Anda di halaman 1dari 32

ANALISIS DATA

DENGAN UJI t
BUDIONO, dr., M.Kes
Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Kedokteran Pencegahan
(IKM-KP)
Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga
Contoh kasus
Hasil pengukuran kadar hemoglobin wanita usia 20-
40 tahun di daerah pegunungan rerata sebesar 15
mg% dan di daerah pantai rerata sebesar 13,5%.
Pertanyaan:
Apakah rata-rata kadar hemoglobin wanita usia 20-
40 tahun di daerah pegunungan lebih tinggi
dibandingkan dengan di daerah pantai?
Informasi deskriptif hasil pengukuran sekelompok
individu meliputi:
- Ukuran pemusatan data (mean, median, modus)
- Ukuran sebaran atau variasi data (range, SD, varians)

Membuat kesimpulan harus berdasarkan kedua ukuran
tersebut
Macam uji t
Uji t 2 sampel bebas (two sample t test
for independent samples)
Uji t berpasangan (the paired t test)
Uji t 2 sampel bebas
Suatu uji hipotesis untuk melihat kesamaan 2
mean populasi melalui 2 sampel bebas
Formulasi Hipotesis statistik
Ho : 1 = 2
Apabila formulasi Ho ini ditolak dalam
pengujiannya maka sebagai alternatif lainnya
H1 diterima
H1 : 1 = 2 (uji dua arah)
H1 : 1 < 2 (uji satu arah)
H1 : 1 > 2 (uji satu arah)
1 = 2 (uji dua arah)
1 > 2 (uji satu arah)
1 < 2 (uji satu arah)
Uji t 2 sampel bebas
Uji t 2 sampel bebas digunakan bila:
1. Tujuan penelitian untuk komparasi 2
sampel
2. Kedua sampel adalah independen
3. Skala data : rasio, interval
4. Masing-masing sampel berasal dari
populasi yang berdistribusi normal
(normal bivariate)
Rumus Uji t 2 sampel bebas
A. Varians populasi asal kedua sampel sama (o
1
2
= o
2
2
)

( )
1 2
1 2
p
1 2
x x
t
n n
S
n .n

=
+
2 2
2
1 1 2 2
1 2
( 1) ( 1)
( ) 2
+
=
+
p
n S n S
S
n n
Titik kritis: - Tabel t distribution
- DF: (n1 + n2) 2
- o
Ho ditolak bila t hitung > t tabel atau
t hitung < - t tabel
Rumus Uji t 2 sampel bebas
B. Varians populasi asal kedua sampel sama (o
1
2
= o
2
2
)
( )
t
x x
S
n
S
n
1 2
1
2
1
2
2
2
=

+
Titik kritis:
t' =
+
+
w t w t
w w
1 1 2 2
1 2
w
1
= S
1
2
/ n
1

w
2
= S
2
2
/ n
2

t
1
= titik kritis tabel t dengan DF : n
1
- 1
t
2
= titik kritis tabel t dengan DF : n
2
- 1
Ho ditolak bila t hitung > t atau - t hitung < - t
Untuk mengetahui o
1
2
= o
2
2
atau o
1
2
= o
2
2
digunakan rumus Fisher (Fisher homogeneity test)
2
2 2
1
1 2
2
2
( ) = >
S
F S S
S
Titik kritis lihat tabel F dengan DF: n
1
- 1;n
2
1
F hitung < F tabel Ho diterima o
1
2
= o
2
2
Hasil pengukuran kadar hemoglobin wanita usia
20-40 tahun di daerah pegunungan dan pantai
Individu Pegunungan Pantai
1 13,4 13,2
2 13,5 14,0
3 15,6 14,6
4 16,3 15,0
5 12,8 13,2
6 12,7 13,0
7 16,4 14,3
8 16,5 12,3
9 15,4 13,6
10 14,0 12,7
Langkah-langkah pengujian dengan
uji t 2 sampel bebas
1. Hitung rerata dan SD masing-masing kelompok
Pantai : rerata= 13,6 SD = 0,9
Pegunungan : rerata= 14,7 SD = 1,5
2. Uji homogenitas varians dengan uji Fisher


