Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN
Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan suatu istilah umum yang dipakai
untuk mengatakan adanya invasi mikroorganisme pada saluran kemih. Infeksi saluran
kemih dapat mengenai baik laki-laki maupun perempuan dari semua umur baik pada
anak-anak remaja, dewasa maupun pada umur lanjut. ata penelitian epidemiologi
klinik melaporkan hampir !"-#" $ semua perempuan dewasa pernah mengalami ISK
selama hidupnya
%,!
.
Infeksi saluran kemih tipe sederhana (un&ompli&ated type) jarang dilaporkan
menyebabkan insufisiensi ginjal kronik (I'K) walaupun sering mengalami ISK
berulang. Sebaliknya, kelompok pasien ISK berkomplikasi (&ompli&ated type)
terutama terkait vesikoureter sejak lahir sering menyebabkan insufisiensi ginjal kronik
(I'K) yang berakhir dengan gagal ginjal terminal
%
.
BAB II
LAPORAN PASIEN
I. IDENTITAS
(ama ) (y. S
*mur ) +, tahun
-enis kelamin ) .erempuan
/gama ) Islam
.endidikan ) Sd
/lamat ) Sokawera,.atikraja,0anyumas.
1gl masuk ) , /pril !2%#
II. DATA DASAR
/ ANAMNESIS (/uto3/llo anamnesis)
Keluhan *tama ) Kemaluan panas # hari yang lalu
Keluhan tambahan ) emam, (yeri perut bagian tengah bawah,
terasa anyang-anyangan, pipis masih bisa
4iwayat penyakit sekarang )
.asien datang Ke I' 4s 5ijayakusuma dengan keluhan
kemaluan panas sejak # hari sebelum masuk rumah sakit. emam
dirasakan naik turun, meningkat terutama saat pagi hari, hingga menggigil
kemudian beberapa jam kemudian mereda. .asien mengaku belum
meminum obat penurun panas, hanya meminum air putih yang banyak.
.asien mengaku selama mun&ul keluhan demam, tubuhnya menjadi lemas
dan kurang bergairah untuk beraktifitas.
.asien mengaku nyeri di perut bagian tengah dan bawah, dengan
frekuensi buang air ke&il yang sering, merasa anyang-anyangan, tidak
tersendat dan tak mengaku adanya darah yang keluar maupun pasir yang
keluar bersamaan dengan air kemihnya. 6al itu terus dirasakan hingga
kemudian reda setelah sehari demam.
.asien menyangkal sebelumnya pernah bepergian keluar kota,
dan juga menyangkal di sekitar rumahnya terdapat orang yang terkena
demam berdarah. .asien menyangkal sedang mengalami batuk pilek, sakit
gigi, sakit telinga, sakit pada wajahnya maupun sakit melilit pada
perutnya. .asien juga menyangkal merasakan nyeri pada pinggang hebat
yang merambat sampai ke kaki atau kemaluan. .asien mengaku buang air
besarnya seperti biasa, warna tidak berubah, dan tidak &air.
4iwayat .enyakit ahulu )
.asien pernah di diagnosa mengalami bronkitis kronik, tapi tak pernah
kontrol kembali setelah " bulan yang lalu. .asien bukan seorang
perokok.
4iwayat hipertensi, asma, jantung, alergi obat dan merokok disangkal
4iwayat penyakit keluarga ) 4iwayat 7 disangkal
4iwayat 6ipertensi diakui
4iwayat asma disangkal
4iwayat sakit jantung disangkal
B PEMERIKSAAN FISIK
Status 'eneralis
Keadaan *mum ) 1ampak sakit sedang
Kesadaran ) 8ompos mentis
1anda-tanda vital ) 1 ) %!29+2 mm6g
S ) #+,+
2
8
( ) :2 ;9mnt, reguler, isi penuh
44 ) !2 ;9mnt,
0erat 0adan ) "2 kg, 00 tertinggi ) +% kg.
