Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN PENDAHULUAN KEPERAWATAN JIWA

PASIEN DENGAN HALUSINASI


1. DEFINISI
Halusinasi adalah suatu persepsi yang salah tanpa dijumpai
adanya rangsangan dari luar. Walaupun tampak sesuatu yang khayal,
halusinasi sebenarnya merupakan bagian dari kehidupan mental
penderita yang terepsesi. Halusinasi dapat terjadi karena dasar-dasar
organic fungsional, psikotik maupun histerik (Yosep, !!"#.
Halusinasi adalah sensasi panca indra tanpa adanya rangsangan.
$lien merasa melihat, mendengar, membau dan ada rasa kecap
meskipun tidak ada suatu rangsang yang tertuju pada kelima indra
tersebut (%amaiyanti, !!&#.
Halusinasi merupakan hilangnya kemampuan manusia dalam
membedakan rangsangan internal (pikiran# dan rangsangan eksternal
(dunia luar#. $lien memberikan persepsi atau pendapat tentang
lingkungan tanpa ada objek atau rangsangan yang nyata. 'ebagai contoh
klien mengatakan mendengar suara padahal tidak ada orang yang
berbicara ($usuma(ati, !)!#.
2. RENTANG RESPON HALUSINASI
Halusinasi merupakan salah satu respon maldapti*e indi*idual
yang mempunyai rentang respon neurobiologi yang berbeda ('tuart and
+araia, !!,#. -ika klien yang sehat persepsinya akan akurat, mampu
mengidentifikasi dan menginterpretasikan stimulus berdasarkan informasi
yang diterima melalui panca indera (pendengaran, pengelihatan,
penciuman, pengecapan dan perabaan#. $lien halusinasi
mempersepsikan suatu stimulus melalui panca indera (alaupun
sebenarnya stimulus tersebut tidak ada.
RENTANG RESPON NEUROBIOLOGI
(Stuart & Laraia 200!
R"#$%& A'a$ti( Di#t%r#i Pi)ira& R"#$%& *a+a'a$ti(
.espon /daptif - 0mosi 1erlebihan - 2ejala 3ikiran
- .espon +ogis - %istorsi pikiran - %elusi Halusinasi
- .espon akurat - 3erilaku aneh 4 - 3erilaku diorganisasi
- 3erilaku sesuai tidak sesuai - 'ulit berespon
- 0mosi sosial - 5enarik diri dengan pengalaman
,. FASE-FASE HALUSINASI
/dapun fase halusinasi menurut ('tuart, dan +araia, !!,# adalah
sebagai berikut 6
Sta." I / 'i#%r'"r #+""$
Fa#" a0a+ #"#"%ra&.
#"1"+u2 2u&3u+
4a+u#i&a#i.
Ha+u#i&a#i #"3ara
u2u2 ia t"ri2a #"1a.ai
#"#uatu 5a&. a+a2i
$lien merasa banyak masalah, ingin menghindar
dari lingkungan, takut diketahui orang lain bah(a
dirinya banyak masalah. 5asalah semaki sulit
karena berbagai stressor terakumulasi. 'upport
system klien kurang dan persepsi terhadap
masalah buruk. 'ulit tidur berlangsung secara
terus-menerus sehingga terbiasa menghayal.
$lien mengungkapkan lamunan-lamunan a(a
tersebut sebagai pemecahan masalahl
3asien mengalami emosi yang berlanjut seperti
adanya perasaan cemas, kesepian, perasaan
berdosa, ketakutan, dan mencoba memusatkan
pemikiran pada timbulnya kecemasan. 7a
beranggapan bah(a pengalaman pikiran dan
sensorinya dapat ia kontrol bila kecemasannya
diatur, dalam tahap ada kecenderungan klien
merasa nyaman dengan halusinya.
Sta." II / 6%&'"2&i&.
#"7"r" +"7"+ %( a&8i"t5
S"3ara u2u2
4a+u#i&a#i #"ri&.
2"&'ata&.i )+i"&
3engalaman sensori pasien menjadi sering
datang dan mengalami bias, klien merasa tidak
mampu lagi mengontrolnya dan mulai berupaya
menjaga jarak antara dirinya dengan objek yang
dipersepsikan klien mulai menarik diri dari orang
lain dengan intensitas (aktu yang lama
Sta." III / 6%&tr%++i&.
