Anda di halaman 1dari 5

1.

Perawatan pertama
a. Segera
Luka didinginkan dengan air dingin temperatur 20C selama 15 menit. Kontak
kulit dengan temperatur 90C 10 menit setelah lepas dalam 5 menit temperatur
tetap 50C lakukan pendinginan untuk mengurangi destruksi lebih lanjut. Harus
dimulai dalam 30 menit setelah trauma.
b. Luka tingkat I tidak perlu pengobatan khusus, bersihkan dan beri analgetika.
c. Di RS, bersihkan seluruh tubuh, rambut dikeramas dengan shampo, kuku
dipotong, luka dibilas dengan cairan infektan seperti sabun Cetrimide (Salvan).
Kulit mati dibuang, bulla dibuka. Luka bakar yang luas dengan bulla intak
dipertahankan beberapa hari sebagai evaporative barrier.

Penatalaksanaan pada pasien luka bakar

2. Perawatan definitif
a. Perawatan tertutup
Setelah luka bersih, tutup dengan Daryan Tulle (vaselin+antibiotik) lalu tutup
dengan kain kasa dan verband. Verband mencegah eksudasi cairan keluar,
melindungi luka dari trauma, bakteri dan mengurangi evaporasi pada tubuh yang
melingkar.
Kekurangannya:
o Menggunakan banyak verband, setiap hari diganti nyeri dan perdarahan
o Tidak dapat dilakukan pada daerah wajah dan inguinal
o Sendi-sendi dalam posisi full extension (diluruskan).
b. Perawatan terbuka
Eksudat, debris dari luka yang mengering lapisan Eschar, sebagai verband
kaku dan relatif kedap udara penyembuhan dibawah Eschar. Perawatan dalam
ruangan yang relatif steril. Setiap Eschar yang pecah beri zalf lokal. Bila ada pus
dibawah Eschar, febris, leukosit meningkat Escharotomy.
Escharotomy
Luka bakar grade III yang melingkar pada ekstremitas dapat menyebabkan
iskemik distal yang progresif, terutama apabila terjadi edema saat resusitasi
cairan, dan saat adanya pengerutan keropeng. Iskemi dapat menyebabkan
gangguan vaskuler pada jari-jari tangan dan kaki. Tanda dini iskemi adalah nyeri,
kemudian kehilangan daya rasa sampai baal pada ujung-ujung distal. Juga luka
bakar menyeluruh pada bagian thorax atau abdomen dapat menyebabkan
gangguan respirasi, dan hal ini dapat dihilangkan dengan escharotomy. Dilakukan
insisi memanjang yang membuka keropeng sampai penjepitan bebas.



