negara yang menganut
asas Ius Sanguinis.
2.Bipatride adalah seseorang yang memiliki dua kewarganegaraan. Hal ini
dimungkinkan apabila orang tersebut berasal dari orang tua yang
negaranya menganutS a n g u i n i s sedangkan ia lahir di negara yang
menganut.
3.Multipatride seseorang yang memiliki lebih dari dua status
kewarganegaraan, aitu seseorang (penduduk) yang tinggal diperbatasan
antara dua negara.
Untuk memecahkan masalah kewarganegaraan di atas, setiap Negara memiliki peraturan
sendiri-sendiri yang prinsipnya bersifat universal. Untuk mengatasi hal tersebut, di indonesia
dinyatakan dalam UUD 1945 Pasal 28E ayat (4) bahwa setiap orang berhak atas status
kewarganegaraan. Oleh sebab itu, melalui UU No. 62 Tahun 1958 tentang

Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh
Komunikasi Broadcast
06
Mustika Sari SE,MMTr

2013
5
Knowledge Management Pusat Bahan Ajar dan eLearning
Mustika Sari SE MMTr
http://www.mercubuana.ac.id

kewarganegaraanIndonesia dinyatakan bahwa cara memperoleh kewarganegaraan Indonesia
adalah :
- Karena Kelahiran
- Karena Pengakuan
- Karena Dikabulkan Permohonan
- Kerena Kewarganegaraan
- Karena Perkawinan
- Karena Pernyataan

D. HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA :
1. Wujud Hubungan Warga Negara dengan Negara Wujud hubungan warga negara dan
negara pada umumnya berupa peranan (role).
2. Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesia Hak kewajiban warga negara Indonesia
tercantum dalam pasal 27 sampai dengan pasal 34 UUD 1945.
Hak Warga Negara Indonesia :
- Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak : Tiap warga negara berhak atas
pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan (pasal 27 ayat 2).
- Hak untuk hidup dan mempertahankan kehidupan: setiap orang berhak untuk hidup serta
berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.(pasal 28A).
- Hak untuk membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah
(pasal 28B ayat 1).
- Hak atas kelangsungan hidup. Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan
Berkembang
- Hak untuk mengembangkan diri dan melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya dan berhak
mendapat pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi
meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan hidup manusia. (pasal 28C ayat 1)
- Hak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk
membangun masyarakat, bangsa, dan negaranya. (pasal 28C ayat 2).

Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh
Komunikasi Broadcast
06
Mustika Sari SE,MMTr

2013
6
Knowledge Management Pusat Bahan Ajar dan eLearning
Mustika Sari SE MMTr
http://www.mercubuana.ac.id

- Hak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta
perlakuan yang sama di depan hukum.(pasal 28D ayat 1).
- Hak untuk mempunyai hak milik pribadi Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak
kemerdekaan pikiran dan hati nurani,hak beragama, hak untuk tidak diperbudak,
hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar
hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam
keadaan apapun. (pasal 28I ayat 1).
Kewajiban Warga Negara Indonesia :
- Wajib menaati hukum dan pemerintahan. Pasal 27 ayat (1) UUD 1945 berbunyi :
segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan
dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.
- Wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Pasal 27 ayat (3) UUD 1945
menyatakan : setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya
pembelaan negara.
- Wajib menghormati hak asasi manusia orang lain. Pasal 28J ayat 1 mengatakan :
Setiap orang wajib menghormati hak asai manusia orang lain
- Wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang. Pasal 28J ayat
2 menyatakan : Dalam menjalankan hak dan kebebasannya,setiap orang wajib tunduk
kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud untuk
menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak kebebasan orang lain dan untuk
memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama,
keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis.
- Wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Pasal 30 ayat (1) UUD
1945. menyatakan: tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha
pertahanan dan keamanan negara.
Hak dan Kewajiban telah dicantumkan dalam UUD 1945 pasal 26, 27, 28, dan 30, yaitu :
1. Pasal 26, ayat (1), yang menjadi warga negara adalah orang-orang bangsa Indonesia asli
dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara.
Dan pada ayat (2), syarat-syarat mengenai kewarganegaraan ditetapkan dengan undang-
undang.

Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh
Komunikasi Broadcast
06
Mustika Sari SE,MMTr

2013
7
Knowledge Management Pusat Bahan Ajar dan eLearning
Mustika Sari SE MMTr
http://www.mercubuana.ac.id

2. Pasal 27, ayat (1), segala warga negara bersamaan dengan kedudukannya di dalam
hukum dan pemerintahannya, wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu. Pada ayat (2),
taip-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
3. Pasal 28, kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan, dan
sebagainya ditetapkan dengan undang-undang.
4. Pasal 30, ayat (1), hak dan kewajiban warga negara untuk ikut serta dalam pembelaan
negara. Dan ayat (2) menyatakan pengaturan lebih lanjut diatur dengan undang-undang.
E. Karakteristik Warga Negara Yang Bertanggung Jawab
Dalam UUD 1945 pasal 26 dinyatakan bahwa yang menjadi warga Negara adalah
orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang bangsa lain yang disahkan oleh undang-undang
sebagai warga negara. Warga negara memilki peranan yang sangat besar dalam kemajuan
negaranya bahkan di sebagian besar negara di dunia peranan warga negara memiliki
pengaruh yang jauh lebih besar dari pada pemerintahnya. Dalam hal ini tentu saja warga
negara yang dapat memajukan negaranya adalah warga negara yang bertanggung jawab.
Lalu seperti apakah warga negara yang bertanggung jawab itu?
Sebagai warga negara yang bertanggung jawab maka tentu memiliki karakteristik yang
positif terhadap negaranya. Adapun karakter yang dimaksud yaitu sebagai berikut :
1. Saling menghormati dan Bertanggung Jawab
Sebagai warga negara baik maka diperlukan rasa saling menghormati satu sama lain atas
perbedaan-perbedaan yang ada baik dalam hal yang nyata dan yang tidak nyata. Perbedaan
yang nyata antara lain adalah suku, agama, ras, budaya dan lain-lain. Adapun perbedaan
yang tidak nyata yaitu berupa perbedaan pendapat dan pilihan dalam berdemokrasi. Warga
negara yang baik juga harus mampu bertanggung jawab menjaga keharmonisan dan
kerukunan antar sesama.
2. Kritis dalam berpikir dan bertindak
Dalam menjalani kehidupan bernegara sering sekali terjadi masalah-masalah sosial dan politik
yang terjadi bahkan hingga mengakibatkan kestabilan nasional. Dalam hal ini warga negara

Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh
Komunikasi Broadcast
06
Mustika Sari SE,MMTr

2013
8
Knowledge Management Pusat Bahan Ajar dan eLearning
Mustika Sari SE MMTr
http://www.mercubuana.ac.id

memiliki hak dan kewajiban untuk ikut serta dalam masalah-masalah sosial dan politik. Tentu
saja tindakan ini diperlukan sikap kritis dan memberi jalan atas masalah yang terjadi. Tindakan
seperti ini biasanya tidak dilakukan oleh satu orang namun dilakukan oleh sekelompok orang
yang memiliki sikap dan cara berpikir kritis yang sangat tinggi.
3. Saling Diskusi dan Bertukar Pikiran
Perbedaan pendapat dan pandangan serta perilaku merupakan realitas yang pasti terjadi di
ditengah komunitas warga negara, apalagi ditengah komunitas masyarakat yang plural dan
multi etnik. Untuk meminimalisasikan konflik yang ditimbulkan dari perbedaan tersebut, maka
membuka ruang untuk berdikusi dan berdialog merupakan salah satu solusi yang bisa
digunakan. Oleh karenanya, sikap membuka diri untuk berdialog dan diskusi merupakan salah
satu ciri sikap warga negara yang bertanggung jawab.
4. Terbuka dan Rasional
Perubahan dan kemajuan jaman terkadang membawa dampak positif dan juga dampak yang
negatif. Oleh karena itu sebagai warga negara yang bertanggung jawab harus memiliki
kemampuan berpikir rasional yang baik. Tidak semua budaya dan kemajuan jaman selalu
berdampak positif sehingga warga negara harus cerdas dalam memilih mana hal yang baik
untuk negaranya dan mana hal yang buruk sehingga tidak merusak identitas negaranya.
5. Jujur dan Adil
Bukan hanya pemerintah yang dituntut harus bersikap jujur dan adil namun juga warga
negaranya agar tercipta hubungan yang harmonis dan rasa saling mempercayai satu sama
lain antar warga negara. Hal ini diperlukan demi tercapainya persatuan dan kesatuan antar
warga negara.
Demikian lima hal dasar yang menjadi karakteristik warga negara yang bertanggung
jawab. Bukan hal mudah untuk mencapai cita-cita bersama namun juga bukan hal tidak
mungkin selama kita semua terus berusaha menjadi warga negara yang baik dan
bertanggung jawab serta membentuk masyarakat indonesia yang madani.

Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh
Komunikasi Broadcast
06
Mustika Sari SE,MMTr

2013
9
Knowledge Management Pusat Bahan Ajar dan eLearning
Mustika Sari SE MMTr
http://www.mercubuana.ac.id

Daftar Pustaka
1. Pendidikan Kewarganegaraan, Graha Ilmu, Sijanti, 2013
2. http://hanni.blog.fisip.uns.ac.id
3. http://ferdianrikudo.wordpress.com/2011/06/02