Anda di halaman 1dari 28

BAB I

STATUS PASIEN

IDENTITAS PASIEN
Nama : Aldi Herman
Umur : 13 thn
Alamat : Jl. Sungai buntu pedes rtr! ""#"$
Pe%er&aan : Pela&ar
Status : 'elum (eni%ah
Agama : Islam
Su%u : Sunda
N). *( : ""+,-3-$

ANAMNESA
Diambil se.ara Aut) dan all)anamnesa )leh pasien sendiri/ a0ah/ dan
paman pasien
1eluhan Utama : 1a%i lemas tida% bisa untu% berdiri.
*i!a0at Pen0a%it Se%arang
Pasien datang dengan %eluhan %a%i lemas tida% bisa berdiri se&a% 3
bulan 0ang lalu. Pasien mengata%an %a%in0a masih bisa digera%an se.ara
a%ti2 namun &i%a dipa%ai untu% berdiri pasien tida% bisa dan pasien ter&atuh.
$ bulan sebelum masu% rumah sa%it pasien mengata%an merasa n0eri
pada daerah punggung. # bulan sebelum masu% rumah sa%it pasien
mengeluh punggungn0a mulai beng%a% dan n0eri pasien pergi %e
Pus%esmas namun han0a diberri%an )bat untu% penghilang n0eri. 3 bulan
0ang lalu ter&adi %elemahan pada %edua tung%ai/ %emudian pasien pergi
%e *S.1ara!ang dan %emudian di ru&u% untu% ber)bat %e *S. 3atma!ati.
Di *S. 3atma!ati dila%u%an pemeri%saan mant)u4 tes dan hasiln0a
1
p)siti2. Selan&utn0a pasien diberi%an beberapa )bat 0ang harus diminum
setiap hari dan tida% b)leh berhenti dan pasien mengata%an setelah
minum )bat tersebut urin pasien ber!arna %emerahan 56AT7.
*i!a0at Pen0a%it Dahulu
8 Pasien pernah mengalami %e.ela%aan 9 : bulan 0ang lalu. Pasien
ter&atuh dari m)t)r. Namun tida% ada %eluhan apa8apa/ sehingga
tida% mendapat%an peng)batan.
8 Pada usia # tahun pasien pernah ter&atuh dari gend)ngan ibu n0a/
saat itu pasien dalam p)sisi didu%ung )leh ibun0a 0ang sedang
men.u.i. Namun dibiar%an sa&a.
8 Pasien tida% memili%i ri!a0at alergi ma%anan dan )bat8)batan
8 Tida% ada ri!a0at %era.unan ma%anan
8 Se&a% %e.il pasien &arang sa%it/ %alau pun sa%it han0a batu%8batu%
biasa sa&a.
*i!a0at Peng)batan
8 Pada tanggal -; 6%t)ber -""+
Pasien di diagn)sa dengan T' tulang dan diberi%an terapi:
INH 1 < 3"" mg
*i2ampisin 1 < ;"" mg
P=A - < ;"" mg
Ethambut)l - < ,"" mg
8 Pada tanggal + N)>ember -""+
Pasien mendapat terapi 0ang sama:
INH 1 < 3"" mg
*i2ampisin 1 < ;"" mg
P=A - < ;"" mg
Ethambut)l - < ,"" mg
8 Pada tanggal -3 N)>ember -""+
2
Terapi lan&utan berupa:
INH - < 3"" mg
P=A - < $," mg
Ethambut)l - < ;"" mg
'erat badan pasien nai% 3 %g 5dari #$8," %g7
8 Pada tanggal -: Desember -""+
Terapi lan&utan berupa:
INH - < 3"" mg
P=A - < $," mg
Ethambut)l - < ;"" mg
8 Pada tanggal 1+ Januari -"1"
Pasien di %)nsul%an untu% ren.ana )perasi
*i!a0at Pen0a%it 1eluarga
8 Dalam %eluarga pasien tida% ada 0ang memili%i ge&ala pen0a%it
0ang sama.
8 Nene% pasien pernah batu%8batu% 0ang lama saat pasien masih
se%)lah SD/ %emudian nene% pasien meninggal.
*i!a0at %elahiran
Pasien lahir .u%up bulan/ melalui pr)ses per>aginam/ berat badan
dan tinggi badan lahir n)rmal 5)rang tua pasien lupa pastin0a berapa7.
Pr)ses %elahiran pasien dibantu )leh bidan.
*i!a0at tumbuh %embang
A0ah pasien mengata%an bah!a ri!a0at tumbuh %embang pasien
bai% %arena selalu diperi%sa%an %e Pus1es(as
*i!a0at (a%anan.
3
Pasien diberi%an ASI hingga usia # bulan/ setelah itu sudah mulai
di.ampur dengan susu pengganti asi.
*i!a0at immunisasi
Paman pasien mengata%an immunisasi 0ang didapat pasien telah
leng%ap/ hal ini di%arena%an ibu pasien ra&in %)ntr)l %e pus%esmas.
