Anda di halaman 1dari 5

A.

Definisi Faal Kerja


Ilmu tentang fisiologi tubuh manusia saat bekerja
Bekerja merupakan hasil koordinasi dari kerja sama indera, otak, syaraf dan otot
yang ditunjang oleh kerja jantung, paru, ginjal dan lain-lain.


B. Klasifikasi Kerja
1. Kerja otot statis adalah kerja otot yang tidak bergerak atau dengan kata lain otot
hanya diam. Biasanya kerja otot statis akan lebih cepat mengalami kelelahan
dibandingkan dengan kerja otot dinamis.
Kriteria :
a. ringan selama 4 menit/ lebih
b. kerja sedang selama 1 menit/ lebih
c. kerja berat selama 10 detik atau lebih
Contoh :
a. seorang satpam yang harus menjaga pintu selama beberapa jam tanpa bisa
duduk. Tentu otot kakinya akan merasa kelelahan dengan kerja otot statis
seperti itu.
b. menggendong, menjinjing, membawa dg lengan mendatar, berdiri satu kaki,
menekan pedal, mendorong, menekan, menjangkau lama

Efek kerja statis
a. tekanan kurang dari 15 - 20 % , normal tanpa keluhan
b. tekanan 15 - 20 %, keluhan nyeri setelah beberapa hari kerja
c. tekanan 60 %, aktivitas terganggu
d. efek kerja otot statis adalah otot yang digunakan dalam keadaan diam
sehingga akan terjadi penumpukan asam laktat lebih cepat dibandingkan
dengan kerja otot dinamis, sehingga pekerja akan lebih cepat mengalami
kelelahan. Ketika pekerja cepat merasa lelah meka pekerjaan atau
produktivitasnya akan mengalami penurunan.
Sebagai contoh seorang tukang cat yang sedang melakukan pekerjaanya
pada saat berdiri, akan mengalami kelelahan pada kedua otot kakinya.

2. Kerja dinamis
Efek kerja dinamis :
Efek kerja otot dinamis sebenarnya sangat baik karena tidak menyebabkan
kelelehan pada saat bekerja. Tidak seperti kerja otot statis yang menyebabkan
kelelahan pada pekerja saat bekerja, kerja otot dinamis sangat dianjurkan dalam
melakukan setiap gerakan dan postur kerja. Karena pada saat bekerja, otot si
pekerja akan mengalami relaksasi, sehingga menyebabkan si pekerja tidak cepat
merasakan kelelahan pada saat bekerja dan produktivitasnya tidak akan
mengalami penurunan.

Tabel. 1 Perbedaan Kerja Dinamis dan Statis
No. Kerja Dinamis Kerja Statis
1. Kontraksi tetap Kontraksinya berirama
2. Aliran darah terhambat Aliran darah di pompa ke seluruh tubuh
3. Memerlukan energi yang banyak Memerlukan energi yang sedikit

C. Kerja Otot
1. Organ utama kerja fisik
2. Kontraksi & relaksasi
3. Ditentukan oleh : jumlah serat, daya kontraksi & kecepatan kontraksi
4. Kerja statis & dinamis
5. Perlu Phospat Energi Tinggi

D. Kapasitas fisik
1. kemampuan orang untuk menerima beban fisik saat kerja
2. dipengaruhi : somatik, pekerjaan, psikis, lingkungan & adaptasi/ latihan
3. parameter :
denyut jantung, tekanan darah, irama pernapasan, suhu tubuh, kebutuhan kalori,
kebutuhan O2
E. Postur Kerja
Postur kerja merupakan titik penentu dalam menganalisa keefektivan dari
suatu pekerjaan. Apabila postur kerja yang dilakukan oleh operator sudah baik dan
ergonomis maka dapat dipastikan hasil yang diperoleh oleh operator tersebut akan
baik. Akan tetapi bila postur kerja operator tersebut salah atau tidak ergonomis maka
operator tersebut akan mudah kelelahan dan terjadinya kelainan pada bentuk tulang
operator tersebut. Apabila operator mudah mengalami kelelahan maka hasil
pekerjaan yang dilakukan operator terebut juga akan mengalami penurunan dan
tidak sesuai dengan yang diharapkan.

