Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI

PERILAKU DAN PSIKIATRI ADAPTASI STRESS






Kelompok 2B:
1. Fenly Simanjuntak (11-060)
2. Merry Halis (11-084)
3. Michael Tambunan (11-130)
4. Virginia Sinaga (11-138)
5. Sri Maharani (11-144)
6. Reni Astuti (11-176)
7. Hanna Libriana (11-232)
8. Angga Meda (11-235)
9. Gladly Veranita (11-254)

PENGARUH STRESS FISIK AKUT TERHADAP AKTIVITAS :
RESPIRASI, KARDIOVASKULER DAN LAJU METABOLISME

I. TUJUAN PRAKTIKUM
Mengamati dan mempelajari pengaruh kerja fisik terhadap frekuensi pernafasan,
denyut jantung dan nadi.

II. ALAT DAN BAHAN
1. Obyek percobaan (OP) : manusia
2. Stetoskop
3. Alat pencatat waktu

III. CARA KERJA
1. Penentuan frekuensi respirasi , denyut jantung, dan nadi keadaan istirahat
a. Obyek percobaan (OP) disuruh tidur terlentang (istirahat) di meja selama 5
menit
b. Amatialah gerakan-gerakan dada dan perut, pada waktu inspirasi dan
ekspirasi
c. Hitunglah frekuensi pernafasan
d. Hitungalh frekuensi denyut jantung dengan menempelkan alat stetoskop di
daerah inter kostal 4-5 dada sebelah kiri atau dengan menempelkan telinga
pada dada obyek didaerah tersebut.
e. Hitunglah frekuensi nadi pada arteria radialis yang terletak pada pangkal
ibu jari, sedikit dibawah pergelangan tangan obyek, dengan menggunakan
jari tangan anda. Catalah hasilnya di tabel 1 yang tersedia.
2. Penentuan frekuensi respirasi, denyut jantung, dan nadi pada keadaan kerja
fisik
a. Obyek disuruh kerja fisik : lari-lari ditempat selama 5-10 menit, kemudian
terlentang lagi
b. Sambil memperhatikan gerakan dada dan perutnya, hitungalh frekuensi
pernafasannya, denyut jantung dan nadinya ( seperti pada 1). Ulangilah
setiap 5 menit sekali, sampai semuanya normal kembali
c. Catatlah hasilnya pada tabel 1








IV. HASIL PERCOBAAN
Tabel 1. Frekuensi respirasi, denyut jantung dan nadi
Wanita

waktu
istirahat Kerja fisik
respirasi Detak
jantung
nadi respirasi Detak
jantung
nadi
10.00
10.05
10.10
10.15
18x/menit

27x/menit
17x/menit
84x/menit

104x/menit
88x/menit
88x/menit

100x/menit
89x/menit


41x/menit

126x/menit

134x/menit
Rata-rata 31x/menit 92x/menit 93x/menit

Pria

waktu
istirahat Kerja fisik
respirasi Detak
jantung
nadi respirasi Detak
jantung
nadi
10.00
10.05
10.10

16x/menit

18x/menit

82x/menit

84x/menit

81x/menit

90x/menit


45x/menit

152x/menit

144x/menit
Rata-rata 17x/menit 83x/menit 85x/menit

Jawaban pertanyaan
1. a. Berapa lama setelah kerja fisik frekuensi respirasi,denyut jantung dan nadi menjadi
normal kembali ? 10 menit
b. sebutkan beberapa faktor yang mempengaruhi lamanya kembali ke normal
(frekuensi, respirasi, jantung dan nadi) ? proses tubuh seseorang yang membutuh
waktu untuk mengeluarkan CO
2
dan mengambil/menghirup kembali O
2
,
kondisi tubuh/fisik seseorang yang berbeda-beda dan kondisi psikis seseorang.

