Anda di halaman 1dari 52

OLEH :

UNIT DIKYASA SAT LANTAS RESTA BEKASI KOTA


POLRI RESOR KOTA BEKASI KOTA SATUAN LALU LINTAS
1. UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NO. 2
TAHUN 2002 TENTANG KEPOLISIAN NEGARA
REPUBLIK INDONESIA.
2. UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NO. 32
TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAH DAERAH.
3. UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NO. 22
TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN
ANGKUTAN JALAN.
4. PERATURAN PEMERINTA NO, 37 TH 2011 TENTANG
FORUM LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN.
5. KEPUTUSAN PRESIDEN NO. 70 TH 2012 TETANG
ORGANISASI DAN TATA KERJA KEPOLISIAN
NEGARA REPUBLIK INDONESIA.
Masalah lalu lintas sangat kompleks, hal ini disebabkan oleh beberapa
faktor, antara lain :
1. Faktor kendaraan
2. Faktor alam / lingkungan
3. Faktor manusia (displin pengemudi)
Untuk mewujudkan situasi lalin yg aman, selamat, tertib dan lancar
sebagaimana diamanatkan UU perlu didukung sikap dan prilaku
pengemudi yg sopan dan menjaga etika berlalu lintas yg harmonis saling
menghormati dan menghargai sesama pengguna jalan demi
keselamatan bersama.
MEWUJUDKAN LALIN dan ANGKUTAN
JALAN Yang SELAMAT, AMAN, CEPAT,
LANCAR, TERTIB, NYAMAN dan
TERATUR.

MEMADUKAN METODE TRANSPORTASI
LAINNYA DALAM SATU KESATUAN
SISTEM TRANSPORTASI NASIONAL.

JANGKAU SELURUH PELOSOK WIL,
DARATAN UNTUK TUNJANG PEMERA
TAAN, PERTUMBUHAN dan STABILITAS,
SERTA SBG PENDORONG, PENGGERAK
dan TUNJANG BANG NAS
PENGEMUDI RANMOR WAJIB
1. MAMPU MENGEMUDIKAN RANMOR DG WAJAR
2. MENGUTAMAKAN KESELAMATAN PEJALAN KAKI
3. MENUNJUKAN STNK, SIM, STUK.
4. MEMATUHI KETENTUAN :
KELAS JALAN
RAMBU RAMBU / MARKA
ALAT PEMBERI ISYARAT LALIN
WAKTU KERJA dan ISTIRAHAT
GERAKAN LALU LINTAS
PARKIR
SYARAT TEHNIK dan LAIK JALAN
GUN RANMOR
LARANGAN BUNYI / SINAR
KEC MAKS / MIN.
TATA CARA ANGK ORANG / BARANG
TATA CARA GANDENGAN
SABUK PENGAMAN.
Untuk menjamin terwujudnya Kamseltibcar lantas ada beberapa kewajiban
Pengemudi.
SETIAP PENGEMUDI KENDARAAN BERMOTOR
WAJIB MEMILIKI SURAT IJIN MENGEMUDI ( SIM )
Sebagai bukti yg diberikan Polri kpd seseorang yg telah memenuhi
persyaratan administrasi, sehat jasmani & rohani, memahami peraturan
lalu lintas dan terampil mengemudikan kendaraan bermotor.
2. SETIAP ORANG YANG
MENGEMUDIKAN KENDARAAN
BERMOTOR DI JALAN YANG
TIDAK DAPAT MENUNJUKKAN
SURAT IZIN MENGEMUDI YANG
SAH SEBAGAIMANA DIMAKSUD
DLM PSL.106 AYAT 5 HURUF B
DIPIDANA DENGAN PIDANA
KURUNGAN PALING LAMA 1
BULAN DAN / DENDA PALING
BANYAK Rp. 1.000.000,- ( SATU JUTA
RUPIAH ).
Pengemudi yg tdk dapat
Menunjukkan SIM pada saat
Mengemudikan kendaraan
Merupakan tindakan melanggar
Peraturan lalu lintas dan
Mendapat sanksi hukum
1. SETIAP RANMOR YG DIOPERASIKAN WAJIB DI
DAFTARKAN.