PEMERIKSAAN FISIK
Status generalis
1eadaan umum :
1esadaran : .)mp)s mentis
Tinggi badan : 1#$ .m
'erat badan : ,, %g
Si%ap pasien : %))perati2
Tanda >ital
Te%anan darah : 11"$" mmHg
Nadi : :" %alimenit
Perna2asan : 1; %alimenit
Suhu tubuh : 3;/,
6
?
1epala
'entu% : n)rm).ephali
*ambut : !arna hitam/ distribusi merata/ tida% mudah di.abut
(ata
1)n&ungti>a anemis 5887
S%lera i%teri% 5887
Telinga
'entu% n)rm)tia/ se%ret 5887/ darah 5887/ liang telinga hiperemis 587/
%edua membrane timpani inta%/ re2le% .aha0a 5@@7
Hidung
Tida% ada septum de>iasi
(u%)sa hidung ber!arna merah muda
4
(ulut dan tengg)r)%an
(u%)sa mulut ber!arna merah muda/ tengg)r)%an tida% hiperemis.
Tida% terdapat pembesaran t)nsil.
Aeher
Tida% teraba 1B' 0ang membesar.
Th)ra4
Paru:
Inspe%si: Pergera%an dada saat pernapasan simetris/ tida%
terdapat retra%si sela iga.
Palpasi: Tida% terdapat n0eri te%an/ C)%al 2remitus simetris.
Per%usi: se.ara sistematis terdengar s)n)r pada seluruh
daerah lapang paru.
Aus%ultasi: DheeEing 88/ *)n.hi 88
Jantung
Aus%ultasi: 'un0i &antung I dan II n)rmal/ tida% terdapat
bun0i &antung tambahan.
Abd)men
Inspe%si: 'entu% abd)men n)rmal/ tida% membun.it/ dan &uga tida%
.e%ung. Tida% tampa% adan0a massa 0ang men)n&)l.
Palpasi: Dinding abd)men teraba supel/ n0eri te%an negati2. N0eri
lepas negati2.
Per%usi: Se.ara sistematis terdengar timpani.
Aus%ultasi: 'ising usus 5@7 n)rmal
Inguinal
Tida% teraba pembesaran 1B' di inguinal
5
E%stremitas
A%ral hangat /tida% ada sian)sis a%ral/ )edem
1e%uatan )t)t
Pr) )perasi
,,,, ,,,,
3333 3333
P)st )perasi
,,,, ,,,,
"""" """"
*e2le%s
3isi)l)gis negati2
Pat)l)gis:
'abins%i p)siti2/ ?had)% p)siti2/
Sens)ri%
Hiperestesi di %edua tung%ai.
Status A)%alis
6
Inspe%si:
Tampa% adan0a gibus tepat pada daerah >ertebra th)ra%al. Tida%
hiperemis.
Palpasi:
7
Teraba gibus dengan %)nsistensi luna%/ permu%aan rata/ N0eri
te%an pada daerah gibus dan se%itarn0a negati2.
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Tanggal -; )%t)ber -""+
Aeu%)sit 1".,"" 5F/ N G ,"""81""""7
Aainn0a dalam batas n)rmal
Tes mant)u4 p)siti2 51, < -" mm7
Tanggal 3 2ebruari -"1"
Hb +/# 5H/ N G 13/- I 1$/37
Aeu%)sit 1".-"" 5F/ N G ,"""81""""7
Aainn0a dalam batas n)rmal
Tanggal # 3ebruari -"1"
Hb :/, 5H/ N G 13/- I 1$/37
Aainn0a dalam batas n)rmal
Tanggal $ 3ebruari -"1"
Hb +/1 5H/ N G 13/- I 1$/37
Aainn0a dalam batas n)rmal
Tanggal 1" 3ebruari -"1"
Hb 1"/, 5H/ N G 13/- I 1$/37
Aainn0a dalam batas n)rmal
Tanggal 1# 2ebruari -"1"
Hb 1-/" 5H/ N G 13/- I 1$/37
Tr)mb)sit : -,-."""
?*P 5@7
IgB Anti T' 587
PEMERIKSAAN ANJURAN
3)t) *)ntgen Th)ra4 dan Certebra Th)ra%al.
8
-; Januari -"1"
3)t) Th)ra4
Paru : ?)ra%an br)n.h)>as%ular ramai. In2iltrat para hiler bilateral
Jantung : 'entu% n)rmal ?T* J ,"K. A)rta n)rmal
1esan : Jantung dalam batas n)rmal. Paru .uriga terdapat in2iltrat
supra hiler
-$ Januari -"1"
3)t) Th)ra%)lumbal AP dan Aateral
Tampa% destru%si %)rpus >ertebra th $8+ dengan 2usi dan %)mpresi
th $8+. 0ang men0ebab%an angulati)n %0pg)sis >ertebra th)ra.alis. Tida%
tampa% )ste)2it. Tampa% penebalan &aringan luna% para >ertebra se%itar
%)rpus >ertebra th ,81".
9
1esan: Sp)ndilitis T' Certebra th $8+ dengan angulati)n %0ph)sis >ertebra
th)ra.alis
?T s.an
(*I
DIAGNOSA KERJA
Sp)ndilitis et .ausa Tuber%ul)sis pada Certebra th $8+
10
DIAGNOSIS BANDING
1. Tum)r medulla spinalis
-. 3ra%tur %)mpresi traumati.