2. Pada kerja fisik, terjadi kenaikan frekuensi respirasi, denyut jantung dan nadi, terang
kan mekanisme pengaturannya.
Terjadi kenaikan frekuensi respirasi,denyut jantung dan nadi, disebakan karena
metabolisme tubuh yang meningkat karena kerja fisik yang dilakukan seseorang
yang memicu kerja otot juga meningkat, dan pemecahan energi yang meninggi
dan menyebabkan frekuensi respirasi, denyut jantung dan nadi pun mengalami
kenaikan. Dan setelah kerja fisik tidak dilakukan tubuh pun akan meresponi
dengan kembali dalam kondisi normal yaitu sebelum dilakukan kerja fisik
sehingga metabolisme pun normal kembali.

V. KESIMPULAN
Dari hasil percobaan, kami menyimpulkan bahwa : Keadaan tubuh baik fisik
maupun psikis seseorang dapat mempengaruhi aktivitas organ tubuh seseorang
tersebut baik itu respirasi, kardiovaskuler dan laju metabolisme yang sangat
dipengaruhi dengan keadan tubuh yang sehat maupun sakit sehingga
berdampak bagi fisiologis tubuh seseorang.




































METABOLISME

I. TUJUAN PRAKTIKUM
Mengukur laju metabolisme berdasarkan konsumsi O
2
.

II. ALAT DAN BAHAN
1. Metabolor stoples
2. Barometer
3. Termometer
4. Timbangan
5. Tikus

III. CARA KERJA
1. Timbang tikus (dalam Kg)
2. Pastikan sistem tidak bocor.
3. Catat suhu dan tekanan udara, tulis sebagai T1(tulis dalam
0
K ) dan
P1.
4. Masukkan tikus kedalam metabolor
5. Tarik spuit di luar metabolor (20ml)
6. Tutup ruang metabolor, masukkan udara dalam spuit, perhatikan
stop watch saat udara dalam spuit dimasukkan ke dalam stoples =
waktu 0 detik percobaan, perhatikan bahwa permukaan air di pipa
U menjadi tidak sama.
7. Catat berapa lama tikus menghabiskan 20 ml udara, yaitu saat
permukaan air di pipa U kembali sama tinggi
8. Buka tutup metabolor
9. Ulangi no 5,6,7.
10. a. Hitung konsumsi 0
2
dalam 1 hari
b. hitung konsumsi 0
2
dalam keadaan STP
c. hitung konsumsi panas
d. hitung laju metabolisme












IV. HASIL PERCOBAAN
Lembar kerja
1. tanggal percobaan : 10 juli 2014
2. Tempat percobaan : Lab 3
3. Hewan percobaan : Tikus
4. Bobot badan : 145 gram
5. Lama tikus menghabiskan 15 ml udara : 3 menit
6. Volume 0
2
yang dikonsumsi selama percobaan : 15ml dalam 3 menit
7. Volume 0
2
dikonsumsi / hari : 1440ml = 1.44L
8. Volume 0
2
dikonsumsi / hari pada STP : 2,766 x10
-3
L
9. Produksi panas : 6,948Kal/hari
10. Laju metabolisme/hari/BM : 145
0.75
kal./hari/kg
0.75

BM : bobot metabolik :41,79 x 10 BB
0,75
kg

Catatan :
Hukum boyle-gay lusac
P1V1 = P2V2
T1 T2
T1 : 273
0
K
T2 : 300
0
K
V1 : ?
V2 : 1.44 L
P1 : 360 mmHg
P2 : 720 mmHg

Sehingga : V1 = 298 . 77,2 = 2,866 L
760x300

Produksi panas : V1x4.825 Kal./hari = 4907x10
-3
x 4.825 = 23676275x10
-3
Kal/hari

Laju metabolisme adalah
Produksi panas/ BM = 6,948 x 41,79 x 10
-3 = 290,35
Kal/hari/kg
0,75







V . KESIMPULAN
Dari hasil percobaan kami menyimpulkan bahwa laju metabolisme
makhluk hidup dipengaruhi oleh masukan O
2
yang dihirup semakin banyak
maupun semakin sedikit oleh makhluk hidup yang akan mempengaruhi reaksi
katabolisme dan anabolisme molekul didalam tubuh mahkluk hidup yang
berdampak pada energi serta kecepatan dan efisiensi penggunaan energi oleh
makhluk hidup tersebut.