Anda di halaman 1dari 13

PJ Dasar Kesehatan Lingkungan |DIV

Maaf bila ada salah penulisan | dibaca sama dipahami yah


RANGKUMAN DKL
Pendekatan holistic|insiden&prevalens|model Gordon|natural history of deseases|faktor
penyebabnya|5 tingkatan prevention|hygiene sanitasi makana|teori simpul|
Publish by : PJ DKL DIV
PENDEKATAN HOLISTIK (MENYELURUH)
GEN



DERAJAT KESEHATAN





Faktor-faktor masyarakat tidak ingin ke pelayanan kesehatan :
- Ada anggapan ke pelayanan kesehatan tidak menyembuhkan masyarakat
- Biaya mahal
- Pelayanan dari petugas kesehatan yang buruk
- Sarana dan fasilitas kurang.
INSIDENS DAN PREVALENS
Ukuran kejadian kesakitan dapat menggambarkan baik kelompok kasus yang ada ataupun
kasus baru terjadi. Ukuran Prevalens menggambarkan proposisi mana dari populasi
yang menderita penyakit yang dibicarakan pada saat tertentu. Ukuran insidentns,
sebaliknya, menggambarkan frekuensi terjadinya kasus baru selama satu periode
tertentu. Adalah bermanfaat untuk mengganggap tiap individu seolah-olah tiap individu
berada dalam salah satu dari dua keadaan : sakit atau bebas sakit, dalam kerangka ini
ukuran prevalens mengambarkan proporsi populasi yang berada dalam keadaan sakit
pada waktu tertentu. Ukuran insidens menggambarkan rate arus dari keadaan bebas
penyakit ke keadaan sakit.
Besar prevalens penyakit dengan nyata tergantung pada insidens, karena rate
terjanya kasus baru lebih besar cenderung akan meningkat jumlah kasus yang ada; selai itu
juga tergantung pada lama berlangsungnya penyakit. Dengan demikian perubahan
PELAYANAN
KESEHATAN
LINGKUNGAN
GEN
Sumbet Daya ALam
PERILAKU
Hubungan Sosial
Budaya Masyatakat
Mental Health Keseimbangan Ekologi
PJ Dasar Kesehatan Lingkungan |DIV
Maaf bila ada salah penulisan | dibaca sama dipahami yah
prevalens mungkin merupakan suatu akibat baik dari perubahan insidens maupun
perubahan lam apenyakit berlangsungnya penyakit. Lama berlangsungnya
penyakitsabaliknya tergantung pada waktu yang diperlukan untuk sembuh atau lam
akelangsungan hidup dengan penyahkit.
INSIDEN : kejadian penyakit dengan kasus baru dalam periode yang singkat
PREVALENS : kejadian penyakit (kasus baru/kasus lama) dalam periode yang lama

PENGUKURAN EPIDEMIOLOGI
a. Incidence rate adalah jumlah kasus baru yang terjadi di kalangan penduduk selama
periode waktu tertentu

Incidence rate =


x 1000

Contoh : pada bulan desember 1988 di kecamatan X terdapat penderita campak 80
anak balita. Jumlah anak yang mempunyai resiko tersebut (anak balita) di
kecamatan X = 8000 maka incidence rate nya :



b. Prevalence rate =


x 1000
Contoh : kasus penyakit TBC di kecamatan Moyang pada waktu dilakukan survey
pada juli 1988 adalah 48 orang, dari 24.000 penduduk di kecamatan tersebut. Maka
prevalence rate TBC di kecamatan tersebut adalah



