Anda di halaman 1dari 10

METODE PELAKSANAAN

BAB I. PENDAHULUAN.
1. Latar Belakang.
Metode pelaksanaan pekerjaan ini merupakan hal yang sangat penting. Hal ini
dikarenakan dengan metode pelaksanaan ini akan memudahkan penyedia jasa untuk
menentukan urutan pekerjaan dan cara mengerjakan tiap item pekerjaan tersebut. Sehingga
faktor-faktor kendala akan teridentifikasi lebih awal sehingga langkah-langkah antisipasi bisa
ditentukan dan dipersiapkan.
Disamping itu dengan metode ini penyedia jasa bisa mempersiapkan kebutuhan
material, tenaga dan peralatan yang dibutuhkan di lapangan secara terperinci.
2. Maksud dan Tujuan
Dengan dibuatnya metode ini diharapkan pekerjaan akan dapat selesai tepat waktu,
tepat mutu dan tepat sasaran.
Disamping hal tersebut diharapkan penyelesaian pekerjaan ini tidak menimbulkan
dampak lingkungan yang kurang baik dan tidak ada kecelakaan kerja yang diakibatkan
kelalaian.
3. Lokasi
Lokasi Pekerjaan di Jalan Klopo Japan - Rejosari, Kab. Magelang.
4. Lingkup pekerjaan
DIVISI 1. UMUM
Mobilisasi
DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH
Galian Perkerasan Berbutir
DIVISI 5. PERKERASAN BERBUTIR
Perkerasan Telford (t=15 cm)
DIVISI 6. PERKERASAN ASPAL
Lapis Resap Pengikat Aspal Emulsi
Lapis Perekat Apal Emulsi
Latasir Kelas A (SS-A); tebal 1,5 cm (manual)
Latasir Kelas A (SS-A); tebal 2,0 cm (manual)
Lapis Fondasi atau Perata Penetrasi Macadam
DIVISI 10. PEKERJAAN PEMELIHARAAN RUTIN
Pemeliharaan rutin bahu jalan
BAB II. METODE PENYELESAIAN PEKERJAAN
Setelah Dokumen Kontrak Ditandatangani, Penyedia jasa memulai pelaksanaan Pekerjaan
dengan tahapan dan tata cara sebagai berikut:
A. PERSIAPAN
1. Perijinan dan sosialisasi
Penyedia jasa memberitahukan kepada pihak-pihak terkait bahwasanya Pekerjaan akan dimulai.
Pihak terkait yang dimaksud antara lain PPK, Pengawas Lapangan, Kepolisian, dan instansi berwenang
setempat (Kecamatan, Desa, Kepolisian).Hal ini dilakukan untuk menghindari kejadian-kejadian yang
tidak diinginkan berkaitan dengan pekerjaan.
2. Dokumentasi ( Foto 0 % )
Membuat foto Dokumentasi pada tahap 0 % sebelum pelaksaan pekerjaan
3. Pengukuran Bersama
a. .Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Penyedia jasa harus melaksanakan pengukuran bersama
direksi/pengawas Lapangan dan Pejabat Pembuat Komitmen untuk menentukan lokasi/letak jenis
pekerjaan sesuai dengan hal- hal yang tertera dalam kontak
5. Mutual Chek ( MC ) 0%
Mutual Chek 0% merupakan hasil pengukuran uitzet antara penyedia jasa bersama- sama dengan
Direksi/Pengawas Lapangan Berdasarkan biaya serta gambar rencana untuk mengetahui item/jenis
pekerjaan yang akan dilaksanakan berubah atau tidak sesuai dengan kondisi lapangan.
6. Addendum ( Amademen Kontrak)
Apabila dari hasil dari pengukuran ada item/ jenis pekerjaan yang berubah atas gambar rencana maka
diperlukan adanya Addendum/ Amademen Kontrak sebagi bentuk perubahan dari hasil perhitungan
dari pengukuran bersama antara Direksi/ Pengawas Lapangan dan Penyedia jasa, baik pekerjaan
bertambah atau pekerjaan berkurang yang menyangkut perubahan - perubahan volume, biaya
maupun penambahan atau pengurangan item pekerjaan
7. Gambar Kerja ( Shop Drawing )
Setelah dilakukan pengukuran ulang, penyedia jasa harus membuat shop drawing dengan
persetujuan direksi dan atau Pengawas lapangan
8. Pembuatan Barak kerja dan Barak Bahan
Dimaksudkan untuk sebagai kantor lapangan, serta digunakan tempat untuk menyimpan peralatan,
dan bahan kerja yang dipersiapkan untuk melaksanakan pekerjaan.