1inggi 0adan ) %"< &m
Keadaan 'i=i (I71) ) 00 normal (!%.+"> kg9m
!
)
6abitus ) atletikus
7obilitas ) aktif
1ingkah laku ) wajar
/lam perasaan ) biasa
.roses pikir ) wajar
Kulit ) turgor &ukup, pte&hie (-)
Kepala ) normo&ephal, rambut hitam agak beruban,
distribusi merata, tidak mudah &abut
7ata ) &onjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik
1elinga ) bentuk normal, simetris, serumen (?9?) (
6idung ) deviasi septum (-), deformitas (-), se&ret (-)
7ulut ) bibir tidak sianosis, bibir kering, gusi tidak
berdarah, lidah kotor (-), 1onsil tidak membesar
(1%-1%) tenang
1enggorokan ) faring tidak hiperemis
@eher ) kelenjar tyroid tidak teraba membesar, kelenjar
getah bening tidak teraba membesar, deviasi
trakea (-), -A.) "-! &m
1horaks
.aru ) Inspeksi ) Simetris, statis dan dinamis kanan B kiri
.alpasi ) Aokal fremitus kanan B kiri
.erkusi ) Sonor di kedua lapang paru
/uskultasi ) Aesikuler, rhonki -9-, whee=ing -9-
8or ) Inspeksi ) I&tus &ordis tidak tampak
.alpasi ) I&tus &ordis tidak kuat angkat, 1hrill tidak
teraba
.erkusi ) 0atas jantung dalam batas normal
/uskultasi ) 0- I-II, regular, murmur (-), gallop (-)
/bdomen ) Inspeksi ) atar, .te&hie (-)
.alpasi ) Supel, 6epar tidak teraba, @ien tidak teraba,
0allotement (-), Shifting dullness (-), efans
7us&ulair (-), (yeri tekan epigastrium (-),
nyeri tekan s!ra!"i# ($), Nyeri ket%k
s&t k%st%'erte"ra( ($) sinistra.
.erkusi ) 1impani
/uskultasi ) 0ising usus (?) normal
Ckstremitas ) /kral hangat, edema -9-, pte&hie (-),
keterbatasan gerak (-), 1es sensibilitas (tajam
3 sentuhan) baik, -aringan s&ar (-)
) PEMERIKSAAN PENUN*AN+
@aboratorium tanggal 2,92,9!2%#
6emoglobin ) %% g9dl
6ematokrit ) #,,! $
Critrosit ) ,,, juta9ul
@eukosit ) ,-..// 9ulD
1rombosit ) !!#.2229ul
'lukosa sewaktu ) %## mg9dl
S'E19 /S1 ) !" *I9@
S'.19 /@1 ) ## *I9@
*reum ) !" mg9dl
Kreatinin ) %,#2mg9dl
CK' 2,92,9!2%#
Kesan ) alam batas normal
D RESUME
.asien .erempuan,+, tahun, dengan keluhan kemaluan panas sejak #
hari sebelum masuk rumah sakit. emam dirasakan naik turun, meningkat
terutama saat pagi hari, hingga menggigil kemudian beberapa jam
kemudian mereda. .asien mengaku belum meminum obat penurun panas,
hanya meminum air putih yang banyak. .asien mengaku selama mun&ul
keluhan demam, tubuhnya menjadi lemas dan kurang bergairah untuk
beraktifitas.
.asien mengaku agak nyeri di perut bagian tengah dan bawah,
dengan frekuensi buang air ke&il yang sering, merasa anyang-anyangan,
tidak tersendat dan tak mengaku adanya darah yang keluar maupun pasir
yang keluar bersamaan dengan air kemihnya. 6al itu terus dirasakan
hingga kemudian reda setelah sehari demam.
. .emeriksaan fisik menunjukan tanda-tanda vital yang normal.
/da nyeri tekan suprabupik.
6asil laboratorium sementara menunjukkan adanya leukositosis.