3. P0)geni. )steitis
PENATALAKSANAAN
1. Pemberian )bat antituber%ul)sis
-. Debridement
3. De%)mpresi medulla spinalis
#. Stabilisasi >ertebra
PROGNOSA
Ad >itam : Dubia ad ')nam
Ad 2ungsi)nam : Dubia ad ')nam
Ad sanati)nam : ')nam
11
BAB II
Spondilitis TB
EMBRIOLOGI
Pada 2ase82ase a!al pertumbuhan/ sclerotome bisa
ditemu%an di tiga tempat/ 0aitu di se%itar n)t)%)rd/ di se%itar tabung neural
dan di dinding tubuh. Setiap segmen s.ler)t)me tersusun atas sel8sel
%)mpa% pada %audal dan sel8sel renggang pada %ranialn0a.
S.ler)t)me 0ang berada di se%itar tabung neural a%an men&adi
leng%ung >ertebral sedang%an 0ang berada di dinding tubuh a%an men&adi
badan .)stal 5.)stal pr).esses7. 'agian %audal dan %ranial dari dua
segmen sclerotome 0ang berde%atan di se%itar n)t)%)rd %emudian a%an
bersatu membentu% satu badan primiti2 0ang disebut .entrum. ?entrum ini
nantin0a a%an men&adi satu segmen >ertebrae. Daerah di antara dua
.entrum disebut intervertebral disc.
12
Selama pembentu%an .entrum ini/ n)t)%)rd berdegenerasi %arena
terdesa% )leh .entrum 0ang sedang ber%embang. N)t)%)rd %emudian
a%an ber%embang men&adi gelatinous centre 0aitu nucleus pulposus.
Nu.leus ini %emudian a%an di%elilingi )leh serat8serat anulus
fibrosus.
ANATOMI
Tulang punggung atau >ertebra adalah tulang ta% beraturan 0ang
membentu% punggung 0ang mudah digera%%an. terdapat 33 tulang
punggung pada manusia/ , di antaran0a bergabung membentu% bagian
sa.ral/ dan # tulang membentu% tulang e%)r 5.)..047.
Tiga bagian di atasn0a terdiri dari -# tulang 0ang dibagi men&adi $
tulang .er>i.al 5leher7/ 1- tulang th)ra4 5th)ra%s atau dada7 dan/ , tulang
lumbal. 'an0a%n0a tulang bela%ang dapat sa&a ter&adi %etida%n)rmalan.
'agian ter&arang ter&adi %etida%n)rmalan adalah bagian leher.
Struktur umum
13
Sebuah tulang punggung terdiri atas dua bagian 0a%ni bagian
anteri)r 0ang terdiri dari badan tulang atau corpus vertebrae/ dan bagian
p)steri)r 0ang terdiri dari ar.us vertebrae. Ar.us >ertebrae dibentu% )leh
dua L%a%iM atau pediculus dan dua lamina/ serta didu%ung )leh pen)n&)lan
atau pr).esus 0a%ni pr).esus arti.ularis/ pr).esus trans>ersus/ dan
pr).esus spin)sus. Pr).esus tersebut membentu% lubang 0ang disebut
foramen vertebrale. 1eti%a tulang punggung disusun/ 2)ramen ini a%an
membentu% saluran sebagai tempat sumsum tulang bela%ang atau
medulla spinalis. Di antara dua tulang punggung dapat ditemui .elah 0ang
disebut foramen intervertebrale.
Tuln! pun!!un! "#r$i"l
Se.ara umum memili%i bentu% tulang 0ang %e.il dengan spina atau
pr).esus spin)sus 5bagian seperti sa0ap pada bela%ang tulang7 0ang
pende%/ %e.uali tulang %e8- dan $ 0ang pr).esus spin)susn0a pende%.
Diberi n)m)r sesuai dengan urutann0a dari ?18?$ 5? dari .er>i.al7/
namun beberapa memili%i sebutan %husus seperti ?1 atau atlas/ ?- atau
a%sis. Setiap mamalia memili%i $ tulang punggung leher/ seberapapun
pan&ang lehern0a.
Tuln! pun!!un! t%or&
Pr).esus spin)susn0a a%an berhubungan dengan tulang rusu%.
'eberapa gera%an memutar dapat ter&adi. 'agian ini di%enal &uga sebagai
Ntulang punggung d)rsalO dalam %)nte%s manusia. 'agian ini diberi n)m)r
T1 hingga T1-.
Tuln! pun!!un! lum'l
'agian ini 5A18A,7 merupa%an bagian paling tegap %)nstru%sin0a
dan menanggung beban terberat dari 0ang lainn0a. 'agian ini
memung%in%an gera%an 2le%si dan e%stensi tubuh/ dan beberapa gera%an
r)tasi dengan dera&at 0ang %e.il.
