Anda di halaman 1dari 15

M A K A L A H P A N C A S I L A

Pancasila Sebagai Filsafat


DISUSUN OLEH :
Kelompok :
II (DUA)
PO!AM S"UDI FAMASI
FAKUL"AS MA"EMA"IKA DAN ILMU PEN!E"AHUAN ALAM
UNI#ESI"AS "ADULAKO
PALU $ %&'(
1
)A) I
PENDAHULUAN
'*' Lata+ )ela,ang Masala-
Sebagai falsafah negara, tentu Pancasila ada yang merumuskannya.
Pancasila memang merupakan karunia terbesar dari Allah SWT dan ternyata
merupakan light-star bagi segenap bangsa Indonesia di masa-masa
selanjutnya, baik sebagai pedoman dalam memperjuangkan kemerdekaan,
juga sebagai alat pemersatu dalam kehidupan berbangsa, serta sebagai
pandangan hidup untuk kehidupan manusia Indonesia sehari-hari. Pancasila
lahir !uni "#$, ditetapkan pada % Agustus "#$ bersama-sama dengan
&&' "#$. (unyi dan ucapan Pancasila yang benar berdasarkan Inpres
)omor * tahun "+% adalah Satu, ,etuhanan -ang .aha /sa. 'ua,
,emanusiaan yang adil dan beradab. Tiga, Persatuan Indonesia. /mpat,
,erakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusya0aratan1per0akilan. 2ima, ,eadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia.
Sejarah Indonesia telah mencatat bah0a di antara tokoh perumus Pancasila
itu ialah, .r. .ohammad -amin, Prof. .r. Soepomo, dan Ir. Soekarno. 'apat
dikemukakan mengapa Pancasila itu sakti dan selalu dapat bertahan dari
guncangan kisruh politik di negara ini, yaitu pertama ialah karena secara
intrinsik dalam Pancasila itu mengandung toleransi, dan siapa yang menantang
Pancasila berarti dia menentang toleransi.
Pancasila sebagai dasar falsafah negara Indonesia yang harus diketahui
oleh seluruh 0arga negara Indonesia agar menghormati, menghargai, menjaga
dan menjalankan apa-apa yang telah dilakukan oleh para pahla0an khususnya
pahla0an proklamasi yang telah berjuang untuk kemerdekaan negara
Indonesia ini. Sehingga baik golongan muda maupun tua tetap meyakini
Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tanpa adanya keraguan guna
memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia.
'*% "./.an Pen.lisan
Tujuan dari penulisan makalah ini yaitu3
2
. &ntuk mengetahui pengertian tentang 4ilsafat.
*. .engetahui manfaat dalam mempelajari 4ilsafat.
5. .engetahui pengertian tentang 4ilsafat Pancasila.
#. .engetahui Pancasila sebagai sitem 4ilsafat.
$. (agi dosen, sebagai tolak ukur atau penilaian terhadap mahasis0a dalam
memahami Pancasila sebagai sistem filsafat.
+. (agi penulis, sebagai sarana yang bermanfaat untuk memperoleh
keterampilan dalam melakukan penulisan dan perbendaharaan
pengetahuan tentang pancasila sebagai sistem filsafat.
)A) II
PEM)AHASAN
%*' PEN!E"IAN FILSAFA"
3
Pengertian menurut arti katanya, kata filsafat dalam (ahasa Indonesia
berasal dari bahasa -unani 6Philosophia7 terdiri dari kata Phile artinya 8inta
dan Sophia artinya ,ebijaksanaan. 4ilsafat berarti 8inta ,ebijaksanaan, cinta
artinya hasrat yang besar atau yang berkobar-kobar atau yang sungguh-
sungguh. ,ebijaksanaan artinya ,ebenaran sejati atau kebenaran yang
sesungguhnya. 4ilsafat berarti hasrat atau keinginan yang sungguh-sungguh
akan kebenaran sejati.
