Anda di halaman 1dari 48

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Informasi saat ini memang sangat pesat berkembang. Bisa didapat
melalui media cetak seperti buku dan media elektronik seperti laptop.
Tentunya dengan jaringan internet.
Dan salah satu tempat yang memiliki sumber informasi atau
pengetahuan ialah perpustakaan. Baik itu perpustakaan yang ada di
sekolah, perguruan tinggi atau bahkan perpustakaan nasional sekalipun
sangat banyak informasi yang bisa kita dapat.
Di STIKOM CKI Buaran juga terdapat sebuah perpustakaan yang
berisikan ratusan buku eksemplar yang terdiri dari beberapa mata kuliah
yang diterapkan di STIKOM CKI. Koleksi buku terbilang kurang begitu
lengkap dan masih harus diperbaharui. Dan tata letaknya pun masih
bercampuran, tidak sesuai dengan kategori.
Dalam beberapa tahun belakangan ini, perpustakaan STIKOM CKI
kurang perawatan. Salah satunya pada aplikasi perpustakaannya. Sekitar
tahun 2010 kebawah, memang sudah ada aplikasi untuk perpustakaan.
Bahkan sudah sampai e-library. Akan tetapi, setelah penjaga perpustakaan
sudah tidak lagi bertugas, aplikasi tersebut sampai saat ini tidak dipakai.
Terlebih pada persoalan anggota perpustakaan. Dengan tidak adanya
daftar anggota perpustakaan, maka peminjaman buku saat ini dengan cara
manual. Sehingga, terkadang buku yang dipinjam tidak tepat waktu dalam
pengembalian, tidak ada bukunya bahkan bisa aja hilang. Peminjam hanya
memberikan identitas Nim dan Nama saja untuk meminjam buku, akan
tetapi tidak sedikit yang tidak menulis Nim dan Nama ketika meminjam
buku yang ada di perpustakaan.
Dengan melihat keadaan seperti itu, penulis ingin meneliti bagaimana
proses yang berjalan dalam perpustakaan di STIKOM CKI. Dan penelitian
2



ini penulis memberi judul Analisa Sistem Peminjaman dan
Pengembalian Buku Pada Perpustakaan STIKOM CKI Buaran
Jakarta Timur Dengan Metode PIECES.

B. Ruang Lingkup dan Batasan Masalah
Mengacu dengan tidak adanya daftar anggota perpustakaan serta pada
proses peminjaman dan pengembalian buku yang masih manual pada
perpustakaan Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Cipta Karya Informatika
(STIKOM CKI) maka perlu dirumuskan masalah agar penelitian ini
terarah dan mengenai pada tujuan.
Ruang lingkup dari penelitian ini adalah :
1. Proses peminjaman buku pada perpustakaan stikom cki
2. Proses pengembalian buku pada perpustakaan stikom cki
3. Kepuasan mahasiswa terhadap perpustakaan stikom cki
Berdasarkan penjelasan masalah yang diatas, penulis membatasi
masalah yaitu peminjaman dan pengembalian buku di perpustakaan
STIKOM CKI Buaran.

C. Maksud dan Tujuan Penulisan
Maksud dari penulisan ini adalah sebagai salah satu syarat guna
menyelesaikan Kuliah Kerja Praktek (KKP) Program Strata Satu pada
Program Studi Teknik Informatika di Sekolah Tinggi Ilmu Komputer
Cipta Karya Informatika (STIKOM CKI).
Sedangkan tujuan dari penulisan ini adalah :
1. Mengetahui bagaimana proses peminjaman buku
2. Mengetahui bagaimana proses pengembalian buku
3. Mengetahui stok buku yang tersedia




3



D. Sistem Penulisan
Dalam penyusunan skripsi ini, penulis membagi ke dalam lima bab
sebagai berikut :
BAB I : PENDAHULUAN
Bab ini menguraikan tentang latar belakang masalah,
rumusan dan batasan masalah, maksud dan tujuan
penelitian serta sistematika penulisan.
BAB II : LANDASAN TEORI
Dalam bab ini berisi tentang definisi dan pengertian dari
judul yang dibahas.
BAB III : METODE PENELITIAN
Bab ini menguraikan lokasi penelitian, teknik penelitian
dan variabel penelitian.
BAB IV : ANALISA DAN PEMBAHASAN
Dalam bab ini membahas bagaimana proses sistem
peminjaman dan pengembalian buku dan menguraikan
masalah yang terjadi serta pembahasannya.
BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN
Dalam bab ini berisi kesimpulan dan saran saran.







4



BAB II
LANDASAN TEORI

A. Definisi dan Pengertian
1. Definisi Sistem
Istilah sistem berasal dari bahasa Latin (systma) dan bahasa
Yunani (sustma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau
elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran
informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan.
Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen dan
kompenennya menurut Jerry FithGerald, Ardra F. Fitzh Gerald dan
Warren D.Stallings bahwa: Sistem adalah suatu jaringan kerja dari
prosedur - prosedur yang saling berhubungan, berkumpul
bersama - sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan
suatu sasaran tertentu, Menurut (Jogiyanto,2008:1)
Sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan
dari unsur, komponen, atau variabel yang terorganisir, saling
berinteraksi, saling bergantung satu sama lain, dan terpadu, Menurut
(Tata Sutabri,2012:10).
Jadi sistem adalah sekumpulan unsur / elemen yang saling
berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan
bersama untuk mencapai suatu tujuan.
Adapun syarat-syarat sistem, yaitu :
Sistem harus dibentuk untuk menyelesaikan masalah.
Elemen sistem harus mempunyai rencana yang ditetapkan.
Adanya hubungan diantara elemen sistem.
Unsur dasar dari proses (arus informasi, energi dan material)
lebih penting dari pada elemen sistem
Tujuan organisasi lebih penting dari tujuan elemen
5



Ada beberapa elemen yang membentuk sebuah sistem, yaitu :
tujuan, masukan, proses, keluaran, batasan, mekanisme pengendalian
dan umpan balik serta lingkungan.
Tidak semua sistem memliki kombinasi elemen-elemen yang sama,
tetapi suatu susunan dasar yang diperlihatkan pada gambar berikut :







Gambar 2.1 Bagian-bagian komponen dari suatu sistem yang
dapat mengendalikan operasinya sendiri
Data masukan diubah menjadi data keluaran (output) melalui
elemen transformasi. Mekanisme pengendalian memantau proses
transformasi agar sistem tersebut dapat memenuhi tujuannya.
Mekanisme pengendalian ini dihubungkan pada sebuah proses dengan
menggunakan suatu lingkaran umpan balik untuk mendapatkan
sebuah informasi dari sistem output dan menyediakan informasi bagi
mekanisme pengendalian. Mekanisme pengendalian ini sendiri
membandingkan sinyal - sinyal umpan balik dengan tujuan dan
mengarahkan sinyal pada input jika sistem operasi memang perlu
diubah.
Dan tidak semua sistem dapat mengatur operasinya sendiri. Tanpa
elemen mekanisme pengendalian, lingkaran umpan balik dab tujuan
disebut sistem lingkaran terbuka (open loop system). Berikut
gambar sistem lingkaran terbuka :


Gambar 2.2 Sistem lingkaran terbuka
Tujuan
Mekanisme
Pengendalian
Masukan Keluaran Transformasi
Masukan Transformasi Keluaran
6