E DAFTAR MASALAH
Kemaluan panas # hari e&. 8uriga infeksi saluran kemih

F PEN+KA*IAN
%. Kemaluan panas # hari e&. 8uriga infeksi saluran kemih
/tas dasar )
.asien .erempuan,+, tahun, dengan keluhan kemaluan panas sejak #
hari sebelum masuk rumah sakit. emam dirasakan naik turun, meningkat
terutama saat pagi hari, hingga menggigil kemudian beberapa jam
kemudian mereda. .asien mengaku belum meminum obat penurun panas,
hanya meminum air putih yang banyak. .asien mengaku selama mun&ul
keluhan demam, tubuhnya menjadi lemas dan kurang bergairah untuk
beraktifitas.
.asien mengaku agak nyeri di perut bagian tengah dan bawah,
dengan frekuensi buang air ke&il yang sering, merasa anyang-anyangan,
tidak tersendat dan tak mengaku adanya darah yang keluar maupun pasir
yang keluar bersamaan dengan air kemihnya. 6al itu terus dirasakan
hingga kemudian reda setelah sehari demam.
.F ) nyeri tekan s!ra!"i# ($).
@aboratorium ) leukositosis, proteinuria dan leukosituria.
4en&ana diagnosa)
arah lengkap ulang dengan 6itung jenis leukosit, *reum, kreatinin,
/sam urat, urinalisa lengkap, kultur urin, resistensi antibiotik, *S'
abdomen, 0(E-IA. (jika fungsi ginjal baik).
4en&ana terapi )
Istirahat
Futrolit !29tpm
.ara&etamol #; "22 mg jika nyeri atau demam
4en&ana monitoring )
Keadaan umum dan tanda-tanda vital, pengawasan gejala, periksa
darah lengkap9!, jam.
+ E0ALUASI HARIAN
2" /pril !2%#
S ) emam sudah mereda, kemaluan terasa panas, perut bawah terasa
pegal-pegal, 0/K masih sering, tidak nyeri, tidak kesulitan, banyak,
tidak berwarna merah, tidak berpasir. .asien sering minum 7akan
habis setengah, 0/0 lan&ar seperti biasa, tanpa ada keluhan. 1idak
ada sesak, batuk, maupun nyeri dada.
E ) K*9Kes ) 1ampak sakit sedang9 Sadar penuh
11A )
1) %>29%22 mm6g, F() :! ;9menit, 44) !2;9 menit, S) #>
o
8
7ata) 8onjungtiva anemis-9-, Sklera ikterik -9-, lensa bersih
161 ) tak ada sekret, kemerahan (-), mukosa basah.
1hora;
.ulmo ) S vesikuler, 4onkhi -9-, 5hee=ing -9-.
-antung ) 0- I-II, reguler, murmur (-), gallop (-)
/bdomen ) atar, lunak, nyeri tekan epigastrium (-), nyeri tekan
suprapubi& (?), timpani, bising usus (?) normal.
Ckstremitas ) /kral hangat, edema -9-, jaringan s&ar (?) regio &ruris
sinistra.
/ ) Kemaluan panas e& suspe&t ISK
. ) 4@ !2 tpm
Inj 8efota;ime ! ; !
.ronalgess Sup ! ; !
2> /pril !2%#
S ) Kemaluan terasa panas, perut terasa tegang, demam (-), 0/K nyeri9
sulit (-), nyeri kepala (-), mual (-) dan muntah (-).
E ) K*9Kes ) 1ampak sakit sedang9 Sadar penuh
11A )
1) %"29%22 mm6g, F() :! ;9menit, 44) !2;9 menit, S) #>,2
o
8
7ata) 8onjungtiva anemis-9-, Sklera ikterik -9-, lensa bersih
161 ) tak ada sekret, kemerahan (-), mukosa basah.
1hora;
.ulmo ) S vesikuler, 4onkhi -9-, 5hee=ing -9-.
