Anda di halaman 1dari 20

aps-rizal, aji & ahim (2009)

dept of acct - umy


AKUNTANSI PERBANKAN SYARIAH:
Teori dan Praktik Kontemporer
Yaya R., Martawiredja A.E., Abdurahim
A. (2009). Salemba Empat
Bab 5
Kerangka Dasar Penyusunan
Dan Penyajian Laporan
Keuangan Syariah
aps-rizal, aji & ahim (2009)
dept of acct - umy
Relevansi bab ini adalah sebagai dasar dalam memahami landasan yang
digunakan oleh penyusun standar dalam membuat standar akuntansi syariah.
Materi bab 5 membahas kerangka dasar penyusunan dan penyajian
laporan keuangan syariah.
Perkembangan kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan
Kerangka dasar merupakan rumusan konsep yang
mendasari penyusunan dan penyajian laporan
keuangan bagi pemakai eksternal.

Adanya perbedaan karakteristik antara bisnis yang
berlandaskan pada syariah dengan bisnis
konvensional, menyebabkan Ikatan Akuntan
Indonesia (IAI) mengeluarkan Kerangka Dasar
Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Bank
Syariah (KDPPLKBS) pada tahun 2002. KDPPLKBS
selanjutnya disempurnakan pada tahun 2007
menjadi Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian
Laporan Keuangan Syariah (KDPPLKS).

Tujuan dan peranan Kerangka Dasar Penyusunan Dan Penyajian Laporan
Keuangan Syariah
Berdasarkan KDPPLKS paragraf 1, disebutkan bahwa KDPPLKS
bertujuan untuk dijadikan sebagai acuan bagi berbagai pihak
antara lain :
1. Penyusun standar akuntansi keuangan syariah dalam
pelaksanaan tugasnya membuat standar.
2. Penyusun laporan keuangan, untuk menanggulangi masalah
akuntansi syariah yang belum diatur dalam standar.
3. Auditor, dalam memberikan pendapat mengenai apakah
laporan keuangan disusun sesuai prinsip akuntansi syariah.
4. Para pemakai laporan keuangan dalam menafsirkan informasi
yang disajikan dalam laporan keuangan yang disusun sesuai
dengan standar akuntansi keuangan syariah.
aps-rizal, aji & ahim (2009)
dept of acct - umy
Azas transaksi syariah
Transaksi syariah berdasarkan prinsip
Persaudaraan (ukhuwah)
Keadilan (adalah)
Kemashlahatan (maslahah)
Keseimbangan (tawazun)
Universalisme (syamuliah)

Paradigma transaksi syariah
Transaksi syariah berlandaskan pada paradigma bahwa alam semesta
diciptakan oleh tuhan sebagai amanah (kepercayaan Ilahi) dan sarana
kebahagian hidup bagi seluruh umat manusia untuk mencapai
kesejahteraanhakiki secara material dan spritual (falah).

Pradigma & Azas Transaksi Syariah
aps-rizal, aji & ahim (2009)
dept of acct - umy
Prinsip Persaudaraan : berarti bahwa transaksi yang diadakan
merupakan bentuk interaksi sosial dan harmonisasi kepentingan para
pihak untuk kemanfaatan secara umum dengan semangat tolong
menolong.
Prinsip Keadilan: mengandung arti menempatkan sesuatu pada
tempatnyadan memberikan sesuatu pada yang berhak serta
memperlakukan sesuatusesuai porsinya.
Prinsip Kemaslahatan berarti bahwa transaksi syariah haruslah
merupakan segala bentuk kebaikan dan manfaat yang berdimensi
duniawi dan ukhrawi material dan spritual serta individu dan kolektif.
Prinsip Keseimbangan maksudnya adalah transaksi harus
memperhatikan keseimbangan aspek material dan spritual, aspek
privat dan publik, sektor keuangan dan riil, bisnis dan sosial dan aspek
pemanfaatan.
Prinsip Universalisme artinya transaksi syariah dapat dilakukan oleh,
dengan dan untuk semua pihak yang berkepentingan (stakeholder)
tanpa membedakan suku, agama, ras dan golongan.
aps-rizal, aji & ahim (2009)
dept of acct - umy
Karakteristik transaksi syariah
Transaksi syariah dapat berupa aktivitas bisnis yang
bersifat komersial maupun aktivitas sosial yang
bersifatnon komersial.
Transaksi syariah komersial
dapat berupa investasi untuk
endapatkan bagi hasil, jual beli
barang, untuk mendapatkan laba
atau pemberian jasa dengan
imbalan.

