Anda di halaman 1dari 31

MERAJUT

UKHUWAH ISLAMIYAH
A
n
t
a
r
a

T
e
m
a
n

d
a
n

M
u
s
u
h

Mencari musuh seribu itu mudah
Mencari teman satu saja
teramat susah
Persaudaraan Islam :
Persaudaraan yang berlandaskan ajaran Islam
Istilah "ukhuwah islamiyah." Bukan
bermakna persaudaraan antara orang-
orang Islam, tetapi persaudaraan yang
didasarkan pada ajaran Islam atau
persaudaraan yang bersifat islami.
itu cakupannya "ukhuwaIslamiyyah"bukan
hanya menyangkut sesama orang Islam
namun juga menyangkut dengan non
Muslim bahkan makhluk yang lainnya.
1. Khuwah 'ubudiyyah: Persaudaraan karena
sesama makhluk yang tunduk kepada Allah SWT.
2. Ukhuwah Insaniyyah atau basyariyyah:
Persaudaraan karena sama-sama manusia
secara keseluruhan.
3. Ukhuwah wathaniyyah wa an nasab:
Persaudaraan karena keterikatanketuruanan dan
kebangsaan.
4. Ukhuwah diniyyah, persaudaraan karena
seagama.

Bagaimana ukhuwah berlangsung?

Ukhuwah dapat berlangsung tak lepas
dari faktor penunjang.
Faktor penunjang signifikan membentuk
persaudaraan adalah
Hai manusia! Kami ciptakan kamu dari satu pasang laki-laki
dan perempuan, dan Kami jadikan kamu beberapa bangsa
dan suku bangsa, supaya kamu saling mengenal [bukan
supaya saling membenci, bermusuhan]. Sungguh, yang
paling mulia di antara kamu dalam pandangan Allah ialah
yang paling bertakwa. Allah Maha tahu, Maha Mengenal
(Q.s. Al-Hujurat [49]: 13)
Upaya Meningkatkan Ukhuwah Islamiyah dan
Ukhuwah Insaniyah
1. Taaruf adalah saling kenal mengenal yang tidak hanya bersifat fisik
ataupun biodata ringkas belaka, tetapi lebih jauh lagi menyangkut latar
belakang pendidikan, budaya, keagamaan, pemikiran, ide-ide, cita-cita
serta problema kehidupan yang dihadapi.
2. Tafahum adalah saling memahami kelebihan dan kekurangan, kekuatan
dan kelemahan masing-masing, sehingga segala macam kesalah
pahaman dapat dihindari.
3. Taawun adalah saling tolong menolong, dimana yang kuat menolong
yang lemah dan yang mempunyai kelebihan menolong yang
kekurangan, dengan konsep ini maka kerjasama akan tercipta dengan
baik dan saling menguntungkan sesuai fungsi dan kemampuan masing-
masing.
4. Takaful adalah saling memberi jaminan, sehingga menumbuhkan rasa
aman, tidak ada rasa khawatir dan kecemasan menghadapi hidup ini.
6 PERUSAK UKHUWAH
Hai orang-orang yang beriman, apabila
datang kepadamu orang fasik
membawa suatu berita, maka periksalah
dengan teliti agar kamu tidak
menimpakan suatu musibah kepada
suatu kaum tanpa mengetahui
keadaannya sehingga kamu akan
menyesal atas perbuatanmu itu. [QS Al-
Hujurat (49): 6]
ENAM PERUSAK UKHUWAH
Pertama, memperolok-olokan, baik antar individu
maupun antar kelompok, baik dengan kata-kata
maupun dengan bahasa isyarat karena hal ini
dapat menimbulkan rasa sakit hati, kemarahan dan
permusuhan.



Kedua,
mencaci atau menghina orang lain dengan kata-kata yang
menyakitkan, apalagi bila kalimat
penghinaan itu bukan sesuatu yang benar.




Ketiga, memanggil orang lain dengan panggilan gelar-gelar
yang tidak disukai.
Keempat, berburuk sangka, ini merupakan sikap yang
bermula dari iri hati (hasad).

