Anda di halaman 1dari 21

BAB III

SPESIFIKASI ALAT DAN UTILITAS



3.1. SPESIFIKASI ALAT
1. Reaktor Sakarifikasi (SR)
Fungsi : Tempat terjadinya reaksi antara dekstrin dengan air
Bahan konstruksi : Stainless steel type 316
Jumlah : 2 buah
Tekanan desain : 22,73 psi
Kapasitas reactor : 1.139,879 ft
3
/jam
ID : 11,32 ft
OD : 11,384 ft
Tinggi silinder : 13,586 ft
Tinggi bottom : 2,146 ft
Tinggi reactor : 15,73 ft
Tebal silinder : 3/16 in
Tebal bottom : 3/16 in
Pengaduk
Kecepatan putar : 68,76 rpm
Power pengaduk : 8 Hp
Diameter impeller : 3,77 ft
Lebar baffle : 0,3774 ft
Jaket Pemanas
Tebal jaket : 2,212 ft
Tebal shell jaket : 1/4 in
Tinggi jaket : 11,33 ft






2. Rotary Vacuum Filter (RVF)
Fungsi : Fungsi memisahkan padatan ( cake ) dengan filtrat
Bahan konstruksi : stainless steel type 316
Jumlah : 1 buah
Tekanan desain : 0,08 atm
Kecepatan putar : 24,353 rph
diameter : 1,2 m

3. Mixer Tank (MT-02) :
Fungsi = Tempat untuk menghilangkan warna dari sorbitol
Bahan Konstruksi = Stainless Steel SA-167 Grade 3 tipe 304
Jumlah = 1 buah
Kondisi Operasi = Tekanan 1 atm
Suhu = 80
o
C
Kapasitas = 6,046 m
3

Diameter = 2,934 ft
Tinggi silinder = 9,629 m
Tebal dinding = 3/16 in
Tinggi tutup bawah = 0,1779 m
Tebal tutup bawah = 4/16 in
Pengaduk : - Kecepatan putar = 286,318 rpm
- Daya = 0,5 HP












4. Evaporator ( E-01 ) :
Fungsi = Menguapkan kandungan air sampai lebih pekat dari konsentrasi 52 % - 70 %.
Tipe = Long Tube vertical Evaporator
Bahan konstruksi = Stainless Steel SA 167 Grade 3 tipe 304.
Jumlah = 1 buah
Tube
Jumlah = 160 buah
Panjang = 20 ft
Nominal diameter = BWG 1,5 in
Susunan = 1 triangular pitch
Aliran = 1 pass
Shell :
Nominal diameter = IPS 29 in
Tebal shell = 9/8 in
Ruang uap
Diameter = 80,06 in
Luas penampang = 3,25 m
2

Tinggi = 48 in
Tinggi tutup bawah = 5 in
Tebal tutup bawah = 1/4 in
Tinggi tutup atas = 11,82 in
Tebal tutup atas = 5/16 in
Tinggi evaporator total = 7,74 m
Tinggi kaki barometric = 6 m

5. Reaktor Hidrogenasi Katalitik ( SR-01 )
Fungsi = Tempat terjadinya reaksi hidrogenasi
Bahan Konstruksi = Stainless Steel SA-167 Grade 3 tipe 304
Tipe = Slurry reactor
Jumlah = Satu buah
Kapasitas = 3,585 m
Kondisi Operasi = Tekanan = 70 atm
Suhu = 140
0
F
Diameter Reaktor = 11,243ft
Tinggi reaktor = 13,5 ft
Tebal Dinding Reaktor = 2,5 in
Head
- Bentuk = Torispherical
- Tebal = 2,25 in
- Tinggi = 2,22 ft
Pengaduk
- Jenis = Flat Blade Turbin Impeller ( 6 blades )
- Diameter = 3,75 ft
- Daya = 79 HP
- Kecepatan motor = 84,975 rpm
Jaket Pendingin
- Diameter = 11,35 ft
- Tebal = 2,5 in

6. Heat Exchanger (HE-02):
Fungsi : Menaikkan suhu gas H
2
dari 57,91
o
C sampai 140
o
C sebelum masuk ke
reaktor
Type : Double pipe heat exchanger
Annulus : Inner pipe :
206,295 h outside, BTU/jam ft
2 o
F 7,25
A = 27,84 ft
2

U
C
= 7,005 BTU/jam ft
2 o
F
U
D
= 11,78 BTU/ jam ft
2 o
F
Rd perhitungan = 0,058
Rd minimal = 0,011
0,0049 P perhitungan, psi 0,001
2,0 P yang diijinkan, psi 2,0