Pengertian 4ilsafat .enurut Tokoh-Tokoh 4ilsafat
'* S0c+ates (1234(33 s*M*)
4ilsafat adalah suatu bentuk peninjauan diri yang bersifat reflektif
atau berupa perenungan terhadap a9as-a9as dari kehidupan yang adil
dan bahagia. (erdasarkan pemikiran tersebut dapat dikembangkan
bah0a manusia akan menemukan kebahagiaan dan keadilan jika
mereka mampu dan mau melakukan peninjauan diri atau refleksi diri
sehingga muncul koreksi terhadap diri secara obyektif.
%* Plat0 (15%4(15 s* M*)
'alam karya tulisnya 6Republik7 Plato menegaskan bah0a para
filsuf adalah pencinta pandangan tentang kebenaran :vision of truth;.
'alam pencarian dan menangkap pengetahuan mengenai ide yang
abadi dan tak berubah. 'alam konsepsi Plato, filsafat merupakan
pencarian yang bersifat spekulatif atau terhadap pandangan tentang
seluruh kebenaran. 4ilsafat Plato ini kemudan digolongkan sebagai
filsafat spekulatif.
Ada dua cakupan dari pengertian filsafat, yaitu3
1. 4ilsafat sebagai Produk mencakup3
- 4ilsafat sebagai jenis Pengetahuan, ilmu, konsep-konsep,
pemikiran-pemikiran :rasionalisme, materialisme, pragmatisme;
- 4ilsafat sebagai suatu jenis problema yang dihadapi oleh manusia
sebagai hasil dari akti<itas berfilsafat. .anusia mencari suatu
kebenaran yang timbul dari suatu persoalan yang bersumber pada
akal manusia.
*. 4ilsafat sebagai suatu Proses mencakup3
4
- 4ilsafat sebagai suatu proses, dalam hal ini filsafat diartikan
dalam bentuk suatu akti<itas berfilsafat dalam proses
pemecahan suatu permasalahan dengan menggunakan suatu
cara dan metode tertentu yang sesuai dengan objeknya.
4ilsafat secara umum dapat diberi pengertian sebagai ilmu pengetahuan
yang menyelidiki hakikat segala sesuatu untuk memperoleh kebenaran hakiki,
karena filsafat telah mengalami perkembangan yang cukup lama tentu
dipengaruhi oleh berbagai faktor, misalnya ruang, 0aktu, keadaan dan
orangnya. Itulah sebabnya maka timbul berbagai pendapat mengenai
pengertian filsafat yang mempunyai kekhususannya masing-masing, antara
lain3
(erfilsafat =ationalisme mengagungkan akal
(erfilsafat .aterialisme mengagungkan materi
(erfilsafat Indi<idualisme mengagungkan indi<idualitas
(erfilsafat >edonisme mengagungkan kesenangan
%*% MANFAA" MEMPELA6AI FILSAFA"
. .emperoleh kebenaran yang hakiki,
*. .elatih kemampuan berfikir logis,
5. .elatih berpikir dan bertindak bijaksana,
#. .elatih berpikir rasional dan komprehensif,
$. .enyeimbangkan antara pertimbangan dan tindakan sehingga diperoleh
keselarasan hidup,
+. .enghasilkan tindakan yang bijaksana.
%*( PEN!E"IAN FILSAFA" PANCASILA
Pancasila sebagai filsafat mengandung pandangan, nilai, dan pemikiran
yang dapat menjadi substansi dan isi pembentukan ideologi Pancasila. 4ilsafat
Pancasila dapat didefinisikan secara ringkas sebagai refleksi kritis dan
rasional tentang Pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya
bangsa, dengan tujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertiannya yang
mendasar dan menyeluruh. Pancasila dikatakan sebagai filsafat, karena
Pancasila merupakan hasil permenungan ji0a yang mendalam yang dilakukan
5
oleh the faounding father kita, yang dituangkan dalam suatu sistem (.slan
Ab7.l !ani)* 4ilsafat Pancasila memberi pengetahuan dan pengertian ilmiah
yaitu tentang hakikat dari Pancasila (N0t0nag0+0)*
%*1 PANCASILA SE)A!AI SIS"EM FILSAFA"
Penge+tian Siste89
6Sistem7 memiliki ciri-ciri sebagai berikut3
; Suatu kesatuan bagian-bagian1unsur1elemen1komponen,
*; (agian-bagian tersebut mempunyai fungsi sendiri-sendiri,
5; Saling berhubungan dan saling ketergantungan,
#; ,eseluruhannya dimaksudkan untuk mencapai tujuan tertentu :tujuan
sistem;,
$; Terjadi dalam suatu lingkungan yang kompleks :Shore ? @oich, "A#;.
