Anda di halaman 1dari 22

1.

Deskripsi DAS Garang


DAS Garang secara administratif berada pada 3 (tiga) wilayah yaitu di
Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal dan Kota Semarang. Secara astronomis,
DAS Garang membentang dari !" #$ %#& '( sampai !" %)$ )*& '( dan
antara +" )+$ ,+$$ -S sampai dengan ." $ ,.$$ -S dengan luas /eseluruhan DAS
Garang adalah %.%..,3+ he/tar. Dari gambar di atas nampa/ bahwa Kota
Semarang memili/i luas wilayah paling besar yaitu sebesar )3,#%0 dari luas DAS
Garang, sedang/an Kabupaten Semarang sebesar 33,3#0 dan Kabupaten Kendal
sebesar %,.*0. 'atas DAS Garang adalah sebagai beri/ut1
2tara 1 -aut 3awa,
(imur 1 Kabupaten Dema/,
Selatan 1 Kabupaten Semarang
'arat 1 Kabupaten Kendal
Gambar . 4eta 5ilayah Administrasi DAS Garang
DAS Garang dibagi men6adi empat (,) sub DAS yaitu DAS Garang 7ulu,
DAS Kreo, DAS Kripi/ dan DAS Garang 7ilir atau 'an6ir Kanal 'arat. Aliran
sungai berasal dari Sungai Kreo, Sungai Kripi/ dan Sungai Garang 7ulu yang
menyatu men6adi Sungai Garang pada bagian hilir DAS, sehingga bentu/nya
menyerupai botol dimana pada hulu
DAS menggelembung dan menyempit pada bagian hilirnya.
2. Kondisi Iklim DAS
8/lim merupa/an /eadaan atmosfer yang ter6adi di suatu wilayah selama
/urun wa/tu yang pan6ang. 2ntu/ menentu/an tipe i/lim dapat diguna/an
/lasifi/asi Schmidt9:erguson yang didasar/an pada penentuan bulan /ering ('K)
dan bulan basah (''). 'ulan /ering ('K) merupa/an bulan dengan curah hu6an ;
+! mm sedang/an bulan basah ('') merupa/an bulan dengan curah hu6an < !!
mm. 4enggolongan i/lim didasar/an pada nilai = yang merupa/an rasio rerata
bulan /ering dan bulan basah. Klasifi/asi i/lim Schmidt > :erguson
di/elompo//an men6adi # tipe i/lim yaitu tipe i/lim A > 7 yang dapat dilihat pada
(abel %.
Tabel 2. Klasifikasi iklim menurut Schmidterguson
!o Tipe Iklim " Kondisi
1. A ! ? = ? !,,3 Sangat basah
%. ' !,,3 ? = ? !,333 'asah
3. @ !,333 ? = ? !,+!! Aga/ basah
,. D !,+!! ? = ? ,!!! Sedang
). A ,!!! ? = ? ,+.! Aga/ /ering
+. : ,+.! ? = ? 3,!!! Kering
.. G 3,!!! ? = ? .,!!! Sangat /ering
#. 7 ? .,!!! -uar biasa /ering
2ntu/ menentu/an bulan basah dan /ering yang diguna/an dalam
penentuan nilai = dibutuh/an data curah hu6an. 'erdasar/an data curah hu6an
DAS Garang dapat di/etahui rerata bulan /ering sebesar %,+, dan bulan basah
sebesar .,.!. 'erdasar/an rasio rerata bulan /ering dan bulan basah diperoleh
nilai = sebesar !,3,. Bilai tersebut menun6u//an bahwa DAS Garang tergolong
tipe i/lim @ (aga/ basah).
#. Karakteristik Topografi
DAS Garang memili/i /emiringan lereng yang berCariasi dari datar,
bergelombang, berbu/it sampai bergunung. 5ilayah datar berada di bagian hilir
DAS, daerah bergunung berada di bagian hulu DAS sedang/an daerah
bergelombang dan berbu/it berada diantara hulu dan hilir. (empat tertinggi berada
di Gunung 2ngaran dengan /etinggian D .*!! m di atas permu/aan air laut,
sedang/an tempat terendah berada di muara Sungai Garang di Kecamatan
Semarang 'arat. Kemiringan lereng lahan di DAS Garang tersa6ii pada tabel 3.
Tabel #. kelas kemiringan lereng
!o Kemiringan $ereng $uas persen
1. Datar (!9#0) #*,3 ,.,#
2. -andai (*9)0) ,+*! %..+
#. Aga/ @uram (+9%)0) %*#. 3.#+
%. @uram (%)9,!0) %%#+ !.+!
&. Sangat @uram (.,!0) %+)% %.3!
'umlah %))# !!
%. (urah )u*an
7u6an merupa/an /omponen utama daur air di alam atau wilayah. 7u6an
6uga merupa/an sumber air utama suatu wilayah. @urah hu6an yang /ecil a/an
menga/ibat/an /esetimbangan air di suatu wilayah mengalami defisit yang cu/up
besar, terutama di wilayah tropis yang la6u eCaporasinya cu/up besar. Eariabel
hu6an (presipitasi) ya/ni curahan (tebal), lama (durasi) dan intensitas hu6an
merupa/an Cariabel atau fa/tor penting dalam pengendalian air limpasan
permu/aan dan re/ayasa /onserCasi tanah dan air. 8ntensitas hu6an yang
menghasil/an energi pu/ulan terhadap tanah, menentu/an inde/s erosiCitas hu6an.