S"7"r" +"7"+ %( a&8i"t5
Fu&.#i #"&#%ri 2"&9a'i
ti'a) r"+"7a& '"&.a&
$lien mencoba mela(an suara-suara atau
sensory abnormal yang datang. $lien dapat
merasakan kesepian bila halusinasinya berakhir.
%ari sini dimulai gangguan psycotic
)"&5ataa&
Sta." I: / 6%&;u"ri&.
$a&i3 +"7"+ %( a&8i"t5
K+i"& 2"&.a+a2i
.a&..ua& 'a+a2
2"&i+ai +i&.)u&.a&&5a
3engalaman sensorinya terganggu, klien mulai
merasa terancam dengan datangnya suara-suara
terutama bila klien tidak dapat menuruti ancaman
atau perintah yang ia dengar dari halusinasinya.
Halusinasi dapat berlangsung selama minimal 8
jam atau seharian bila klien tidak mendapatkan
komunikasi terapeutik. 9erjadi gangguan psikotik
berat
<. TIPE HALUSINASI
5enurut 6a&3r% & L"42a&&= 2000= 'a+a2 :i"'"1"3)= 200>=
beberapa tipe halusinasi adalah sebagai berikut 6
a. Ha+u#i&a#i au'it%ri?$"&'"&.ara&@ merupakan tipe yang paling
sering terjadi, termasuk keadaan mendengar bunyi-bunyian, paling
sering berupa suara-suara atau pembicaraan. Halusinasi tipe ini dapat
berupa satu4lebih suara, dan suara tsb dapat seperti suara seseorang
yang familiar ataupun tidak familiar, serta dapat pula seolah-olah
suara tsb berbicara. Command hallucination4 halusinasi perintah
dapat menjadi berbahaya karena suara yang bersifat command
biasanya meminta klien untuk mengambil tindakan tertentu seperti
mencelakai diri-sendiri atau orang lain.
1. Ha+u#i&a#i 7i#ua+?$"&.+i4ata&
5erupakan penglihatan yang sebenarnya tidak ada secara nyata,
misalnya klien seolah-olah
melihat cahaya-cahaya, orang yang sudah mati, atau
distorsi4penyimpangan seolah melihat pera(at sebagai monster yang
menakutkan. :isual halusinasi merupakan jenis halusinasi kedua
yang sering terjadi.
c. Ha+u#i&a#i %+(a)t%ri?$"&3iu2a&@ merupakan tipe halusinasi yang
seolah-olah membau aroma tertentu, misalnya urin atau feses, bau
anyir atau busuk. 3ada klien ski;ofrenia, tipe halusinasi ini sering
muncul bersamaan dengan demensia, kejang, atau kecelakaan
serebro*askular.
d. Tactile hallucination@ merupakan halusinasi dalam hal sensasi4rasa
seperti seolah-olah terdapat serangga yang merayap di kulit, atau
merasa tersengat listrik. Halusinasi tipe ini biasanya terjasi pada klien
yang menjalani terapi melepaskan diri dari alcohol, dan jarang terjadi
pada ski;ofrenia.
e. Gustatory hallucination@ merupakan perasaan seolah-olah
merasakan rasa sesuatu dalam mulut, atau merasakan rasa makanan
berubah menjadi rasa benda lain. 5ungkin klien merasakan makanan
menjadi lebih pahit, seperti baja, atau rasa lain yang lebih spesifik.
f. Cenesthetic hallucination@ merupakan perasaan klien yang seolah
merasakan fungsi tubuhnya yang seharusnya memang la;im tidak
dirasakan, misalnya klien merasakan pembentukan urin, atau
merasakan impuls yang ditrasmisikan melalui otak.
g. Ha+u#i&a#i )i&"#t"ti)@ merupakan halusinasi yang terjadi jika klien
sedang tidak bergerak, namun mengatakan sensasi tubuhnya
bergerak. 1iasanya pergerakan tersebut tidak biasa, misalnya merasa
tubuhnya melayang di atas tana
. PSIKODINAMIKA HALUSINASI
Faktor predisposisi
biologis psikologis sosiocultural
/bnormalitas
perkembangan sistem
saraf, lesi daerah frontal,
dopamine neurotransmitter,
factor biokimia.
