Anda di halaman 1dari 35

Tutorial 6

-hemangioma-
1. Basic
Science
Anatomi Cavum Oris,
pembuluh darah di bibir
Cavum oris :
BATAS/DINDING
DEPAN: LABIUM ORIS
SAMPING: BUCCAE = PIPI
ATAP: PALATUM
LANTAI: DIAPHRAGMA ORIS
BELAKANG: FAUCIUM
ISI
GIGI-GELIGI
LIDAH

BATAS BELAKANG
DAN ATAS
BATAS BAWAH,
ATAS BELAKANG
DAN DEPAN
BATAS
DEPAN DAN
SAMPING
Bibir
Adalah lekukan jaringan lunak yang mengelilingi bagian
yang terbuka dari mulut. Bibir terdiri dari otot orbikularis oris
dan dilapisi oleh kulit pada bagian eksternal dan membran
mukosa pada bagian internal (Seeley et al., 2008 ; Jahan-
Parwar et al., 2011).
Secara anatomi dibagi menjadi dua bagian :
bibir bagian atas atas terbentang dari dasar dari
hidung pada bagian superior sampai ke lipatan
nasolabial pada bagian lateral dan batas bebas dari sisi
vermilion pada bagian inferior
bibir bagian bawah terbentang dari bagian atas sisi
vermilion sampai ke bagian komisura pada bagian
lateral dan ke bagian mandibula pada bagian inferior
(Jahan-Parwar et al., 2011).
Histologi Labial, pembuluh
darah
Pembuluh darah
System pembuluh darah terbagi menjadi :
Makrovaskulatur
Pembuluh dengan diameter lebih dari 0,1 mm.
contohnya seperti arteriol besar, arteri muskular, dan
vena muscular.
Mikrovaskulatur
hanya jaringan sekitarnya yang terlihat dgn
mikroskop. Penting sebagai tempat terjadinya
pertukaran antara darah dan jaringan sekitarnya
pada keadaan normal dan proses peradangan.
Contohnya terdapat pada arteriol, kapiler, dan
venula pascakapiler.


a. Pembuluh Kapiler Memiliki diameter antara 7
sampai 9 micrometer. Kapiler disebut juga pembuluh
sebagai tempat pertukaran air, larutan,
makromolekul antar darah dan jaringan ke darah
karena dindingnya tipis dan aliran darahnya lambat.
Dibatasi oleh sel endotel yang berinti gepeng,
terletak memanjang sesuai dengan aliran darah,
berwarna biru dan menonjol kedalam lumen. Kapiler
dikelilingi oleh selubung tipis atas serat kolagen dan
elastin tipis disertai sel perivaskular (perisit). Perisit ini
berasal dari mesenkim dengan cabang - cabang
sitoplasma panjang yang mengelilingi sebagian sel-
sel endotel. Terdapat miosin, aktin dan tropomiosin
didalam perisit yang berfungsi untuk kontraktilitas.


b. Pembuluh Arteri
Pembuluh arteri terbagi menjadi tiga jenis, antara
lain :
Arteriol
Arteriol merupakan pembuluh arteri yang
berukuran paling kecil.


Arteri Sedang
Arteri sedang disebut juga arteri muscular karena pada
bagian tunika media nya banyak tersusun oleh otot polos
sirkular. Lapisan lapisan pada arteri sedang terdiri dari :

Arteri Besar (Aorta)
Arteri besar (Aorta) merupakan arteri yang
berukuran paling besar sehingga tidak
mempunyai lapisan tambahan yang membatasi
dinding dengan tegas

c. Pembuluh Vena
Pembuluh vena terdiri dari tiga jenis, yaitu :
Venula
Venula memiliki lapisan lapisan sebagai berikut :
Lumen umumnya tidak bundar, tapi lonjong
kearah gepeng, seringnya dinding tampak
bergelombang.
Biasanya lebih besar daripada arteriol.
Tidak mempunyai lapisan tambahan (tunika
elastika interna dan eksterna).
Unsur jaringan ikat lebih menonjol

Fisiologi Vaskularisasi bibir,
biomolekular tumor jinak
Ada 3 jenis utama pembuluh yang
membawa darah ke seluruh tubuh :
a. Arteri dan arteriol (arteri kecil) :
membawa darah dari jantung.
b. Kapiler : memungkinkan untuk
pertukaran bahan antara darah dan sel-
sel tubuh.
c. Vena dan venula (vena kecil) :
membawa darah kembali ke jantung.

2. Apa
diagnosis pada
kasus ?
Diagnosis :
Hemangioma kavernosum
suatu tumor jaringan lunak / tumor vaskuler
jinak akibat proliferasi (pertumbuhan yang
berlebih) dari pembuluh darah yang tidak
normal dan dapat terjadi pada
setiap jaringan pembuluh darah.