Transaksi syariah non
komersial dapat berupa
pemberian pinjaman atau
talangan (qardh), penghimpunan
dan penyaluran dana sosial,
seperti zakat, infaq, sedekah,
wakaf dan hibah.

aps-rizal, aji & ahim (2009)
dept of acct - umy
Pemakai laporan
Keuangan syariah
Investor
sekarang
&
Investor
potensial
Pemberi
Dana
qardh
Pemilik
Dana
syirkah
temporer
Pemilik
Dana
titipan
Pembayar
&
Penerima
zakat
Pengawas
syariah
karyawan
Pemasok
&
Mitra usaha
lainnya
Pelanggan
Pemerintah
Masyarakat
aps-rizal, aji & ahim (2009)
dept of acct - umy
Tujuan pelaporan keuangan
Berdasarkan paragraf 30 KDPPLKS dinyatakan bahwa tujuan pelaporan
keuangan menurut KDPPLKS adalah menyediakan informasi yang
menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu
entitas syariah yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam
pengambilan keputusan ekonomi.
Tujuan lainnya adalah :
1. Meningkatkan kepatuhan terhadap prinsip syariah dalam semua transaksi
dan kegiatan usaha.
2. Informasi kepatuhan entitas syariah terhadap prinsip syariah, serta
informasi aset, kewajiban, pendapatan dan beban yang tidak sesuai
dengan prinsip syariah bila ada dan bagaimana perolehan dana
penggunaannya.
3. Informasi untuk membantu mengevaluasi pemenuhan tanggung jawab
entitas syariah terhadap amanah dalam
4. Mengamankan dana, menginvestasikannya pada tingkat keuntungan yang
layak.
5. Informasi mengenai tingkat keuntungan investasi yang diperoleh
penanam modal dan pemilik dana syirkah temporer dan informasi
mengenai pemenuhan kewajiban fungsi sosial entitas syariah, termasuk
pengelolaan dan penyaluranzakat, infaq, sedekah dan wakaf.
Asumsi dasar penyusunan laporan
keuangan entitas syariah
Dasar Akrual
Dengan dasar akrual, pengaruh transaksi dan
peristiwa lain diakui pada saat kejadian dan
diungkapkan dalam catatan akuntansi dan
dilaporkan dlm lap keuangan.
Kelangsungan usaha
Laporan keuangan disusun atas
Dasar asumsi kelangsungan usaha entitas
Syariah dan akan melanjutkan usaha
di masa depan.
Asumsi dasar
aps-rizal, aji & ahim (2009)
dept of acct - umy
Karakteristik kualitatif informasi keuangan syariah
Karakteristik kualitatif pokok

Dapat dipahami
Adalah pemakai diasumsikan memiliki pengetahuan yang
dapat memadai tentang aktivitas ekonomi dan bisnis


Relevan
Adalah memiliki kemampuan untuk mempengaruhi keputusan ekonomi
pemakai dengan membantu mereka mengevaluasi masa lalu, kini & depan.


Andal
Dikatakan andal apabila bebas dari pengertian yang menyesatkan
kesalahan materi dan disajikan dengan jujur.


Dapat dibandingkan
Pemakai harus dapat memperbandingkan laporan keuangan
Entitas syariah antar periode untuk mengidentifikasi posisi dan
kinerja keuangan.

aps-rizal, aji & ahim (2009)
dept of acct - umy
Unsur unsur laporan keuangan
entitas syariah berdasarkan
karakteristiknya
(KDPPLKS paragraf 68)
Komponen laporan keuangan yang
mencerminkan kegiatan komersial
meliputi laporan keuangan,
laporan laba rugi, laporan arus kas
dan laporan perubahan ekuitas.
Komponen laporan keuangan yang
mencerminkan kegiatan sosial.
komponen ini meliputi laporan
sumber dan penggunaan dana
zakat.
Komponen laporan keuangan lainnya
yang mencerminkan tanggung jawab
khusus entitas syariah.
Diantara berbagai laporan tersebut, laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi merupakan dua laporan keuangan
utama.
UNSUR UNSUR LAPORAN KEUANGAN