Annulus :
IPS : 2
OD : 2,88 in
ID : 2,469 in
Sch.No : 40
Inner pipe :
IPS : 1
OD : 1,66 in
ID : 1,38 in
Sch.No : 40
Panjang Hairpin : 16 ft
Jumlah Hairpin : 4 buah
Susunan Hairpin : seri
Aliran Fluida : counter current

7. Pompa (P-05)
Fungsi = Memompa slurry dari M-02 ke HE-01
Tipe = Centrifugal
Jumlah = 2 buah
Kapasitas = 202,379 gpm
Power Pompa = 23,414 Hp
Power Motor = 26,61 Hp
Bahan Konstruksi = Stainless Steel
Pipa :
- Diameter Nominal : 5 in
- Inside Diameter : 5,047 in
- Outside Diameter : 5,563 in
- Schedule Number : 40
- Inside Sectional Area (A) : 0,139 ft
2


8. Separator Tank
Fungsi : Memisahkan produk dari komponen lainnya (katalis)
Tipe : Silinder Horizontal
Bahan : Carbon SA-283 grade D
Volume : 225,784 cuft
Tebal Shell : 5/16 in
Tebal Torispherical : 5/16 in
Diameter : 4,577 ft
Panjang : 13,73 ft
3.2. UTILITAS
3.2.1. Unit Pendukung Proses
Unit utilitas merupakan bagian penunjang berlangsungnya suatu proses dalam
pabrik. Unit pendukung proses yaitu penyediaan air (air pendingin, air sanitasi, air umpan
boiler), steam, listrik, udara tekan, dan pengadaan bahan bakar.
Unit pendukung proses yang terdapat dalam pabrik sorbitol adalah :
1. Unit pengadaan dan pengolahan air
2. Unit pengadaan steam
3. Unit pengadaan tenaga listrik
4. Unit pengadaan bahan bakar
5. Unit pengadaan udara tekan
6. Unit pengolahan limbah

3.2.2. Unit Pengadaan dan Pengolahan Air
A. Unit Pengadaan Air
Dalam memenuhi kebutuhan air, suatu industry pada umumnya menggunakan air
sumur, air sungai, air danau, maupun air laut sebagai sumber untuk mendapatkan air.
Dalam pra-rancangan pabrik sorbitol ini, sumber air berasal dari sumur hasil
pengeboran. Pertimbangan sumur bor sebagai sumber air adalah :
a. Dimungkinkan pada lokasi pabrik didirikan terdapat air tanah dalam jumlah besar,
sehingga bisa didapatkan melalui pengeboran
b. Sumur bor merupakan sumber air yang kontuinitasnya relativ tinggi sehingga masalah
kekurangan air dapat dihindari
c. Pengolahan air dari sumur bor relative mudah dan sederhana serta biaya pengolahan
relatif murah
Air dalam lingkungan pabrik dipergunakan untuk :
1. Air Pendingin
Sumber air diambil dari sumur bor yang diolah terlenih dahulu, hingga memenuhi syarat
sebagai air pendingin.
Faktor Air dapat dipakai sebagai media pendingin yaitu:
a. Air merupakan materi yang dapat diperoleh dalam jumlah besar
b. Mudah dalam pengaturan dan pengolahannya
c. Dapat menyerap sejumlah panas persatuan volume yang tinggi
d. Tidak terdekomposisi
Air pendingin digunakan pada reaktor, heat exchanger, dan barometric kondensor.
Halhal yang diperhatikan pada air pendingin :
a. Kesadahan ( hardness ), yang dapat menyebabkan kerak
b. Besi, yang dapat menimbulkan korosi
c. Minyak, merupakan penyebab film corrotion inhibitor, menurunkan heat transfer
coefficient, dapat menjadi mikroba sehingga menimbulkan endapan.
2. Air Umpan Boiler
Hal yang diperhatikan dalam penanganan air umpan boiler yaitu :
- Zat-zat yang dapat menyebabkan korosi.
- Korosi dalam boiler disebabkan karena air mengandung larutanlarutan asam dan
gasgas terlarut
- Zat yang dapat menyebabkan foaming
- Air dari proses pemanasan bisa menyebabkan foaming pada boiler karena adanya
zatzat organik, anorganik dan zatzat yang tidak larut dalam jumlah besar. Efek
pembusaan terjadi pada alkalinitas tinggi.
- Zat yang menyebabkan kerak (scale forming)
- Pembentukan kerak disebabkan kesadahan dan suhu tinggi, yang biasanya berupa
garam karbonat dan silikat
3. Air Sanitasi
Air sanitasi digunakan untuk air minum, laboratorium, kantor dan perumahan.
Syarat air sanitasi meliputi :
a. Syarat fisik :
Suhu dibawah suhu udara luar, warna jernih, tidak mempunyai rasa dan tidak berbau
b. Syarat kimia :
Tidak mengandung zat organik maupun anorganik dan tidak beracun
c. Syarat bakteriologis :
Tidak mengandung bakteribakteri, terutama bakteri pathogen

