Anda di halaman 1dari 15

BAGIAN FARMAKOLOGI DAN TERAPI

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA UTARA
Obat yang digunakan untuk
meningkatkan respon imun
pada pasien yang secara selektif atau
keseluruhan mengalami imunodefisiensi

Imunodefisiensi
Penyakit infeksi kronis
Penyakit kanker

BCG, levamisole, thymosin, cytokine
Viable strain Mycobacterium bovis yang
digunakan untuk imunisasi TB
Sebagai adjuvant terapi non-spesifik
pada terapi kanker terapi intravesikel
pada kanker kandung kemih

Derivat dinding sel BCG [Lys
18
]
muramyl dipeptide digunakan untuk
menginduksi pemulihan sumsum tulang
sesudah kemoterapi kanker
Zat ini menyiapkan makrofag
melepaskan berbagai cytokine: IL-1,
colony stimulating factors, TNF
Merupakan derivat tetramizol
Meningkatkan imunitas yang dimediasi
oleh sel T
Dapat meningkatkan efek limfokin dan
kemotaktik
Digunakan terapi rhematoid arthritis,
SLE


Dapat bersifat antivirus
Meningkatkan froliferasi dan toksisitas sel T
Diduga membantu produksi limfokin (IL-2)
dan peningkatan fungsi sel NK
Merupakan kelompok protein hormon yang disintesis oleh
komponen epitelioid timus.
Timosin akan membawa sel T yang spesifik ke sel yang bukan
sel induk limfoid meningkatkan jumlah sel dan fungsi sel T
Secara mekanis, timosin dianggap memacu maturasi sel preT.
Timosin -1 memacu produksi IL-2 dan meningkatkan
ekspresi reseptorIL-2 pd limfosit T.
Timopentin dan faktor humoral timik sdg diteliti untuk
pengobatan AIDS.

8
Merupakan kelompok protein heterogen (interferon, CSF)
dengan fungsi bernacam-macam, al berperan dalam
interaksi fungsi sistem imun dan kontrol hematopoesis.
Sitokin memperantarai efeknya melalui reseptor permukaan
sel untuk sel target yang sesuai dan bekerja serupa dgn
hormonnya.
CSF(faktor stimulator koloni) mengatur proliferasi dan
diferensiasi sel-sel progenitor sum sum tulang
Sitokin sekarang tersedia melalui rekayasa genetik.
9
Interferon
* Interferon (diproduksi oleh leukosit)
* Interferon (diproduksi oleh fibroblas)
* Interferon (dihasilkan oleh sel T
yang diaktifkan)
Semua jenis interferon dapat menghambat replikasi virus
RNA dan DNA, sel normal, dan sel ganas serta dapat
memodulasi sistem imun.
Dosis interferon : 10
6
-10
9
unit setiap hari
Pemberian : IV

10
Interferon - (IFN-) digunakan pada
terapi hairy cell leukemia, sarkoma
Kaposi, melanoma maligna, kanker sel
ginjal, sindrom karsinoid, leukemia sel T
Interferon - (IFN-) digunakan pada
terapi multiple sklerosis yang berulang
Interferon - (IFN-) digunakan pada
terapi penyakit granulomatous kronik



1. Proteinkinase fosforilasi dari pemanjangan
faktor 2 menghambat inisiasi rantai peptida
2. Oligoisoadenilat sintase aktifasi RNase dan
degradasi mRNA virus
3. Fosfodiesterase mendegradasi terminal
nukleotida tRNA menghambat pemanjangan
peptida
12
Interferon dalam dosis tinggi dapat menghambat
proliferasi sel B dan sel T shg menurunkan respon
imun seluler dan humoral.
Sedang pada dosis rendah interferon merangsang
sistem imun dengan jalan meningkatkan aktivitas
sitosidal sel NK, magrofag dan sel T dan mengatur
produksi antibodi.
Efek samping interferon : sindrom flu ( meriang,
malaise, mialgia), emesis,diare, leukopeni,
trombositopeni dan aritmia.

13
Disebut juga T cell growth factor
Kemampuannya merangsang produksi se TH
dan T sitotoksik
Berikatan dengan reseptor di permukaan sel-
sel yang berfungsi mengaktifkan proliferasi
dan diferensiasi sel TH dan sel T sitotoksik
Juga merangsang diferensiasi sel B,
makrofag, dan meningkatkan toksisitas sel
NK