c. Attack rate =




Rentan : mudah terkena penyakit

MODEL GORDON
Model Gordon mengambarkan terjadinya penyakit pada masyarakat. Model ini dinamakan
sesuia nam apencetusnya, seorang dokter, John Gordon. Ia menggambarkan terjadinya
penyakit sebagai adanya sebatang pengungkit, yang mempunyai titik yumpu di tengah-
tengahnya. Pada kedua ujung batang tadi terdapat pemberat, yakni A, H, dan tumpuannya
adalah L. dalam model ini , A, H dan L diangap sebagai tiga elemen utama yang berperan
dalam interaksi ini, sehinga terjadi keadaan sehat ataupun sakit.
PJ Dasar Kesehatan Lingkungan |DIV
Maaf bila ada salah penulisan | dibaca sama dipahami yah
A = Agent/penyebab penyakit,
H = host/penjamu/populasi beresiko tinngi,
L = lingkungan
Model ini mengatkan apabila pengungkit berada dalam keseimbangan, maka dikatakan
bahwa masyarakat berada dalam keadaan sehat. Ini pada hakekatnya , keadaan seimbang
ataupun tidak seimbang merupakan resultante dari pada interaksi antara ketiga elemen
tersebut.





Sebaliknya apabila resultante dari pada interaksi ketiga unsur tadi menghasilkan keadaan
tidak seimbang, maka dapat keadaan yang tidak sehat atau keaadaan sakit. Dengan
demikian didapat empat kemingkinan terjadinya penyakit.
1. A mendapat kemudahan menimbulkan penyakit pada host, misalnya terjadi mutasi
pada virus influenza. Virus influenza sudah dikenal suka bermutasi dalam periode
tertentu. Oelh karenanya ia menjadi virus baru, sehingga semua populasi belum
mengenalnya atau belum punya atau belum pernah membuat zat immune
terhadapnya, dan bila terinfeksi kemungkinan besar sebagian besar masyarakat
akan sakit, atau keseimbangan terganggu




2. Keadaan ini dimungkinkan apabila H menjadi lebih peka terhadap suatu penyakit.
Misalnya apabila jumlah penduduk menjadi muda ayau proporsi jumlah penduduk
balita bertambah besar, maka sebagian besar populasi menjadi lebih peka terhadap
penyakit anak, dan yerdapat banyak (lebih dari normal, dalam wakti=u relative
singkat) penyakit anak atau keseimbangan terganggu.




PJ Dasar Kesehatan Lingkungan |DIV
Maaf bila ada salah penulisan | dibaca sama dipahami yah


3. Hal ini menggambarkan terjadinya pergeseran kualitas lingkungan sedemikian rupa
sehinnga A memberatkan keseimbangan. Kasus seperti ini berarti bahwa
pergeseran kualitas lingkungan memudahkan A memasuki tubuh H dan
menimbulkan penyakit. Contoh ialah terjadinya banjir di tanah air, ini
menyebabkan air kotor yang mengandung kuman penyakit (A) berkontak dengan
masyarakat, sehinnga A mudah memasuki mereka yang kebanjiran.





4. Hal ini diakibatkan karena pergeseran kualitas lingkunga, hanya H menjadi lebi
peka terhadap A. contohnya ialah terjadi pencemaran udara dengan SO2 yang
menyebabkan saluran udara paru-paru populasi menyempit (agar tidak banyak
racun yang masuk), tetapi akibatnya ialah bahwa paru-paru kekurangan O2 dan
menjadi lemah dan kelainan paru-paru.