Pancasila sebagai s.at. SIS"EM9:
- Pancasila merupakan kesatuan bagian-bagian :yaitu sila-sila pancasila;,
- Tiap sila pancasila mempunyai fungsi sendiri-sendiri,
- Tiap sila pancasila tidak dapat berdiri sendiri dan tidak saling
bertentangan,
- ,eseluruhan sila pancasila merupakan suatu kesatuan yang sistematis
:majemuk tunggal;.
Ci+i siste8 Filsafat Pancasila it. anta+a lain3
. Sila-sila Pancasila merupakan satu-kesatuan sistem yang bulat dan utuh.
'engan kata lain, apabila tidak bulat dan utuh atau satu sila dengan sila
lainnya terpisah-pisah maka itu bukan Pancasila.
*. Susunan Pancasila dengan suatu sistem yang bulat dan utuh itu dapat
digambarkan sebagai berikut3
Sila , meliputi, mendasari dan menji0ai sila *,5,# dan $B
Sila *, diliputi, didasari, diji0ai sila , dan mendasari dan menji0ai
sila 5, # dan $B
Sila 5, diliputi, didasari, diji0ai sila , *, dan mendasari dan
menji0ai sila #, $B
Sila #, diliputi, didasari, diji0ai sila ,*,5, dan mendasari dan
menji0ai sila $B
Sila $, diliputi, didasari, diji0ai sila ,*,5,#.
Inti sila4sila Pancasila 8eli:.ti:
6
Tuhan, yaitu sebagai kausa prima.
.anusia, yaitu makhluk indi<idu dan makhluk sosial.
Satu, yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri.
=akyat, yaitu unsur mutlak negara, harus bekerja sama dan
gotong
=oyong.
Adil, yaitu memberi keadilan kepada diri sendiri dan orang lain
yang menjadi haknya.
.embahas Pancasila sebagai filsafat berarti mengungkapkan konsep-
konsep kebenaran Pancasila yang bukan saja ditujukan pada bangsa
Indonesia, melainkan juga bagi manusia pada umumnya. Wa0asan filsafat
meliputi bidang atau aspek penyelidikan Ontologis, Epistemologis, dan
ksiologis. ,etiga bidang tersebut dapat dianggap mencakup kesemestaan.
'* Lan7asan Ont0l0gis Pancasila
Cntologi, menurut Aristoteles adalah ilmu yang menyelidiki
hakikat sesuatu atau tentang ada, keberadaan atau eksistensi dan
disamakan artinya dengan metafisika. .asalah ontologis antara lain3
Apakah hakikat sesuatu ituD Apakah realitas yang tampak ini merupakan
suatu realitas sebagai 0ujudnya, yaitu bendaD Apakah ada suatu rahasia di
balik realitas itu, sebagaimana yang tampak pada makhluk hidupD dan
seterusnya. (idang ontologi menyelidiki tentang makna yang ada
:eksistensi dan keberadaan; manusia, benda, alam semesta :kosmologi;,
metafisika. Secara ontologis, penyelidikan Pancasila sebagai filsafat
dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui hakikat dasar dari sila-sila
Pancasila. Pancasila yang terdiri atas lima sila, setiap sila bukanlah
merupakan asas yang berdiri sendiri, malainkan memiliki satu kesatuan
dasar ontologis.