Suatu sistem dengan tiga elemen pengendali (tujuan, mekanisme
pengendalian dan lingkaran umpan balik) disebut sistem lingkaran
tertutup (closed loop system).
Subsistem sebenarnya hanyalah sistem di dalam sebuah sistem, ini
menjelaskan bahwa sistem berada pada lebih satu tingkat. Sedangkan
pengertian supersistem adalah bagian dari suatu sistem yang lebih
besar.
Menurut (Jogiyanto 2008:3-4) karakteristik sistem sebagai berikut
:
a. Komponen Sistem (Component System)
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling
berinteraksi, bekerja sama membentuk satu kesatuan.
Komponen sistem dapat berupa suatu subsistem atau
bagian - bagian dari sistem.
b. Batasan Sistem (Boundary System)
Ruang lingkup suatu sistem merupakan daerah yang membatasi
antara sistem dengan lainnya atau dengan sistem dengan
lingkungan luarnya.
c. Lingkungan Luar Sistem (Environtment System)
Bentuk apapun yang ada diluar ruang lingkup atau batasan
sistem yang mempengaruhi operasi sistem tersbut, disebut
dengan lingkungan luar sistem.
d. Penghubung Sistem (Interface System)
Sebagai media yang menghubungkan sistem dengan sub sistem
yang disebut dengan penghubung sistem interface.
e. Masukan Sistem (Input System)
Merupakan energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan
dapat berupa perwatan (maintenance input) dan masukan sinyal
(signal input). Maintenance input adalah energi yang
dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroprasi. Sinyal
input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran.
7




f. Keluaran Sistem (Output System)
Hasil dari energi yang diolah dan diklarifikasikan menjadi
keluaran berguna. Keluaran ini merupakan masukan bagi
subsistem lain.
g. Pengolahan Sistem (Process System)
Suatu sistem dapat mempunyai suatu proses yang akan
mengubah masukan menjadi keluaran.
h. Sasaran Sistem (Objective System)
Memliki tujuan dan sasaran yang pasti. Artinya bila suatu
sistem tidak memiliki sasaran operasi, maka sistem itu tidak ada
gunanya. Suatu sistem dapat dikatakan berhasil apabila tepat
mengenai sasaran atau tujuan yang telah direncanakan.
Jadi, sistem merupakan suatu bentuk integrasi antara satu
komponen dengan komponen lainnya yang memiliki tujuan atau
sasaran yang berbeda untuk setiap kasus yang terjadi di dalam sistem
tersebut.
2. Definisi Analisa Sistem
Analisa sistem dapat diartikan sebagai suatu proses untuk
memahami sistem yang ada, dengan menganalisa jabatan dan uraian
tugas (business users), proses bisnis (business prosess), ketentuan atau
aturan (business rule), masalah dan mencari solusinya (business
problem and business soulution)dan rencana - rencana perusahaan
(business plan). Menurut (Yakub, 2012:142).
Analisa sistem adalah teori sistem umum yang sebagai sebuah
landasan konseptual yang mempunyai tujuan untuk memperbaiki
berbagai fungsi didalam sistem yang sedang berjalan agar menjadi
lebih efisien, mengubah sasaran sistem yang sedang berjalan,
merancang/menganti output yang sedang digunakan, untuk mencapai
tujuan yang sama dengan seperangkat input yang lain (biasa jadi lebih
8



sederhana dan lebih interatif) atau melakukan beberapa perbaikan
serupa. Menurut (Mulyanto, 2009:125)
Jadi analisa sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi
yang utuh ke dalam bagian - bagian komponennya dengan maksud
untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi
permasalahan - permasalahan, kesempatan - kesempatan yang terjadi
dan kebutuhan - kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan
perbaikannya.
3. Definisi Peminjaman dan Pengembalian Buku
a. Peminjaman dan Pengembalian
Meminjamkan adalah menyerahkan barang atau uang untuk
dipinjam, memberikan barang kepada orang lain untuk dipakai dan
kalau sudah sudah waktunya harus dikembalikan.
Sedangkan mengembalikan adalah menyerahkan barang yang
telah dipinjam dengan waktu yang telah ditetapkan.
Peminjaman buku adalah meminjamkan barang cetakan berupa
lembaran - lembaran kertas yang dijilid yang disebut buku dengan
jangka waktu yang ditetapkan untuk dikembalikan.
Pengembalian buku adalah mengembalikan buku yang telah
dipinjam dengan tenggat waktu yang telah ditetapkan. menurut http://
kamus bahasa indonesia .org / pinjam (Diakses tanggal 29 Desember
2013 Pukul 21.59 WIB).
b. Buku
Buku adalah kumpulan kertas atau bahan lainnya yang dijilid
menjadi satu pada salah satu ujungnya dan berisi tulisan atau gambar.
Setiap sisi dari sebuah lembaran kertas pada buku disebut halaman.
Menurut http://id.wikipedia.org/wiki/Buku (Diakses tanggal 29
Desember 2013 Pukul 22.05 WIB).



9



4. Definisi Perpustakaan
Memang pengertian perpustakaan terkadang rancu dengan
istilah - istilah pustaka, pustakawan, kepustakawanan dan ilmu
perpustakaan. Akan tetapi secara harfiah, perpustakaan adalah sebuah
bangunan fisik tempat menyimpan buku - buku atau bahan pustaka.
Berikut definisi perpustakaan dari beberapa ahli :
Perpustakaan adalah salah satu unit kerja yang berupa tempat
untuk mengumpulkan, menyimpan, mengelola dan mengatur koleksi
bahan pustaka secara sistematis untuk digunakan oleh pengguna
sebagai sumber informasi sekaligus sebagai sarana belajar yang
menyenangkan. Menurut (Darmono, 2007:3)
Perpustakaan adalah mencakup suatu ruangan, bagian dari gedung
/ bangunan atau gedung tersendiri yang berisi buku - buku koleksi,
yang diatur dan disusun demikian rupa, sehingga mudah untuk dicari
dan dipergunakan apabila sewaktu - waktu diperlukan oleh pembaca.
Menurut (Sutarno NS, 2008:11).
Dari beberapa pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan
pengertian perpustakaan secara umum adalah suatu unit kerja yang
berupa tempat mengumpulkan, menyimpan dan memelihara koleksi
pustaka baik buku - buku ataupun bacaan lainnya yang diatur,
diorganisasikan dan diadministrasikan dengan cara tertentu untuk
memberi kemudahan dan digunakan secara berkelanjutan oleh
pemakainya sebagai informasi.
a) Jenis-jenis Perpustakaan
Untuk lebih dapat memahami apa itu perpustakaan perguruan
tinggi, maka terlebih dahulu kita mengacu pada jenis-jenis
perpustakaan.
Berikut adalah beberapa jenis dari perpustakaan :
1. Perpsutakaan Umum adalah perpustakaan yang
diselenggarakan oleh dana umum dengan tujuan melayani
10



masyarakat umum. Kriteria perpustakaan umum adalah
sebagai berikut :
o Terbuka untuk umum
o Dibiayai oleh dana umum atau yang berasal dari
masyarakat
o Jasa yang diberikan pada hakikatnya bersifat cuma-
cuma atau tidak perlu membayar
2. Perpustakaan Sekolah adalah perpustakaan yang tergabung
dalam sebuah sekolah yang dikelola oleh sekolah yang
bersangkutan untuk mencapai tujuan pendidikan secara
umum. Yang termasuk perpustakaan sekolah yaitu :
o Perpustakaan Taman Kanak-kanak
o Perpustakaan SD
o Perpustakaan SLTP
o Perpustakaan SLTA
3. Perpustakaan Perguruan Tinggi adalah perpustakaan yang
terdapat di lingkungan Perguruan Tinggi, badan
bawahannya maupun lembaga yang berafiliasi dengan
perguruan tinggi. Tujuan utamannya membantu perguruan
tinggi mencapai tujuannya.
Setelah memperhatikan beberapa pendapat di atas dapat diambil
kesimpulan bahwa perpustakaan perguruan tinggi pada hakekatnya
adalah perpustakaan yang terdapat pada perguruan tinggi, badan
bawahan maupun lembaga yang berafiliasi dengan perguruan tinggi
yang memiliki tujuan dan fungsi dengan cara memilih, menghimpun,
mengolah, merawat serta menyajikan informasi kepada civitas
akademika sebagai penunjang terlaksananya Tri Dharma Perguruan
Tinggi.



