Anda di halaman 1dari 18

Widha Kusumaningdyah, ST.

, MT
LP : METODE BIG-M
PENGGUNAAN
ARTIFICIAL VARIABLE (R
i
)
Permasalah LP dengan fungsi kendala () dan sisi
kanan yang non-negatif , menggunakan slack
variable sebagai initial basic feasible solution.
Model dengan fungsi kendala (=) and/or (),
menggunakan artificial variable sebagai initial
basic feasible solution dan kemudian
mengeliminasinya pada akhir iterasi.
Metode yang menggunakan artificial variable
adalah :
Metode BIG-M & Metode Dua Fasa
LANGKAH-LANGKAH METODE
BIG-M
1. BUAT BENTUK STANDARD BIG-M
Jika bentuk standard belum memuat basis,
tambahkan artificial variable R
1,
R
2,
R
3..
Pada fungsi Z, tambahkan koefisien M untuk
artificial variable. Dengan aturan penalty :
(-M) untuk kasus MAKSIMASI
(+M) untuk kasus MINAMASI
Dimana M adalah bilangan positif bernilai besar
(M>>0)
2. BUAT TABLE SIMPLEX
Basic x1 x2 x3 R1 R2 X4 Solusi Ratio
z a b c M M d 0
R1 1 0 0
R2 0 1 0
x4 0 0 1
Basic x1 x2 x3 R1 R2 X4 Solusi ratio
z a b c 0 0 d S
R1 1 0 0
R2 0 1 0
x4 0 0 1
3. SELARASKAN KOLOM Z
DENGAN SELURUH TABEL
Inkonsistensi terjadi pada kolom SOLUSI pada
tabel pertama.
Inkonsistensi terjadi karena adanya
penambahan artificial variable dengan
koefisien M pada fungsi Z
Untuk merubah inkonsistensi pada fungsi Z,
digunakan persamaan berikut ini :
Baris z-baru =
baris z-lama + (M1 X baris-R1 + M2 X baris-R2)
modifikasi kolomz
pada tabel simplex
Basic x1 x2 x3 R1 R2 X4 Solusi ratio
z a b c 0 0 d S
R1 1 0 0
R2 0 1 0
x4 0 0 1
4. SWAPPING PROCESS
(Gauss-Jordan row operations)
Identifikasi entering variable (= pivot column), dengan
aturan :
Untuk MAKSIMASI, pilih kolom dengan nilai (zj-cj) paling KECIL
Untuk MINIMASI, pilih kolom dengan nilai (zj-cj) paling BESAR
Jika terdapat lebih dari satu, pilih sembarang
Identifikasi leaving variable (=pivot row), yaitu dengan nilai
Ratio R positif terkecil. Jika terdapat lebih dari satu pilih
sembarang.
Elemen yang terletak pada perpotongan entering dan
leaving variable , disebut pivot element
Perhitungan The Gauss-Jordan
1. Baris Pivot
Gantikan leaving variable pada Basic column dengan
entering variable dengan persamaan :
2. Baris lain, termasuk baris z
STUDI KASUS
MERUBAH KE PERSAMAAN STANDARD
1. Menambah slack variable
2. Menambah artificial variable
FORMAT TABEL SIMPLEX
Diasumsikan : M = 100
MODIFIKASI KOLOM Z
Siap untuk diiterasi dengan perhitungan Gauss
Jordan
Baris z-baru =
baris z-lama + (M1 X baris-R1 + M2 X baris-R2)
Iterasi 1
Iterasi 2
Iterasi 3
OPTIMAL
Latihan
Maximize :
Z = 2x1 + 3x2
s.t :
x1 + 2x2 4
x1 + x2 = 3
x1 0 , x2 0