Subyek pendukung pokok dari sila-sila Pancasila adalah manusia.
>al tersebut dapat dijelaskan bah0a yang berketuhan -ang .aha /sa,
yang berkemanusiaan yang adil dan beradab, yang bersatu, yang
berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusya0aratan1per0akilan serta yang berkeadilan sosial, yang pada
7
hakikatnya adalah manusia. Sedangkan manusia sebagai pendukung pokok
sila-sila Pancasila secara ontologis memiliki hal-hal yang mutlak, yaitu
terdiri atas susunan kodrat, raga dan ji0a, jasmani dan rohani. Sifat kodrat
manusia adalah sebagai makhluk indi<idu dan makhluk sosial serta
sebagai makhluk pribadi dan makhluk Tuhan -ang .aha /sa. .aka secara
hirarkis sila pertama mendasari dan menji0ai sila-sila Pancasila lainnya
:)otonagoro, "A$3 $5;.
%* Lan7asan E:iste80l0gis Pancasila
/pistemologi adalah cabang filsafat yang menyelidiki asal, syarat,
susunan, metode, dan <aliditas ilmu pengetahuan. /pistemologi meneliti
sumber pengetahuan, proses dan syarat terjadinya pengetahuan, batas dan
<aliditas ilmu pengetahuan. /pistemologi adalah ilmu tentang teori
terjadinya ilmu atau science of science. .enurut Titus :"%#3*E; terdapat
tiga persoalan yang mendasar dalam epistemologi, yaitu3
. Tentang sumber pengetahuan manusiaB
*. Tentang teori kebenaran pengetahuan manusiaB
5. Tentang 0atak pengetahuan manusia.
Secara epistemologis kajian Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan
sebagai upaya untuk mencari hakikat Pancasila sebagai suatu sistem
pengetahuan. Pancasila sebagai sistem filsafat pada hakikatnya juga
merupakan sistem pengetahuan. Ini berarti Pancasila telah menjadi suatu
belief system, sistem cita-cita, menjadi suatu ideologi. Cleh karena itu
Pancasila harus memiliki unsur rasionalitas terutama dalam kedudukannya
sebagai sistem pengetahuan.
'asar epistemologis Pancasila pada hakikatnya tidak dapat
dipisahkan dengan dasar ontologisnya, sehingga dasar epistemologis
Pancasila sangat berkaitan erat dengan konsep dasarnya tentang hakikat
manusia. Pancasila sebagai suatu obyek pengetahuan pada hakikatnya
meliputi masalah sumber pengetahuan dan susunan pengetahuan Pancasila.
8
- Tentang sumber pengetahuan Pancasila, sebagaimana telah dipahami
bersama adalah nilai-nilai yang ada pada bangsa Indonesia sendiri.
)ilai-nilai tersebut merupakan kausa materialis Pancasila.
- Tentang susunan Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan, maka
Pancasila memiliki susunan yang bersifat formal logis, baik dalam arti
susunan sila-sila Pancasila maupun isi arti dari sila-sila Pancasila itu.
Susunan kesatuan sila-sila Pancasila adalah bersifat hirarkis dan
berbentuk piramidal.
Sifat hirarkis dan bentuk piramidal itu nampak dalam susunan
Pancasila, dimana sila pertama Pancasila mendasari dan menji0ai keempat
sila lainnya, sila kedua didasari sila pertama dan mendasari serta menji0ai
sila ketiga, keempat dan kelima, sila ketiga didasari dan diji0ai sila
pertama dan kedua, serta mendasari dan menji0ai sila keempat dan
kelima, sila keempat didasari dan diji0ai sila pertama, kedua dan ketiga,
serta mendasari dan menji0ai sila kelima, sila kelima didasari dan diji0ai
sila pertama, kedua, ketiga dan keempat. 'engan demikian susunan
Pancasila memiliki sistem logis baik yang menyangkut kualitas maupun
kuantitasnya.
