Anda di halaman 1dari 63

ASAM DAN BASA

OLEH :
ASAM DAN BASA

TEORI ARRHENIUS
DIPAKAI UNTUK ASAM DAN BASA DALAM LARUTAN
(NETRALISASI)
ASAM + BASA GARAM + AIR
KATION (ION POSITIF) BERASAL DARI BASA DAN
ANION (ION NEGATIF) BERASAL DARI ASAM
GARAM : SENYAWA YANG DAPAT MELEPAS ION
POSITIF YANG BUKAN H
+
DAN ION NEGATIF YANG
BUKAN OH
-

CONTOH GARAM : NaCl, NaCN, MgCl
2

MENURUT ARRHENIUS

Asam ialah senyawa yang dalam larutannya dapat
menghasilkan ion H+.
Basa ialah senyawa yang dalam larutannya dapat
menghasilkan ion OH-.

Walaupun teori Arrhenius berhasil mengungkapkan
beberapa kasus, tetapi memiliki keterbatasan. Selain
hanya memandang aspek reaksi asam-basa di dalam
pelarut air, juga pembentukan ion H+ atau ion
OH- merupakan kekhasan teori asam-basa Arrhenius.
Artinya jika suatu reaksi tidak membentuk ion H+ atau
ion OH- tidak dapat dikatakan sebagai asam atau basa.
Asam Arrhenius : senyawa penghasil H
+
(H
3
O
+
) dalam air
Basa Arrhenius : senyawa OH
-
dalam air
TEORI BRONSTED - LOWRY
DEFINISI LEBIH : LUAS DARI PADA
ARRHENIUS
ASAM : PENDONOR PROTON
BASA : ASEPTOR PROTON
TIDAK HANYA BERLAKU UNTUK LARUTAN,
TAPI BISA UNTUK MOLEKUL, ION, DAN GAS
Asam Brnsted : pendonor proton
Basa Brnsted-Lowry : aseptor proton
asam
Basa
terkonjugasi
basa
Asam
terkonjugasi
Asam basa Konyugasi
Asam1 + Basa2 === Basa1 + Asam2
Basa1 adalah Basa Konyugasi Asam1
Asam2 adalah Asam Konyugasi Basa2

Pasangan asam dan basa konjugasi
Cara mudah mengingat asam basa konjugasi
Bronsted-Lowry adalah sebagai berikut:
Untuk membuat asam konjugasi Bronsted-Lowry maka
tambahkan satu H+ pada spesies yang ditanyakan,
sedangkan untuk membuat basa konjugasi dari
Bronsted-Lowry maka tinggal ambil satu H+ dari spesies
yang ditanyakan.

H
2
SO
4
basa konjugasinya (tinggal ambil 1 H+) adalah
HSO
4
-

HNO
3
basa konjugasinya (tinggal ambil 1 H+) adalah
NO
3
-

PO
4
3-
asam konjugasinya (tinggal tambah 1 H+) adalah
HPO
4
2-

Cl
-
asam konjugasinya (tinggal tambah 1 H+) HCl

DISOSIASI ASAM SECARA
UMUM
DISOSIASI ASAM :
HA + H
2
O H
3
O
+
+ A
-
HA : ASAM
H
2
O : BASA
H
3
O
+
: ASAM REKONJUGASI, DIBENTUK
DARI BASA SETELAH MENDAPATKAN
PROTON
A
-
: BASA TERKONJUGASI, DIBENTUK DARI
ASAM SETELAH MELEPAS PROTON
ASAM BRONSTED
CAN BE MOLECULAR COMPOUNDS
HNO
3
(aq) + H
2
O(l) NO
3
(aq) + H
3
O (aq)
ACID
CAN BE ANIONS
NH
4
+
(aq) + H
2
O (l) NH
3
(aq) + H
3
O
+
(aq)
ACID
CAN BE CATION
H
2
PO
4
-
(aq) + H
2
O (l) HPO
4
2-
(aq) + H
3
O
+ (aq)