Solusi mengatasinya
1. Tindaka terhadap L :Penanganan, pemeliharaan dan perawatan kualitas
lingkungan
2. Tindakan Terhadap H : Vaksin dll
3. Tindakan terhadap A : pengendalian vector, dll
SISTEM TRANSMISI
System transmisi diartikan sebagai system yang membawa/men-transpor agent dari satu
host ke host yang lain. Dengan proses :
1. Agent keluar dari tubuh host/penderita tempat keluarnya disebut portal of exit.
Agent dapat keluar dengan ludah, dahak, air mata, udara pernapasan, dll
2. Agent bertahan hidup dilingkungan , sampai memasuki host baru.
3. Agent memasuki host melalui media (Media Tranmisi) dapat berupa vector atau
vehicle
PJ Dasar Kesehatan Lingkungan |DIV
Maaf bila ada salah penulisan | dibaca sama dipahami yah
4. Ada tempat untuk agent masuk ke host yang baru yang disebut portal of entry.
Agent memasuki host dengan maksud memperbanyak diri.
PERJALANAN PENYAKIT
NATURAL HISTORY OF DESEASES
Jika ditinjau proses yang terjadi pada orang sehat, menderita penyakit dan terhentinya
penyakit tersebut yang dikenal nama riwayat alamiyah perjalanan penyakit (natural
history of disease) , terutama untuk penyakit infeksi, segera terlihat bahwa proses yang
ditemukan secara umum dapat dibedakan atas lima tahap yakni:
1. Tahap pre-patogenasa
Pada tahap ini sebenarnya telah terjadi interaksi antara penjamu dengan bibit
penyakit. Tetapi interaksi ini masih berada diluar tubuh, dalam arti bibit penyakit
belum masuk kedalam tubuh penjamu. Pada keadaan yang seperti ini, penyakit
belum ditemukan karena pada umumnya daya tahan penjamu masih kuat. Dengan
perkataan lain seseorang yang berada pada keadaan ini disebut sehat.
2. Tahap inkubasi
Disebut tahap inkubasi jika bibit penyakit telah masuk kedalam tubuh penjamu,
tetapi gejala penyakit belum tampak. Masa inkubasi suatu penyakit berbeda dengan
penyakit yang lain, ada yang beberapa jam da nada yang bertahun-tahun. Penyakit
demam kuning misalnya, masa inkubasinya adalah 3 sampai 6 hari, penyakit polio
mempunyai masa inkubasi 7 sampai 14 hari, sedangkan penyakit kanker paru-paru
karena meroko mempunyai masa inkubasi bertahun-tahun.
Jika daya tahan kita kuat, tentu penyakit akn berjalan terus yang mengakibatkan
terjadinya gangguan pada bentuk dan fungsi tubuh. Pada suatu saat penyakit akan
bertambah hebat, sehingga timbul gejala. Garis yang membatasi antara tampak atau
tidak tampak disebut engan nama horizon klinik.
3. Tahap penyakit dini
Tahap ini dihitung mulaimunculnya gejala penyakit. Pada tahap ini
sekalipunpenjamu telah jatuh sakit, tetapi sifatnya masih ringan. Umumnya
penderita masih dapat melakukan pekerjaan sehari-hari dank arena itu sering tidak
datang berobat. Selanjutnya, bagi yang datang berobat penyakit masih dapat diatasi
dengan perbatan jalan.
Tahap penyakit dini ini sering terjadi menjadi masalah besar dalam kesehatan
masyarakat, terutama jika tingkat pendidikan penduduk belum sempurna. Berobat,
yang dalam banyak hal akan mendayangkan masalah lanjutan yakni telah parahnya
penyakit yang diderita, sehinga apabila datang berobat sering telah telambat.
4. Tahap penyakit lanjut
Apabila penyakit makin bertambah hebat, penyakit masuk kedalam penyakit lanjut,
pada tahap ini penderita telah tidak dapat melakukan pekerjaan dan tidak datang
berobat, umumnya telah memerlukan perawatan
5. Tahap akhir penyakit
PJ Dasar Kesehatan Lingkungan |DIV
Maaf bila ada salah penulisan | dibaca sama dipahami yah
Perjalan penyakit suatu saat akan berakhir. Berakhinya perjalanan penyakit
tersebut dapat berada dalam lima keadaan yakni:
a. Sembuh sempurna
Di sini penyakit berakhir karena penjamu sembuh secara senpurna, artinya
bentuk dan fungsi tubuh kembali pada keadaan sebelum menderita penyakit.
b. Sembuh dengan cacat
Penyakit yang diderita berakhir dan penderita menjadi sembuh. Sayangnya
kesembuhan tersebut tidak sempurna, karena ditemukan cacat pada
penjamu. Adapun yang dimaksudkan dengan cacat disini tidak hanya berupa
cacat fisik, tetapi juga cacat mikrokopis, cacat fungsional, cacat mental dan
cacat social.
c. Karier
Ada karier, perjalanan penyakit seolah-olah terhenti, karena gejala penyakit
tidak tampak lagi. Padahal dalam diri penjamu masih ditemukan bibit
penyakit yang suatu saat jika daya tahan tubuh berkuran, penyakit dapat
muncul kembali. Keadaab karier ini tidak hanya membahayakan diri
penjamu sendiri, tetapi juga masyarakaat sekitarnya, karena dapat menjadi
sumber penular penyakit.
d. Kronis
Disini perjalanan penyakit tampak berhenti karana gejalan penyakit tidak
berubah, dalam arti tidak bertambah berat dan ataupun tidak bertambah
ringan. Keadaan yang seperti ini tentu tidak mengembirakan, karena pada
dasarnya penjamu tetap berada dalam keadaaan sakit.
e. Meninggal dunia
Terhentinya perjalanan penyakit disini, bukan karena sembuh, tetapi karena
penjamu meninggal dunia. Keadaan yang seperti ini bukan lah tujuan dari
tindakan kedokteran.

