Anda di halaman 1dari 12

NITRIFIKASI DAN DENITRIFIKASI

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2013
OLEH:

INDAH M.SITORUS 070405048
SITI AMINAH 080405018



Dosen : Dr. Ir. Fatimah, MT
PENDAHULUAN
Isi
TINJAUAN PUSTAKA
PENDAHULUAN (1) Latar Belakang
Secara umum setiap industri menghasilkan limbah berupa limbah padat, cair,
dan gas
Pengolahan air limbah yang digunakan untuk penyisihan senyawa nitrogen
yang umum dipakai adalah teknologi nitrifikasi dan denitrifikasi
Proses ini dilakukan secara biologis dan merupakan pengolahan limbah
secara tertier.
Senyawa nitrogen merupakan pencemar yang banyak terdapat dalam limbah
contohnya pada limbah industri pupuk, industri perikanan, industri karet dan
industri makanan.
Komponen nitrogen dalam limbah yang dapat menimbulkan polusi adalah ion
amoniak (NH
4
+), ion nitrit (NO
2
-), dan ion nitrat (NO
3
-)


Nitrifikasi didefinisikan sebagai konversi nitrogen ammonium (NH
4
-N)
menjadi nitrit (NO
2
-N) yang kemudian menjadi nitrat (NO
3
-N)
Nitrifikasi secara biologis adalah oksidasi ion ammonium menjadi ion nitrit,
serta ion nitrit menjadi ion nitrat
Reaksi nitrifikasi sebagai berikut :
2NH
4
+
+ 3O
2
Nitrosomonas 2NO
2
- + 4H
2
O + 4H
+

Tujuan pengolahan dengan sistem nitrifikasi dan denitrifikasi adalah:
Penyisihan senyawa karbon (oksidasi karbon).
Penyisihan senyawa nitrogen.
Penyisihan fosfor.
Stabilisasi lumpur secara aerobik simultan.



TINJAUAN
PUSTAKA (1)
Nitrifikasi
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi proses nitrifikasi adalah :
Konsentrasi Oksigen Terlarut (Dissolved Oksigen)
Proses nitrifikasi akan berjalan dengan baik jika DO minimum > 1 mg/l
dan konsentrasi oksigen terlarut di dalam air tidak boleh kurang dari 2
mg/l.
Temperatur
Kecepatan pertumbuhan bakteri nitrifikasi dipengaruhi oleh temperatur
antara 8 30C
pH
Nitrifikasi dipengaruhi oleh pH. pH optimum untuk bakteri nitrosomonas
dan nitrobacter antara 7,5 8,5.

TINJAUAN
PUSTAKA (2)
Nitrifikasi
Alkalinitas air harus cukup untuk menyeimbangkan keasaman yang
dihasilkan oleh proses nitrifikasi.
Rasio Organik dan Total Nitrogen (BOD/T-N)


TINJAUAN
PUSTAKA (3)
Nitrifikasi
Denitrifikasi merupakan proses reduksi nitrat menjadi nitrit dan
kemudian diubah menjadi gas nitrogen.
Reaksi denitrifikasi sebagai berikut :
NO
3
- + BOD pseudomonas N
2
+ CO
2
+ H
2
O + OH-
TINJAUAN
PUSTAKA (4)
DEnitrifikasi
TINJAUAN
PUSTAKA (5)
Denitrifikasi
Masalah-masalah yang biasa ditimbulkan oleh limbah senyawa nitrogen antara
lain :
Dissolved Oxygen Depletion
Dissolved Oxygen Depletion adalah proses pengurangan oksigen terlarut dalam air yang
terjadi karena konsumsi oksigen terlarut oleh aktivitas mikroba.
Toxicity
Toxicity adalah racun yang diakibatkan oleh adanya ion ammonium, nitrit, nitrat
Eutrophication
Eutrofikasi juga dapat menimbulkan masalah baru, diantaranya adalah fluktuasi
konsentrasi oksigen terlarut, penyumbatan saluran badan air, dan timbulnya
warna, rasa, dan tingkat kekeruhan akibat dari pertumbuhan dan kematian
tumbuhan air.
Korosi
TINJAUAN
PUSTAKA (6)
Salah satu proses nitrifikasi dan denitrifikadi yang digunakan adalah proses lumpur
aktif.
Lumpur aktif dikenal dengan istilah Mixed Liquor Suspended Solid adalah jumlah
total suspended solid. Keaktifan lumpur ditentukan oleh konsentrasi MLSS. Lumpur
banyak mengandung zat pengurai yang mampu mereduksi substrat dan
memiliki permukaan yang dapat menyerap.
TINJAUAN
PUSTAKA (7)
Proses pengolahan menggunakan lumpur aktif adalah
Limbah yang datang dari segala macam aktifitas akan ditampung kedalam bak
penyaring, kemudian masuk ke bak aerasi.
Di bak ini air limbah akan diproses dengan cara menambahkan atau melarutkan
udara kedalam air dan menambahkan lumpur aktif
Lumpur yang mengendap akan diangkat mengunakan blower dan udara
dialirkan melalui difusser agar distribusi oksigen lebih lebih merata yang pada
akhirnya menghasilkan gelembung-gelembung halus yang meningkatkan kadar
oksigen terlarut di semua bagian kolam aerasi.
Dengan adanya udara (oksigen) bakteri aerobik akan memakan zat-zat organik
dalam air, selanjutnya bakteri tersebut berkembang biak , hingga akan
menurunkan parameter COD / Amoniak.







1. Proses nitrifikasi dan denitrifikasi dalam pengolahan limbah bertujuan
untuk penyisihan senyawa karbon (oksidasi karbon), penyisihan senyawa
nitrogen, penyisihan fosfor
2. Senyawa nitrogen yang tinggi dalam effluent akhir dapat menimbulkan
dampak buruk atau pencemaran terhadap badan air dan mengakibatkan
kematian pada makhluk hidup.
3. Masalah-masalah yang biasa ditimbulkan oleh limbah senyawa nitrogen
antara lain dissolved oxygen depletion, toxicity/racun,korosi dan
eutrophication


Kesimpulan

Beri Nilai