Anda di halaman 1dari 11

BAB 1.

PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Dewasa ini, teknologi semakin berkembang, begitu pula dengan teknologi
yang dibenamkan pada TV. Saat ini dipasaran TV HD (High Definition)
selebar 80 inchi dengan ketebalan hanya seperempat inchi. TV tersebut juga
hanya mengkonsumsi daya kurang dari daya TV konvensional. Pada
kesempatan kali ini, TV yang akan kita bahas adalah TV dengan teknologi
OLED (Organic Light-Emitting Diodes). OLED adalah komponen yang terdiri
dari film tipis yang berasal dari molekul organik yang dapat menciptakan
cahaya berkat adanya rangkaian listrik. OLED dapat memberikan cahaya yang
lebih terang dan jelas ketika disematkan paa perangkat elektronik dan
menggunakan daya lebih sedikit dibandingkan teknologi LED (Light Emitting
Diodes) konvensional atau LCD (Liquid Crystal Displays) yang digunakan
saat ini.
1.2.Tujuan
1. Menjelaskan tentang struktur OLED
2. Menjelaskan cara kerja OLED
1.3.Ruang Lingkup Materi
Dalam memenuhi tujuan diatas, hal berkaitan yang akan dibahas adalah
seputar polimer yang digunakan pada OLED.


BAB 2.
METODOLOGI





Pengumpulan
literatur
Pembelajaran
literatur
Penguraian
tujuan
Intepretasi dan
analisa
BAB 3.
PEMBAHASAN
3.1.Struktur OLED
Sebuah Organic Light-Emitting Diodes (OLED) terdiri dari beberapa
lapisan organik semikonduktor di antara dua elektroda, minimal salah satunya
transparan. Dua struktur perangkat sederhana ditunjukkan pada gambar 1: a
divais mengemisikan cahaya pada satu sisi (kiri) pada sisi transparan dan
memancarkan cahaya ke atas dan ke bawah (kanan). Perangkat ini dibuat
dengan berurutan lapisan organik pada substrat diikuti oleh elektroda
konduktif lain. Sebuah struktur perangkat umum terdiri dari substrat kaca
dilapisi dengan oksida indium timah (ITO) anoda transparan dan film logam
tipis buram sebagai katoda.

Gambar 1. Struktur sederhana perangkat organik pemancar cahaya. Di sebelah kiri,
satu-sisi "bottom-emitting". Di sebelah kanan, sebuah perangkat yang dapat
memancarkan di kedua arah dan muncul transparan ketika dimatikan.
[1]


Tumpukan lapisan organik dan elektroda lebih tipis dari 1 m. Dua kelas
bahan organik yang biasa digunakan untuk perangkat organik pemancar
cahaya: zat polimer dan "bahan molekul kecil" yang tidak menunjukkan setiap
orientasi properti dan membentuk film amorf. Salah satu aspek yang menarik
dari Optoelektronik berbasis organik adalah kemungkinan untuk
menggunakan pencetakan lapisan sederhana atau teknik endapan basah untuk
fabrikasi hemat biaya untuk skala besar. Saat ini, ini hanya berlaku untuk
polimer organik, sedangkan teknik penguapan masih harus diterapkan untuk
molekul kecil.
[1]

Lapisan organik harus dilindungi dari udara karena mereka sensitif
terhadap kelembaban dan oksigen dan membusuk bila terpapar. Sebuah teknik
enkapsulasi yang mungkin ditunjukkan pada Gambar 2. Sebuah lapisan oksida
amorf tipis tapi padat disimpan di katoda menyediakan penghalang
penyerapan yang cukup. Karena ketipisannya ini enkapsulasi film tipis (TFE)
harus dilindungi dari kerusakan mekanis, misalnya dengan laminating lapisan
kaca tambahan di atasnya, dengan menerapkan lapisan pernis, dll.
[1]


Gambar 2. Thin-film encapsulation (TFE)
[1]


Komponen OLED
Pada dasarnya, sebuah OLED terdiri dari beberapa bagian, yaitu:
[2]

1. Substrat merupakan medium sejenis kaca plastik atau foil. Tujuan substrat
untuk mendukung cara kerjanya OLED.
2. Anoda medium ini bersifat transparan, dimana anoda berfungsi untuk
memindahkan elektron (membuat lubang elektron) ketika arus mengalir
melalui perangkat.
3. Organic Layer lapisan ini terbua dai molekul organik atau polimer.
4. Conductive Layer lapisan ini terbua dari molekul plastik organik yang
memindahkan lubang dari anoda. Salah satu polimer yang digunakan
dalam lapisan ini adalah polianilin.
5. Emissive layer lapisan ini terbuat dari molekul plastik organik (yang
berbeda dari conducting layer) yang memindahkan electron dari katoda.
Ini merupakan tempat dimana cahaya dibuat. Salah satu polimer yang
digunakan dalam lapisan ini adalah polyflurene.
6. Katoda, medium ini bisa berbentuk transparan atau tidak tergantung pada
jenis OLEDnya. Katoda akan menyuntikkan elektron ketika arus mengalir
melalui perangkat.

Gambar 3. Komponen OLED
[2]


Perbedaan antara polimer dan molekul kecil untuk lapisan organik
Pada polimer, elektron dan lubang datang dan berekombinasi di sepanjang
rantai polimer. Sedangkan pada moekul kecil, elektron dan hole terpisah
sejauh >> 10 nm. Sehingga perlu lapisan tambahan yang dapat
mempertemukan elektron dan lubang agar terjadi pancaran cahaya. Dapat
dilihat dari perbedaan struktur OLED dengan polimer dan molekul kecil.