Disamping itu, tebal dan lama hu6an 6uga mempengaruhi besarnya air limpasan
(aliran) permu/aan (surface runoff), berpengaruh terhadap erosi, ban6ir dan
sedimentasi (Fawardi, %!%).
@urah hu6an harian ma/simum rata9rata merupa/an salah satu parameter
yang diguna/an dalam penentuan potensi penyebab ban6ir. @urah hu6an harian
rata9rata DAS Garang memili/i /ategori nilai aga/ tinggi hingga tinggi terhadap
potensi penyebab ban6ir dengan /ata lain curah hu6an yang ada memili/i
/erentanan aga/ tinggi terhadap ter6adinya air penyebab ban6ir. @urah hu6an
harian ma/simum rata9rata DAS Garang disa6i/an pada (abel ).
&. +entuk DAS
4erbedaan bentu/ DAS berpengaruh terhadap /e6adian ban6ir yang a/an
ter6adi pada suatu DAS. 'eri/ut /ara/teristi/ bentu/ DAS dengan /emung/inan
/e6adian ban6ir yang a/an ter6adi1
. Daerah aliran sungai berbentu/ bulu burung
3alur daerah di /iri /anan sungai utama dimana ana/9ana/ sungai mengalir /e
sungai utama disebut daerah aliran sungai bulu burung. Daerah pengaliran
sedemi/ian mempunyai debit ban6ir yang /ecil, oleh /arena wa/tu tiba
ban6ir dari ana/9ana/ sungai itu berbeda9beda. Sebali/nya ban6irnya
berlangsung aga/ lama.
%. Daerah aliran sungai radial
Daerah aliran sungai yang berbentu/ /ipas atau ling/aran dimana ana/9ana/
sungainya meng/onsentrasi /e suatu titi/ secara radial disebut daerah aliran
sungai radial. Daerah aliran sungai dengan cora/ demi/ian mempunyai ban6ir
yang besar di de/at titi/ pertemuan ana/9ana/ sungai.
3. Daerah aliran sungai parallel
'entu/ ini mempunyai cora/ dimana dua 6alur aliran sungai yang bersatu di
daerah aliran sungai bagian hilir. 'an6ir ter6adi di sebelah hilir titi/ pertemuan
sungai9sungai.
,. Daerah aliran sungai yang /omple/s
Femili/i beberapa bentu/ dari /etiga bentu/ daerah aliran sungai di atas
disebut daerah aliran sungai yang /omple/s (Sosrodarsono, *#!).
,. Gradien Sungai
Gradien sungai merupa/an perbandingan antara beda eleCasi dengan
pan6ang sungai utama. Gradien menun6u//an ting/at /ecuraman sungai, sema/in
besar /ecuraman, sema/in tinggi /ecepatan aliran airnya. Gradien sungai dapat
diper/ira/an dengan persamaan (Gahayu, %!!*)1
Su H (h#)> h!)I (!,.) -b)
Keterangan 1
Su H gradien sungai
h#)H eleCasi pada titi/ se6auh #)0 dari outlet DAS
h!H eleCasi pada titi/ se6auh !0 dari outlet DAS
-b H pan6ang sungai utama
+erdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai gradient DAS Garang
sebesar -.-/0 1m2m3. Kecuraman sungai berbanding lurus dengan /ecepatan
aliran. Kecuraman sungai yang tinggi menyebab/an /ecepatan aliran yang tinggi.
Gradien sungai DAS Garang yang /ecil menun6u//an bahwa /ecepatan aliran
6uga /ecil sehingga /erentanan potensi penyebab ban6ir berdasar/an parameter
gradien sungai termasu/ rendah.
/. Kerapatan Aliran
Kerapatan aliran sungai menggambar/an /apasitas penyimpanan air
permu/aan dalam ce/ungan9ce/ungan seperti danau, rawa dan badan sungai yang
mengalir di suatu DAS. Kerapatan aliran sungai dapat dihitung dari rasio total
pan6ang 6aringan sungai terhadap luas DAS yang bersang/utan. Sema/in tinggi
ting/at /erapatan aliran sungai, berarti sema/in banya/ air yang dapat tertampung
di badan9badan sungai. Kerapatan aliran sungai adalah suatu ang/a inde/s yang
menun6u//an banya/nya ana/ sungai di dalam suatu DAS. 8nde/s tersebut dapat
diperoleh dengan persamaan (Gahayu d//., %!!*) 1
Keterangan 1
Dd H inde/s /erapatan aliran sungai (/mI/m
%
)
- H 6umlah pan6ang sungai termasu/ pan6ang ana/9ana/ sungai (/m)
A H luas DAS (/m
%
)
+erdasarkan hasil perhitungan diketahui indeks kerapatan aliran
sungai Garang adalah -.10% Km2Km
2
. 'erdasar/an peta aliran sungai DAS
Garang dapat di/etahui bahwa DAS bagian hulu dan tengah memili/i
percabangan sungai yang sangat rapat sedang/an DAS bagian hilir memili/i
ting/at percabangan sungai yang 6arang. 4ercabangan sungai yang sangat rapat
tersebut merupa/an /ondisi yang sangat rentan terhadap ban6ir. Sebali/nya
percabangan sungai yang 6arang merupa/an /ondisi /erentanan terhadap ban6ir
rendah.