11



b) Tujuan dan Fungsi Perpustakaan Perguruan Tinggi
Lazimnya pengguna perpustakaan perguruan tinggi adalah staf
pengajar dan mahasiswa, akan tetapi sering pula mencangkup
tenaga kerja administrasi perguruan tinggi. Bagi mahasiswa,
sebagai wadah atau sumber referensi bahan pustaka setiap mata
kuliah, baik dari tingkatan awal hingga pasca sarjana. Sedangkan
untuk staf pengajar mencari sumber terbaru yang berorientasi pada
kebutuhan dengan diperhitungkan agar program yang dilaksanakan
berlangsung dengan efektif dan selalu melayani pengguna
(mahasiswa) selama menjalankan pendidikan di perguruan tinggi
yang bersangkutan. Serta memperkaya pengetahuan yang relevan
pada mahasiswa dan dosen. Jadi, dapat disimpulkan bahwa tujuan
daripada perpustakaan perguruan tinggi adalah mendukung kinerja
dari perguruan tinggi dalam menyelenggarakan pendidikan dengan
menyediakan sumber - sumber informasi ilmiah di perpustakaan
tersebut dan selalu melayani pengguna (mahasiswa) selama
pendidikan diperguruan tinggi yang bersangkutan.
Adapun fungsi perpustakaan perguruan tinggi adalah sebagai
berikut :
a. Fungsi Edukasi Perpustakaan merupakan sumber belajar
para civitas akademika, oleh karena itu koleksi yang
mendukung pencapaian tujuan pembelajaran,
pengorganisasian bahan pembelajaran setiap program studi,
koleksi tentang strategi belajar mengajar dan materi
pendukung pelaksanaan evaluasi pembelajaran.
b. Fungsi Informasi Perpustakaan merupakan sumber
informasi yang mudah diakses oleh pencari dan pengguna
informasi.
c. Fungsi Riset Perpustakaan mempersembahkan
bahan - bahan primer dan sekunder yang paling mutakhir
12



sebagai bahan untuk melakukan penelitian dan pengkajian
ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
d. Fungsi Rekreasi menyediakan koleksi rekreatif yang
bermakna untuk membangun dan mengembangkan
kreativitas, minat dan daya inovasi pengguna perpustakaan.
e. Fungsi Publikasi Perpustakaan selayaknya juga membantu
melakukan publikasi karya yang dihasilkan oleh warga
perguruan tingginya yakni civitas akademika dan staf non-
akademik.
f. Fungsi Deposit Perpustakaan menjadi pusat deposit untuk
seluruh karya dan pengetahuan yang dihasilkan oleh warga
perguruan tingginya.
g. Fungsi Interpretasi Perpustakaan sudah seharusnya
melakukan kajian dan memberikan nilai tambah terhadap
sumber - sumber informasi yang dimilikinya untuk
membantu pengguna dalam melakukan dharmanya.
5. Definisi Variabel
Variabel adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang,
objek, atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan
oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Menurut
(Sugiyono, 2007:2).
6. Definisi Sampel dan Populasi
Menurut Margono (2010:121,118) adalah Sampel adalah sebagai
bagian dari populasi sedangkan Populasi adalah seluruh data yang
menjadi perhatian kita dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang kita
tentukan.
7. Definisi Metode PIECES
Untuk mengidentifikasi masalah, maka harus dilakukan analisis
terhadap kinerja, ekonomi, pengendalian, efisiensi, dan pelayanan atau
13



juga sering disebut dengan analisis pieces. Adapun pengertian dari
analisis pieces sebagai berikut Menurut Hanif Al Fatta (2007) :
1. Analisis Kinerja Sistem ( Performance )
Kinerja adalah suatu kemampuan sistem dalam menyelesaikan
tugas dengan cepat sehingga sasaran dapat segera tercapai. Kinerja
diukur dengan jumlah produksi (throughput) dan waktu yang
digunakan untuk menyesuaikan perpindahan pekerjaan (response
time).
2. Analisis Informasi ( Information )
Informasi merupakan hal penting karena dengan informasi tersebut
pihak manajemen (marketing) dan user dapat melakukan langkah
selanjutnya.
3. Analisis Ekonomi ( Economy )
Pemanfaatan biaya yang digunakan dari pemanfaatan informasi.
Peningkatan terhadap kebutuhan ekonomis mempengaruhi
pengendalian biaya dan peningkatan manfaat.
4. Analisis Pengendalian ( Control )
Analisis ini digunakan untuk membandingkan sistem yang
dianalisa berdasarkan pada segi ketepatan waktu, kemudahan akses,
dan ketelitian data yang diproses.
5. Analisis Efisiensi ( Efficiency )
Efisiensi berhubungan dengan bagaimana sumber tersebut dapat
digunakan secara optimal. Operasi pada suatu perusahaan dikatakan
efisien atau tidak biasanya didasarkan pada tugas dan tanggung jawab
dalam melaksanakan kegiatan.
6. Analisis Pelayanan ( Service )
Peningkatan pelayanan memperlihatkan kategori yang beragam.
Proyek yang dipilih merupakan peningkatan pelayanan yang lebih baik
bagi manajemen (marketing), user dan bagian lain yang merupakan
simbol kualitas dari suatu sistem informasi.

14



B. ALAT BANTU ANALISA SISTEM
1. Flowchart (Bagan Alir)
Flowchart/Bagan Alir merupakan teknik analitis yang digunakan
untuk menjelaskan aspek-aspek sistem informasi secara jelas, tepat dan
logis. Bagan alir menggunakan serangkaian simbol standar untuk
menguraikan prosedur pengolahan transaksi yang digunakan oleh sebuah
perusahaan, sekaligus menguraikan aliran data dalam sebuah sistem,
menurut (Krismiaji,2010:71). Flowchart adalah gambaran atau bagan
yang memperlihatkan urutan dan hubungan antar proses beserta
instruksinya. Gambaran ini dinyatakan dengan simbol. Dengan demikian
setiap simbol menggambarkan proses tertentu. Sedangkan hubungan antar
proses digambarkan dengan garis penghubung.
Flowchart adalah penggambaran secara grafik dari langkah - langkah
dan urutan - urutan prosedur dari suatu program. Flowchart menolong
analis dan programmer untuk memecahkan masalah kedalam segmen-
segmen yang lebih kecil dan menolong dalam menganalisi alternatif-
alternatif lain dalam pengoperasian. Flowchart biasanya mempermudah
penyelasaian suatu masalah khususnya masalah yang perlu dipelajari dan
dievaluasi lebih lanjut.
Flowchart ini merupakan langkah awal pembuatan program. Dengan
adanya flowchart urutan proses kegiatan menjadi lebih jelas. Jika ada
penambahan proses maka dapat dilakukan lebih mudah. Setelah flowchart
selesai disusun, selanjutnya pemrogram (programmer) menerjemahkannya
kedalam bentuk program dengan bahasa program.
Dalam pembuatan flowchart tidak ada rumus atau patokan yang
bersifat mutlak. Karena flowchart merupakan gambaran hasil pemikiran
dalam menganalisa suatu masalah dengan komputer. Sehingga flowchart
yang dihasilkan dapat bervariasi antara satu pemrogram dengan
pemrogram lainnya.
Namun secara garis besar, setiap pengolahan selalu terdiri dari tiga
bagian utama, yaitu :
15



Input berupa bahan mentah
Proses pengolahan
Output berupa bahan jadi
Untuk pengolahan data dengan komputer, dapat digunakan urutan
dasar untuk pemecahan suatu masalah, yaitu :
Start : berisi instruksi untuk persiapan peralatan yang
diperlukan sebelum menangani pemecahan masalah.
Read : berisi instruksi untuk membaca data dari suatu
peralatan input.
Process : berisi kegiatan yang berkaitan dengan pemesahan
masalah sesuai dengan data yang dibaca.
Write : berisi instruksi untuk merekam hasil kegiatan
keperalatan output.
End : mengakhiri kegiatan pengolahan.
Flowchart yang digunakan dalam penelitian Kuliah Kerja Praktek
(KKP) ini adalah Flowchart Dokumen (Document Flowchart). Flowchart
Dokumen menelusuri alur dari data yang ditulis melalui sistem. Kegunaan
flowchart dokumen untuk menelusuri alur form dan laporan sistem dari
satu bagian ke bagian lain baik bagaimana alur form dan laporan diproses,
dicatat dan disimpan.
Adapun simbol - simbol yang digunakan dalam flowchart dokumen,
antara lain :
Simbol Dokumen : menunjukkan input dan output baik
untuk proses manual, mekanik atau komputer