Hemangioma kavernosum
memilikidiameter pembuluh darah yang
besar.Terletak di jaringan subkutan, dengan
gambaran pembengkakanyang difus, lunak,
kistik, berwarna merah kebiruan diameter 2-3
cm berbatas jelas.Gambaran klinisnya mirip
dengan hemangioma kapiler.Lesi kavernosa
cenderung lebih besar dengan batas yang
kurang tegas dan melibatkan struktur yang
lebih dalam. Pertumbuhannya lebih cepat
dan biasanya tidak mengalami regresi

4. Bagaimana
patofisiologis
pada kasus
dilihat dari
tanda dan
gejala ?
Proliferasi blm teratur pembentukan
pembuluh darah berbentuk lobus
dengan lumen berisi sel darah
membran basalis tipis proliferasi
melambat dan berhenti
dalam trimester terakhir kehamilan, termasuk
sel endothelium yang imatur dengan
kampuan proliferasi terbatas pada usia 8
sampai 18 bulan pertama setelah kelahiran
terjadi hemangioma. Selama aktivitas
proliferasiendotheli terjadi influx sejumlah sel
mast (sebagai perangsang proliferasi
endothelium) dan tissue inhibitor of
metalloproteinase (TIMP atau inhibitor
pertumbuhan jarinan).Proliferasi endothelium
kembali normal setelah fase proliferasi
berhenti
5. Bagaimana
patogenesis
terkait kasus
Perbedaan hemangioma dan
malformasi vaskuler Hemangioma congenital Malformasi vaskuler
Kelainan proliferasi sel endotel
Disebabkan peningkatan
jumlah kapiler
Tampak beberapa minggu
setelah kelahiran
Tumbuh cepat
Involusi spontan
Jarang melibatkan tulang
Dapat direseksi
Perdarahan bedah dapat
dikontrol
Sering terbatas
Jarang rekuren
Tidak ada getaran aliran darah
Kelainan morfogenesis
pembuluh
Karena dilatasi arteri, vena atau
kapiler
Biasanya telah tampak pada
kelahiran
Pembesaran progresif, sesuai
usia
Persisten atau menetap
Sering melibatkan tulang
Sulit direseksi
Perdarahan bedah masalah
potensial
Batas kurang jelas
Sering rekuren
Menghasilkan getaran aliran
Tipe tipe hemangioma
Vasoformative
Tumor
New
Nomenclature
Old
Nomenclature
Hemangiomas
Capillary
hemangioma
Strawberry
hemangioma
Juvenile
hemangioma
Cavernous
hemangioma
Mixed
hemangioma
Parotid
hemangioma
Vascular
malformations
Venous
malformation
Cavernous
hemangioma
Hemangiomat
osis
Intramuscular
venous
malformation
Intramuscular
hemangioma
Capillary
malformation
Capillary
hemangioma
Port-wine stain
Arteriovenous
malformation
Arteriovenous
hemangioma



Arterial
angioma



Arteriovenous
aneurysm



Cirsoid
angioma



Red angioma



Serpentine
aneurysm


Lymphatic
malformation
Capillary
lymphangiom
a



Cavernous
lymphangiom
a



Lymphangiom
a



Cystic
hygroma

Hemangioma :
Hemangioma simplex
Hemangioma kavernosum
Hemangioma campuran
Hemangioma simplex
Granuloma piogenik Lesi ini terjadi akibat
proliferasi kapilar yang sering terjadi sesudah
trauma, jadi bukan oleh karena proses
peradangan, walaupun sering disertai infeksi
sekunder. Lesi biasanya solitar, dapat terjadi
pada semua umur, terutama pada anak dan
sering mengalami trauma. Mula-mula
berbentuk papul eritematosa dengan
pembesaran yang cepat. Beberapa lesi
dapat mencapai ukuran 1 cm dan dapat
bertangkai. Lesi mudah berdarah
Hemangioma kavernosum
Lesi ini tidak berbatas tegas, dapat
berupa makula eritematosa atau nodus
yang berwarna merah ampai ungu. Bila
ditekan mengempis dan akan cepat
menggembung lagi apabila dilepas. Lesi
terdiri tas elemen vaskular yang matang.
Bentuk kavernosum jarang mengadakan
involusi spontan.
Hemangioma campuran
Jenis ini terdiri atas campuran antara jenis
kapilar dan jenis kavernosum. Gambaran
klinisnya juga terdiri atas gambaran kedua
jenis tersebut. Sebagian besar ditemukan
pada ekstrimitas inferior, biasanya unilateral,
solitar, dapat terjadi sejak lahir atau masa
anak-anak. Lesi berupa tumor yang lunak,
berwarna merah kebiruan yang kemudian
pada perkembangannya dapat memberi
gambaran keratotik dan verukosa
5. Apa Etiologi,
Faktor resiko
dan faktor
predisposisi
pada kasus ?

Etiologi : kelainan poliferasi sel endotel
Faktor resiko : perempuan, prematur, bayi
lahir dengan berat badan rendah
Faktor predisposisi :
6. Apa saja
rencana
perawatan
pada kasus ?

Terapi medikasi pemberian kortikostreroid
Bedah mengambil lesi kecil
Terapi radiasi menghentikan aktivitas tumor
Terapi embolisasi meminimalisir
pendarahan
Bedah krio
Pemberian sklerotik mereduksi pendarahan
Terapi laser mengahncurkan tumor &
terjadi koagulasi
7. Bagaimana
penatalaksaan
pada kasus ?
8. Apa saja
komplikasi dari
kasus ?
Pendarahan
Infeksi sekunder
9. Bagaimana
prognosis kasus
tersebut ?

Ad bonam
10.
Mengapa
permukaan
benjolan
halus ?