(a) (b)
Gambar 4. (a) Struktur OLED dengan polimer. (b) Struktur OLED dengan molekul
kecil
[4]


Teknologi yang digunakan untuk membuat lapisan polimer organik dan
molekul kecil juga berbeda. Untuk membuat polimer organik dapat
menggunakan cara spin-coating. Sedangkan membuat molekul kecil dengan
menggunakan teknologi evaporating.
Spektrum emisi khas dari molekul organik sangat luas. Seperti yang
dinyatakan sebelumnya, warna emisi bergantung properti material. Dengan
demikian, total emisi dapat disetel untuk hampir semua warna, termasuk putih
pada setiap suhu warna, dengan menumpuk beberapa lapisan memancarkan
berbeda dalam satu perangkat.

Gambar 5. Polimer yang digunakan dalam lapisan (multilayer atau single) untuk
memancarkan berbagai warna
[3]


Hal ini dimungkinkan karena lapisan organik hampir transparan dalam kisaran
pengelihatan spektral. Kebanyakan OLED putih mengandung merah, hijau
dan lapisan emisi biru untuk menciptakan cahaya putih berkualitas tinggi.
[1]

Teknik fabrikasi
Dengan menggunakan spin-coating, polimer dilarutkan dalam pelarut.
Kemudian diteteskan pada substrat, substrat diputar, didiamkan selama
beberapa saat agar pelarut menguap. Untuk melakukan beberapa lapisan dapat
dilakukan pelapisan kedua setelah lapisan pertama kering dan seterusnya.
Sedangkan teknik ink-jet fabrikasi tidak perlu dilakukan pelapisan berulang-
ulang. Tetapi multilayer dapat dijadikan satu lapisan dengan berbagai blok-
blok polimer atau warna tertentu.

(a)

(b)
Gambar 6. Teknik fabrikasi polimer organik. (a) Spin-coating. (b) Ink-Jet
Fabrication
[3]


3.2.Cara kerja OLED
OLED memancarkan cahaya dengan cara yang mirip dengan LED, melalui
proses yang disebut electrophosphorescence. Prosesnya adalah sebagai
berikut. Sumber daya atau baterai dari perangkat yang berisi OLED
menghasilkan tegangan buat OLED. Kemudian arus listrik mengalir dari
katoda ke anoda melalui lapisan organik (arus listrik adalah aliran elektron).
Disini katoda membuat elektron berpindah ke emissive layer dari molekul
organik. Sedangkan anoda memindahkan elektron dari conductive layer dari
molekul organik. Ini sama dengan membuat lubang electron pada conductive
layer. Batas antara emissive layer dan conductive layer, membuat elektron
menemukan lubang elektron tersebut. Jadi, ketika elektron menemukan sebuah
lubang electron, elektron mengisi lubang tersebut. Ketika ini terjadi, elektron
memberikan energi dalam bentuk foton cahaya. Akibat serangkaian kejadian
tadi, OLED dapat memancarkan cahaya. Sedangkan warna yang dihasilkan
akan bergantung pada jenis molekul organik pada emissive layer. Digunakan
beberapa jenis film organik pada OLED yang sama untuk dapat membuat
warna menjadi terlihat. Sedangkan intensitas cahaya bergantung pada jumlah
arus listrik yang digunakan. Semakin besar arusnya, semakin jelas warnanya.
[2]


Gambar 7. Cara kerja OLED menghasilkan cahaya
[2]


Muatan melompat dari situs ke situs pada rantai polimer. Ada penghalang
untuk melompat antara situs. Probabilitas lompatan tergantung pada suhu,
medan listrik, pemisahan molekul dan tingkat gangguan dalam film. Elektron
dan lubang bergabung kembali membentuk salah satu triplet atau singlet
eksitasi. Singlet dapat meluruh untuk memancarkan cahaya dalam bahan
fluorescent dan phosphorescent. Triplet hanya dapat meluruh untuk
memancarkan cahaya di bahan phosphorescent (energi yang lebih rendah)
peluruhan non-radiasi (thermal) akan hadir dalam materi apapun. Statistik
putaran menunjukkan rasio 3:1 triplet: singlet - Belum tentu berlaku untuk
semua bahan. Hubungan antara efisiensi dan faktor pengendali
[4]







BAB 4.
SIMPULAN
Polimer dapat digunakan untuk perangkat Organic Light-Emitting Diodes
(OLED). Sebuah dioda pemancar cahaya organik (OLED) terdiri dari beberapa
lapisan polimer organik terjepit di antara dua elektroda, setidaknya salah satu dari
elektrodanya transparan.
Polimer organik ini dapat membawa elektron dan lubang sepanjang rantai
polimer hingga bertemu. Elektron dan lubang muncul akibat arus yang mnegalir
dari katoda ke anoda. Pertemuan antara elektron dan hole akan menyembabkan
pancaran cahaya. Warna yang dipancarkan bergantung dengan polimer yang
digunakan.




DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2012. Introduction to OLED Technology. www.osram.com/oled
Alfian, Mizan. 2011. Cara Kerja OLED.
http://mizan92.wordpress.com/2011/11/18/cara-kerja-oled/
Wenning, Christian. ____. Polymer LEDs
Doust, Alexander. 2011. Polymer OLED Materials and Device Operation.
www.cdtltd.co.uk/polymer_OLED_materials_and_device_operation