9ipe kepribadian lemah dan
tidak bertanggung ja(ab
berpengaruh terhadap
kemampuan klien dalam
mengambil keputusan yang
tepat bagi masa depan
sehingga klien lebih memilih
kesenangan sesaat dan lari
dari alam nyata kea lam hayal.
kemiskinan, konflik
sosial budaya (perang,
kerusuhan, bencana
alam# dan kehidupan
yang terisolasi disertai
stress, tinggal di
ibukota, penolakan dari
lingkungan
sifat
1io6 memikirkan sesuatu
yang tidak nyata
3siko6 tidak termoti*asi
dalam hidup
'osial6 kurang sosialisasi
'piritual6 tidak percaya
9uhan
Jumlah
Kuantitas
halisinasi
muncul
pada klien
asal waktu
'ejak kapan
terjadi
halusinasi,
kapan saja
terjadi halusinasi
Str"#%r $r"#i$ita#i
1io6kelelahan,obat-obatan,
delirium, intoksikasi alcohol,
kesulitan tidur untuk (aktu
yang lama
3siko6 cemas yang berlebihan
'osial6gangguan interaksi
sosial
'piritual6 hilangnya akti*itas
ibadah, kehampaan hidup
A. FAKTOR PENBEBAB HALUSINASI
<aktor penyebab halusinasi menurut B%#"$ (2010! terdiri dari 6
Fa)t%r Pr"'i#$%#i#i
a. Fa)t%r $"r)"21a&.a&
9ugas perkembangan klien yang terganggu misalnya rendahnya
kontrol dan kehangatan keluarga menyebabkan klien tidak mampu
Regresi
Proyeksi
Menarik diri
Halusinasi
P"&i+aia& t"r4a'a$ #tr"##%r
kognitif
penurunan fungsi
ego
afektif
Ansietas
dari ringan
sampai
berat,
takut, sedih
fisiologis perilaku
curiga, ketakutan,
rasa tidak aman,
gelisah, bingung,
perilaku merusak
diri, kurang
perhatian, tidak
mampu mengambil
keputusan, bicara
inkoheren, bicara
sendiri, tidak
membedakan yang
nyata dengan yang
tidak nyata..
sosial
Klien asyik dengan
halusinasinya,
seolah-olah ia
merupakan tempat
untuk memenuhi
kebutuhan akan
interaksi sosial,
kontrol diri dan
harga diri yang
tidak didapatkan
dalam dunia nyata
2angguan
dalam
komunikasi
dan putaran
balik otak,
9ekanan
darah
meningkat,
5ual,
5untah
Kemampuan
personal
ketrampilan
yang dimiliki
klien
ukungan
sosial
dukungan emosional
dan bantuan yang
didapatkan untuk
penyelesaian tugas,
pengetahuan dan
kemampuan keluarga
memberikan asuhan
!set material
<asilitas
$esehatan -i(a,
/suransi,
Keyakinan
positif
teknik
pertahanan
dan moti*asi
Su21"r )%$i&.
*")a&i#2" K%$i&.
Respon Logis
Respon Akurat
Bercerita
dengan Teman
$onstruktif %estruktif
mandiri sejak kecil, mudah frustasi, hilang percaya diri dan lebih
rentan terhadap stres.
1. Fa)t%r #%#i%)u+tura+
'eseorang yang merasa tidak diterima lingkungannya sejak bayi
(un(anted child# akan merasa disingkirkan, kesepian, dan tidak
percaya pada lingkungannya
3. Fa)t%r 1i%)i2ia
5empunyai pengaruh terhadap terjadinya gangguan ji(a. /danya
stres yang berlebihan dialami seseorang maka di dalam tubuh akan
dihasilkan suatu ;at yang dapat bersifat halusinogenik neurokimia
seperti Buffofenon dan Dimetytransferase (%53#. /kibat stres
berkepanjangan menyebabkan terakti*asinya neurotransmiter otak.
5isalnya erjadi ketidakseimbangan acetylcolin dan dopamin.