ACID
BASA BRONSTED
Pada MOLEKUL
NH
3
(aq) + H
2
O (l) NH
4
+
(aq) + OH
-
(aq)
Pada ANION
CO
3
2-
(aq) + H
2
O (l) HCO
3
-

(aq) + OH
-
(aq)
BASE
Pada KATION
Al(H
2
O)
5
(OH)
2+
(aq) + H
2
O (l) Al (H
2
O)
6
(aq) + OH
-
(aq)
BASE
CONTOH

H
2
O + HCl [H
3
O]
+
+ [Cl]
-


+ +
PROTON
ACCEPTOR
PROTON
DONOR
HIDRONIUM
ION
BRONSTED LOWRY FASE GAS

NH
3
+ HCl [NH
4
]
+
+ [Cl]
-






Konsep asam basa Bronsted-Lowry tidak
menentang konsep asam-basa akan tetapi
bisa dikatakan sebagai perluasan dari
konsep tersebut.Ion hidroksida dalam
konsep Arrhenius tetap menjadi basa
dalam konsep Bronsted-Lowry disebabkan
ion hidroksida dapat menerima
H+ (aseptor proton) untuk membentuk
H
2
O.
SIFAT ASAM
Rasa asam. Vinegar adalah larutan asam
asetat, cuka. Buah-buahan mengandung asam
sitrat.
Reaksi dengan logam tertentu hasilkan gas
hidrogen.
Reaksi dengan karbonat dan bikarbonat
menghasilkan gas CO
2
Mengubah Warna Indikator, mengubah warna
kertas lakmus biru menjadi kertas lakmus merah
Menghantarkan Arus Listrik

KESETIMBANGAN ASAM
HA + H
2
O H
3
O
+
+ A
-
CONTOH :
HCl H
+
+ Cl
-

CH
3
COOH H
+
+ CH
3
COO
-

NH
4
H
+
+ NH
3

C
6
H
5
NH
3
+
H
+
+ C
6
H
5
NH
2

[Al (H
2
O)
6
]
3+
H
+
+ [Al(H
2
O)
5
(OH
-
)]
2+

Asam kuat terionisasi sempurna atau hampir
sempurna dlm air (100%)
ASAM KUAT DAN LEMAH
Contoh : HNO
3
, HCl, H
2
SO
4
,HClO
4
, HBr, HI, HBrO
4

dan HIO
4
Asam lemah terionisasi kurang dari 100% dalam
air.
Contoh : Asam asetat = CH
3
CO
2
H

ASAM KUAT DAN LEMAH
ASAM KUAT HASILKAN BASA TERKONJUGASI
YANG LEMAH

ASAM LEMAH HASILKAN BASA TERKONJUGASI
YANG KUAT

ASAM KUAT : H
2
SO
4
, HCl, HNO
3
DAN HClO
4

ASAM LEMAH : H
3
PO
4
, HNO
2
, HOCl, ASAM ORGANIK

KEKUATAN ASAM DAN BASA
NAMA ASAM BASA KONJUGAT
HClO
4
ClO
4
HCl Cl
-

H
2
SO
4

HSO
4
-

HNO
3
NO
3
-

H
3
O
+
H
2
O
H
2
SO
3
HSO
3
-
H
2
SO
4
-

SO
4
2-
H
3
PO
4
-

H
2
PO
4
-
HF F
-
HC
2
H
3
O
2
KEKUATAN C
2
H
3
0
2
-
KEKUATAN
H
2
CO
3
MENURUN HCO
3
-
MENINGKAT
H
2
S HS
-



Nama Asam Basa Konjugat
HSO
4
-
SO
3
2-
HCN CN
-
NH
4
+
NH
3
HCO
3
-
CO
3
2-

HS
-
S
2-
H
2
O OH
-

NH
3
NH
2
-
OH
-
O
2-

Lanjutan : KEKUATAN ASAM DAN BASA
Kekuatan
menurun
Kekuatan
meningkat
ASAM MONOPROTIK DAN DIPROTIK
ASAM MONOPROTIK : MENDONOR 1 PROTON
CONTOH : HF, HCl, HNO
3

ASAM POLIPROTIK : MENDONOR LEBIH DARI 1
PROTON
ASAM DIPROTIK : MENDONOR 2 PROTON, CONTOH :
H
2
SO
4.