Susunan isi arti Pancasila meliputi tiga hal, yaitu3
. Isi arti Pancasila yang &mum &ni<ersal, yaitu hakikat sila-sila
Pancasila yang merupakan intisari Pancasila sehingga merupakan
pangkal tolak dalam pelaksanaan dalam bidang kenegaraan dan tertib
hukum Indonesia serta dalam realisasi praksis dalam berbagai bidang
kehidupan yang konkrit.
*. Isi arti Pancasila yang &mum ,olektif, yaitu isi arti Pancasila sebagai
pedoman kolektif negara dan bangsa Indonesia terutama dalam tertib
hukum Indonesia.
5. Isi arti Pancasila yang bersifat ,husus dan ,onkrit, yaitu isi arti
Pancasila dalam realisasi praksis dalam berbagai bidang kehidupan
9
sehingga memiliki sifat khusus konkrit serta dinamis :)otonagoro,
"A$3 5+-#E;
.enurut Pancasila, hakikat manusia adalah monopluralis, yaitu
hakikat manusia yang memiliki unsur pokok susunan kodrat yang terdiri
atas raga dan ji0a. >akikat raga manusia memiliki unsur fisis anorganis,
<egetatif, dan animal. >akikat ji0a memiliki unsur akal, rasa, kehendak
yang merupakan potensi sebagai sumber daya cipta manusia yang
melahirkan pengetahuan yang benar, berdasarkan pemikiran memoris,
reseptif, kritis dan kreatif.
Selain itu, potensi atau daya tersebut mampu meresapkan
pengetahuan dan menstranformasikan pengetahuan dalam demontrasi,
imajinasi, asosiasi, analogi, refleksi, intuisi, inspirasi dan ilham. 'asar-
dasar rasional logis Pancasila menyangkut kualitas maupun kuantitasnya,
juga menyangkut isi arti Pancasila tersebut.
Sila ,etuhanan -ang .aha /sa memberi landasan kebenaran
pengetahuan manusia yang bersumber pada intuisi. .anusia pada hakikat
kedudukan dan kodratnya adalah sebagai makhluk Tuhan -ang .aha /sa,
maka sesuai dengan sila pertama Pancasila, epistemologi Pancasila juga
mengakui kebenaran 0ahyu yang bersifat mutlak. >al ini sebagai tingkat
kebenaran yang tinggi. 'engan demikian kebenaran dan pengetahuan
manusia merupakan suatu sintesa yang harmonis antara potensi-potensi
keji0aan manusia yaitu akal, rasa dan kehendak manusia untuk
mendapatkan kebenaran yang tinggi.
Selanjutnya dalam sila ketiga, keempat, dan kelima, maka
epistemologi Pancasila mengakui kebenaran konsensus terutama dalam
kaitannya dengan hakikat sifat kodrat manusia sebagai makhluk indi<idu
dan makhluk sosial. Sebagai suatu paham epistemologi, maka Pancasila
mendasarkan pada pandangannya bah0a ilmu pengetahuan pada
hakikatnya tidak bebas karena harus diletakkan pada kerangka moralitas
kodrat manusia serta moralitas religius dalam upaya untuk mendapatkan
suatu tingkatan pengetahuan yang mutlak dalam hidup manusia.
10
(* Lan7asan A,si0l0gis Pancasila
Aksiologi Pancasila mengandung arti bah0a kita membahas
tentang filsafat nilai Pancasila. Istilah aksiologi berasal dari kata -unani
a!ios yang artinya nilai, manfaat, dan logos yang artinya pikiran, ilmu atau
teori.
Aksiologi adalah teori nilai, yaitu sesuatu yang diinginkan, disukai
atau yang baik. (idang yang diselidiki adalah hakikat nilai, kriteria nilai,
dan kedudukan metafisika suatu nilai. )ilai :value dalam bahasa Inggris"
berasal dari kata 2atin valere yang artinya kuat, baik, berharga. 'alam
kajian filsafat merujuk pada sesuatu yang sifatnya abstrak yang dapat
diartikan sebagai 6keberhargaan7 :#orth; atau 6kebaikan7 :goodness;.