-antung ) 0- I-II, reguler, murmur (-), gallop (-)
/bdomen ) atar, lunak, nyeri tekan epigastrium (?), nyeri tekan
suprapubi& (?), timpani, bising usus (?) normal.
Ckstremitas ) /kral hangat, edema -9-, jaringan s&ar (?) regio &ruris
sinistra.
/ ) Kemaluan panas e& suspe&t ISK
. ) urispas ! ; %
8iprofloksasin ! ; %
Inj &efo ! ; %
.ronalgess sup ! ; %
Inf 4@ !2 1pm
+ /pril !2%#
S ) kemaluan terasa panas, sulit tidur, menggigil (-), 0/K sakit (-)
E ) K*9Kes ) 1ampak sakit sedang9 Sadar penuh
11A )
1) %"29:2 mm6g, F() :2 ;9menit, 44) !2;9 menit, S) #>
o
8
7ata) 8onjungtiva anemis-9-, Sklera ikterik -9-, lensa bersih
161 ) tak ada sekret, kemerahan (-), mukosa basah.
1hora;
.ulmo ) S vesikuler, 4onkhi -9-, 5hee=ing -9-.
-antung ) 0- I-II, reguler, murmur (-), gallop (-)
/bdomen ) atar, lunak, nyeri tekan epigastrium (?), nyeri tekan
suprapubi& (?), timpani, bising usus (?) normal.
Ckstremitas ) /kral hangat, edema -9-, jaringan s&ar (?) regio &ruris
sinistra.
/ ) Kemaluan panas e& suspe&t ISK
. ) 1erapi diteruskan
: /pril !2%#
S ) .erut terasa sakit, keluhan lain berkurang
E ) K*9Kes ) 1ampak sakit sedang9 Sadar penuh
11A )
1) %>29<2 mm6g, F() :2 ;9menit, 44) !2;9 menit, S) #> &
7ata) 8onjungtiva anemis-9-, Sklera ikterik -9-, lensa bersih
161 ) tak ada sekret, kemerahan (-), mukosa basah.
1hora;
.ulmo ) S vesikuler, 4onkhi -9-, 5hee=ing -9-.
-antung ) 0- I-II, reguler, murmur (-), gallop (-)
/bdomen ) atar, lunak, nyeri tekan epigastrium (-), nyeri tekan
suprapubi& (?), nyeri ketok 8A/ (-) sebelah kiri, timpani,
bising usus (?) normal.
Ckstremitas ) /kral hangat, edema -9-, jaringan s&ar (?) regio &ruris
sinistra.
/ ) Kemaluan panas e& suspe&t ISK
. ) terapi diteruskan
/mo;&i&ilin # ; %
7etronida=ole ! ; %
Ketokena=ole # ; %
< /pril !2%#
S ) 0agian genital masih terasa panas, keluhan lain berkurang
E ) K*9Kes ) 1ampak sakit sedang9 Sadar penuh
11A )
1) %!29:2 mm6g, F() :2 ;9menit, 44) !2;9 menit, S) #> 8
7ata) 8onjungtiva anemis-9-, Sklera ikterik -9-, lensa bersih
161 ) tak ada sekret, kemerahan (-), mukosa basah.
1hora;
.ulmo ) S vesikuler, 4onkhi -9-, 5hee=ing -9-.
-antung ) 0- I-II, reguler, murmur (-), gallop (-)
/bdomen ) atar, lunak, nyeri tekan epigastrium (-), nyeri tekan
suprapubi& (-), nyeri ketok 8A/ (-) sebelah kiri, timpani,
bising usus (?) normal.
Ckstremitas ) /kral hangat, edema -9-, jaringan s&ar (?) regio &ruris
sinistra.
/ ) ISK dalam perbaikan
. ) 1erapi oral dilanjutkan, pasien boleh pulang, kontrol minggu depan di
.oli .
dah dilakukan, menunggu hasil.
