Anda di halaman 1dari 4

STABILITAS PONTOON

A. Tujuan Percobaan
1. Menentukan titk berat massa pontoon (G) dan tinggi matasentris (GM) dari
berbagai posisi beban rider.
2. Serta variasi tinggi matasentrik terhadap sudut kemiringan pontoon yang
mengapung di permukaan air.

B. Bahan dan Peralatan
1. Model pontoon
2. Tangki air dari bahan yang tembus pandang
3. Neraca digital dengan kapasitas max. 3 kg dan akurasi 0.001 kg
4. Mistar ukur baja panjang 60 cm
5. Tiang
6. Unting-unting
7. Sekala derjat
8. Potoon
9. Beban rider
10. Beban guling (jockey)

C. Landasan Teori
Ponton berbentuk empat pesegi panjang yang mengapung di permukaan air dalam
kondisi keseimbangan, menerima kerja dua macam gaya yaitu beban vertikal seberat
pontoon (W) berarah ke bawah di titik G dan gaya buoyancy Fb seberat air yang di
desak oleh pontoon berarah ke atas di titik B.
Pengamatan stabilitas pontoon dalam kondisi miring dengan sudut dA1 . Titik berat
air yang di desak pontoon berpindah dari B ke B1 begitu juga titik berat pontoon juga
berpindah dari G ke G1 . garis vertikal yang di tarik melalui titk B1 dan G1 adalah titik
matasentrik M. Perpindahan titik berat buonyancy dari B ke B1 tersebut
menimbulkan juring-juring segitiga AA1C dan FF1C yang mengurangi dan
menambah bidang celupan air pada sisi kiri dan kanan titik C sehingga di dapat
hubungan nilai-nilai berikut ini.

Ada dua metode yaitu:
1. Metode analitis
- Gaya buoyancy Fb= W= m = g atau Fb= .Vd dalam satuan N.KN.
- Volume air yang mendesak .Vd =

dalam satuan
- Tinggi bagian potoon yang tercelup air, X=

dalam satuan m.
- Letak tinggi tangkap gaya buoyancy terhadap permukaan air CD =

dalam
satuan m.
- Jari jari metasentrik. BM =

dalam satuan mm.


- Momen enersiabidang air yang terdapat sb.x.Is = ds =

L.D dalam
satuan m.



2. Metode Observasi
- Tingkat titik M merupakan permukaan air .CM = MB = CB dalam satuan
mm
- Tinggi matasentik . GM = (

) dalam satuan mm
- Tinggi titik berat pontoon terhadap permukaan air . CG = - 21 dalam
satuan mm dan tinggi titik berat pontoon terhadap dasarnya , =

+ A
Di mana : A = konstanta yang nilainya = 46,14 (lihat pengamatan
pendahuluan) 6,36 = nilai perbandingan antara berat total pontoon dan
beban rider.


D. Prosedur Percobaan
1. Lakukan penimbangan meliputi:berat total seluruh komponen pontoon W,berat
beban guling an penyetel (rider).Dan lakukan pengukuran dimensi pontoon
meliputi panjang,lebar,tinggi,dan tebal dinding.
2. Tentukan titik berat pontoon dan nilai konstanta A dari berbagai posisi ketinggian
beban rider 0 mm,200 mm,250 mm,300 mm,350 mm,430 mm,dengan cara
mengikat tiang pontoon dengan benang kemudian digantungkan pada tiang
gantungan.
3. Isi tangki transparan dengan air sampai 5 cm di bawah bibir tangki.
4. 4.Apungkan pontoon dalam kondisi beban guling jockey berada di tempat
sentralnya (skala 0) dan ketinggian awal beban rider 150 mm.
5. Geser beban guling jockey ke arah kanan sebesar 15 mm,dan catat perubahan
sudut yang ditunjuk oleh benang unting-unting pada Form Tabel 3.1.Lakukan
hal tersebut setiap pergeseran 15 mm untuk tahap berikutnya sampai akhirnya
jockey pada batas tepi.
6. Ulangi langkah (5) untuk pergeseran beban guling jockey ke arah kiri.
7. Ulangi langkah (4),(5),dan (6) untuk posisi ketinggian beban rider
berikutnya,yakni 200 mm,250 mm,300 mm,350 mm,dan 430 mm.