2. SEBAGAI TANDA BUKTI PENDAFT DIBERIKAN
BUKTI PENDAFT RANMOR , PERUBAHAN
IDENTITAS RANMOR / PEMILIK, PERPANJANGAN
RANMOR DAN PENGESAHAN RANMOR
KANTOR
SAMSAT
Administrasi Kendaraan Bermotor setiap kendaraan bermotor wajib
didaftarkan sebagai tanda diberikan STNK dan Plat Nomor Kendaraan
1. PERINGATAN ( KUNING)
MENYATAKAN PERINGATAN / TEMPAT
BAHAYA

2. LARANGAN (MERAH)
MENYATAKAN PERBUATAN YG
DILARANG DILAKUKAN OLEH PEMAKAI
JALAN.

3. PERINTAH (BIRU)
MENYATAKAN PERINTAH YG WAJIB
DILAKUKAN OLEH PEMAKAI JALAN

4. PETUNJUK (BIRU, COKLAT, HIJAU)
MENYATAKAN PETUNJUK :
JURUSAN
JALAN
SITUASI
KOTA
PENGATURAN
FASILITAS
DLL
Rambu lalu lintas adl salah
satu alat perlengkapan jalan
dlm bentuk tertentu yg memuat
lambang, huruf, angka, dan /
perpaduan diantaranya yg
digunakan utk memberikan
peringatan, larangan, perintah
& petunjuk bagi pemakai jalan.
BERFUNGSI MENGATUR, MEMPERINGATKAN dan
MENUNTUN PEMAKAI JALAN

1. MARKA MEMBUJUR
GRS UTUH (DILARANG MELINTASI)
GRS PUTUS( BOLEH MELINTAS)
GRS GANDA UTUH & PUTUS2
GRS GANDA UTUH & UTUH

2. MARKA MELINTANG.
GRS UTUH ( BATAS BERHENTI / STOP LINE )
GRS PUTUS (BATAS MEMBERI KESEMPATAN )

3. MARKA SERONG ( PARKIR )

4. MARKA LAMBANG
PANAH
SEGI TIGA
TULISAN
Marka Jalan adl tanda
lalu lintas yg digambar
dg cat atau lain-lain
pada permukaan jalan
dg maksud untuk
memberi petunjuk
pada para pengendara.
(Pasal 106 (4) a ( UULAJ)
MENYALAKAN LAMPU
PADA SIANG HARI
PASAL 107 No. 22 / 2009
1. PENGEMUDI KENDARAAN BERMOTOR WAJIB MENYALAKAN LAMPU UTAMA.
YG DIGUNAKAN DI JALAN PD MALAM HARI ( Pasal 107 (1) No. 22/2009 )
2. PENGEMUDI SEPEDA MOTOR SELAIN MEMATUHI KETENTUAN SEBAGAI
MANA DIMAKSUD PD AYAT (1) WAJIB MENYALAKAN LAMPU PADA SIANG
HARI ( Pasal 107 (2) No. 22/2009 )
PSL 103 ULAJ NO. 22 / 2009
LAMP 3 WARNA
MERAH
KUNING
HIJAU
MENGATUR KEND
MERAH
KUNING
LAMP 2 WARNA
MENGATUR
PEJL KAKI
MERAH
atau
KUNING
LAMP 1 WARNA
BERKEDIP
MEMBERI
PERINGATAN
BAHAYA
APIL adalah peralatan teknis berupa isyarat lampu yg dapat dilengkapi dgn
bunyi utk memberi peringatan atau mengatur lalu lintas orang dan / kendaraan
di persimpangan, persilangan sebidang ataupun pada ruas jalan.
NO. KLS KENDARAAN KETERANGAN
JALAN PANJANG LEBAR BERAT

1. I 1.800 Cm 250 Cm 10 Ton ARTERI
2. II 1.800 Cm 250 Cm 10 Ton ARTERI
3. IIIA 1.800 Cm 250 Cm 8 Ton ARTERI / KOLEKTOR
4. IIIB 1.200 Cm 250 Cm 8 Ton KOLEKTOR
5. IIIC 900 Cm 210 Cm 8 Ton LOKASI
Untuk keperluan pengaturan penggunaan & pemenuhan kebutuhan angkutan,
jalan dibagi dlm beberapa kelas didasarkan pd kebutuhan transportasi dgn
mempertimbangkan muatan sumbu terberat & konstruksi jalan yg ada.
JALAN KELAS I, II, III - A
KEND BUS / BARANG, SPD MOTOR 100 KM / JAM
KERETA GANDENG 80 KM / JAM