)ilai itu sesuatu yang berguna, nilai juga mengandung harapan akan
sesuatu yang diinginkan, nilai adalah suatu kemampuan yang dipercayai
yang ada pada suatu benda untuk memuaskan manusia :dictionary of
sosiology a related science;, nilai itu suatu sifat atau kualitas yang melekat
pada suatu obyek. Ada berbagai macam teori tentang nilai yaitu3
Ma; Sc-ele+ mengemukakan bah0a nilai ada tingkatannya dan dapat
dikelompokkan menjadi empat tingkatan, yaitu3
; )ilai-nilai kenikmatan3 dalam tingkat ini terdapat nilai yang
mengenakkan dan nilai yang tidak mengenakkan, yang menyebabkan
orang senang atau menderita.
*; )ilai-nilai kehidupan3 dalam tingkat ini terdapat nilai-nilai yang
penting dalam kehidupan seperti kesejahteraan, keadilan, dan
kesegaran.
5; )ilai-nilai keji0aan3 dalam tingkat ini terdapat nilai-nilai keji0aan
:geistige #erte; yang sama sekali tidak tergantung dari keadaan
jasmani maupun lingkungan. )ilai-nilai semacam ini misalnya,
keindahan, kebenaran, dan pengetahuan murni yang dicapai dalam
filsafat.
11
#; )ilai-nilai kerohanian3 dalam tingkat ini terdapat moralitas nilai yang
suci dan tidak suci. )ilai semacam ini terutama terdiri dari nilai-nilai
pribadi :'riyarkara, "A%;.
<alte+ !* E=e+et menggolongkan nilai-nilai manusia ke dalam delapan
kelompok yaitu3
; )ilai-nilai ekonomis3 ditunjukkan oleh harga pasar dan meliputi
semua benda yang dapat dibeli.
*; )ilai-nilai kejasmanian3 membantu pada kesehatan, efisiensi dan
keindahan dari kehidupan badan.
5; )ilai-nilai hiburan3 nilai-nilai permainan dan 0aktu senggang yang
dapat menyumbangkan pada pengayaan kehidupan.
#; )ilai-nilai sosial3 bermula dari berbagai bentuk perserikatan
manusia.
$; )ilai-nilai 0atak3 keseluruhan dari keutuhan kepribadian dan sosial
yang diinginkan.
+; )ilai-nilai estetis3 nilai-nilai keindahan dalam alam dan karya seni.
A; )ilai-nilai intelektual3 nilai-nilai pengetahuan dan pengajaran
kebenaran.
%; )ilai-nilai keagamaan.
N0t0nag0+0 membagi nilai menjadi tiga macam yaitu3
; )ilai material, yaitu sesuatu yang berguna bagi manusia.
*; )ilai <ital, yaitu sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat
melaksanakana kegiatan atau akti<itas.
5; )ilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani yang
dapat dibedakan menjadi empat macam3
a. )ilai kebenaran, yang bersumber pada akal :rasio, budi, cipta;
manusia.
b. )ilai keindahan atau nilai estetis, yang bersumber pada unsur
perasaan manusia.
c. )ilai kebaikan atau nilai moral, yang bersumber pada unsur
kehendak manusia.
12
d. )ilai religius, yang merupakan nilai kerohanian tertinggi dan
mutlak. )ilai religius ini bersumber kepada kepercayaan atau
keyakinan manusia.
'alam filsafat Pancasila, disebutkan ada tiga tingkatan nilai, yaitu
nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praktis.
. )ilai dasar adalah asas-asas yang kita terima sebagai dalil yang
bersifat mutlak, sebagai sesuatu yang benar atau tidak perlu
dipertanyakan lagi. )ilai-nilai dasar dari Pancasila adalah nilai
ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan
nilai keadilan.