'. Fa)t%r $#i)%+%.i#
9ipe kepribadian lemah dan tidak bertanggungja(ab mudah
terjerumus penyalahgunaan ;at adiktif. Hal ini berpengaruh pada
ketidakmampuan klien dalam mengambil keputusan yang tepat demi
masa depannya. $lien lebih memilih kesengan sesaat dan lari dari
alam nyata menuju alam hayal.
". Fa)t%r ."&"ti) 'a& $%+a a#u4
3enelitian menunjukkan bah(a anak sehat yang diasuh oleh orangtua
ski;ofrenia cenderung mengalami ski;ofrenia.
Fa)t%r Pr"#i$ita#i
'ecara umum klien dengan gangguan halusinasi timbul gangguan
setelah adanya hubungan yang bermusuhan, tekanan, isolasi, perasaan
tidak berguna, putus asa dan tidak berdaya. 3enilaian indi*idu terhadap
stresor dan masalah koping dapat mengindikasikan kemungkinan
kekambuhan ($eliat, !!=#.
5enurut 'tuart (!!"#, faktor presipitasi terjadinya gangguan
halusinasi adalah6
a. 1iologis
2angguan dalam komunikasi dan putaran balik otak, yang mengatur
proses informasi serta abnormalitas pada mekanisme pintu masuk
dalam otak yang mengakibatkan ketidakmampuan untuk secara
selektif menanggapi stimulus yang diterima oleh otak untuk
diinterpretasikan.
b. 'tres +ingkungan
/mbang toleransi terhadap stres yang berinteraksi terhadap stresor
lingkungan untuk menentukan terjadinya gangguan perilaku.
c. 'umber $oping
'umber koping mempengaruhi respon indi*idu dalam menanggapi
stresor.
C. TINDAKAN KEPERAWATAN
a. *"21a&tu )+i"& 2"&."&a+i 4a+u#i&a#i
3era(at mencoba menanyakan pada klien tentang isi halusinasi,
(aktu terjadi halusinasi, frekuensi terjadinya halusinasi, situasi yang
menyebabkan halusinasi muncul dan perasaan pasien saat halusinasi
muncul.
1. *"+ati4 $a#i"& 2"&.%&tr%+ 4a+u#i&a#i
5embantu klien agar mampu mengontrol halusinasi, pera(at dapat
mendiskusikan 8 cara mengontrol halusinasi pada klien. $eempat cara
tersebut meliputi 6
*"&.4ar'i) 4a+u#i&a#i
5enghardik halusinasi adalah upaya megendalikan diri terhadap
halusinasi dengan cara menolak halusinasi yang muncul. 3asien
dilatih untuk mengatakan tidak terhadap halusinasi yang muncul
atau tidak memedulikan halusinasinya. 5ungkin halusinasi tetap
ada namun dengan kemampuan ini pasien tidak akan larut untuk
menuruti apa yang ada dalam halusinasinya. 9ahapan tindakan
meliputi 6
menjelaskan cara menghardik halusinasi
memperagakan cara menghardik
meminta pasien memperagakan ulang
memantau cara, menguatkan perilaku pasien
bercakap-cakap dengan orang lain
melakukan aktifitas yang terjad(al
menggunakan obat secara teratur
P"21"ria& $#i)%(ar2a)%t"ra$i
2ejala halusinasi sebagai salah satu gejala psikotik4ski;ofrenia
biasanya diatasi dengan menggunakan obat-obatan anti psikotik
antara lain 6
2olongan butirofenon6 haloperidol, haldol, serenace, ludomer.
2olongan fenotia;ine 6 >hlorproma;ine4largactile4promactile.
*"2a&tau "(") #a2$i&. %1at
3era(at perlu memahami efek samping yang sering ditimbulkan
oleh obat-obat psikotik seperti6 mengantuk, tremor, mata melihat ke
atas, kaku-kaku otot, otot bahu tertarik sebelah, hipersali*a,
pergerakan otot yang tidak terkendali. /pabila terjadi gejala-gejala
yang dialami pasien tidak berkurang maka perlu diteliti apakah obat
betul-betul diminum atau tidak.