Simbol Manual : menunjukkan pekerjaan manual

Simbol Simpanan Offline : file non-komputer yang
diarsip urut tanggal

Connector : jalur arus dokumen

C
16



a. Pedoman - pedoman dalam membuat flowchart
Bila seorang analis dan programmer akan membuat flowchart, ada
beberapa petunjuk yang harus diperhatikan, seperti :
1) Flowchart digambarkan dari halaman atas ke bawah dan dari kiri
ke kanan.
2) Aktifitas yang digambarkan harus didefinisikan secara hati - hati
dan definisi ini harus dapat dimengerti oleh pembacanya.
3) Kapan aktifitas dimulai dan berkahri harus ditentukan secara jelas.
4) Setiap langkah dari aktifitas harus diuraikan dengan menggunakan
deskripsi kata kerja, misalkan MENGHITUNG LABA
PENJUALAN.
5) Setiap langkag dari aktifitas harus berada pada urutan yang benar.
6) Lingkup dan range dari aktifitas yang sedang digambarkan harus
ditelusuri dengan hati - hati. Pecabangan - percabangan yang
memotong aktifitas yang sedang digambarkan tidak perlu
digambarkan pada flowchart yang sama. Simbol konektor harus
digunakan dan percabangannya diletakan pada halaman yang
terpisah atau hilangkan seluruhnya bila percabangannya tidak
berkaitan dengan sistem.
7) Gunakan simbol - simbol flowchart yang standar.
2. Unified Modeling Language (UML)
Unified Modeling Language (UML) adalah bahasa yang telah
menjadi standar dalam industri untuk visualisasi, merancang dan
mendokumentasikan sistem perangkat lunak. Menurut (Verdi
Yasin,2012:194).
UML merupakan suatu kumpulan teknik terbaik yang telah terbukti
sukses dalam memodelkan sistem yang besar dan kompleks. UML tidak
hanya digunakan dalam proses pemodelan perangkat lunak, namun hampir
dalam semua bidang membutuhkan pemodelan.
Bagian - bagian utama yang terdapat dalam UML adalah sebagai
berikut :
17



1) View
View digunakan untuk melihat sistem yang dimodelkan dari
beberapa aspek yang berbeda. View bukan melihat grafik, tapi
merupakan suatu abstraksi yang berisi sejumlah diagram.
2) Use Case View
Mendeskripsikan fungsionalitas sistem yang seharusnya
dilakukan sesuai yang diinginkan external actors. Actor yang
berinteraksi dengan sistem dapat berupa user atau sistem lainnya.
3) Logical View
Mendeskripsikan bagaimana fungsionalitas dari sistem, struktur
statis (class, object,dan relationship ) dan kolaborasi dinamis
yang terjadi ketika object mengirim pesan ke object lain dalam
suatu fungsi tertentu.
4) Component View
Mendeskripsikan implementasi dan ketergantungan modul.
Komponen yang merupakan tipe lainnya dari code
module diperlihatkan dengan struktur dan ketergantungannya
juga alokasi sumber daya komponen dan informasi
administrative lainnya.
5) Concurrency View
Membagi sistem ke dalam proses dan prosesor.View ini
digambarkan dalam diagram dinamis (state, sequence,
collaboration, dan activity diagrams) dan diagram implementasi
(component dan deployment diagrams) serta digunakan untuk
pengembang (developer), pengintegrasi (integrator), dan penguji
(tester).
6) Deployment View
Mendeskripsikan fisik dari sistem seperti komputer dan
perangkat (nodes) dan bagaimana hubungannya dengan lainnya.
7) Diagram
18



Diagram berbentuk grafik yang menunjukkan simbol elemen
model yang disusun untuk mengilustrasikan bagian atau aspek
tertentu dari sistem. Sebuah diagram merupakan bagian dari
suatu view tertentu dan ketika digambarkan biasanya
dialokasikan untuk view tertentu. Adapun jenis - jenis diagram
yang digunakan dalam penelitian ini, sebagai berikut :
a. Uses Case Diagram
Uses case diagram menggambarkan fungsionalitas yang
diharapkan dari sebuah sistem. Yang ditekankan adalah
apa yang diperbuat sistem dan bukan bagaimana.
Menurut (Verdi Yasin,2012:198).
b. Activity Diagram
Menggambarkan berbagai alir aktivitas dalam sistem yang
sedang dirancang, bagaimana masing-masing alir berawal,
decision yang mungkin terjadi dan bagaimana mereka
berakhir. Menurut (Verdi Yasin,2012:201).
c. Class Diagram
Class Diagram adalah sebuah spesifikasi yang jika
diinstansiasi akan menghasilkan sebuah objek dan
merupakan inti dari pengembangan dan desain berorientasi
objek. Class menggambarkan keadaan (atribut/properti) suatu
sistem, sekaligus menawarkan layanan untuk memanipulasi
keadaan tersebut (metode/fungsi). Menurut (Verdi
Yasin,2012:198).
d. Sequence Diagram
Sequence diagram menggambarkan interaksi antar objek di
dalam dan disekitar sistem (termasuk pengguna, display, dan
sebagainya) berupa pesan yang digambarkan terhadap waktu.
Sequence Diagram terdiri antar dimensi vertikal (waktu) dan
dimensi horizontal (objek - objek yang terkait). Menurut
(Verdi Yasin,2012:201).
19



BAB III
METODE PENELITIAN

A. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di perpustakaan Sekolah Tinggi Ilmu
Komputer Cipta Karya Informatika (STIKOM CKI) Jakarta yang
beralamat di Jl. Radin Inten II, Buaran Klender Jakarta 13470. Telp. (021)
862 6444 Hunting Fax. (021) 862 6444.
1) Sejarah Singkat STIKOM CKI
Dilatar belakangi oleh keprihatinan terhadap kondisi dan kualitas
pendidikan khususnya pendidikan komputer di tanah air, dimana hanya
sebagian kecil saja dari masyarakat kita yang berkesempatan untuk
mengenyam pendidikan komputer disebabkan masyarakat kita masih
beranggapan bahwa pendidikan komputer hanya dimungkinkan untuk
kalangan yang mampu dan tertentu saja.
Melihat keadaan yang demikian itu, maka dengan visiuntuk menjadi
kiblat baru dunia Pendidikan Tinggi Teknologi Informasi ditanah air dan
kemauan yang keras diatas segala keterbatasan yang ada, pada tanggal 2
Mei 2000 bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional didirikanlah sebuah
Lembaga Pendidikan Manajemen Informatika dan Komputer Cipta Karya
Institute (LPMIK CKI) sebagai realisasi dari keinginan untuk memberikan
sumbangan pemikiran dan sarana bagi pengembangan pendidikan
khususnya dari lembaga ini kepada masyarakat dikhususkan pada
pendidikan profesional dalam bidang Graphic Design, Web Design dan
Programming untuk program program profesional setara Diploma II dan
Diploma I.
Sambutan yang diberikan masyarakat cukup antusias dibuktikan
dengan banyaknya jumlah mahasiswa yang mendaftar termasuk juga serta
program pendidikan singkat (Short Course).
20



Atas desakan kebutuhan mahasiswa untuk melanjutkan kejenjang S1
dan keinginan dari pengelola untuk lebih fokus lagi pada dunia pendidikan
yang sesungguhnya dan masukkan dari masyarakat, maka pada tahun 2001
didirikan Yayasan Cipta Karya Institusi (YCKI), yang kemudian
memprakarsai berdirinya sebuah Sekolah Tinggi dengan nama Sekolah
Tinggi Ilmu Komputer Cipta Karya Informatika dan STIKOM CKI,
ditandai dengan keluarnya izin pada tanggal 5 September 2002.
STIKOM CKI membuka dua program studi , yaitu:
- Teknik Informatika
- Sistem Informasi
Sejak awal berdirinya STIKOM CKI telah menerapkan kurikulum
berbasis kompetensi. Sehingga dalam penyusunan kurikulum jauh lebih
leluasa dalam penentuan muatan materi kurikulum yang berkualitas global
dan uptodate. Bagi mereka yang menjadi warga STIKOM CKI, maka
sekedar menjadi sarjana tidak berlaku. Sebab setiap mahasiswa Program
Sarjana akan dibekali dengan Keahlian Plus yang diminati di dunia kerja
dan usah, melengkapi Kurikulum Nasional. STIKOM CKI bertekad tidak
hanya menjadi salah satu pergutruan tinggi terbaik yang bisa dijadikan
contoh secara nasional, tapi juga menghasilkan lulusan yang bermasa
depan baik.
Dari tahun ketahun STIKOM CKI terus berkembnang dan meningkat,
baik dari segi jumlah siswanya maupun jumlah kampusnya. Tercatat
sampai saat ini jumlah mahasiswa STIKOM CKI telah mencapai jumlah
mahasiswa lebih dari 724 orang.
Tahun 2009 sesuai dengan surat keterangan dari BAN PT (Badan
Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi) dengan nomor 015 / BAN-PT / Ak-
XII / S.I /VI/2009, program studi Sistem Informasi telah terakreditasi.
Disusul dengan program studi Teknik Informatika pada tahun 2010, sesuai
dengan surat keterangan BAN PT nomor 001 / BAN-PT / Ak-XII / S.I /IV
/2010.
21