JALAN KELAS III B 80 KM / JAM

JALAN KELAS III C 60 KM / JAM

JALAN KELAS II, III A 70 KM / JAM
JALAN SEKUNDER 60 KM / JAM

JALAN KELAS III B
JALAN SEKUNDER 50 KM / JAM

JALAN KELAS III C
JALAN SEKUNDER 40 KM / JAM
1. UNTUK MENJAMIN KESELAMATAN
LALU LINTAS ANGKUTAN JALAN,
PERUSAHAAN ANGK UMUM WAKIB
PATUHI KETENTUAN, WAKTU KERJA
dan WAKTU ISTIRAHAT BAGI
PENGEMUDI.

2. KETENTUAN TERSEBUT DIATUR
LEBIH LANJUT DENGAN
PERATURAN PEMERINTAH
UNTUK KAMTIBCAR LANTAS DAN ANGKUTAN
JALAN, SETIAP PENGGUNA JALAN WAJIB :

1. BERPRILAKU TERTIB, CEGAH HAL HAL YANG
DAPAT MERINTANGI, MEMBAHAYAKAN DAN
MENIMBULKAN KERUSAKAN JALAN DAN
BANGUNAN.

2. PENGEMUDI DAN PEMILIK KENDARAAN
BERTANGGUNG JAWAB THD KENDARAAN DAN
MUATAN YANG DI TINGGAL DI JALAN.
1. PENGEMUDI YANG TERLIBAT LAKA LANTAS WAJIB :
- MENGHENTIKAN KENDARAANNYA
- MENOLONG KORBAN
- MELAPOR PADA POLISI YG TERDEKAT

2. OLEH KARENA DLM KEADAAN MEMAKSA TETAP DI
WAJIBKAN MELAPOR POLISI TERDEKAT.
PENGEMUDI RANMOR
BERTANGGUNG JAWAB ATAS
KERUGIAN YG DIDERITA
OLEH PENUMPANG / PEMILIK
BARANG / PIHAK KETIGA, YG
TIMBUL KARENA KELALAIAN
ATAU KESALAHAN
PENGEMUDI DLM
MENGEMUDIKAN
KENDARAAN.
TIDAK MENANGGUNG ATAS SEGALA RESIKO
AKIBAT KECELAKAAN APABILA :
A. KEADAAN MEMAKSA TDK DPT
DIELAKKAN
B. DISEBABKAN PERILAKU
KORBAN SENDIRI
C. GERAKAN ORANG / HEWAN
WALAUPUN SDH DILAKUKAN
UPAYA PENCEGAHAN
BARANG SIAPA TERLIBAT LAKA LANTAS
TDK MENGHENTIKAN KEND, TDK
TOLONG KORBAN DAN TDK LAPOR POLISI
DI PIDANA :
- KURUNGAN PALING LAMA 6 BLN
- DENDA SETINGGINYA Rp. 6 Jt
1. FAKTOR MANUSIA
TDK DISIPLIN
LELAH / NGANTUK
MABOK
DAYA REAKSI KURANG BAGUS / TDK CEKATAN
DLM HADAPI MASALAH
TDK WASPADA SAAT MENDAHULUI / DIDAHULUI.
EMOSIONAL / JIWA LABIL ( KEJAR SETORAN )
TDK PATUHI RAMBU2 / LANGGAR LANTAS
KURANG TRAMPIL ( SOPIR TEMBAK )