B. Pengolahan air
Kebutuhan air suatu pabrik dapat diperoleh dari sumber air di sekitar pabrik dengan
mengolahnya terlebih dahulu agar memenuhi syarat. Pengolahan air meliputi pengolahan
fisik dan kimia.

Mula-mula raw mater diumpankan ke tangki kemudian diaduk dengan putaran
tinggi sambil diinjeksikan bahanbahan kimia :
Alum berfungsi sebagai flokulan
Coagulan acid berfungsi mengatur PH kirakira 6,4 6,7
Kalsium Hipoklorit atau Cl
2
cair berfungsi sebagai desinfektan
Keluar tangki, air dimasukkan ke clarifier dimana flocfloc yang terbentuk
diendapkan secara grafitasi sambil diaduk dengan putaran rendah. Lumpur mengendap di-
blow down sedangkan air keluar dari bagian atas dialirkan ke tempat penampungan
sementara.
Selanjutnya air diumpankan ke sand filter. Di sand filter, air dari tempat
penampungan masih mengandung partikelpartikel kotoran halus lalu disaring, air
keluaran dari filter kemudian ditampung dalam dua buah tangki yaitu :
- Filtered Water Storage Tank, berfungsi menampung air untuk keperluan make up air
pendingin, air hidran, dan umpan unit demineralisasi air.
- Portable Water Storage Tank, berfungsi menampung air untuk keperluan seharihari.
1. Unit Demineralisasi Air
Unit ini berfungsi menghilangkan mineral yang terkandung dalam air, seperti Ca
2+
,
Mg
2+
, Na
2+
, HCO
3-
, SO
4-
dan Cl
-
menggunakan resin. Air yang diperoleh yaitu air bebas
mineral yang akan diproses lebih lanjut menjadi air umpan ketel (Boiler Feed Water).
Demineralisasi air diperlukan karena Boiler Feed Water harus memenuhi syarat-
syarat berikut :
Tidak menimbulkan kerak pada kondisi steam maupun tube heat exchanger, jika
steam digunakan sebagai pemanas. Hal ini dapat mengakibatkan turunnya
effisiensi operasi, bahkan bisa mengakibatkan tidak beroperasi sama sekali.
Bebas dari gasgas yang dapat menimbulkan korosi terutama gas O
2
dan CO
2
.
Air dari filtered water storage diumpankan ke carbon filter yang berfungsi
menghilangkan gas klorin, warna, bau serta zatzat organic lainnya. Air yang keluar dari
carbon filter mempunyai PH sekitar 7,07,5. Selanjutnya air diumpankan ke Cation
Exchanger untuk menghilangkan kationkation mineralnya. Jenis kation yang dihilangkan
adalah : Mg
++
, Ca
++
, K
+
, Fe
++
, Mn
++
, dan Al
3+
.
Air keluar dari cation exchanger kemudian diumpankan ke anion exchanger untuk
menghilangkan anionanion mineralnya. Jenis anion yang dihilangkan HCO
3-
, CO
3
2-
, Cl
-
,
NO
-
, dan SiO
3
2-
. Air yang keluar dari unit ini dikirim ke unit demineralized water storage
sebagai penyimpanan sementara sebelum diproses lebih lanjut sebagai BFW.
2. Unit Air Umpan Ketel ( Boiler Feed Water )
Air yang sudah mengalami demineralisasi masih mengandung gasgas terlarut
terutama oksigen, dan karbon dioksida. Gas tersebut dihilangkan dari air karena dapat
menimbulkan korosi menggunakan deaerator.
Pada deaerator diinjeksikan bahanbahan kimia berikut :
- Hidrazin berfungsi mengikat oksigen berdasarkan reaksi berikut :
2 N
2
H
2
+ O
2
2 N
2
+ H
2
O
Nitrogen sebagai hasil reaksi bersamasama dengan gas lain dihilangkan melalui
stripping dengan uap tekanan rendah.
- Larutan ammonia berfungsi mengontrol pH
Air yang keluar dari deaerator pH sekitar 8,5 9,5.
Keluar dari deaerator, ke dalam air umpan ketel kemudian diinjeksikan larutan
fosfat (Na
3
PO
4
H
2
O) untuk mencegah terbentuknya kerak silica dan kalsium pada steam
drum dan boiler tube. Sebelum diumpankan ke boiler, air terlebih dahulu dispersan.
3. Unit Air Pendingin
Air pendingin untuk proses berasal dari air pendingin yang telah digunakan dalam
pabrik yang kemudian didinginkan pada cooling tower. Kehilangan air karena penguapan,
terbawa tetesan oleh udara maupun dilakukannya blown down di cooling tower diganti
dengan air (make up) yang disediakan oleh Filtered Water Storage.
Air pendingin mempunyai sifat tidak korosif, tidak menimbulkan kerak dan tidak
mengandung mikroorganisme yang menimbulkan lumut. Untuk mengatasi hal tersebut,
diinjeksikan bahan-bahan kimia berikut ke dalam air pendingin :
a. Phospate untuk mencegah timbulnya kerak
b. Klorine untuk membunuh mikroorganisme
c. Zat dispersan untuk mencegah penggumpalan (pengendapan phosphate)