14
Tuln! pun!!un! s"rl
Terdapat , tulang di bagian ini 5S18S,7. Tulang8tulang bergabung
dan tida% memili%i .elah atau dis%us inter>ertebralis satu sama lainn0a.
Tuln! pun!!un! "o""(!#l
Terdapat 3 hingga , tulang 5?)18?),7 0ang saling bergabung dan
tanpa .elah. 'eberapa he!an memili%i tulang .)..04 atau tulang e%)r
0ang ban0a%/ ma%a dari itu disebut tulang punggung kaudal 5%audal
berarti e%)r7.
PENDA)ULUAN
Tuber%ul)sis tulang bela%ang atau di%enal &uga dengan sp)ndilitis
tuber%ul)sa merupa%an peradangan granul)mat)sa 0ang bersi2at %r)ni%
destru%ti2 0ang disebab%an )leh mi%)ba%terium tuber%ul)sa. Sp)ndilitis
tuber%ul)sa di%enal &uga sebagai pen0a%it P)tt/ paraplegi P)tt. Nama P)tt
itu merupa%an penghargaan bagi Per>i.al P)tt se)rang ahli bedah
ber%ebangsaan Inggris 0ang pada tahun 1:$+ menulis dengan tepat
tentang pen0a%it tersebut. Pen0a%it ini merupa%an pen0ebab paraplegia
terban0a% setelah trauma/ dan ban0a% di&umpai di Negara ber%embang.
Sp)ndilitis ini paling sering ditemu%an pada >ertebra T:8A3 dan paling
&arang pada >ertebra ?18-.
Sp)nd0litis %)rpus >ertebra dibagi men&adi tiga bentu% :
1.Pada bentu% sentral
Detru%si a!al terleta% di sentral %)rpus >ertebra/ bentu% ini sering
ditemu%an pada ana%.
-.'entu% paradi%us
Terleta% di bagian %)rpus >ertebra 0ang bersebelahan dengan
dis%us inter>ertebral/ bentu% ini sering ditemu%an pada )rang de!asa.
3.'entu% anteri)r
15
Dengan l)%us a!al di %)rpus >ertebra bagian anteri)r/ merupa%an
pen&alaran per %)ntinuitatum dari >ertebra di atasn0a.
Umumn0a pen0a%it ini men0erang )rang8)rang 0ang berada dalam
%eadaan s)sial e%)n)mi 0ang rendah.
INSIDEN DAN EPIDEMIOLOGI
Sp)ndilitis tuber%ul)sa merupa%an ,"K dari seluruh tuber%ul)sis
tulang dan sendi. Pada negara 0ang sedang ber%embang/ se%itar ;"K
%asus ter&adi pada usia diba!ah usia -" tahun sedang%an pada negara
ma&u/ lebih sering mengenai pada usia 0ang lebih tua. (es%ipun
perbandingan antara pria dan !anita hampir sama/ namun biasan0a pria
lebih sering ter%ena dibanding !anita 0aitu 1/,:-/1. Di U&ung Pandang
sp)ndilitis tuber%ul)sa ditemu%an seban0a% $"K dari seluruh tuber%ul)sis
tulang dan sendi. Umumn0a pen0a%it ini men0erang )rang8)rang 0ang
berada dalam %eadaan s)sial e%)n)mi rendah.
ETIOLOGI
Tuber%ul)sis tulang bela%ang merupa%an in2e%si se%under dari
tuber%ul)sis di tempat lain di tubuh/ +"8+,K disebab%an )leh
mi%)ba%terium tuber%ul)sis tipi% 5-3 dari tipe human dan 13 dari tipe
b)>in7 dan ,81"K )leh mi%)ba%terium tuber%ul)sa atipi%. 1uman ini
berbentu% batang/ mempun0ai si2at %husus 0aitu tahan terhadap asam
pada pe!arnaan. 6leh %arena itu disebut pula sebagai 'asil Tahan Asam
5'TA7. 1uman T' .epat mati dengan sinar matahari langsung/ tetapi dapat
bertahan hidup beberapa &am di tempat 0ang gelap dan lembab. Dalam
&aringan tubuh %uman ini dapat d)rman/ tertidur lama selama beberapa
tahun.
16
PATOFISIOLOGI
'asil T' masu% %e dalam tubuh sebagian besar melalui tra%tus
respirat)rius. Pada saat ter&adi in2e%si primer/ %arena %eadaan umum 0ang
buru% ma%a dapat ter&adi basilemia. Pen0ebaran ter&adi se.ara
hemat)gen. 'asil T' dapat tersang%ut di paru/ hati/ limpa/ gin&al dan
tulang. Enam hingga : minggu %emudian/ resp)ns imun)l)gi% timbul dan
2)%us tadi dapat mengalami rea%si selular 0ang %emudian men&adi tida%
a%ti2 atau mung%in sembuh sempurna. Certebra merupa%an tempat 0ang
sering ter&ang%it tuber%ul)sis tulang. Pen0a%it ini paling sering men0erang
%)rpus >ertebra. Pen0a%it ini pada umumn0a mengenai lebih dari satu
>ertebra. In2e%si bera!al dari bagian sentral/ bagian depan/ atau daerah
epi2isial %)rpus >ertebra. 1emudian ter&adi hiperemi dan e%sudasi 0ang
men0ebab%an )ste)p)r)sis dan perluna%an %)rpus. Selan&utn0a ter&adi
%erusa%an pada %)rte%s epi2ise/ dis.us inter>ertebralis dan >ertebra
se%itarn0a. 1erusa%an pada bagian depan %)rpus ini a%an men0ebab%an
ter&adin0a %i2)sis 0ang di%enal sebagai gibbus. 'erbeda dengan in2e%si
lain 0ang .enderung menetap pada >ertebra 0ang bersang%utan/
tuber%ul)sis a%an terus menghan.ur%an >ertebra di de%atn0a. 1emudian
e%sudat 50ang terdiri atas serum/ leu%)sit/ %ase)sa/ tulang 0ang 2ibr)sis
17
serta basil tuber%ul)sa7 men0ebar %e depan/ di ba!ah ligamentum
l)ngitudinal anteri)r dan mendesa% aliran darah >ertebra di de%atn0a.