Gambar 2. 4eta aliran DAS Garang
5. Kondisi Geologi
4ada Kawasan DAS Kaligarang mempunyai ) 6enis formasi batuan yaitu 'atuan
Andapan AluCial, 'atuan :ormasi Kere/, 'atuan :ormasi Kaliteng, 'atuan
:ormasi Kaligetas dan 'atuan Gunungapi Ga6ahmung/ur. Kelima batuan ini
mendominasi 6enis batuan pada /awasan DAS Kaligarang, dengan dominasi leta/
yang berbeda9 beda.
+atuan 6ndapan Alu7ial
Stru/tur geologi ini mendominasi Kawasan DAS Kaligarang, yang sebagian
besar terdapat di bagian utara Kawasan DAS Kaligarang. 'atuan ini terdiri
dari /eri/il, pasir, lempung, lanau, sisa tumbuhan dan bong/ahan batuan
gunungapi, dan berumur holosen.
+atuan ormasi Kerek
:ormasi batuan ini mendominasi di sebelah selatan Kawasan DAS Kaligarang
(Kecamatan 'ergas dan Kecamatan 2ngaran). 'atuan ini terdiri dari
perselingan batu lempung, napal, batupasir tufan, /onglomerat, bre/si
Cul/ani/ dan batu gamping. 'atuan ini termasu/ dalam batuan tersier dan
berumur miosen tengah.
+atuan ormasi Kaliteng
Kelompo/ batuan :ormasi Kaliteng yang terdiri dari napal pe6al, napal
sisipan, batupasir tufaan dan batugamping. 'atuan ini termasu/ dalam batuan
tersier dan berumur miosen a/hir9pliosen dimana sebagian /ecil terdapat di
/awasan DAS Kaligarang.
+atuan ormasi Kaligetas
Kelompo/ batuan :ormasi Kaligetas di Kawasan DAS Kaligarang terdapat di
sebagian /ecil Kecamatan Semarang 'arat bagian barat, dan meman6ang di
bagian selatan Kecamatan Gunungpati dan 'anyumani/ sampai Kecamatan
2ngaran. 'atuan ini terdiri dari bre/si Cul/ani/, aliran laCa, tuf, batupasir
tufaan dan batulempung. (ermasu/ dalam batuan /uarter dan berumur
plistosen bawah.
+atuan Gunungapi Ga*ahmungkur
Kelompo/ batuan Gunungapi Ga6ahmung/ur terdapat di sebagian besar di
Kecamatan 2ngaran dan meman6ang sampai Kecamatan Gunungpati dan
'anyumani/. 'atuan ini terdiri dari andesit horenblenda augit dimana
umumnya merupa/an aliran laCa dan termasu/ dalam batuan /uarter dan
berumur plistosen atas.
0. Tanah
Kondisi tanah di wilayah DAS Garang didominasi oleh 6enis tanah latosol
dan regosol sedang/an selebihnya berupa aluCial, grumusol dan mediteran. 4ada
bagian sub DAS Garang 7ulu didominasi oleh tanah latosol dan regosol dengan
sedi/it grumusol dan mediteran. Demi/ian pula dengan sub DAS Kreo dan
Kripi/. 2ntu/ sub DAS Garang 7ilir didominasi oleh 6enis tanah aluCial dan
mediteran. DAS Kreo dan Kripi/. 2ntu/ sub DAS Garang 7ilir didominasi oleh
6enis tanah aluCial dan mediteran. DAS Kreo dan Kripi/. 2ntu/ sub DAS Garang
7ilir didominasi oleh 6enis tanah aluCial dan mediteran. Kondisi tanah di DAS
Garang tersa6i pada gambar di bawah ini.
Gambar %. 4eta 'enis Tanah DAS Garang
Sumber1 '4 DAS 4emali 3ratun
1-. 4enggunaan $ahan
(ata guna lahan di DAS Kaligarang dapat dibeda/an men6adi beberapa
penggunaan lahan yaitu hutan di bagian hulu, serta industry dan pemu/iman
pendudu/ di beberapa bagian pada daerah hilir. 'erdasar/an perhitungan dan
analisis serta sumber data berupa peta rupa bumi, ma/a mendapat/an luasan dan
bentu/ tata guna lahan untu/ DAS Kaligarang (ahun %!!+ seperti pada (abel ,.
Tabel %. Kondisi 4enggunaan $ahan DAS Garang
!o 4enggunaan $ahan $uas 4rosentase
. 7utan #3# #.)3
%. 4er/ebunan **, *.%)
3. Sawah ,3) %!.!%
,. Kebun @ampuran ).,! %+.+3
). (egalan )#% ..3,
+. 4ermu/iman )*!# %..,
.. 8ndustri !! !.,+
#. -ain9lain # !.3#
'umlah %))# !!