H
2
SO
4
+ H
2
O HSO
4
-
+ H
3
O
+
HSO
4
-
+ H
2
O SO
4
2-
+ H
3
O
+
AMPHIPROTIK
SENYAWA YANG BISA BERPERAN SEBAGAI ASAM
BRONSTED ATAU BASA BRONSTED
CONTOH : ION HIDROGEN FOSFAT (HPO
4
2-
)
HPO
4
2-
(aq) + H
2
O (l) H
3
O
+
(aq) + PO
4
3-
(aq)
ACID
HPO
4
2-
(aq) + H
2
O (l) H
2
PO
4
-
(aq) + OH
-
(aq)
BASE

AIR SEBAGAI AMFOTIR
AMFOTIR : SENYAWA YANG BISA BERFUNGSI
SEBAGAI ASAM DAN BASA
AUTOIONISASI PADA AIR
2H
2
O (l) H
3
O
+
(aq) + OH
-
(aq)
K = [H
3
O
+
][OH
-
] = [H
+
][OH
-
]
K = TETAPAN IONISASI AIR , Kw
NILAI Kw TETAP PADA SUHU 25
0
C. BILA SUHU
BERUBAH Kw AKAN BERUBAH
[H
+
] = [OH
-
] = 1.0 x10
-7
M
Kw = [H
+
][OH
-
]=(1.0 x 10
-7
M)
2
= 1.0 x 10
-14
M (SUHU 25
0
C)
Air adalah amphiprotic, kesetimbangan transfer
elektron terjadi walaupun tanpa kehadiran basa /
asam tambahan. Transfer proton dari satu
molekul air ke molekul air lainnya disebut
autoprotolysis (autoionisasi).
Besarnya autoprotolysis dan komposisi dari
larutan pada kesetimbangan digambarkan dgn
tetapan autoprotolysis air, K
w
:

2H
2
O(l)== H
3
O
+
(aq) + OH
-
(aq) K
w
= [H
3
O
+
][OH
-
]

OH
-
H
3
O
+
AUTOIONISASI AIR
atas dasar pengertian ini, dapat ditentukan :
Jika nilai pH = pOH = 7, maka larutan
bersifat netral
Jika nilai pH < 7, larutan bersifat asam
Jika nilai pH > 7, maka larutan bersifat
basa
Pada suhu kamar ; pKw = pH + pOH = 14
[H
+
] = [OH
-
] NEUTRAL
[H
+
] > [OH
-
] ACIDIC
[H
+
] < [OH
-
] BASIC

SKALA pH
pH = - log [H
+
]
pOH = - log [OH
-
]
pH + pOH = 14
Kw = [H
+
] [OH
-
]

Contoh : pH Coca Cola = 3,12 Berapa [H
3
O
+
]
Jawab : pH = -log [H
3
O
+
]
log [H
3
O
+
] = - pH
[H
3
O
+
] = 10
-pH
(antilog)
= 10
-3,12

= 7,6 x 10
-4



pH DAN pOH
MENYATAKAN PH LARUTAN ASAM
1. pH asam kuat
Bagi asam-asam kuat ( = 1 ), maka menyatakan nilai pH
larutannya dapat dihitung langsung dari konsentrasi asamnya
( dengan melihat valensinya )

Hitunglah pH dari 100 ml larutan 0,01 M HCl ?
Jawab :
HCl ( aq ) ------ H
+
( aq ) + Cl
-
( aq )
( H
+
) = ( HCl ) = 0,01 M = 10
-2
M
pH = - log ( 10
-2
) = 2