E%sudat ini dapat menembus ligamentum dan bere%spansi %e berbagai
arah di sepan&ang garis ligament 0ang lemah.
Pada daerah ser>i%al/ e%sudat ter%umpul di bela%ang 2asia
para>ertebralis dan men0ebar %e lateral di bela%ang mus%ulus
stern)%leid)mast)ideus. E%sudat dapat mengalami pr)trusi %e depan dan
men)n&)l %e dalam 2aring 0ang di%enal sebagai abses 2aringeal. Abses
dapat ber&alan %e mediastinum mengisi tempat tra%ea/ es)phagus/ atau
%a>um pleura. Abses pada >ertebra t)ra%alis biasan0a tetap tinggal pada
daerah t)ra%s setempat menempati daerah para>ertebral/ berbentu%
massa 0ang men)n&)l dan 2usi2)rm. Abses pada daerah ini dapat
mene%an medulla spinalis sehingga timbul paraplegia. Abses pada daerah
lumbal dapat men0ebar masu% mengi%uti mus%ulus ps)as dan mun.ul di
ba!ah ligamentum inguinal pada bagian medial paha. E%sudat &uga dapat
men0ebar %e daerah %rista ilia%a dan mung%in dapat mengi%uti pembuluh
darah 2em)ralis pada trig)num s%arpei atau regi) glutea.
(enurut Bilr)0 dan (e0er 51+$+7/ abses tuber%ul)sis biasan0a terdapat
pada daerah >ertebra t)ra%alis atas dan tengah/ tetapi menurut 'edbr))%
51+:17 paling sering pada >ertebra t)ra%alis 1- dan bila dipisah%an antara
0ang menderita paraplegia dan n)nparaplegia ma%a paraplegia biasan0a
pada >ertebra t)ra%alis1" sedang 0ang n)n paraplegia pada >ertebra
lumbalis. Pen&elasan mengenai hal ini sebagai beri%ut : arteri indu% 0ang
mempengaruhi medulla spinalis segmen t)ra%al paling sering terdapat
pada >ertebra t)ra%al :8lumbal 1 sisi %iri. Tr)mb)sis arteri 0ang >ital ini
a%an men0ebab%an paraplegia. 3a%t)r lain 0ang perlu diperhitung%an
adalah diameter relati2 antara medulla spinalis dengan %analis
>ertebralisn0a. Intumesensia lumbalis mulai melebar %ira8%ira setinggi
>ertebra t)ra%alis 1"/ sedang %analis >ertebralis di daerah tersebut relati>e
%e.il. Pada >ertebra lumbalis 1/ %analis >ertebralisn0a &elas lebih besar
)leh %arena itu lebih memberi%an ruang gera% bila ada %)mpresi dari
18
bagian anteri)r. Hal ini mung%in dapat men&elas%an mengapa paraplegia
lebih sering ter&adi pada lesi setinggi >ertebra t)ra%al 1".
1erusa%an medulla spinalis a%ibat pen0a%it P)tt ter&adi melalui %)mbinasi
# 2a%t)r 0aitu :
1. Pene%anan )leh abses dingin
-. Is%emia a%ibat pene%anan pada arteri spinalis
3. Ter&adin0a endarteritis tuber%ul)sa setinggi bl)%ade spinaln0a
#. Pen0empitan %analis spinalis a%ibat angulasi %)rpus >ertebra 0ang
rusa%
1umar membagi per&alanan pen0a%it ini dalam , stadium 0aitu :
1. Stadium implantasi.
Setelah ba%teri berada dalam tulang/ ma%a bila da0a tahan tubuh
penderita menurun/ ba%teri a%an berdupli%asi membentu% %)l)ni 0ang
berlangsung selama ;8: minggu. 1eadaan ini umumn0a ter&adi pada
daerah paradis%us dan pada ana%8ana% umumn0a pada daerah sentral
>ertebra.
-. Stadium destru%si a!al
Setelah stadium implantasi/ selan&utn0a ter&adi destru%si %)rpus
>ertebra serta pen0empitan 0ang ringan pada dis.us. Pr)ses ini
berlangsung selama 38; minggu.