'erdasar/an /ondisi tata guna lahan di DAS Kaligarang seperti yang
terlihat pada gambar * di bawah bahwa yang paling dominan adalah berupa
permu/iman seluas ).*!# ha atau se/itar %.,,0 dari luas 3umlah DAS
Kaligarang. 4enggunaan lahan lainnya untu/ /ebun campuran, sawah, hutan,
per/ebunan, tegalan, industri serta penggunaan lainnya.
11. Analisis (urah )u*an
11.1. (urah hu*an harian maksimum
2ntu/ mengetahui curah hu6an rencana yang a/an diguna/an untu/
penentuan debit punca/ DAS Garang diperlu/an data curah hu6an harian beberapa
tahun tera/hir (! tahun). Data curah hu6an harian yang diguna/an diperoleh dari
'alai 4engelolaan Sumber Daya Air ('4SDA) 4emali 3ratun. Data @urah 7u6an
dari Data curah hu6an harian ma/simal untu/ masing9masing pena/ar hu6an
ditentu/an /emudian dirata9rata untu/ ! tahun pengamatan.
Setelah dila/u/an analisis, diperoleh data curah hu6an harian ma/simum
rata9rata selama , tahun tera/hir seperti pada (abel ). @urah hu6an harian
ma/simum rata9rata tertinggi adalah 3%# mm dan curah hu6an harian ma/simum
terendah adalah +* mm.
Tabel &. Data (urah )u*an harian 8aksimum tahun 2--192-1#
Tahun Hujan Maksimum
2000 162
2001 328
2002 69
2003 113.67
2004 127.67
2005 113.67
2006 161.33
2007 195.67
2008 139.33
2009 164.67
2010 118.33
2011 123.67
2012 86
2013 114.33
11.2. 4enentuan pola distribusi hu*an
4ola distribusi atau sebaran hu6an dila/u/an dengan menganalisis curah
hu6an harian ma/simum yang diperoleh dengan analisis fre/uensi. Analisis
fre/uensi adalah suatu analisis data hidrologi dengan mengguna/an statisti/a yang
bertu6uan untu/ mempredi/si suatu besaran hu6an atau debit dengan masa ulang
tertentu. :re/uensi hu6an adalah besarnya /emung/inan suatu besaran hu6an
disamai atau dilampaui. Kala ulang (return periode) diarti/an sebagai wa/tu
dimana hu6an atau debit dengan besaran tertentu a/an disamai atau dilampaui
se/ali dalam wa/tu tersebut. Dalam hal ini tida/ berarti bahwa selama 6ang/a
wa/tu ulang tersebut (misalnya ( tahun) hanya se/ali /e6adian yang menyamai
atau melampaui, tetapi merupa/an per/iraan bahwa hu6an ataupun debit tersebut
a/an disamai atau dilampaui K /ali dalam 6ang/a - tahun dimana KI- /ira9/ira
sama dengan I( (7arto, **3).
11.#. (urah hu*an rancangan
-ang/ah yang harus dila/u/an dalam menentu/an hu6an rancangan adalah
mengurut/an data curah hu6an dari nilai /ecil /e nilai besar, /emudian memberi
rang/ing, dan mencari nilai log9nya. -ang/ah selan6utnya adalah mencari 6umlah
dari log, rata9rata log (Jrt), S/ewnes (@s), Standar deCiasi (S), dan @urtosis (@/).
Tabel /. )asil analisis Statistik )idrologi
(ahun 7u6an G log Ji
4eluang
(0)
log Ji9Jr (log Ji9Jr)% (log Ji9Jr)3 (log Ji9Jr),
%!!% +* .#3##, .., 9!.%#*+#* !.!#3**.#) 9!.!%,3!+ !.!!.!,%)3
%!% #+ % .*3,,* ,.%# ...%*!,* 3.,3**!3 ).).%)#!,3 *.#.*+))33+
%!!3 3.+. 3 %.!))+, %.,% .3*%3+.# .*3#+##3, %.+**3++*+ 3..)#)+#%
%!!) 3.+. , %.!))+, %#.). !.+*).3# !.!%#.))%# !.!!,#.+, !.!!!#%+#++
%!3 ,.33 ) %.!)#+ 3).. %.!)#+!% ,.%3+!%3,%3 #..#,,#3 ..*,3#*,,,
%!! #.33 + %.!.3!* ,%.#) %.!.3!*,# ,.%*..%%3. #.*!*)#+!. #.,.!,.%
%! %3.+. . %.!*%%+ )! %.!*%%+,3 ,.3..).!)) *.)*!3,!% *.+3%!,.