Hitunglah pH dari 2 liter larutan 0,1 mol H
2
SO
4
?
Jawab :
H
2
SO
4
( aq ) -------- 2 H
+
( aq ) + SO
4
2-
( aq )
( H
+
) = 2 ( H
2
SO
4
) = 2 . 0,1 mol/ 2 lilter = 10
-1
M
pH = - log ( 10
-1
) = 1
2. pH asam lemah
Bagi asam-asam, karena derajat ionisasinya 1 ( 0 < < 1 ),
maka besarnya konsentrasi ion H+ tidak dapat dinyatakan secara
langsung dari konsentrasi asamnya ( seperti asam kuat ).
Langkah awal yang harus ditempuh adalah menghitung besarnya
H
+
dengan rumus :
( H+ ) = V ( Ca . Ka )
Dengan : C
a
= konsentrasi asam lemah
K
a
= tetapan ionisasi asam lemah

Hitunglah pH dari 0,025 mol CH3COOH dalam 250 ml larutannya,
jika diketahui Ka = 10
-5
?
Jawab :

C
a
= 0,025 mol/250 ml = 0,1 M = 10
-1
M
( H
+
) = V ( C
a
. K
a
) = V ( 10
-1
. 10
-5
) = 10
-3
M
pH = - log ( 10
-3
) = 3
Berikut adalah indicator pH yang sering kita gunakan di laboratorium.
Indikator tersebut menunjukkan perubahan warna lerutan pada rentang
pH tertentu.

MENYATAKAN PH LARUTAN BASA
1. pH basa kuat
Untuk menentukan pH basa-basa kuat ( = 1 ) , maka terlebih
dahulu dihitung nilai pOH larutan dari konsentrasi basanya

Hitunglah pH dari 100 ml larutan KOH 0,1 M ?
Jawab :
KOH ( aq ) --------- K
+
( aq ) + ( OH
-
) ( aq )
( OH
-
) = ( KOH ) = 10
-1
M
pOH = - log ( 10
-1
) = 1
pH = 14 1 = 13

Hitunglah pH dari 500 ml larutan Ca(OH)2 0,01 M ?
Jawab :
Ca(OH)
2
( aq ) -------- Ca
++
( aq ) + 2 ( OH
-
) ( aq )
( OH
-
) = 2 . (Ca(OH)
2
) = 2 . 0,01 = 2. 10
-2
M
pOH = - log (2. 10
-2
) = ( 2 log 2 )
pH = 14 ( 2 log 2 ) = 12 + log 2
Latihan
1. Hitung nilai pH untuk 0,001 M larutan
HCl?
2. Hitung pOH larutan 0,001 M KOH ?
2. pH basa lemah
Bagi basa basa lemah, karena nilai derajat
ionisasinya 1, maka untuk menyatakan
konsentrasi ion OH
-
digunakan rumus :
( OH
-
) = V ( C
b
. K
b
)
Dengan : C
b
= konsentrasi basa lemah
K
b
= tetapan ionisasi basa lemah

Hitunglah pH dari 100 ml 0,001 M larutan NH
4
OH, jika
diketahui ketetapan ionisasinya = 10
-5
?
Jawab :
( OH
-
) = V ( C
b
. K
b
) = V ( 10
-3
. 10
-5
) = 10
-4
M
pOH = - log ( 10
-4
) = 4
pH = 14 4 = 10
Larutan Buffer
a.Campuran asam lemah dengan garam dari
asam lemah tersebut.
Contoh:
- CH
3
COOH dengan CH
3
COONa
- H
3
PO
4
dengan NaH
2
PO
4
b.Campuran basa lemah dengan garam dari basa
lemah tersebut.
Contoh:
- NH
4
OH dengan NH
4
Cl

Sifat larutan buffer:
- pH larutan tidak berubah jika diencerkan.
- pH larutan tidak berubah jika ditambahkan ke
dalamnya sedikit asam atau basa.
CARA MENGHITUNG LARUTAN BUFFER
Untuk larutan buffer yang terdiri atas campuran asam lemah dengan
garamnya (larutannya akan selalu mempunyai pH < 7) digunakan
rumus:
[H
+
] = K
a
. C
a
/C
g
pH = pK
a
+ log C
g
/C
a
dimana:
C
a
= konsentrasi asam lemah
C
g
= konsentrasi garamnya
K
a
= tetapan ionisasi asam lemah