Gambar Escharotomy

c. Perawatan semi-terbuka
Seperti perawatan terbuka tetapi hanya mengandalkan Eschar sebagai verband
tapi diberi obat-obat lokal sehingga Eschar lunak dan mudah dibersihkan.
3. Obat-obatan lokal
Obat lokal merupakan suatu keharusan. Obat sistemik tidak efektif oleh karena
adanya jaringan nekrotik dan luka.
a. AgNO3 0,5% dalam pembalut basah Pseudomonas
Kerugian :
o Larutan hipertonis elektrolit keluar dari tubuh
o Sprei dan lantai kotor
b. Sulfamylon dalam cream 10%
Menyebabkan rasa nyeri yang hebat, asidosis metabolik
c. Silver Sulfa Diazine (AgSO) cream 1% diberikan sekali sehari
- Efek samping sedikit
- Resistensi jarang
- Bersifat bakterisidal Gram (+) dan Gram (-)
d. MEBO/MEBT (Moist Exposed Burn Ointment / Therapy)
Merupakan broad spectrum ointment. Merupakan preparat herbal, mengunakan
zat alami tanpa kimiawi. Toksisitas dan efek samping belum pernah ditemukan.
Terdiri dari :
1. Komponen Pengobatan: beta sitosterol, bacailin, berberine Yang mempunyai
efek: analgesik, anti-inflamasi, anti-infeksi pada luka bakar dan mampu
mengurangi pembentukan jaringan parut.
2. Komponen Nutrisi: amino acid, fatty acid dan amylose, yg memberikan nutrisi
untuk regenerasi dan perbaikan kulit yg terbakar.
Efek pengobatan :
Menghilangkan nyeri luka bakar
Mencegah perluasan nekrosis pada jaringan yg terluka.
Mengeluarkan jaringan nekrotik dengan mencairkkannya
Membuat lingkungan lembab pada luka , yg dibutuhkan selama perbaikan
jaringan kulit tersisa.
Kontrol infeksi dengan membuat suasana yg jelek untuk pertumbuhan kuman.
bukan dengan membunuh kuman.
Merangsang pertumbuhan PRCs (potential regenerative cell) dan stem cell
untuk penyembuhan luka dan mengurangi terbentuknya jaringan parut
Mengurangi kebutuhan untuk skin graft
Prinsip penanganan luka bakar dgn MEBO:
Makin cepat diberi MEBO , hasilnya lebih baik (dalam 4-12 jam setelah
kejadian)
Biarkan luka terbuka
Kelembaban yg optimal pada luka dengan MEBO
Pemberian salep harus teratur & terus menerus tiap6-12 jam dibersihkan
dengan kain kasa steril jangan dibiarkan kulit terbuka tanpa salep > 2-3
menit untuk mencegah penguapan cairan di kulit dan microvascular
menyebabkan thrombosit merusak jaringan dibawahnya yang masih vital.
Pada pemberian jangan sampai kesakitan / berdarah, menimbulkan perlukaan
pada jaringan hidup tersisa
Luka jangan sampai maserasi maupun kering
Mandi
Setiap 1-2 hari dengan cairan desinfektan, juga membuang jaringan nekrotik..
Escharotomy pada minggu ke 2, eksisi dengan pisau, dermatome, elektroexcisi
Saat mandi/ escharotomy sering diperlukan analgetika.
Skin grafting
Transplantasi kulit untuk mempercepat penyembuhan dan mengurangi kehilangan
cairan/ energi
o Jika keadaan umum belum baik, luas sekali, sukar mendapatkan kulit sehat maka
pasien perlu Allograf : homograf (manusia lain) atau Heterograf (binatang)
bersifat sementara. Terutama bila keadaan umum kritis, maka mengurangi
evaporasi, bahaya shock. Penanganan infeksi sampai keadaan umum stabil.
Setelah 2 minggu sebagian luka bakar sembuh.
o Jaringan amnion
Antibiotika sistemis
Bakteri-bakteri yang berada pada luka dapat gram positif (Staphylococcus
pyogenes, S.aureus, S.epidermidis dan alpha dan beta hemolitik serta enterococcal
streptococci), Gram negatif (Pseudomonas aerugenosa, Eschericia coli, Klebsiella,
Enterobacter, Citrobacter, Proteus dan Bacteroides). Bakteri gram positif umumnya
hanya berkembang setempat, tetapi bakteri gram negatif terutama pseudomonas
sangatlah invasif dan banyak menimbulkan sepsis. Pengobatan dengan diberikan
Penisilin (banyak yang resisten), Cephalosporin, Aminoglycoside.
Excisi dini
Pada luka bakar derajat II B dan derajat III harus dipertimbangkan umtuk
melakukan excisi dini yaitu hari ke-4 sampai ke-14 setelah keadaannya stabil. Excisi
dilakukan dengan cara tangential (seperti mengambil split thicknes graft) dan disusul
dengan grafting. Kerugian pada tangential excisi adalah sering adanya perdarahan
yang banyak.
Bila suatu luka sudah ditumbuhi jaringan granulasi dan bukan perambatan epithel
serta berjarak lebih dari 2-3 cm memerlukan suatu skin grafting. Kalau kurang dari
3cm dapat diharap terjadinya penutupan epitelisasi spontan.