C. Menghitung Kebutuhan Air
1. Kebutuhan air untuk steam
Kebutuhan air untuk steam pada pabrik sorbitol dengan kapasitas 50.000 ton/tahun,
dapat dilihat pada tabel berikut :


Tabel 4.1 Kebutuhan Air Untuk Steam
No. Kode Nama Alat Kebutuhan ( kg/jam )
1. Tangki Likuifikasi Reaktor 25171,51
2. Tangki Sakarifikasi Reaktor 1176,3
3. MT-02 Mixer Tank 101.830,8
2. HE 01 Heat Exchanger 2473,47
3. HE 02 Heat Exchanger 16,5
4. E 01 Evaporator 15.457,9
Total kebutuhan air untuk steam = 214462,58 kg / hari
= 214462,58 liter / hari
Diperkirakan air hilang 10 %, maka kebutuhan make up air untuk steam
= 235908,84 kg/hari.
2. Kebutuhan Air Proses ( Pendingin dan Regenerasi )
Tabel 4.2 Kebutuhan Air Untuk Pendingin
No. Kode Nama Alat Kebutuhan ( Kg/jam )
1. Reaktor Hidrogenasi Reaktor 267,774
2. HE-03 Heat Exchanger 10.898,8
3. HE04 Heat Exchanger 10
Total kebutuhan air untuk pendingin = 268,24 m
3
/hari
= 268.237,8 liter/hari
Make up air untuk air yang hilang sebesar 20% = 0.2 x 268,4 m
3
/hari
= 53,647 m
3
/hari
Air untuk barometric kondensor
Air yang teruapkan dari evaporator = 885,365 kg/jam
( V
1
) = 1951,893 lb/jam
Enthalpi uap air pada 88,75OC ( H
1
) = 1185,3 BTU/lb
Suhu air masuk barometric ( t
w1
) = 30
O
C
Enthalpi air pada 30
O
C ( h
w1
) = 54,01 BTU/lb
Suhu air keluar barometric ( t
w2
) = 40
O
C
Entalphi air pada 40OC ( h
w2
) = 158,77 BTU/lb
V
1
x H
1
+ W x h
w1
= ( V
1
+ W ) x h
w2

1951,893 (1185,3) + W ( 54,01 ) = (1951,893 + W ) 158,77
2.313.579 + 54,01 W = 309.902 + 158,77 W
104,76 W = 2.003.677
W = 19.126,36 lb/jam
W = 8675,579 kg/jam
Air untuk regenerasi
Regenerasi setiap 12 jam selama 15 menit, laju alir air pencuci sama dengan laju alir
umpan.
Jumlah air pencuci = 535,85 kg/jam x 0,5 jam/hari
= 267,925 kg/hari
Kebutuhan per jam = 267,925 kg / 24 jam = 11,1635 kg / jam
Total air proses = 8675,579 + 11,1635 + 268,24 = 8954,981 kg/jam
= 8954,981 liter/jam
3. Kebutuhan Air untuk Perkantoran
Kebutuhan air untuk perkantoran dapat diperkirakan sebagai berikut :
- Air untuk karyawan kantor
Kebutuhan air tiap karyawan 40 liter/hari, maka untuk 190 orang diperlukan air sebanyak :
- Air untuk keperluan kantor = 190 x 40 x (1m
3
/1000 liter)
= 7,6 m
3
/hari
= 316,67 liter/jam
= 316,67 kg/jam
- Diperkirakan untuk laboratorium = 7000 m
3
/hari
= 291,67 liter/jam
= 291,67 kg/jam
- Air untuk pembersihan, pertamanan dan lain lain diperkirakan :
= 10.000 m
3
/hari
= 416,67 liter/jam
= 416,67 kg/jam
Kebutuhan total air untuk sanitasi
= 7,6 + 7 + 10 = 24,6 m
3
/hari
Total air yang disuplai dari tangki air :
= make up air untuk umpan boiler + air proses + air sanitasi
= 771,548 + 53,647 + 24,6
= 849,795 m
3
/hari