Contoh:
Hitunglah pH larutan yang terdiri atas campuran 0.01 mol asam
asetat dengan 0.1 mol natrium Asetat dalam 1 1iter larutan !
K
a
bagi asam asetat = 10
-5
Jawab:
C
a
= 0.01 mol/liter = 10
-2
M
C
g
= 0.10 mol/liter = 10
-1
M
pH= pK
a
+ log C
g
/C
a
= -log 10
-5
+ log 10
--1
/10
-2
= 5 + 1 = 6
2. Untuk larutan buffer yang terdiri atas campuran
basa lemah dengan garamnya (larutannya akan
selalu mempunyai pH > 7), digunakan rumus:

[OH
-
] = K
b
. C
b
/C
g
pOH = pK
b
+ log C
g
/C
b
dimana:
C
b
= konsentrasi base lemah
C
g
= konsentrasi garamnya
K
b
= tetapan ionisasi basa lemah
Contoh:
Hitunglah pH campuran 1 liter larutan yang terdiri atas 0.2 mol
NH
4
OH dengan 0.1 mol HCl ! (Kb= 10
-5
)

Jawab:
NH
4
OH(aq) + HCl(aq) NH
4
Cl(aq) + H
2
O(l)

mol NH
4
OH yang bereaksi = mol HCl yang tersedia = 0.1 mol
mol NH
4
OH sisa = 0.2 - 0.1 = 0.1 mol
mol NH
4
Cl yang terbentuk = mol NH
4
0H yang bereaksi = 0.1 mol
Karena basa lemahnya bersisa dan terbentuk garam (NH
4
Cl) maka
campurannya akan membentuk Larutan buffer.

C
b
(sisa) = 0.1 mol/liter = 10-
1
M
C
g
(yang terbentuk) = 0.1 mol/liter = 10
-1
M
pOH = pK
b
+ log C
g
/C
b
= -log 10-5 + log 10
-1
/10
-1
= 5 + log 1 = 5
pH = 14 - p0H = 14 - 5 = 9
Asam dan basa kuat dan lemah

Asam kuat: bila pKa < 0 ( Ka >1 dan Ka >>1) -- kesetimbangan
transfer proton lebih menyukai posisi mendonorkan proton ke air.
asam kuat dalam air terdeprotonasi sempurna
contoh: HCl, dalam air terdapat spesi: H
3
O
+
, Cl
-
, dan <<< HCl

Asam lemah: bila pKa > 0 (Ka <1) --- kesetimbangan transfer proton
lebih menyukai posisi asam yg tidak terionisasi.
contoh: HF, dalam air terdapat spesi: H
3
O
+
, F
-
, dan >>>HF

Basa kuat: spesi yang terprotonasi sepenuhnya dalam air.
contoh: oksida O
2-
yang langsung terkonversi menjadi ion OH
-
dalam
air.

Basa lemah: spesi yang terprotonasi sebagian dalam air.
contoh: NH
3
, dalam air terdapat sbg spesi: NH
3
dan sebagian
kecil NH
4
+
.

KONSTANTA KESETIMBANGAN PADA
ASAM LEMAH
K
a
ASAM LEMAH < 1
pH : 2 - 7
Contoh :
1. Diketahui pH darah manusia 7,41
Berapa pOH, [H
+
], [OH
-
] ?
pOH :
pH + pOH = 14
7,41 + pOH = 14
pOH = 6,59
[H
+
] :
pH = - log [H
+
]
7,41 = - log [H
+
]
10
-7,41
= [H
+]
= 3,89 x 10
-8
M
[OH
-
] :
pOH = - log [OH
-
]
6,59 = - log [OH
-
]
10
-6,59
= [OH
-
] = 2,57 x 10
-7
M

Berapa pH pada 0,1 M HNO
3


pH = - log [H+]
= - log 0,01
= 1


KESETIMBANGAN
ASAM
KESETIMBANGAN PADA ASAM
DISSOSIASI ASAM LEMAH TIDAK SEMPURNA
CONTOH : Berapa pH larutan 1 M HF, diketahui Ka = 7,2
x 10
-4