2. KENDARAAN / ALAM
PECAH BAN
REM BLONG
HUJAN
KABUT
LICIN
PASAL 108 No. 22 / 2009
MELEWATI KEND
DI DEPANNYA
MENGAMBIL JALUR
JALAN SEBELAH KIRI
DITUNJUK/ DITETAPKAN PETUGAS
YG BERWENANG DIGUNAKAN
SBG JALUR KIRI YG BERSIFAT
SEMENTARA
Tata cara berlalu lintas di jalan dengan mengambil lajur sebelah kiri
( Pasal 108 (1) PP 22 / 2009 )
PASAL 108 (3) No. 22 / 2009
MELEWATI KEND
DI DEPANNYA
MENGAMBIL JALUR
JALAN SEBELAH KIRI
DITUNJUK/ DITETAPKAN PETUGAS
YG BERWENANG DIGUNAKAN
SBG JALUR KIRI YG BERSIFAT
SEMENTARA
SEPEDA MOTOR, KENDARAAN BERMOTOR YG KECEPATANNYA RENDAH, MOBIL
BARANG DAN KENDARAAN TIDAK BERMOTOR BERADA PADA LAJUR SEBELAH
KIRI ( Pasal 108 (3) No. 22 / 2009 )
PASAL 52 PP. No. 43 TH 1993
PANDANGAN BEBAS dan
MENJAGA RUANG YANG CUKUP
MENGAMBIL LAJUR
atau JALUR KANAN
DARI KEND YG DI LEWATI
JALUR ATAU LAJUR
KIRI MACET
BELOK
KIRI
Pastikan anda memiliki pandangan bebas dan menjaga ruang yang cukup pada saat
melewati kendaraan lain ( Pasal 52 (1) PP 43/1993 )
HALTE BUS
PENGEMUDI HARUS MEM
PERLAMBAT KENDARAANNYA BILA
KEND UMUM SEDANG NAIK
TURUNKAN PENUMPANG
KEND TDK BERMOTOR YG DITARIK HEWAN,
HEWAN YG DI TUNGGANGI atau
HEWAN YG DI GIRING
Gunakanlah lajur kanan pada saat anda mendahului
( Pasal 110 (1) No. 22/ 2009 )
PASAL 110 (1) No. 22 / 2009
HALTE BUS
BUS SEKOLAH
PENGUMUDI NYALAKAN
LAMPU BERHENTI
WAJIB MENGHENNTIKAN
KENDARAANNYA
1. Nyalakan tanda lampu berhenti bila sedang menaikkan atau menurunkan
penumpang. ( Pasal 116 (1) No. 22 / 2009 )
2. Hentikan kendaran anda bila sedang berada di belakang kendaraan umum yg
sedang menaikkan / menurunkan penumpang. ( Pasal 116 (2) No. 22/2009 )
PASAL 116 (2) No. 22 TH 2009
X
KEND LAIN DI PERSIMPANGAN SEBIDANG
KEND LAIN YG SEDANG MEMBERI
KESEMPATAN PENYEBRANG JALAN
PENGEMUDI DILARANG MELEWATI
1. Dilarang melewati kendaraan lain di persimpangan / persilangan sebidang.
( Pasal 116a No.22/2009 )
2. Dilarang melewati kendaraan lain yang sedang memberi kesempatan menye-
berang kepada pejalan kaki / pengendara sepeda. ( Pasal 116b No.22/2009 )
PASAL 116 No. 22 TH 2009
PASAL .. 56 PP. No. 43 TH 1993
PENGEMUDI YANG AKAN DI LEWATI WAJIB
MEMBERIKAN RUANG GERAK YG CUKUP BG KEND
YG AKAN MELEWATI
MEMBERI KESEMPATAN ATAU MENJAGA KECEPATAN
SEHINGGA DAPAT DILEWATI DENGAN AMAN
1. Berikanlah ruang gerak yg cukup bagi kendaraan yg akan melewati anda.
( Pasal 56a PP 43/1993 )
2. Berikanlah kesempatan & tetaplah menjaga kecepatan pada saat didahului oleh
kendaraan lain. ( Pasal 54b PP 43/1993 )
PASAL ..57 PP. No. 43 TH 1993
(1) PENGEMUDI YG BERPAPASAN DG KEND LAIN
DARI ARAH BERLAWANAN PD JALAN DUA ARAH
HRS MEMBERIKAN RUANG GERAK YG CUKUP DI
KANAN KEND