H PRO+NOSIS
/d vitam ) ubia /d 0onam
/d Fun&tionam ) ubia /d 0onam
/d Sanationam ) ubia /d 0onam
BAB III
TIN*AUAN PUSTAKA
A DEFINISI
Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi akibat terbentuknya koloni
kuman di saluran kemih
#
. 0akteriuria bermakna) keadaan di mana pertumbuhan
mikroorganisme murni lebih dari %2
"
colony forming units (&fu9ml) pada biakan
urin. 0ila tanpa gejala klinis dinamakan bakteriuria asimtomatik. begitu juga
sebaliknya, bila ditemukan gejala klinis dinamakan bakteriuria bermakna
simtomatik
%
.
B EPIDEMIOLO+I
Selama periode usia beberapa bulan dan lebih dari >" tahun perempuan
lebih &enderung menderita ISK dibandingkan laki-laki. ata penelitian
epidemiologi klinik melaporkan hampir semua perempuan dewasa pernah
mengalami ISK selama hidupnya. ISK berulang pada pria jarang terjadi, ke&uali
disertai faktor predisposisi (pen&etus)
%,!
.
.revalensi bakteriuria asimtomatik lebih sering ditemukan pada
perempuan. .revalensi selama periode skolah % $ meningkat menjadi " $ selama
aktuf se&ara seksual. .revalensi infeksi asmtomatik meningkat men&apai #2 $,
baik laki-laki maupun perempuan bila disertai faktor predisposisi seperti litiasis,
obstruksi saluran kemih, ginjal polikistik, nekrosis papilar, diabetes mellitus,
kateterisasi, kehamilan, nefropati analgesik dan lainnya
%,>
.
) ETIOLO+I
.ada umumnya ISK disebabkan oleh mikroorganisme tunggal, seperti
Escherichia coli, merupakan mikroorganisme tersering yang ditemukan pada
isolasi dari pasien dengan infeksi simtomatik maupun asimtomatik. Infeksi
tersering pada wanita disebabkan oleh mikroorganisme ini
%,!,,
.
Proteus spp, terdapat pada ## $ISK anak laki-laki berusia " tahun, Klebsiela
spp dan Staphylococcus dengan koagulase negatif
%
.
Pseudomonas spp dan mikroorganisme lainnya. Staphylococcus jarang
dijumapai ke&uali pas&a kateterisasi
%
.

D PATOFISIOLO+I
Sebagian besar merupakan infeksi asenden. .ada wanita, jalur yang biasa
terjadi adalah kuman mula-mula berasal dari anal kemudian berkoloni di vulva,
selanjutnya masuk ke kandung kemih (vesi&a urinaria) melalui uretra yang pendek
se&ara spontan atau mekanik akibat hubungan seksual atau kateterisasi. Sedangkan
pada pria, setelah prostat terkoloni maka akan terjadi infeksi asenden. 7ungkin
juga terjadi akibat pemasangan alat, kateterisasi, terutama pada golongan usia
lanjut
%,>
.
5anita lebih sering menderita ISK karena uretra lebih pendek, masuknya
kuman dalam hubungan seksual, dan mungkin perubahan p6 dan flora vulva
dalam siklus menstruasi. .ada beberapa wanita, frekuensi berkemih yang jarang
juga memiliki peranan
%,>
.
.ada kondisi normal, seharusnya bakteri yang masuk dibersihkan oleh
mekanisme pertahanan tubuh, namun terdapatnya kelainan anatomi dapat
mengganggu mekanisme ini sehingga terjadi stasis urin, yang menjadi media
pembiakan mikroorganisme. .ada wanita, kelainan anatomi yang sering dijumpai
adalah nefropati analgesik, natu, dan kehamilan. .ada pria biasanya akibat batu
dan penyakit prostat, sedangkan pada anak-anak karena kelainan kongenital
,
. .ada
beberapa pasien tertentu infeksi dapat berlanjut men&apai ginjal, dan itu lebih
dipermudah apabila terdapat refluks vesikoureter
%
.