*"+i1at)a& )"+uar.a 'a+a2 ti&'a)a&
%iantara penyebab kambuh yang paling sering adalah faktor
keluarga dan klien itu sendiri. $eluarga adalah support system
terdekat dan 8 jam bersama-sama dengan klien. $eluarga yang
mendukung klien secara konsisten akan membuat klien mandiri
dan patuh mengikuti program pengobatan. 'alah satu tugas
pera(at adalah melatih keluarga agar mampu mera(at klien
gangguan ji(a di rumah. 3era(at perlu memberikan pendidikan
kesehatan kepada keluarga, informasi yang perlu diberikan kepada
keluarga meliputi 6
pengertian halusinasi
jenis halusinasi yang dialami pasien
tanda dan gejala halusinasi
3roses terjadinya halusinasi
cara mera(at pasien halusinasi
cara berkomunikasi
pengaruh pengobatan dan tatacara pemberian obat
pemberian aktifitas fisik kepada klien
sumber-sumber pelayanan yang bisa dijangkau
pengaruh stigma masyarakat terhadap kesembuhan klien
>. PENATALAKSANAAN *EDIS
3enatalaksanaan pasien ski;ofrenia adalah dengan pemberian obat-
obatan dan tindakan lain, yaitu 6
a. 3sikofarmakologis
?bat-obatan yang la;im digunakan pada gejala halusinasi
pendengaran yang merupakan gejala psikosis pada pasien
ski;ofrenia adalah obat-obatan anti-psikosis.
K"+a# Ki2ia Na2a G"&"ti) D%#i# Haria&
<enotia;in /setofena;in (9idal#
$loproma;in (9hora;ine#
<lufena;ine (3roli@ine,
=!-)! mg
A!-&!! mg
)-8! mg
A!-8!! mg
3ermiti#
5esorida;in ('erentil#
3erfena;in (9rilafon#
3roklorpera;in
(>ompa;ine#
3roma;in ('parine#
9ioda;in (5ellaril#
9rifluopera;in ('tela;ine#
9rifluoproma;ine (:esprin#
)-=8 mg
),-),! mg
8!-)!! mg
),!-&!! mg
-8! mg
=!-),! mg
9ioksanten $loprotiksen (9arctan#
9iotiksen (Ba*ane#
",-=!! mg
&-A! mg
1utirofenon Haloperidol (Haldol# )-)!! mg
%iben;ondia;epin $lo;apin (>lora;il# A!!-C!! mg
%iben;okasa;epin +oksapin (+o@itane# !-),! mg
%ihidroindolon 5olindone (5oban# ),-, mg
b. 9erapi kejang listrik atau 0lektro >ompulci*e 9herapy (0>9#
c. 9erapi /kti*itas $elompok (9/$#
(3urba, Wahyuni, Basution, %aulay, !!C#
D. POHON MASALAH
$oping 7ndi*idu
tidak efektif
3enurunan
$oping $eluarga
Harga %iri
.endah
7solasi 'osial
Halusinasi
$erusakan 7nteraksi
'osial
$etidakefektifan
manajemen
regimen terapeutik
.esiko mencederai diri
sendiri dan orang lain
FAKTOR
PREDISPOSISI
). <. 3erkembangan
. <. 'osial $ultur
A. <. 1iokimia
8. <. 3sikologis
,. <. 2enetik
FASE PREPITASI
). 1ilologis
. 'tress lingkungan
A. 'umber koping
DAFTAR PUSTAKA
). /;i; ., dkk, Pedoman Asuhan Keperawatan Jiwa
Semarang : .'-% %r. /mino 2onohutomo, !!A
. $eliat 1/. /suhan $lien 2angguan Hubungan 'osial6 5enarik %iri.
-akarta 6 <7$ D7. )CCC
A. $eliat 1/. Proses kesehatan jiwa. 0disi ). -akarta 6
02>. )CCC
8. $eliat 1udi /na, Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa 0disi 7, -akarta 6
02>, )CCC
,. 'tuart 2W, 'undeen, Buku Saku Keperawatan Jiwa
-akarta 6 02>, )CC,
=. 9im %irektorat $es(a, Standar Asuhan Keperawatan
Jiwa 0disi ), 1andung, .'-3 1andung, !!!
". %amaiyanti, 5. !!&. Komunikasi !erapeutik dalam
Praktik Keperawatan. 1andung6 39. .efika /ditama
&. $eliat, 1udi /nna. !!=. Proses Keperawatan
Kesehatan Jiwa "disi #. -akarta6 02>
C. $usuma(ati, <. !)!. Buku Ajar Keperawatan Jiwa.
-akarta6 'alemba 5edika.