Kehilangan akibat kebocoran diperkirakan 5 % sehingga make up air dari sumber air
adalah
= 1,05 x 849,795 m
3
/hari
= 892,2851 m
3
/hari
= 35.408,14 liter/jam

3.2.3. Unit Pengadaan Steam
1. Kebutuhan Steam
Steam di pabrik sorbitol untuk memenuhi kebutuhan panas alat penukar panas,
evaporator, dan sebagai pemanas pada mixer. Untuk memproduksi steam, digunakan
boiler. Air sebagai umpan boiler diambil dari boiler feed water (air umpan ketel).
Kebutuhan steam dapat dilihat pada data di atas yaitu 146.126,5 kg/jam. Untuk
menjaga kemungkinan kebocoran saat distribusi jumlah steam dilebihkan 20%.
Jumlah steam yang dibutuhkan = 1,2 x 146.126,5 kg/hari
= 175.351,8 kg/hari
= 386.584 lb/jam
2. Perhitungan Kapasitas Boiler
Q = m
s
x ( h h
f
)
Dalam hubungan ini :
Q = kapasitas boiler
m
s
= massa steam
h = enthalpy steam pada P dan T tertentu
h
f
= enthalpin steam pada 1 atm
Kondisi steam masuk :
P = 148,3 psia
T = 356
O
F
Steam masuk terdiri dari 20 % fresh feed make up water dan 80 % kondensat, maka:
h
f
= 0,2 x H
liq
86
O
F + 0,8 x H
liq
212
O
F
= ( 0,2 x 54,01 ) + ( 0,8 x 180,07 )
= 154,938 BTU / lb
Dari steam tabel, pada T = 320,27
O
F, h = 1185,3 Btu / lb sehingga :
Q = 5469,31 x ( 1185,3 154,938 )
= 75.281.586 Btu / jam

Menentukan luas penampang perpindahan panas
Hp =



= 2.248,86 HP
Ditentukan luas penampang adalah 10 ft
2
/ HP
Jadi total heating surface = 22.488,66 ft
2

3. Perhitungan Kebutuhan Bahan Bakar
Bahan bakar yang digunakan adalah fuel oil. Dari Perry, 3ed., fig 5, diperoleh
NHV fuel oil no.1 = 19.750 BTU / lb
Density = 54,26 lb / cuft
Diambil efisisensi boiler = 75 %
Maka kebutuhan bahan bakar dapat dihitung :
m
f
=



Dalam hubungan ini :
m
f
= massa bahan bakar yang digunakan, lb / jam
Q = kapasitas boiler, Btu / jam
= efisiensi boiler
NHV = heating value, Btu / lb
m
f
=


= 5082,3 lb / jam
V
f
=


= 93,67 ft
3
/ jam

Spesifikasi Boiler
Tipe = Water tube boiler
Jumlah = 1 buah
Heating surface = 141,58 ft
2

Tekanan = 90 psia
Temperatur = 320,27
O
F
Bahan Bakar = fuel oil no.1
Rate bahan bakar = 93,67 ft
3
/ jam

3.2.4. Unit Pengadaan Tenaga Listrik
Kebutuhan tenaga listrik suatu industry dapat diperoleh dari :
- Suplai dari PLN
- Pembangkit tenaga listrik sendiri ( Generator Set )
Pada tugas pra-perancangan pabrik sorbitol, kebutuhan tenaga listrik dipenuhi dari PLN
dan generator. Generator yang digunakan yaitu generator arus bolakbalik dengan
pertimbangan tenaga listrik yang dihasilkan cukup besar dan tenaga dapat dinaikkan atau
diturunkan sesuai kebutuhan, dengan menggunakan generator transformator.
Generator AC yang digunakan jenis generator AC 3 phase dengan keuntungan :
- Tenaga listrik stabil
- Daya kerja lebih besar
- Kawat penghantar yang digunakan lebih sedikit
- Motor 3 phase harganya relatif murah dan sederhana
Kebutuhan listrik untuk pabrik meliputi :
1. Listrik untuk keperluan proses dan pengolahan air
2. Listrik untuk penerangan dan AC
3. Listrik untuk laboratorium dan instrumentasi








