Anda di halaman 1dari 3

1

Nama : I Gusti Bagus Arya Adi Suastika


NIM : 130010336
Matakuliah : Computer Forensic
Kasus
Jaringan Internet KPU Diserang

J aringan internet di Pusat Tabulasi Nasional Komisi Pemilihan Umum sempat down
(terganggu) beberapa kali. KPU menggandeng kepolisian untuk mengatasi hal tersebut.
Cybercrime kepolisian juga sudah membantu. Domain kerjasamanya antara KPU dengan
kepolisian, kata Ketua Tim Teknologi Informasi KPU, Husni Fahmi di Kantor KPU, J alan
Imam Bonjol, Menteng , J akarta Pusat (15 April 2009).
Menurut Husni, tim kepolisian pun sudah mendatangi Pusat Tabulasi Nasional
KPU di Hotel Brobudur di Hotel Brobudur, J akarta Pusat. Mereka akan mengusut adanya
dugaan kriminal dalam kasus kejahatan dunia maya dengan cara meretas. Kamu sudah
melaporkan semuanya ke KPU. Cybercrime sudah datang, ujarnya. Sebelumnya, Husni
menyebut sejak tiga hari dibuka, Pusat Tabulasi berkali-kali diserang oleh peretas. Sejak
hari lalu dimulainya perhitungan tabulasi, sampai hari ini kalau dihitung-hitung, sudah
lebih dari 20 serangan, kata Husni, Minggu(12/4).
Seluruh penyerang itu sekarang, kata Husni, sudah diblokir alamat IP-nya oleh
PT. Telkom. Tim TI KPU bias mengatasi serangan karena belajar dari pengalamn 2004
lalu. Memang sempat ada yang ingin mengubah tampilan halaman tabulasi nasional hasil
pemungutan suara milik KPU. Tetapi segera kami antisipasi.
Kasus di atas memiliki modus untuk mengacaukan proses pemilihan suara di KPU.
Motif kejahatan ini termasuk ke dalam cybercrime sebagai tindakan murni kejahatan. Hal
ini dikarenakan para penyerang dengan sengaja untuk melakukan pengacauan pada
tampilan halaman tabulasi nasional hasil dari Pemilu. Kejahatan kasus cybercrime ini dapat
termasuk jenis data forgery, hacking-cracking, sabotage and extortion, atau cyber terorism.
Sasaran dari kasus kejahatan ini adalah cybercrime menyerang pemerintah (against
government) atau bisa juga cybercrime menyerang hak milik (against property).
Sumber : http://daniarpratama.blogspot.com/2013/06/contoh-contoh-kasus-
cybercrime.html
http://www.cybercrimecyberlaw.com/2013/04/kasus-kasus-cyber-crime-yang-
terjadi-di.html


2

Analisa Kasus
Menurut saya kasus di atas tergolong jenis hacking-cracking. Hal tersebut diduga
mengacu pada peretas yang mempunyai minat besar dalam mempelajari sistem komputer
secara detail dan bagaimana meningkatkan kapabilitasnya. Peretasan dilakukan salah-
satunya adalah dengan menyebar virus, worm, backdoor, maupun trojan pada perangkat
komputer. Sehingga memberi dampak, yaitu pada terganggunya jaringan internet dan
perubahan tampilan halaman tabulasi nasional hasil pemungutan suara di Pusat Tabulasi
Nasional KPU.

Penyebab
Pihak KPU masih kurang antisipasi dalam memperkuat sistem pertahanan TI dalam
lembaga pemerintahaannya.

Kronologi Kejadian
Sejak tiga hari dibuka, Pusat Tabulasi berkali-kali diserang oleh peretas. Sejak
perhitungan tabulasi dimulai, sampai hari ini teranggal 12 April sudah lebui dari 20
serangan terjadi. Peretasan dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya yang ditemukan
adalah dengan menyebarkan virus, worm, backdoor, maupun trojan pada perangkat
komputer sebuah organisasi.

Terduga Pelaku
Hingga saat ini terduga pelaku belum ditangkap, tetapi pihak kepolisian telah
mengantongi alamat IP terduga yang digunakan dalam penyerangan.

Dampak Kejadian
J aringan internet di Pusat Tabulasi Nasional Komisi Pemilihan Umum sempat
down (terganggu) beberapa kali. Selain itu juga, terjadi perubahan tampilan halaman
tabulasi nasional hasil pemungutan suara milik KPU, sehingga menggangu kinerja KPU.

Solusi
Solusi yang dapat dilakukan antara lain:
1. Pemberian sandi pada data yang dikirim melalui internet,
2. Mengaktifkan internet farewell,
3. Menutup service yang tidak digunakan,

3

4. Perlu adanya sistem pemantau serangan yang digunakan untuk mengetahui adanya
pengguna yang tak diundang ataupun adanya serangan,
5. Melakukan backup data secara rutin,
6. Adanya pemantau integritas sistem,
7. Perlunya cyberlaw, dan
8. Perlunya dukungan lembaga khusus yang menaggulangi masalah cybercrime.