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
Tentang peristiwa timbulnya penyakit, banyak teori pernah dikemukakan. Gordon dan Le
Richt pada tahun 1950 menyebutkan bahwa timbul atau tidaknya penyakit pada manusia
dipengaruhi oleh tiga faktor utama yakni
1. Penjamu (host)
Yang dimaksud dengan faktor penjamu ialah semua faktor yang terdapat padi diri
manusia yang dapat mempengaruhi timbulnya serta perjalanan suatu penyakit.
Faktor tersebut banyak macamnya antara lain:
a. Faktor keturunan
b. Mekanisme pertahanan tubuh
Secara umum mekanisme pertahan tubuh dapat dibedakan atas dua macam
yakni pertahanan tubuh umum dan pertahanan tubuh khusus. Jika kedua
mekanisme pertahan tubuh ini baik, trntu dalam batas-batas tertentu beberapa
jenis penyakit akan dapat diatasi.
PJ Dasar Kesehatan Lingkungan |DIV
Maaf bila ada salah penulisan | dibaca sama dipahami yah
Mekanisme pertahanan tubuh Contoh
1. UMUM
1.1 pertahanan tingkat pertama






1.2 pertahanan tingkat kedua

kulit yang utuh
mukosa yang utuh
kuku
rambut
bulu hidung
sekresi tubuh

tonsil
hati
limpa
kelenjar limpa
2. KHUSUS
2.1 Bersifat Selular



2.2 Bersifat hormonal
a. Bawaan
b. Didapat
Bersifat aktif
Buatan
Alamiah
Bersifat pasif
Buatan
Alamiah
2.3 Bersifat kelompok

Pembentukan antibiotic
Leukosit
Fagosutosis

Konstitusi tubuh
Genetic tubuh

Imunisasi
Sembuh dari penyakit

Pemberian serum
Diperoleh dari ibu

Memiliki kekebalan

c. Umur
Misal : campak, polio dan difteri yang hanya di temukan di anak-anak

d. Jenis kelamin
Misal : tumor prostat pada laki-laki, tumor leher Rahim pada perempuan

e. Ras
Beberapa ras tertentu diduga lebih sering menderita beberapa penyakit tetentu,
seperti hemofili yang lebih banyak ditemukan pada orang barat.

f. Status perkawinan
g. Perekjaan
h. Kebiasaan hidup : personal Higiene

2. Bibit Penyakit (agent)
Yang dimaksud dengan bibit penyakit ialah suatu subtansi atau elemen tertentu
yang kehadirannya dapat menimbulkan atau mempengaruhi perjalanan suatu
PJ Dasar Kesehatan Lingkungan |DIV
Maaf bila ada salah penulisan | dibaca sama dipahami yah
penyakit. Subtansi dan elemen yang dimaksud secara sederhana dikempokan
menjadi lima macam yakni:
a. Golongan nutrient
Yang dimaksud dengan golongan nutrient ialah zat gizi yang dibutuhkan oelh
tubuh untuk melangsungkan fungsi kehidupan. Zat gizi yang dibutuhkan oleh
tubuh dibedakan atas 6 macam yakni : karbohidrat, putih telur, lemak, vitamin,
mineral dan air. Jika seseorang mangalami kekurangan atau kelebihan zat gizi ini
akan timbul penyakit tertentu.

b. Golongan kimia
Sebenarnya golongan nutrient termasuk kedalam golongan kimia, namun karena
zat gizi menempati peranan sendiri dalam kesehatan, maka apabila tubuh
terkena atau termasukan zat kimia tertentu seperti logam berat, gas beracun
atau debu, akan menimbulkan beberapa penyakit tertentu.

