Anda di halaman 1dari 2

Disampaikan Oleh :

dr.Rani Meidawati
dr.Farizziyah Dwi S
dr.Nathania Amelinda
dr.Khonita Adian Utami
dr.Christiana Yayi Tiar L


Program Dokter Interenship
Bekerjasama dengan
Puskesmas Simo Boyolali




adalah perilaku dimana hanya
memberikan Air Susu Ibu (ASI) saja
kepada bayi sampai umur 6 (enam) bulan
tanpa makanan dan ataupun minuman
lain kecuali sirup obat.


1. ASI merupakan makanan alamiah yang
baik untuk bayi, praktis, ekonomis,
mudah dicerna untuk memiliki
komposisi, zat gizi yang ideal sesuai
dengan kebutuhan dan kemampuan
pencernaan bayi.
2. ASI mengandung zat pelindung (antibodi)
3. ASI tidak menyebabkan alergi pada bayi.
4. Menjalin hubungan psikologis antara ibu
dan bayi.






1. Suatu rasa kebanggaan dari ibu
2. Perkembangan psikis dan
emosional antara ibu dan anak.
3. Rahim ibu kembali keukuran
sebelum hamil
4. Mempercepat berhentinya
pendarahan setelah melahirkan
5. Menjarangkan kehamilan
6. Mengurangi kemungkinan kanker
payudara.



























1. Masukan ASI dalam wadah kaca seperti botol
kaca, gelas, cangkir keramik.
2. Jangan masukkan dalam gelas plastik
minuman kemasan maupun plastik styrofoam.
3. Beri tanggal dan jam pada masing-masing
wadah.
4. Dinginkan dalam refrigerator (kulkas). Simpan
sampai batas waktu yang diijinkan ( + 2
minggu).
5. Jika hendak dibekukan, masukkan dulu dalam
refrigerator selama semalam, baru masukkan
ke freezer (bagian kulkas untuk membekukan
makanan),
6. Gunakan sebelum batas maksimal yang
diijinkan. (+ 3-6 bulan) KHUSUS untuk
penyimpanan di deep freezer






Cuci tangan yang bersih dengan sabun,
perah sedikit ASI dan oleskan disekitar
putting
duduk dan berbaring dengan santai.
Bayi diletakkan menghadap ke ibu dengan
posisi sanggah seluruh tubuh bayi, jangan
hanya leher dan bahunya saja, kepala dan
tubuh bayi lurus, hadapkan bayi ke dada
ibu, sehingga hidung bayi berhadapan
dengan puting susu,
dekatkan badan bayi ke badan ibu,
menyetuh bibir bayi ke puting susunya dan
menunggu sampai mulut bayi terbuka
lebar.
Segera dekatkan bayi ke payudara
sedemikian rupa sehingga bibir bawah bayi
terletak di bawah puting susu.






1. Putting susu datar atau terbenam (pijat
dengan ibu jari dan telunjuk pada puting susu
menuju ke arah yang berlawanan)
2. Putting susu tidak lentur (lakukan latihan
seperti cara mengatasi putting susu yang
terbenam).
3. Putting susu lecet
a. kalau lecet tidak terlalu berat, ibu bisa
terus menyusui bayi.
putting susu diolesi ASI dan biarkan
mengering
b. Menggunakan BH yang tidak terlalu ketat.
c. apabila nyeri hebat, atau luka makin
berat, putting susu yang sakit
diistirahatkan sampai memungkinkan
untuk kembali menyusui bayi
d. Selama putting susu yang bersangkutan
diistirahatkan, ASI dikeluarkan oleh ibu
dengan tangan.
4. Payudara bengkak
a. bayi disusui sampai payudara harus
kosong.
b. gunakan BH yang dapat menopang
dengan nyaman.
c. kompres dingin dapat mengurangi rasa
tidak enak.
d. ASI dapat diperas sedikit dengan tangan,
frekuensi pengeluaran harus lebih sering.
Dalam waktu 1-2 hari keluhan akan reda.

Sekian & Terimakasih