3. Stadium destru%si lan&ut
Pada stadium ini ter&adi destru%si 0ang massi2/ %)laps >ertebra dan
terbentu% massa %ase)sa serta pus 0ang berbentu% .)ld abses 5abses
dingin7/ 0ang te&adi -83 bulan setelah stadium destru%si a!al.
Selan&utn0a dapat terbentu% se%uestrum serta %erusa%an dis%us
inter>ertebralis. Pada saat ini terbentu% tulang ba&i terutama di
sebelah depan 5!edging anteri)r7 a%ibat %erusa%an %)rpus >ertebra/
0ang men0ebab%an ter&adin0a %i2)sis atau gibbus.
#. Stadium gangguan neur)l)gis
19
Bangguan neur)l)gis tida% ber%aitan dengan beratn0a %i2)sis 0ang
ter&adi/ tetapi terutama ditentu%an )leh te%anan abses %e %analis
spinalis. Bangguan ini ditemu%an 1"K dari seluruh %)mpli%asi
sp)ndilitis tuber%ul)sa. Certebra t)ra%alis mempun0ai %analis spinalis
0ang lebih %e.il sehingga gangguan neur)l)gis lebih mudah ter&adi
pada daerah ini. 'ila ter&adi gangguan neur)l)gis/ ma%a perlu di.atat
dera&at %erusa%an paraplegia/ 0aitu :
Dera&at I : %elemahan pada angg)ta gera% ba!ah ter&adi setelah
mela%u%an a%ti>itas atau setelah ber&alan &auh. Pada tahap ini belum
ter&adi gangguan sara2 sens)ris.
Dera&at II : terdapat %elemahan pada angg)ta gera% ba!ah tapi
penderita masih dapat mela%u%an pe%er&aann0a.
Dera&at III : terdapat %elemahan pada angg)ta gera% ba!ah 0ang
membatasi gera%a%ti>itas penderita serta hip)estesiaanesthesia.
Dera&at IC : ter&adi gangguan sara2 sens)ris dan m)t)ris disertai
gangguan de2e%asi dan mi%si. Tuber%ul)sis paraplegia atau P)tt
paraplegia dapat ter&adi se.ara dini atau lambat tergantung dari
%eadaan pen0a%itn0a. Pada pen0a%it 0ang masih a%ti2/ paraplegia
ter&adi )leh %arena te%anan e%stradural dari abses para>ertebral atau
a%ibat %erusa%an langsung sumsum tulang bela%ang )leh adan0a
granulasi &aringan. Paraplegia pada pen0a%it 0ang sudah tida%
a%ti2sembuh ter&adi )leh %arena te%anan pada &embatan tulang %analis
spinalis atau )leh pembentu%an &aringan 2ibr)sis 0ang pr)gresi2 dari
&aringan granulasi tuber%ul)sa. Tuber%ul)sis paraplegia ter&adi se.ara
perlahan dan dapat ter&adi destru%si tulang disertai angulasi dan
gangguan >as%uler >ertebra.
,. Stadium de2)rmitas residual
Stadium ini ter&adi %urang lebih 38, tahun setelah timbuln0a stadium
implantasi. 1i2)sis atau gibbus bersi2at permanen )leh %arena
%erusa%an >ertebra 0ang massi2 di sebelah depan.
20
GAMBARAN KLINIS
Se.ara %lini% ge&ala tuber%ul)sis tulang bela%ang hampir sama
dengan ge&ala tuber%ul)sis pada umumn0a/ 0aitu badan lemahlesu/
na2su ma%an ber%urang/ berat badan menurun/ suhu sedi%it mening%at
5sub2ebril7 terutama pada malam hari serta sa%it pada punggung. Pada
ana%8ana% sering disertai dengan menangis pada malam hari.
Pada a!al dapat di&umpai n0eri radi%uler 0ang mengelilingi dada
atau perut/%emudian dii%uti dengan paraparesis 0ang lambat laun
ma%in memberat/ spastisitas/ %l)nus// hiper8re2le%sia dan re2le%s
'abins%i bilateral. Pada stadium a!al ini belum ditemu%an de2)rmitas
tulang >ertebra/ demi%ian pula belum terdapat n0eri %et)% pada
>ertebra 0ang bersang%utan. N0eri spinal 0ang menetap/ terbatasn0a
pergera%an spinal/ dan %)mpli%asi neur)l)gis merupa%an tanda
ter&adin0a destru%si 0ang lebih lan&ut. 1elainan neur)l)gis ter&adi pada
se%itar ,"K %asus/termasu% a%ibat pene%anan medulla spinalis 0ang
men0ebab%an paraplegia/ paraparesis/ ataupun n0eri radi4 sara2.
Tanda 0ang biasa ditemu%an di antaran0a adalah adan0a %i2)sis
5gibbus7/ beng%a% pada daerah para>ertebra/ dan tanda8tanda de2isit
neur)l)gis seperti 0ang sudah disebut%an di atas.
Pada tuber%ul)sis >ertebra ser>i%al dapat ditemu%an n0eri di
daerah bela%ang %epala/ gangguan menelan dan gangguan
pernapasan a%ibat adan0a abses retr)2aring.