Sampai saat ini Kampus STIKOM CKI telah beberapa kali mendapat
bantuan beasiswa dari pemerintah melalui fasilitas Bantuan Beasiswa
SUPERSEMAR. Bantuan untuk Mahasiswa Berprestasi dan bantuan untuk
mahasiswa yang tidak mampu. Dengan adanya fasilitas Beasiswa tersebut,
telah banyak memberikan manfaat kepada mahasiswa yang tidak mampui
secara ekonomi untuk dapat terus melanjutkan pendidikannya di STIKOM
CKI. Dan Kampus STIKOM CKI telah beberapa kali diberikan
kepercayaan oleh pihak ketiga untuk kerjasama dalam pembuatan
program-program aplikasi dan pembangunan program berbasiskan web.
Selain itu STIKOM CKI dalam rangka visi dan misinya dalam
pengabdian kepada masyarakat, sejak dari awal berdirinya telah
melakukan bimgbingan dan binaan kepada sekolah-sekolah menengah di
lingkungan sekitar dengan memberikan kesempatan untuk mengikuti
pelatihan dan sertifikasi gratis untuk program operator dan desain grafis.
Selain itu juga menyelenggarakan seminar dan workshop cuma-cuma bagi
para siswa sekolah menengah dan mahasiswa yang semua itu dengan satu
tujuan agar keberadaan Kampus STIKOM CKI dirasakan manfaatnya oleh
masyarakat pada umumnya, sekaligus mengenalkan TRIDHARMA
PERGURUAN TINGGI.












22



2) Struktur, Tugas dan Wewenang




















Gambar 3.1 Struktur Organisasi Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Cipta
Karya Informatika (STIKOM CKI)

Dengan melihat struktur tersebut, penulis akan menerangkan posisi,
tugas dan wewenang jabatan masing-masing.
a. Ketua
Ketua bertanggung jawab kepada : Ketua Yayasan
Wewenang :
1) Menetapkan kebijakan dan pengelolaan akademik
2) Recruitment karyawan baru
Penasihat

Ketua YCKI

Dewan Pembina

Ketua STIKOM CKI

Puket I Puket II Bid.
Adm & Keu
Puket III Bid.
Kemahasiswaan
Bag. Administrasi
Umum
Kepala Rumah
Tangga
Ketua Program Studi SI Ketua Program Studi TI
Pembantu Prodi SI Pembantu Prodi TI Kepala Lab.
Asisten Lab. Front Office Front Office
23



3) Reward and punishment
4) Cuti karyawan
5) Membuat perencanaan, melakukan bimbingan, koordinasi dan
pengawasan terhadap semua kegiatan akademik / pendidika,
administrasi / keuangan, kemahasiswaan dan kegiatan lainnya
b. Puket I Bidang Akademik
Bertanggung jawab kepada : Ketua
Wewenang :
1) Membantu ketua menetapkan kebijakan bidang akademik
pendidikan
2) Membantu ketua dalam menyusun perencanaan, melakukan
bimbingan, koordinasi dan pengawasan terhadap semua
kegiatan akademik / pendidikan, antara lain :
a) Menyelenggarakan ujian masuk / testing mahasiswa baru
b) Menyusun tenaga pengajar / dosen
c) Menetapkan ketentuan-ketentuan yang mengatur tentang
pelaksaaan ujian
d) Menandatangani ijazah
e) Menyelenggarakan ceramah - ceramah, kuliah umum dan
seminar-seminar dilingkungan kampus
f) Mengawasi pengelolaan perpustakaan
g) Mengawasi pelaksanaan penelitian dan pengabdian
masyarakat
h) Mengawasi pelaksanaan perkuliahan dan sidang
3) Membantu ketua dalam menyusun laporan pertanggung
jawaban atas jalannya kegiatan akademik, khususnya bidang
pendidikan
4) Membuat SK karyawan dan SK dosen
5) Kerjasama dengan penerbit dalam melengkapi buku
perpustakaan
24



6) Mengadakan evaluasi pelaksaan kegiatan dilingkungan
perpustakaan dan mengambil tindakan bila dipandang perlu
7) Mewakili ketua apabila ketua berhalangan dalam hal yang
menyangkut bidang akademik / pendidikan
8) Membentuk lembaga ilmiah dilingkungan akademik dengan
persetujuan ketua
9) Mengusulkan kepada ketua untuk pengangakatan tenaga-tenaga
dosen dan sekertariat
10) Membuat laporan pertanggung jawaban atas jalannya kegiatan
akademik kepada ketua dan instansi dilingkungan pendidikan
nasional serta instasi pemerintah lainnya yang berkepentingan
setiap akhir tahun
c. Puket II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan
Bertanggung jawab kepada : Ketua
Wewenang :
1) Membantu ketua dalam menetapkan kebijaksanaan bidang
administrasi dan keuangan
2) Membantu ketua dalam menyusun perencanaan, melakukan
bimbingan, koordinasi dan pengawasan terhadap semua
kegiatan administrasi / keuangan antara lain :
a) Menyusun tata kerja / prosedur kerja administrasi umum
sesuai dengan pedoman pelayanan tata usaha untuk
perguruan tinggi
b) Menetapkan ketentuan - ketentuan yang mengatur tentang
hubungan / koordinasi dengan perguruan tinggi lain,
khususnya di bidang pengembangan sarana fisik
c) Menyelenggarakan penyusunan arsip dan dokumentasi,
khususnya yang mengenai sejarah pendirian dan
pengembangan akademis
d) Menyelenggarakan pengadaan akademis
25



e) Menyusun tata kerja / prosedur kerja, administrasi keuangan
yang efektif dan efisien
3) Membantu ketua dalam menyusun laporan pertanggungjawaban
atas jalannya kegitan akademik, khususnya bidang administrasi
dan keuangan.
4) Mewakili ketua apabila ketua berhalangan dalam hal
menyangkut dalam bidang administrasi dan keungan
5) Pengelolaan data karyawan
6) Pengelolaan dan pembayaran pajak-pajak serta rekening
operasional kantor.
d. Puket III Bidang Kemahasiswaan
Beratanggung jawab kepada : Ketua
Wewenang :
1) Membantu ketua dalam menyusun kebijaksanaan bidang
kemahasiswaan
2) Membantu ketua dalam menyusun perencanaan, melakukan
bimbingan, koordinasi dan pengawasan terhadap semua
kegiatan kemahasiswaan, antara lain :
a) Menetapkan ketentuan - ketentuan yang mengatur tentang
pemilihan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM)
dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)
b) Membimbing dan mengarahkan MPM dan BEM dan para
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dalam segala kegiatan
baik didalam maupun diluar kampus
3) Membantu ketua menyusun laporan pertanggung jawaban atas
jalannya kegiatan akademik khususnya bidang kemahasiswaan
4) Mewakili ketua apabila ketua berhalangan dalam hal yang
menyangkut bidang kemahasiswaan
e. Ketua Jurusan
Bertanggung jawab kepada : Ketua
Wewenang :
26