)!. 'tuart 2W 'undeen. !!=. Buku Saku Keperawatan
Jiwa. -akarta6 02>.
)). :idebeck, '. +. !!&. Buku Ajar Keperawatan Jiwa.
-akarta6 02>
). Yosep, 7yus. !!". Keperawatan Jiwa. 1andung6 39
.efika /ditama
)A. Yosep, 7yus. !!C. Keperawatan Jiwa. 1andung6 39
.efika /ditama
)8. Yosep, 7yus. !)!. Keperawatan Jiwa "disi $e%isi.
1andung6 39 .efika /ditama.
10. REN6ANA ASUHAN KEPERAWATAN
N%
R"&3a&a K"$"ra0ata&
E7a+ua#i
Dia.&%#a
K"$"ra0ata&
Tu9ua& 'a& Krit"ria Ha#i+ I&t"r7"&#i 'a& Ra#i%&a+
) .isiko mencederai
diri sendiri
a. Tu9ua&/
'etelah dilakukan tindakan
kepera(atan selama @ 8
jam, klien tidak mencederai
dirinya sendiri
1. Krit"ria 4a#i+6
pasien merasa lebih
percaya diri
pasien tidak akan
melakukan
tindakan4akti*itas yang
akan mencederai dirinya
sendiri
pasien akan
mengidentifikasi aspek-
aspek positif yang ada
pada dirinya
pasien akan
). 'alam terapeutik E perkenalan diri E jelaskan
tujuan E ciptakan lingkungan yang tenang E buat
kontrak yang jelas ((aktu, tempat, topic#
R/ menjalin komunikasi yang baik antara pera(at
dan klien.
. 1eri kesempatan mengungkapkan perasaan
R6 menggali lebih dalam apa yang menyebabkan
klien berhalusinasi
A. /jak membicarakan hal-hal yang ada di
lingkungan
R/ mengalihkan perhatian klien terhadap hal-hal
yang mungkin akan menyebabkan halusinasi
8. ?bser*asi lingkungan sekitar pasien,
pindahkan barang-barang yang berbahaya seperti
pisau, kaca dll
R/ obser*asi dan memindahkan barang-barang
berbahaya sebagai upaya akti*itas penyelamatan
'6 3asien tidak ingin
melakukan tindakan yang
mencederai dirinya
sendiri
?6 pasien mengontrol
halusinasinya, tidak
berbuat yang
membahayakan dirinya.
/6 masalah teratasi
sebagian.
36 inter*ensi dilanjutkan
dan tetap melakukan
monitoring
mengimplementasikan
dua respons protektif diri
yang adaptif
pasien akan
mengidentifikasi
sumber dukungan sosial
yang bermanfaat
pasien akan mampu
menguraikan rencana
pengobatan dan
rasionalnya.
pasien merasa lebih
tenang
hidup pasien
,. 1erikan lingkungan yang aman dan pantau
akti*itas pasien
R6 perilaku pasien harus dia(asi sampai kendali
diri memadai untuk keamanan
=. 7dentifkasi kekuatan-kekuatan pasien dan ajak
untuk berperan serta dalam akti*itas yang disukai
dan dapat dilakukannya
R/ perilaku destruktif-diri mencerminkan depresi
yang mendasar dan terkait dengan harga diri
rendah serta kemarahan terhadap diri sendiri
". 1antu pasien untuk mengenal mekanisme
koping yang tidak sehat dan beri imbalan untuk
perilaku koping yang sehat
R6 mekanisme koping maladaptif harus diganti
dengan yang sehat untuk mengatasi stres dan
ansietas
&. 1antu orang terdekat untuk berkomunikasi
secara konstruktif dengan pasien dan
meningkatkan hubungan keluarga yang sehat
R 6 isolasi sosial menyebabkan harga diri rendah
dan depresi yang mencetuskan perilaku destruktif
terhadap diri sendiri
C. +ibatkan pasien dan orang terdekat dalam
perencanaan tindakan yang diberikan dan
modifikasi rencana berdasarkan umpan balik
pasien
R6 pemahaman dan peran derta dalam
perencanaan pelayanan kesehatan meningkatkan
kepatuhan.