Harus diingat pada mulan0a pene%anan mulai dari bagian anteri)r
sehingga ge&ala %linis 0ang mun.ul terutama gangguan m)t)ri%.
Bangguan sens)ri% pada stadium a!al &arang di&umpai %e.uali bila
bagian p)steri)r tulang &uga terlibat.
DIAGNOSIS
1linis
Pen0a%it ini ber%embang lambat/ tanda dan ge&alan0a dapat berupa :
N0eri punggung 0ang terl)%alisir
21
'eng%a% pada daerah para>ertebral
Tanda dan ge&ala sistemi% dari T'
Tanda de2isit neur)l)gis/ terutama paraplegia
Pemeri%saan Aab)rat)rium:
Pening%atan AED dan mung%in disertai leu%)sit)sis
U&i (ant)u4 p)siti2
Pada pe!arnaan Tahan Asam dan pemeri%saan bia%an %uman
mung%in ditemu%an mi%)ba%terium
'i)psi &aringan granulasi atau %elen&ar lim2e regi)nal
Pemeri%saan hist)pat)l)gis dapat ditemu%an tuber%el
Pungsi lumbal./ harus dila%u%an dengan hati8hati /%arena &arum
dapat menembus masu% abses dingin 0ang merambat %e
daerah lumbal. A%an didapati te%anan .airan serebr)spinalis
rendah/ test Pue.%enstedt menun&u%%an adan0a bl)%ade
sehingga menimbul%an sindr)m 3r)in 0aitu %adar pr)tein li%u)r
serebr)spinalis amat tinggi hingga li%u)r dapat se.ara sp)ntan
membe%u.
Pemeri%saan *adi)l)gis:
Pemeri%saan 2)t) t)ra%s untu% melihat adan0a tuber%ul)sis
paru.
3)t) p)l)s >ertebra/ ditemu%an )ste)p)r)sis/ )ste)liti% dan
destru%si %)rpus >ertebra/ disertai pen0empitan dis.us
inter>ertebralis 0ang berada di antara %)rpus tersebut dan
mung%in dapat ditemu%an adan0a massa abses para>ertebral.
Pada 2)t) AP/ abses para>ertebral di daerah ser>i%al berbentu%
sarang burung 5birdOs net7/ di daerah t)ra%al berbentu% bulbus
dan pada daerah lumbal abses terlihat berbentu% 2usi2)rm. Pada
stadium lan&ut ter&adi destru%si >ertebra 0ang hebat sehingga
timbul %i2)sis.
Pemeri%saan ?T s.an
22
8 ?T s.an dapat memberi gambaran tulang se.ara lebih
detail dari lesi irreguler/ s%eler)sis/ %)laps dis%us dan
gangguan sir%um2erensi tulang.
8 (endete%si lebih a!al serta lebih e2e%ti2 umtu%
menegas%an bentu% dan %alsi2i%asi dari abses &aringan
luna% Terlihat destru%si liti% pada >ertebra 5panah hitam7
dengan abses s)2t8tissue 5panah putih7
Pemeri%saan (*I
8 (enge>aluasi in2e%si dis%us inter>ertebra dan )ste)mielitis
tulang bela%ang.
8 (enun&u%%an adan0a pene%anan sara2.
PENATALAKSANAAN
Pada prinsipn0a peng)batan tuber%ul)sis tulang bela%ang harus
dila%u%an sesegera mung%in untu% menghenti%an pr)gresi>itas pen0a%it
serta men.egah paraplegia.
Prinsip peng)batan paraplegia P)tt sebagai beri%ut :
1. Pemberian )bat antituber%ul)sis
-. De%)mpresi medulla spinalis
3. (enghilang%an men0ing%ir%an pr)du% in2e%si
#. Stabilisasi >ertebra dengan gra2t tulang 5b)ne gra2t7
Peng)batan terdiri atas :
1. Terapi %)nser>ati2 berupa:
23
a. Tirah baring 5bed rest7
b. (emberi %)rset 0ang men.egah gera%an >ertebra membatasi
gera% >ertebra
.. (emperbai%i %eadaan umum penderita
d. Peng)batan antituber%ul)sa
Standar peng)batan di ind)nesia berdasar%an pr)gram paru adalah :
8 1ateg)ri 1
Untu% penderita baru 'TA 5@7 dan 'TA587r)ntgen 5@7/ diberi%an
dalam - tahap Q
Tahap 1 : *i2ampisin #," mg/ Etambut)l $," mg/ INH 3"" mg dan
PiraEinamid 1.,"" mg. 6bat ini diberi%an setiap hari selama - bulan
pertama 5;" %ali7.
Tahap -: *i2ampisin #," mg/ INH ;"" mg/ diberi%an 3 %ali
seminggu 5intermitten7 selama # bulan 5,# %ali7.