F. Klasifikasi Beban Kerja dan Reaksi Fisiologis
Tabel 2. Klasifikasi Beban Kerja Dan Reaksi Fisiologis
Tingkat
Pekerjaan
Energy Expenditure
Detak Jantung
Konsumsi
Energi
Kkal / menit
Kkal / 8jam
Detak / menit Liter / menit
Undully Heavy >12.5 >6000 >175 >2.5
Very Heavy 10.0 12.5 4800 6000 150 175 2.0 2.5
Heavy 7.5 10.0 3600 4800 125 150 1.5 2.0
Moderate 5.0 7.5 2400 3600 100 125 1.0 1.5
Light 2.5 5.0 1200 2400 60 100 0.5 1.0
Very Light < 2.5 < 1200 < 60 < 0.5

G. Sistem Sirkulasi Saat Kerja
1. Kerja berakibat perubahan uptake oksigen oleh jantung dan paru.
2. Kemampuan kerja terkuat dipengaruhi oleh jumlah maksimum oksigen.
3. Parameter : denyut jantung ( HR)
4. Diukur secara :
Langsung : EKG, pulsemeter
Tak langsung : denyut nadi
5. Denyut nadi : peregangan pembuluh darah akibat gelombang tekanan sistol
jantung, jumlah denyutan menyatakan jumlah HR.
Sistem Palpasi
1. Dengan 3 ujung jari pada a. radialis
2. Dihitung 15 atau 30
3. Untuk denyut nadi istirahat, duduk
Sistem 10 Denyut
1. Kondisi kerja
2. Dihitung mulai 0 - 10 / 1 - 11, dicatat waktunya dg stopwatch.
.
Ventilasi Pulmonal Saat Kerja
1. Gerakan masa gas keluar masuk paru untuk mencukupi metabolisme
2. Perkalian antara kecepatan pernapasan dengan nilai rata-rata tidal volume
yang ekspirasikan
3. Normal 10-20 x/menit
4. Dalam & kecepatan napas seimbang (anak:dewasa ; latihan:tidak)
Pengaturan frekuensi napas pada saat kerja
1. Faktor yang berpengaruh :
a. Rangsangan langsung ke pusat napas
b. Rangsangan tak langsung pada propioceptor
c. Faktor humoral : kadar oksigen, karbondioksida dan ion H
d. Pembatasan napas adalah kebutuhan O2
e. Istirahat : 0,5-1 ml O2/l ventilasi
f. Naik 10 kali saat kerja
g. Ventilasi pulmonal kerja sangat berat > ventilasi pembebanan maksimal

H. Ginjal Saat Kerja
1. Dipengaruhi oleh aliran darah ke ginjal
2. Penurunan berarti bila HR 135-140x/menit atau 50%
3. Hypohydrasi kerja di lingkungan panas
4. Komponen fungsi ginjal
GFR
Volume urin
5. Sekresi zat terlarut turun
6. Amonia meningkat hingga 30 menit kerja selesai
7. Ph turun hingga 30 menit usai kerja
8. Protein
Normal setelah 1 jam


1. Fungsi ginjal :
Pertama fungsi ginjal menjadi tempat penyaringan membersihkan darah
Nefron yang menjadi bagian pada ginjal yang gunanya menjalankan fungsi
ginjal sebagai penyaring darah. Tujuan dari bagian ini adalah memilah darah
yang baik untuk disalurkan pada seluruh tubuh dan membuang racun yang
dalam organ tubuh. Jika fungsi ini tidak berjalan dengan baik maka penyakit
mudah masuk dan segala virus bahkan bakteri yang ada dalam darah
tersalurkan di dalam tubuh, akibatnya orang tersebut bisa meninggal dalam
waktu yang singkat.
Pengatur jumlah volume darah. Keseimbangan volume di dalam darah
dilakukan oleh ginjal, hal ini bertujuan agar darah yang mengalir dapat
dikontrol banyaknya, karena jika kekurangan darah maka mengakibatkan
tubuh menjadi lemah, sedangkan jika jumlah darah terlalu banyak maka
tubuh tidak kuat menampung banyaknya darah yang tidak bisa tersalurkan.
Penyaringan glukosa, dan beberapa gizi serta zat di dalam tubuh. Fungsi lain
dari ginjal ini dapat mempertahankan zat yang sangat penting dibutuhkan
oleh tubuh bersama darah. Dan mengalirkannya lagi ke seluruh peredaran
darah. Pengatur zat yang diseimbangkan ini dapat membantu dalam
mengurangi jumlah zat yang berlebihan.
Sebagai pengatur keseimbangan kimia darah. Garam yang berfungsi
mengikat air dan jika kelebihan gula darah maka berakibat sangat fatal
karena tumpukan cairan yang berlebihan dapat membuat anggota tubuh
membengkak. Selain itu kalium darah yang berkurang dapat diserap oleh
ginjal sedangkan jika terlalu banyak kalium maka ginjal akan membuangnya,
Fungsi ginjal selanjutnya ialah menjaga pH darah supaya tidak begitu asam.
Ada banyak sekali fungsi ginjal yang perlu diketahui seperti penghasil
hormone yang dapat merangsang pembentuk hemoglobin oleh tulang
sumsum.