1) Konversi nilai pindahan dan lanjutan
2) Evaluasi silabus dan Sap (rapat evaluasi, pokok bahasan)
3) Sidang skripsi, komprehensip (persiapan pelaksanaan, proposal,
pembimbing, edit data)
4) Penunjukkan dosen koordinator mata kuliah utama dan non
utama
5) Penunjukkan dosen PA
6) Pedoman dosen pengajar
7) Evaluasi soal - soal hasil ujian
8) Mengawasi pelaksanaan LAB komputer
9) Menyusun kurikulum
10) Kuliah umum
11) Mengusulkan kepada pimpinan mengenai tenaga
pengajar/dosen untuk mengikuti kursus - kursus, pendidikan,
latihan, seminar, dan loka karya dalam rangka pengembangan
mutu pendidikan.
12) Mengusulkan kepada pimpinan untuk pengangkatan dan
pemberhentian tenaga pengajar/dosen
13) Pengembangan website
14) Penyusunan database mahasiswa, dosen, keuangan, karyawan.
15) Membantu Puket I bidang akademik dalam kegiatannya yang
menyangkut jurusan
16) Membuat laporan pertanggung jawaban kepada pelaksanaan
tugas jurusan sesuai dengan sistem laporan yang berlaku.
f. sekretariat Jurusan
Bertanggung Jawab kepada: Ketua
Wewenang:
1) Membantu mempersiapkan jadwal kuliah
2) Membantu segala kegiatan ketua jurusan
3) Monitoring perkuliahan
4) Mengadakan persiapan kegiatan jurusan
27



5) Entri data: absen dosen, absen mahasiswa, pendftaran
mahasiswa baru, daftar ulang/susulan perbaikan, daftar wisuda
6) Mewakili ketua jurusan dalam melaksanakan tugas harian
apabila ketua jurusan berhalangan
7) Melakukan koordinasi kerja dengan dosen jurusan dalam rangka
melakukan bimbingan dan penyuluhan studi terhadap para
mahasiswa dan melakukan konsultasi dengan para orang
tua/wali mahasiswa.
8) Membantu ketua jurusan dalam membuat laporan pertanggung
jawaban atas pelaksanaan tugas jurusan sesuai dengan sistem
laporan yang berlaku.
g. Ketua Bagian Keuangan dan Administrasi Umum
Bertanggung jawab kepada: Ketua
Wewenang:
1) Data karyawan
2) Mmonitor kehadiran karyawan
3) Membuat rekap kehadiran untuk honor
4) Honor dosen/pembayaran
5) Honor karyawan
6) Administrasi keuangan
7) Membuat permohonan data dan ATK
8) Keabsahan buku kas
9) Pajak - pajak dan tagihan - tagihan luar
10) Bertanggung jawab terhadap semua surat - surat masuk, surat
keluar, serta pendistribusiannya ke semua bagian
11) Mengarsipkan semua dokumen - dokumen penting dari semua
bagian
12) Bertanggung jawab terhadap keabsahan data yang ada di
bagian umum
h. Kepala Laboratorium Komputer
28



Bertanggung Jawab kepada: Puket I bidang akademik dan ketua
jurusan
Wewenang:
1) Jadwal praktek/asistensi
2) Pelaksanaan praktek
3) Instalasi software
4) Perawatan Hardware
5) Job tugas petugas
6) Membantu daftar ulang
7) Modal Praktikum
8) Kursus dan training
9) Uji coba pengembangan software dan hardware
10) Pengawasan lab
11) Angket lab
12) Kartu lab
13) Prosedur dan tata tertib lab
14) Maintenance peralatan dan ruang lab
i. Kepala Rumah tangga
Bertanggung jawab kepada: Ketua
Wewenang:
1) Ruangan/ kebersihan
2) Inventaris kantor
3) Pajak-pajak dan rekening
4) Maintenance peralatan kantor
5) Membantu marketing dan pengembangan
j. Kepala Perpusatakaan
Bertanggung Jawab kepada: Puket I bidang akademik
Wewenang:
1) Entri peminjaman buku
2) Anggota baru perpustakaan
3) Laporan peminjaman buku, tabloid, jurnal, dll.
29



B. Teknik Penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah metode verifikasi yaitu
bentuk penelitian yang ditujukan pada pemecahan masalah terhadap
kejadian-kejadian yang sifatnya aktual, dianalisis secara kualitatif dalam
rangka menguji kebenaran hipotesis yang diajukan.
1. Teknik Pengumpulan Data
Dalam pengumpulan data - data yang dibutuhkan, penulis
menggunakan beberapa metode, yaitu :
1) Penelitian Lapangan (Field Research)
Yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara melakukan peninjauan
langsung ke tempat objek penelitian dan memperoleh data primer.
Cara - cara pengumpulan data primer melalui :
a) Observasi
Pengumpulan data dengan cara melakukan pengamatan langsung
pada perpustakaan STIKOM CKI.
b) Wawancara
Penulis mengajukan pertanyaan yang telah dipersiapkan terlebih
dahulu secara tertulis meupun secara lisan mengenai masalah -
malasah yang akan diteliti kepada mba Amelia Eka A bagian
Front Office yang menangani perpustakaan.
c) Kuesioner
Seperangkat pertanyaan yang diberikan secara langsung kepada
mahasiswa untuk diisi. (lihat di lampiran)
2) Studi Literatur (Library Research)
Yaitu informasi yang didapat dari buku - buku catatan dan
sumber - sumber lain (internet) yang berhubungan dengan masalah
yang diteliti.




30



2. Jenis dan Sumber Data
Data - data yang dibutuhkan dalam penelitian ini terdiri dari data
primer dan data sekunder.
1) Data Primer
Data yang diperoleh secara langsung dari objek penelitian yang
berupa tanggapan, kritik, saran, pertanyaan dan penilaian dari
mahasiswa sebagai responden; penjelasan dan keterangan pihak
manajemen Kampus STIKOM CKI bagian yang menanangi
perpsutakaan.
2) Data Sekunder
Data yang diperoleh secara tidak langsung, didapatkan dari data
atau arsip perpustakaan STIKOM CKI.
3. Populasi dan Sampel
Dalam penelitian yang menggunakan metode survey, tidaklah selalu
perlu meneliti semua individu dalam populasi, karena disamping memakan
biaya yang besar juga membutuhkan waktu yang lama. Dengan meneliti
sebagian dari populasi, penulis mengharapkan hasil yang diperoleh akan
dapat menggambarkan sifat populasi yang bersangkutan.
Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa STIKOM CKI Buaran
Jakarta Timur, teknik pengambilan sampel atau teknik sampling adalah
suatu cara mengambil sampel yang representatif dari populasi dengan
rumus dari Yamane, berikut :






31



Keterangan :
n = jumlah sampel
N = jumlah populasi
e = presisi (ditetapkan 5% dengan tingkat kepercayaan 95%)

Akan tetapi, penulis mengambil 30 responden mahasiswa STIKOM
CKI Buaran Jakarta Timur didasarkan pada pendapat yang dikemukakan
oleh Sevilla (1993:163) bahwa :
Untuk metode penelitian deskriptif dengan cara korelasional jumlah
sampel 30 orang dapat mewakili populasi yang ada.
Dari hasil data yang terkumpul, penulis mencoba untuk mengolah dan
menganalisi data tersebut dengan menggunakan analisis kualitatif dan
analisis kuantitatif. Maksud dari kedua analisis tersebut adalah :
1. Analisis Kualitatif
Yaitu analisis yang mengungkapkan suatu masalah tidak dalam bentuk
angka melainkan dengan nilai yang didasarkan pada hasil pengolahan
data dan penilaian penulis.
2. Analisis Kuantitatif
Yaitu analisis yang menginterpretasikan data dalam bentuk angka-
angka dan digunakan sebagai alat dalam statistik sehingga
memudahkan dalam menaksirkan data mentah yang diperoleh.
Dalam mengumpulkan dan mengolah data yang diperoleh dari
kuesioner dengan cara memberikan bobot penilaian dari setiap pernyataan
berdasarkan skala Likert. Menurut Sugiono (2012;93) Skala Likert
merupakan metode pengukuran yang digunakan untuk mengukur,
pendapat dan persepsi seseorang atau kelompok orang tentang fenomena
sosial. Untuk keperluan analisis secara kuantitatif, maka jawaban yang
diperoleh dari kuesioner akan diberikan bobot penilaian berdasarkan skala
Likert baik itu yang positif atau negatif seperti yang terlihat pada tabel
berikut :

32



Tabel 3.1
Skala Likert
Pernyataan Bobot
Sangat Puas 5
Cukup Puas 4
Puas 3
Kurang Puas 2
Tidak Puas 1

Selain itu, penelitian ini juga menggunakan metode PIECES. Metode
PIECES adalah metode analisis sebagai dasar untuk memperoleh
pokok - pokok permasalahan yang lebih spesifik.