)!. 5endekati klien secara interpersonal
R6 mendekatkan diri dan mudah untuk menggali
informasi
)). %orong untuk mengungkapkan perasaan saat
terjadi halusinasi
R/ membantu memecahkan masalah
). 7dentifikasi bersama tentang cara klien
mengatasi halusinasinya
R6 agar klien mampu mengalihkan4 mengatasi jika
halusinasi terjadi se(aktu-(aktu.
)A. %iskusikan manfaat cara yang digunakan
klien dan cara baru untuk mengontrol
halusinasinya
R/ cara yang tepat untuk mengontrol halusinasi
bisa memberikan dampak yang baik untuk mental
klien
)8. 1eri pendidikan kesehatan pada pertemuan
keluarga tentang gejala, cara, memutus
halusinasi, cara mera(at, informasi (aktu follo(
up atau kapan perlu mendapat bantuan
R6 peran serta keluarga dalam memutus
halusinasi akan sangat membantu pemulihan
kondisi klien
),. 1eri kesempatan melakukan cara yang telah
dipilih dan beri pujian jika berhasil
R6 pujian meningkatkan semangat untuk terus
melakukan hal yang serupa
2angguan sensori
persepsi halusinasi
berhubungan
dengan perubahan
stimulus
a. Tu9ua&/
setelah dilakukan
8@pertemuan, halusinasi
klien berkurang.
b. Krit"ria 4a#i+/
). 1ina hubungan saling percaya dengan
menggunakan prinsip komunikasi terapeutik
dengan cara 6
a. 'apa klien dengan ramah baik *erbal maupun
non *erbal
'6 $lien mengungkapkan
dan dapat mengenal
halusinasi
?6 $lien dapat bercakap-
cakap dengan orang lain
$lien dapat membina
hubungan saling
percaya dasar untuk
kelancaran hubungan
interaksi seanjutnya
$lien dapat mengenal
halusinasinya
$lien dapat mengontrol
halusinasinya
$lien mendapat
dukungan dari keluarga
dalam mengontrol
halusinasinya
$lien memanfaatkan
obat dengan baik
b. 3erkenalkan diri dengan sopan
c. 9anyakan nama lengkap klien dan nama
panggilan yang disukai
d. -elaskan tujuan pertemuan
e. -ujur dan menepati janji
f. 9unjukkan sikap empati dan menerima klien apa
adanya.
g. 1erikan perhatian kepada klien dan perhatian
kebutuhan dasar klien.
. /dakan kontak sering dan singkat secara
bertahap.
- ?bser*asi tingkah laku klien terkait dengan
halusinasinya6 bicara dan terta(a tanpa stimulus
memandang ke kiri4ke kanan4 kedepan seolah-
olah ada teman bicara
- 1antu klien mengenal halusinasinya
a. 9anyakan apakah ada suara yang
didengar
b. /pa yang dikatakan halusinasinya
c. $atakan pera(at percaya klien mendengar
suara itu , namun pera(at sendiri tidak
untuk mengalihkan
halusinasi, klien dapat
menggunakan obat
dengan benar
/6 masalah teratasi
sepenuhnya
36 inter*ensi dihentikan,
lakukan monitoring.
mendengarnya.
d. $atakan bah(a klien lain juga ada yang
seperti itu
e. $atakan bah(a pera(at akan membantu
klien
- %iskusikan dengan klien 6
a. 'ituasi yang menimbulkan4tidak
menimbulkan halusinasi
b. Waktu dan frekuensi terjadinya halusinasi
(pagi, siang, sore, malam#
- %iskusikan dengan klien apa yang dirasakan jika
terjadi halusinasi (marah, takut, sedih, senang#
beri kesempatan klien mengungkapkan
perasaannya
A. 7dentifikasi bersama klien cara tindakan yang
dilakukan jika terjadi halusinasi ( tidur, marah,
menyibukkan diri dll#.
- %iskusikan manfaat cara yang digunakan klien,
jika bermanfaat ber pujian
- %iskusikan cara baru untuk
memutus4mengontrol timbulnya halusinasi6
a. $atakan saya tidak mau dengar
b. 5enemui orang lain
c. 5embuat jad(al kegiatan sehari-hari
d. 5eminta keluarga4teman4pera(at untuk
menyapa jika klien tampak bicara sendiri
- 1antu klien memilih dan melatih cara memutus
halusinasinya secara bertahap.