MULAI
MC - 0
MOBILISASI
LAPIS RESAP IKAT ASPAL EMULSI
LAPIS FONDASI PENETRASI
MACADAM
PEKERJAAN
PEMELIHARAAN
RUTIN
SELESAI
LAPIS PEREKAT ASPAL EMULSI
LATASIR KELAS A (SS-A);
TEBAL 1,5 CM (MANUAL)
LAPIS RESAP IKAT ASPAL EMULSI
PERATA PENETRASI MACADAM
(LEVELLING)
LAPIS PEREKAT ASPAL EMULSI
LATASIR KELAS A (SS-A);
TEBAL 2,0 CM (MANUAL)
GALIAN
PERKERASAN
TELFORD
B. PEKERJAAN PELAKSANAAN
BAB III. URAIAN PEKERJAAN UTAMA
Latasir Kelas A; Tebal 1,5 cm (manual)
a) Persiapan pekerjaan :
Penyiapan kondisi lapangan, semua kerusakan harus sudah diperbaiki.
Semua peralatan, peralatan pembantu, operator sudah siap dan layak kerja.
Kondisi cuaca yang memungkinkan.
Direksi sudah menyatakan secara tertulis bahwa pelaksanaan pekerjaan boleh dimulai.
b) Semua campuran aspal panas dicampur, sebelum melakukan pencampuran yang perlu
dipersiapkan : semua bahan dan peralatan untuk pengangkutan, penghamparan dan pekerja
cukup tersedia untuk memproduksi.
c) Campuran aspal dihamparkan pada temperature campuran tertentu sehingga memenuhi
ketentuan yang dipersyaratkan
d) Sesaat sebelum penghamparan, permukaan yang akan dihampar harus dibersihkan dari
bahan yang lepas dan tidak dikehendaki dengan compressor atau dengan cara manual.
e) Balok kayu atau acuan lain yang disetujui harus dipasang sesuai dengan garis dan ketinggian
yang diperlukan oleh tepi tepi lokasi yang akan dihampar.
h) Pemadatan dimulai dari tempat sambungan memanjang dan kemudian dari tepi luar,
selanjutnya penggilasan dilakukan sejajar dengan sumbu jalan berurutan menuju kerah
sumbu jalan.
Latasir Kelas A; Tebal 2,0 cm (manual)
a) Persiapan pekerjaan :
Penyiapan kondisi lapangan, semua kerusakan harus sudah diperbaiki.
Semua peralatan, peralatan pembantu, operator sudah siap dan layak kerja.
Kondisi cuaca yang memungkinkan.
Direksi sudah menyatakan secara tertulis bahwa pelaksanaan pekerjaan boleh dimulai.
b) Semua campuran aspal panas dicampur, sebelum melakukan pencampuran yang perlu
dipersiapkan : semua bahan dan peralatan untuk pengangkutan, penghamparan dan pekerja
cukup tersedia untuk memproduksi.
c) Campuran aspal dihamparkan pada temperature campuran tertentu sehingga memenuhi
ketentuan yang dipersyaratkan
d) Sesaat sebelum penghamparan, permukaan yang akan dihampar harus dibersihkan dari
bahan yang lepas dan tidak dikehendaki dengan compressor atau dengan cara manual.
e) Balok kayu atau acuan lain yang disetujui harus dipasang sesuai dengan garis dan ketinggian
yang diperlukan oleh tepi tepi lokasi yang akan dihampar.
f) Pemadatan dimulai dari tempat sambungan memanjang dan kemudian dari tepi luar,
selanjutnya penggilasan dilakukan sejajar dengan sumbu jalan berurutan menuju kerah
sumbu jalan.
Lapis Fondasi atau Perata Penetrasi Macadam
a) Lapis Penetrasi Macadan tidak boleh dilaksanakan pada permukaan yang basah, atau
keadaan cuaca hujan.
b) Bahan terdiri dari agregat pokok, agregat pengunci, agregat penutup dan aspal.
c) Temperatur aspal pada saat disemprotkan harus sesuai dengan yang dipersyaratkan.
d) Agregat harus bersih, kuat, bebas dari lumpur serta memenuhi gradasi yang
disyaratkan.
f) Balok kayu atau acuan lain yang disetujui harus dipasang sesuai dengan garis dan
ketinggian yang diperlukan oleh tepi tepi lokasi yang akan dihampar.
g) Pemadatan menggunakan tandem dilakukan perlapis agregat.
BAB IV. PEKERJAAN PENUNJANG
o Sosialisasi
Direksi pekerjaan bersama-sama dengan penyedia jasa mengundang warga sekitar
beserta aparat pemerintah terkait untuk melakukan penjelasan tentang adanya kegiatan
diwilayahnya.
o Kantor direksi,Brak kerja dan Gudang.
