Anda di halaman 1dari 2

Imunisasi atau vaksinasi adalah prosedur untuk meningkatkan derajat imunitas, memberikan imunitas

protektif dengan menginduksi respons memori terhadap pathogen tertentu/toksin dengan memakai
dengan preparat antigen tertentu yang nonvirulen. Antibody yang diproduksi harus efektif terhadap
mikroba ekstraselular dan toksinnya. Imunisasi ini merupakan inovasi besar dalam usaha
imunoprofilaksis dan menurunkan prevalensi penyakit. IgG biasanya efektif dalam darah, juga dapat
melalui plasenta sehingga member imun kepada janin. Namun transfer imun tersebut dapat juga
merugikan karena Ig maternal dapat menghambat imunisasi yang efektif pada bayi. Sehingga imunisasi
dilakukan setelah immunoglobulin menghilang.










Vaksin dapat dibagi menjadi vaksin hidup dan vaksin mati. Vaksin hidup dibentuk dalam pejamu, dapat
menimbulkan penyakit ringan, lalu menimbulkan respons imun seperti yang terjadi pada infeksi alamiah.
Vaksin mati merupakan bahan baik seluruh sel maupun komponen spesifik yang merupakan bahan asal
pathogen dan menjadi inaktif namun tetap bersifat imunogen.

Imunisasi pasif terjadi bila seseorang menerima antibody atau produk sel dari orang lain yang telah
terimunisasi aktif. Imunisasi pasif dapat alamiah ataupun buatan
Imunisasi pasif alamiah
1. Imunitas maternal melalui plasenta
Antibody darah ibu adalah proteksi pasif janin
2. Imunitas maternal melalui kolostrum
ASI mengandung berbagai komponen system imun. Beberapa diantaranya ialah enchamcement
growth factor.
Imunisasi
alamiah
buatan
Imunisasi pasif buatan
1. Immune serum globulin nonspesifik
Imunisasi pasif tidak diberikan secara rutin. Hal ini hanya diberikan pada keadaan tertentu saja.
2. Immune serum globulin spsesifik
Plasma atau serum yang dibuat dari donor yang dipilih setelah imunisasiatau booster.
3. Serum asal hewan.