Jawab :
HF (aq) H
+
(aq) + F
-
(aq) Ka= 7,2 x10
-4

H2O (l) H
+
(aq) + OH
-
(aq) Kw= 1,0 x10
-14

ICE TABLE




HF H
+
+ F
1 0 0
-x +x +x
1-x x x
I
C
E
HF = 1 x, karena x dianggap
kecil, maka HF = 1
Jadi : Ka = 7.2 x 10
-4
= x
2

x = 0.00268 = [H
+
]
pH = - log [H
+
]
pH = - log 0.00268
pH = 2.57
Ka =
x
2

1- x
KESETIMBANGAN ASAM
Contoh lain :
Berapa pH larutan 0,1 M HOCl?
Bila diketahui
Ka = 3,5 x 10
-8
Jawab :
HOCl H
+
+
OCl
-

0,1 0 0
-x +x +x
0,1-x x x
I
C
E
Ka = X
2
/ 0,1-X = 3,5 x 10
-8
X = 5,916 x 10
-5
= [H
+
]
pH = - log [H
+
]
= - log 5,916 x 10
-5

= 4,23

MENGHITUNG PERSENTASE ZAT YANG TERDISOSIASI

KONSENTRASI
PERSENTASE ZAT YANG TERURAI
TERDISOSIASI ----------------------------- X 100 %
KONSENTRASI
ZAT SEMULA


CONTOH : BERAPA PERSENTASE TERDISSOSIASI PADA
LARUTAN 1 M HF . DIKETAHUI [H
+
] PADA KEADAAN
SETIMBANG = 2.7 X 10
-2


JAWAB : 2.7 X 10
-2
/1.00 X 100% = 2.7 %

Hitung % dissosiasi asam HF (Ka = 1.8 x 10
-5
) pada
larutan dengan konsentrasi 0,1 M
Jawab :



HF H
+
+ F
-

1 0 0
-x +x +x
0.1-x x x
I
C
E
Ka = (X
2
/ 0.1) = 1.8 X 10
-5



X = 1.3 x 10
-3
M = [H
+
]
% dissosiasi = (1.3 x 10
-3
)/ 0.1 x 100 % = 1.3 %
1. Hitung pH larutan asam nitrous, HNO
2
, 0,05 M dimana
derajat disosiasinya () = 0,097 ?
HNO
2
(aq) + H
2
O == H
3
O
+
(aq) + NO
2-
(aq)
(H
3
O
+
) = x (HNO
2
) = 0,097 x 0,05
= 4,85 10
-3
mol/l
pH = - log (H
3
O
+
) = - log (4,85 10
-3
)= 2,31

2. Hitung asam monobasik 0,5 M jika konsentrasi ion
hidrogennya 0,1 mol/l ?
asumsi : asam monobasik HA
HA + H
2
O -----H
3
O
+
+ A
-

Reaksi sempurna (HA) = 0,5 mol/l
(H
3
O
+) =
0,1 mol/l
Hubungan untuk asam lemah
(H
3
O
+) =
x (HA) ------- 0,1 = x 0,5
= 0,1/0,5 = 0,2
Latihan
1. Hitung derajat ionisasi larutan asam monoetanoat 0,01
M dengan K
a
= 1,6 10
-4
mol/l ?
HCOOH (aq) + H
2
O (l) -- HCOO
-
(aq) + H
3
O
+
(aq)
2. Hitung derajat ionisasi lar asam propionat 0,4 M
dengan nilai K
a
= 1,3 10
-5
mol/l ?
CH
3
CH
2
COOH + H
2
O CH
3
CH
2
COO
-
+ H
3
O
+
3. Berapa pH larutan asam khloroetanoat 0,2 M dengan
K
a
= 1,3 10
-3
mol/l
CH
2
ClCOOH + H
2
O == CH
2
ClCOO
-
+ H
3
O
+
4. Hitung konstanta ionisasi ( Ka) asam etanoat 0,2 M
dan 0,94 terionisasi ?
BASA
ARRHENIUS : SENYAWA YANG MENGHASILKAN OH
-
DALAM LARUTAN
BRONSTED-LOWRY : ASEPTOR PROTON
BASA KUAT : TERDISSOSIASI SEMPURNA
BASA LEMAH : TERDISSOSIASI TIDAK SEMPURNA
CONTOH : HIDROKSIDA LOGAM ALKALI : NaOH DAN
KOH
CONTOH LAIN : HIDROKSIDA LOGAM ALKALI TANAH
ANTASIDA : PENGHILANG ASAM LAMBUNG
SIFAT BASA
Pahit dan Terasa Licin di Kulit
Mengubah Warna Indikator, mengubah
kertas lakmus merah menjadi kertas
lakmus biru.
Menghantarkan arus listrik
Menghantarkan Arus Listrik
Menetralkan Sifat Asam