Penyiapan kantor direksi pada lokasi pekerjaan yang berfungsi sebagai kantor
dilapangan. Kantor direksi bisa dibuat dari bangunan sementara atau biasa juga dengan
menyewa rumah dan dilengkapi dengan meja, kursi, tempat menempel gambar dll.
Disamping kantor perlu juga disiapkan gudang dan brak pekerja sebagai tempat untuk
menyimpan material dan peralatan dan tempat istirahat karyawan.
o Mobilisasi dan Demobilisasi.
Semua kebutuhan material, peralatan, dan tenaga manusia didatangkan ke lokasi
pekerjaan sesuai dengan schedule pelaksanaan yang telah dibuat. Penempatan material
dan alat haruslah benar dan tepat sehingga tidak mengganggu pekerjaan.
Dan apabila pekerjaan telah selesai maka penyedia jasa harus memindahkan
peralatan, tenaga kerja, sisa material, bangunan sementara, dan bekas galian dari lokasi
pekerjaan.
o Administrasi.
Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan fisik pekerjaan, maka dibuat laporan
kemajuan pekerjaan dengan laporan harian, mingguan dan laporan bulanan. Laporan
harus menyajikan kegiatan yang sebenarnya terjadi dilapangan. Disamping itu harus
dilengkapi dengan gambar-gambar kerja, buku direksi, buku material, dan surat menyurat
yang diperlukan.
o Dokumentasi.
Setiap item pekerjaan didalam kontrak haruslah didokumentasikan secara berurutan
sesuai dengan urutan dan bobot prestasi pekerjaan. Foto disusun mulai dari 0%, 50% dan
100% prestasi pekerjaan.
o Pengaturan lalu lintas.
Apabila selama proses pengerjaan proyek tersebut masih memungkinkan adanya
aktifitas lalulintas maka perlulah dilakukan pengaturan lalulintas agar tidak terjadi
kecelakaan lalu lintas. Pengaturan ini harus berkoordinasi dengan instansi terkait dan
dilapangan disiapkan petugas yang mengaturnya. Untuk itu juga perlu dipasang rambu-
rambu yang jelas terlihat pengguna jalan. Dan apabila malam hari diberi lampu
penerangan dan lampu tanda peringatan yang bisa dilihat pengguna jalan.
BAB. V. SISTEM MANAJEMEN (Manajemen K 3)
Agar selama kegiatan proyek tidak terjadi adanya gangguan akibat adanya kecelakaan
pekerjaan dan terjadinya gangguan lingkungan termasuk kerusakan dan pencemaran
lingkungan maka perlulah dibuatkan manajemen k 3.
o Pelatihan.
Semua pekerja yang terlibat dalam kegiatan ini haruslah diberikan pengarahan secara
berkala akan pentingnya keselamatan kerja dengan mengikuti prosedur kerja yang benar.
o Perlengkapan pekerja.
Dilapangan harus disiapkan perlengkapan yang sesuai dengan bidang kerja masing-
masing pekerja seperti helm, sepatu, sarung tangan, kaca mata, masker, dan sabuk
pengaman.
o Fasilitas Kesehatan / keselamatan
Dilapangan harus disiapkan sarana seperti km/wc bagi pekerja sehingga tidak terjadi
pencemaran lingkungan. Disamping itu juga disediakan kotak obat/kotak P3K untuk
pertolongan pertama pada kecelakaan dan tabung pemadam kebakaran jika diperlukan.
o Sarana Komonikasi.
Untuk memudahkan komonikasi dilapangan maka dilapangan harus disediakan sarana
komonikasi yang memadai seperti HT sehinga apabila ada kondisi darurat bisa
berkomonikasi dengan instansi terkait dengan cepat.
o Koordinasi dengan instansi terkait.
Perlulah dilakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti pihak kesehatan
(puskemas atau rumah sakit terdekat), polsek, koramil, perangkat desa dan kecamatan,
atau intansi-instansi lain yang terkait. Sehingga bila terjadi kecelakan kerja atau kondisi
darurat langsung dapat ditangani dengan cepat.
o Pemasangan rambu-rambu/tanda
Dilapangan haruslah dipasang rambu-rambu yang jelas seperti tanda rambu jalan,
tanda lokasi yang rawan, tempat dan jalur evakuasi. Disamping itu perlulah dipasang
lampu penerangan yang jelas dan lampu peringatan. Atau jika perlu dipasang alarm/sirine
jika pekerjaan tersebut dilokasi rawan bencana.
o Penempatan material dan alat yang benar.
Penempatan alat dan material haruslah diatur sehingga tidak membahayakan
pengguna jalan dan pekerja.
BAB. VI. PENUTUP
Demikianlah metode ini kami buat mudah-mudahan pelaksanaan pekerjaan dapat
berjalan sesuai metode yang kami susun sehingga sasaran yang diharapkan tercapai.