%!!, %..+. # %.!+!# ).., %.!+!### ,.,3)+!%.* *.3,.#*3* *.+.,+3#))
%!!# 3*.33 * %.,,!, +,.%# %.,,!,,+ ,.)*+*%.,!+ *.#)+!.)) %.3.,)#
%!!+ +.33 ! %.%!.. ..,% %.%!..) ,.#.,!!+% !..+!,. %3..))*3))#
%!!! +% %.%!*) .#.). %.%!*))! ,.##*)+)** !..#+.)+, %3.#33)!!%,
%!!* +,.+. % %.%++ #).. %.%++,, ,.*33.*... !.#*!+## %,.,3!!#,
%!!. *).+. 3 %.%*)% *%.#) %.),,#).) +.,.+3!!!*, +.,#%+, ,.*,%,+%*
%!! 3%# , %.))#. !! %.))#.3# +.3%*+%*. ).*%,)%#, ,!.!+,!,)
6umlah %*..**)3,*
Gata9rata %.%#)3#%!#
Standart deCiasi
!.+)*3)#
S/ewnes !.++3%.#!,,
@urtosis .##+!.%!,
2ntu/ menentuan tipe model (sifat statisti/) yang diguna/an mengacu
pada nilai @s dengan persyaratan sebagai beri/ut ini1
Agihan normal 6i/a @s H !
Agihan -og normal 6i/a @s H 3@C dan @s H!
Agihan Gumbel 6i/a @s H ,, dan @/ H ),,
Agihan -og 4earson 888 6i/a semua syarat diatas tida/ masu/
7asil @s dari data yang didapat adalah > !,!!3 ma/a /ita guna/an
Agihan -og 4earson 888.
.3.. 26i Kecoco/an Distribusi 7u6an
26i /ecoco/an dila/u/an untu/ mengu6i sebaran data apa/ah memenuhi
syarat untu/ perencanaan. Fetode Chi-Square merupa/an salah satu metode yang
dapat diguna/an untu/ mengetahui /esesuaian distribusi yang dipilih. Syarat yang
harus dipenuhi agar pemilihan distribusi dapat diterima yaitu pada u6i /ecoco/an
Chi- Square Jh
%
hitung ; Jh
%
tabel. 'erdasar/an hasil perhitungan diperoleh nilai
Dera6at Kebebasan (DK) H % dan dera6at /epercayaan )0 yaitu ),** sehingga
dapat disimpul/an Jh; Jh
%
tabel dan hipotesa diterima. 7al ini berarti pemilihan
distribusi yang dipilih yaitu -og 4earson (ype 888 sudah tepat.
.3.%. Bilai 7u6an Gancangan
'erdasar/an analisis fre/uensi yang dila/u/an pada data curah hu6an
ma/simum diperoleh bahwa distribusi yang sesuai dengan sebaran curah hu6an
harian ma/simum Daerah Aliran Sungai Garang adalah distribusi -og 4earson
(ype 888. Selan6utnya data curah hu6an harian ma/simum yang diterima diubah /e
dalam bentu/ logaritma sehingga diperoleh parameter statisti/ seperti pada (abel
.. 'erdasar/an hasil perhitungan diperoleh hu6an rancangan berbagai periode
ulang sebagai beri/ut1
Tabel 5. )u*an :ancangan ;ntuk +erbagai 4eriode ;lang
Bo Kala 2lang K(mm)
% %*.)3%)
% ) #.!)+
3 ! %%!.)%,*
, %) %.+..3
) )! 3%3.)#3
+ !! 3.).,3+3
. %!! ,3!.#,*#
11.%. Intensitas hu*an
8ntensitas hu6an merupa/an 6umlah (tebal) hu6an yang 6atuh di suatu
daerah dalam periode wa/tu tertentu. 2ntu/ memperoleh intensitas hu6an dalam
periode 6am dari data curah hu6an harian ma/simum diguna/an metode
Fononobe dengan persamaan1

Keterangan 1
G H curah hu6an rancangan setempat (mm)
t H lamanya curah hu6an (6am)
8 H intensitas curah hu6an (mmI6am)
7asil analisis intensitas hu6an 6am96aman ditun6u//an pada (abel *.
Tabel 0. Intensitas )u*an
!<
$ama
)u*an
1'am3
Kala ;lang
2 & 1- 2& &- 1-- 2--
)#.)%%*3 #.#!3 **.+333+ %).!*% ,+.+)* +*.+%%) *,.+)#,
% % 3,..*.*, ,#.+3*3, )*.%,%3) .,.33+## #+.*!.. !!.#)#% )..,,+
3 3 %).+.3) 3).##))% ,3..!#%* ),.#,,#) +,.%.% .,.,*3 #).3*,*)
, , %!.+*!*# %#.*%3 3).%%). ,,.%!!*. ).+..,) )*.*.!+% +#.#%%3
) ) ..)!%,, %,.,+,3 %*..*.3% 3..3#*,. ,3..3# )!..%#*. )#.%+,3
+ + ).%+))+ %.33.++ %).*#* 3%.+!*) 3#.%. ,,.%,)+ )!...+,
. . 3.)*##+ *.!!#! %3.)+ %*.!)!,# 33.*+,%* 3*.,,#+ ,).%3%3*
# # %.3!%*3 ..*++ %!.*,)33 %+.%#%!+ 3!..%.+ 3).+)#., ,!.*%##
* * .%+%., )..,%+. *..,,) %,.!)**+ %#.%*+, 3%.+,3#. 3..,+%!%
! ! !.,!.! ,.),+)+ ....+ %%.%3* %).**%3# 3!.+3+% 3,.+).