- 1eri kesempatan untuk melakukan cara yang
telah dilatih.
- 0*aluasi hasilnya dan beri pujian jika berhasil.
- /njurkan klien mengikuti 9/$, orientasi, realita,
stimulasi persepsi.
8. /njurkan klien untuk memberitahu keluarga jika
mengalami halusinasi
- %iskusikan dengan keluarga (pada saat
berkunjung4pada saat kunjungan rumah#6
a. 2ejala halusinasi yang dialami klien
b. >ara yang dapat dilakukan klien dan
keuarga untuk memutus halusinasi
c. >ara mera(at anggota keluarga yang
halusinasi dirumah, diberi kegiatan, jangan
biarkan sendiri, makan bersama,
bepergian bersama
d. 1eri informasi (aktu follo( up atau kenapa
perlu mendapat bantuan 6 halusinasi tidak
terkontrol, dan resiko mencederai diri atau
orang lain
,. %iskusikan dengan klien dan keluarga tentang
dosis, frekuensi dan manfaat minum obat
- /njurkan klien meminta sendiri obat pada
pera(at dan merasakan manfaatnya
- /njurkan klien bicara dengan dokter tentang
manfaat dan efek samping minum obat yang
dirasakan
- %iskusikan akibat berhenti obat-obat tanpa
konsultasi
- 1antu klien menggunakan obat dengan prinsip =
benar.
A 2angguan pola tidur
berhubungan
dengan adanya
gangguan persepsi
berupa suara-suara
a. Tu9ua& 6
'etelah dilakukan tindakan
kepera(atan selama @ 8
jam, pola tidur klien
kembali membaik.
). 1uat catatan secara rinci tentang pola tidur
klien
Ra#i%&a+6 >atatan pola tidur klien dapat
digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan
dalam inter*ensi yang telah dilakukan
. $olaborasi dalam pemberian obat-obatan anti
'6 $lien mengungkapkan
secara *erbal jika dirinya
sudah jauh lebih baik
?6 $lien sudah
mencukupi kebutuhan
yang bising atau
mendengung yang
sangat
mengganggu.
1. Krit"ria Ha#i+6
$lien jarang terbangun
di malam hari
$lien mampu tidur
dalam A! menit
istirahat dan tidur =-&
jam tanpa terbangun
psikotik sebelum tidur
Ra#i%&a+6 ?bat-obatan psikotik membantu
merelaksasikan pikiran agar klien lebih cepat
tertidur
A. +akukan latihan relaksasi menggunakan
music yang lembut sebelum tidur.
Ra#i%&a+6 9ekhnik relaksasi yang tepat dapat
meregangkan otot dan juga pikiran agar lebih
nyaman untuk beristirahat
8. 1atasi masukan minuman dan makanan yang
mengandung kafein
Ra#i%&a+6 $andungan kafein membuat
seseorang akan lebih terjaga.
tidurnya yang ditandai
dengan tidur pulas
selama " jam setiap
malamnya tanpa
terbangun
/6 7nter*ensi tuntas
seluruhnya
36 5onitor kondisi klien
DAFTAR PUSTAKA
Damaiyanti, M. !!". Komunikasi Terapeutik dalam Praktik Keperawatan.
Bandung# $T. Re%ka Aditama
Keliat, Budi Anna. !!&. Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa Edisi 2.
'akarta# ()*
Kusuma+ati, ,. !-!. Buku Ajar Keperawatan Jiwa. 'akarta# .alemba
Medika.
.tuart )/ .undeen. !!&. Buku Saku Keperawatan Jiwa. 'akarta# ()*.
0idebeck, .. L. !!". Buku Ajar Keperawatan Jiwa. 'akarta# ()*
1osep, 2yus. !!3. Keperawatan Jiwa. Bandung# $T Re%ka Aditama
1osep, 2yus. !!4. Keperawatan Jiwa. Bandung# $T Re%ka Aditama
1osep, 2yus. !-!. Keperawatan Jiwa Edisi Revisi. Bandung# $T Re%ka
Aditama.