Anda di halaman 1dari 22

Anggi Octavia Irawan

(2013230840)
Evanti Andriani (2013230841)
Derivatif digunakan oleh manajemen investasi/manajemen portofolio,
perusahaan dan lembaga keuangan serta investor perorangan untuk mengelola
posisi yang mereka miliki terhadap risiko dari pergerakan harga saham dan
komoditas, suku bunga, nilai tukar valuta asing

Menurut SK Dir BI No. 28/119/KEP/DIR, tanggal 29 Desember 1995, transaksi
derivatif:
suatu kontrak atau perjanjian pembayaran yang nilainya merupakan turunan
dari nilai dari instrumen yang mendasari seperti suku bunga, nilai tukar,
komoditi, equity dan indeks, baik yang diikuti dengan pergerakan atau tanpa
pergerakan dana/instrumen.




Peralatan untuk mengelola risiko
Pencarian untuk hasil yang lebih besar;
Biaya pendanaan yang lebih rendah;
Kebutuhan-kebutuhan yang selalu berubah dan sangat
bervariasi dari sekelompok pengguna;
Hedging risiko-risiko saat ini dan masa datang
Mengambil posisi-posisi risiko pasar;
Memanfaatkan ketidakefisienan yang ada di antara
pasar-pasar.

Memiliki satu atau lebih variabel pokok (tingkat bunga, nilai surat
berharga, harga komoditi, kurs valuta asing, indeks harga atau
variabel penentu lain) yang mendasari (underlying)

Persyaratan perjanjian tidak memerlukan investasi awal bersih
atau hanya dalam jumlah kecil dibandingkan dengan jumlah yang
dibutuhkan oleh jenis perjanjian lainnya

Persyaratan perjanjian mengharuskan atau memungkinkan
penyelesaian atau instrumen derivatif dapat segera diselesaikan
dengan sarana terpisah di luar perjanjian tersebut


Sebagai model investasi

Sebagai cara lindung nilai

Informasi harga

Fungsi Spekulatif

Membuat fungsi manajemen produksi berjalan dengan baik dan efisien

Atas penjualan barang komoditi dapat membuat berjalannya dengan
baik dan efisien terhadap fungsi manajemen produksi

Mencegah gejolak pasar yang ekstrim terhadap underlying asset.
1) Hedgers (penjual dan pembeli)
2) Speculators,
3) Pengguna akhir (end users)
4) Pialang (dealer)
Pihak yang Terlibat Transaksi Derivatif
Alasan-alasan yang mendorong pengguna akhir
menggunakan instrumen derivatif adalah:

a. Untuk sarana lindung nilai (hedging);
b. Memperoleh biaya dana yang lebih rendah;
c. Mempertinggi keuntungan;
d. Untuk mendiversifikasikan sumber-sumber dana;
e.Untuk mencerminkan pandangan-pandangan
pasar melalui posisi yang diambil
Prinsip Pengakuan Dan Penilaian Derivatif
Instrumen derivatif diakui dalam neraca sebagai aktiva dan kewajiban
berdasarkan hak / kewajiban menurut perjanjian. Seluruh instrumen
derivatif harus disajikan dengan nilai wajar.

Prinsip Realisasi (Realization
Principle)
Prinsip Harga Pasar (Mark-to-
market Principle)
Prinsip Penyesuaian (Matching
Principle)

Kontrak forward adalah suatu kontrak di mana kedua belah pihak yaitu
pembeli dan penjual bernegosiasi dan menandatangani kontrak tertulis
yang berisi kesanggupan kedua belah pihak untuk memperjualbelikan
suatu komoditi atau aset tertentu (dalam jumlah dan kualitas tertentu),
pada tingkat harga tertentu di kemudian hari.