E. Data Pengamatan Percobaan
a. Berat dan dimensi pontoon
- Berat Total Pontoon W = 1.475 Kg
- Ckey W = 0.305 Kg
- Berat Beban Rider = 0.232 Kg
- Panjang Pontoon L = 350 mm
- Lebar Pontoon D = 200 mm
- Tinggi Pontoon H = 73 mm
- Tebal Dinding Pontoon T = 3 mm






b. Hasil penentuan titik berat pontoon dan nilai konstante A terhadap berbagai posisi
rider.


Kasus
Tinggi beban rider
terhadap dasar
pontoon y 1
(mm)
Tinggi titik berat
pontoon
terhadap dasar
pontoon y 1
(mm)
Konstanta
A
Persentase
simpangan A
terhadap A
1
rerata

(%)
1 150 70 46.42 0.59
2 200 77 45.55 -1.27
3 250 85 45.69 -0.97
4 300 94 46.83 1.49
5 350 101 45.97 -0.37
6 430 114 46.39 0.54
A
rerata =
46.14

c. Tabel 3.1 Nilai sudut kemiringan ponton. (derjat)


Posisi
Posisibebanguling Jockey, x1 (mm)
Ketinggian
Rider y1
mm

-75 -60 -45 -30 -15 0 15 30 45 60 75
150

0

200

0

250

0

300

0

350

0

430

0

F. Pengolahan Data
1. Perhitungan data pengamatanpendahuluanmetodaanalitis
- Gaya buoyancy Fb=W=m.gatauFb=9810 N/m
3
, 1,475 x 10
-3
m
3
=14,469 N
- Volume air yang terdesakVd =

=


= 1,475 x 10
-3
m
3

- Tinggibagian pontoon yang tercelup air, X =

=


= 0,021 m
- Titiktangkapgaya buoyancy thd, permukaan air CB=

= 0,011 mm =11
m
- Inersiabidang air thd. sb.x, I
x
= =

0,35.02
3
= 2,33 x 10
-4
m
- Jari-jarimetasentrikBM=

=


= 0,158 m =158mm
- Tinggititik M terhadappermukaan air CM = BM CB= 158-11= 147 mm

2. Tabel 3.2 Perhitungantinggimetasentrik
Posisi
ketinggian
rider y
1
(mm)
Tinggititik G
di ataspermukaan
air CG
(mm)

rerata
(mm/derajat)
Tinggititik
Metasentrik
GM observasi
(mm)
Tinggititik
Metasentrik
GM
analisis
(mm)
150
200
250
300
350
430

G. KesimpulanHasil
Pada item cobaberikananalisatentanghasilpercobaan, meliputihalhalberikutini :
1. Inspirasiapa yang bisasaudaradiperolahdaripercobaanalatini ?
2. Apakahbebanunting-untingpenunjungskalaberpengaruhterhadaphasilpercobaan ?
Bilaya. Hasilperhitungandapatdikoreksi, denganmenganggapberatunting-unting
0,005kg
3. Bagaimanaefektivitasstabilitas pontoon yang mengapungdipermukaancairan yang
lebihberatdariair ?
4. Apa yang dapatdisimpulkandarigrafikvariasisudutkemiringanterhadapposisijockey ?
5. Apa yang dapatdisimpulkandarigrafikvariasistabilitas pontoon terhadapletaktitikberat
?
6. Apa yang dapat di simpulkan dari gerafik variasi sudut kemiringan terhadap posisi
jockey?
7. Apakahposisimetasentrikbergantungterhadapposisititikberatpontoon ?
8. Apakahtinggimetasentrikberubahubahterhadapsudutkemiringanpontoon ?