(2) JIKA PENGEMUDI TERHALANG RINTANGAN HRS
MENDAHULUKAN KEND YG DATANG DARI
ARAH BERLAWANAN
1. Pada saat berpapasan, berikanlah ruang gerak yg cukup disebelah kanan
kendaraan anda . ( Pasal 57 (1) PP 43/1993 )
2. Bila terhalang oleh sesuatu rintangan / pemakai jalan yg lain, dahulukanlah
kendaraan yg datang dari arah berlawanan. ( Pasal 57 (2) PP 43/1993 )
PASAL ..58 PP. No. 43 TH 1993
PADA JALAN TANJAKAN ATAU MENURUN YG TDK
MEMUNGKINKAN BAGI KEND UTK SALING
BERPAPASAN, PENGEMUDI KEND YG ARAHNYA
TURUN HARUS MEMBERI KESEMPATAN JALAN
PADA KENDARAAN YANG MENANJAK
Berikanlah kesempatan pada kendaraan yg arahnya menanjak pada jalan yg tidak
memungkinkan utk saling berpapasan. Pasal 58 PP 43/1993 )
PASAL 112 No. 22 TH 2009
PENGEMUDI YG AKAN MEMBELOK ATAU BERBALIK ARAH
HRS AMATI SITUASI LALIN DEPAN SAMPING BELAKANG
DAN MEMBERIKAN ISYARAT
BELOK KIRI
LANGSUNG
1. Pengemudi kendaraan yang akan berbelok / berbalik arah wajib mengamati situasi lalin di depan,
di samping, dan di belakang kendaraan serta memberikan isyarat dengan lampu petunjuk arah /
isyarat tangan ( Pasal 112 (1) 22/2009 )
2. Pengemudi kendaraan yang akan berpindah lajur / bergerak ke samping wajib mengamati situasi
lalin di depan, di samping dan di belakang kendaraan serta memberikan isyarat.( Pasal 112 (2) 22/
2009 )
3. Pada persimpangan jalan yang dilengkapi alat pemberi isyarat lalin, pengemudi kendaraan dilarang
langsung berbelok kiri, kecuali ditentukan lain oleh rambu lalin / alat pemberi isyarat lalin. ( Pasal
112 (3) 22/2009 )
PASAL ..60 PP. No. 43 TH 1993
PENGEMUDI YANG AKAN MEMPERLAMBAT KENDARAANNYA,
HARUS MENGAMATI SITUASI LALU LINTAS DISAMPING DAN
BELAKANG KENDARAAN SERTA MEMPERLAMBAT KEND DENGAN
CARA YANG TIDAK MEMBAHAYAKAN KENDARAAN LAIN
1. Apabila akan memperlambat laju kendaraan, amati situasi lalu lintas & dengan
cara yg tidak membahayakan kendaraan lain.( Pasal 60 PP 43/1993 )
PASAL .61 PP. No. 43 TH 1993
km
(1) KEND JALUR KIRI KEC LEBUH RENDAH
(2) PINDAH JALUR AMAN LALIN BERI ISYARAT SEN
(3) KEND PATUHI RAMBU KEC.
(4) KEND MEMUTAR SEARAH JARUM JAM
1. Pada kecepatan rendah, gunakanlah lajur jalan paling kiri.
( Pasal 61 (1) PP 43/1993 )
2. Pada simpangan yg diatur dengan bunderan, gerakan lallu lintas searah jarum jam.
( Pasal 61 (4) PP 43/1993 )
PASAL .. 62 PP. No. 43 TH 1993
PENGEMUDI PADA WAKTU MENGIKUTI ATAU BERADA DI
BELAKANG KEND LAIN, WAJIB MENJAGA JARAK DENGAN KEND
YG BERADA DI DEPANNYA
Jaga jarak aman dengan kendaraan di depan.
( Pasal 62 PP 43/1993 )
PASAL 113 No. 22 TH 2009
PRIORITAS KEND YG
BERADA DI DEPANNYA
1. Pada saat mendekati persimpangan, perhatikan mereka yg mendapat hak utama
( Pasal 113 PP 22 / 2009 )
2. Berikanlah hak utama kepada kendaraan yg telah lebih dahulu berada di
persimpangan yg diatur dengan bundaran. ( Pasal 113 PP 22 / 2009 )
PASAL 113 No. 22 TH 2009
PADA PERSILANGAN SEBIDANG ANTAR JALUR KA DENGAN JALAN, PENGEMUDI HARUS
a. MENDAHULUKAN KERETA API
b. MEMBERIKAN HAK UTAMA KEPADA KENDARAAN TG LEBIH DAHULU MELINTASI REL
1. Berikanlah hak utama pada Kereta Api. ( Pasal 113 (2) PP 22 / 2009 )
2. Berikanlah hak utama pada kendaraan yang terlebih dahulu melintasi rel.
( Pasal 113(2) c PP 22 / 2009 )
PASAL 134 No. 22 TH 2009
URUTAN PRIORITAS