*.+#*!). 3.),3!3 +.,*)3 %!.+*#* %,.**%3 %#.!#%. 3%.%%.+)
% % *.!.+*), %.+#.,) ).,)3% *.3*!)# %%.+.!,) %+.3!#)* 3!.*+.
3 3 #.),#!.* .*,#% ,.))%#% #.%+!.# %.3,*), %,...). %#.,3%),
, , #.!#)*3 .3!%%3 3..++!3 ..%.3)% %!.*)%* %3.,3+%% %+.#*)3,
) ) ..+.#+# !..3%%. 3.!.#3 +.,!%,, *..+#. %%.%),3+ %).)3*!)
+ + ..3)3++ !.%%)+ %.,),. ).+%., #.%.!., %.%!%# %,.33%3
. . +.**!*+ *...!+) .*!!)# ,.*3%.+ ..,)#+ %!.%+!3, %3.%)!.%
# # +.+*+#+. *.3+!+,+ .,!% ,.3!+, +..%)** *.,!+ %%.%.)!)
* * +.,3!.3# #.*##++ !.*,#% 3..3.+% +.!+3 #.+3##% %.3#*#+
%! %! +.##!,+ #.+,*,3) !.)3,*) 3.%*. ).,))+ ..*3), %!.)#%+%
% % ).*+).!% #.33#+) !.)+, %..,,* ,.#**#, ..%*!*+ *.#,3!+
%% %% )..+,# #.!)%.3 *.#!#+) %.3!.%% ,.3##*) +.+*#!# *.+%+.
%3 %3 ).).%%,) ...##+## *.,#+)+3 .*!3+. 3.*.) +.)!)+ #.)3,3,
%, %, ).3*.#* ..),,!!% *.##)3. .)%*. 3.,.**3 ).+,3# ..*)%!#
8ntensitas hu6an dengan durasi dan periode ulang tertentu dihubung/an /e dalam
sebuah /urCa Intensity Duration Frequency (8D:). KurCa 8D: menggambar/an
hubungan antara durasi dan intensitas hu6an yang selan6utnya dapat diguna/an
untu/ perhitungan debit punca/ dengan metode Gasional.
Gambar &. Kur7a ID
'erdasar/an /urCa 8D: di atas dapat di/etahui bahwa hu6an dengan
intensitas tinggi biasanya tida/ berlangsung dalam wa/tu yang lama, sedang/an
hu6an dengan intensitas /ecil dapat ter6adi dalam wa/tu atau durasi yang lebih
lama.
12. Analisis Debit 4uncak
Fodel rasional seperti yang di/emu/a/an oleh -arson dan Geich (*.3)
mengasumsi/an, bahwa fre/uensi 6atuhnya hu6an dan aliran permu/aan adalah
sama. Fenurut Gahim (%!!+) dan Arsyad (%!!) model rasional mengasumsi/an
bahwa wa/tu /onsentrasi DAS sama dengan hu6an yang ter6adi dengan intensitas
yang seragam di seluruh DAS. Fetode rasional dalam menentu/an la6u punca/
aliran permu/aan (debit punca/) mempertimbang/an wa/tu /onsentrasi, yaitu
wa/tu yang dibutuh/an air yang mengalir di permu/aan tanah dari tempat yang
ter6auh sampai tempat /eluarnya (outlet) di suatu daerah aliran (Arsyad %!!).
4ersamaan dalam menghitung debit punca/ dengan model rasional (United State
Soil Conservation Service *#.) adalah sebagai beri/ut (Asda/ %!!%L Arsyad
%!!)1
=
p
H !,!!%# @ 8 A .......................................................................................... (.)
Keterangan 1
=
p
H debit punca/ (m
3
Idt/)
@ H /oefisien air larian
8 H intensitas hu6an (mmI6am)
A H luas wilayah DAS (ha)
12.1. =aktu konsentrasi
5a/tu /onsentrasi menun6u//an wa/tu yang dibutuh/an air hu6an mengalir
dari hulu hingga /e /eluaran DAS. 5a/tu /onsentrasi dipengaruhi oleh pan6ang
sungai dan /emiringan sungai. 5a/tu /onsentrasi dapat dihitung dengan
persamaan1

Keterangan 1
- H pan6ang lintasan limpasan ma/simum (meter)
S H gradien DAS (mIm)
12.2. Koefisien limpasan
4erhitungan debit punca/ dengan metode Gasional membutuh/an data
/oefisien limpasan. Koefisien limpasan berbeda9beda untu/ berbagai 6enis
penggunaan lahan. 4ersamaan untu/ menghitung /oefisen limpasan adalah1
Keterangan 1
Ai H luas lahan dengan 6enis penutupan lahan i
@i H /oefisien aliran permu/aan 6enis penutupan lahan i
n H 6umlah 6enis penutupan lahan
'erdasar/an penggunaan lahan, ma/a dapat dila/u/an perhitungan /oefisien
limpasan seperti pada (abel !.