Mekanisme ini ditujukan untuk mengurangi risiko ketidakpastian harga
komoditi atau aset tertentu di masa datang. Instrumen forward
merupakan instrumen keuangan derivatif yang paling tua. Ada 5 jenis
kontrak forward :
Currency Forward Contract
Equity Forward Contract
Commodity Forward Contract
Bond Forward Contract
Interest Rate Forward Contract

Kontrak futures adalah suatu kesepakatan kontrak tertulis antara dua pihak
(pembeli dan penjual) untuk melakukan dan menerima penyerahan sejumlah
aset atau komoditi dalam jumlah, harga, dan batas waktu tertentu. Dalam
kontrak futures, ada beberapa istilah penting yang perlu diperhatikan antara lain
sebagai berikut ini :

Sesuatu (komoditi atau aset) yang disetujui kedua pihak untuk dipertukarkan
disebut dengan underlying asset.
Tanggal yang ditetapkan untuk melakukan transaksi disebut dengan
settlement date atau delivery date.
Harga yang telah disepakati oleh kedua belah pihak yang berkepentingan
untuk melakukan transaksi disebut dengan futures price.


Kontrak futures melibatkan penempatan kas (bukan pengiriman)
Dapat dibatalkan sebelum pengiriman dengan melakukan offsetting
contract bagi instrumen keuangan yang sama Cara pembayaran
tunai
Kontrak terstandarisasi antara dua pihak, melibatkan ketentuan-ketentuan
terstandarisasi, dalam hal jumlah dan tanggal pengiriman, diperdagangkan
dalam suatu organized exchange, dikuotasikan sesuai dengan harga pasar
setiap hari, dan harus memenuhi persyaratan-persyaratan marjin periodik
Kerugian-kerugian dari suatu kontrak futures biasanya
menimbulkan suatu margin call, sedangkan keuntungan
menimbulkan pembayaran kas.

Currency SWAP
Interest Rate SWAP
Currency Coupon SWAP
Empat perbedaan pokok antara
kontrak futures dan forwards
1
Kontrak futures sudah sangat standardized
2
Bursa futures menjamin kinerja masing-masing
lembaga kliring yang terlibat di perdaganga futures
3
Untuk membatalkan atau keluar dari sebuah kontrak
yang telah dibeli (dijual), satu pihak dapat menjual
(membeli) kontrak yang identik
4
Setiap akhir hari perdagangan, keuntungan dan
kerugian pada setiap transaksi dapat dihitung

Opsi merupakan suatu jenis kontrak antara 2 (dua) pihak dimana
satu pihak memberi hak kepada pihak lain untuk membeli aset
tertentu pada harga dan periode tertentu.

Pemegang option tidak diwajibkan untuk melaksanakan haknya
atau akan melaksanakan haknya jika perubahan dari harga
underlying assetnya akan menghasilkan keuntungan baik dengan
menjual atau membeli underlying asset tersebut.



Lindung Nilai adalah kegiatan yang dilakukan
untuk memitigasi risiko atau melindungi posisi
nilai suatu aset atau kewajiban yang
mendasarinya terhadap risiko fluktuasi tingkat
bunga dan nilai mata uang di masa yang akan
datang

Berdasarkan Psak 55 (revisi 2011)

Pada saat dimulainya lindung nilai terdapat penetapan dan
pendokumentasian formal atas hubungan lindung nilai dan tujuan
manajemen risiko entitas serta strategi pelaksanaan lindung nilai.

Lindung nilai diharapkan akan sangat efektif dalam rangka saling
hapus atas perubahan nilai wajar atau perubahan arus kas.

Untuk lindung nilai atas arus kas, suatu prakiraan transaksi yang
merupakan subjek dari suatu lindung nilai harus bersifat
kemungkinan besar terjadi dan terdapat eksposur perubahan arus
kas yang dapat memengaruhi laporan laba rugi.
Cont
Efektivitas lindung nilai dapat diukur secara andal

Lindung nilai dinilai secara berkesinambungan dan
ditentukan bahwa efektivitasnya sangat tinggi sepanjang
periode pelaporan keuangan di mana lindung nilai
tersebut ditetapkan.


Berdasarkan PSAK 55 (revisi 2011), hubungan lindung nilai terdiri dari
3 jenis, antara lain:
1
Lindung nilai atas nilai wajar
2
Lindung nilai atas arus kas
3
Lindung nilai atas investasi neto
Kasus Derivatif Indosat
Manajemen Indosat
kebijakan formal manajemen resiko
yang berkaitan dengan transaksi
derivatif yang dilakukan oleh Indosat
sebesar US$ 275 juta atau sekitar Rp
2,5 trilliun
Kasus Bank Danamon
Mendapatkan izin
Transaksi syariah
menggunakan
produk derivatif
berbentuk lindung
nilai