c. Golongan fisik
Golongan fisik seperti suhu yang terlalu tinngi atau rendah, suara yang terlalu
bising, kelembaban udara, tekanan udara, radiasi, atau trauma mekanis, dapat
menimbulkan berabagai macam penyakit.

d. Golongan mekanik : kecelakaan jalan raya, pukulan dan lainya
e. Golongan biologic
Berupa jasad renik (mikro organisme) dan atau yang bukan termasuk jasad renik
baik yang berasal dari hewan atau tumbuhan.

Empat golongan yang pertama sering disederhanakan sebagai golongan a-biotis,
sedangkan golongan terakhir sering disebut pula sebagai biotis.
Jika penyebab penyakit tergolongan dalam kelompok biotis, maka penyakit yang
ditimbulkan disebut dengan nama penyakit infeksi (infectious diseases).
Penyakit infeksi ini ada yang bersifat menular (communicable diseases) dan
pula yang bersifat tidak menular (Non communicable diseases) . berat
ringannya penyakit infeksi yang dialami amat ditentukan oleh sifat bibt penyakit
yang menyerang. Sifat tersebut dapat dibedakan atas empat macam yakni:
a. Patogenesiti
Ialah kemampuan bibit penyakit untuk menimbulkan reaksi pada penjamu
sehingga menimbulkan penyakit (diasease stimulus).

b. Virulensi
Ialah ukuran keganasan atau derajat kerusakan yang ditimbulka oleh bibit
penyakit. Jika kerusakan yang ditimbulkan hebat, maka bibit penyakit
tersebut termasuk dalam golongan bibit penyakit yang virulensi.

c. Antigenesiti
Ialah kemampuan bibit penyakit merangsang timbulnya mekanisme
pertahanan tubuh(atigen) pada diri penjamu.
PJ Dasar Kesehatan Lingkungan |DIV
Maaf bila ada salah penulisan | dibaca sama dipahami yah

d. Infektiviti
Ialah kemampauan bibit penyakit mengadakan invasi dan menyesuaikan diri,
bertempat tinggal dan berkembang biak dalam diri penjamu.

3. Lingkungan
Yang dimaksud dengan lingkungan ialah agregat (bagian) dari seluruh kondisi dan
pengaruh-pengaruh luar yang mempengaruhi kehidupan dan perkrmbangan suatu
organisasi. Secara umum lingkungan ini dibedakan atas dua macam yakni:
a. Lingkungan fisik
Yang dimaksud dengan lingkungan non-fisik ialah lingkungan alamiah yang
terdapat disekitar manusia. Lingkungan fisik ini banyak macamnya, misalnya
cuaca, musim, keadaan geografis dan struktur geologis.

b. Lingkungan non-fisis
Yang dimaksud dengan lingkungan non-fisik ialah lingkungan yang muncul
sebagai akibat adanya integrasi antara manusia. Ke dalam lingkugan non-fisik
ini termasuk faktor social budaya, norma, nilai dan adat istiadat.

Peranan lingkungan dalam menyebabakn timbul atau tidaknya penyakit dapat
bermacam-macam. Salah satu diantaranya ialah sebagai reservoir bibit penyakit.
Ada pun yang dimaksud dengan reservoir ialah tempat hidup yang dipandangan
paling sesuai bagi bibit penyakit.

Sebenarnya disamping lingkungan, dikenal pula tiga macam reservoir bibit
penyakit,
a. Human reservoir
Di sini bibit penyakit hidup didalam tubuh manusia. Timbul atau tidaknya
penyakit pada manusia tersebut tergantung dari sifat-sifat yang dimiliki oleh
bibit penyakit dan ataupun penjamu.
b. Animal reservoir
Disini bibit penyakit hidup dalam tubuh binatang, yang karena satu dan lain
hal dapat pula menyerang manusia
c. Anthropode reservoir
Hidup dalam tubuh kelompok anthropoda

