Anda di halaman 1dari 2

Menurut Suharmadi (1985, h.

13) lantai dan dinding dapat berfungsi untuk


mengisolasi berubahnya temperatur udara dalam ruangan. antai dari tanah sebaiknya
tidak digunakan lagi sebab musim hu!an akan lembab sehingga menimbulkan penyakit.
antai yang basah menyebabkan udara dalam ruangan men!adi lembab dan akan
menurunkan daya tahan terhadap penyakit. "ntuk men#egah masuknya air dalam
ruangan, sebaiknya lantai dinaikkan minimal 5$ #m dari permukaan tanah dan lantai
perlu dilapisi dengan lapisan kedap air.
"ntuk menghitung kuman patogen pada lantai dan dinding dapat menggunakan
metode angka kuman total (%&'). &engambilan sampel dilakukan dengan menggunakan
metode s(ab lantai dan s(ab dinding.
Metode s(ab merupakan metode pengu!ian sanitasi yang dapat digunakan pada permukaan yang
rata, bergelombang, atau permukaan yang sulit di!angkau seperti retakan, sudut dan #elah. S(ab
tersusun dari tangkai atau gagang (pan!ang 1)*15 #m) dengan kepala s(ab terbuat dari kapas
(diameter $,5 #m dan ) #m). &engambilan sampel pada permukaan dilakukan dengan #ara mengusap
permukaan alat yang akan di u!i. &enggunaan metode s(ab ini biasanya digunakan untuk mengetahui
!umlah mikroorganisme (per #m
)
) dan !umlah koliform (per #m
)
) pada permukaan yang kontak dengan
pangan (harrigan, 1998 dalam ukman + Soe!oedono, )$$9).
&eralatan makan yang kita gunakan harus bersih, agar kita terhindar dari
kemungkinan penularan penyakit. oleh karena itu perlu dilakukan u!i sanitasi alat makan.
"!i sanitasi alat makan la,imnya menggunakan u!i -% (-ngka empeng %otal) untuk
mengetahui !umlah kuman yang ada di alat makan tersebut.
"!i -ngka empeng %otal (-%) merupakan metode kuantitatif yang digunakan
untuk mengetahui !umlah mikroba pada suatu sampel. -ngka empeng %otal (-%)
menun!ukkan !umlah mikroba dalam suatu produk. -% se#ara umum tidak terkait
dengan bahaya keamanan makanan, namun bermanfaat untuk menun!ukkan kualitas,
masa simpan, kontaminasi, dan status higiene.sanitasi selama proses produksi. Media
plating (sumber energi) yang digunakan dalam pengu!ian -% dapat mempengaruhi
!umlah dan !enis bakteri yang diisolasi karena perbedaan persyaratan nutrisi dan garam
pada tiap mikroba (S/0 13882)$$9).
'ara perhitungan koloni pada metode #a(an ini adalah dengan
menggunakanStandard &late 'ount (S&') atau -ngka empeng %otal (-%), #aranya
adalah sebagai berikut (3ri#ka, )$11).
1 4asil yang dilaporkan hanya terdiri dari dua angka yaitu angka pertama (satuan)
dan angka kedua (desimal). 5ika angka yang ketiga sama dengan atau lebih besar dari
lima, harus dibulatkan satu angka lebih tinggi pada angka kedua.
2 5ika pada semua pengen#eran dihasilkan kurang dari 3$ koloni mikroba pada
#a(an petri, berarti pengen#eran yang dilakukan terlalu tinggi. 6leh karena itu !umlah
kuman pada pengen#eran yang terendah yang diukur.dihitung. Selan!utnya hasil yang
kurang dari 3$ dikalikan dengan besarnya pengen#eran, tetapi !umlah yang sebenarnya
harus di#antumkan di dalam tanda kurung.
3 5ika pada semua pengen#eran dihasilkan lebih dari 3$$ koloni pada medium,
berarti pengen#eran yang dilakukan terlalu rendah. 6leh karena itu !umlah kuman pada
pengen#eran yang tertinggi yang dihitung. 4asilnya dilaporkan kemudian dikalikan
dengan faktor pengen#ernya, tetapi !umlah yang sebenarnya harus di#antumkan di dalam
tanda kurung.
4 5ika digunakan dua #a(an petri per pengen#eran, data yang diambil harus dari
kedua #a(an tersebut, tidak boleh diambil salah satu. 6leh karena itu harus dipilih tingkat
pengen#eran yang menghasilkan kuman diantara 3$*3$$.