Tabel 1-. )asil 4erhitungan Koefisien $impasan DAS Garang
!o 4enggunaan $ahan $uas ( (>A
7utan #3# !.!3
55.14
% 4er/ebunan **, !.
199.4
3 Sawah ,3) !..)
3236.2
5
, Kebun @ampuran ).,! !.3
1722
) (egalan )#% !.,
632.8
+ 4ermu/iman )*!# !..
4135.6
. 8ndustri !! !..
70
# -ain9lain # !.#
64.8
'umlah %))#
10115.
99
Koefisien limpasan
0.4692
'erdasar/an perhitungan /oefisien limpasan diperoleh /oefisien limpasan
untu/ DAS Garang adalah !,,+*%. 7al ini berarti bahwa dari 6umlah hu6an yang
ada ma/a ,+,*%0 a/an men6adi aliran permu/aan. Koefisien limpasan yang besar
menun6u//an bahwa air yang men6adi limpasan 6uga besar.
Tabel 11. 4erhitungan Debit 4uncak
Kala
;lang
koefisien (
Intensitas
1mm2*am3
A
"
(m
3
I deti/)
% !.!!%# !.+,*% )#.)%%* %))# %%*3.3)3
) !.!!%# !.+,*% #.#!3 %))# 3%!).).
! !.!!%# !.+,*% **.+33, %))# 3*!,.3+
%) !.!!%# !.+,*% %).!* %))# ,#**.)3
)! !.!!%# !.+,*% ,+.++ %))# ).%..#,.
!! !.!!%# !.+,*% +*.+%3 %))# ++,..!+%
%!! !.!!%# !.+,*% *,.+)# %))# .+%#.+
'erdasar/an hasil perhitungan debit punca/ dapat di/etahui bahwa pada
masa ulang satu tahun dengan durasi hu6an 6am dengan intensitas hu6an )#,)%%*
mmI6am pada daerah aliran sungai seluas M %))# /m
%
diperoleh debit punca/
DAS Garang Sebesar %%*3,3)3 m
3
I deti/. Debit punca/ yang diperoleh dapat
di6adi/an sebagai dasar untu/ perencanaan bangunan pengendali ban6ir yang dapat
menampung debit punca/ sehingga dapat menghemat wa/tu dan biaya proye/
pembangunan.

1#. 4otensi 4en?ebab +an*ir
Daerah potensi penyebab ban6ir merupa/an daerah sumber (asal) air
penyebab ban6ir itu ter6adi yang ber/aitan dengan curah hu6an dan /ara/teristi/
DAS yang berpotensi menyebab/an /erusa/an alam dan menimbul/an /erugian.
Setiap parameter yang diguna/an dalam penentuan potensi penyebab ban6ir diberi
s/or dan bobot masing9masing sesuai dengan perannya dalam potensi penyebab
ban6ir ((abel %.). 4emberian s/or dan bobot untu/ penentuan potensi penyebab
ban6ir DAS Garang dapat dilihat pada (abel ,...
(ing/at /erawanan potensi penyebab ban6ir ditentu/an dari 6umlah s/or
di/ali bobot setiap parameter. S/or total untu/ penentuan potensi penyebab ban6ir
berdasar/an pengolahan dengan S8G dapat dilihat pada -ampiran %. S/or total
tertinggi dari hasil tumpang susun peta yaitu ,%! sedang/an s/or terendah adalah
%)!. 'erdasar/an s/or yang diperoleh dapat di/etahui bahwa DAS Garang tida/
memili/i daerah yang tida/ rawan terhadap potensi penyebab ban6ir dimana s/or
total untu/ /ategori tida/ rawan adalah ; .! ((abel 3.3).
Setiap aspe/ /ara/teristi/ Sub DAS dibeda/an antara sifat alami dan sifat
dari hasil pengelolaan (mana6emen) sebagai bentu/ interCensi manusia terhadap
sumber daya alam. 4emilahan demi/ian untu/ membantu dan mela/u/an analisis
masalah yang timbul sehingga diperoleh dasar pende/atan pengelolaan Sub DAS
yang lebih rasional (4aimin, %!!+).
Bo 4arameter 'esaran Kategori Bilai S/or
Alami
7u6an harian
ma/simum rata9rata
(mm)
; %!
% > ,)
,
4emetaan potensi penyebab ban6ir dila/u/an agar dapat memberi/an
informasi tentang sumber atau asal penyebab air ban6ir ter6adi. Dalam penentuan
potensi penyebab ban6ir, parameter alami diberi/an bobot lebih besar daripada
bobot mana6emen dengan pertimbangan bahwa dengan pengendalian ban6ir pada
daerah tang/apan air seperti penghutanan dan pembuatan saluran drainase masih
memung/in/an ter6adinya ban6ir /arena sifat alami tida/ dapat di/endali/an
dengan pengelolaan DAS (4aimin, %!!+).
1%. Daerah :a@an +an*ir
Daerah rawan ban6ir merupa/an daerah yang berpotensi mengalami ban6ir.