C. Variabel Penelitian
Dalam penelitian ini, penulis menetapkan variabelnya yang mewakili
metode PIECES sebagai berikut :
1. Performance (Kinerja dari perpustakaan)
2. Informasi yang diberikan dari perpustakaan
3. Biaya apa saja yang harus dikeluarkan
4. Pengecekan terhadap jumlah buku
5. Efisiensi dalam pencarian buku
6. Layanan dari bagian perpustakaan










33



BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Prosedur Sistem Berjalan
a. Prosedur Isi Data (Proses 1.0)
Bagian perpustakaan menginput data mahasiswa yang
hendak meminjam buku.
b. Prosedur Penyerahan Buku (Proses 2.0)
Setelah bagian perpustakaan menginput data mahasiswa,
selanjutnya buku yang akan dipinjam diserahkan ke
mahasiswa dengan ketentuan yang berlaku
c. Prosedur Pengembalian Buku (Proses 3.0)
Bagi mahasiswa yang ingin mengembalikan buku,
menyerahkan buku ke bagian perpustakaan, selanjutnya
bagian perpustakaan mengecek apakah pengembalian
tersebut sesuai dengan tanggal peminjaman. Jika sesuai
maka form peminjaman di arsipkan, bila tidak sesuai maka
dikenakan denda.
d. Prosedur Bayar Denda (Proses 4.0)
Apabila dalam masa pengembalian tidak sesuai dengan
form peminjaman (lebih dari masanya) maka akan
dikenakan denda. Denda ini dibayarkan mahasiswa ke
bagian perpustakaan. Data bayar denda ini kemudian
diarsipkan.






34



2. Flowchart Dokumen Berjalan
Dalam prosedur peminjaman dan pengembalian buku pada
Perpustakaan Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Cipta Karya
Informatika (STIKOM CKI) Buaran Jakarta Timur masih
dikerjakan secara manual. Dengan pengelolaan masih secara
manual tersebut berbagai kesulitan pun terjadi seperti pada
pengelolaan data buku, transaksi peminjaman dan
pengembalian buku, sehingga data dan informasi yang
dibutuhkan tidak dapat dengan mudah dikelola dam diketahui.
Prosedur pengelolaan buku, peminjaman dan pengembalian
yang digambarkan pada flowchart dokumen seperti berikut :

















35

































Gambar 4.1 Flowchart Dokumen Berjalan
SISTEM PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KOMPUTER
CIPTA KARYA INFORMATIKA BUARAN JAKARTA TIMUR
Mahasiswa Bag. Perpustakaan

Isi data diri
dan data buku
yang dipinjam
Cek
ketersediaan
buku
Cek form
peminjaman
Form
Peminjaman
Data
buku
KTM
KTM
Data
buku
Form
Peminjaman
Mulai
KTM
c
Data
buku
Data
buku
Form
Peminjaman
Form
Peminjaman
Jika ada dicatat
di form
peminjamannya
Form
Peminjaman ok
c
Selesai
Jika tidak
sesuai
Denda Denda
Bayar
denda
Data
bayar
36



3. Unified Modeling Language
a. Use Case Diagram
System
Data Buku
<<include>>
Isi Data
Penyerahan Buku
Pengembalian Buku
Bag. Perpustakaan
<<extend>>
Denda
Bayar
Mahasiswa

Gambar 4.2 Use Case Diagram Sistem Berjalan
- Mahasiswa dan Bag. Perpustakaan sebagai aktor dari
use case diagram yang saling berinteraksi.
- Isi data, penyerahan buku, pengembalian buku dan
bayar termasuk uses case atau sebuah kegiatan yang
dilakukan oleh aktor
- Data buku termasuk include pada use case diagram, ini
menunjukkan ketika aktor (mahasiswa) mengisi data,
maka data buku yang akan dipinjam juga termasuk
didalamnya.
- Denda termasuk extend pada use case diagram, dimana
denda akan dikenakan bila pengembalian buku tidak
sesuai dengan lama peminjaman yang ditetapkan.
37



b. Activity Diagram
Mahasiswa Bag. Perpustakaan


Gambar 4.3 Activity Diagram Sistem Berjalan


Membawa KTM
Mengisi data diri dan data buku
yang dipinjam
Cek ketersediaan buku
Jika ada dicatat di form
peminjaman
Form peminjaman dan buku
diberikan ke mahasiswa
Form peminjaman dan buku
Form peminjaman dan buku
dikembalikan
Cek tanggal peminjaman buku
Form peminjaman
ok
Denda
Bayar denda Data bayar
Jika tidak
sesuai
38



c. Class Diagram













Gambar 4.4 Class Diagram Sistem Berjalan

Keterangan :
Satu mahasiswa bisa tidak meminjam buku, akan tetapi bisa
juga meminjam buku
Satu mahasiswa bisa meminjam satu buku, akan tetapi bisa
juga meminjam lebih dari satu buku










Mahasiswa
Nim<PK>
Nama
Jurusan
Semester
Buku
Kode Buku<PK>
Judul Buku
Tahun Terbit
Pengarang
Stok
Form Peminjaman
No Form<PK>
Nim<FK>
Kode Buku<FK>
Tanggal Peminjaman
Tanggal Pengembalian


0
1
*
1
*
39



d. Sequence Diagram















Gambar 4.5 Sequence Diagram Sistem Berjalan
Keterangan :
Bagian Perpustakaan menulis data mahasiswa didalam form
peminjaman yang berisikan data tanggal peminjaman, judul
buku dan tanggal pengembalian buku.










Bag.
Perpustakaan
Mahasiswa Peminjaman Pengembalian
Form Peminjaman
Form
Load
Create ()
Add
Peminjam
an ()
No. Form
Nim
Kode buku
Tanggal Pinjam
Tanggal Kembali
40



A. DATA HASIL PENELITIAN
Data mahasiswa dan dosen yang meminjam buku pada
perpustakaan STIKOM CKI dalam kurun tahun 2010-2013, sebagai
berikut :
Tabel 4.1
Daftar Peminjam Buku Perpustakaan STIKOM CKI
Tahun Total
2010 25
2011 0
2012 0
2013 45

Tabel 4.2
Daftar Pengembalian Buku Perpustakaan STIKOM CKI
Tahun Total
2010 25
2011 0
2012 0
2013 45

Tabel 4.3
Stok Buku Perpustakaan STIKOM CKI
Tahun Total
2010 385
2011 387
2012 390
2013 398

Dengan menggunakan data primer yang diambil dari kuesioner,
diperoleh data pribadi responden yang meliputi: jenis kelamin dan jurusan.
Setelah melihat hasil pengumpulan kuesioner sebanyak 30, maka dapat
diketahui gambaran mahasiswa STIKOM CKI sebagai berikut :



41



1) Tabel Semester
Tabel 4.4
Semester
Semester Frekuensi %
I 20 66.66
III 2 6.66
V 3 10
VII 5 16.66
Total 30 100
Sumber : Data primer yang telah diolah
Dari data tabel diatas, kuesioner diberikan secara acak ke
mahasiswa semester I sebanyak 20 orang atau 66.66% , semester III
sebanyak 2 orang atau 6.66% , semester V sebanyak 3 orang atau
10% dan semester VII sebanyak 5 orang atau 16.66%

2) Tabel Jurusan
Tabel 4.5
Jurusan
Jurusan Frekuensi %
Teknik Informatika 25 83.33
Sistem Informasi 5 16.67
Total 30 100
Sumber : Data primer yang telah diolah
Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa jurusan teknik
informatika lebih dominan dengan jumlah 25 orang atau sebesar
83.33%, sedangkan jurusan sistem informasi dengan jumlah 5 orang
atau sebesar 16.67%.







42



3) Tabel Kelas
Tabel 4.6
Kelas
Kelas Frekuensi %
Pagi 25 83.33
Malam 5 16.67
Sabtu 0 0
Minggu 0 0
Total 30 100
Sumber : Data primer yang telah diolah

Dari tabel diatas, sebagian besar responden yang diambil
adalah kelas pagi sebesar 25 orang atau 83.33% dan kelas malam 5
orang atau 16.67%.



