3.2.4.1 Kebutuhan Listrik untuk Keperluana Proses dan Pengolahan Air
Kebutuhan listrik untuk peralatan proses dan pengolahan air diperkirakan sebagai berikut :
Tabel 4.3 Kebutuhan Listrik untuk Proses
No Alat HP Jumlah HP
1 Pengaduk mixer 68 2 136
2 Pengaduk reactor 68 9 612
3 Pengaduk tangki decolorisasi 68 1 68
4 Pompa glukosa (P-01) 10 1 10
5 Pompa slurry umpan reaktor (P-02) 86 2 172
6 Pompa hasil pengendapan (P-03) 10 2 20
7 Pompa decolorisasi (P-04) 10 2 20
8 Pompa holding (P-05) 10 2 20
9 Pompa ion (P-06) 10 2 20
10 Pompa produk (P-07) 10 1 10
Jumlah 1088
Kebutuhan listrik untuk proses = 1088 Hp
Maka Power yang dibutuhkan = 1088 Hp x 0,746 kW/Hp= 811,648 kW
Kebutuhan listrik untuk utilitas dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.4 Kebutuhan Listrik untuk Utilitas
No Alat HP Jumlah HP
1 Kompresor 2 1 2
2 Pompa filter tank 2 1 2
3 Pompa ion exchange 2 1 2
4 Pompa deaerator 2 1 2
5 Pompa umpan boiler 4 1 4
6 Pompa bahan bakar 5 1 5
7 Pompa air pendingin 5 2 10
8 Pompa hidran 10 2 20
9 Pompa air sanitasi 10 2 20
Jumlah 67
Kebutuhan listrik untuk utilitas = 67 Hp
Maka power yang dibutuhkan = 67 x 0,746 kW/Hp = 49,982 kW
Kenutuhan listrik untuk pengolahan air limbah diperkirakan = 20 Hp = 14,92 kW
Total kebutuhan listrik untuk proses dan utilitas = 876,55 kW

3.2.4.2. Kebutuhan Listrik untuk Penerangan dan AC
Besarnya listrik untuk keperluan penerangan dipakai standar dari buku Perry edisi 3 hal
1758
Tabel 4.5 Konsumsi Tenaga Listrik untuk Keperluan Penerangan
No Bangunan Luas (m
2
) ft
2
Cd (ft
2
) Lumen
1 Pos penjagaan 10 107,6 20 2152
2 Area parker 450 4842 10 48420
3 Laboratorium 200 2152.78 40 86111,2
4 Ruang control 50 538,19 40 21527,6
5 Ruang life 50 538,19 20 10763,8
6 Kantor 500 5381,96 40 215278,4
7 Aula 500 5381,96 30 161458,8
8 Musholla 100 1076,39 20 21527,8
9 Kantin 500 5381,96 30 161458,8
10 Poliklinik 30 322,92 20 6458,4
11 Perpustakaan 50 538,19 20 10763,8
12 Area unit proses 500 5381,96 30 161458,8
13 Area utilitas 100 1076,39 30 32291,7
14 Bengkel 250 2690,98 20 53819,6
15 Gudang 150 1614,59 20 32291,8
16 Limbah 100 1076,39 30 32291,7
17 Daerah perluasan 7000 75347,37 5 376736,85
18 Jalan dan taman 440 4736,12 5 23680,6
Jumlah 1458592,65

Untuk semua area dalam bangunan direncanakan menggunakan lamou fluorescent40
watt, dari Perry edisi 3 hal. 1758, lumen output tiap lampu instant daylight 40 watt adalah
1920 lumen.
Jumlah lumen di dalam ruangan = 945.070,8
Maka jumlah lampu yang dibutuhkan =
1920
8 , 070 . 945
= 492,2 buah = 493 buah
Untuk area parkir, taman, dan jalan, area perluasan pabrik dan unit pengolahan limbah di
gunakan lampu mercury 250 watt. Lumen output tiap lampu adalah 10.000 lumen.
Jumlah lumen di luar bangunan = 513.420,85
Maka jumlah lampu =
000 . 10
85 , 420 . 513
= 51,3 buah = 52 buah
Total kebutuhan daya listrik untuk penerangan :
= (40 x 493) + ( 250 + 52)
= 32720 W = 32,72 kW
Listrik untuk AC diperkirakan sebesar 10.000 watt = 10 kW
Listrik untuk instrumentasi dan lain lain diperkirakan = 10 kW
Sehingga,
Total kebutuhan daya listrik = 876,55 + 32,72 + 10 + 10
= 919,27 kW
Untuk keperluan kebutuhan listrik tersebut diperoleh dari generator, sebagai cadangan bila
listrik PLN mengalami gangguan.
Generator digunakan dengan efisiensi 80 %
Input generator =
8 , 0
27 , 919
= 1149,0875 kW
Ditetapkan input generator 1200 kW, sehingga untuk keperluan lain masih tersedia.
= (1200 1149,0875 ) x 0,8
= 40.73 kW