81ateg)ri -
Untu% penderita 'TA5@7 0ang sudah pernah minum )bat selama
sebulan/ termasu% penderita dengan 'TA 5@7 0ang %ambuhgagal
0ang diberi%an dalam - tahap 0aitu :
24
Tahap I diberi%an Strept)misin $," mg / INH 3"" mg/ *i2ampisin
#," mg/ PiraEinamid 1,""mg dan Etambut)l $," mg. 6bat ini
diberi%an setiap hari / Strept)misin in&e%si han0a - bulan pertama
5;" %ali7 dan )bat lainn0a selama 3 bulan 5+" %ali7.
Tahap - diberi%an INH ;"" mg/ *i2ampisin #," mg dan Etambut)l
1-," mg. 6bat diberi%an 3 %ali seminggu 5intermitten7 selama ,
bulan 5;; %ali7.
1riteria penghentian peng)batan 0aitu apabila %eadaan umum
penderita bertambah bai%/ la&u endap darah menurun dan menetap/
ge&ala8ge&ala %linis berupa n0eri dan spasme ber%urang serta
gambaran radi)l)gi% ditemu%an adan0a uni)n pada >ertebra.
-. Terapi )perati2
Indi%asi )perasi 0aitu:
'ila dengan terapi %)nser>ati2 tida% ter&adi perbai%an paraplegia
atau malah sema%in berat. 'iasan0a tiga minggu sebelum tinda%an
)perasi dila%u%an/ setiap sp)ndilitis tuber%ul)sa diberi%an )bat
tuber%ul)stati%.
Adan0a abses 0ang besar sehingga diperlu%an drainase abses
se.ara terbu%a dan se%aligus debrideman serta b)ne gra2t.
Pada pemeri%saan radi)l)gis bai% dengan 2)t) p)l)s/ miel)gra2i
ataupun pemeri%saan ?T dan (*I ditemu%an adan0a pene%anan
langsung pada medulla spinalis.
Dalaupun peng)batan %em)terapi merupa%an peng)batan
utama bagi penderita tuber%ul)sis tulang bela%ang/ namun tinda%an
)perati2 masih memegang peranan penting dalam beberapa hal/
0aitu bila terdapat .)ld abses 5abses dingin7/ lesi tuber%ul)sa/
paraplegia dan %i2)sis.
A's#s Din!in *+old A's#s,
25
?)ld abses 0ang %e.il tida% memerlu%an tinda%an )perati2 )leh
%arena dapat ter&adi res)rbsi sp)ntan dengan pemberian
tuber%ul)stati%. Pada abses 0ang besar dila%u%an drainase bedah.
Ada tiga .ara menghilang%an lesi tuber%ul)sa/ 0aitu:
a. Debrideman 2)%al
b. 1)st)8trans>erese%t)mi
.. Debrideman 2)%al radi%al 0ang disertai b)ne gra2t di bagian
depan.
Paraplegia
Penanganan 0ang dapat dila%u%an pada paraplegia/ 0aitu:
a. Peng)batan dengan %em)terapi semata8mata
b. Aamine%t)mi
.. 1)st)8trans>erese%t)mi
d. 6perasi radi%al
e. 6ste)t)mi pada tulang ba&i se.ara tertutup dari bela%ang
6perasi %i2)sis
6perasi %i2)sis dila%u%an bila ter&adi de2)rmitas 0ang hebat/.
1i2)sis mempun0ai tendensi untu% bertambah berat terutama pada
ana%8ana%. Tinda%an )perati2 dapat berupa 2usi p)steri)r atau
melalui )perasi radi%al.
DIAGNOSIS BANDING
Diagn)sis banding dari pen0a%it ini antara lain :
1. Tum)r medulla spinalis
-. 3ra%tur %)mpresi traumati.
3. P0)geni. )steitis
PROGNOSIS
Diagn)sis sedini mung%in/ dan dengan peng)batan 0ang tepat/
pr)gn)sisn0a bai% mes%ipun tanpa tinda%an )perati2. Pen0a%it dapat
%ambuh &i%a peng)batan tida% teratur atau tida% dilan&ut%an setelah
26
beberapa saat/ 0ang dapat men0ebab%an ter&adin0a resistensi terhadap
peng)batan.
DAFTAR PUSTAKA
J)se A Hidalg)/ (D. P)tt Disease 5Tuber.ul)us Sp)nd0litis7. A>ailable
2r)m : http:emedi.ine.meds.ape..)marti.le--;1#18)>er>ie!
Kamus Kedokteran Dorlan.5-"",7 ed -+. Ja%arta : Penerbit 'u%u
1ed)%teran EB?.
27
*)hen/J.D. R Dre.)il/ E.A.5-""+7 Embriologi Fungsional Perkembangan
Sistem Fungsi Organ manusia. Ed -. Dan0/ 3. ed . Ja%arta : Penerbit bu%u
%ed)%teran EB?.
Sher!))d/ A. 5-""17 Fisiologi Manusia Dari Sel ke Sistem. Ed -.
Sant)s)/'.I. ed. Ja%arta : Penerbit bu%u %ed)%teran EB?
S&amsuhida&at/ *. R J)ng/ D.D.eds. 5-"",7 Buku Aar !lmu Beda". Ed -.
Ja%arta : Penerbit 'u%u 1ed)%teran EB?
28