PROSES TERJADINYA WABAH
Wabah terjadi apabila penyakit bermanifestasi di masyrakat dan penderita secara statistic
berjumlah melebihi normal, dan dalam waktu yang relative singkat, jumlah penderita
dapat banyak dalam waktu singkat karena beberapa alasan.
a. Terjadi perubahan kualitas lingkungan,
Tranmisi agent penyakit berjalan cepat, seperti terjadi pada keadaan banjir
PJ Dasar Kesehatan Lingkungan |DIV
Maaf bila ada salah penulisan | dibaca sama dipahami yah
Masyarakat yang terpapar terhadap agent sekaligus dalam jumlah banyak
Adanya keberdesakan (crowiding) yang tinggi.
b. Ada agent baru, sehinga semua orang sangat peka terhadapnya
c. Distribusi kepekaan host berubah, sehingga proposi host yang peka menjadi sangat
banyak.
5 TINGKAT PREVENTION
Dalam epidemiologi dikenal ada empat tingkat untama pencegahan penyakit, yaitu:
1. Pencegahan tingkat awal (primodial prevention)
2. Pencegahan tingkat pertama (primet prevention)
3. Pencegahan tingkat kedua (Secondary prevention)
4. Pencegahan tingkat keempat (Tertiary prevention)
Pencegahan tingkat awal dan pertama berhubungan dengan keadaan penyakit yang masih
dalam tahap prepatogenesis, sedangkan pencegahan tingkat kedua dan ketiga sudah
berada dalam keadaan pathogenesis atau penyakit sudah tampak. Bentuk upaya uang
dilakukan pada setiap tingkat meliputi 5 bentuk uapaya pencegahan sebagai berikut:
1. Pencegahan tingkat awal (primodial prevention)
Pemantapan status kesehatan (underlying condition)
Pencegahan tingkat dasar merupakan usaha pencegahan retjadinya risiko
atau mempertahankan keadaan risiko rendah. Pencegahan ini meliputi
usaha memelihara dan mempertahankan polahidup sehat. Seperti
memelihara cara makan, kebiasaan olahraga, mencegah kebiasaan merokok,
minum alcohol dan lainnya

2. Pencegahan tingkat pertama (primet prevention)
Health promotion
Specific protection (Pencegahan Khusus)

3. Pencegahan tingkat kedua (Secondary prevention)
Early diagnosis and prompt treatment (Diagnosis awal dan pengobatan
tepat)
Disability limitation (pembatasan kecacatan)

4. Pencegahan tingkat keempat (Tertiary prevention)
Rehabilitation
Lebih lengkap baca
1. Epidemiologi lingkungan karangan Juli Soemirat Hal 135-139 (perpus)
2. Modul Epidemiologi Dasar Jenis-jenis Pencegahan Penyakit (internet)

PJ Dasar Kesehatan Lingkungan |DIV
Maaf bila ada salah penulisan | dibaca sama dipahami yah

HIGIENE SANITASI MAKANAN (HSM)
MAKANAN : sesuatu yang masuk kedalam tubuh (mulut) yang dibutuhkan tubuh tidak
termasuk substance obat dan air.

KESTABILAN MAKANAN
Stabil Food : non-perishable Food
Semi Stabil : Semi Perishable Food
Non-stabil : perishable food
Mempunyai kadar air tinggi, protein tinggi dan pH basal (6-7)

PERANAN MAKANAN
Sebagai agent : makanan yang menyebabkan penyakit (asam Jengkol dll)
Sebagai vehicle : makanan sebagai perantara
Sebagai media : seperti, tempat tumbuh dan berkembang biaknya kuman