*. )ilai instrumental adalah nilai yang berbentuk norma sosial dan
norma hukum yang selanjutnya akan terkristalisasi dalam peraturan
dan mekanisme lembaga-lembaga negara.
5. )ilai praktis adalah nilai yang sesungguhnya kita laksanakan dalam
kenyataan. )ilai ini merupakan batu ujian apakah nilai dasar dan nilai
instrumental itu benar-benar hidup dalam masyarakat.
)ila-nilai dalam Pancasila termasuk nilai etik atau nilai moral
merupakan nilai dasar yang mendasari nilai intrumental dan selanjutnya
mendasari semua akti<itas kehidupan masyarakat, berbangsa, dan
bernegara.
Secara aksiologis, bangsa Indonesia merupakan pendukung nilai-
nilai Pancasila :subscriber of value Pancasila;, yaitu bangsa yang
berketuhanan, yang berkemanusiaan, yang berpersatuan, yang
berkerakyatan dan berkeadilan sosial. Pengakuan, penerimaan dan
penghargaan atas nilai-nilai Pancasila itu nampak dalam sikap, tingkah
laku, dan perbuatan bangsa Indonesia sehingga mencerminkan sifat khas
sebagai .anusia Indonesia.
13
)A!IAN III
PENU"UP
(*' KESIMPULAN
(erdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan bah0a (erfilsafat
adalah berpikir secara mendalam dan sungguh-sungguh. Sedangkan Pancasila
sebagai sistem filsafat adalah suatu kesatuan bagian-bagian yang saling
berhubungan, saling bekerjasama antara sila yang satu dengan sila yang lain
untuk tujuan tertentu dan secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan yang
utuh yang mempunyai beberapa inti sila, nilai dan landasan yang mendasar.
(*% SAAN
'alam makalah ini penulis berkeinginan memberikan saran kepada
pembaca agar ikut peduli dalam mengetahui sejauh mana kita mempelajari
tentang filsafat, filsafat pancasila, dan pancasila sebagai sistem filsafat.
Semoga dengan makalah ini para pembaca dapat menambah cakra0ala ilmu
pengetahuan.
14
DAF"A PUS"AKA
'armodiharjo, 'arji. "A%. Pokok-pokok $ilsafat %ukum, !akarta3 PT. Framedia.
'riyarkara, S!)., "A%, Percikan $ilsafat, !akarta3 PT. Pembangunan.
4rondi9i, =isieri. "+5. &hat 's (alue). )e0 -ork3 Cpen 8ourt Publising
8ompany.
,.Wantjik, Saleh. "A%. ,itab *umpulan Peraturan Perundang R', !akarta3 PT.
Framedia.
,artohadiprojo, Soediman. "AE. +eberapa Pikiran Sekitar Pancasila, (andung.
Alumni.
,aelan. *EE*. Pendidikan Pancasila. -ogyakarta3 Paradigma.
,aelan. *EE*. $ilsafat Pancasila Pandangan %idup +angsa. -ogyakarta3
Paradigma.
,odhi, S.A., dan Soejadi, =. ""#. $ilsafat, 'deologi,dan &a#asan +angsa
'ndonesia. -ogyakarta3 Penerbit &ni<ersitas Atma !aya.
)asution, >arun. "AE. $ilsafat gama. !akarta3 (ulan (intang 5A.
)otonagoro. "A$. Pancasila ,asar $ilsafat -egara R' '.''.'''
)otonagoro. "A#. Pancasila ,asar $ilsafat -egara. !akarta3 8etakan ,e-#,
Pantjuran Tudjuh.
Poespo0ardoyo, Soenaryo. "%". $ilsafat Pancasila. !akarta3 Framedia
Sumargono, Suyono, Tanpa Tahun. 'deologi Pancasila sebagai penjelmaan
$ilsafat Pancasila dan Pelaksanaannya dalam .asyarakat *ita ,e#asa
'ni, .akalah Seminar di 4akultas 4ilsafat &F., -ogyakarta.
15