Kelima, mencari-cari kesalahan orang lain, hal ini karena
memang tidak ada perlunya bagi kita,
mencari kesalahan diri sendiri lebih baik untuk kita lakukan agar
kita bisa memperbaiki diri sendiri.

Keenam, bergunjing dengan membicarakan keadaan orang
lain yang bila ia ketahui tentu tidak menyukainya,
apalagi bila hal itu menyangkut rahasia
pribadi seseorang.
[QS AL-HUJURAT (49): 11-12]
Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum
mengolok-olokan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka
(yang diolok-olokan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-
olokan) dan jangan pula wanita wanita-wanita mengolok-olokan
wanita yang lain (karena) boleh jadi wanita (yang diperolok-
olokan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokan) dan
janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu
panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk
panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan
barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-
orang yang zalim. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah
kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka
itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan
orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian
yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging
saudaranya yang sudah mati?. Maka tentulah kamu merasa jijik
kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah
Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
TAHAPAN
PERTAMA : TAHAP SALING KENAL MENGENAL
(TAARUF)

1. Penampilan saudaranya
(Jasadi)
2. Sifat-sifat saudaranya (Nafsi)
3. Pemikiran saudaranya (Fikri)

KEDUA : TAHAP SALING MEMAHAMI
(TAFAAHUM)

1. Kebiasaan saudaranya.
2. Kesukaan saudaranya.
3. Karakter saudaranya.
4. Ciri khas individu.
5. Cara berfikir saudaranya.


DALAM TAHAPAN INI ADA TIGA PROSES :
1. Penyatuan Hati (Taliful Qulub)
2. Penyatuan Pemikiran (Taliful Afkar)
3. Penyatuan Kerja (Taliful Amal)

KETIGA : TAHAP SALING MEMIKUL
BEBANAN (TAKAAFUL)

Tahap ini merupakan mercusuar
dari proses Ukhuwah Islamiyyah
yaitu senasib sepenanggungan
dalam suka maupun duka.

KAUM MUSLIMIN ITU BERSAUDARA


Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara
kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat. (QS
al-Hujuraat [49]: 10)


Tidak beriman seseorang sampai
mencintai saudaranya sebagaimana ia
mencintai dirinya sendiri. (HR Mutafaq
alaihi)
T
a
p
i

T
e
r
n
y
a
t
a


Tawuran antara pelajar Muslim masih kerap terjadi.
Saling serang antar kampung masih mengisi berita di media massa. Kita
mudah terbakar emosi.
Kita masih banyak yang tak
peduli dengan nasib
saudaranya yang lain.
Masih banyak kaum Muslimin
yang mudah tersinggung
ketimbang berlapang dada.
Merasa ukhuwah hanya dengan satu komunitas saja.
Bukan dengan komunitas kaum Muslimin yang lebih luas.
Bersama tapi tak pernah bersatu
Di depan tampak akrab, di belakang tak bersahabat
Mengkampanyekan
pentingnya ukhuwah, tapi
sekaligus merusak jalinan
ukhuwah dengan cara
menjelekkan aktivis
dakwah lain
Manis di bibir pahit di hati
PADAHAL SEHARUSNYA
Berjuang bersama untuk
memperkokoh barisan
pengemban dakwah
Bukan menguasai atau
mengalah, tapi saling berbagi
Berani berkorban demi tegaknya
Islam, bukan berani berkorban dan
saling serang sesama pejuang
Islam
Munculkan persamaan,
tenggelamkan perbedaan
MEREKA YANG HARUS KITA DAKWAHI
Umumnya remaja malas belajar dan mengkaji
Islam. Tapi semangat mengikuti beragam pernik
yang diciptakan oleh gaya hidup sekularistik
[sekularisme: pemisahan antara aturan agama
dengan aturan kehidupan duniawi]
Banyak remaja muslim yang terjebak
dalam kehidupan hedonistik [hedonisme:
Dalam Kamus Inggris-Indonesia karangan John M.
Echols & Hassan Shadily, hedonism diartikan sebagai
Paham yang dianut orang-orang yang mencari
kesenangan semata-mata. Suatu way of life alias jalan
hidup yang mengedepankan kesenangan itu, meliputi
pola pikir dan perasaan, penampilan lahiriah dan
perilaku.]
Sebagai Manusia
Makhluk Paling Utama
Produk: Ilmu dan
Pengetahuan
(tsaqofah, fikih,
bahasa, seni,
filsafat, dll
Kehidupan, Manusia
dan Alam Semesta
menjadi baik
MANUSIA
Punya Akal:
Aktivitas Berpikir
Metode berpikir
Yang harus kita lakukan
Membina diri dengan Tsaqofah Islamiyah
Membentuk diri
menjadi pribadi Islam
[dalam hal Pikir dan
Rasa]
Membekali dengan ilmu
pengetahuan (sesuai
dengan disiplin ilmunya)
kedepan umat
membutuhkan tenaga ahli
dalam bidang teknologi
Mengajak teman lain untuk lakukan hal yang sama
LANGKAH PRAKTIS
Kuatkan kecintaan terhadap
Islam dengan ikut pembinaan
dan pengkajian Islam
Tentukan tujuan ikut
pembinaan dan
pengkajian Islam:
ibadah dan perjuangan
Supaya mantap, pembinaan
dilakukan dengan intensif
dan rutin
Bergabung dengan kelompok
pengkajian di sekolah dan masyarakat
sekitar untuk menyatukan gerak
langkah dakwah kita
L
a
n
g
k
a
h