aps-rizal, aji & ahim (2009)
dept of acct - umy
Unsur- unsur yang berkaitan langsung dengan pengukuran posisi
keuangan :
1. Aset adalah sumber daya yang dikuasai oleh entitas syariah
sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan memiliki manfaat
ekonomi di masa depan bagi entitas syariah.
2. Kewajiban adalah hutang entitas syariah masa kini yang timbul
akibat dari peristiwa masa lalu, yang penyelesaiannya diharapkan
mengakibatkan arus keluar dari sumber daya entitas syariah yang
mengandung manfaat ekonomi.
3. Dana syirkah temporer adalah dana yang diterima sebagai
investasi dengan jangka waktu tertentu dari individu dan pihak
lainnya yang mana entitas syariah mempunyai hak untuk
mengelola dan menginvestasikan dana tersebut dengan
pembagian hasil investasi berdasarkan kesepakatan.
4. Ekuitas adalah hak residual atas aset entitas syariah setelah
dikurangi semua kewajiban dan dana stirkah temporer.
aps-rizal, aji & ahim (2009)
dept of acct - umy
Format neraca bank syariah
aps-rizal, aji & ahim (2009)
dept of acct - umy
Laporan laba rugi
Laporan laba rugi adalah ukuran kinerja entitas syariah yang juga merupakan dasar bagi ukuran yang lain, seperti
Imbalan investasi atau penghasilan per saham.
Format umum laporan laba rugi mengacu pada Penyajian laporan keuangan syariah dan KDPPLKS yang diterbitkan IAI
Tahun 2007.
Unsur- unsur yang berkaitan langsung dengan pengukuran laba :
1. Penghasilan adalah kenaikan manfaat ekonomi selama satu periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau
penambahan aset atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari
dari kontribusi penanam modal (KDPPLKS paragraf 97).
2. Beban adalah penurunan manfaat ekonomi selama satu periode akuntansi dalam bentuk arus keluar atau
berkurangnya aset atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut
pembagian pada penanam modal (KDPPLKS paragraf 97).
3. Hak pihak ketiga atas bagi hasil, bagi hasil adalah bagian bagi hasil antara hasil pemilikan dana atas keuntungan
dan kerugian investasi bersama entitas syariah dalam suatu periode laporan keuangan.
4. Zakat adalah besarnya zakat yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk periode akuntansi perhitungan zakat.
aps-rizal, aji & ahim (2009)
dept of acct - umy
Format laporan laba rugi bank syariah
aps-rizal, aji & ahim (2009)
dept of acct - umy
Pengakuan unsur unsur laporan keuangan
Pengakuan unsur laporan keuangan merupakan proses pembentukan
pos yang memenuhi definisi unsur serta kriteria
pengakuan dalam neraca atau laporan laba rugi.
aps-rizal, aji & ahim (2009)
dept of acct - umy
Pengakuan unsur utama laporan keuangan

Pengakuan unsur utama laporan keuangan


Pengakuan aset
Diakui dalam neraca kalau besar kemungkinan bahwa manfaat ekonominya
diperoleh entitas dan mempunyai nilai yang dapat diukur.


Pengakuan kewajiban
Diakui dalam neraca kalau kemungkinan pengeluaran sumber daya yang
mengandung manfaat ekonomi akan digunakan menyelesaikan kewajiban.


Pengakuan dana syirkah temporer
Dilakukan jika entitas syariah memiliki kewajiban untuk mengembalikan
dana yang diterima melalui pengeluaran sumber daya ekonomi.


Pengakuan penghasilan
Diakui dalam laporan laba rugi kalau kenaikan manfaat ekonomi masa
depan berkaitan dengan kenaikan dan penurunan aset.

Pengakuan beban
Diakui dalam laporan laba rugi kalau penurunan manfaat ekonomi
masa depan yang berkaitan dengan penurunan aset telah terjadi.
aps-rizal, aji & ahim (2009)
dept of acct - umy
Pengukuran Unsur unsur laporan keuangan
Pengukuran adalah proses penetapan jumlah uang untuk mengakui dan
memasukkan setiap unsur laporan keuangan, dalam neraca dan laporan
laba rugi.
Dasar pengukuran yang umum digunakan entitas syariah dalam penyusunan
laporan keuangan adalah biaya historis. akan tetapi dalam kondisi tertentu
dasar ini dapat dikombinasikan dengan dasar pengukuran yang lain.
Untuk memenuhi kriteria relevansi suatu informasi, entitas syariah dapat
merevaluasi aset, kewajiban dan dana syirkah temporer secara periodik
dengan syarat harus terjamin keandalannya.
aps-rizal, aji & ahim (2009)
dept of acct - umy


Sekian
Terima Kasih
Wassalamualaikum wr wb