Persyaratan hygiene sanitasi makanan
Jumlah kuman E.coli pada makanan jadi harus 0/gr sampel makanan dan pada
minuman jumlahnya jumlahnya harus 0/100 ml sampel minuman
Kebersihan peralatan ditentukan dengan angka total kuman, sebanyak-banyaknya
100/cm2 permukaan dan tidak ada kuman E.coli.
Makanan yang mudah membusuk disimpan dalam suhu panas lebig dari 6 jam
disimpan dalam suhu -50C samapai -10C.
Makanan kemasan tertutup sebaiknya disimpan dalam suhu +_10oC
Penyimpanan bahan mentah dijelaskan dalam tabel sebagai berikut
Kelembapan dalam ruagan penyimpanan yaitu 80-90%
Cara penyimpanan bahan makanan tidak menempel pada lantai, dinding, atau
langit-langit, dengan ketentuan:
o Jarak bahan makanan dengan lantai 15 cm
o Jarak bahan makanan dengan dinding 5 cm
o Jarak bahan makanan dengan langit-langit 60 cm
6 PRINSIP HSM
1. Pemilihan bahan makanan
2. Penyimpanana bahan makanan
PJ Dasar Kesehatan Lingkungan |DIV
Maaf bila ada salah penulisan | dibaca sama dipahami yah
3. Pengolahan
a. Tempat pengolahan
b. Tenaga pengolah/penjamah makanan
c. Cara pengolahan makanan
d. Alat pegolah makana
4. Penyimpanan makanan
a. Penyimpanan pada suhu dingin
b. Penyimpanan pada suhu biasa
5. Pengangkutan makanan
6. Penyajian makanan

TEORI SIMPUL
Simpul 1 : Sumber
Simpul 2 : Media
Simpul 3 : Cara masuk zat pencemar
Simpul 4 : Dampak

Tahapan pembangunan
1. pra-kontrusi
2. kontruksi
3. operasi
4. pasca operasi

PJ Dasar Kesehatan Lingkungan |DIV
Maaf bila ada salah penulisan | dibaca sama dipahami yah
GLOSARIUM
ADKL : analisis dampak kesehatan lingkungan (perusahaan blm berjalan)
Agent : penyebab penyakit
Akut : penyakit yg terjadi tiba-tiba, dalam waktu singkat, gangguan serius
AMDAL : analisi mengenai dampak lingkungan
ANDAL : analisis dampak lingkungan
Antigenesiti : kemampuan agent merangsang timbulnya pertahanan tubuh
ARKL : analilis risiko kesehatan lingkungan (perusahaan sudah berjalan)
Carier : pembawa penyakit tetapi tidak menunjukan gejala
Endemi : penyakit yang menetap pada suatu wilayah
Epidemi : penyakit yang ditemukan didaerah tertentu dalam waktu yang
singkat berada dalam frekuensi yang meningkat
Hazart : penyebab penyakit berupa benda mati
Higienest : keadaan sehat dan saniter
Host : penjamu, induk semang
Hygiene : segala upaya untuk sehat dengan subjeknya individu
Incidence race : angka kejadian penyakit baru
Infektivitas : kemampuan agent untuk berkembangbiak
Insiden : kejadian penyakit dengan kasus baru (singkat)
Kronis : penyakit yang diderita dalam waktu lama
Latensi : perioda interval yang diperlukan agent untuk infektif.
Media tranmisi : media yang membawa atau menyebarkan agent penyakit.
Pandemi : penyakit dengan frekuensi yang singkat dan peningkatan yang mat
tinggi dengan penyebaran yang luas
Patonegesitas : kemampuan agent untuk menimbulkan penyakit
Perishable : mudah menjadi busuk
Portal of entry : tempat atau pintu masuk agent ke dalam host.
Portal of exit : tempat atau pintu keluar agent dari host.
Prevalen race : angka kejadian penyakit baru/lama
Prevalen : kejadian penyakit baru/lama (lama)
RKL : rencana kelola lingkungan
RPL : rencana pemantauan lingkungan
Sanitasi : upaya untuk sehat dengan subjek yang umum
Saniter : bebas dari kuman
Sporadic : penyakit yang frekuensinya berubah-ubah menurut perubahan
waktu
Survival agent : kemampuan agent bertahan hidup diluar tubuh host.
System transmisi : system yang membawa/men-tranpor agent ke host yang baru
Toxisitas : kemampuan untuk menimbulkan penyakit
UKL : upaya kelola lingkungan
UPL : upaya pemantauan lingkungan
Vector : pembawa penyakit berupa serangga
Vehicle : pembawa penyakit berupa benda mati
Virulensi : keganasan atau derajat kerusakan yang ditumbukan agent