Spesifikasi generator :
Tipe = AC generator
Kapasitas = 1200 kW
Tegangan = 220/360 volt
Efisiensi = 80 %
Frekuensi = 50 Hz
Phase = 3 phase
Jumlah = 2 buah
Bahan bakar = solar



3.2.5. Unit Penyediaan Bahan Bakar
Untuk menjalankan generator dibutuhkan bahan bakar dengan spesifikasi sebagai
berikut :
- Jenis bahan bakar = Solar
- Heating value = 19.440 Btu/lb
- Spesific gravity solar = 0,8691
- solar = 54,26 lb/ft
3

- Effisiensi bahan bakar = 80 %
Kapasitas input generator = 1200 kW
= 1.200.000 W
=
029407 , 0
000 . 200 . 1
= 4.081.633 Btu/jam
Kebutuhan solar =
) 440 . 19 8691 , 0 8 , 0 (
633 . 081 . 4
x x

= 301,98 lb/jam
=
26 , 54
98 , 301
= 5,56 ft
3
/jam
3.2.6. Unit Pengadaan Udara Tekan
Udara tekan untuk menjalankan sistem instrumentasi di seluruh proses dan utilitas,
dihasilkan dari kompresor dan didistribusikan melalui pipa-pipa. Untuk memenuhi
kebutuhan digunakan satu buah kompresor. Kapasitas kompresor adalah 25 m
3
/menit dan
mempunyai tekanan 8 kg/cm
2
. Udara tekan yang dihasilkan harus bersifat kering, bebas
minyak dan tidak mengandung partikelpartikel lainnya.
3.2.7. Unit Pengolahan Limbah
3.2.7.1. Limbah Cair
Limbah cair yang dihasilkan pabrik sorbitol antara lain limbah padat (ampas),
limbah buangan sanitasi, air berminyak dari alatalat proses dan air sisa proses.
1. Unit Pengolahan Air Buangan Sanitasi
Air buangan sanitasi berasal dari seluruh toilet di kawasan pabrik dikumpulkan dan
diolah dalam unit stabilisasi dengan menggunakan lumpur aktif, aerasi dan disinfektan Ca-
hypochlorite.
2. Air Berminyak dari Mesin Proses
Air berminyak dari buangan pelumas pada pompa dan alat lain. Pemisahan
dilakukan berdasarkan perbedaan berat jenisnya. Minyak dibagian atas dialirkan ke
penampung minyak dan pengolahannya dengan pembakaran didalam tungku pembakar,
sedangkan air dibagian bawah dialirkan ke penampung akhir kemudian dibuang.
3. Air Sisa Proses
Limbah air sisa proses merupakan limbah cair yang dihasilkan dari kegiatan proses
produksi, seperti air sisa regenerasi. Air sisa regenerasi dari unit penukar ion dan unit
demineralisasi dinetralkan dalam kolom penetralan. Penetralan dilakukan dengan
menggunakan larutan H
2
SO
4
jika pH air buangannya 7,0 dan menggunakan larutan
NaOH jika pHnya 7,0.
Air yang netral dialirkan ke penampung akhir bersama dengan aliran air dari
pengolahan yang lain dan blow down dari cooling tower.
3.2.7.2. Limbah Padat
Limbah padat berupa ampas padat, katalis bekas dan cake karbon aktif, untuk
penanganan masingmasing bahan pencemar dibedakan. Limbah slurry katalis bekas
ditampung dalam drum dan dapat digunakan lagi sebagai katalis. Sedangkan cake karbon
aktif ditampung dalam drum, dan secara berkala dikirim ke pabrik pengolahan limbah
padat.
3.2.8. Laboratorium
Laboratorium merupakan bagian penting dalam menunjang kelancaran proses
produksi dan menjaga mutu produk serta pengendalian pencemaran lingkungan, baik udara
maupun limbah cair. Laboratorium kimia merupakan sarana untuk penelitian bahan baku,
proses maupun produksi. Hal ini untuk meningkatkan dan menjaga kualitas atau mutu
produksi perusahaan. Analisa pengendalian mutu meliputi analisa bahan baku dan analisa
proses dan analisa kualitas produk.
Tugas laboratorium antara lain ;
1. Memeriksa bahan baku yang akan digunakan.
2. Menganalisa dan meneliti produk yang akan dipasarkan.
3. Memeriksa kadar zatzat yang menyebabkan pencemaran pada buangan pabrik.
3.2.8.1. Program Kerja Laboratorium
Dalam upaya pengendalian mutu produk pabrik sorbitol ini mengoptimalkan
aktivitas laboratorium untuk pengujuan mutu. Adapun analisa untuk unit utilitas meliputi :
- Air lunak proses kapur dan air proses penjernihan yang dianalisa pH, SiO
2
, Ca
sebagai CaCO
3
, sulfur sebagai SO
4-
, chlor sebagai Cl
2
dan zat padat terlarut.
- Air bebas mineral, analisa sama dengan penukar ion.
- BFW yang dianalisa pH, kesadahan, jumlah O
2
telarut dan kadar Fe.
- Air dalam boiler yang dianalisa meliputi pH, jumlah zat padat terlarut, kadar Fe,
kadar CaCO
3
, SO
3
, PO
4
=
, SiO
2