S
i
s
t
e
m
i
k


SISTEM KEHIDUPAN SEKULERISTIK
Ekonomi
Kapitalistik
Politik
Oportunistik
Pendidikan
Materialistik
Tata Sosial
Individualistik
Budaya
Hedonistik
sekolah
TEGAKNYA SISTEM KEHIDUPAN ISLAM
Tatanan berdasarkan syariah
Ekonomi

Politik

Pendidikan
Tata Sosial

Budaya

masyarakat keluarga
Fakta
Akar
Masalah
Solusi
Fundamental
KRISIS KEHIDUPAN MULTIDIMENSIONAL
(kemiskinan, kebodohan, kedzaliman, kemerosotan moral,
ketidakadilan, dll.)
Jangan biarkan hidup kita terpuruk
dengan hidup di masa lalu atau dalam
mimpi masa depan. Satu hari hidup
pada suatu waktu berarti hidup untuk
seluruh waktu hidupmu.
Jangan menyerah ketika masih ada sesuatu
yang dapat kita berikan. Tidak ada yang benar-
benar kalah sampai kita berhenti berusaha.
Jangan takut mengakui bahwa diri kita
tidaklah sempurna. Ketidaksempurnaan inilah
yang merupakan sulaman benang rapuh untuk
mengikat kita satu sama lain.
Jangan takut menghadapi risiko.
Anggaplah risiko sebagai
kesempatan kita untuk belajar
bagaimana menjadi berani.
Jangan takut belajar sesuatu. Ilmu
pengetahuan adalah harta karun
yang selalu dapat kita bawa ke mana
pun tanpa membebani.
Hidup bukanlah pacuan melainkan
suatu perjalanan di mana setiap tahap
sepanjang jalannya harus dinikmati.
S
e
k
a
d
a
r

r
e
n
u
n
g
a
n


Ketika rugi dipahami sebagai hilangnya modal, sementara modal
manusia adalah umur yang dimilikinya, maka manusia senantiasa
mengalami kerugian. Sebab, setiap saat dari waktu ke waktu
umur yang menjadi modalnya terus berkurang.
MERAWAT UKHUWAH
Saling menghargai
Saling percaya dan peduli
Saling menguatkan
Jangan ada benci di antara kita
Semaikan cinta dan sayang
Bicarakan jika ada gesekan
Open mind (memiliki pikiran yang terbuka)
Berbeda tapi tetap bersatu