Selain dari infeksi asenden, penjalaran se&ara hematogen juga bisa terjadi
namun jarang, hal ini dapat terjadi akibat lanjut dari bakteremia. 'injal diduga
merupakan lokasi infeksi sebagai akibat lanjut septikemia atau endokarditis akibat
stafilokokus aureus. Kelainan ginjal yang terkait dengan endokarditis disebut
sebagai Nephritis Lohlein
%
.
0egitu juga penjalaran se&ara eksogen, umumnya terjadi setelah dilakukan
tindakan invasif seperti pungsi pada kandung kemih maupun riwayat pemasangan
kateter lama
%,>
.
E MANIFESTASI KLINIS
Setiap pasien dengan ISK pada laki-laki dan ISK rekuren pada perempuan
harus dilakukan investigasi faktor predisposisi atau pen&etus. .resentasi klinis ISK
berdasarkan gender dalam bentuk)
Infeksi Saluran Kemih 0awah (ISK) 0awah
.erempuan
Sistitis. 7erupakan presentasi klinis infeksi kandung kemih disertai
bakteruria bermakna.
Sindrom uretra akut (S*/). 7erupakan presentasi klinis sisititis tanpa
ditemukan mikroorganisme (steril), sering dinamakan sistitis
bakterialis. .enelitian terkini disebabkan oleh mikroorganisme
anaerob.
@aki-laki
.resentasi klinis ISK bawah pada laki-laki mungkin sistitis, prostatitis,
epidimitis dan uretritis.
Infeksi Saluran Kemih 0awah (ISK) /tas
.ielonefritis akut (.(/). /dalah proses inflamasi parenkim ginjal yang
disebabkan bakteri.
.ielonefritis kronik (.(K). 7ungkin akibat lanjut dari infeksi bakteri
berkepanjangan atau infeksi sejak masa ke&il.
7anifestasi klinik ISK atas dan bawah pada pasien dewasa adalah sebagai
berikut)
.ielonefritis akut (.(/). .resentasi klinis .(/ seperti panas tinggi (#<,"-
,2,"), disertai menggigil, sakit pingang. .resentasi klinis .(/ ini sering
didahului gejala-gejala ISK bawah (sistitis).
ISK bawah (sistitis). .resentasi klinis sititis seperti suprapubik, polakisuria,
nokturia, disuria dan stranguria.
Sindom uretra akut (S*/). .resntasi klinis S*/ sulit dibedakan dengan
sistitis. .asien dengan S*/ sering ditemukan pada perempuan usia antara !2-
"2 tahun. .rsentasi klinis S*/ sangat miskin (hanya disuria dan sering
ken&ing). isertai &fu9ml urin G %2
"
.
ISK rekuren. ISK rekuren terdiri dari ! kelompok, yaitu) a) 4e-infeksi. .ada
umumnya episode infeksi dengan interval H > minggu dengan mikroorganisme
yang berlainan. 0) Relapsing infection. Setiap kali infeksi disebabkan
mikroorganisme yang sama, disebabkan oleh sumber infeksi yang tak
mendapatkan terapi yang adekuat
%
.
F KOMPLIKASI
Komplikasi ISK tergantung dari tipe sederhana (uncomplicated) dan tipe
berkomplikasi (complicated).
%. ISK sederhana (uncomplicated). ISK akut tipe sederhana yaitu non
obstruksi dan bukan perempuan hamil merupakan penyakit ringan (self
limiting disease) dan tidak menyebabkan akibat lanjut jangka lama
%
.
!. ISK tipe berkomplikasi (complicated).
ISK selama kehamilan, dapat berakibat pielonefritis, prematur, anemia,
pregnany-induced hypertension jika basiluria asimtomatik tak diobati.
Sedangkan pada ISK trimester III, dapat menimbulkan komplikasi bayi
retardasi mental, pertumbuhan bayi terlambat, cerebral palsy, fetal
death
%
.