a. KEND PEMDAM KEBAKARAN
b. AMBULAN
c. KEND PERTOLANGAN LAKA LANTAS
d. KEND KEPALA NEGARA
e. IRING-IRINGAN JENAZAH
f. KONCVOI KEND ORANG CACAT
g. RANSUS
KENDARAAN YG MENDAPAT PRIORITAS SEBAGAIMANA DI
MAKSUD HARUS DENGAN PENGAWALAN PETUGAS YANG
BERWENANG ATAU DENGAN ISYARAT ATAU TANDA
TANDA LAIN
PASAL 120 No. 22 TH 2009
1. SETIAP JALAN DAPAT DIPERGUNAKAN SEBAGAI TEMPAT BERHENTI ATAU
PARKIR APABILA TIDAK DILARANG OLEH RAMBU RAMBU ATAU MARKA
ATAU TANDA LAIN ATAU TEMPAT TERTENTU.

2. TEMPAT TEMPAT TERTENTU SEBAGAI MANA DIMAKSUD DALAM AYAT (1) :
a. SEKITAR TEMPAT PENYEBRANGAN PEJALAN KAKI ATAU TEMPAT
PENYEBRANGAN SEPEDA YANG TELAH DI TENTUKAN.
b. PADA JALUR KHUSUS PEJALAN KAKI.
c. PADA TIKUNGAN TERTENTU.
d. DIATAS JEMBATAN.
c. PADA TEMPAT YANG MENDEKATI PERLINTASAN SEBIDANG DAN
PERSIMPANGAN.
f. DIMUKA PINTU KELUAR MASUK PEKARANGAN.
g. PADA TEMPAT YANG DAPAT MENUTUPI RAMBU RAMBU ATAU ALAT
PEMBERI ISYARAT LALU LINTAS.
h. BERDEKATAN DENGAN KRAN PEMADAM KEBAKARAN ATAU SUMBER
AIR SEJENIS.
PASAL 120 No. 22 TH 2009
(1). SETIAP KENDARAAN BERMOTOR ATAU KERETA GANDENGAN ATAU
TEMPELAN YANG BERHENTI ATAU PARKIR DALAM KEADAAN
DARURAT WAJIB MEMASANG SEGITIGA PENGAMAN, LAMPU ISYARAT
PERINGATANBAHAYA ATAU ISYARAT LAINNYA.

(2). KETENTUAN SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM AYAT (1) TIDAK
BERLEKU UNTUK SEPEDA MOTOR TANPA KERETA SAMPING.
PASAL 120 No. 22 TH 2009
(1) PARKIR KENDARAAN DI JALAN DILAKUKAN SECARA SEJAJAR
ATAU MEMBENTUK SUDUT MENURUT ARAH LALU LINTAS .
(2) KETENTUAN LEGIH LANJUT MENGENAI PARKIR KENDARAAN
SEBAGAI MANA DIMAKSUD DALAM AYAT (1), DIATUR DENGAN
KEPUTUSAN MENTERI
PARKIR MEMBENTUK SUDUT
PARKIR SEJAJAR ARUS LALIN
1. Dilarang berhenti dan parkir sembarangan perhatikan rambu-rambu yg ada.
( Pasal 120 PP 22 / 2009 )
2. Dilarang berhenti dan parkir pada tempat penyeberangan pejalan kaki /
tempat penyeberangan sepeda yg telah ditentukan. ( Pasal 120 PP 22 / 2009
3. Dilarang berhenti dan parkir pada jalur khusus pejalan kaki. ( Pasal 120 PP
22 / 2009 )
4. Dilarang berhenti dan parkir di tikungan. (Pasal 120 PP 22 / 2009)
5. Dilarang berhenti dan parkir di atas jembatan. (Pasal 120 PP 22/2009)
6. Dilarang berhenti dan parkir mendekati perlintasan sebidang dan
persimpangan. ( Pasal 120 PP 22/2009 )
7. Dilarang berhenti dan parkir di depan pintu keluar masuk pekarangan ( Pasal
120 PP 22/2009 )
8. Dilarang berhenti dan parkir yg dpt menutup Rambu atau Alat Pemberi Isyarat
Lalin. ( Pasal 120 PP 22 / 2009 )
9. Dilarang berhenti dan parkir dekat kran pemadam kebakaran atau sumber air
sejenis. ( Pasal 120 PP 22/2009 )
II. APA YANG HARUS DILAKUKAN SEBAGAI PENGENDARA
KENDARAAN BERMOTOR
A. Sebelum Berkendara
1. Pastikan kondisi fisik sehat (tidak lelah, ngantuk atau sakit)
2. Siapkan surat surat penting (STNK, SIM, dan KTP)