SD di pantai < pegunungan sehingga
SD di pantai = SD2
SD pegunungan = SD1
2
2 2
1
1 2
2
2
( ) = >
S
F S S
S
Hasil uji homogenitas
F hitung = 1,5
2
/0,9
2
= 2,25/0,81
= 2,78
F tabel = DF: n1-1; n2 -1(DF: 10-1; 10-1)
= 0,05
F tabel = 4,03
Ho diterima oleh karena F hitung < F tabel artinya
kedua varians populasi asal sampel sama (o
1
2
= o
2
2
)
3. Gunakan rumus Uji t 2 sampel bebas dengan
Varians populasi asal kedua sampel sama
(o
1
2
= o
2
2
)
3a. Hitung SD gabungan
2 2
2
2
2
(10 1) 1,5 (10 1) 0,9
(10 10) 2
20,25 2,29
18
1,25
1,25 1,12
p
p
p
p
x x
S
S
S
S
+
=
+
+
=
=
= =
14,7 13,6
10 10
1,12
10 10
1,1
1,12 0, 447
1,997
t
x
t
x
t

=
+
=
=
( )
1 2
1 2
p
1 2
x x
t
n n
S
n .n

=
+
3b. Hitung harga t dengan rumus
t hitung = 1,997
4. Hitung t tabel
Titik kritis: - Tabel t distribution
- DF: (n1 + n2) 2
- o
T tabel = 2,101
t hitung (1,997) < t tabel (2,101) : Ho diterima
Kesimpulan:
Tidak ada perbedaan yang bermakna rerata kadar
hemoglobin wanita usia 20-40 tahun di daerah
pegununan dan pantai
Uji t berpasangan (Paired t test)
Uji t berpasangan digunakan bila
1. Tujuan penelitian untuk komparasi 2
pengamatan
2. Skala data : rasio, interval
3. Satu sampel dengan 2 pengamatan atau data
berpasangan
4. Beda dari pengamatan (d) berasal dari
populasi yang berdistribusi normal (normal
bivariate)
Rumus uji t berpasangan
=

=

d
2 2
d
d
t=
S / n
d d/n
d ( d) /n
S
(n 1)
Titik kritis : lihat Tabel t dengan DF:n-1, o
Ho ditolak bila -t < to/2 atau t > t1-o/2
Hasil pengukuran kadar kolesterol darah pada 10 laki-laki
sebelum dan sesudah menjalani program latihan dan diit
Individu Sebelum Sesudah d d
2
1 231 236 5 25
2 221 216 -5 25
3 260 233 -27 729
4 228 224 -4 16
5 237 216 -21 441
6 326 296 -30 900
7 240 207 -33 1089
8 267 247 -20 400
9 284 210 -74 5476
10 201 209 8 64
Ed=-201
E d
2
=9165
1. Hitung Ed dan Ed
2

Ed = -201 dan Ed
2
= 9165
2. Hitung d rata-rata
d rata-rata = -201/10 = -20,1
3. Hitung S
d

2
9165 ( 201) /10
10 1
5124,9
9
23,86
d
d
d
S
S
S

=

=
=
Langkah-langkah pengujian dengan uji t berpasangan
-2,01
t hitung=
23,86/ 10
-2,01
t hitung=
23,86/3,16
t hitung= -0,266
4. Hitung harga t
5. Hitung t tabel
Lihat tabel t dengan DF=10-1 dan o0,05
t tabel = 2,262

T hitung -2,66
Karena harga t hitung negatif maka t tabel diberi
tanda negatif
(tabel t bersifat simetirs dan hanya memuat angka
positif)
Karena - t hitung < - t tabel maka Ho ditolak
Kesimpulan:
Ada perubahan yang bermakna kadar kolesterol
darah laki-laki yang menjalani program latihan
dan diit
TABEL DISTRIBUSI t