- Air minum yang dihasilkan meliputi pH, chlor sisa dan kekeruhan.

Laboratorium di pabrik ini dibagi menjadi 3 bagian :
1. Laboratorium pengamatan
2. Laboratorium analitik
3. Laboratorium penelitian pengembangan dan lingkungan.
3.2.8.2. Laboratorium pengamatan
Kerja laboratorium ini melakukan analisa fisika terhadap semua steam yang berasal
dari proses produksi maupun tangki serta mengeluarkan Certificate of Quality untuk
menjelaskan spesifikasi hasil pengamatan. Jadi, pemeriksaan dan pengamatan terhadap
bahan baku dan produk akhir.
3.2.8.3. laboratorium analitik
Kerja laboratorium ini melakukan analisa terhadap sifat-sifat dan kandungan
kimiawi bahan baku dan produk akhir.
3.2.8.4. Laboratorium Penelitian Pengembangan dan Lingkungan
Kerja laboratorium ini melakukan penelitian dan pengembangan terhadap
permasalahan kualitas material terkait dalam proses untuk mengingkatkan hasil akhir. Sifat
laboratorium ini tidak rutin dan cenderung melakukan penelitian baru untuk keperluan
pengembangan.
3.2.9. Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Bahanbahan yang digunakan dalam pabrik cukup berbahaya, karena itu
diperlukan disiplin kerja yang baik. Kesalahan akan dapat mengakibatkan kecelakann bagi
manusia dan peralatan pabrik, misal kesakitan, kematian, kebakaran, keracunan dan
ledakan. Untuk itu setiap karyawan pabrik diberikan perlengkapan pakaian kerja seperti
helm, sarung tangan, masker dan lainlain.
Penanganan keselamatan kerja tidak lepas dari rancangan dan pelaksanaan
kontruksi. Untuk itu semua peralatan harus memenuhi standar rancangan bangun.
Keamanan kerja berkaitan dengan aktivitas suatu industri, perlu dipikirkan suatu
sistem keamanan yang memadai, karena menyangkut keselamatan manusia bahan baku,
produk dan peralatan pabrik.
Sistem keamanan dapat terwujud dengan beberapa hal seperti pemilihan lokasi,
tidak ada dampak lingkunagn negatif, tata letak peralatan pabrik dan kepatuhan karyawan
terhadap semua peraturan di dalam pabrik. Keamanan suatu pabrik kimia sangat
tergantung dari penanganan, pengendalian dan uasaha untuk mencegah bahaya yang
mungkin timbul.
Fasilitas pemadam kebakaran seperti fire hydrant perlu di tempatkan pada tempat
tempat yang strategis disamping itu disediakan pula portable fire fighting equipment pada
setiap ruangan dan tempattempat yang mudah dicapai.

AIR
Air untuk keperluan umum ( service water ) 1.025 kg / jam
Air pendingin ( cooling water ) 11.176 kg / jam
Air untuk process ( process water ) 8.954,98 kg / jam
Air umpan ketel ( boiler feed water ) 146.126,5 kg / jam
Total kebutuhan air 167.282,5 kg / jam
167,282 ton / jam

STEAM
Kebutuhan steam 3.507.036 kg / hari
Jenis Boiler Water Tube Boiler
LISTRIK
Kebutuhan listrik 1,15 Megawatt
Dipenuhi dari Pembangkit sendiri : 1,2 Megawatt
PLN : 1,15 Megawatt
BAHAN BAKAR
Jenis Solar
Kebutuhan 5,56 ft
3
/ jam
Sumber dari Solar