43



B. HASIL PENGOLAHAN DATA
1. Kuesioner
Setelah data kuesioner diolah, dapat dijelaskan variabel yang
digunakan dalam mewakili metode PIECES berbentuk tabel sebagai
berikut :
Tabel 4.7 Kesioner
No Indikator
Skor
Jml Rata
-rata
Ket
SP CP P KP TP
1. Analisa Performance (Kinerja)
1.1 Bag. Perpustakaan selalu berada
di tempat
1 1 19 8 1 83 2.76 P
1.2 Bag. Perpustakaan berpakaian
rapi
2 4 15 9 0 89 2.96 P
1.3 Mencatat ketika meminjam buku 1 2 6 13 8 65 2.16 KP
2. Analisa Information (Informasi)
2.1 Penjelasan yang diberikan bag.
Perpustakaan
1 1 10 15 3 72 2.40 KP
2.2 Bag. Perpustakaan memberikan
petunjuk penempatan buku
0 4 9 12 5 72 2.40 KP
2.3 Bag. Perpustakaan mengetahui
susunan buku
2 2 8 9 9 69 2.30 KP
3. Analisa Economy (Ekonomi)
3.1 Pembuatan laporan dengan buku
besar
1 2 10 15 2 71 2.36 KP
3.2 Denda yang dikenakan 3 5 10 2 10 79 2.63 P
3.3 Biaya pembelian buku pencatat 2 2 7 10 9 68 2.26 KP
4. Analisa Control (Kontrol)
4.1 Kebersihan ruangan 0 1 7 13 9 60 2.00 KP
4.2 Kondisi Buku 1 1 12 5 11 66 2.20 KP
4.3 Perarutan perpustakaan 0 0 10 8 12 58 1.93 KP
5. Analisa Eficiency (Efisiensi)
5.1 Penempatan Buku 0 0 7 13 10 57 1.90 KP
5.2 Pencarian Buku 0 0 5 15 10 55 1.83 KP
5.3 Laporan tepat sasaran 0 1 10 10 9 63 2.10 KP
6. Analisa Services (Layanan)
6.1 Pinjam dan Kembali setiap saat 2 1 7 9 11 74 2.46 KP
6.2 Bag. Perpustakaan melayani
dengan sopan
1 1 12 8 8 69 2.30 KP
6.3 Kondisi Ruangan 0 0 10 8 12 58 1.93 KP
Rata - rata
40.93 2.27 KP
44



Ket :
SP : Sangat Puas CP : Cukup Puas P : Puas KP : Kurang Puas
TP : Tidak Puas
1.0 0 1.79 : Tidak Puas
1.80 2.59 : Kurang Puas
2.60 3.39 : Puas
3.40 4.19 : Cukup Puas
4.20 5.00 : Sangat Puas
Berdasarkan tabel diatas, kepuasan mahasiswa dari rata rata
keseluruhan menyatakan kurang puas sebesar 2.27 (KP) pada intercal
1.80 2.59
H = < 0 : Kualitas perpustakaan tidak memiliki pengaruh
positif pada kepuasan mahasiswa
H = > 0 : Kualitas perpustakaan memliki pengaruh positif
pada kepuasan mahasiswa







Berdasarkan hasil perhitungan dapat dilihat adanya pengaruh positif
terhadap kepuasan mahasiswa terhadap perpustakaan STIKOM CKI
sebesar 0.248
(30*3386) (83*1214)
[(30*245)(83) ][(30*49908)(1214)]
(n * xy) (x)(y)
[(n*x)(x) ][(n*y)(y)]
=
=
(101580) (100762)
[(461)][(23444)]
818
10807684
818
3288
0,248
=
=
=
=
xy
r
xy
r
xy
r
45



2. Metode Pieces
Dalam menganalisa sebuah sistem, biasanya dilakukan
terhadap beberapa aspek seperti kinerja, informasi, ekonomi,
keamanan, efisiensi dan pelayanan. Analisa ini disebut dengan
PIECES Analisys.
1) Analisa Kerja (Performance)
Dalam kasus ini, kinerja dari sistem perpustakaan
STIKOM CKI dirasakan kurang efisien dan efektif jika
dilihat dari hasil respon mahasiswa. Misalkan dalam
pencarian buku, ini membutuhkan waktu yang cukup
lama. Hal ini dikarenakan proses yang dilakukan masih
bersifat manual.
Solusi untuk membantu dalam pencarian buku, bisa
dengan komputerisasi dan penataan buku yang sesuai
dengan kategorinya.
2) Analisa Informasi (Information)
Pada sistem informasi yang ada di perpustakaan
STIKOM CKI masih kurang akurat dan tepat.
Dikarenakan pembuatan laporan masih manual, sehingga
dapat terjadi beberapa kelemahan.
Solusi untuk pembuatan laporan bisa dengan
menggunakan aplikasi komputerisasi misalkan dengan
program vb.net dengan database mysql 2008 sehingga
dapat mempermudah bagian yang menangani
perpsutakaan.
3) Analisa Ekonomi (Economy)
Dalam pembuatan laporan pada perpustakaan
STIKOM CKI masih manual, artinya masih membutuhkan
46



sebuah buku besar untuk mencatat buku apa saja yang
dipinjam oleh mahasiswa. Dalam hal ini, setidaknya ada
biaya yang harus dikeluarkan, walaupun sedikit.
Untuk mengurangi pengeluaran biaya tersebut,
pembuatan laporan bisa dengan komputerisasi.
4) Analisa Kontrol (Control)
Dengan masih manualnya pembuatan laporan pada
perpustakaan STIKOM CKI, kemungkinan masih terjadi
kesalahan kecil dan besar yang dapat terjadi, untuk itu
diperlukan pengawasan untuk mengurangi tingkat
kesalahan dalam pembuatan laporan.
5) Analisa Efisien (Efficiency)
Selama ini penataan buku, pembuatan laporan masih
kurang. Penempatan buku masih berantakan, tidak sesuai
dengan kategorinya. Jadi ini memakan waktu dan sangat
tidak efisien.
Solusi untuk mempermudah dalam pencarian buku
bisa dengan komputerisasi dengan mengecek ketersediaan
buku dan memberikan nomor pada setiap buku sesuai
kategorinya.
6) Analisa Layanan (Service)
Bagian pelayanan yang ada sekarang cukup
memuaskan dari hasil respon beberapa mahasiswa. Untuk
meningkatkan pelayanan, maka dibutuhkan sumber daya
manusia yang memadai.



47



BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Setelah melakukan suatu analisa terhadap sistem perpustakaan
Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Cipta Karya Informatika Buaran Jakarta
Timur ini maka penulis dapat mengambil kesimpulan terhadap sistem yang
bisa dikembangkan sebagai berikut :
1. Kinerja perpustakaan STIKOM CKI dirasakan masih kurang
efektif dan efisien.
2. Masih kurang akurat dan tepat dalam pembuatan laporan dan
masih membutuhkan buku besar dalam pencatatan laporan.
3. Kemungkinan masih terjadi kesalahan - kesalahan kecil dan
besar yang dapat terjadi.
4. Dalam pencarian buku yang ingin dipinjam masih
membutuhkan waktu yang cukup lama, karena penempatannya
masih belum rapi.
5. Pelayanan yang dirasakan oleh mahasiswa cukup baik.
B. SARAN
Penulis memberikan saran - saran guna mengoptimalkan
peningkatan kinerja pada perpustakaan Sekolah Tinggi Ilmu Komputer
Cipta Karya Informatika :
1. Untuk meningkatkan pelayanan pada perpustakaan, perlu
ditambahkan sumber daya manusia yang bisa meningkatkan
mutu pelayanan dan bisa mengikuti perkembangan yang ada
saat ini.
2. Dengan sistem komputerisasi dapat membantu dalam
pembuatan laporan peminjaman dan pengembalian buku.
48



3. Dalam mengurangi atau meminimalisir terjadinya kesalahan,
bisa menggunakan aplikasi perpustakaan dengan vb.net dan
database nya mysql.
4. Diperlukan pengurutan buku yang sesuai dengan kategori
masing masing guna memudahkan mahasiswa yang hendak
meminjam buku.
5. Tingkat pelayanan diharapkan ditingkatkan kembali, agar
mahasiswa nyaman dan merasa puas yang hendak ingin
meminjam buku atau hanya sekedar membaca buku.

Anda mungkin juga menyukai