ISK pada 7. .enelitian epidemiologi klinik melaporkan bakteriuria
dan ISK lebih sering ditemukan pada 7 dibandingkan perempuan
tanpa 7.
+ PEMERIKSAAN PENUN*AN+
/nalisa urin rutin rutin, pemeriksaan mikroskopik urin segar, tanpa putar,
kultur urin serta jumlah kuman9ml urin merupakan protokol standar untuk
pendekatan diagnostik ISK.
Investigasi lanjutan terutama renal imaging procedures tidak boleh rutin,
harus berdasarkan indikasi klinis yang kuat seperti ISK kambuhan, pasien laki,
gejala urologik (kolik ginjal, piuria, hematuria), hematuria persisten,
mikroorganisme jarang (Pseudomonas spp dan Proteus spp), ISK berulang dengan
interval I > minggu. Renal imaging procedures untuk investigasi faktor
predisposisi ISK )
*S'
4adiografi 0(E, IA., micturating cystogram
Isotop scanning
%,!
.

H DIA+NOSA
iagnosa ditegakkan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik dan
pemeriksaan penunjang
#
.
I PENATALAKSANAAN
,. In1eksi Sa(ran Ke2i3 (ISK) Ba4a3
.rinsip manajemen ISK bawah meliputi intake &airan yang banyak,
antibiotika yang adekuat (1abel % dan !) dan jika perlu terapi simtomatik
untuk alkalisasi urin)
6ampir :2$ pasien memberikan respon setelah ,: jam dengan
antibiotika tunggal seperti ampisilin # gram, trimetoprim !22 mg.
0ila infeksi menetap disertai memperlihatkan kelainan urinalisis
(leukosuria) diperlukan terapi konvensional selama "-%2 hari.
.emeriksaan mikroskopik urin dan biarkan urin tidak diperlukan bila
semua gejala hilang dan tanpa leukosuria.
4einfeksi berulang
isertai faktor predisposisi. 1erpai antimikroba yang intensif diikuti
koreksi faktor ririko.
1anpa faktor predisposisi
/supan &airan banyak
8u&i setelah melakukan senggama diikuti terapi antimikroba
takaran tunggal (misal trimetoprim !22mg)
1erapi antimikroba jangka lama sampai > bulan
Sindrom uretra akut (S*/). .asien dengan sindrom uretra akut dengan
hitung kuman %2
#
-%2
"
diperlukan antibiotika yang adekuat. Infeksi
klamidia memberikan hasil yang baik dengan tetrasiklin. Infeksi
disebabkan mikroorganisme diperlukan antimikroba yang serasi, misalnya
golongan kuinolon
%
.
-. In1eksi Sa(ran Ke2i3 (ISK) Atas
.ielonefritis akut (.(/). .ada umumnya pasien dengan .(/ memerlukan
rawat inap untuk memelihara status hidrasi dan terapi antibiotika
parenteral paling sedikit ,: jam. Indikasi rawat inap .(/ sebagaimana
berikut)
Kegagalan untuk mempertahankan hidrasi normal atau toleransi
terhadap antibiotika oral.
.asien sakit berat atau debilitasi.
1erapi antibiotik oral selama rawat jalan mengalami kegagalan.
