Anda di halaman 1dari 3

NAMA : ANIS WARDHANINGRUM

NIM : 25010111120029
KELAS : A_2011

1. Pengertian dan perbedaan antara cross sectional, case control, dan kohort
a. Cross sectional
Studi epidemiologi yang mempelajari prevalensi, distribusi maupun hubungan
penyakit dan paparan dengan mengamati status paparan, penyakit atau outcome
lain secara serentak pada individu-individu dari suatu populasi pada satu saat.
Dengan demikian cross sectional tidak mengenal adanya dimensi waktu, sehingga
mempunyai kelemahan dalam menjamin bahwa paparan mendahului efek
(disease) atau sebaliknya. Namun dalam studi ini mempunyai kekuatan dalam
teknisnya, yaitu mudah dilakukan dan murah, tidak memerlukan waktu follow up.
Umumnya studi croos sectional dimanfaatkan untuk merumuskan hipotesis
hubungan kausal yang akan diuji dalam studi analitik lainnya (kohort atau case
control).
b. Case control
Studi analitik yang menganalisis hubungan kausal dengan menggunakan logika
terbaik, yaitu menentukan penyakit (outcome) terlebih dahulu kemudian
mengidentifikasi penyebab (faktor risiko). Riwayat paparan dalam penelitian
kasus kontrol dapat diketahui dari register medik atau berdasarkan wawancara
dengan responden penelitian. Kelemahan dalam penelitian studi ini adalah ketika
responden penelitian sulit untuk mengingat kembali riwayat paparan yang pernah
dialami terutama jika paparan sudah terlewati selama bertahun-tahun, sehingga
dalam penelitian case control sanagat rawan terhadap recall bias, disamping bias
seleksi. Namun mempunyai kelebihan diantaranya waktu penelitian yang relatif
singkat, murah dan cocok untuk meneliti penyakit langka dan memiliki periode
laten yang panjang.
c. Studi kohort
Studi observasional yang mempelajari hubungan antara paparan dan penyakit
dengan memilih dua atau lebih kelompok studi berdasarkan status paparan
kemudian diikuti (difollow up) hingga periode tertentu sehinggan dapat
diidentifikasi dan dihitung besarnya kejadian penyakit. Apabila periode induksi
yaitu kejadian penyakit dapat diamati dalam waktu yang panjang maka studi
kohort rawan terhadap bas penarikan responden (banyak yang drop out dari
observasi), perlu dana yang besar dan waktu yang panjang. Sebaliknya studi
kohort mempunyai kekuatan dalam membuktikan inferensi kausal dibanding studi
observasional lainnya, didapatkan angka kejadian penyakit (incidence rate) secara
langsung, serta cocok untuk meneliti paparan yang langka.

Difference Case Control Cohort Cross sectional
Desain
penelitian
Mempelajari hubungan
antara penyebab dan
penyakit dengan
membedakan kelompok
kasus dan control
Mempelajari
hubungan natara
paparan dan
penyakit dengan
membandingkan
kelompok terpapar
berdasarkan status
penyakit
Mmempelajari/mengukur
hubungan penyakit (akibat)
dengan pajanan (penyebab)
dalam waktu yang bersamaan
pada satu saat
Metode
penelitian
Study retrospective
(melakukan
penelusuran kebelakang
terhadap riwayat suatu
penyakit)
Longitudinal
prospective (dimulai
dari status
keterpaparan
kemudian dilakukan
penelusuran kedepan
terhadap suatu
penyakit)
Diperoleh prevalensi suatu
penyakit dalam populasi pada
suatu saat, (Prevalence study)

Sampel Sampel relative sedikit Sampel banyak Sampel banyak
Waktu/
biaya
Biaya relative murah
dan hasil dapat
diperoleh cepat
Kurang efisien dari
segi waktu dan biaya
Mudah, murah, dan hasilnya
relatif cepat dapat diperoleh

Hasil
penelitian
Dapat melihat
hubungan beberapa
penyebab (risiko)
terhadap satu akibat
(penyakit)
Menerangkan
hubungan antara
factor risiko dan
efek
Sulit untuk menentukan sebab
dan akibat karena
pengambilan data risiko dan
efek dilakukan pada saat yang
bersamaan


2. Definisi Odds Ratio (OR) dengan relative risk (RR) serta cara penerapannya
a. Odds Ratio adalah ukuran asosiasi paparan (faktor risiko) dengna kejadian
penyakit; dihitung dari angka kejadian penyakit pada kelompok berisiko (terpapar
faktor risiko) dibanding angka kejadian penyakit pada kelompok yang tidak
berisiko (tidak terpapar faktor risiko). Odds Ratio adalah ukuran besarnya efek
dan umumnya digunakan untuk membandingkan hasil dan uji klinik. Odds Ratio
juga hanya dapat dilakukan pada penelitian dengan pendekatan Case Control.
Rumus Odds Ratio = a x d / b x c = ad / bc
b. Risiko Relatif adalah rasio angka insidensi kelompok yang terpajan faktor tertentu
terhadap angka insidensi kelompok yang tidak terpajan faktor tertentu. Risiko
relatif tidak menugkur probabilitas bahwa seseorang yang memiliki suatu faktor
akan mengidap penyakit. Risiko relatif juga mengukur kekuatan asosiasi antara
suatu faktor dan suatu outcome tertentu, jadi suatu risiko relatif yang tinggi
menunjuk kepada penyebab penyakit dan sangat berguna dalam penelitian untuk
etiologi penyakit. Risiko relatif dilakukan pada penelitian studi kohort.
Rate insidensi kelompok terpapar
Rumus Risiko Relatif (RR) =
Rate insidensi kelompok tidak terpapar
Penyakit
yang diteliti
Dapat digunakan untuk
meneliti penyakit yang
jarang
Tidak efisien untk
penyakit yang jarang
Dapat dipakai untuk meneliti
banyak variabel sekaligus

Informasi Bisa terjadi recall bias Tidak akan terjadi
recall bias
Bisa terjadi recall bias
Rumus OR = ad / bc RR = a / (a+b) : c /
(c+d)
RP = a/(a+b) : c/(c+d)