B. Persiapan Kendaraan
1. Cek dan pastikan semua komponen mesin berfungsi dengan
baik (gas, rem, kopling, dll)
2. Cek ban, oli, dan air radiator cukup
3. Cek tekanan ban cukup
C. Selama di Perjalanan
1. Perhatikan situasi pada saat keluar ke jalan raya
2. Perhatikan rambu-rambu dan taati aturan lalu lintas
3. Selalu memperhatikan batas kecepatan dan menjaga jarak
aman
4. Peduli terhadap keselamatan lalu lintas diri sendiri dan
orang lain

D. Selama di Perjalanan
1. Tingkatkan kewaspadaan pada saat melewati persimpangan
2. Pada saat lampu berwarna kuning kurangi kecepatan
3. Pada saat lampu berwarna merah tetap berhenti di belakang
garis stop

TIP AMAN DI JALAN TOL
1. JAGA JARAK AMAN DENGAN KENDARAAN
YANG BERADA DI DEPAN

2. PATUHI KECEPATAN MAKSIMAL UNTUK
JALAN TOL

3. TIDAK BERKENDARAAN DENGAN ZIG ZAG.

4. TIDAK BERPINDAH LAJUR SECARA
MENDADAK.

5. TIDAK MENGGUNAKAN BAHU JALAN BILA
TIDAK DALAM KEADAAN DARURAT
TIP AMAN SAAT BERADA
DI PERSIMPANGAN
1. KURANGI KECEPATAN BILA SUDAH MENDEKATI
PERSIMPANGAN
2. BERHENTI DIBELAKANG GARIS STOP / ZEBRA CROSS
3. PERHATIKAN LAJUR ANDA:
AMBIL LAJUR KANAN BILA AKAN BELOK KANAN
AMBIL LAJUR KIRI BILA AKAN BELOK KIRI
4. PERHATIKAN SEKELILING ANDA SEPERTI PEDAGANG
ASONGAN / PENGAMEN YANG BERGEROMBOL.
TIP AMAN DI PERLINTASAN
KERETA API
1. KURANGI KECEPATAN MENDEKATI PERLINTASAN DAN
BERSABAR MENUNGGU ANTRIAN

2. PERHATIKAN JARAK KENDARAAN DENGAN KENDARAAN
YANG ADA DI DEPAN.

3. HINDARI SALING MENDAHULUI SEWAKTU MELINTASI PINTU
PERLINTASAN KERETA API.

4. TETAP WASPADA BILA ADA ORANG YANG MENDEKATI
DENGAN GERAK GERIK YANG MENCURIGAKAN.

5. TUTUP SEMUA KACA DAN PINTU KENDARAAN.

6. BILA ANDA TERANCAM BAHAYA BUNYIKAN KLAKSON
SEKERAS KERASNYA UNTUK MENARIK PERHATIAN
ORANG LAIN

1. WASPADAI SITUASI YANG ADA DI DEPAN ANDA
SEPERTI KENDARAAN BERHENTI, ROMBONGAN
PEJALAN KAKI
2. AMBIL POSISI YANG TEPAT SEWAKTU MENDAHULUI.
3. EKSTRA PENGAMATAN SAAT MENDEKATI
PERSIMPANGAN.
4. BERHENTI DAN PARKIR DI TEMPAT YANG AMAN.
5 JANGAN MENYALAKAN LAMPU JAUH SEWAKTU
BERPAPASAN.
6. BERHATIKAN RAMBU RAMBU YANG ADA SEPERTI
JALAN BERLIKU, TIKUNGAN TAJAM DLL
7. HATI HATI DAN JANGAN NGEBUT MENGINGAT
JARAK PANDANG KITA TERBATAS


TIP AMAN MENGEMUDI
MALAM HARI