Daerah rawan ban6ir ditentu/an berdasar/an parameter alami DAS, meliputi
bentu/ lahan, meanderingIpembelo/an sungai, pertemuan percabangan sungai,
drainase lahanI/elerengan rata9rata DAS dan parameter mana6emen yaitu
/eberadaan bangunan air pengendali ban6ir. Fasing9masing parameter diberi s/or
dan bobot sesuai pengaruhnya dalam penentuan daerah rawan ban6ir (4aimin,
%!!+).
'agian hulu dan tengah DAS Garang memili/i bentu/ lahan pegunungan
dan perbu/itan sehingga ting/at /erawanan ban6ir rendah sedang/an bagian hilir
DAS merupa/an dataran aluCial dan daerah pesisir pantai dimana untu/ dataran
aluCial dan pesisir pantai merupa/an daerah yang rawan ban6ir. DAS Garang
memili/i sungai dengan alur yang lurus namun ada 6uga bagian sungai yang
bermeander.
Daerah hulu dan tengah merupa/an daerah pegunungan dan perbu/itan
yang memili/i /emiringan lereng rata9rata DAS yang cu/up tinggi sehingga
drainase dapat ber6alan lancar. Selain itu, pada daerah hulu terdapat 5adu/
5adaslintang dengan bangunan yang tinggi dan bai/ yang salah satu fungsinya
adalah untu/ pengendalian ban6ir. 5adu/ 5adaslintang dapat diguna/an untu/
menyimpan air larian dan /emudian dialir/an /embali dalam 6umlah yang
ter/endali dan dengan manfaat yang lebih yaitu untu/ irigasi dan 4-(A.
4ada bagian hilir DAS, terdapat pertemuan percabangan sungai utama
yaitu merupa/an pertemuan , sungai yaitu Sungai 'edono, Sungai Gebangbesar,
Sungai Gentan dan Sungai 4ucang. 4ertemuan /eempat sungai ini menyebab/an
penahanan aliran air sehingga eleCasi air pada daerah pertemuan bertambah besar
sehingga dapat menggenangi daerah se/itar. Selain itu, pada daerah hilir drainase
aga/ terhambat /arena /emiringan lahan yang datar dibanding/an dengan bagian
tengah dan hulu DAS. 4emberian s/or dan bobot untu/ masing9masing parameter
yang berperan dalam penentuan daerah rawan ban6ir dapat dilihat pada (abel ,..

Daerah rawan ban6ir ditentu/an berdasar/an s/or total yaitu 6umlah hasil
/ali s/or dengan bobot tiap parameter. 'erdasar/an pengolahan dengan S8G
di/etahui bahwa s/or total paling tinggi yaitu 3*! sedang/an s/or total paling
rendah yaitu %). S/or total lebih /ecil dari .! merupa/an /ategori tida/ rawan
sedang/an s/or 3*! menun6u//an daerah yang rawan ban6ir. 7asil s/or dan
pembobotan daerah rawan ban6ir dapat dilihat pada -ampiran 3 sedang/an peta
daerah rawan ban6ir DAS Garang dapat dilihat pada Gambar ,.#.




hu6an rancangan
Bo
Kala
2lang logJi StdeC G(/ala ulang) logJ K(mm)
% %.%#)3#% !.+)*3) 9!. %.%3.* %*.)3%)
% ) %.%#)3#% !.+)*3) !.# %.%).#3 #.!)+
3 ! %.%#)3#% !.+)*3) .33 %.3,3,)# %%!.)%,*
, %) %.%#)3#% !.+)*3) .*, %.,,%!3 %.+..3
) )! %.%#)3#% !.+)*3) %.3+ %.)!*#** 3%3.)#3
+ !! %.%#)3#% !.+)*3) %..+ %.).,)3+ 3.).,3+3
. %!! %.%#)3#% !.+)*3) 3.3 %.+3,3%+ ,3!.#,*#
Analisis @hi SNuare
menentu/an 6umlah
/elas
KHM(3,%%Olog n)
log , .,+%#!3+
K ,.+*!)3%%.)
sebaran peluang
!!IK %!
26i Simpangan Eerti/al
no 4r -og Jrt @s G(/emung/inan) S log J J(mm)
%! %.%#)3#% !.++3%.# !.# !.+)*, %.%).#3 #.!)+
,! %.%#)3#% !.++3%.# !.% !.+)*, %.+!#). ,,.#%*)
+! %.%#)3#% !.++3%.# 9!.3) !.+)*, %.!.*# #.!%+#
#! %.%#)3#% !.++3%.# 9!.#+ !.+)*, .*#*)+# *..+%+)
26i simpangan Certi/al %
no batas /elas fe ft fe9ft (:e9:t)P%I:t
!9*..+% % %.# 9!.# !.%%#).
% *..+%9#.!% , %.# .% !.),%#+
3 #.!%9,,.#% 3 %.# !.% !.!,%#+
, ,,.#%9#.!)+ 3 %.# !.% !.!,%#+
) <#.!)+ % %.# 9!.# !.%%#).
6umlah , ,
derajat kebebasan K
DkK!"#$1%
2 tabe& derajat kebebasan

5'991
jadi ( kudrat hitun) 2'09 * ( kuadrat tabe& sebesar 5'991
sehin))a m+de& ,+,+k ditera#kan