KONSTANTA KESEIMBANGAN
BASA LEMAH
K
b
BASA LEMAH < 1
pH : 7 - 12
KONSTANTA BASA
BASA SEBAGAI ASEPTOR PROTON
KONSTANTA DISSOSIASI :
B (aq) + H
2
O (l) BH
+
(aq) + OH
-
(aq)
[BH
+
] [OH
-
]
Kb = ----------------
[B]
Contoh :
Hitung pH larutan NH
3
15 M (Kb = 1.8 x 10
-5
)


Jawab :
NH
3
(aq) + H
2
O (l) NH
4
+
(aq) + OH
-
(aq)
H
2
O (l) H
+
(aq) + OH
-
(aq)



NH
3
(aq) + H
2
O (l) NH
4
+(aq)
15 - 0
-x - +x
15-x - x
I
C
E
K
b
= 1.8 X 10
-5
= [NH
4
+][OH
-
]/[NH
3
]= (x)(x)/ 15-x = x
2
/15.0


X = 1,8 X 10
-5
X 15 = 1.6 X 10
-2
= [OH
-
]
pOH = - log [OH
-
]
= - log 1.6 X 10
-2
= 1.7959
pH = 12.2
+ OH
-
(aq)
0
+ x
x
Contoh lain :

HITUNG pH DARI 5,0 X 10
-2
NaOH
JAWAB :
pOH = - log [OH
-
]
= - log 5,0 x 10
-2
= 1,3
pOH + pH = 14
jadi pH = 14 1,3
= 12,7
KESETIMBANGAN BASA
Hubungan
Ka, Kb, [H
3
O]
dan pH
ASAM BASA MODEL LEWIS

TEORI LEWIS LEBIH UMUM DARI PADA TEORI
ARRHENIUS DAN BROSTED-LOWRY
ASAM LEWIS ADALAH SENYAWA ASEPTOR
PASANGAN ELEKTRON DARI ATOM LAIN UNTUK
MEMBENTUK IKATAN BARU
BASA LEWIS ADALAH SENYAWA PENDONOR
PASANGAN ELEKTRON UNTUK MEMBENTUK
IKATAN BARU


TIGA MODEL ASAM BASA
MODEL ASAM BASA
ARRHENIUS H
+
PENGHASIL OH
-
PENGHASIL
BRONSTED-
LOWRY
H
+
PENDONOR H
+
ASEPTOR
LEWIS ASEPTOR PASANGAN
ELEKTRON
PENDONOR
PASANGAN
ELEKTRON
Ikatan kimia baru dibentuk dengan
menggunakan pasangan elektron dari basa
Lewis.
Ikatan kimia yg terbentuk : ikatan kovalen
koordinasi
Contoh : Pembentukan ion hidronium (H
3
O
+
)
dari H
2
O + H
+


Asam dan Basa Lewis
H
H
H
BASE

OH
OH
H
+
ACID
Reaksi Asam/Basa Lewis
BERBAGAI CONTOH ASAM-BASA LEWIS
H
+
+

OH
-
H
2
O
asam basa

H
+
+ H
2
O H
3
O
+
asam basa

H
+
+ NH
3
NH
4
+
asam basa

H
+
+ CN
-
HCN
asam basa