iperlukan investasi lanjutan
Faktor predisposisi untuk ISK tipe berkompliasi
Komorbiditas seperti kehamilan. iabetes mellitus, usia lanjut
Da1tar Anti2ikr%"a 5an6 Dian7rkan (PAPDI )
Ta"e(.,. Tera!i Anti2ikr%"a !a&a ISK "a4a3 tak "erk%2!(ikasi
89:
Anti2ikr%"a D%sis La2a Tera!i
1rimetoprim-
Sulfametoksa=ol
!;%>29:22 # hari
1rimetoprim !;%22 mg # hari
Siprofloksa=in !; %22-!"2 mg # hari
@evofloksasin !; !"2 mg # hari
Sefiksim %; ,22 mg # hari
Sefpodoksim proksetil !; %22 mg # hari
(itrofurantoin
makrokristal
,; "2 mg + hari
(itrofurantoin monohidrat
makrokristal
!; %22 mg + hari
/moksisilin9klavulanat !; "22mg + hari
Ta"e(.-. O"at Parentera( Pa&a ISK Atas Akt Berk%2!(ikasi
89:
Anti2ikr%"a D%sis La2a Tera!i
Sefepim % gram %! jam
Siprofloksasin ,22 mg %! jam
@evofloksasin "22 mg !, jam
Efloksasin ,22 mg %! jam
'entamisin (? /mpisilin) #-" mg9kg 00 !, jam
% mg9kg 00 : jam
/mpisilin (? gentamisin) %-! gram > jam
1ikarsilin-klavulanat #,! gram : jam
.ipersilin-ta=baktam #,#+" gram !-: jam
Impenem-silastasin !"2-"22 mg >-: jam
BAB I0
KESIMPULAN
%. Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan suatu istilah umum yang dipakai untuk
mengatakan adanya invasi mikroorganisme pada saluran kemih.
!. ata epidemiologi klinik melaporkan semua perempuan dewasa pernah
mengalami ISK selama hidupnya.
#. Infeksi saluran kemih terbagi dalam dua tipe, yakni tipe sederhana (un&ompli&ated
type) dan tipe berkomplikasi (&ompli&ated type).
,. 0akteri penyebab tersering dari ISK adalah C. &oli, dan terjadinya infeksi sering
terjadi akibat penjalaran se&ara asenden, selain itu dapat pula se&ara hematogen
maupun eksogen namun jarang terjadi.
". engan penanganan yang tepat dan efisien, komplikasi lanjut terhadap fungsi
kemih dapat di&egah.
DAFTAR PUSTAKA
%. Sukandar, Cnday. Infeksi Saluran Kemih .asien ewasa, alam ) /ru 5S,
0ambang S, Idrus /, 0uku /jar Ilmu .enyakit alam -ilid I, Cdisi IA. .usat
.enerbitan Ilmu .enyakit alam Fakultas Kedokteran *niversitas Indonesia,
-akarta, !22>. 6al. ">,-">:.
!. 1essy, /gus, /rdaya, Suwarto. Infeksi Saluran Kemih. alam ) (oer, .rof.dr.6.7.
Sjaifoellah, dkk., 0uku /jar Ilmu .enyakit alam -ilid II, Cdisi III. .usat
.enerbitan Ilmu .enyakit alam Fakultas Kedokteran *niversitas Indonesia,
-akarta, !22,. 6al. #><-#+>.
#. 4ani, /. /=i=, Sidartawan Soegondo, /nna *.(. et. al. Infeksi Saluran Kemih.
alam) 4ani, /./=i=, Sidartawan Soegondo, /nna *.(. et. al, .anduan .elayanan
7edik .0 ./.I. Cdisi I. .engurus 0esar .erhimpunan okter Spesialis
.enyakit alam, -akarta, !22:. 6al. %+,-%+".
,. 7ansjoer, /rif 7, dkk, Infeksi Saluran Kemih. alam ) 7ansjoer, /rif 7, Kapita
Selekta Kedokteran. Cdisi III. 7edia /es&ulapius, -akarta, !22%. 6al. "!#-"!".
". 4ani, /. /=i=, Sidartawan Soegondo, /nna *.(. et. al. Infeksi Saluran Kemih.
alam) 4ani, /./=i=, Sidartawan Soegondo, /nna *.(. et. al, .anduan .elayanan
7edik Ilmu .enyakit alam. Cdisi !22,. epartemen Ilmu .enyakit alam
FK*I94S 4. 8ipto 7angunkusumo, -akarta, !22,. 6al. %>%-%>#.
>. 6owes, avid S 7. *rinary 1ra&t Infe&tion, Female. iakses dari )
http)99emedi&ine.meds&ape.&om9arti&le9++:>+2-overview iakses tanggal %+
-anuari !22<.